Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: pemberdayaan jemaat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

GEREJA DAN PEMBANGUNAN EKONOMI JEMAAT Suatu Tinjauan Teologis Pembangunan Jemaat Terhadap Pemanfaatan Anggur Dadibira untuk Pembangunan Ekonomi Jemaat di GMIT Elim Dadibira

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilaksanakan di Jemaat GMIT Elim Dadibira dan berangkat dari realitas ekonomi jemaat yang ditandai oleh keterbatasan akses terhadap pekerjaan formal, ketergantungan pada sumber daya alam, serta kerentanan ekonomi kelompok tertentu, khususnya para janda. Dalam konteks tersebut, gereja berupaya mengembangkan pembangunan ekonomi jemaat melalui pemanfaatan Anggur Dadibira sebagai usaha pemberdayaan berbasis potensi lokal. Persoalan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pembangunan ekonomi jemaat melalui Anggur Dadibira dipahami dan direfleksikan secara teologis sebagai bagian dari panggilan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembangunan ekonomi jemaat di GMIT Elim Dadibira serta merefleksikannya dalam terang teologi pembangunan jemaat dan kesaksian Alkitab. Kerangka teoretis yang digunakan meliputi pemikiran pembangunan jemaat dari van Hooijdonk, Jan Hendriks, dan Rob van Kessel, serta refleksi teologis mengenai iman, keadilan, dan tanggung jawab komunal menurut J. B. Banawiratma dan Vinay Samuel bersama Chris Sudgen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan yang didukung oleh studi kepustakaan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Anggur Dadibira tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai praksis iman yang menghadirkan solidaritas, partisipasi, dan pemberdayaan jemaat. Secara teologis, pembangunan ekonomi jemaat dipahami sebagai bagian dari panggilan gereja untuk menghadirkan kehidupan yang lebih adil, bermartabat, dan berkelanjutan bagi seluruh anggota jemaat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pelatihan Pengembangan Swadaya Masyarakat di Pusat Pelatihan Misi Terpadu “Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Pelatihan Pengembangan Swadaya Masyarakat Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi di Wilayah Pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor”

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam hubungan kerja sama antara Pusat Pelatihan Misi Terpadu (PPMT) dan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), dilakukan sebuah pelatihan Pengembangan Swadaya Masyarakat (PSM). Dari pelatihan ini, penulis mencoba untuk memberi perhatian kepada upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh PPMT dengan melihat dampaknya dalam wilayah pelayanan GMIT. PPMT dibangun dengan berlatar belakang kehidupan jemaat dalam menghadapi masalah-masalah seperti kemiskinan, rendahnya pendidikan, tingkat kesehatan yang buruk dan masalah lainnya. Dalam menyatakan visi dan misi mereka, maka PPMT membangun kerja sama dengan GMIT. Tulisan ini melihat hubungan kerja sama antara PPMT dan GMIT dalam upaya pemberdayaan yang dilakukan. Penulis menggunakan metode deskriptif, analitis hingga reflektif. Metode deskriptif digunakan untuk melihat kehadiran PPMT di wilayah pelayanan GMIT. Kemudian, penulis menggunakan metode analitis guna menganalisis faktor-faktor dan dampak dilakukan pemberdayaan. Metode yang digunakan penulis dalam analisis adalah metode analisis SWOT. Metode ini melihat bagaimana kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari sebuah program yang dilakukan. Lalu, penulis meninjau secara teologis upaya pemberdayaan ini menggunakan tinjauan teologi praktika yaitu pembangunan jemaat. Penulis menemukan bahwa upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh PPMT dalam kerja sama bersama GMIT memberikan hasil meskipun dalam keberhasilan itu, belum sempurna. Dampak dari pemberdayaan ini turut dirasakan oleh GMIT. Dengan keberhasilan inilah, visi dan misi yang dijalankan oleh PPMT berhasil tetapi dalam upaya perkembangan hasil yang lebih baik, perlu pengawasan dan tindak lanjut yang lebih baik tentang upaya pemberdayaan ini. Gereja hadir di dunia guna menyatakan visi dan misi Allah termasuk GMIT yang juga berperan menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah dalam panca pelayanannya. Bekerja sama dengan PPMT, GMIT berusaha untuk belajar mengembangkan potensi yang dimiliki jemaat guna memberi kesejahteraan bagi mereka. Dalam proses pemberdayaan ini, kehadiran Allah menjadi nyata melalui orang yang dipanggil dan diutus-Nya. Dengan kehadiran dan peran para pelayan, PPMT berhasil menyatakan visi dan misinya bukan saja tentang pelayanan “altar” melainkan tentang peran pelayan di “latar”.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail