GEREJA SEBAGAI PEMBERDAYAAN EKONOMI JEMAAT
Pembangunan jemaat adalah wujud nyata partisipasi gereja di dalam menyatakan tanda kehadiran Allah di bumi. Dalam semangat ini, GMIT Karmel Nunuh Tael Tob Klasis Fatule’u Timur juga mulai mengupayakan semangat melayani dan membangun komunitas jemaat melalui aksi pemberdayaan. Namun, tindakan ini kerap menjadikan jemaat hanya sebagai objek pelayanan dalam arti bahwa jemaat kurang dilibatkan. Gereja hanya menyiapkan beberapa kebutuhan kemudian disalurkan tanpa ada tindaklanjuti atau pengawasan. Padahal pembangunan jemaat dalam perspektif iman dan rasional punya arti mewujudkan pembangunan jemaat tidak hanya usaha iman saja tapi juga usaha rasional. Jadi tindakan imani dan rasional akan memnghasilkan sebuah pembangunan yang memiliki arah pada tujuan dan hasil. Berangkat dari hal ini maka tulisan ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana partisipasi gereja melihat kehidupan jemaat dengan tidak sebatas menjadikan jemaat objek tetapi subjek. Untuk itu, penulis memilih untuk mengembangkan tulisan ini dengan pendekatan metode Penelitian Lapangan dan juga Penelitian Pustaka. Kedua metode ini adalah sebuah elaborasi. Apa yang didapat di lapangan, itu yang akan dijadikan bahan analisis dengan teori yang penulis pakai. Akhirnya, tulisan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi jemaat Nunuh Tael dalam meningkatkan pelayanannya.