ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN ETOS KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BIRO UMUM KANTOR GUBERNUR PROVINSI NTT
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu elemen utama yang sangat penting dalam sebuah organisasi menjadi bagian tumbuh kembangnya lembaga/organisasi tersebut. Sebagai salah satu elemen utama dalam sebuah organisasi sumber daya manusia juga memegang kendali bagi realisasi perjalanan lembaga atau organisasi sekaligus motor penggerak mencapai tujuan lembaga/ organisasi tersebut. Setiap sumber daya manusia atau pegawai yang bekerja dalam suatu organisasi diharapkan memberikan kinerja yang optimal dimana pegawai tersebut bekerja.
Iklim organisasi adalah serangkaian deskripsi dari karakteristik organisasi yang bertahan dalam jangka waktu lama. Karakteristik ini membedakan satu organisasi dari organisasi lain dan mempengaruhi perilaku orang-orang yang termasuk dalam organisasi tersebut. Iklim organisasi merupakan suatu keadaaan yang menunjukan suatu kehidupan yang saling berinteraksi, sehingga menimbulkan rasa senang atau tidak senang terhadap bidang pekerjaannya. Arti interaksi yang dimaksud adalah adanya hubungan antara atasan dengan bawahan serta bawahan dengan bawahan lainnya. Iklim organisasi sangat dipengaruhi oleh individu yang berada dalam suatu organisasi tersebut.
Etos kerja merupakan sikap, pandangan, kebiasaan, ciri-ciri atau sifat mengenai cara bekerja yang dimiliki seseorang, suatu golongan atau suatu bangsa (Dodi, dkk, 2013).
Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. (Nurhasanah, 2019) Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang bersumber dari hasil wawancara terstruktur terhadap responden. Instrumen dalam pengumpulan data primer ini adalah kuesioner yang disusun secara sistematis, dalam bentuk sistematis, dalam bentuk daftar cek dalam bentuk Semantic Differencial scale (Cooper dan Emory, 2002, p337). Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuruan sikap dengan menggukan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya :
Kuat-Lemah, baik-buruk, tidak setuju-setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval.Pertanyaan-pertanyan dalam angket tertutupdibut dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut : untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sngat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Berdasarkan penyajian data dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dalam pembahasan ini akan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang penulis ajukan. Pembahasan ini merupakan jawaban atas permasalahan, sehingga dapat diketahui gambaran tentang ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas yaitu Iklim Organisasi terhadap Kinerja Pegawai,Pengaruh Etos Kerja Terhadap Kinerja Pegawai dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linier berganda dan didapati Koefisien regresi (b1) sebesar 0,373 artinya jika Iklim Organisasi (XI) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,373. Koefisien bernilai signifikan artinya terjadi pengaruh signifikan antara Iklim Organisasi (X1) dengan Kinerja Pegawai (Y).
Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya pengaruh Iklim Organisasi (X1) terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel Iklim Organisasi (X1) ditemukan t hitung = 4,072 lebih besar t tabel = 2,007548 dan tingkat Sig. = 0,000 lebih kecil dari 0,05 . Pengaruh Etos Kerja (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y) Dalam penelitian ini, penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati Koefisien regresi (b2) sebesar 0,738 artinya jika Etos Kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka komitmen profesi (Y) akan meningkat sebesar 0,738 Koefisien bernilai signifikan artinya terjadi pengaruh antara Etos Kerja (X2) dengan Kinerja Pegawai (Y).
Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa menunjukan adanya pengaruh antara Etos Kerja terhadap Kinerja Pegawai, sehingga apabila Etos Kerja dijalankan dengan baik maka semakin meningkatnya Kinerja Pegawai dan begitu pula sebaliknya. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh Etos Kerja (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y). hal ini dibuktikan dengan perolehan t hitung = 5,625 lebih besar t tabel= 2,00758 dan tingkat Sig. = 0,000 lebih kecil 0,05. Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa: Secara parsial Etos Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai Pada Biro Umum Kantor Gubernur Provinsi NTT.
Kata Kunci : Iklim Organisasi, Etos Kerja , Kinerja Pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Komunikasi yang terjadi tersebut disebut dengan komunikasi organisasi untuk menghasilkan suatu pemahaman, kesatuan pengalaman, dan satu pengertian dalam mencapai tujuan. Kesatuan pengalaman tersebut membentuk suatu iklim komunikasi yang merupakan persepsi-persepsi mengenai pesan dan peristiwa yang terjadi dengan pesan yang terjadi dalam organisasi.
Orang-orang yang menjadi anggota suatu organisasi hidup dalam lingkup organisasi dan berinteraksi membentuk sistem sosial yang dalam perkembangannya tidak lepas dari pengaruh lingkungan baik lingkungan eksternalnya maupun lingkungan internalnya. Artinya selain harus hidup dengan perubahan lingkungan yang terkadang susah diprediksi, anggota organisasi juga harus menghadapi perubahan yang ada dalam lingkungan organisasi tersebut. Organisasi selamanya unik seperti halnya sidik jari dan lapisan salju, masing-masing organisasi memiliki budaya, tradisi, dan metode tindakannya sendiri yang secara keseluruhan menciptakan iklimnya (Davis, 2001)
Kepuasan kerja merupakan sebuah keadaan emosi positf yang di hasilkan dari evaluasi pengalaman kerja seseorang (Mathias,2011:158), Suparyadi, (2015:473), kepuasan kerja merupakan hasil evaluasi dari membandingkan atau analisis oleh pikiran,dan merasakan antara harapan dengan kenyataan atau hasil dari upaya-upaya yang di lakukan oleh seseorang.Robbins,(2013:74) menyatakan bahwa kepuasan keja perasaan positif tentang pekerjaan,yang di hasilkan dari evaluasi kerateristiknya,seseorang dengan tingkat tingi kepuasan kerja memengang perasaan positif tentang pekerjaannya,sementara orang dengan tingkat rendah memengang perasaan negatif.
Kepuasan kerja adalah perasaan dan penilaian seseorang atas pekerjaannya, khususnya mengenai kondisi kerja menyangkut harapan, kebutuhan dan keinginan. Kepuasan kerja merupakan tingkat kesenangan yang dirasakan seseorang atas peranan atau pekerjaannya dalam organisasi yang bisa memicu kenyamanan kerja dan sebaliknya, pelatihan sebagai modal keahlian untuk melkukan sebuah pekerjaan dan kompensasi sebagai faktor pemenuhan kepuasan pekerja atas usaha yang telah dikontribusikan untuk organisasi.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Analisis Pengaruh Iklim Organisasi, Dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Kantor Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air Cabang Betun Kabupaten Malaka. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 31 orang dan jumlah Populasi sebanyak 31 orang karyawan pegawai. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui.Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-5 untuk mendapakan data yang bersifat ordinal dan di beri skor atau nilai sebagai berikut : untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan variabel Iklim organisasi (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada kantor koperasi kredit (Kopdit) pintu air cabang betun kabupaten malaka, hal ini terlihat dari signifikansi iklim organisasi (X1) 0,278> 0,05 dan nilai t hitung 1,223> 2,05183 t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada berpengaruh antara variabel iklim organisasi (X1) terhadap kepuasan kerja (Y) pada pada kantor koperasi kredit (Kopdit) pintu air cabang betun kabupaten malaka
Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel Diketahui nilai signifikansi variabel kompensasi (X2) pada kantor koperasi kredit (Kopdit) pintu air cabang betun kabupaten malaka, hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel kompensasi (X2) 0,670 > 0,05 dan thitung 2,287 < 2,05183 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti berpengaruh signifikan terhadap variabel k0mpensasi (X2) terhadap kepuasan kerja (Y) pada kantor koperasi kredit (Kopdit) pintu air cabang betun kabupaten malaka. Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi Produktivitas Karyawan, seperti Motivasi kerja, Kualitas, Kuantitas, pelaksanaan tanggung jawab, dan kondisi fisik pekerjaan. Peneliti selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap Produktivitas karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari persoalan rendahnya partisipasi jemaat dalam pelayanan di Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, Klasis Rote Timur, yang berkaitan erat dengan pola relasi dalam struktur organisasi majelis jemaat serta iklim pelayanan yang terbentuk. Dalam konteks sosial pedesaan dengan karakter komunikasi yang terbuka dan keras, muncul dominasi pihak tertentu dalam kepemimpinan, sikap otoriter dalam komunikasi, serta kecenderungan jemaat untuk bersikap pasif dan enggan menyampaikan pendapat dalam forum gerejawi. Situasi ini bertentangan dengan tujuan pembangunan jemaat yang partisipatif dan prinsip penataan organisasi GMIT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konteks sosial-budaya dan organisatoris Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, menganalisis struktur organisasi serta dampak relasi dalam majelis jemaat terhadap iklim pelayanan dan partisipasi warga jemaat, serta merumuskan refleksi teologis pembangunan jemaat terhadap realitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah informan yang terdiri dari pendeta, majelis jemaat, dan anggota jemaat, serta didukung dengan dokumen gerejawi. Validitas data dibuktikan melalui triangulasi sumber dan analisis tematik berdasarkan tahapan dalam pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi yang secara formal bersifat partisipatif dalam praktiknya dipengaruhi oleh relasi yang timpang, komunikasi yang keras, serta pemutlakan tipe relasi tertentu sebagaimana dikritisi dalam teori Jan Hendriks. Kondisi ini membentuk iklim pelayanan yang kurang dialogis, menghambat keterlibatan jemaat, serta melemahkan vitalitas pelayanan gereja. Penelitian ini menegaskan bahwa pembangunan jemaat yang sehat menuntut penataan struktur dan iklim pelayanan yang menempatkan jemaat sebagai subjek, mengembangkan kepemimpinan yang kolaboratif, serta membuka ruang partisipasi sebagai wujud karya Allah dalam membangun gereja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PETA IKLIM BERDASARKAN KLASIFIKASI IKLIM OLDEMAN UNTUK MENENTUKAN JENIS TANAMAN PANGAN YANG SESUAI DI NUSA TENGGARA TIMUR PROGRAM STUDI MEKANISASI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Bajo N. E*) Lano M.L**) Nainiti N.P.P.E**) Suatu kajian hasil penelitian yang bersifat kualitatif yang bertujuan untuk menghasilkan peta iklim Oldeman dengan menggunakan aplikasi Arcgis 10.3dalam menentukan jenis tanaman yang sesuai di Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini mendapatkan hasil peta iklim Oldeman di Nusa Tenggara Timur, dimana hasil penelitian yang diperoleh Zona iklim B2 ditanam padi dua kali setahun dan pada musim kering cukup untuk ditanami palawija, Zona Iklim C3 dapat ditanami padi satu kali dan tanaman palawija dapat ditanami dua kali dalam setahun tetapi untuk palawija yang ditanam pada penanaman kedua harus berhati – hati agar tidak terjadi pada bulan kering. Zona D3 hanya dapat ditanami padi dan juga palawija satu kali selama setahun tergantung adanya persediaan air. Kata Kunci : Iklim, Zona,Padi, Palawija Keterangan : * Peneliti ** Pembimbing