Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

98 hasil
Subjek: pendidikan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SD NEGERI KUANINO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KINERJA MENGAJAR GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ofris Edison Selan *,David Loba2, Fredik E. Nope3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktifitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Tujuan penelitian:Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta didik mengenai bahan pelajaran yang akan dijadikan materi didalam proses pembelajaran Metode penelitian:Metode yang biasa digunakan guru dalam menyampaikan materi penjasorkes adalah metode deduktif atau metode perintah, metode tugas, demonstrasi dan pemberian penjelasan. Hasil dan pembahasan:Penjasorkes pada dasarnya merupakan bagian integrasi dari sistem pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan aspekkesegaran dan kebugaran jasmani pada setiap individu sehingga individu memiliki keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga. Simpulan:Penjasorkes merupakan mata pelajaran yang juga ikut mempengaruhi perkembangan kepribadian siswa dan ikut serta berkonstribusi dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian pendidikan harus dilaksanakan dengan tertib dan bertanggung jawab. Katakunci: Kompetensi guru; hasil belajar; pendidikan jasmani

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PADA UMKM DI KELURAHAN OESAPA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah salah satu kegiatan penggerak ekonomi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat yang ada di Indonesia, dan masih menjadi fondasi kokoh dalam memajukan perekonomian di Indonesia. (Eni dan Krisan, 2014) menyatakan bahwa latar belakang pendidikan akuntansi dapat memberikan kompetensi bagi seseorang mengenai Ilmu Akuntansi.Kompetensi merupakan kemampuan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. (Andriani & Zuliyati, 2015). Pelatihan mengenai akuntansi akan menentukan baik/buruknya pemilik/manajer dalam menguasai teknis akuntansi Sri Mulyani (2014) menyatakan bahwa rendahnya penggunaan dan pemahaman praktek akuntansi di Indonesia disebabkan rendahnya pendidikan dan kurangnya pemahaman terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dari manajer pemilik (owner manager). Holmes dan Nicholls (1988) yaitu kemampuan perusahaan dalam mengelola usaha dengan memerhatikan besarnya aset, jumlah karyawan, dan pendapatan yang diperoleh selama satu periode akuntansi. Masalah dalam penelitian ini adalah Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyusunan Laporan Keuangan Pada UMKM di Kelurahan Oesapa. Yang menjadi persoala dalam penelitian ini adalah: Bagaimana latar belakang pendidikan berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa? Bagaimana pelatihan akuntansi berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan oesapa?Bagaimana pemahaman akuntansi akuntansi berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa?Bagaimana skala usaha berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latar belakang pendidikan terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa, untuk mengetahui pengaruh pelatihan akuntansi terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa, untuk mengetahui pengaruh pemahaman akuntansi terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa, dan untuk mengetahui pengaruh skala usaha terhadap penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa. Populasi dalam penelitian ini adalah 76 UMKM di Keluraha Oesapa.Sampel dalam peelitian ini adalah 12 UMKM yang sesuai dengan kriteria yang penulis tentukan.Metode analisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa latar belakang pendidikan tidak memiliki pengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan hal ini dibuktikan dengan diperoleh nilai t hitung -3,452 < ttabel 1,833 dengan taraf signifikanya 0,011 yang mengandung makna t hitung < t tabel (-3,452 < 1,883) dimana Ho diterima dan Ha di tolak, dengan demikian dapat disimpulkanbahwa tidak ada pengaruh dari variabel latar belakang pendidikan terhadap penyusunan laporan keuangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pelatihan akuntansi tidak berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan hal ini dibuktikan dengan diperoleh nilai t hitung -2,239 < ttabel 1,833 dengan taraf signifikanya 0,060 yang mengandung makna t hitung < t tabel (-2,239 < 1,883) dimana Ho diterima dan Ha di tolak, dengan demikian dapat disimpulkanbahwa tidak ada pengaruh dari variabel pelatihan akuntansi terhadap penyusunan laporan keuangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman akuntansi tidak berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuanganhal ni dibuktikan dengan diperoleh nilai t hitung -3,021 < ttabel 1,833 dengan taraf signifikanya 0,019 yang mengandung makna t hitung < t tabel (-3,021 < 1,883) dimana Ho diterima dan Ha di tolak, dengan demikian dapat disimpulkanbahwa tidak ada pengaruh dari variabel pemahaman akuntansi terhadap penyusunan laporan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa skala usaha berpengaruh terhadap penyusunan laporan keuangan hal ini dibuktikan dengan diperoleh nilai t hitung 4,206 > ttabel 1,833 dengan taraf signifikanya 0,004 yang mengandung makna t hitung > t tabel (4,206 > 1,883) dimana Ha diterima dan Ho di tolak, dengan demikian dapat disimpulkanbahwa ada pengaruh dari variabel skala usaha terhadap penyusunan laporan keuangan. Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,808. Hal ini berarti 80% variasi variabel penyusunan laporan keuangan (Y) ditentukan oleh keempat variabel independen yaitu latar belakang pendidikan (X1) pelatihan akuntansi (X2) pemahaman akuntansi (X3) skala usaha (X4) Sedangkan sisanya 20% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Dari hasil perhitungan uji F dapat diketahui bahwa nilai Fhitung adalah 7.357 dengan tingkat signifikan 0,012, sedangkan ftabel 4,256 dengan signifikan 0,05. Dengan demikian fhitung > ftabel yakni 7,357 > 4,256 Nilai 7,357 lebih besar dari 4,256 menunjukkan fhitung lebih besar dari ftabel, artinya Ha diterima, Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan antara latar belakang pendidikan, pelatihan akuntansi, pemahaman akuntansi dan skala usaha terhadap penyusunan laporan keuangan. Implikasi terapan dalam penelitian ini adalah hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi para pelaku UMKM di Kelurahan Oesapa agar dapat meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya penyusunan/pembukuan akuntansi agar dapat meningkatkan perkembangan usaha mereka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI KANTOR BANK BTPN CABANG KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga (goal) Bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat maksimal secara umum Pelatihan yang paling banyak dilakukan oleh Bank BTPN Cabang Kupang adalah Training Legal Audit and Writing yang bertujuan melakukan Penilaian terhadap tingkat keamanan perusahaan, terutama dalam hal Legal Risk Aspect. Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Analisis Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Kantor Bank BTPN Cabang Kupang”. Dalam penelitian ini Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin mempelajari sifat-sifatnya. Oleh karena itu populasi dalam penelitian ini 56 karyawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Kuesioner dengan angket tertutup. Analisis ini dipakai untuk mengetahui pengaruh variablel independen yaitu pengaruh pendidikan (XI) dan pelatihan tenaga kerja (X2) terhadap variabel dependen yaitu produktivitas kerja karyawan (Y). Adapun rumus analisis linear berganda adalah sebagai berikut :Y a+b1XI + b2X2. Dalam penelitian ini penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati koofisien regresi(b1) sebesar 0,273 artinya jika pengaruh pendidikan (X1) Mengalami kenaikan1%, maka produktivitas kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,273. Koofisien bernilai negatif artinya terjadi pengaruh yang negatif antara pengaruh pendidikan (X1) dengan produktivitas kerja karyawan (Y) dengan demikian apabila pengaruh pendidikan diperhatikan dengan baik oleh perusahaan agar menciptakan evektivitas organisasi dalam hal ini produktivitas kerja karyawan akan mengalami peningkatan. Hal ini menunjukan uji yang diperoleh sesuai dengan teori yang disampaikan, dimana teori Menurut (Hasibuan, 2019:10) Mengatakan manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungsn dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu mewujudkan tujuan perusahaan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Implikasi dari penelitian ini menjelaskan bahwa pengelolaan sumber daya manusia di atas dapat dipahami bahwa suatu pengelolaan sumber daya manusia merupakan suatu proses yang berhubungan dengan implementasi indikator fungsi-fungsi pengelolaan atau manajemen yang berperan penting dan efektif dalam menunjang tercapainya tujuan individu, lembaga, maupun organisasi atau perusahaan. Berdasarkan pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruh pendidikan (X1) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan variabel pengaruh pendidikan (X1) ditemukan Thitung 2,588 lebih kecil dari Ttabel 1,67412 dan tingkat Sig 0,012 lebih besar dari 0,05. 2. Pengaruh pelatihan tenaga kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada Kantor Bank Tabungan Pensiunan Cabang Kupang. Dalam penelitian ini, penulis telah menganalisis regresi linear berganda dan didapati koofisien regresi (b2) sebesar 0,316 artinya jika pelatihan tenaga kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1% maka produktivitas kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,316. Koofisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif dan signifikan antara pelatihan tenaga kerja (X2) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) dengan demikian apabila Pelatihan tenaga kerja memiliki gaji insentif dan tunjangan yang baik maka dapat meningkatkan tingkat produktivitas kerja karyawan. Peningkatan produktivitas merupakan masalah sistem dalam arti tertentu, karena ada banyak segi dari pekerjaan dan kegiatan perusahaan yang mempunyai dampak terhadap peningkatan produktivitas tenaga kerja. Definisi produktivitas menurut Nasution (2002:203) menjelaskan bahwa : Produktivitas merupakan rasio antara hasil kegiatan (output) dan segala pengorbanan (biaya) untuk mewujudkan hasil (input). Dimana peningkatan produktivitas akan meningkatkan pendapatan karyawan yang akan menambah daya beli masyarakat. Berdasarkan penjelasan diatas menunjukan bahwa adanya pengaruh pelatihan tenaga kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. Sehingga apabila semakin tinggi tingkat pelatihan tenaga kerja semakin baik maka akan semakin meningkat produktivitas kerja karyawan. Selain itu berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh pelatihan tenaga kerja (X2) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) hal ini dibuktikan diperolehnya Thitung 0,316 lebih kecil dari Ttabel 1,67412 dan tingkat Sig 0,348 lebih besar dari 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR PJOK

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi hasil belajar PJOK di SMP Negeri Satap Serenglang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar PJOK yang memberikan dampak positif di SMP Negeri Satap Serenglang yaitu Kurikulum, Metode mengajar dan alat pelajaran untuk mendukung proses pembelajaran digunakan dengan baik, sehingga hasil belajar siswa sangat memuaskan. Simpulan:Faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran sehingga memberikan dampak positif pada hasil belajar siswa pada SMP Negeri Satap Serenglang yaitu kurikulum, metode mengajardan alat pelajaranuntuk mendukung proses pembelajaran digunakan dengan baik, sehingga hasil belajar siswa sangat memuaskan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU PENJAS DALAM PEMBENTUKAN NILAI KARAKTER PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN NILOPO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERAN GURU PENJAS DALAM PEMBENTUKAN NILAI KARAKTER PADA PESERTA DIDK KELAS VIII SMPN NILOPO Dafit Semuel Bako1*, Agustinus J. Nafie2, Julian J. Leko3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email;[email protected] Latar belakang;Pembentukan karakter peserta didik mempunyai peranan yang sangat penting dilingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan formal seperti sekolah memberikan pengajaran dengan segala bentuk pendidikan baik secara akademik maupun non akademik yang dilakukan oleh seorang pendidik. Tujuan; penelitian ini untuk mengetahui peran guru pendidikan jasmani memperkuat karakter siswa. Metodelogi penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data pengamatan, wawancara, koisioner, dan dokumentasi serta analisis data penyajian data dan penarikan. Meetode; penelitian ini menunjukkan bahawa. Pendidikan olahraga dan jasmani sangat baik dalam pembentukan karakter siswa yang Pertama: karakter menghargai atau menghormati semua komponen dalam aktivitas olahraga. membuat guru PJOK lebih punya banyak peluang dalam pembentukan karakter siswa. Hasil dan pembahasan; Karakter yang ingin dibentuk adalah religius, nasionalis, integritas, gotongroyong, dan mandiri. Guru pendidikan jasmani berperan dan mengawasi terhadap karakter-karakter yang menyimpang dalam pembentukan karakter peserta didik. Kesimpulan; Guru pendidikan jasmani juga berperan dan dapat merubah sikap dan mental dari siswa. Siswa yang mempunyai sifat takut atau ragu dalam menjalankan suatu aktivitas dengan pembelajaran, pelatihan dan bimbingan yang terarah dan terprogram dengan baik secara bertahap akan berubah menjadi siswa seperti yang diharapkan. Katakunci: Kompetensi guru; hasil belajar; pendidikan jasmani

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DEGAN PERMAINAN KECIL TRADISIONAL

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) kurangnya penerapan metode yang kurang tepat sehingga membuat siswa malas belajar. 2) Belum tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 3) Alat yang digunakan kurang memadai, 4) Siswa takut dengan permainan kecil trdisional putri, dan 5) Kondisi fisik pada siswa kelas V khususnya siswa putri yang memiliki fisik yang kecil mengurangi minat untuk melakukan aktifitas permainan kecil trdisional menjadi menurun. Tujuan penelitian: menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas.dan lapangan Metode penelitian: :Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Dan lapangan Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar permainan kecil trdisional melalui metode pembelajara n kooperatif tipe jigsaw bermain secara kelompok berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan mengalami peningkatan yaitu pada siklus I ke siklus II sebesar 33% yaitu dari 66% (siklus 1) menjadi 85% (siklus II). Simpulan: peneliti ini menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar permainan keci trdisional melalui pendekatan bermain beregu pada siswa kelas V SD Inpres Fatufeto 2 termsuk kategori baik

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING ATAS PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) kurangnya penerapan metode yang kurang tepat sehingga membuat siswa malas belajar. 2) Belum tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 3) Alat yang digunakan kurang memadai, 4) Siswa takut dengan permainan bola besar khususnya putri, dan 5) Kondisi fisik pada siswa kelas Vll khususnya siswa putri yang memiliki fisik yang kecil mengurangi minat untuk melakukan aktifitas permainan bola besar menjadi menurun. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar passing atas bola voli menggunakan metode pembelajaran jigsaw tipe jigsaw. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi. Hasil Dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar passing atas bola voli melalui metode pembelajaran jigsaw tipe jigsaw bermain secara kelompok berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan mengalami peningkatan yaitu pada siklus I ke siklus II sebesar 25% yaitu dari 75% (siklus 1) menjadi 95% (siklus II). Simpulan : peneliti ini menunjukkan bahwa upaya meningkatkan hasil belajar passing atas permainan bola voli melalui pembelajaran jigsaw tipe jigsaw pada siswa kelas Vii SMP Swasta Advent Nusra termasuk kategori baik

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah (Studi Kasus Pada Dinas Sosial Kabupaten Sabu Rai Jua)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Catatan Atas Laporan Keuangan Pemerintah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan metode penelitian kuantitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan kantor dinas sosial yang dijadikan sampel sebanyak 30 orang dengan menggunakan metode simple random sampling. Teknik analisis data dilakukan melalui uji validitas dan reabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini adalah: Tingkat Pendidikan berpengaruh terhadap pemanfaatan catatan atas laporan keuangan yang ditunjukkan dengan perolehan hasil uji t yaitu nilai t hitung sebesar -4,195 dengan signifikansi 0,000 pada taraf signifikansi 5% dimana 0,000<0,05. Pengalaman Kerja tidak berpengaruh terhadap pemanfaatan catatan atas laporan keuangan yang ditunjukkan dengan perolehan hasil uji t yaitu nilai t hitung sebesar 1,636 dengan signifikansi 0,114 pada taraf signifikansi 5% dimana 0,114 > 0,05. Faktor Sosial berpengaruh terhadap pemanfaatan catatan atas laporan keuangan yang ditunjukkan dengan perolehan hasil uji t yaitu nilai t hitung sebesar 3,111 dengan signifikansi 0,004 pada taraf signifikansi 5% dimana 0,004 < 0,05. Dalam penelitian ini menurut pandangan kepala dinas sosial telah sesuai dengan konsep kerja sehingga sebagian besar karyawan memiliki tingkat pendidikan dan faktor sosial yang cukup baik demi terciptanya keberlangsungan kinerja yang baik dan terciptanya pegawai yang produktif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASING BAWAH BOLA VOLI MELALUI MODIFIKASI BOLA PLASTIK

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Pendidikan jasmani merupakan pendidikan lewat aktivitas-aktivitas jasmani atau pengajaran gerak dalam mencapai tujuan pendidikan. Upaya meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli melalui modifikasi bola plastic. Passing bawah adalah kecakapan dalam mengoper bola kepada teman sendiri dalam suatu regu dengan suatu teknik tertentu, sebagai awal pola serangan kepada lawan. Tujuanpenelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar passing bawah bola voli melalui modifikasi bola plastik dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad dalam meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas IV SD N Letenaek. Metode penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD N Letenaek. Sebanyak 16 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi.Teknik analisis datanya mengunakan deskriptif kualitatif. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajarpassing bawa bola voli melalui modifikasi bola plastic. siswa dengan nilai rata–rata pada siklus I sebesar 71,3 dengan presentase ketuntasan sebesar 65%. Dan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 91,0 dengan presentase ketuntasan sebesar 90%. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian diatas maka penelitian mengambil sebuah kesimpulan bahwa pembelajaran passing bawah bola voli melalaui modifikasi bola plastik dengan model pembelajaran kooperatif tipe stad pada siswa kelas IV SD N Letenaek selama dua siklus dapat meningkat hasil belajar siswa yang mencapai nilai KKM 75. Sehingga ketuntasan klasikal dalam kelas tersebut sudah mencapai dari 75% siswa yang tuntas passing bawah Bola Vol

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH YANG BERADA PADA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA MIKRO KECIL DAN MENENGAH YANG BERADA PADA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang, dimana sebuah negara berkembang sangat fokus akan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kearah yang lebih baik. Salah satuyang membangun pertumbuhan ekonomi yaitu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Kementrian Koperasi danUMKM, 2014). Kontribusi tersebut akan baik apabila berbagai permasalahan yang masih dihadapi UMKM tersebut dapat diatasi dan salah satunya adalah permasalahan dalam memanfaatkan informasi akuntansi dalam berbagai pengambilan keputusan usahanya. Dibanyak penelitian, permasalahan ini diduga kuat bersumber dari kurangnya persepsi dan pemahaman pengelola dalam bidang akuntansi. Belkaoui (2000:35) dalam Kristian (2010), mendefinisikan informasi akuntansi sebagai informasi kuantitatif tentang entitas ekonomi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam menentukan pilihan-pilihan diantara alternatif-alternatif tindakan. Penggunaan informasi akuntansi itu untuk perencanaan strategis, pengawasan manajemen danpengawasa operasional. Informasi akuntansi merupakan bagian yang terpenting dari seluruh nformasi yang diperlukan manajemen terutama yang berhubungan dengan data keuangan suatu perusahaan(Baridwan, 2000: 1). Menurut Puspitawati & Anggadini(2014), informasi akuntansi merupakan rangkaian aktivitas dalam pemrosesan data dari aktivitas bisnis pengolahan data keuangan perusahaan dengan menggunakan sistem informasi komputer yang terintegrasi secara harmonis. Holmes dan Nicholls 2008 juga berpendapat bahwa informasi akuntansi merupakan informasi kuantitatif tentang entitas ekonomi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi dalam menetukan pilihan-pilihan diantara alternatif-alternatif tindakan,serta bermanfaat untuk perencanaan strategis, pengawasan manajemen operasional. Informasi yang dihasilkan mengenai bisnis perusahaan dapat mengetahui kondisi perusahaan di masa lalu, masa kini, dan juga untuk menentukan langkah perusahaan di masa depan untuk mencapai tujuan perusahaan khususnya dalam pengelolaan UMKM. Pendidikan menggambarkan proses pemilik/manajer untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan teknis serta kemampuan organisasi (Budiyanto, 2014). Pendidikan yang pernah ditempuh oleh pemilik/manajer UMKM memengaruhi pemahaman mengenai usaha yang sedang dijalankan dan pentingnya penggunaan informasi akuntansi bagi usaha mereka. Pendidikan yang rendah akan membuat informasi akuntansi semakin jarang untuk digunakan karena kurangnya pemahaman. Hidayat(2020), Skala usaha adalah kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola usaha yang didasarkan atas banyaknya karyawan, dan jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode. Semakin besar skala usaha suatu perusahaan maka semakin tinggi penggunaan informasi akuntansi dalam perusahaan tersebut(Fitoriah,2019). Disamping tingkat produksitifitas, perusahaan sangat tergantung pada jumlah tenaga kerja yang harus dipekerjakan, jadi semakin banyak jumlah tenaga kerja yang dikerjakan menunjukan bahwa tingkat produktifitas yang cukup tinggi dialami oleh perusahaan khususnya pada perusahaan kecil menengah, sehingga kebutuhan perusahaan terhadap informasi yang akan dibutukan juga akan semakin meningkat. (Holmes, Scott, 2011). Tujuan dari penelitian iniuntuk mengetahui pengaruh jenjang pendidikan,skala usaha,pengaruh umur dan pelatihan akuntansi terhadap Penggunaan informasi akuntansi pada UMKM. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin. Metode pengujian data yang digunakan adalah uji regresi berganda dan uji nilai selisih multak. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenjang pendidikan berpengaru positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM, skala usaha tidak berpengaruh terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM, umur perusahaan berpengaru positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM, pelatihan akuntansi berpengaruh positif terhadap penggunaan informasi akuntansi pada UMKM. Menurut Solovida (2010), pelatihan akuntansi yang dimaksud adalah pelatihan akuntansi yang diselenggarakan oleh suatu lembaga pendidikan luar sekolah maupun lembaga pendidikan tinggi, atau balai pelatihan departemen atau dinas tertentu. Elemen penelitian ini adalah skala dikotomi. Kata Kunci:UMKM, Usaha mikro Kecil Dan Menengah, Penggunaan Informasi Akuntansi, Jenjang Pendidikan, Skala Usaha, Umur perusahaan, Pelatihan Akuntansi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA MEMBANGUN PROFESIONALISME GURU PJOK PADA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) DI KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK UPAYA MEMBANGUN PROFESIONALISME GURU PJOK PADA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) DI KOTA KUPANG Jefriyanus Ledi Dima1*, Ramona M. Mae2, Yahya J. Palinata3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Guru merupakan unsur dominan dalam suatu proses pendidikan. Profesionalisme guru PJOK masih banyak kekurangan, seperti guru sering membiarkan siswa bermain dan belajar sendiri dalam pembelajaran walaupun saat pembelajaran penuh atau tidak. Kemudian dilihat dari sisi fasilitas, pembelajaran olahraga masih sangat kurang memadai sehingga pembelajaran kurang optimal. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya membangun profesionalisme guru PJOK pada musyawarah musyawarah mata pelajaran di Kota Kupang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil wawancara dan hasil penelitian mengenai upaya membangun profesionalisme guru PJOK pada MGMP Kota Kupang, menunjukkan bahwa guru dapat mempersiapkan perangkat pembelajaran, guru mengikuti kegiatan diklat, mengikuti kegiatan esktrakurikuler, melaksanakan kegiatan perlombaan dan pertandingan serta guru mempunyai kompetensi yang baik dalam melakukan pembelajaran sehingga dapat menjadi guru yang profesional. Simpulan: Peneliti menyimpulkan bahwa upaya membangun profesionalisme guru PJOK pada MGMP Kota Kupang sudah baik hal ini sesuai dengan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Sedangkan dari segi faktor yang mempengaruhi upaya membangun profesionalisme guru PJOK yaitu sarana dan prasarana yang kurang memadai. Kata kunci: Profesionalisme Guru; MGMP; pendidikan jasmani

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PELAKSANAAN TES KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PELAKSANAAN TES KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 KUPANG Herlistin Rambu Kaweda Loya1*, M. Rambu P. Wasak2, Dortean A. Jois Jaha,3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Kebugaran jasmani merupakan salah satu kondisi fisik yang harus dimiliki oleh setiap orang, karna dengan kebugaran jasmani yang baik dapat membuat orang beraktivitas dengan baik tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebugaran jasmani yang dimiliki siswa pada pelaksanaan tes kebugaran jasmani dilapangan SMP Negeri 2 Kupang. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Sumber data dapat diperoleh dari siswa.Teknik pengumpulan data melalui Tes kebugaran jasmani, wawancara dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan: hasil dan pembahasan penelitian menunjukan bahwa kebugaran jasmani siswa dapat di ukur dengan melakukan rangkaian tes berupa, tes lari 50 meter, tes angkat tubuh 60 detik, tes baring duduk 60 detik, tes loncat tegak dan tes lari jarak 800 meter, ( tes TKJI,2000). Dari 5 nomor TKJI (Tes Kebugaran Jasmani Indonesia) pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kupang mendapatkan hasil dari 24 siswa dengan kategori Baik 15 siswa, Sedang 6 siswa, Kurang 3 siswa. Simpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan kondisi kebugaran jasmani siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kupang berada dalam kategori Baik (B).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI SISWA TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Tingkah laku siswa dan keseriusan saat mengikuti pembelajaran, jika materinya disukai oleh siswa maka mereka begitu semangat dan antusias dalam mengikuti pembelajaran, sebaliknya jika materinya tidak disukai siswa hanya sekedar mengikuti dan hanya menjadi penonton ketika proses pembelajaran pendidikan jasmani berlangsung. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas VIII dan kelas IX terhadap pembelajaran pendidikan jasmani di SMP Negeri 2 Solor Barat. Metode penelitian: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan kelas IX terdiri dari 217 siswa diambil 60% dari keseluruhan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Dalam penelitian ini angket yang digunakan adalah angket tertutup, cara ini dapat memudahkan responden untuk mengisinya. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi siswa kelas VIII dan kelas IX SMP Negeri 2 Solor Barat berkategori baik, dilihat dari tabel presentase dari 130 siswa terdapat kategori sangat baik 3 orang atau 2,30%, baik 89 orang atau 68,46%, sedang 41 orang atau 31,53%, kurang 0 orang atau 0,00% dan sangat kurang 0 orang atau 0,00%. Simpulan: Dari hasil penelitian bahwa persepsi siswa terhadap proses pembelajaran pendidikan jasmani di SMP Negeri 2 Solor Barat berkategori baik

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PJOK DALAM MEMANFAATKAN MEDIA GOOGLE CLASSROOM PADA MASA PANDEMIC COVID-19

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Kedudukan guru memiliki peran penting dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Sehingga kompetensi pedagogik guru akan menjamin tingkat keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utama yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang memadai. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru PJOK dalam memanfaatkan media google classroom pada masa pandemic covid-19. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil dan pembahasan: Proses pembelajaran penjasorkes di SMP Negeri 20 Kota Kupang dilaksanakan secara online dan tatap muka terbatas. Dalam proses pembelajaran, siswa dibagi dalam 2 (dua) kelompok atau shift, sehingga ada siswa yang dapat melakukan pembelajaran di sekolah secara tatap muka terbatas dengan menggunakan protokoler covid-19 dan ada siswa yang melaksanakan pembelajaran di rumah dengan menggunakan media google classroom. Materi dan video pembelajaran tersebut akan diberikan kepada siswa melalui media google classroom untuk dapat dipelajari di rumah. Setelah siswa mempelajari materi dan video tersebut, siswa akan mempraktekkan dan mengirimkan video yang telah dilakukan untuk kami memberikan penilaian dan evaluasi. Simpulan: Kompetensi pedagogik guru penjasorkes baik, guru penjasorkes memanfaatkan media google classroom sesuai dengan tahapan pembelajaran, baik itu dalam merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KREATIVITAS GURU DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA MATERI SENAM LANTAI DI MASA PANDEMIC COVID-19

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Dalam proses pembelajaran, seorang guru harus mempunyai kreativitas yang tinggi merupakan suatu keharusan, terutama bagi guru Penjasorkes agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran penjasorkes di sekolah agar siswa selalu semangat dan senang dalam mengikuti proses pembelajaran, dengan demikian maka tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Kreativitas Guru Dalam Pembelajaran Penjasorkes Pada Materi Senam Lantai di Masa Pandemic Covid-19. Metode penelitian: Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data meliputi tiga tahapan, yakni reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dan pembahasan: SMP Negeri 20 Kota Kupang yang merupakan lembaga pendidikan, melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring atau online dan offline atau tatp muka terbatas di masa pandemic covid-19. Pelaksanaan pembelajaran senam lantai dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, baik itu kegiatan pendahuluan atau pemanasan, kegiatan inti dan penutup atau pendinginan. Simpulan: Dalam proses pembelajaran penjasorkes, memiliki kreativitas yang baik merupakan suatu keharusan pada masa pandemic covid-19 baik secara online maupun offline. Kegiatan pembelajaran roll depan dan roll belakang, salah satu kreativitas yang dibuat ialah mengharuskan setiap siswa menaruh kotak kertas pada leher yang dijepit oleh dagu. Tujuannya agar siswa dapat bertanggungjawab dalam melaksanakan kegiatan tersebut dan gerakan dapat dilakukan dengan tepat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Orang tua merupakan guru yang pertama dan terutama dalam rumah. Peran dan tanggung jawab orang tua adalah untuk mendidik anak-anak mengenal pendidikan. Namun, penulis menemukan bahwa orang tua di Jemaat GMIT Kanaan Nunuboko tidak menjalankan perannya dengan baik. Mereka acuh tak acuh untuk mendidik dan mengajarkan hal baik kepada anak-anak. Hal ini disebabkan karena orang tua lebih mengutamakan kepentingan pribadi tanpa memprioritaskan pendidikan anak. Keluarga secara Kristen harus lebih banyak mendidik anak-anak untuk mengerti bahwa pendidikan sangat penting., karena itu, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk meneliti lebih lanjut tentang peran dan tanggung jawaborang tua terhadap pendidikan anak serta mendapatkan informasi melalui hasil wawancara yang diperoleh di Jemaat GMIT Kanaan Nunuboko Dari penelitian itu, penulis menemukan bahwa ternyata peran orang tua di Jemaat GMIT Kanaan Nunuboko tidak berjalan dengan baik. Karena banyak faktor yang menyebabkan seperti, rendahnya ekonomi, orang tua tidak memprioritaskan pendidikan anak, orang tua tidak memotivasi dan memberi dukungan bagi anak-anak, bahkan orang tua memberi hak dan kebebasan penuh untuk anak sendiri memilih apa yang ia kehendaki tanpa berpikir hal tersebut benar atau salah. Perintah Tuhan untuk memberikan sebuah pengajaran bahwa iman kepada Allah memiliki kaitan yang erat dengan seluruh aspek kehidupan. Orang tua yang percaya dan mengasihi Allah, menggunakan setiap kesempatan untuk mengimplementasiikan pendidikan rohani bagi anak-anak. Ha ini merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan kasih kepada Allah ialah memperdulikan kesejahteraan rohani anak-ana dan berusaha menuntun mereka kepada hubungan yang setia dengan Allah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENJASORKES SISWA KELAS VIII MATERI SENAM LANTAI HANDSTAND OVERSLAG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PENJASORKES SISWA KELAS VIII MATERI SENAM LANTAI HANDSTAND OVERSLAG DI SMP SWASTA MERBAUN Fulgens Januarius Rotes 1*, Ramona M. Mae,2Fredik E. Nope, 3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Pendidikan Jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani dan keterampilan berpikir psikis.Berdasarkan pengalaman penulis waktu sekolah di SMP Swasta Merbaun melihat bahwa terbatasanya sarana dan prasarana serta kurangnya modifikasi alat yang digunakan guru dalam pembelajaran sehingga menyebabkan anak-anak kurang tertarik dan merasa takut untuk melakukan gerakan senam lantai dengan benar. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa pada pembelajaran penjasorkes materi senam lantai handstand overslag. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas ( PTK ). Hasil dan pembahasan: Hasil belajar siswa SMP Swasta Merbaun dalam keadaan pra siklustingkat ketuntasannya hanya 20% ( 3 siswa ) dari 15 siswa. Hasil belajar siswa pada siklus I mengalami peningkatan dimana tingkat ketuntasan siswa menjadi 60 % ( 9 siswa ) dan siswa yang tidak tuntas menjadi 40 % ( 6 siswa ). Hasil belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan yang besar dimana siswa yang tuntas menjadi 87 % ( 13 siswa ) siswa yang tidak tuntas menerun menjadi 13 % ( 2 siswa ) Simpulan:Bahwa hasil belajarHanstand Overslag pada siswa kelas VIII di SMP Swasta Merbaun mengalami peningkatan dengan menggunakan pembelejaran model explincit instruction. Katakunci: Handstand Overslag; Hasil Belajar; Pendidikan Jasmani

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN TU’U PENDIDIKAN SEBAGAI SARANA PEMBIAYAAN BERBASIS MASYARAKAT DI DESA SEDEOEN KECAMATAN ROTE BARAT KABUPATEN ROTE NDAO TAHUN 2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui Peran Tu’u Pendidikan Sebagai Sarana Pembiayaan Berbasis Masyarakat Di Desa Sedeoen Kecamatan Rote Barat Kabupaten Rote Ndao. Masalah penelitian ini yaitu bagaimana Peran Tu’u Pendidikan Sebagai Sarana Pembiayaan Berbasis Masyarakat. Serta tujuan masalah ini adalah untuk mengetahui Peran Tu’u Pendidikan Sebagai Sarana Pembiayaan Berbasis Masyarakat Di Desa Sedeoen Kecamatan Rote Barat Tahun 2021. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat setempat yang pernah melaksanakan tu’u pendidikan berjumlah 5 orang. Metode penulisan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan maksud untuk mengkaji peran tu’u pendidikan Sebagai Sarana Pembiayaan bagi Desa Sedeoen. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, yakni penulis mewawancarai langsung informan untuk memperoleh informasi. Kemudian data yang terkumpul diolah, dianalisis lalu ditarik kesimpulan untuk menjawab tujuan penelitian. Tempat penelitian dilaksanakan di Desa Sedeoen. Rote adalah salah satu pulau dari sekian banyak pulau di Indonesia yang dihuni oleh sebagian besar masyarakat yang adalah masyarakat suku Rote yang memiliki berbagai kebudayaan. Salah satu kebuadayaan yang umum masih berkembang didaerah Rote yaitu tradisi tu’u (kumpul belis) dimana dulu terjadi pesta pora dan sumbang menyumbang (budaya pemborosan masyarakat) tanpa mengutamakan dan memperhatikan pendidikan anak-anak. Namun dalam perkembangannya masyarakat disadarkan sehingga masyarakat membuat tu’u pendidikan. Penelitiantentang Peran tu’u Pendidikan Sebagai Sarana Pembiayaan Berbasis Masyarakat adalah salah satu cara atau jalan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat serta membantu meringankan biaya terhadap pendidikan maka setiap Kepala Keluarga (KK) wajib melaksanakan tu’u pendidikan untuk anak yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi tanpa melupakan tradisi yang lain yang diwariskan secara turun temurun di pulau Rote terkhususnya Desa Sedeoen Kecamatan Rote Barat. Hasil penelitan menunjukkan bahwa peran tu’u pendidikan itu sendiri sangat penting bagi pendidikan anak-anak, meskipundana yang didapat dari tu’u pendidikan itu sendiri masih belum maksimal. Bahkan jumlah keluarga yang melaksanakan tu’u pendidikan belum memenuhi maksimal dan perlu ditingkatkan lagi kedepannya demi masa depan anak-anak. Peran dari tokoh adat sangat diharapkan untuk terus mendorong masyarakat untuk tu’u pendidikan agar kualitas pendidikan di Desa Sedeoen berkembang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN DI SMP NEGERI 10 KOTA KUPANG DI MASA PANDEMI COVID-19

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Masalah yang penulis jumpai panda kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19 tidak maksimal karena tingkat level pandemic covid-19 kadang meningkat dan kadan menurun. Sehingga menyebabkan kinerja guru tidak maksimal atau kurang efektif. Tujuan penelitian: Kegiatan penelitian ini memilikiki tujuan yang hendak di capai adalah untuk mengetahui kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19 Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif Hasil dan pembahasan: Hasil dan penelitian ini menunjukan bahwa kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19 tidak efektif. Oleh karena itu di perlukan untuk guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan lebih berkreatif dalam membantu siswa agar siswa bisa terlibat dalam proses pembelajaran selama masa pandemi covid-19. Simpulan: Kurangnya alat komunikasi Hp, laptop, computer, terhadap siswa sehingga menjadi penghambat dalam proses pembelajaran. Maka di perlukan keaktivitas guru untuk mengatasi siswa. Kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19 tidak efektif dalam proses pembelajaran inti dan Guru tidak memiliki kreativitas datanya dalam merancang proses pembelajaran pada masa pandemi covid-19

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LEMPAR TANGKAP BOLA MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BOI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang:permasalahan dalam penelitian ini adalah banyaknya siswa yang cenderung mengikuti pembelajaran penjasorkes dan kurangnya kreatifitas guru dalam melakukan pembelajaran yang membuat siswa cenderung bosan, Metode pembelajaran yang di gunakan kurang memadai sehingga Penjelasan yang diberikan oleh guru memuat secara keseluruhan rangkaian gerakan sehingga sebagian besar siswa tidak memahami dengan baik. Pada proses pembelajaran guru selalu menggunakan metode drill.Hal ini mengakibatkan penguasaan siswa terhadap materi kurang sempurna dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan kurang berhasil dengan baik. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar lempar tangkap bola melalui permainan tradisional boi. Penelitian ini mengunakan metode penelitian tindakan kelas. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus.Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar lempar tangkap bola melalui metode pembelajaran permainan tradisional boi berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 75 mengalami peningkatan yaitu pada siklus 1 ke siklus 2 sebesar 32,5% yaitu dari 50% (siklus 1) menjadi 87,5% (siklus 2). Simpulan:peneliti ini adalah menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar lempar tangkap bola melalui metode pembelajaran permainan tradisional boi pada SD Inpres lelogama termasuk kategori baik

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail