ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Judul Skripsi Penulis adalah: Deskripsi Tentang Penjatuhan Putusan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (Studi Kasus RSUD Dr.Harjono Kabupaten Ponorogo). Rumusan masalah yang penulis kaji adalah 1). Mengapa Pengadilan Negeri Menjatuhkan Putusan bebas tetapi dibatalkan Mahkama Agung dengan putusan pemidanaan? 2). Mengapa putusan Mahkama Agung dalam tingkat Kasasi menjatuhkan pemidanaan tetapi Hakim Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan bebas?. Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah: 1). Untuk mengetahui alasan Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas tetapi dibatalkan Mahkama Agung dengan menjatuhkan putusan pemidanaan. 2). Untuk mengetahui alasan putusan Mahkama Agung dalam tingkat Kasasi menjatuhkan pemidanaan tetapi Hakim Peninjauan Kembali menjatuhkan putusan bebas. Sifat penelitian adalah deskriptif dan Jenis penelitian adalah penelitian normatif. Variabel bebas yakni : Pengadilan Negeri menjatukan putusan bebas tetapi dibatalkan Mahkamah Agung dengan putusan pemidanan serta putusan Mahkamah Agung menjatuhkan pemidanan tetapi Hakim Peninjauan Kembali menjatukan putusan bebas dan Variabel Terikat dalam penelitian ini yaitu Putusan Pengadilan terhadap Terdakwa tindak pidana korupsi pembangunan RSUD Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo. Pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka, Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif.
Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka alasan Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas karena: 1).Tidak memenuhi unsur melawan hukum dalam dakwaan primair; dan 2).Tidak memenuhi unsur menyalahgunakan kewenangan dalam dakwaan subsidair. Kemudian alasan Mahkamah Agung Tingkat Kasasi membatalkan karena: 1).Pengadilan Negeri salah menerapkan hukum; 2).Perbuatan terdakwa terbukti atau memenuhi unsur dalam dakwaan primair. Selanjutnya ditemukan alasan Mahkamah Agung tingkat Peninjauan Kembali membatalkan putusan Kasasi dan membebasakan Terpidana karena 1).Majelis Hakim Mahkamah Agung tingkat Kasasi salah menerapkan hukum dan 2).Perbuatan Terpidana tidak terbukti atau memenuhi unsur dalam dakwaan Penuntut umum. Adapun saran yang diberikan yaitu : 1). Pemeriksaan yang dilakukan oleh Hakim baik di tingkat Pengadilan Negeri atau Mahkamah Agung diharpkan lebih cermat dalam memperhatikan fakta-fakta persidangan, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam meberikan putusan atau menerapkan hukum; dan 2).Hakim Pengadilan Kasasi dalam menerapkan hukum diharapkan lebih cermat memperhatikan dengan baik dalam menghubungkan fakta hukum dengan unsur-unsur yang terdapat dalam pasal dakwaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalahPengaruh Dampak Program Dana Desa Terhadap Peningkatan Pembagunan Ekonomi Di Desa Akle Kecamatan Semau Selatan. Adapun persoalan yang diangkat adalahDampak Program Dana Desa Terhadap Peningkatan Pembangunan Ekonomi Desa Akle Kecamatan Semau Selatan Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui dampak dana desa terhadap peningkatan pembangunan ekonomi Desa Akle Kecamatan Semau Selatan.
Adapun konsep dari penelitian ini adalah PPD dan PPID.Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa berada dibawah dan bertanggungjawab kepada menteri, dan memiliki tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan pelayanan sosial dasar, pengembangan usaha ekonomi desa, pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna, serta pembagunan sarana dan prasarana desa.Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Desa (PPID Desa) adalah pejabat yang bertanggungjawab dibidang penyimpanan, pendokumentasian, penyediaan, dan/atau pelayanan informasi Publik Desa. PPID Desa memiliki tugas menyimpan semua informasi penting tentang desa.
Populasi dalam penelitian ini adalahDesa Akle Kecamatan Semau Selatan.. Sampel dalam penelitian ini adalah 50 responden.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan wawancara menggunakan kuisioner yang dibagikan oleh peneliti kepada 50 responden yang menjadi objek penelitian.
Secara umum perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pertanggungjawaban Dana Desa Akle di Kecamatan Semau Selatan telah berjalan dengan baik. Berdasarkan observasi dan wawancara kepada Hukum Tua, Sekretaris Desa dan Aparat Desa dan BPD di daerah penelitian terlihat bahwa Pemerintah Desa selalu membuat perencanaan kegiatan yang bersumber dari Dana Desa dengan membuat Daftar Usulan Rencana Kegiatan (DURK).
Berdasarkan Dampak Dana Desa terhadap pengembangan ekonomi di Desa Akle Kecamatan Semau Selatan Kabupaten Kupang menunjukkan bahwa program Dana Desa meningkatkan pendapatan masyarakat dan adanya penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak. Sehingga hasil penelitian menyimpulkan bahwa Dana Desa manfaat yang positif untuk peningkatan pembangunan dan perekonomian Desa Akle. Maka dari itu penelitian menarik kesimpulan bahwa Dampak Program Dana Desa berpengaruh positif Terhadap Pertumbuhan Pembangunan Ekonomi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskripsi yang menggunakan teknik pengumpulan data melalui interview, dokumentasi dan Studi kepustakaan. Kemudian data yang diperoleh tersebut dianalisis dengan melalui
tahapan berikut yaitu penelaahan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi (menarik kesimpulan). Berdasarkan data yang diperoleh penulis dalam penelitian dan proses analisis data diatas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa
anggaran tahunan pemerintah yang disebut anggaran pendapatan dan belanja Daerah (APBD) mempunyai peran yang penting dalam merencanakan dan mengendalikan pembangunan di daerah karena di dalam APBD terdapat item
pendaatan, pembelajaran serta pembiayaan yang menunjukan kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan. Sehingga dalam merencanakan dan mengendalikan pembangunan, pemerintah harus mengacu pada APBD tersebut
agar pembangunan sesuai dengan kemampuan daerah dan aspirasi masyarakat.
Kemudian untuk biaya pembangunan dapat diperoleh dari APBD untuk pembangunan yang dibiayai dari APBD, maka pembiayaan pembangunan yang dilaksanakan melalui satuan kerja perangkat daerah sebagai tim teknik pelaksanaan dari program pembangunan yang direncanakan .
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI TENTANG PERSEPSI REMAJA LAHAI-ROI MENGENAI BENTUKBENTUK PEMBANGUNAN SPIRITUALITAS ANAK REMAJA
JEMAAT LAHAI-ROI MALIANG DI PANTAR TENGAH KABUPATEN ALOR.
Weni, S. M.)* Nuban Timo, I E.)* Pabala, P.)**
ABSTRAK
Kehidupan spiritualitas Remaja Lahai-Roi belum sesuai dengan yang diharapkan, Jemaat sudah melakukan pendampingan bagi remaja dengan kegiatan rohani rutin dan non rutin namun spiritualitas remaja belum seutuhnya meningkat. Miras, tawuran, perkelahian masi saja terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi remaja mengenai bentuk-bentuk kegiatan Pembangunan Spiritualitas Anak Remaja Jemaat Lahai-Roi Maliang di Pantar Tengah Kabupaten Alor. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 24 responden. Pengambilan data menggunakan teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori dari Sugiyono (2009:91) yaitu data reduction, data display, dan conclution/ verification. Hasil Penelitian ini menunjukan pemahaman remaja mengenai bentuk-bentuk pembangunan spiritualitas anak remaja jemaat Lahai-Roi di lihat dari kegiatan kerohanian yang ada tidak semuanya berjalan dengan baik, remaja dalam ketaatan ibadah masih rendah, sebagian remaja lainnya menolak dan tidak memiliki kepercayaan diri saat diberikan tugas dalam ibadah. Setelah diterapkan pendekatan dan bimbingan kerohanian, ketaatan ibadah dan kepercayaan memimpin ibadah Remaja Lahai-Roi Maliang meningkat. Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan pada bab pembahasan maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut : Gereja Lahai-Roi Maliang harus melakukan pendekatan, bimbingan kepada setiap anak remaja dalam rasa kepercayaan diri serta membangun kegiatan kerohanian yang baru, dengan kreatif dan inovatif sehingga membuat Remaja di gereja dapat aktif dan tidak ada masa kebosanan dalam beribadah.
Kata Kunci : Persepsi , Remaja, Bentuk-bentuk pembangunan Spiritualitas
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dana Desa merupakan dana yang bersumber dari APBD yang diperuntukan bagi desa, yang ditransfer melalui anggaran belanja daerah kabupaten. Dana ini digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah, pelaksaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Pembangunan adalah suatu proses perubahan pembangunan daerah, ini menyangkut pebangunan Masyarakat secara keseluruhan sehinga dari program Dana Desa ini pemerintah berharap masyarakat ikut serta dan saling bersosialisasi satu sama lain bergotong royong menuju perubahan yang lebih baik dari sebelumnya dan masyarakat ikut terlibat langsung dalam pembangunan untuk dapat bersaing. Dalam membahas dan mengkaji lebih lanjut, maka peneliti merumuskan masalah dalam penelitian ini dengan judul Dampak Dana Desa Dalam Pembangunan Desa di Desa Baumata Utara Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui pelaksanaan dan pemanfaatan dana desa untuk pembangunan di Desa Baumata Utara Kecamatan Taebenu Kabupateen Kupang. Untuk mengetahui apa yang menjadi pokok permasalahan dari kendala-kendala dalampelaksanaan dan pemanfaatan dana desa dalam pembangunan di Desa Baumata Utara Kecamatan Taebenu Kabupateen Kupang. Pada tahapan ini peneliti menggunakan analisis yang bersifat deskriptif kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menyajikan data menyimpulkan hingga menarik kesimpulan yang didalamnya akan mendiskripsikan secara lengkap, konsep variabel atau variable yang diuji yakni penggunaan dana desa terhadap pembangunan desa di Desa Baumata Utara Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Pelaksanaan Dana Desa untuk pembangunan di Desa Baumata Utara selama empat tahun terakhir dari 2017-2020 terlaksanan dengan baik karna setiap program yang direncanakan hampir semua terrealisasi 100% yang artinya pelaksanaan Dana Desa dalam Pembangunan di Desa Baumata Utara berjalan efektif. Pemanfaatan Dana Desa dalam pembangunan di Desa Baumata Utara sangat berpengaruh untuk masyarakat karna dengan adanya pembangunan yang yang dilaksanakan terealisasi dengan baik dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Dalam pembangunan desa di Desa Baumata Utara terdapat pula kendala-kendala yang dialami yaitu: Kualitas Sumber Daya Manusia yang terbatas sehingga menimbulkan dampak negative, Keterlambatan Pencairan Alokasi Dana Desa sehingga berpengaruh dalam perkembangan pembangunan, Kenaikan Harga Barang dan Jasa Yang Tidak Stabil
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari persoalan rendahnya partisipasi jemaat dalam pelayanan di Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, Klasis Rote Timur, yang berkaitan erat dengan pola relasi dalam struktur organisasi majelis jemaat serta iklim pelayanan yang terbentuk. Dalam konteks sosial pedesaan dengan karakter komunikasi yang terbuka dan keras, muncul dominasi pihak tertentu dalam kepemimpinan, sikap otoriter dalam komunikasi, serta kecenderungan jemaat untuk bersikap pasif dan enggan menyampaikan pendapat dalam forum gerejawi. Situasi ini bertentangan dengan tujuan pembangunan jemaat yang partisipatif dan prinsip penataan organisasi GMIT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konteks sosial-budaya dan organisatoris Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, menganalisis struktur organisasi serta dampak relasi dalam majelis jemaat terhadap iklim pelayanan dan partisipasi warga jemaat, serta merumuskan refleksi teologis pembangunan jemaat terhadap realitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah informan yang terdiri dari pendeta, majelis jemaat, dan anggota jemaat, serta didukung dengan dokumen gerejawi. Validitas data dibuktikan melalui triangulasi sumber dan analisis tematik berdasarkan tahapan dalam pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi yang secara formal bersifat partisipatif dalam praktiknya dipengaruhi oleh relasi yang timpang, komunikasi yang keras, serta pemutlakan tipe relasi tertentu sebagaimana dikritisi dalam teori Jan Hendriks. Kondisi ini membentuk iklim pelayanan yang kurang dialogis, menghambat keterlibatan jemaat, serta melemahkan vitalitas pelayanan gereja. Penelitian ini menegaskan bahwa pembangunan jemaat yang sehat menuntut penataan struktur dan iklim pelayanan yang menempatkan jemaat sebagai subjek, mengembangkan kepemimpinan yang kolaboratif, serta membuka ruang partisipasi sebagai wujud karya Allah dalam membangun gereja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kaderisasi pemuda-pemudi merupakan kebutuhan mendasar gereja dalam menjaga keberlanjutan pelayanan dan kehidupan bergereja. Di tengah tantangan sekularisme yang semakin memengaruhi cara pandang, minat, dan keterlibatan pemuda-pemudi dalam kehidupan bergereja, gereja dituntut untuk merefleksikan secara teologis upaya kaderisasi yang kontekstual dan berkelanjutan. Pemuda-pemudi dipahami bukan hanya sebagai penerima pelayanan, tetapi sebagai subjek yang memiliki potensi untuk dibina dalam iman, karakter, dan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan mengkaji upaya kaderisasi pemuda-pemudi melalui program Aksi Paskah dan Natal di Jemaat GMIT Golgota Alak dalam perspektif pembangunan jemaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Appreciative Inquiry yang menekankan penggalian pengalaman positif dan potensi jemaat melalui tahapan Discover, Dream, Design, dan Destiny. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan melibatkan pemuda-pemudi serta Majelis Jemaat. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan reflektif untuk memahami dinamika kaderisasi yang berlangsung dalam kehidupan jemaat. Kemudian, data disajikan dalam bentuk deskripsi naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Aksi Paskah dan Natal menjadi ruang pembelajaran yang penting bagi pemuda-pemudi dalam mengembangkan keterampilan pelayanan, kerja sama, serta rasa memiliki terhadap pelayanan gereja. Keterlibatan aktif dalam liturgi, pewartaan firman, dan pengelolaan kegiatan memberikan pengalaman konkret hidup bergereja. Namun, proses kaderisasi masih bersifat periodik dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam perencanaan pembangunan jemaat jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa refleksi teologis atas praktik kaderisasi diperlukan agar gereja mampu merespons tantangan sekularisme secara sadar, menata pembinaan pemuda-pemudi secara terarah, dan menghadirkan kaderisasi yang berkesinambungan demi keberlanjutan pelayanan gereja masa kini dan masa depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan jemaat merupakan bagian integral dari panggilan gereja untuk menumbuhkan kehidupan iman yang dewasa, partisipatif, dan kontekstual, namun dalam praktiknya sering kali masih berangkat dari pendekatan yang menekankan persoalan dan kekurangan sehingga potensi jemaat kurang dioptimalkan secara maksimal. Kondisi ini juga tampak dalam kehidupan Jemaat GMIT Hosana Hane yang sesungguhnya memiliki kekayaan potensi sosial, ekonomi, dan budaya, tetapi belum sepenuhnya dikembangkan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini berangkat dari persoalan mengenai bagaimana konteks sosial-ekonomi jemaat melatarbelakangi praktik kemitraan dengan komunitas Prosi, bagaimana praktik kemitraan tersebut dipahami dalam kerangka pembangunan jemaat berbasis Appreciative Inquiry, serta bagaimana kemitraan itu direfleksikan secara teologis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks kehidupan Jemaat GMIT Hosana Hane, menganalisis praktik kemitraan gereja dengan komunitas Prosi sebagai bagian dari pembangunan jemaat berbasis Appreciative Inquiry, serta merefleksikannya secara teologis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, yang dianalisis secara deskriptif-analitis dan refleksi teologis berdasarkan teori pembangunan jemaat Jan Hendriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan antara GMIT Hosana Hane dan komunitas Prosi menjadi sarana pembangunan jemaat yang bersifat partisipatif dan transformatif, di mana pendekatan Appreciative Inquiry menolong jemaat untuk mengenali serta mengembangkan potensi yang telah dimiliki sebagai aset pembangunan, sehingga jemaat semakin diposisikan sebagai subjek yang berdaya dalam membangun kehidupan iman, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilaksanakan di Jemaat GMIT Elim Dadibira dan berangkat dari realitas ekonomi jemaat yang ditandai oleh keterbatasan akses terhadap pekerjaan formal, ketergantungan pada sumber daya alam, serta kerentanan ekonomi kelompok tertentu, khususnya para janda. Dalam konteks tersebut, gereja berupaya mengembangkan pembangunan ekonomi jemaat melalui pemanfaatan Anggur Dadibira sebagai usaha pemberdayaan berbasis potensi lokal. Persoalan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pembangunan ekonomi jemaat melalui Anggur Dadibira dipahami dan direfleksikan secara teologis sebagai bagian dari panggilan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembangunan ekonomi jemaat di GMIT Elim Dadibira serta merefleksikannya dalam terang teologi pembangunan jemaat dan kesaksian Alkitab. Kerangka teoretis yang digunakan meliputi pemikiran pembangunan jemaat dari van Hooijdonk, Jan Hendriks, dan Rob van Kessel, serta refleksi teologis mengenai iman, keadilan, dan tanggung jawab komunal menurut J. B. Banawiratma dan Vinay Samuel bersama Chris Sudgen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan yang didukung oleh studi kepustakaan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Anggur Dadibira tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai praksis iman yang menghadirkan solidaritas, partisipasi, dan pemberdayaan jemaat. Secara teologis, pembangunan ekonomi jemaat dipahami sebagai bagian dari panggilan gereja untuk menghadirkan kehidupan yang lebih adil, bermartabat, dan berkelanjutan bagi seluruh anggota jemaat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini membahas makna teologis tindakan memberi dalam konteks pembangunan rumah Tuhan melalui kajian terhadap 1 Tawarikh 29:1–9. Teks ini dipilih karena secara eksplisit menekankan kerelaan hati sebagai dasar utama dalam memberi, yang sering kali diabaikan dalam praktik kehidupan bergereja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami konteks historis dan teologis 1 Tawarikh 29:1–9, merumuskan kerygma teologis yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji implikasinya bagi pemaknaan persembahan pembangunan di GMIT Bait’EL Naimata.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir historis-kritis, yang dilengkapi dengan refleksi teologis normatif. Data primer diperoleh dari teks Alkitab 1 Tawarikh 29:1–9, sedangkan data sekunder berasal dari literatur tafsir, buku teologi, dan sumber akademik lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan memberi dalam teks ini merupakan respons iman atas kasih karunia Allah, yang diwujudkan melalui kerelaan hati, keteladanan pemimpin, dan partisipasi komunal. Memberi tidak dipahami sebagai kewajiban struktural atau tekanan sosial, melainkan sebagai ekspresi syukur, ketaatan, dan sukacita dalam relasi dengan Allah. Implikasi teologisnya bagi GMIT Bait’EL Naimata menegaskan pentingnya membangun spiritualitas memberi yang berpusat pada kerelaan hati, sehingga persembahan pembangunan tidak dipahami sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab iman umat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi berjudul ―Persekutuan Doa Yang Berdiakonia: Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Pelayanan
Diakonia Oleh Persekutuan Doa Efraim Soe Dan Implikasinya Di Jemaat GMIT Efata Soe‖. Masalah yang
digumuli dalam penelitian ini tentang Persekutuan Doa Efraim di Jemaat GMIT Efata Soe yang melakukan
pelayanan diakonia, namun pelayanan ini lebih fokus pada aktivitas karitatif, bersifat spontan dan tanpa
perencanaan yang matang, hanya mampu memenuhi kebutuhan sesaat, sehingga banyak aspek penting dalam
pelayanan diakonia yang belum terjangkau. Tujuan dari penelitian ini yakni penulis hendak mengetahui peran
dan dampak pelayanan diakonia oleh Persekutuan Doa Efraim. Penelitian di Persekutuan Doa Efraim Soe
menggunakan metode penelitian kualitatif dan dokumentasi dengan teknik observasi partisipatif, wawancara
dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling dan metode
penulisannya yakni deskriptif, analisis dan reflektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan hanya
memfokuskan perhatian pada bantuan barang habis pakai dan tidak menyentuh akar masalah dan juga harapan
terhadap bantuan yang holistik. Hal ini disebabkan oleh pelayanan yang bersifat spontan dan tanpa
perencanaan yang matang. Pelayanan diakonia yang benar adalah pelayanan yang berdasarkan pada kasih
Allah, diakonia perlu dimaknai sebagai pelayanan yang holistik dan mewujudkan pembangunan jemaat sebagai
tujuan pelayanan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan teologi terkait
makna diakonia sebagai wujud pembangunan jemaat serta memberi sumbagsih praktis kepada gereja (anggota
persekutuan doa) dan masyarakat tentang pentingnya peran dan dampak diakonia bagi kehidupan masa kini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tugas dan panggilan gereja terwujud dalam panca pelayanan yakni koinonia, marturia, diakonia, liturgia dan oikonomia. Hakikat gereja, ada pada pelayanan diakonia. Dalam GMIT, dikenal dengan diakonia karitatif, reformatif, dan transformatif. Tiga jenis diakonia ini memiliki peran yang saling melengkapi dan perlu dijalankan secara seimbang sehingga mewujudkan kasih Allah secara menyeluruh dalam kehidupan setiap jemaat. Namun kenyataan untuk menjalankan ketiga jenis diakonia ini belum sepenuhnya dijalankan. Salah satu diakonia yang selalu dilakukan oleh GMIT adalah diakonia karitatif. Di jemaat GMIT Betania teubaun Rabe jenis diakonia karitatif ini selalu dijalankan secara rutin pada akhir tahun. Sedangka untuk jenis diakonia reformatif dan transformatif, belum sepenuhnya jalankan, terutama jenis diakonia Transformatif. Oleh Karena itu, melalui tulisan ini penulis ingin mengusulkan dan memperkenalakn model diakonia baru tentang “Diakonia Alam” model diakonia ini, penulis berangkat dari jenis diakonia transformatif. Diakonia alam merupakan konsep pelayanan yang berfokus kepada kemitraan antara manusia dan alam sebagai ciptaan Tuhan. Prinsip dasar dari diakonia alam adalah merawat dan menjaga alam ciptaan sebagai wujud syukur dari Anugerah Allah serta menggunakan dan menikmati sumber daya alam dengan bijak tanpa mengeksploitasi alam ciptaan Tuhan secara berlebihan. Dengan metode penelitian kualitatif, hasil yang didapatkan adalah Pembangunan jemaat perlu dilakukan untuk memahami tugas dan peran mereka sebagai jemaat Allah. Salah satu pelayanan yang perlu dilakukan oleh Gereja kepada jemaat adalah pelayanan Diakonia. Diakonia alam tidak hanya berfokus pada pelayanan sosial tetapi juga mencakup tanggung jawab umat untuk menjaga alam sebagai sarana membangun hubungan dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. Bukit Doa To'ef menjadi contoh nyata di mana alam dipadukan dengan nilai-nilai spiritual, tempat yang mempertemukan iman dan alam, bukit ini memberikan dampak positif pada pertumbuhan rohani dan kebersamaan jemaat melalui doa, ibadah, dan kegiatan pelayanan yang berfokus pada lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gereja GMIT Imanuel Nemberala berada di tengah-tengah kehidupan pariwisata yang memberi dampak bagi kehidupan jemaat dan masyarakat sekitar, yaitu dampak positif dan negatif. Pariwisata menjadi penunjang kehidupan bagi masyarakat dan gereja. Namun dari dampak yang ada, dampak negatif yang muncul dari pariwisata menjadi masalah yang perlu untuk diperhatikan tidak hanya pemerintah, namun juga gereja yang mana panggilan gereja tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga melihat masalah yang ada di sekitar gereja yang perlu untuk gereja selesaikan, karena para pelaku pariwisata yang ada di Nemberala juga merupakan jemaat gereja GMIT Imanuel Nemberala. Tulisan ini bertujuan untuk melihat apa peran gereja dalam upaya pembangunan jemaat di Jemaat GMIT Imanuel Nemberala dalam konteks pariwisata. Metode yang dipakai menggunakan metode penelitian pustaka dan metode penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dampak yang muncul khususnya dampak negatif, gereja GMIT Imanuel Nemberala belum memberi perhatian merespons akan dampak yang ada yang muncul dari pariwisata. Gereja GMIT Imanuel Nemberala mestinya memberi perhatian bagi perkembangan pariwisata. Gereja diundang untuk hadir sebagai pengingat dan pembawa shalom Allah, memastikan bahwa pembangunan pariwisata tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi tetapi juga menjaga martabat manusia dan kelestarian alam. GMIT perlu memberi perhatian terhadap masalah yang ada disekitarnya, karena itu bagian tugas panggilannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan jemaat adalah wujud nyata partisipasi gereja di dalam menyatakan tanda kehadiran Allah di bumi. Dalam semangat ini, GMIT Karmel Nunuh Tael Tob Klasis Fatule’u Timur juga mulai mengupayakan semangat melayani dan membangun komunitas jemaat melalui aksi pemberdayaan. Namun, tindakan ini kerap menjadikan jemaat hanya sebagai objek pelayanan dalam arti bahwa jemaat kurang dilibatkan. Gereja hanya menyiapkan beberapa kebutuhan kemudian disalurkan tanpa ada tindaklanjuti atau pengawasan. Padahal pembangunan jemaat dalam perspektif iman dan rasional punya arti mewujudkan pembangunan jemaat tidak hanya usaha iman saja tapi juga usaha rasional. Jadi tindakan imani dan rasional akan memnghasilkan sebuah pembangunan yang memiliki arah pada tujuan dan hasil. Berangkat dari hal ini maka tulisan ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana partisipasi gereja melihat kehidupan jemaat dengan tidak sebatas menjadikan jemaat objek tetapi subjek. Untuk itu, penulis memilih untuk mengembangkan tulisan ini dengan pendekatan metode Penelitian Lapangan dan juga Penelitian Pustaka. Kedua metode ini adalah sebuah elaborasi. Apa yang didapat di lapangan, itu yang akan dijadikan bahan analisis dengan teori yang penulis pakai. Akhirnya, tulisan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi jemaat Nunuh Tael dalam meningkatkan pelayanannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Gereja yang terbentuk dari kumpulan orang-orang yang mengakui iman Kristiani juga senantiasa bersama-sama mewujudkan kehidupan bersama lewat persekutuan yang dibangun dalam semangat satu tujuan yang sama. Gereja yang kelihatan adalah semua orang di seluruh dunia mengaku dan berbakti kepada satu Allah dan Kristus. Gereja yang tidak kelihatan sendiri adalah gereja yang berada di hadirat Allah. Dalam gereja ini yang diterima hanya dia yang oleh rahmat Allah diangkat menjadi Anak-Nya dan oleh penyucian karya Roh Kudus menjadi anggota Kristus. Kemitraan merupakan hubungan atau juga mitra dapat diartikan kawan, sahabat, rekan teman kerja. Gereja perlu membangun kemitraan dalam komunitas. Kemitraan yang dimaksud untuk memahami akan pentingnya keteraturan dan kerja sama dalam suatu pelayanan gerejawi demi mencapai keharmonisan pelayanan suatu gereja yang bertujuan untuk memuliakan Allah. Oleh karena itu dalam tulisan ini lebih menfokuskan kepada kemitraan dalam organisasi dan kemitraan dalam pelayanan bersama antara penatua, diaken dan anggota jemaat. Metode penelitian yang digunakan penulis di sini menjelaskan tentang metode apa yang digunakan dalam penilitian. Metode penilitian yang digunakan oleh penulis ialah metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositives atau enterprektif, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrument kunci. kemitraan penatua, diaken, dan pengajar dalam membangun jemaat di Jemaat GMIT Patmos Nuse tidak berjalan dengan baik. Mereka belum sepenuhnya menjadi mitra yang baik sehingga mengganggu lancarnya pelayanan dan relasi antara mereka. Berdasarkan masalah yang terjadi mengenai kemitraan, GMIT memperlengkapi anggotanya untuk melaksanakan amanat kerasulan, salah satunya melalui pembangunan jemaat. Esensi dari pembangunan jemaat adalah memampukan anggota gereja menjadi sarana dan alat untuk menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah di dunia. Untuk itu proses pengaktualisasian segenap potensi jemaat harus dilakukan secara terencana, sistematis, terbuka, holistik dan terfokus pada tugas pemuridan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Gereja yang terbentuk dari kumpulan orang-orang yang mengakui iman Kristiani juga senantiasa bersama-sama mewujudkan kehidupan bersama lewat persekutuan yang dibangun dalam semangat satu tujuan yang sama. Gereja yang kelihatan adalah semua orang di seluruh dunia mengaku dan berbakti kepada satu Allah dan Kristus. Gereja yang tidak kelihatan sendiri adalah gereja yang berada di hadirat Allah. Dalam gereja ini yang diterima hanya dia yang oleh rahmat Allah diangkat menjadi Anak-Nya dan oleh penyucian karya Roh Kudus menjadi anggota Kristus. Kemitraan merupakan hubungan atau juga mitra dapat diartikan kawan, sahabat, rekan teman kerja. Gereja perlu membangun kemitraan dalam komunitas. Kemitraan yang dimaksud untuk memahami akan pentingnya keteraturan dan kerja sama dalam suatu pelayanan gerejawi demi mencapai keharmonisan pelayanan suatu gereja yang bertujuan untuk memuliakan Allah. Oleh karena itu dalam tulisan ini lebih menfokuskan kepada kemitraan dalam organisasi dan kemitraan dalam pelayanan bersama antara penatua, diaken dan anggota jemaat. Metode penelitian yang digunakan penulis di sini menjelaskan tentang metode apa yang digunakan dalam penilitian. Metode penilitian yang digunakan oleh penulis ialah metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositives atau enterprektif, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrument kunci. kemitraan penatua, diaken, dan pengajar dalam membangun jemaat di Jemaat GMIT Patmos Nuse tidak berjalan dengan baik. Mereka belum sepenuhnya menjadi mitra yang baik sehingga mengganggu lancarnya pelayanan dan relasi antara mereka. Berdasarkan masalah yang terjadi mengenai kemitraan, GMIT memperlengkapi anggotanya untuk melaksanakan amanat kerasulan, salah satunya melalui pembangunan jemaat. Esensi dari pembangunan jemaat adalah memampukan anggota gereja menjadi sarana dan alat untuk menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah di dunia. Untuk itu proses pengaktualisasian segenap potensi jemaat harus dilakukan secara terencana, sistematis, terbuka, holistik dan terfokus pada tugas pemuridan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pembangunan nasional merupakan proses pengembangan keseluruhan sistem penyelenggaraan negara untuk mewujudkan tujuan nasional yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Semakin besar tingkat pembangunan suatu negara mengindikasikan negara tersebut semakin maju dan berkembang (Dewi, 2015). Ada beberapa indikator yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional, misalnya pertumbuhan ekonomi, struktur ekonomi, indeks kualitas hidup, urbanisasi dan indeks pembangunan manusia, kesehatan, pendidikan (Parsiyo dan Widya, 2013). Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting untuk menganalisis sebuah pembangunan nasional yang terjadi di suatu negara dan menjadi perhatian terutama pemerintah. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses peningkatan produksi barang dan jasa dalam segala aktivitas perekonomian di suatu negara pada periode tertentu. Pada dasarnya aktivitas perekonomian adalah suatu proses penggunaan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan output, maka proses ini pada gilirannya akan menghasilkan suatu aliran balas jasa terhadap faktor produksi yang dimiliki oleh masyarakat. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi diantaranya yaitu pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Diantara ketiga komponen tersebut, pendapatan merupakan indikator yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka dari itu pertumbuhan ekonomi memacu pemerintah daerah memaksimalkan pemberdayaan segenap sumber daya potensial yang ada, serta membuka peluang kerja sama masyarakat (sebagai investor dan/atau pekerja) guna menciptakan lapangan pekerjaan baru yang akan mempengaruhi perkembangan kegiatan ekonomi dalam daerah tersebut. Peranan Pendapatan Asli daerah (PAD) di dalam penerimaan Pemerintah Daerah Tingkat I seluruh Indonesia relatif sangat kecil untuk dapat membiayai pembangunan daerah. Sedangkan menurut prinsip otonomi daerah penyelengaraan pemerintahan dan pembangunan daerah secara bertahap akan semakin dilimpahkan pada daerah. Dengan semakin besarnya kewenangan pemerintah pusat yang diberikan kepada pemerintah daerah maka peranan keuangan pemerintah daerah akan semakin penting karena daerah dituntut untuk dapat lebih aktif lagi dalam memobilisasi dananya sendiri Fenomena yang terjadi dalam penelitian ini Daerah yang bersangkutan dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya sendiri dan tidak tergantung pada pemerintah pusat, dengan mengotimalkan sumber pendapatan daerah yang di hasilkan, dalam hal ini termasuk semua kekayaan yang di kuasai oleh Daerah dengan batas-batas kewenangan yang ada dan selanjutnya di gunakan untuk membiayai semua kebutuhan untuk penyelenggaraan urusan Daerah tersebut baik urusan wajib maupun urusan pilihan, untuk menjalankan kewajibannya dan memenuhi kebutuhan belanja Daerah tersebut. Selain itu dalam wujud komitmennya dalam penerapan otonomi daerah pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi akan mengalokasikan dana-dana yang dapat menambah sumber pendapatan bagi kabupaten/kota yang merupakan hak bagi kabupaten/kota atau yang bersifat bantuan maupun hibah. Fenomena inilah yang menarik untuk di teliti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KESESUAIAN BELANJA DESA DENGAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DI DESA MATA AIR KABUPATEN KUPANG Belanja Desa merupakan salah satu komponen penting yang tidak terpisahkan dari APBDes. Belanja Desa adalah semua pengeluaran yang merupakan kewajiban Desa dalam satu tahun anggaran yang tidak akan diterima kembali oleh desa. Belanja Desa ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Pasal 100, menjelaskan bahwa Belanja Desa 70% dari jumlah anggaran Belanja Desa digunakan untuk mendanai penyelenggaraan Pemerintah Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa. sedangkan 30% anggaran Belanja Desa digunakan untuk penghasilan tetap dan tunjangan Kepala Desa dan Perangkat Desa, operasional Pemerintah Desa, tunjangan dan operasional BPD, insentif RT dan RW yang dibiayai dengan menggunakan sumber dana dari Alokasi Dana Desa. sedangkan penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) musyawarah adalah pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atau penyelesaian masalah, perembukan, atau perundingan. Dalam musyawarah juga terdapat istilah mufakatyang artinya sepakat, persetujuan atau kata sepakat. Mufakat adalah output dari sebuah musyawarah. Dalam musyawarah di rundingkan solusi atas setiap permasalahan hingga tercipta persetujuan. Musyawarah Desa dilaksanakan paling kurang sekali dalam 1 (satu) tahun.Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kesesuaian Belanja Desa dengan Prioritas pembangunan di Desa Mata Air Kabupaten Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah Pemerintah Desa Mata Air tahun 2015-2020 dihitung sejak berlakunya belanja pembangunan di Desa Mata Air. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kesesuaian Belanja Desa dengan Prioritas pembangunan Desa di Desa Mata Air tahun 2017-2019. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data dengan mengunakan Dokumentasi dan wawancara. Dalam hal ini bahwa studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode abservasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis yang bersifat deskriptif kualitatif. Dengan cara mengumpulkan, menyajikan data menyimpulkan hingga menarik kesimpulan yang didalamnya akan mendeskripsikan secara lengkap, konsep variabel atau variabel yang akan diuji yakni Kesesuaian Belanja Desa dengan Prioritas Pembangunan Desa. Hasil penelitian menunjukan Analisis Kesesuaian Belanja Desa dengan Prioritas Pembangunan Desa di Desa Mata Air sudah sesuai dan sangat efektif, Kesapakatan Musyawarah Desa di Desa Mata Air membahas tentang prioritas pembangunan desa yang akan dilaksanakan yang kemudian dituangkan dalam RPJM Desa sebagai landasan penyusunan RPJM Desa, RKP Desa di Desa Mata Air membahas secara detail mengenai biaya yang diperlukan dengan mencermati skala prioritas usulan rencana kegiatan pembangunan Desa untuk 1 (satu) tahun anggaran sebagaimana teercantum dalam dokumen RPJM Desa, Penyusunan APB Desa di Desa Mata Air berawal dengan Pelaksana Kegiatan menyampaikan usulan anggaran kegiatan kepada Sekretaris Desa berdasarkan RKP Desa yang telah ditetapkan kemudian Sekretaris Desa menyusun rancangan Peraturan Desa tentang APB Desa dan menyampaikan kepada Kepala Desa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul “ANALISIS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DALAM PEMBANGUNAN DESA KOLOBOLON KECAMATAN LOBALAIN KABUPATEN ROTE NDAO” tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan alokasi dana desa di desa kolobolon. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dari analisis pengelolaan alokasi dana desa dalam pembangunan desa kolobolon kecamatan lobalain kabupaten rote ndao menunjukan bahwa mulai dari tahap perencanaan,pelaksanaan,pengawasan,dan pertanggungjawaban sudah sesuai dengan tahapan atas prosedur yang di sepakati bersama sehingga semua dana ADD yang ada terealisasi dengan baik. Kata Kunci : Pengelolaan, Alokasi Dana Desa, Pembangunan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK NOVITA MARYANE USFAL; NIM: 17191738 “Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Inflasi Dan Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Propinsi Nusa Tenggara Timur” dibawah bimbingan Dr. Nitaniel Hendrik, M.Si selaku pembimbing I dan Ibu Mesri W.N. Manafe Selaku pembimbing II. Masalah yang telah diangkat dalam penelitian ini, maka persoalan penelitian dapat dijelaskan bahwa Secara empiris variabel Indeks Pembangunan Manusia (X1), variabel Inflasi (X2) dan Pengangguran (X3) berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (Y). Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah, untuk menguji pengaruh antar variabel penelitian dimana, variabel Indeks Pembangunan Manusia (X1), variabel Inflasi (X2) dan Pengangguran (X3) berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (Y). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh data yang berkaitan dengan data Indeks Pembangunan Manusia, Inflasi dan Pengangguran diperoleh dari Badan Pusat Statistik Propinsi Nusa Tenggara Timur dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2019 yang dinyatakan dalam persen (%). Teknik Analisis Data terdiri dari Analisis Pendahuluan dan Analisis Lanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif kuantitatif. Pengujian hipotesis dengan menggunakan Alat analisis regresi, baik itu regresi sederhana maupun berganda. Dengan hasil penelitian sebagai berikut secara parsial variabel Indeks Pembangunan Manusia (X1) dan variabel Inflasi (X2) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (Y). Sedangkan variabel Pengangguran (X3) berpengaruh Positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (Y). Namun demikian, jika di estimasi secara serempak bahwa secara bersama – sama variabel Indeks Pembangunan Manusia (X1), variabel Inflasi (X2) dan 6 variabel Pengangguran (X3) berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (Y). Artinya jika variabel Indeks Pembangunan manusia dan variabel Inflasi naik atau dikatakan meningkat tentu akan mengakibatkan penurunan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur karena antara variabel Indeks Pembangunan manusia dan variabel Inflasi berpengaruh negatif terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Akan tetapi jika variabel Pengangguran naik atau meningkat tentu akan meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur, Atau sebaliknya jika variabel Pengangguran rendah maka akan terjadinya penurunan terhadap tingkat Pertumbuhan Ekonomi. Kata Kunci : Indeks Pembangunan Manusia, Inflasi, Pengangguran,Pertumbuhan Ekonomi.