Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Indeks Pembangunan Manusia
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PADA KABUPATEN SABU RAIJUA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pembangunan nasional merupakan proses pengembangan keseluruhan sistem penyelenggaraan negara untuk mewujudkan tujuan nasional yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Semakin besar tingkat pembangunan suatu negara mengindikasikan negara tersebut semakin maju dan berkembang (Dewi, 2015). Ada beberapa indikator yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional, misalnya pertumbuhan ekonomi, struktur ekonomi, indeks kualitas hidup, urbanisasi dan indeks pembangunan manusia, kesehatan, pendidikan (Parsiyo dan Widya, 2013). Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting untuk menganalisis sebuah pembangunan nasional yang terjadi di suatu negara dan menjadi perhatian terutama pemerintah. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses peningkatan produksi barang dan jasa dalam segala aktivitas perekonomian di suatu negara pada periode tertentu. Pada dasarnya aktivitas perekonomian adalah suatu proses penggunaan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan output, maka proses ini pada gilirannya akan menghasilkan suatu aliran balas jasa terhadap faktor produksi yang dimiliki oleh masyarakat. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi diantaranya yaitu pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Diantara ketiga komponen tersebut, pendapatan merupakan indikator yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka dari itu pertumbuhan ekonomi memacu pemerintah daerah memaksimalkan pemberdayaan segenap sumber daya potensial yang ada, serta membuka peluang kerja sama masyarakat (sebagai investor dan/atau pekerja) guna menciptakan lapangan pekerjaan baru yang akan mempengaruhi perkembangan kegiatan ekonomi dalam daerah tersebut. Peranan Pendapatan Asli daerah (PAD) di dalam penerimaan Pemerintah Daerah Tingkat I seluruh Indonesia relatif sangat kecil untuk dapat membiayai pembangunan daerah. Sedangkan menurut prinsip otonomi daerah penyelengaraan pemerintahan dan pembangunan daerah secara bertahap akan semakin dilimpahkan pada daerah. Dengan semakin besarnya kewenangan pemerintah pusat yang diberikan kepada pemerintah daerah maka peranan keuangan pemerintah daerah akan semakin penting karena daerah dituntut untuk dapat lebih aktif lagi dalam memobilisasi dananya sendiri Fenomena yang terjadi dalam penelitian ini Daerah yang bersangkutan dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya sendiri dan tidak tergantung pada pemerintah pusat, dengan mengotimalkan sumber pendapatan daerah yang di hasilkan, dalam hal ini termasuk semua kekayaan yang di kuasai oleh Daerah dengan batas-batas kewenangan yang ada dan selanjutnya di gunakan untuk membiayai semua kebutuhan untuk penyelenggaraan urusan Daerah tersebut baik urusan wajib maupun urusan pilihan, untuk menjalankan kewajibannya dan memenuhi kebutuhan belanja Daerah tersebut. Selain itu dalam wujud komitmennya dalam penerapan otonomi daerah pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi akan mengalokasikan dana-dana yang dapat menambah sumber pendapatan bagi kabupaten/kota yang merupakan hak bagi kabupaten/kota atau yang bersifat bantuan maupun hibah. Fenomena inilah yang menarik untuk di teliti.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, INFLASI DAN PENGANGGURAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK NOVITA MARYANE USFAL; NIM: 17191738 “Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Inflasi Dan Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Propinsi Nusa Tenggara Timur” dibawah bimbingan Dr. Nitaniel Hendrik, M.Si selaku pembimbing I dan Ibu Mesri W.N. Manafe Selaku pembimbing II. Masalah yang telah diangkat dalam penelitian ini, maka persoalan penelitian dapat dijelaskan bahwa Secara empiris variabel Indeks Pembangunan Manusia (X1), variabel Inflasi (X2) dan Pengangguran (X3) berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (Y). Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah, untuk menguji pengaruh antar variabel penelitian dimana, variabel Indeks Pembangunan Manusia (X1), variabel Inflasi (X2) dan Pengangguran (X3) berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (Y). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh data yang berkaitan dengan data Indeks Pembangunan Manusia, Inflasi dan Pengangguran diperoleh dari Badan Pusat Statistik Propinsi Nusa Tenggara Timur dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2019 yang dinyatakan dalam persen (%). Teknik Analisis Data terdiri dari Analisis Pendahuluan dan Analisis Lanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif kuantitatif. Pengujian hipotesis dengan menggunakan Alat analisis regresi, baik itu regresi sederhana maupun berganda. Dengan hasil penelitian sebagai berikut secara parsial variabel Indeks Pembangunan Manusia (X1) dan variabel Inflasi (X2) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (Y). Sedangkan variabel Pengangguran (X3) berpengaruh Positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (Y). Namun demikian, jika di estimasi secara serempak bahwa secara bersama – sama variabel Indeks Pembangunan Manusia (X1), variabel Inflasi (X2) dan 6 variabel Pengangguran (X3) berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur (Y). Artinya jika variabel Indeks Pembangunan manusia dan variabel Inflasi naik atau dikatakan meningkat tentu akan mengakibatkan penurunan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur karena antara variabel Indeks Pembangunan manusia dan variabel Inflasi berpengaruh negatif terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Akan tetapi jika variabel Pengangguran naik atau meningkat tentu akan meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Nusa Tenggara Timur, Atau sebaliknya jika variabel Pengangguran rendah maka akan terjadinya penurunan terhadap tingkat Pertumbuhan Ekonomi. Kata Kunci : Indeks Pembangunan Manusia, Inflasi, Pengangguran,Pertumbuhan Ekonomi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail