ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemasan merupakan wadah yang digunakan untuk melindungi suatu produk. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kemasan yang tepat dalam menghasilkan minuman kopi jenis robusta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif berbasis eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan. Adapun perlakuan yang digunakan adalah, kemasan kaca, kemasan plastik, dan kemasan aluminium foil. Variabel pengamatan yang dilakukan adalah aroma, warna dan rasa. Penelitian ini menggunakan biji kopi sebanyak 500 gram/perlakuan, lalu disangrai dan digiling. Hasil berupa bubuk kopi disimpan menggunakan kemasan yang berbeda yaitu kemasan kaca, kemasan plastik dan aluminium foil. Selanjutnya biji kopi disangrai dan digiling selanjutnya menghasilkan bubuk kopi yang dibagi masing-masing perlakuan 100 gram bubuk kopi, dan disimpan selama 30 hari.
Hasil penelitian menunjukan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan 1 yakni kemasan kaca dengan skor 4,76 (sangat suka) pada aroma, skor 4,67 (sangat suka) pada warna dan skor 4,81 (sangat suka) pada rasa
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung pisang kepok terhadap sifat organoleptik pastamacaroni pisang kepok dan untuk mengetahui salah satu perlakuan terbaik dari perbandingan tepung terigu dan tepung pisang kepok terhadap sifat fisik macaroni pisang kepok.. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan presentasi 0%,5%,10%,15% tepung pisang kepok.
Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan tepung pisang kepok 5 % terhadap warna dengan skor 4,639 ( sangat suka )aroma dengan skor 4,722 ( sangat suka ), rasa dengan skor 4,806 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 5 % dengan skor 4,722 (sangat suka)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ubi jalar ungu (Ipomea batatas) merupakan salah satu komuditas tanaman umbi-umbian dengan produktivitas yang cukup tinggi. Ubi jalar ungu mengandung kadar gula yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan dasar fermentasi minuman beralkohol seperti wine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar alkohol dan mikroba yang terdapat pada fermentasi wine ubi jalar ungu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kadar alkohol pada wine ubi jalar ungu, uji organoleptik wine ubi jalar ungu, identifikasi mikroba menggunakan pewarnaan gram dan uji biokimia yang meliputi uji katalase dan uji TSIA. Data yang diperoleh dianalisis secara deskripsi kuantitatif dan kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Berdasarkan data hasil peneltian, kadar alkohol yang terdapat pada wine ubi jalar ungu adalah 11 %.. Presentse tingkat kesukaan warna pada wine ubi jalar ungu adalah 95 %, prsentase tingkat kesukaan aroma adalah 50 % dan presentase tingkat kesukaan rasa adalah 70 %. Mikroba yang terdapat pada wine ubi jalar ungu adalah mikroba dari genus Saccharomyces. Mikroba ini diketahui memilik kemampuan dalam menghasilkan enzim katalase dan juga memiliki kemampuan dalam memfermentasi glukosa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kue kering merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. Menurut SNI 01-2973-1992,kue kering merupakan salah satu jenis biskuit yang terbuat dari adonan lunak,berkadar lemak tinggi,relatif renyah bila dipatahkan dan bertekstur padat. Menurut O’Brien (2003) lemak dalam kue kering berfungsi sebagai shortening dan akan mempengaruhi tekstur,flavor,kelembutan,dan mouthfeel. Berdasarkan standar dari USDA (2009),kue kering memiliki kandungan lemak yang tinggi(sekitar 20% -40% kue kering). Bahan dasar pembuatan kue kering terdiri atas terigu dengan kadar protein sedang, margarin,dangula. Tepung yang umum digunakan dalam pembuatan kue kering adalah terigu.Tepung terigu merupakan produk olahan gandum yang termasuk komoditi impor yang konsumsi selalu meningkat dari tahun ke tahun. Kenaikan impor gandum tersebut untuk konsumsi terigu atas makanan yang berbasis tepung terigu. Hal ini terjadi karena gandum merupakan tanaman yang hanya bisa tumbuh didaerah sub tropis,sehingga tidak dapat dibudiyakan di Indonesia.Komoditas tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada iklim tropis dan menghasilkan tepung sebagai bahan substitusi yaitu tepung biji nangka. Tepung biji nangka ini berasal dari varietas tanaman yang banyak terdapat di Indonesia,yang penggunaannya belum dapat dimaanfaatkan secara maksimal. Tujuan dalam penelitian ini untuk memperoleh proporsi subtitusi maksimum dari tepung biji nangka dalam pembuatan kue kering putri salju. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 kelompok dengan presentasi 0%,10%,15%,20%,25% tepung biji nangka. Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan tepung biji nangka 10% terhadap rasa dengan skor 4,711 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 10 % dengan skor 4,464 (sangat suka).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengaruh Lama FermentasiTerhadap Kadar Alkoholdan Tingkat KesukaanWineSorgum (Sorghum bicolor L. Moench) (Mbeo, Y)* (Nge, T. S)** (Bota, W)** Wine merupakan minuman yangterbuatmelalui proses fermentasi gula yang ada di dalam buah anggur yang kemudian akan diubah menjadi alkohol. Selain buah anggur terdapat alternatif lain untuk pembuatan wine yaitu biji sorgum. Kandungan pati pada biji sorgum dapat dimanfaatkan dalam pembuatan wine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap kadar alkohol dan tingkat kesukaan wine sorgum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, menggunakan metode eksperimen RAL dengan 4 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Wine dibuat dengan mencampurkan bahan ekstrak biji sorgum dengan ragi. Perlakuan lama fermentasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah P1 (7 hari), P2 (14 hari), P3 (21 hari) dan P0/kontrol (5 hari). Wine yang dihasilkan akan diuji kadar alkohol menggunakan alkohol meter dan uji organoleptik untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap wine sorgum. Analisis data menggunakan Anova dan uji lanjut Duncan/DMRT.Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar alkohol tertinggi terdapat pada perlakuan P3 dengan rata-rata 8,75%. Secara keseluruhan dari parameter rasa, aroma dan warna berpengaruh nyata. Data menunjukan rata-rata panelis lebih banyak menyukai pada perlakuan P3 rasa (3,41), aroma (3,55), dan warna (3,38). Dengan demikian biji sorgum dapat menjadi bahan alternatif dalam pembuatan wine sorgum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR TERHADAP KADAR ALKOHOL DAN CITA RASA ANGGUR UWI UNGU (DioscoreaAlata) JunnarNuban )* Ir. ZetMalelak, MP )** Ir. A. I.Medah,MP ) Program studiteknologihasilpertanianFakultasteknologipertanian Universitas Kristen ArthaWacanaKupang Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhgulapasirterhadappembuatan wine dariumbiuwidanpenambahangula yang tepatterhadappembuatan wine uwiungu. Penelitianinitelahdilaksanakan di laboratorium Processing FakultasteknologipertanianUniversitas Kristen ArthaWacanaKupang.PenelitianinidilakukanmenggunakanRancanganAcaklengkap (RAL) dengan 4 perlakuandan 3 kali ulangansehinggamengasilkan 12 unit percobaan.Dengankomposisiperlakuandagingumbiuwi 500 gr danpenambahangulapadasetiapperlakuan (A 14 °Brik, B 16°Brik, C 18°Brik, D 20°Brik). Variabel yang diamatikadargula, pH, kadarAlkoholdanvariabelbebas yang diamatiadalahwarna, aroma dan rasa wine uwiungu. Hasilpenelitianiniimenunjukanperlakuanterbaikterdapatpadaperlakuan D dengannilai rata-rata alkohol 9,8 % , warna 4,267, aroma 4,2, dan rasa 4,133.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dendeng ikan adalah produk pangan yang berbentuk lempengan terbuat dari daging segar dan atau daging beku, yang diiris atau digiling, ditambah bumbu dan dikeringkan dengan sinar matahari atau alat pengering, dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahan tambahan pangan yang diizinkan. Dendeng yang disukai oleh konsumen adalah dengan tekstur yang tidak keras dan produsen dendeng harus memperhatikan kualitas dendeng dari segi tekstur dan warna. Karakteristik dendeng yang harus dipenuhi yaitu memiliki tekstur kenyal dan lembut, warna serta memiliki rasa yang dapat diterima oleh konsumen sehingga diperlukan bahan tambahan yang dapat memperbaiki sifat dari dendeng ikan. Salah satu bahan tambahan yang dapat memperbaiki karakteristik dendeng ikan adalah gula. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik organoleptik (Aroma, warna, tekstur, dan rasa) dan uji kimiawi (kadar air dan pH) dendeng ikan mujair yang diproses dengan penggunaan jenis gula yang berbeda.
Penelitian ini dilaksanakan pada Juli-Agustus di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk dan pengujian organoleptik dan kimia (kadar air dan pH). Organoleptik dendeng ikan mujair dengan penggunaan jenis gula yang berbeda sangat berpengaruh nyata untuk setiap perlakuan baik pada karakteristik organoleptik (Aroma, warna, tekstur, dan rasa) seta kadar air dan pH.
Rata-rata kadar air dan pH yang dihasilkan pada dendeng ikan mujair yang menggunakan jenis gula dan persentase gula yang berbeda yaitu gula sabu dan gula pasir memberikan pengaruh sangat nyata untuk setiap perlakuan yang berkisar antara 11,20-15,20% untuk nilai rata-rata kadar air, dan nilai pH berkisar antara 6,4-6,7.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa menggunakan gula yang berbeda yaitu gula sabu dan gula pasir dengan persentase masing-masing gula yaitu 25%, 30%, dan 35%, menghasilkan karakteristik aroma, warna, tekstur dan rasa yang berbeda dan karakteristik yang paling baik adalah pada perlakuan persentase gula sabu 35% .