Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Subjek: pertumbuhan ekonomi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS ELASTISITAS BELANJA MODAL DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh elastisitas belanja modal dan pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanakan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang. Pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan rrumus : elastisitas belanja modal, perubahan pendapatan asli daerah dan pertumbuhan ekonomi. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) Elastisitas belanja modal di Kabupaten Kupang dengan nilai rata-rata sebesar -1,77% berada pada kategori inelastis. Yang berarti bahwa belanja modal di Kabupaten Kupang bertambah 1% tetapi pertumbuhan ekonomi berkurang -7,77%. (2) Laju pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 11,15%, dan laju pertumbuhan ekonomi terendah terjadi pada tahun 2020 sebesar -0,80%. (3) Nilai rata-rata elastisitas belanja modal sebesar -1,77% dengan kategori inelastis, maka belanja modal berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. (4) Nilai rata-rata pendapatan asli daerah sebesar -7,71% dengan kategori inelastis, maka pendapatan asli daerah berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN KUPANG TAHUN 2012-2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendapatan Asli Daerah adalah pendapatan yang diperoleh dari sumber-sumber pendapatan daerah dan dikelola sendiri oleh pemerintah daerah. Pendapatan asli daerah merupakan tulang punggung pembiayaan daerah, oleh karenanya kemampuan melaksanakan ekonomi diukur dari besarnya kontribusi yang diberikan oleh pendapatan asli daerah. Belanja Modal adalah adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap berwujud yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Nilai aset tetap dalam belanja modal yaitu sebesar harga beli/bangun aset ditambah seluruh belanja yang terkait dengan pengadaan/ pembangunan aset sampai aset tersebut siap digunakan. Pertumbuhan Ekonomi merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pencapaian pembangunan daerah. dengan begitu adanya pelaksanaan pembangunan suatu daerah dapat meninjau suatu pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan sebagai salah satu pedoman untuk menetapkan perekonomian daerah dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat mulai dari tingkat Desa, kota dan kabupaten. Penelitian ini dilakukan di kabupaten Kupang dengan judul Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Kupang Tahun 2012-2021. Tujuan penelitian yang dilakukan untuk untuk menguji pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Kupang dan untuk menguji pengaruh Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Kupang. Penelitian dilakukan dengan data sekunder yang dipublikasikan di badan pusat statistik. (BPS). Konsep utama dalam penelitian ini adalah Analisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, berikut ini akan disajikan hasil penelitian atas konsep tersebut menurut indikator empirik pengumpulan data, mengelompokan, mengolah dan menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pendapatan asli daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien regresi b1 dengan nilai signifikan 0,14>0,05. Oleh karena itu, hipotesa H1 ditolak dan Belanja modal tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien regresi b2 dengan nilai signifikan 0,55>0.05 oleh karena itu, hipotesa H2 ditolak. Dengan penjelasan diatas, pertumbuhan ekonomi di kabupaten kupang akan meningkat jika pendapatan asli daeranhnya meningkat. Demikian pula, jika belanja modal di kabupaten kupang meningkat maka pertumbuhan ekonominya juga akan meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Malaka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pencapaian pembangunan daerah. Dengan begitu adanya pelaksanaan pambangunan suatu daerah dapat meninjau suatu pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan sebagai salah satu pedoman untuk menetapkan perekonomian daerah, dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat mulai dari tingkat Desa, kabupaten dan kota. Pendapatan asli daerah (PAD) merupakan salah satu sumber pendapatan suatu daerah dari potensi - potensi yang dimiliki oleh daerah itu sendiri. Daerah yang berpotensi besar dari sumber daya alamnya serta ditunjang dengan sarana maupun prasarana yang memadai akan berpengaruh pada tingkat produktivitas masyarakatnya pada daerah tersebut yang pada akhirnya akan menambah pendapatan asli daerah (PAD). Jika PAD suatu daerah meningkat, maka dana yang dimiliki oleh pemerintah daerah akan lebih tinggi sehingga pemerintah daerah akan berinsiatif untuk lebih menggali sumber potensi – potensi daerah. Penelitian ini dilalukan di kabupaten Malaka dengan judul Pengaruh pertumbuhan Ekonomi terhadap Pendapatan Asli daerah di Kabupaten Malaka. Tujuan penelitian yan dilakukan untuk mengetahui Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Malaka. Penelitian di lakukan dengan data sekunder yang dipublikasikan di badan pusat statistik (BPS). Konsep utama dalam penelitian ini adalah Pengaruh pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pendapatan Asli Daerah, berikut ini akan disajikan hasil penelitian atas konsep tersebut menurut indikator empirik pengumpulan data, mengelompokan, mengolah dan menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian dapat di ketahui bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif terhadap pendapatan asli daerah, yang ditunjukan dengan korelasi sebesar -7108,023. Artinya apabila pertumbuhan ekonomi meningkat 1%, maka pendapatan asli daerah turun sebesar -7108,023. Dengan demikian bahwa hipotesis yang di kemukakan dapat di terima. Pertumbuhan Ekonomi suatu daerah baik, maka pemerintah daerah setempat akan terus meningkatkan Belanja Modalnya dari tahun ke tahun guna melengkapi dan memperbaiki sarana dan prasarana, tetapi disesuaikan pada tahun anggaran. Kemampuan daerah untuk menyediakan sumber-sumber pendapatan yang berasal dari daerah sangat tergantung pada kemampuan merealisasikan potensi ekonomi daerah setempat menjadi bentuk-bentuk kegiatan ekonomi yang mampu menciptakan penerimaan daerah untuk membiayai pembangunan tersebut ( Sri Ayem, 2018) Kata kunci: Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI NUSA TENGGARAN TIMUR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu indikator dalam mengukur pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Semakin besar pendapatan asli daerah maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pendapatan asli daerah diperoleh dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah, dan lain-lain pendapatan yang sah. Semakin besar pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan lain-lain pendapatan yang sah maka pendapatan asli daerah disuatu daerah akan meningkat. Sebaliknya, semakin kecil pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan lain-lain pendapatan yang sah maka akan menurunkan pendapatan asli daerah suatu daerah tersebut. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota di provinsi Nusa Tenggara Timur. Dari hasil uji t yang dilakukan , nilai yang dihasilkan untuk variabel PAD sebesar 6.350 nilai tersebut lebih besar dari nilai t tabel sebesar 0.825. Dengan nilai t hitung>t tabel, maka variabel PAD berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi (PDRB). Hal tersebut diperkuat dengan nilai probabilitas yang dihasilkan sebesar 0.000 lebih kecil dari nilai probabilitas α=0.05. Sehingga, Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara timur. Berdasarkan tabel 4.5 diketahui nilai koefisien determinasi (R-square) sebesar R2=0.681. Nilai tersebut dapat diinterpretasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mampu mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi (PE) secara simultan sebesar 68,1% sisanya sebesar 31,9% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Berdasarkan hasil pengujian juga didapatkan nilai koefisien regresi PAD sebesar 6.530 yang berarti bahwa setiap kenaikan Pendapatan Asli Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 1% maka pertumbuhan, maka pertumbuhan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur akan sebesar 6.530%. Hal ini sesuai dengan hipotesis awal yang menyatakan bahwa Pendapatan Asli Daerah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Harianto (2007) dimana Pendapatan Asli Daerah merupakan salah satu sumber pembelanjaan daerah, jika Pendapatan Asli Daerah meningkat maka dana yang dimiliki oleh pemerintah daerah akan lebih tinggi dan tingkat kemandirian daerah akan meningkat pula, sehingga pemerintah daerah akan berinisiatif untuk lebih menggali potensi-potensi daerah dan meningkatkan petumbuhan ekonomi. Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan akan menyebabkan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah itu sendiri. Hasil penelitian tersebut juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kusumawati dan Wiksuana (2018) yang meneliti tentang Pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di wilayah Sarbagita Provinsi Bali menunjukan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh ppositif terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Sarbagita Provinsi Bali, sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Sarbagita Provinsi Bali. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Susanto dan Marhamah (2016) melakukan penelitian tentang Pendapatan Asli daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan Belanja Modal sebagai variable moderating (Studi empiris pada 29 kabupaten dan 9 kota di Jawa Timur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah (PDRB) pada Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Berdasarkan hasil penelitian ini, telah menjawab hal-hal yang menjadi persoalan dalam penelitian ini

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan daerah berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kupang. Dengan latar belakang lahirnya otonomi daerah memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menyelenggarakan semua urusan pemerintahan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi sehingga mendorong pemerintah daerah untuk lebih memberdayakan semua potensi yang dimiliki dalam rangka membangun dan mengembangkan daerahnya (Halim, 2007). Sebagai konsekuensi dari Kewenangan otonomi yang luas, pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat secara demokratis, adil, merata, dan berkesinambungan. Kewajiban itu bisa dipenuhi apabila pemerintah daerah mampu mengelola potensi daerahnya yaitu potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya keuangannya secara optimal (Halim, 2007). Jusmawati (2011) menyatakan bahwa pertimbangan mendasar terselenggaranya otonomi daerah adalah perkembangan dari dalam negeri yang mengindikasikan bahwa rakyat menghendaki keterbukaan dan kemandirian. Keterbukaan dan kemandirian yang dimaksud adalah mengenai pengelolaan keuangan daerah dan pengelolaan anggaran daerah. Peraturan Pemerintah Nomor 105 Pasal 4 Tahun tentang pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus dilakukan secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku efisien, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan asas keadilan dan kepatutan. Kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola keuangan dituangkan dalam APBD yang langsung maupun tidak langsung mencerminkan kemampuan pemerintah dalam membiayai pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan sosial masyarakat. Rasio yang dapat digunakan dalam menganalisis rasio keuangan terhadap APBD antara lain: rasio kemandirian keuangan daerah dan rasio kemampuan keuangan daerah. Rasio kemandirian keuangan daerah menunjukkan kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai sendiri kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang telah membayar pajak dan Retribusi sebagai sumber pendapatan yang diperlukan daerah. Kemandirian keuangan daerah ditunjukkan oleh besar kecilnya PAD dibandingkan dengan pendapatan daerah yang berasal dari sumber lain, misalnya bantuan pusat ataupun dari pinjaman. Dan rasio kemampuan keuangan daerah adalah kemampuan daerah dalam rangka meningkatkan PAD guna membiayai pembangunan. Rasio kemampuan keuangan daerah dihitung dengan cara membandingkan antar komponen PAD terhadap total pendapatan daerah (Halim, 2007). Berdasarkan analisis rasio keuangan pemerintah daerah tersebut terlihat potensi yang diperoleh dari kinerja keuangan daerah. Hal ini disebabkan karena kinerja keuangan pemerintah yang baik akan memicu pemerintah untuk menggali potensi-potensi daerah dan akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pengelolaan keuangan daerah yang baik akan berpengaruh terhadap kemajuan suatu daerah, pengelolaan keuangan daerah yang dilakukan secara ekonomis, efisien, dan efektif atau memenuhi prinsip value for money sertapartisipasi, transparansi, akuntabilitas dan keadilan akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi ( Sularso, 2011). Hasil penelitian menunjukkan banyak faktor yang mempengaruhi pemerintah daerah dalam menentukan alokasi suatu belanja daerah. Faktor-faktor seperti masalah politik, kondisi keuangan daerah, dan perilaku oportunis dari para pemangku kebijakan dapat mempengaruhi alokasi suatu belanja (Hidayat, 2013). Meskipun demikian, Faktor yang paling dapat untuk diukur secara empiris adalah faktor yang terkait keuangan daerah itu sendiri. Oleh karena itu, penelitian ini akan difokuskan untuk mengetahui Peran kinerja keuangan daerah dalam mempengaruhi keputusan pengalokasian belanja modal. Pengukuran kinerja keuangan pada pemerintah daerah digunakan untuk menilai akuntabilitas dan kemampuan keuangan daerah dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola keuangan daerahnya dapat diukur dengan analisis kinerja keuangan daerah. Belanja daerah disusun berdasarkan evaluasi pelaksanaan capaian kinerja tahun lalu yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan secara terukur. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran serta memperjelas efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran. Hasil perhitungan rasio di atas merupakan rangkuman atas semua hasil analisis, rangkuman ini disajikan untuk dilihat Bagaimana keterkaitan antara kinerja keuangan dengan belanja modal. Hasil analisis pendahuluan menunjukkan bahwa kinerja keuangan belum seluruhnya baik masih banyak yang perlu dilakukan perbaikan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa ada pengaruh antara kinerja keuangan daerah dengan belanja modal, Walaupun demikian, pengaruhnya hanya 36,3% pengaruh antara kinerja keuangan dengan belanja modal, artinya ada 63,7% pengaruh variabel lain yang tidak diteliti. Secara teoritis, ada beberapa cara untuk mengukur Kinerja Keuangan Daerah Salah satunya yaitu dengan menggunakan rasio Kinerja Keuangan Daerah. Beberapa rasio yang bisa digunakan adalah : rasio Eektivitas PAD, Rasio Efisiensi Keuangan Daerah, Rasio Keserasian, Rasio pertumbuhan, dan Rasio Kemandirian Keuangan Daerah. Dalam hubungannya dengan Kinerja Keuangan di Daerah, menurut penelitian yang dilakukan oleh Oesi Agustina (2013 : 3) dalam jurnalnya, Kinerja Keuangan Daerah adalah tingkat pencapaian dari suatu hasil kerja di bidang keuangan daerah yang meliputi penerimaan dan belanja daerah dengan menggunakan indikator keuangan yang ditetapkan melalui suatu kebijakan atau ketentuan perundang-undangan selama satu periode anggaran. Bentuk kinerja tersebut berupa rasio keuangan yang terbentuk dari unsur laporan Pertanggung jawaban Kepala Daerah berupa perhitungan APBD.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis pengaruh alokasi dana desa terhadap penanggulangan tingkat kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi di kabupaten malaka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Angka kemiskinan yang terus meningkat dari tahun ketahun merupakan suatu persoalan serius yang di hadapi pemerintah, sehingga pada tahun 2015 pemerintah menerbitkan dana desa kemudian di alokasikan guna untuk memecahkan persoalan kemiskinan yang ada. Penyaluran dana desa yang bersumber dari APBN yang kemudian di transfer Ke APBD kabupaten/kota yang selanjutnya di alokasikan ke Desa, merupakan upaya pemerintah dalam mengatasi kemiskinan. Penyaluran Dana Desa di harapkan dapat mendorong pertumbuhan Ekonomi sehingga masalah kemiskinan dapat teratasi. Masalah penelitian ini adalah Pengaruh alokasi dana desa terhadap penanggulangan kemiskinan melalui pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Malaka. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebrapa besar pengaruh Alokasi dana desa terhadap penanggulangan kemiskinan dengan melihat pengaruh langsung dan tidak langsung yang menjadikan Pertumbuhan Ekonomi sebagai Pengantara pengaruh Alokasi dana desa terhadap penanggulangan kemiskinan. Teknik pengumpulan data pada penulisan ini adalah data sekunder berupa dokumentasi dengan jenis data kuantitatif . kemudian di analisis dengan mendeskripsikan konsep dan indikator empirik pada analasis pendahuluan dan kemudian pada analaisis lanjutan menggunakan analisis regresi dengan dua model persamaan dan analisis jalur untuk mengetahui pengaruh masing masing variabel. Dari hasil penelitian dapat menunjukan bahwa : 1. Pengaruh alokasi Dana Desa (X) terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Y1) dari hasil perhitungan persamaan pertama diketahui variabel ADD (X) mempunyai pengaruh signifikan posetif terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Y1). 2. Pengaruh variabel Alokasi Dana Desa (X) terhadap Penanggulangan Tingkat Kemiskinan (Y2) berpengaruh posetif.. 3. Pengaruh variabel Pertumbuhan Ekonomi (Y1) terhadap Penanggulangan Kemiskinan (Y2). Dari hasil perhitungan secara parsial dalam persamaan kedua variabel Pertumbuhan Ekonomi (Y1) terhadap Penanggulangan Kemiskinan mempunyai pengaruh yang posetif dan signifikan. 4. Dengan dasar analisis jalur pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung nilai koefisien standardized beta pada pengaruh ADD terhadap penanggulangan kemiskinan dengan pertumbuhan Ekonomi sebagai variabel intervening di peroleh pengaruh tidak langsung sebesar (0,02) dan pengaruh langsung sebesar (0,041). Yang menunjukan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi tidak mampu memediasi pengaruh ADD terhadap Penanggulan Kemiskinan. Berdasarkan uraian yang disajikan pada bagian hasil analisis dan pembahasan maka kesimpulanya sebagai berikut : Alokasi Dana Desa (X) tidak berpengaruh terhadap penanggulangan Tingkat kemiskinan(Y2) Melalui pertumbuhan Ekonomi (Y1).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

“ PENGARUH BELANJA MODAL DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN“

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pemerintah daerah mendapat kebebasan dalam pengambilan keputusan dalam hal pendapatan daerah, sehingga pemerintah harus mendapat dukungan sumber keuangan yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).Selain Pendapatan Asli Daerah yang mencerminkan pertumbuhan ekonomi belanja modal juga merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yang menyatakan bahwa belanja modal dan pertumbuhan ekonomi saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Belanja modal merupakan belanja yang digunakan untuk pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian dan pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintahan. Indikator penting untuk mengetahui kondisi perekonomian di suatu daerah dalam suatu periode tertentu dilihat dari data Produk Domestik Regional Bruto,dilihat dari PDRB atas dasar harga yang konstan maupun PDRB atas dasar harga berlaku. Produk Domestik Regional Bruto merupakan hasil dari nilai tambah yang diperoleh dari seluruh unit usaha dalam satu daerah tertentu, atau merupakan jumlah seluruh nilai barang dan jasa akhir yang diperoleh dari seluruh unit ekonomi di suatu daerah.Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat meningkat. Untuk melihatkemajuanperekonomian adalah dengan melihat nilai dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Jadi PDRB merupakan alat untuk mengukur pertumbuhan ekonomi dari perkembangan suatu perekonomian di daerah. Suatu perekonomian dapat dinyatakan dalam keadaan berkembangan jika pendapatan perkapita menunjukkan kecondongan jangka panjang yang meningkat Kerangka konsep dalam penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi (Y) dipengaruhi oleh belanja modal (X_1) dan PendapatanAsli Daerah (PAD) (X_2) untuk mengukur pengolahan belanja modal dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Timor Tengah Selatan dari tahun 2016 – 2020. Pertumbuhan ekonomi adalah bagaimana suatu Negara mampu meningkatkan output produksi ekonomi yang diiringi dengan penyesuain idiologi, pertumbuhan ekonomi menunjukkan adanya pertumbuhan produksi barang dan jasa di suatu wilayah. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, maka semakin cepat proses pertumbuhan outputnya. Belanja modal adalah belanja daerah yang digunakan oleh pemerintah daerah untuk keperluan fasilitas pembangunan dan perbaikan di berbagai sektor baik itu di sektor pendidikan, kesehatan maupun transportasi sehingga masyarakat dapat menikmati saran dan prasarana dari pembangunan daerah tersebut.Pertumbuhan Ekonomi juga diartikan sebagai peningkatan output agregat atau pendapatan rill. Kedua peningkatan tersebut biasanya di hitung per kapita atau selama jangka waktu yang cukup panjang sebagai akibat peningkatan penggunaan input. Pertumbuhan Ekonomi merupakan suatu proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara yang berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modalterhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Timor Tengah Selatan Penelitian ini dilakukan di Kabupaten TTSdenganrentangpenelitiantahun2016-2020. PengujiandilakukanmenggunakanmetodeanalisisRegresiBerganda.HasilpenelitianyangtelahdilakukanmenunjukanbahwavariabelPendapatanAsliDaerahberpengaruh Positif tetapi tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten TTS. VariabelBelanjaModalberpengaruhnegatifdantidaksignifikanterhadappertumbuhanEkonomidiKabupatenTTS. Secara bersama-sama atau simultan maka Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal memilikipengaruh yangtidak signifikanterhadap PertumbuhanEkonomidiKabupatenTTS. Berdasarkan hasil pengujian uji parsial (Uji T) belanja modal (x_1), maka hasil perhitungan yang di dapat adalah nilai signifikasi lebih besar dari probabilitas signifikasi yaitu 0,013> 0,05, maka belanja modal tidak berpengaruh signifikasiterhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, perbandingan antara t-hitung dengan t-tabel menunjukkan bahwa t-hitung lebih kecil dari t-tabel (t-hitung -8.805< dari t-tabel 4.402) makaditolak atau hipotesis pertama ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa belanja modal (x_1) tidak memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). Hal ini berarti setiap kenaikan 1% belanja modal akan mengurangi nilai pertumbuhanekonomi. Hasil tersebut sesuai dengan hasil penelitian Pengaruh Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Timor Tengah Selatan Berdasarkan hasil pengujian uji parsial (uji t) Pendapata Asli Daerah (x_1), maka hasil perhitungan yang didapat adalah nilai signifikasi lebih kecil dari probabilitas signifikasi yaitu 0.002< 0,05, maka Pendapatan Asli Daerah berpengarauh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. Selain itu, perbandingan antara t-hitung dengan t-tabel menunjukkan bahwa t-hitung lebih besar dari t-tabel ( t- hitung 21.526> dari t-tabel 4.402) makaditerima atau hipotesis kedua diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pendapata Asli Daerah (x_1) memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). Hasil tersebut sesuai dengan hasil penelitian Pengaruh Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Timor Tengah Selatan Maka pada penelitian ini dibuktikan jika semakin tinggi Pendapatan Asli Daerah (PAD) maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. KataKunci: Belanja Modal,Pendapatan Asli Daerah{PAD}, dan Pertumbuhan Ekonomi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KOTA KUPANG Pertumbuhan ekonomi berhubungan erat dengan proses peningkatan produk barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Proses pembangunan mencangkup perubahan pada komposisi produksi perubahan pada pola pengukuran atau alokasi sumber daya produksi diantara sector-sektor kegiatan ekonomi, perubahan pada distribusi kekayaan dan pendapatan yang bertujuan untuk mrningkatkan kesejahtraan masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang positif dari belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi terhadap kesejahteraan ekonomi, dan belanja ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan (APBD) Pemerintah Daerah di Kota Kupang tahun 2015 hingga tahun 2019. Pengujian ini dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Kota Kupang. Dari hasil pengujian diperoleh hasil bahwa: 1) Belanja Modal memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi, 2) Pertumbuhan Ekonomi memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat, 3) Belanja Modal memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kesejahteraan Masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang. Sampel penelitiannya adalah dokumen yang berisi data belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kota kupang tahun 2015-2019. Metode pengumpulan data menggunakan studi dokumenter. Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana, uji t, uji F dan Uji R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persentase (%) pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang sejak tahun 2015-2019, tidak selalu mengalami peningkatan ataupun penurunan atau dapat dikatakan mengalami Fluktuasi (tidak normal / selalu berubah-ubah). Selain itu, belanja modal memiliki pengaruh positif terhadap penduduk miskin. Artinya semakin besar belanja modal maka jumlah penduduk miskin semakin bertambah. Hal ini bertolak belakang dengan teori, hal ini disebabkan karena masih ada program-program pemerintah yang dianggap masih belum tepat sasaran dan program pemerintah belum menyentuh masalah mendasar yang terjadi pada masyarakat sehingga hasilnya belum efektif. Selain itu, program yang ada juga dinilai masih bersifat reaktif, berjangka pendek dan parsial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP ALOKASI BELANJA MODAL DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (STUDI PADA KOTA/KABUPATEN SEDARATAN TIMOR)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP ALOKASI BELANJA MODAL DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (STUDI PADA KOTA/KABUPATEN SEDARATAN TIMOR) NAMA : AJIA DO SANTOS METAN NIM : 16191087 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : AKUNTANSI ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul: “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Terhadap Alokasi Belanja Modal dengan Pertumbuhan Ekonomi sebagai Variabel Pemoderasi Studi pada Kota/Kabupaten Sedaratan Timor, Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan Alokasi Belanja Modal Pertumbuhan Ekonomi sebagai Variabel Pemoderasi Studi pada Kota/Kabupaten Sedaratan Timor namaun masih ada persoalan penelitian adalah: 1. Bagaimana pengaruh pendapatan asli daerah terhadap alokasi belanja modal? 2. Bagaimana pengaruh pendapatan asli daerah terhadap alokasi belanja modal dengan pertumbuhan ekonomi? Ada tiga konsep pemikiran dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut: 1). Pendapatan Asli Daerah adalah penerimaan yang diperoleh daerah dari sumber- sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam hal ini adalahUndang- Undang No. 33 Tahun 2004. 2). Alokasi Belanja Modal merupakan pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian, pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari dua belas bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah.3). Pertumbuhan ekonomi merupakan proses kenaikan output perkapita olahan jangka panjang, penelaan disini adalah pada proses mengandung unsur perubahan indikator pertumbuhan ekonomi dilihat dalam kurun waktu yang cukup lama. Angka yang digunakan untuk perubahan output adalah nilai moneternya (uang) yang tercermin dalam nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pendapatan dan belanja daerah Kota Kupang,Kabupaten Kupang,TTS,TTU, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka dari tahun 2015-2019 Teknik pengumpulan data yang dihimpun menggunakan Metode Dokumentasi, dengan metode ini data yang dibutukan adalah laporan keuangan pendapatan dan belanja daerah sedaratan Timor dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang,TTS,TTU, Kabupaten Belu, Kabupaten Malakadari tahun 2015-2019.Sebagian data diperoleh dari buku dalam angka yang diunduh melalui situs resmi kabupaten/kota sedaratan Timor. Pada Analisis pendahuluan akan didiskripsikan konsep berdasarkan indikator-indikator empirik masing-masing konsep sebagai berikut: a). Pendapatan Asli Daerah, b).Pendapatan Daerah, c). Proporsi Pendapatan Asli Daerah terhadap Pendapatan Daerah, d). Alokasi Belanja Modal e). Belanja Daerah, f). Proporsi Alokasi Belanja Modal terhadap Belanja Daerah, g). Pendapatan Regional Domestik Bruto, h). Pertumbuhan Ekonomi. Pada tahap analisis lanjutan ini mendeskripsikan Teknik Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah Deskriptif Statistik, uji Determinasi, Uji F- ANOVA. Deskriptif Statistikyang digunakan untuk mendeskripsikan data yang ada dalam penelitian ini yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (X1), Alokasi Belanja Modal (X2), Pertumbuhan Ekonomi (Y). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Statistik Berdasarkan hasil pengujian hipotesa dengan menggunakan Deskriptif Statistik, sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Variabel Rasio Pendapatan Asli Daerah berpengaruh Terhadap alokasi belanja modal. 2. Variabel Rasio pendapatan asli daerah terhadap alokasi belanja modal dengan pertumbuhan ekonomi Dalam penelitian ini, penulis memberikan beberapa masukan sebagai alternative yang dapat dipertimbangkan sebagai berikut: 1. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan menggunakan instrumen kuesioner dan melakukan pengamatan langsung ke pemerintah daerah, serta melakukan wawancara terhadap pihak-pihak terkait. 2. Penelitian selanjutnya agar dapat menambah jumlah sampel penelitian dengan penggunaan data sekunder yang lebih besar serta rentang waktu pengamatan yang lebih lama sehingga dapat memberikan gambaran dan kesimpulan yang lebih komprehensif mengenai Pendapatan Asli Daerah terhadap Alokasi Belanja Modal. Kata Kunci: Pendapatan Asli Daerah, Alokasi Belanja Modal, Pertumbuhan Ekonomi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dengan belanja modal sebagai pemoderasi pada pemerintah daerah kabupaten Rote Ndao tahun 2011-2020

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI NOVITA IRMA SURIYANTI FOES.17191884 Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dengan Belanja Modal Sebagai Pemoderasi Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao Tahun 2011-2020.Skripsi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Pembimbing I Dr. Nitaniel Hendrik, M.Si Dan Pembimbing II Mesry W. N. Manafe, SE.MSc. Menurut Halim(2004) pendapatan asli daerah adalah semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah. Menurut Halim dan Nasir (2006) pendapatan asli daerah adalah pendapatan yang diperoleh daerah dan dipungut berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut PSAP No. 2 Tentang Laporan Realisasi Anggaran, pengertian belanja modal adalah pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal yang sifatnya menambah asset tetap/inventaris yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi, termasuk didalamnya adalah pengeluaran untuk biaya pemeliharaan yang sifatnya mempertahankan atau menambah masa manfaat, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas aset. Pertumbuhan Ekonomi merupakan salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi dalam suatu Negara adalah pertumbuhan ekonomi.Pembangunan ekonomi meliputi perubahan dalam tingkat pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketimpangan pendapatan dan pemberantasan kemiskinan.Teknik pengumpulan menggunakan teknik dokumentasi dengan data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder.Data sekunder adalah jenis data yang diperoleh melalui perantara secara tidak langsung berupa buku, jurnal, maupun arsip-arsip yang telah dipublikasikan. Penelitian ini menggunakan Laporan Realisasi APBD dan data PDRB Tahun 2011-2020 sebagai sampel. Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah Moderated Regression Analysis (MRA). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah: (1) Hasil pengujian statistik dalam penelitian ini hipotesis (H1) menunjukan bahwa pendapatan asli daerah berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dapat dilihat pada tabel 4.11 Variabel PAD memiliki thitung sebesar 1.458 dengan nilai signifikan sebesar 0,1880,05. (2) Hasil peneitian statistik dalam penelitian ini menunjukan belanja modal berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Dapat dilihat pada tabel 4.11 Belanja modal memiliki thitung sebesar 1.045 dengan nilai signifikan sebesar 0,3310,05. (3) Hasil pengujian statistik dalam penelitian ini menunjukan bahwa belanja modal berpengaruh dan tidak memoderasi pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi. Dapat dilihat pada tabel 4.13 di atas Belanja tidak Modal memoderasi pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi mendapatkan hasil dimana nilai thitung sebesar -1.289 dengan niali signifikan sebesar 0,2450,005.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PADA KABUPATEN SABU RAIJUA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pembangunan nasional merupakan proses pengembangan keseluruhan sistem penyelenggaraan negara untuk mewujudkan tujuan nasional yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Semakin besar tingkat pembangunan suatu negara mengindikasikan negara tersebut semakin maju dan berkembang (Dewi, 2015). Ada beberapa indikator yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional, misalnya pertumbuhan ekonomi, struktur ekonomi, indeks kualitas hidup, urbanisasi dan indeks pembangunan manusia, kesehatan, pendidikan (Parsiyo dan Widya, 2013). Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting untuk menganalisis sebuah pembangunan nasional yang terjadi di suatu negara dan menjadi perhatian terutama pemerintah. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses peningkatan produksi barang dan jasa dalam segala aktivitas perekonomian di suatu negara pada periode tertentu. Pada dasarnya aktivitas perekonomian adalah suatu proses penggunaan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan output, maka proses ini pada gilirannya akan menghasilkan suatu aliran balas jasa terhadap faktor produksi yang dimiliki oleh masyarakat. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi diantaranya yaitu pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Diantara ketiga komponen tersebut, pendapatan merupakan indikator yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka dari itu pertumbuhan ekonomi memacu pemerintah daerah memaksimalkan pemberdayaan segenap sumber daya potensial yang ada, serta membuka peluang kerja sama masyarakat (sebagai investor dan/atau pekerja) guna menciptakan lapangan pekerjaan baru yang akan mempengaruhi perkembangan kegiatan ekonomi dalam daerah tersebut. Peranan Pendapatan Asli daerah (PAD) di dalam penerimaan Pemerintah Daerah Tingkat I seluruh Indonesia relatif sangat kecil untuk dapat membiayai pembangunan daerah. Sedangkan menurut prinsip otonomi daerah penyelengaraan pemerintahan dan pembangunan daerah secara bertahap akan semakin dilimpahkan pada daerah. Dengan semakin besarnya kewenangan pemerintah pusat yang diberikan kepada pemerintah daerah maka peranan keuangan pemerintah daerah akan semakin penting karena daerah dituntut untuk dapat lebih aktif lagi dalam memobilisasi dananya sendiri Fenomena yang terjadi dalam penelitian ini Daerah yang bersangkutan dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya sendiri dan tidak tergantung pada pemerintah pusat, dengan mengotimalkan sumber pendapatan daerah yang di hasilkan, dalam hal ini termasuk semua kekayaan yang di kuasai oleh Daerah dengan batas-batas kewenangan yang ada dan selanjutnya di gunakan untuk membiayai semua kebutuhan untuk penyelenggaraan urusan Daerah tersebut baik urusan wajib maupun urusan pilihan, untuk menjalankan kewajibannya dan memenuhi kebutuhan belanja Daerah tersebut. Selain itu dalam wujud komitmennya dalam penerapan otonomi daerah pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi akan mengalokasikan dana-dana yang dapat menambah sumber pendapatan bagi kabupaten/kota yang merupakan hak bagi kabupaten/kota atau yang bersifat bantuan maupun hibah. Fenomena inilah yang menarik untuk di teliti.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL MELALUI PENDAPATAN ASLI DAERAH SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI KABUPATEN KUPANG.

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL MELALUI PENDAPATAN ASLI DAERAH SEBAGAI VARIABEL INTERVENING ABSTRAK Oleh : Lestin Fitria Hito NIM. 17192222 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap pengalokasian anggaran belanja modal melalui pendapatan asli daerah sebagai variable intervening di kabupaten kupang. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor badan pendapartan daerah kabupaten kupang. Data yang digunakan daalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran dan laporan pertumbuhan ekonomi kabupaten kupang dari tahun 2016-2020. Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan sesi dokumentasi. Skala pengukuran data dengan skala Rasio. Data analisis dengan menggunakan Regresi linear berganda dengan bantuan Microsoft Exel. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal. Hal ini berarti semakin meningkat pertumbuhan ekonomi daerah tersebut maka belanja modal juga semakin meningkat. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Hal ini berarti semakin meningkat pertumbuhan ekonomi maka pendapatan asli daerah semakin besar. “PAD berpengaruh positif terhadap belanja modal” dalam penelitian ini ditolak.. Hal ini menunjukkan bahwa PAD yang diperoleh daerah tersebut tidak digunakan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi untuk laokasi lain seperti belanja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN ALOKASI BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DIKABUPATEN SUMBA BARAT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian Ini Berjudul : Pengaruh Kinerja Keuangan Dan Alokasi Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Sumba Barat. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah pengaruh kinerja keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah karena memberikan kebebasan kepada pemerintah daerah untuk membuat rencana keuangannya sendiri dan membuat kebijakan-kebijakan yang dapat berpengaruh pada kemajuan daerahnya. Serta yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana pengaruh langsung Kinerja Keuangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah? 2. Bagaimana pengaruh Kinerja Keuangan Dan Alokasi Belanja Modal?. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan : 1. Bagaimana pengaruh Kinerja Keuangan Dan Alokasi Belanja Moda pada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, 2. Mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan alokasi belanja modal di Kabupaten Sumba Barat. Adapun konsep dalam penelitian yaitu:(a) Kinerja keuangan adalah suatu ukuran kinerja yang menggunakan indikator keuangan. Analisis kinerja keuangan pada dasarnya dilakukan untuk menilai kinerja di masa lalu dengan melakukan berbagai analisis sehingga diperoleh posisi keuangan yang mewakili realitas entitas dan potensi- potensi kinerja yang akan berlanjut. Menurut Ayu,L.A dan Rahayu,S.Junaidin (2019) berpengaruh langsung terhadap alokasi belanja modal.Selain itu, hanya variabel pertumbuhan PAD, efektivitas PAD, efisiensi keuangan dan alokasi belanja modal yang berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.Variabel alokasi belanja modal hanya memediasi secara parsial pengaruh variabel derajat desentralisasi fiskal, efektivitas PAD dan efisiensi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi.(b) mempengaruhi alokasi belanja modal. Alokasi belanja modal memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Belanja modal daerah tidak memiliki efek memediasi atas hubungan rasio derajat desentralisasi fiskal, efektivitas pendapatan asli daerah (PAD), dan tingkat kontribusi BUMD terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun alokasi belanja modal dapat memediasi hubungan antara ketergantungan fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Pertumbuhan Ekonomi , Alokasi Belanja Modal Di Kabupaten Sumba Barat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PADA KAABUPATEN FLORES TIMUR

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PADA KABUPATEN FLORES TIMUR Pertumbuhan ekonomi berhubungan erat dengan proses peningkatan produk barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Proses pembangunan mencangkup perubahan pada komposisi produksi perubahan pada pola pengukuran atau alokasi sumber daya produksi diantara sector-sektor kegiatan ekonomi, perubahan pada distribusi kekayaan dan pendapatan yang bertujuan untuk mrningkatakan kesejahtraan masyarakat umum. Perkembangan pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten Flores Timur Tahun 2010-2019 mengalami fluktuasi. Belanja modal dapat memperngaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Semakin meningkatnya instrastruktur yang dilakukan pemerintahan akan memacu pertumbuhan ekonomi di daerah. Belanja modal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi antara lain belanja modal tanah, belanja modal peralatan dan mesin, belanja modal jalan, irigasi dan jaringan dan belanja modal lainnya sedangkan yang belanja modal yang tidak berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi yaitu belanja modal gedung dan bangunana yang disebabkan membutuhkan kurung waktu tertentu dan belum adanya pemerataan untuk membangunan gedung dan bangunan. Pengharuh belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten Flore Timur tahun 2010-2019. Melihat grafik analisis trend menunjukan bahwa garis trend linear belanja modal tanah cenderung bergerak naik lebih dari 200 yang menunjukan trend positif terhadap produk domestic regional bruto ( pdrb ) pada Kabupaten Flores Timur tahun 2010 - 2019 ABSTRAK PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PADA KABUPATEN FLORES TIMUR Pertumbuhan ekonomi berhubungan erat dengan proses peningkatan produk barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Proses pembangunan mencangkup perubahan pada komposisi produksi perubahan pada pola pengukuran atau alokasi sumber daya produksi diantara sector-sektor kegiatan ekonomi, perubahan pada distribusi kekayaan dan pendapatan yang bertujuan untuk mrningkatakan kesejahtraan masyarakat umum. Perkembangan pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten Flores Timur Tahun 2010-2019 mengalami fluktuasi. Belanja modal dapat memperngaruhi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Semakin meningkatnya instrastruktur yang dilakukan pemerintahan akan memacu pertumbuhan ekonomi di daerah. Belanja modal yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi antara lain belanja modal tanah, belanja modal peralatan dan mesin, belanja modal jalan, irigasi dan jaringan dan belanja modal lainnya sedangkan yang belanja modal yang tidak berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi yaitu belanja modal gedung dan bangunana yang disebabkan membutuhkan kurung waktu tertentu dan belum adanya pemerataan untuk membangunan gedung dan bangunan. Pengharuh belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten Flore Timur tahun 2010-2019. Melihat grafik analisis trend menunjukan bahwa garis trend linear belanja modal tanah cenderung bergerak naik lebih dari 200 yang menunjukan trend positif terhadap produk domestic regional bruto ( pdrb ) pada Kabupaten Flores Timur tahun 2010 - 2019

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM DAN DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL PADA PEMERINTAH KOTA KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: 1) Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal di Pemerintahan Kota Kupang. 2) Pengaruh pendapatan Asli Daerah terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal di Pemerintahan Kota Kupang. 3) Pengaruh Dana Alokasi Umum terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal di Pemerintahan Kota Kupang. 4) Pengaruh Dana Alokasi Khusus terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal di Pemerintahan Kota Kupang dan Pengaruh Pertembuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan, 5) Dana Alokasi Khusus secara bersama-sama terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal di Pemerintahan Kota Kupang. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah laporan realisasi angggaran daerah Pemerintah Kota Kupang Tahun 2015-2019. Teknik pengumpulan data adalah observasi non partisan. analisis data menggunakan uji asumsi klasik, yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hipotesis Pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus berpengaruh positif dan signifikan pada pengalokasian anggaran belanja modal di kota kupang; Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan pada pengalokasian anggaran belanja modal; Pendapatan asli daerah berpengaruh positif dan signifikan pada pengalokasian anggaran belanja modal, hasilnya menunjukan bahwa PAD sangat berpengaruh pada alokasi belanja modal; Variabel dana alokasi umum berpengaruh potisif dan signifikan terhadap pengalokasian anggaran belanja modal; Dana alokasi khusus berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengalokasian anggaran belanja modal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BELANJA MODAL DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN 2015-2018

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH BELANJA MODAL DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN TTS TAHUN 2015-2018”. NAMA : ARNY FENDRA M. PELLO NIM : 15190216 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : AKUNTANSI/SEKTOR PUBLIK ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul : Pengaruh Belanja Modal Dan Pendapatan Asli Daerah (Pad) Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten TTS Tahun 2015-2018”. Rumusan masalah yang diambil dari penelitian ini adalah “Pengaruh Belanja Modal Dan Pendapatan Asli Daerah (Pad) Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten yang dilihat dari laporan keuangan. Adapun persoalan penelitian yang dibahas dalam penelitian ini yakni : Bagaimana Pengaruh Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten TTS Tahun 2015-2018?, Bagaimana Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sektor Pariwisata terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten TTS?, Bagaimana Pengaruh Belanja Modal dan PAD terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten TTS?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten TTS, pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten TTS, dan pengaruh belanja modal dan PAD terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten TTS. Sektor pariwisata merupakan sektor yang kompensial untuk di kembangkan dan berperan dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi dan kesejahtraan masyarakat. Belanja Modal merupakan salah satu indikator produktif dari penggunaan anggaran oleh pemerintah daerah sehingga tidak dapat ditujukan kepada masyarakat perorangan atau rumah tangga karena dalam pelaksanaannya haruslah bersinggungan dengan pelayanan publik. Semakin besar persentase alokasi belanja modal menandakan bahwa pemerintah daerah lebih produktif. Pertumbuhan Ekonomi diartikan sebagai suatu ukuran kuantitatif yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam suatu tahun tertentu apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah segenap pemasukan atau penerimaan yang masuk ke dalam kas daerah, diperoleh dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri, dipungut berdasarkan Peraturan Daerah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dipergunakan untuk keperluam daerah. Berdasarkan hasil analisis yang sudah dia uji pada tabel dapat dikatakan bahwa pada tabel 4.9 hasil uji Koefisien Diterminasi (R2) diketahui nilai R= 0.868 yang berarti bahwa besarnya nilai korelasi (hubungan) sebesar 0.868 kuat antara variabel X1 (belanja modal dan PAD ) dan variabel Y (PDRB). Dari tabel tersebut juga diketahui nilai R Square = 0.753 atau 75,3% yang berarti bahwa variabel independen (Belanja Modal dan PAD) sebesar 75,3% dipengaruhi oleh variabel dependen (PDRB) sedengkan 23,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Nilai koefisien Belanja modal 4,220 berpengaruh positif dengan nilai constants 3447,211 yang bermakna bahwa setiap penambahan 1 satuan pada Belanja Modal maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,220. Hasil tersebut mendukung H1a yang menyatakan bahwa Belanja Modal berpengaruh positif terhadap pertumbuhan Ekonomi, karena nilai signifikan sebesar 0,645 > 0,05 maka nilai ini berarti adanya pengaruh positif dari belanja modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi namun tidak signifikan. Pengujian pengaruh Belanja Modal terhadap pertumbuhan ekonomi secara persial di peroleh dari hasil uji T statistik atau thitung = 0,632dengan nilai signifikan sebesar 0,645. Berdasarkan Nilai thitung tersebut menunjukan bahwa nilai trsebut lebih kecil dari nilai ttabel. Dengan kata lain 0,623 0,645 . berdasarkan hasil diatas H10 ditolak, atau dengan kata lain Belanja Modal berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Ekonomi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail