ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Garam mengandung natrium klorida (NaCl), ion magnesium, ion kalsium dan ion sulfat yang penting bagi tubuh manusia, sehingga diperlukan konsumsi garam dengan jumlah yang tepat untuk menunjang kesehatan manusiaPenelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022, di Desa Silawan, Kabupaten Belu untuk pengambilan sampel garam, sedangkan untuk pengujian Organoleptik, Kadar Air, Kadar NaCl, Bagian Yang Tidak Larut Dalam Air dan Iodium, dilakukan di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa teknik pembuatan garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Silawan Kabupaten Belu, meliputi tanah tambak digaruk/dikumpulkan dan air laut ditampung dalam kolam jebakan, penyaringan selama 1 jam, pemasakan atau perebusan selama 7 jam, penirisan selama 2 jam, pengemasan dan distribusi. Kualitas garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Silawan, untuk pengujian kadar air : 4,44%, kadar NaCl : 48,2%, bagian yang tidak larut dalam air : 0,83 dan kadar iodium : 34,4% mg/kg, Parameter warna (putih normal) 0%, (putih kecokelatan) 100%, dan parameter bau (Bau normal) 7%, (bau tidak normal) 93%. Desa Silawan juga memperhatikan proses/teknik pembuatan garam masak yang baik dan garam masak yang sudah diproses harus dilanjutkan dengan proses penjemuran sehingga kadar airnya sesuai dengan standar SNI 4435-2017.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN NUNIA LAK’APU (17393402).Penggunaan Ukuran Zeolit Teraktivasi Dan Modifikasi Proses Penyaringan Pada Pengolahan Garam Masak. Di bawah bimbingan : YUNIALDI H. TEFFU, S.Pi. M,Si sebagai pembimbing I dan MADA M. LAKAPU, S.Si, M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Inovasi dalam pemurnian garam banyak dilakukan untuk meningkatkan kadar NaCl seperti penambahan senyawa kimia NaOH, Na2CO3, dan polialuminium klorida, Metode ini mampu meningkatkan kadar NaCl namun kurang ramah lingkungan jika ditinjau dari hasil samping yang di hasilkan. Selain itu, bahan tersebut tidak dapat digunakan kembali untuk proses pemurnian garam berikutnya.Salah satu metode untuk meningkatkan kandungan NaCl yaitu penggunaan zeolit alam karena memiliki kelebihan antara lain: ekonomis, ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Namun selain penggunaan zeolit alam, proses penyaringan juga merupakan salah satu metode yang dilakukan dalam proses pemurnian garam. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kualitas garam masak hasil penggunaan ukuran zeolit teraktivasi dan modifikasi proses penyaringan pada pengolahan garam masak. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan April-Mei 2021 bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, sedangkan Laboratorium Biologi untuk pengujian bagian yang tidak larut dalam air, Laboratorium Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk pengujian NaCl dan Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech, Bogor, Jawa Barat untuk pengujian iodium dalam KIO3. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan analisis data menggunakan analisis sidik ragam, kemudian dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil penelitian penggunaan ukuran zeolit teraktivasi dan modifikasi proses penyaringan pada pengolahan garam masak yaitu organoleptik parameter warna ukuran zeolit 100 mesh dengan pori kain nilon 25 mikron yaitu putih normal 96%, dan ukuran zeolit 100 mesh dengan pori kain nilon 150 mikron dengan parameter warna garam selain warna K1 dan K2 72%, organoleptik parameter bau ukuran zeolit 100 mesh dengan pori kain nilon 25 mikron yaitu normal tidak berbau, 92%. Dan ukuran zeolit 100 mesh dengan pori kain nilon 150 mikron yaitu bau tidak normal 48%, kadar air berkisar antara 2,98%-8,62%, kadar NaCl 88,00%-93,57%, bagian yang tidak larut dalam air 0,66%-4,00%, dan kadar iodium (KIO3) 6,05mg/kg-18,77mg/kg. Kata Kunci :Bagian Yang Tidak Larut Dalam Air, Garam,Iodium (KIO3), Kadar Air, Modifikasi Penyaringan,Nacl, Organoleptik, Zeolit
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Garam rakyat merupakan kegiatan pembuatan garam yang dilakukan oleh rakyat sebagian besar masyarakatnya membuat garam dan bahkan sudah menjadi rutinitas tahunan yang menjadi mata pencaharian yang menunjang untuk kehidupan setiap harinya. CV. Raja Baru yang berlokasi, di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang melakukan produksi menggunakan bahan baku garam krosok.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember sampai bulan Januari 2021 bertempat di CV. Raja Baru, Kota Kupang sebagai lokasi survei dan pengambilan sampel. Sedangkan pengujian kadar air, NaCl, iodium untuk garam iodium di Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi Baristand Industri Surabaya, pengujian kadar air, NaCl, iodium untuk garam rakyat di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech (SIG), Bogor dan organoleptik (warna dan bau) di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Hasil penelitian yaitu untuk pengujian organoleptik warna pada garam bahan baku 70% putih normal dan 30% putih kecokelatan sedangkan garam konsumsi 100% putih normal, pengujian bau pada garam bahan baku 60% normal tidak berbau dan 40% bau tidak normal sedangkan garam konsumsi 100% normal tidak berbau, pengujian kadar air garam bahan baku 4,58% sedangkan garam konsumsi 1,75%, pengujian NaCl garam bahan baku 88,04% sedangkan garam konsumsi 96,93% dan pengujian kadar iodium garam bahan baku 0,73 mg/kg sedangkan garam konsumsi 50,84 mg/kg.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK RAYNOLD LEONARD EMANUEL SUI (14390041). Studi Kualitas Garam Rakyat Yang Diproduksi Secara Tradisional Di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai. Di bawah bimbingan : UMBU P. L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan YUNIALDI H. TEFFU. S.Pi. M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah proses penguapan air laut dan bantuan matahari, dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Kelurahan Reo merupakan Kelurahan yang terletak di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Petani garam di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai melakukan produksi garam menggunakan teknik tradisional yaitu dengan cara menguapkan air laut pada sebidang tanah dengan bantuan sinar matahari dan angin sebagai sumber energi penguapan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam secara tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai, mengetahui organoleptik (bau dan warna), kandungan mineral (Mg, K, Ca), logam berat (Pb dan Cd), kadar air, NaCl dan iodium pada garam rakyat yang diproduksi oleh masyarakat Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan (September-Oktober) 2019 di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai untuk pengambilan sampel, Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pengujian organoleptik dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk pengujian sampel kadar air sedangkan Laboratorium PT. Saraswati Indo Genetech, Bogor untuk pengujian mineral, logam berat, kadar NaCl dan iodium. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam kualitas garam rakyat yang diproduksi secara tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai yaitu kadar air berkisar 2,03-2,94%, organoleptik parameter warna putih normal, organoleptik parameter bau normal tidak berbau, kadar NaCl 75,44%, kadar iodium 1,54 mg/kg, magnesium 496,98 mg/100 g, kalium 170,32 mg/100 g dan kalsium 122 mg/100 g. Dari hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan Teknik produksi garam tambak tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai meliputi pengisian air laut ke petak penampungan dibiarkan selama 1 hari, pengaliran air ke 10 petak tambak dibiarkan selama 5 hari, air dari setiap petak dialirkan ke petak penampungan dibiarkan selama 1 minggu, pengaliran air tua ke 13 meja tambak dan dijemur selama 1 minggu, penggarukan dan pengumpulan, pengangkutan, pencucian, pengeringan, packing dan distribusi. Garam tambak tradisional yang diproduksi di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai untuk pengujian organoleptik warna dan bau tergolong pada garam kualitas baik, kadar air 2,03-2,94%, NaCl 75,44%, iodium 1,54 mg/kg, magnesium 496,98 mg/100 g, kalium 170,32 mg/100 g, kalsium 122 mg/100 g dan logam berat timbal dan kadmium tidak terdeteksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK DICSON ATTE (14390014). Analisis Mutu Garam Krosok yang Diproduksi Secara Tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Dibawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan MADA M LAKAPU. S.Si., M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah hasil dari proses penguapan air laut dan bantuan sinar matahari dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui Mengetahui teknik pengolahan garam krosok secara tradisional di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Mengetahui mutu garam krosok secara kimiawi antara lain: kadar air, kadar NaCl, iodium dan mineral (magnesium, kalium dan kalsium), serta organoleptik (warna dan bau) di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo dan Laboratorium Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk melakukan pengujian kadar air, sedangkan untuk melakukan pengujian organoleptik di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW Kupang dan untuk pengujian kadar NaCl, Mineral dan Iodium di Laboratoriun PT. Saraswati Indo Genetech Bogor. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam krosok yang diproduksi secara tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, kadar air garam krosok pada pengujian I yaitu 3,15% dan pengujian II yaitu 3,18%, kadar NaCl garam krosok yaitu 82,30%, iodium garam krosok yaitu 3,31 mg/kg, kadar mineral garam krosok hasil pengolahan secara tradisional yaitu (magnesium 866,22 mg/g, kalsium 222,73 mg/g, kalium 300,23 mg/g), organoleptik parameter warna garam krosok yaitu putih kecokelatan dan organoleptik parameter bau garam krosok yaitu normal tidak berbau. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu: Teknik pengolahan garam krosok meliputi: pembersihan lahan, mencangkul tanah, pembuatan petak dan sumur penampungan air laut, pengaliran air kedalam petak-petak, dibiarkan selama seminggu hingga kering dan padat. Penyaluran air kepetak penampung kemudian ke petak pengkristalan, penambahan air dari petak penambahan ke petak pengkristalan diendapkankan selama 3 hari, hingga menjadi air tua, proses pengkristalan selama 1 minggu dengan mengandalkan panas sinar matahari, setelah 1 minggu garam hasil pengkristalan garam dikumpul menggunakan penggaruk garam, dikumpul menjadi timbunan garam dan dijemur selama sehari setelah itu baru dimasukan kedalam karung ukuran 50 kg, proses distribusi. Garam krosok hasil pengolahan secara tradisional di Desa Tendakinde dikategorikan tergolong pada garam K3 dengan kadar air pengujian I 3,15% dan pengujian II 3,18%, NaCl 32,30%, warna garam putih kecokelatan dan bau garam normal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Garam merupakan salah satu kebutuhan pelengkap dari kebutuhan pangan dan merupakan sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Kelompok usaha garam Tiberias merupakan salah satu kelompok usaha garam yang terletak di Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Kelompok usaha garam ini berdiri sekitar tahun 1980, pada saat itu, kelompok masak garam ini menggunakan bahan baku dari tanah tambak. Pada tahun 1985 Dinas Perikanan Provinsi Kupang mengadakan pembuatan tambak garam di Kelurahan Oesapa Barat, sehingga kelompok usaha garam tersebut mulai mengenal garam krosok/garam mentah dan mulai menggunakan bahan baku untuk produksi garam masak tradisional dari garam krosok/garam mentah sampai saat ini. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April-Mei 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel, sedangkan pengujian kadar air, natrium klorida (NaCl), iodium, magnesium (Mg) dan kalsium (Ca) di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian mutu garam menggunakan alat masak tradisional pada kelompok Tiberias, di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu kadar air memenuhi SNI 3556-2016 dan SNI 4435-2017, kadar NaCl belum memenuhi SNI 3556-2016 tetapi memenuhi SNI 4435-2017 dan tergolong pada garam K2 (garam kualitas sedang), kadar iodium tidak memenuhi SNI 3556-2016, kadar magnesium sebesar 183,71 mg/100 g dan kadar kalsium sebesar 503,70 mg/100 g.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembuatan garam di Kelurahan Oesapa Barat umumnya melalui penyaringan dengan mengunakan karung plastik sehingga kualitas garam yang dihasilkan kurang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu upaya yang ingin dilakukan untuk meningkatkan kadar NaCl pada garam rakyat dengan modifikasi teknik penyaringan mengunakan ijuk yang dikombinasikan dengan penyaringan menggunakan sistim berlapis menggunakan ijuk, kerikil dan pasir. Selain itu, pada penelitian ini menggunakan alat masak yang sudah dimodifikasi dari plat drum. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 3 bulan yaitu bulan September-November 2020 bertempat di Kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang untuk lokasi survei, pembuatan garam dan pengambilan sampel. Sedangkan Laboratorium PT. Saraswanti Indo Ganethech, Bogor untuk pengujian Kadar Air, NaCl, iodium, mineral (magnesium dan kalsium). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dan dianalisis menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam rakyat yang diproduksi menggunakan alat masak modifikasi dari plat drum pada kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu kadar air berkisar antara 4,41-5,23%, kadar NaCl 91,02%, kadar iodium 79,69 mg/kg, mineral magnesium 183,70 mg/100 g dan mineral kalsium 503,70 mg/100 g.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ADEYATNO UMBU LADU MATA (14390003). Analisis Kualitas Garam Rakyat Yang Diproduksi Di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah. Di bawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI. S.Pi. M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah senyawa kimia yang komponen utamanya mengandung natrium klorida (NaCl), senyawa air, ion magnesium, ion kalsium dan ion sulfat (Rismana dkk, 2014). Produksi garam rakyat yang menjadi mata pencaharian utama pada musim kemarau melanda. Produksi garam sangat membantu perekonomian rakyat. Desa Watu Asa memproduksi garam dengan cara memasak. Air muara diangkut kemudian disaring menggunaan tanah muara, dan air hasil saringan dimasak selama kurang lebih 7-8 jam sampai menjadi Kristal garam setelah itu garam di angin-anginkan agar kering lalu dikemas menggunakan karung berkapasitas 50 kg dan garam siap didistribusikan. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui teknik pembuatan garam rakyat yang dimasak di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah dan untuk mengetahui kualitas garam rakyat yang dimasak oleh petani garam di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah (kadar air, mineral magnesium, seng, besi, NaCl, Iodium dan Organoleptik). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September-Nopember 2020 di Desa Watu Asa Kecamatan Mamboro Kabupaten Sumba Tengah. Untuk pengujian Kadar Air dan organoleptik telah dilakuan di Laboratorium Eksakta UKAW Kupang sedangkan untuk pengujian Kadar NaCl, iodium dan mineral mikro (seng dan besi) telah dilakukan di Laboratorium Saraswanti Indo Genetech, Bogor. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam rakyat di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah untuk pengujian organoleptik parameter warna garam yaitu warna putih kecoklatan, parameter bau garam yaitu bau tidak normal, kadar air yaitu Kelompok I : 12,07%, Kelompok II : 12,11% dan Kelompok III : 12,14%, Magnesium : 1548,96 mg/100 g, Besi : 1,83 mg/100 g, seng tidak terdeteksi, NaCl : 82,47% dan Iodium : 45,38 mg/kg. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu Teknik pembuatan garam yang diproduksi di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah masih tradisional meliputi tanah digaruk dan dikumpulkan, penyaringan dilakukan selama ±2 jam dengan perbandingan 1:1 (150 kg tanah muara dan 150 liter air muara), proses pemasakan ±7 jam, penirisan ±2 jam, penjemuran, pengemasan dan distribusi. Kualitas garam rakyat yang diproduksi di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah untuk kadar air berkisar antara 21,07-12,14%, Magnesium 1548,96 m/100g, seng (Zn) tidak terdeteksi, besi (Fe) 1,83 mg/100g, NaCl 82,47%, Iodium 45,38 mg/kg dan organoeptik nilai parameter warna garam (putih kecoklatan) 100% dan nilai parameter bau pada garam (bau tidak normal) 100%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
BONY UMBU IMANUEL TSE (15390065). Analisis Kualitas Pada Garam Masak Tradisional Di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Di bawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan MADA M. LAKAPU. S.Si. M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.
Garam memiliki peran strategis yaitu sebagai bahan pokok bagi kebutuhan konsumsi dan juga merupakan bahan baku berbagai industri. Sistem pengolahan garam yang masih kasar (krosok atau belum bersih) dilarutkan dengan air tawar, setelah air sudah tercampur dengan garam selanjutnya air tersebut di filter (disaring) agar air menjadi jernih dan setelah melalui proses penyaringan air tersebut di rebus pada meja masak garam menggunakan api selama 7-8 jam, hingga membentuk kristal-kristal garam. Setelah itu jadilah garam masak, kemudian dikeringkan dan siap untuk dijual. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui teknik pembuatan garam masak tradisional di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang dan untuk mengetahui kandungan Organoleptik, Rendemen, Kadar Air, Kadar NaCl, Iodium, Mineral (Mg dan Ca) pada garam masak tradisional di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Juni-Juli 2020 di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang untuk Obserfasi dan perhitungan rendemen untuk pengambilan sampel serta Laboratorium Ekasakta UKAW, untuk pengujian organoleptik sedangkan di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor untuk pengujian kadar air, NaCl, iodium, dan mineral (magnesium dan kalsium). Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif.
Hasil penelitian garam masak di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang untuk pengujian organoleptik parameter warna garam yaitu warna putih normal, parameter bau garam yaitu bau normal, rendemen larutan berkisar antara 93,30-93,75%, rendemen garam berkisar antara 182,37-185,01%, kadar air berkisar antara 5,71-6,77%, NaCl : 86,77%, Iodium : 4,62, Magnesium : 182,00 mg/100 g, Kalsium : 136,64 mg/100 g.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu Proses pembuatan garam di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang meliputi bahan baku garam krosok sebanyak 50 kg dan air tawar sebanyak 200 liter, penyaringan, air hasil penyaringan dibiarkan selama 30 menit, pemasakan selama 7-8 jam, penirisan selama 5 jam, packing menggunakan karung plastic berukuran 50 kg dan distribusi. Nilai pengujian organoleptik parameter warna normal dan parameter bau normal, rendemen garam berkisar antara 133,20%-135,00%, kadar air berkisar antara 5,72%-6,77%, kadar NaCl 86,77%, iodium 4,62 kg/mg dan mineral (magnesium 182,00 mg/100 g dan kalsium 136,64 mg/100 g).