ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stunting atau yang dikenal dengan istilah pendek merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak balita akibat kekurangan asupan gizi. Sejak tahun 2020-2022 Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kecamatan Oenino, Desa Neke mengalami angka stunting yang fluktuatif. Beberapa anak di antaranya merupakan anak-anak asal Jemaat Bermata Jemaat GMIT Nekamese. Gereja pun berinisiatif dan segera menangani dengan menjalankan berbagai program diakonia untuk menurunkan angka stunting. Penulis melakukan penelitian di Jemaat Bermata Jemaat GMIT Nekamese, Mata Jemaat Imanuel Postenu dengan menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif yang deskriptif. Penulis menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process Product) untuk menganalisa dan mengevaluasi program diakonia. Tujuannya ialah untuk mengetahui sejauh mana pencapaian gereja. Berdasarkan hasil analisis didapati bahwa setiap tahun tindakan gereja berhasil menurunkan angka stunting dalam jemaat. Namun tidak dengan anak-anak lainnya yang bukan anggota jemaat. Gereja belum memberikan pelayanan kepada masyarakat umum dikarenakan keterbatasan sumber daya dan sarana-prasarana yang dibutuhkan. Gereja telah sadar dan peduli terhadap kehidupan sosial, yakni terlibat dalam menangani masalah stunting. Namun dilihat dari arti teologi sosial menurut pemahaman Banawiratma dan Muller maka gereja belum menjangkau semua orang. Sementara kehadiran gereja sebagai sakramen keselamatan, juga mempunyai kepedulian terhadap masyarakat. Gereja perlu melibatkan diri pada penderitaan, pergulatan dan mengupayakan pembebasan bagi manusia sebagai tanda sakramen yang hidup. Seperti halnya para nabi dalam Alkitab Perjanjian Lama , pribadi Yesus dalam Alkitab Perjanjian Baru dan peran para diaken dalam kitab Kisah Para Rasul 6:1-7. Jadi keterlibatan gereja dalam bidang pelayanan diakonia harus inklusif; tidak terbatas pada anggota jemaat, tetapi juga bagi masyarakat dan seisi dunia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap persoalan kesehatan ibu hamil yang berdampak pada tingginya risiko stunting di wilayah Klasis Amanuban Tengah Utara, yang mendorong gereja untuk terlibat secara aktif melalui Program Gerakan Peduli Ibu Hamil (GEPIH). Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami konteks pelayanan GEPIH, menganalisis pelaksanaannya dengan pendekatan Appreciative Inquiry, serta merefleksikan makna teologis dari keterlibatan gereja dalam pelayanan sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen terhadap pelaksana program dan ibu hamil penerima pelayanan. Analisis sosial dilakukan dengan menekankan penggalian kekuatan, potensi, dan praktik baik yang telah hidup dalam komunitas jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GEPIH merupakan bentuk diakonia transformatif yang mampu memperkuat solidaritas jemaat, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan ibu hamil, serta membangun jejaring kerja sama antara gereja, keluarga, dan lembaga kesehatan. Dari perspektif teologi sosial, keterlibatan gereja dalam GEPIH mencerminkan panggilan iman untuk menghadirkan kehidupan yang utuh (shalom) melalui tindakan nyata yang berpihak pada kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan anak yang dikandungnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi berjudul ―Persekutuan Doa Yang Berdiakonia: Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Pelayanan
Diakonia Oleh Persekutuan Doa Efraim Soe Dan Implikasinya Di Jemaat GMIT Efata Soe‖. Masalah yang
digumuli dalam penelitian ini tentang Persekutuan Doa Efraim di Jemaat GMIT Efata Soe yang melakukan
pelayanan diakonia, namun pelayanan ini lebih fokus pada aktivitas karitatif, bersifat spontan dan tanpa
perencanaan yang matang, hanya mampu memenuhi kebutuhan sesaat, sehingga banyak aspek penting dalam
pelayanan diakonia yang belum terjangkau. Tujuan dari penelitian ini yakni penulis hendak mengetahui peran
dan dampak pelayanan diakonia oleh Persekutuan Doa Efraim. Penelitian di Persekutuan Doa Efraim Soe
menggunakan metode penelitian kualitatif dan dokumentasi dengan teknik observasi partisipatif, wawancara
dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling dan metode
penulisannya yakni deskriptif, analisis dan reflektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan hanya
memfokuskan perhatian pada bantuan barang habis pakai dan tidak menyentuh akar masalah dan juga harapan
terhadap bantuan yang holistik. Hal ini disebabkan oleh pelayanan yang bersifat spontan dan tanpa
perencanaan yang matang. Pelayanan diakonia yang benar adalah pelayanan yang berdasarkan pada kasih
Allah, diakonia perlu dimaknai sebagai pelayanan yang holistik dan mewujudkan pembangunan jemaat sebagai
tujuan pelayanan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan teologi terkait
makna diakonia sebagai wujud pembangunan jemaat serta memberi sumbagsih praktis kepada gereja (anggota
persekutuan doa) dan masyarakat tentang pentingnya peran dan dampak diakonia bagi kehidupan masa kini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tugas dan panggilan gereja terwujud dalam panca pelayanan yakni koinonia, marturia, diakonia, liturgia dan oikonomia. Hakikat gereja, ada pada pelayanan diakonia. Dalam GMIT, dikenal dengan diakonia karitatif, reformatif, dan transformatif. Tiga jenis diakonia ini memiliki peran yang saling melengkapi dan perlu dijalankan secara seimbang sehingga mewujudkan kasih Allah secara menyeluruh dalam kehidupan setiap jemaat. Namun kenyataan untuk menjalankan ketiga jenis diakonia ini belum sepenuhnya dijalankan. Salah satu diakonia yang selalu dilakukan oleh GMIT adalah diakonia karitatif. Di jemaat GMIT Betania teubaun Rabe jenis diakonia karitatif ini selalu dijalankan secara rutin pada akhir tahun. Sedangka untuk jenis diakonia reformatif dan transformatif, belum sepenuhnya jalankan, terutama jenis diakonia Transformatif. Oleh Karena itu, melalui tulisan ini penulis ingin mengusulkan dan memperkenalakn model diakonia baru tentang “Diakonia Alam” model diakonia ini, penulis berangkat dari jenis diakonia transformatif. Diakonia alam merupakan konsep pelayanan yang berfokus kepada kemitraan antara manusia dan alam sebagai ciptaan Tuhan. Prinsip dasar dari diakonia alam adalah merawat dan menjaga alam ciptaan sebagai wujud syukur dari Anugerah Allah serta menggunakan dan menikmati sumber daya alam dengan bijak tanpa mengeksploitasi alam ciptaan Tuhan secara berlebihan. Dengan metode penelitian kualitatif, hasil yang didapatkan adalah Pembangunan jemaat perlu dilakukan untuk memahami tugas dan peran mereka sebagai jemaat Allah. Salah satu pelayanan yang perlu dilakukan oleh Gereja kepada jemaat adalah pelayanan Diakonia. Diakonia alam tidak hanya berfokus pada pelayanan sosial tetapi juga mencakup tanggung jawab umat untuk menjaga alam sebagai sarana membangun hubungan dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. Bukit Doa To'ef menjadi contoh nyata di mana alam dipadukan dengan nilai-nilai spiritual, tempat yang mempertemukan iman dan alam, bukit ini memberikan dampak positif pada pertumbuhan rohani dan kebersamaan jemaat melalui doa, ibadah, dan kegiatan pelayanan yang berfokus pada lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kenyataan, bahwa hingga hari ini keberpihakan lembaga-lembaga pemerintah dan sosial kepada kelompok difabel belum memadai. Gereja, sebagai salah satu lembaga sosial, yang bertanggung jawab terhadap kelompok difabel masih lamban untuk memperlihatkan pelayanannya. Mengapa gereja begitu lamban dalam menyikapi persoalan kelompok difabel? Apakah minimnya keberpihakan gereja terhadap kelompok difabel karena gereja masih bergumul dengan minimnya konsep teologi yang berdampak pada lambannya diakonia holistik GMIT bagi dan bersama kelompok difabel? Tesis ini mengacu pada empat pertanyaan pokok: (1) Apa konsep teologi GMIT tentang kelompok difabel, dan upaya GMIT menjemaatkan teologi kelompok difabel yang berdampak pada peningkatan pelayanan holistik bagi dan bersama kelompok difabel? (2) Apa pandangan Ketua MS GMIT, UPP Teologi MS GMIT, dan para pendeta GMIT terkait kelompok difabel dan bagaimana pandangan kelompok difabel tentang identitas mereka sendiri? (3) Bagaimanakah praksis diakonia holistik GMIT bagi dan bersama kelompok difabel? (4) Bagaimana refleksi teologis tentang pemberdayaan gereja bagi dan bersama kelompok difabel? Pertanyaan-pertanyaan ini, membimbing penulisan ini untuk mencapai empat tujuan, yaitu : (1) sebuah deskripsi konsep teologi GMIT tentang kelompok difabel dan upaya GMIT menjemaatkan teologi kelompok difabel yang berdampak pada peningkatan pelayanan diakonia holistik bagi dan bersama kelompok difabel; (2) Uraian perspektif Ketua MS GMIT, UPP Teologi MS GMIT, dan para pendeta GMIT terkait kelompok difabel; (3) Uraian pandangan kelompok difabel tentang identitas mereka sendiri; penjelasan praksis diakonia holistik GMIT selama ini bagi dan bersama kelompok difabel; dan (4) sebuah tinjauan reflektif teologis tentang diakonia holistik gereja bagi dan bersama kelompok difabel. Metode yang digunakan dalam penelitian untuk kepentingan tesis ini adalah metode penelitian kwalitatif dengan teknik wawancara mendalam. Selain itu studi kepustakaan diarahkan pada dokumen-dokumen GMIT yang berkaitan dengan topik studi. Penelitian ini membuktikan bahwa (1) GMIT masih perlu menunjukkan kepekaan dan kepedulian dalam prinsip solidaritas yang sama kepada kelompok difabel. (2) Diakonia bagi dan bersama kelompok difabel masih sangat terbatas. (3) GMIT belum memiliki pandangan dan sikap teologis yang jelas terhadap kelompok difabel. (4) Secara teologis, keberpihakan kepada kelompok difabel dalam menegakkan keadilan dan damai sejahtera bagi mereka sesungguhnya memperlihatkan keberpihakan Allah bagi manusia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah membahas tentang bagaimana pelaksanaan pelayanan diakonia karitatif di jemaat GMIT Imanuel Oelalali Klasis Fatuleu Timur, Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan diakonia karitatif di jemaat GMIT Imanuel Oelalali . Dalam penelitian ini metode yang di gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Deskriptif.Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 11 penerima diakonia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara,dan dokumentsi.Teknik analisis data menggunakan tori dari Kaelan (2012:129). Hasil Penelitian ini dimotivasi oleh pelaksanaan pelayanan diakonia jemaat GMIT Imanuel Oelalali Klasis Fatuleu Timur. Sumber data dalam penelitian ini dalah jemaat GMIT Imanuel Oelalali sebanyak 16 orang dengan pembagian 3 orang majelis jemaat, 11 orang penerima diakonia, 1 pendeta, dan 1 orang sekertaris. Data diambil menggunakan metode wawancara. Data yang telah didapat kemudian dianalisis dengan pemahaman jemaat GMIT Imanuel Oelalali. Pada akhirnya peneliti menemukam bahwa pelayanandiakonia di jemaaat GMIT Imanuel Oelalali merupakan salah satu bentuk pelayanan yang harus di gumuli bersama untuk tidak terhambat dalam pelayanan. Menurut pemahaman Majelis jemaat GMIT Imanuel Oelalali sebagai usaha untuk mengatur dan mengusahakan agar pelayanan diakonia tidak terhambat, kemudian mempersiapkan semua fasilitas sehingga diakoniadapat dilaksanakan dengan baik. Pelaksanaan pelayanan diakonia di jemaat GMIT Imanuel Oelalali yang dilakukan secara rutin adalah diakonia karitatif/pelayanan kasih melihat dari realita jemaat dan pergumulan gereja maka sesungguhnya jemaat tidak hanya membutuhkan diakonia karitatif saja tapi juga diakonia transformatif dan reformatif atau diakonia secara menyeluruh
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK TEORI KEADILAN Studi tentang Pemikiran John Rawls dan Implikasinya Bagi Pelayanan Diakonia Di GMIT Marthorika Novelawasty Lilinsa Asbanu Email penulis: [email protected] John Rawls adalah filsuf dari Amerika Serikat yang terkenal pada abad ke-20 di dalam bidang filsafat politik. Hampir sebagian besar filsuf dari seluruh dunia menyepakati bahwa karya-karya ilmiah dari Rawls telah memberikan kontribusi pemikiran yang akan terus diperbincangkan di ranah filsafat. Salah satu karya besar yang menjadikan Rawls terkenal adalah Theory of Justice (Teori Keadilan). Gagasan Rawls dalam teori keadilan memicu perhatian serius dari berbagai kalangan, mulai dari para praktisi ekonomi, pakar hukum, ahli politik, pengamat sosiologi, hingga penggiat teologi. Melalui tulisan ini, akan dibahas secara positif tetapi juga kritis terhadap nilai yang dapat digalih dari pokok pikiran Rawls mengenai teori keadilan. Secara ringkas, Rawls mengatakan bahwa keadilan adalah keutamaan pertama dalam institusi sosial, sebagaimana kebenaran pada sistem pemikiran. Karena itu, prinsip-prinsip keadilan berfungsi sebagai petunjuk dan pengarah untuk menguji dan mengukur bagaimana masyarakat dikelola dan dijalankan. Dalam kerangka pemahaman tersebut maka ketika berbicara tentang keadilan, seseorang pertama-tama harus terlebih dahulu memiliki pemahaman yang jernih tentang syarat-syarat utama terciptanya keadilan; tentang aturan main atau prosedur dan karena terkait erat dengan aturan main. Konsep keadilan ini menjadi relevan dalam konteks pelayanan diakonia di GMIT. Dalam arti lain, pelayanan diakonia sering dinilai tidak tepat sasaran. Karena itu, pemikiran Rawls yang dibahas dalam tulisan ini diharapkan memberi tawaran bagi GMIT untuk menata pelayanan diakonia yang lebih berkeadilan. Memang, sangat disadari dalam tulisan ini bahwa bahwa konteks Rawls berbeda dengan konteks GMIT. Tetapi, perlu juga ditegaskan di sini kalau yang dilihat di sini adalah sistem nilai positif dari pemikiran Rawls yang tentunya tidak bertentangan dengan teologi yang dianut GMIT.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan hidup manusia semakin hari semakin bertambah. Hal ini membuat manusia harus bekerja keras agar kebutuhannya dapat terpenuhi. Salah satu kebutuhan mendasar yang sangat penting dan mempengaruhi kehidupan manusia adalah air. Air sangat menolong manusia dalam berbagai aktivitas setiap hari. Untuk itu air dapat dikatakan sebagai salah satu sumber kehidupan makhluk hidup. Ketersediaan air tidak memadai membuat kehidupan makhluk hidup menjadi tidak seimbang dan berpengaruh pada masalah sosial dan kesehatan. Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan yang membahas tentang peran gereja dalam membantu jemaat dari kesulitan air bersih yang berjudul “Air Sumber Kehidupan (Suatu Tinjauan Teologi Sosial Terhadap Peran Sosial Jemaat GMIT Ebenhaezer Apui Melalui Sistem Pengelolaan Air Bersih). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlibatan gereja dalam menyikapi masalah sosil berupa kurangnya ketersediaan air bersih di Jemaat GMIT Ebenhaezer Apui yang menimbulkan kesulitan jemaat dalam mengonsumsi air bersih. Peran sosial yang dilakukan oleh gereja merupakan sikap pelayaan diakonia transformatif yang berfokus menghadirkan Kerajaan Allah di tengah-tengah masyarakat dan jemaat. Kerajaan Allah tidak hanya disampaikan melalui perkataan namun yang lebih utama melalui tindakan nyata. Oleh karena itu gereja haruslah bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan peran gereja melalui sistem pengelolaan air bersih bagi seluruh masyarakat Apui. Inilah yang dimaksudkan Yesus bagi gereja yang tidak hanya hadir untuk dirinya sendiri namun dapat berguna bagi seluruh umat Allah.