Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: pembangunan jemaat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR DAN IKLIM ORGANISASI JEMAAT: Suatu Tinjauan Pembangunan Jemaat terhadap Struktur dan Iklim dalam Pelayanan di Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, Klasis Rote Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berangkat dari persoalan rendahnya partisipasi jemaat dalam pelayanan di Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, Klasis Rote Timur, yang berkaitan erat dengan pola relasi dalam struktur organisasi majelis jemaat serta iklim pelayanan yang terbentuk. Dalam konteks sosial pedesaan dengan karakter komunikasi yang terbuka dan keras, muncul dominasi pihak tertentu dalam kepemimpinan, sikap otoriter dalam komunikasi, serta kecenderungan jemaat untuk bersikap pasif dan enggan menyampaikan pendapat dalam forum gerejawi. Situasi ini bertentangan dengan tujuan pembangunan jemaat yang partisipatif dan prinsip penataan organisasi GMIT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konteks sosial-budaya dan organisatoris Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, menganalisis struktur organisasi serta dampak relasi dalam majelis jemaat terhadap iklim pelayanan dan partisipasi warga jemaat, serta merumuskan refleksi teologis pembangunan jemaat terhadap realitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah informan yang terdiri dari pendeta, majelis jemaat, dan anggota jemaat, serta didukung dengan dokumen gerejawi. Validitas data dibuktikan melalui triangulasi sumber dan analisis tematik berdasarkan tahapan dalam pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi yang secara formal bersifat partisipatif dalam praktiknya dipengaruhi oleh relasi yang timpang, komunikasi yang keras, serta pemutlakan tipe relasi tertentu sebagaimana dikritisi dalam teori Jan Hendriks. Kondisi ini membentuk iklim pelayanan yang kurang dialogis, menghambat keterlibatan jemaat, serta melemahkan vitalitas pelayanan gereja. Penelitian ini menegaskan bahwa pembangunan jemaat yang sehat menuntut penataan struktur dan iklim pelayanan yang menempatkan jemaat sebagai subjek, mengembangkan kepemimpinan yang kolaboratif, serta membuka ruang partisipasi sebagai wujud karya Allah dalam membangun gereja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KADERISASI PEMUDA-PEMUDI DALAM GEREJA: Suatu Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Upaya Kaderisasi Pemuda-Pemudi Melalui Program Aksi Paskah Dan Natal Di Jemaat GMIT Golgota Alak Serta Implikasinya Bagi Pelayanan Gereja Masa Kini

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kaderisasi pemuda-pemudi merupakan kebutuhan mendasar gereja dalam menjaga keberlanjutan pelayanan dan kehidupan bergereja. Di tengah tantangan sekularisme yang semakin memengaruhi cara pandang, minat, dan keterlibatan pemuda-pemudi dalam kehidupan bergereja, gereja dituntut untuk merefleksikan secara teologis upaya kaderisasi yang kontekstual dan berkelanjutan. Pemuda-pemudi dipahami bukan hanya sebagai penerima pelayanan, tetapi sebagai subjek yang memiliki potensi untuk dibina dalam iman, karakter, dan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan mengkaji upaya kaderisasi pemuda-pemudi melalui program Aksi Paskah dan Natal di Jemaat GMIT Golgota Alak dalam perspektif pembangunan jemaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Appreciative Inquiry yang menekankan penggalian pengalaman positif dan potensi jemaat melalui tahapan Discover, Dream, Design, dan Destiny. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan melibatkan pemuda-pemudi serta Majelis Jemaat. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan reflektif untuk memahami dinamika kaderisasi yang berlangsung dalam kehidupan jemaat. Kemudian, data disajikan dalam bentuk deskripsi naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Aksi Paskah dan Natal menjadi ruang pembelajaran yang penting bagi pemuda-pemudi dalam mengembangkan keterampilan pelayanan, kerja sama, serta rasa memiliki terhadap pelayanan gereja. Keterlibatan aktif dalam liturgi, pewartaan firman, dan pengelolaan kegiatan memberikan pengalaman konkret hidup bergereja. Namun, proses kaderisasi masih bersifat periodik dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam perencanaan pembangunan jemaat jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa refleksi teologis atas praktik kaderisasi diperlukan agar gereja mampu merespons tantangan sekularisme secara sadar, menata pembinaan pemuda-pemudi secara terarah, dan menghadirkan kaderisasi yang berkesinambungan demi keberlanjutan pelayanan gereja masa kini dan masa depan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SINERGI PELAYANAN MELALUI KEMITRAAN GEREJA DENGAN KOMUNITAS PROFESIONAL SINERGI INDONESIA (PROSI) “Tinjauan Pembangunan Jemaat berbasis Appreciative Inquiry di GMIT Hosana Hane, Klasis SoE”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembangunan jemaat merupakan bagian integral dari panggilan gereja untuk menumbuhkan kehidupan iman yang dewasa, partisipatif, dan kontekstual, namun dalam praktiknya sering kali masih berangkat dari pendekatan yang menekankan persoalan dan kekurangan sehingga potensi jemaat kurang dioptimalkan secara maksimal. Kondisi ini juga tampak dalam kehidupan Jemaat GMIT Hosana Hane yang sesungguhnya memiliki kekayaan potensi sosial, ekonomi, dan budaya, tetapi belum sepenuhnya dikembangkan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini berangkat dari persoalan mengenai bagaimana konteks sosial-ekonomi jemaat melatarbelakangi praktik kemitraan dengan komunitas Prosi, bagaimana praktik kemitraan tersebut dipahami dalam kerangka pembangunan jemaat berbasis Appreciative Inquiry, serta bagaimana kemitraan itu direfleksikan secara teologis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks kehidupan Jemaat GMIT Hosana Hane, menganalisis praktik kemitraan gereja dengan komunitas Prosi sebagai bagian dari pembangunan jemaat berbasis Appreciative Inquiry, serta merefleksikannya secara teologis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, yang dianalisis secara deskriptif-analitis dan refleksi teologis berdasarkan teori pembangunan jemaat Jan Hendriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan antara GMIT Hosana Hane dan komunitas Prosi menjadi sarana pembangunan jemaat yang bersifat partisipatif dan transformatif, di mana pendekatan Appreciative Inquiry menolong jemaat untuk mengenali serta mengembangkan potensi yang telah dimiliki sebagai aset pembangunan, sehingga jemaat semakin diposisikan sebagai subjek yang berdaya dalam membangun kehidupan iman, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GEREJA DAN PEMBANGUNAN EKONOMI JEMAAT Suatu Tinjauan Teologis Pembangunan Jemaat Terhadap Pemanfaatan Anggur Dadibira untuk Pembangunan Ekonomi Jemaat di GMIT Elim Dadibira

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilaksanakan di Jemaat GMIT Elim Dadibira dan berangkat dari realitas ekonomi jemaat yang ditandai oleh keterbatasan akses terhadap pekerjaan formal, ketergantungan pada sumber daya alam, serta kerentanan ekonomi kelompok tertentu, khususnya para janda. Dalam konteks tersebut, gereja berupaya mengembangkan pembangunan ekonomi jemaat melalui pemanfaatan Anggur Dadibira sebagai usaha pemberdayaan berbasis potensi lokal. Persoalan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pembangunan ekonomi jemaat melalui Anggur Dadibira dipahami dan direfleksikan secara teologis sebagai bagian dari panggilan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembangunan ekonomi jemaat di GMIT Elim Dadibira serta merefleksikannya dalam terang teologi pembangunan jemaat dan kesaksian Alkitab. Kerangka teoretis yang digunakan meliputi pemikiran pembangunan jemaat dari van Hooijdonk, Jan Hendriks, dan Rob van Kessel, serta refleksi teologis mengenai iman, keadilan, dan tanggung jawab komunal menurut J. B. Banawiratma dan Vinay Samuel bersama Chris Sudgen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan yang didukung oleh studi kepustakaan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Anggur Dadibira tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai praksis iman yang menghadirkan solidaritas, partisipasi, dan pemberdayaan jemaat. Secara teologis, pembangunan ekonomi jemaat dipahami sebagai bagian dari panggilan gereja untuk menghadirkan kehidupan yang lebih adil, bermartabat, dan berkelanjutan bagi seluruh anggota jemaat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEKUTUAN DOA YANG BERDIAKONIA "Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Pelayanan Diakonia Oleh Persekutuan Doa Efraim Soe Dan Implikasinya Di Jemaat GMIT Efata Soe"

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi berjudul ―Persekutuan Doa Yang Berdiakonia: Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Pelayanan Diakonia Oleh Persekutuan Doa Efraim Soe Dan Implikasinya Di Jemaat GMIT Efata Soe‖. Masalah yang digumuli dalam penelitian ini tentang Persekutuan Doa Efraim di Jemaat GMIT Efata Soe yang melakukan pelayanan diakonia, namun pelayanan ini lebih fokus pada aktivitas karitatif, bersifat spontan dan tanpa perencanaan yang matang, hanya mampu memenuhi kebutuhan sesaat, sehingga banyak aspek penting dalam pelayanan diakonia yang belum terjangkau. Tujuan dari penelitian ini yakni penulis hendak mengetahui peran dan dampak pelayanan diakonia oleh Persekutuan Doa Efraim. Penelitian di Persekutuan Doa Efraim Soe menggunakan metode penelitian kualitatif dan dokumentasi dengan teknik observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling dan metode penulisannya yakni deskriptif, analisis dan reflektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan hanya memfokuskan perhatian pada bantuan barang habis pakai dan tidak menyentuh akar masalah dan juga harapan terhadap bantuan yang holistik. Hal ini disebabkan oleh pelayanan yang bersifat spontan dan tanpa perencanaan yang matang. Pelayanan diakonia yang benar adalah pelayanan yang berdasarkan pada kasih Allah, diakonia perlu dimaknai sebagai pelayanan yang holistik dan mewujudkan pembangunan jemaat sebagai tujuan pelayanan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan teologi terkait makna diakonia sebagai wujud pembangunan jemaat serta memberi sumbagsih praktis kepada gereja (anggota persekutuan doa) dan masyarakat tentang pentingnya peran dan dampak diakonia bagi kehidupan masa kini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DIAKONIA ALAM Suatu Tinjaun Teologis Pembangunan Jemaat Terhadap Bukit Doa To’ef dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Betania Teubaun Rabe, Klasis Amarasi Timur

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tugas dan panggilan gereja terwujud dalam panca pelayanan yakni koinonia, marturia, diakonia, liturgia dan oikonomia. Hakikat gereja, ada pada pelayanan diakonia. Dalam GMIT, dikenal dengan diakonia karitatif, reformatif, dan transformatif. Tiga jenis diakonia ini memiliki peran yang saling melengkapi dan perlu dijalankan secara seimbang sehingga mewujudkan kasih Allah secara menyeluruh dalam kehidupan setiap jemaat. Namun kenyataan untuk menjalankan ketiga jenis diakonia ini belum sepenuhnya dijalankan. Salah satu diakonia yang selalu dilakukan oleh GMIT adalah diakonia karitatif. Di jemaat GMIT Betania teubaun Rabe jenis diakonia karitatif ini selalu dijalankan secara rutin pada akhir tahun. Sedangka untuk jenis diakonia reformatif dan transformatif, belum sepenuhnya jalankan, terutama jenis diakonia Transformatif. Oleh Karena itu, melalui tulisan ini penulis ingin mengusulkan dan memperkenalakn model diakonia baru tentang “Diakonia Alam” model diakonia ini, penulis berangkat dari jenis diakonia transformatif. Diakonia alam merupakan konsep pelayanan yang berfokus kepada kemitraan antara manusia dan alam sebagai ciptaan Tuhan. Prinsip dasar dari diakonia alam adalah merawat dan menjaga alam ciptaan sebagai wujud syukur dari Anugerah Allah serta menggunakan dan menikmati sumber daya alam dengan bijak tanpa mengeksploitasi alam ciptaan Tuhan secara berlebihan. Dengan metode penelitian kualitatif, hasil yang didapatkan adalah Pembangunan jemaat perlu dilakukan untuk memahami tugas dan peran mereka sebagai jemaat Allah. Salah satu pelayanan yang perlu dilakukan oleh Gereja kepada jemaat adalah pelayanan Diakonia. Diakonia alam tidak hanya berfokus pada pelayanan sosial tetapi juga mencakup tanggung jawab umat untuk menjaga alam sebagai sarana membangun hubungan dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan. Bukit Doa To'ef menjadi contoh nyata di mana alam dipadukan dengan nilai-nilai spiritual, tempat yang mempertemukan iman dan alam, bukit ini memberikan dampak positif pada pertumbuhan rohani dan kebersamaan jemaat melalui doa, ibadah, dan kegiatan pelayanan yang berfokus pada lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GEREJA DAN PARIWISATA “Tinjauan Teologis Pembangunan Jemaat Terhadap Pelayanan Jemaat Terhadap Pelayanan Jemaat GMIT Imanuel Nemberala Dalam Konteks Pariwisata dan Implikasinya Bagi GMIT”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gereja GMIT Imanuel Nemberala berada di tengah-tengah kehidupan pariwisata yang memberi dampak bagi kehidupan jemaat dan masyarakat sekitar, yaitu dampak positif dan negatif. Pariwisata menjadi penunjang kehidupan bagi masyarakat dan gereja. Namun dari dampak yang ada, dampak negatif yang muncul dari pariwisata menjadi masalah yang perlu untuk diperhatikan tidak hanya pemerintah, namun juga gereja yang mana panggilan gereja tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga melihat masalah yang ada di sekitar gereja yang perlu untuk gereja selesaikan, karena para pelaku pariwisata yang ada di Nemberala juga merupakan jemaat gereja GMIT Imanuel Nemberala. Tulisan ini bertujuan untuk melihat apa peran gereja dalam upaya pembangunan jemaat di Jemaat GMIT Imanuel Nemberala dalam konteks pariwisata. Metode yang dipakai menggunakan metode penelitian pustaka dan metode penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dampak yang muncul khususnya dampak negatif, gereja GMIT Imanuel Nemberala belum memberi perhatian merespons akan dampak yang ada yang muncul dari pariwisata. Gereja GMIT Imanuel Nemberala mestinya memberi perhatian bagi perkembangan pariwisata. Gereja diundang untuk hadir sebagai pengingat dan pembawa shalom Allah, memastikan bahwa pembangunan pariwisata tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi tetapi juga menjaga martabat manusia dan kelestarian alam. GMIT perlu memberi perhatian terhadap masalah yang ada disekitarnya, karena itu bagian tugas panggilannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GEREJA SEBAGAI PEMBERDAYAAN EKONOMI JEMAAT

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembangunan jemaat adalah wujud nyata partisipasi gereja di dalam menyatakan tanda kehadiran Allah di bumi. Dalam semangat ini, GMIT Karmel Nunuh Tael Tob Klasis Fatule’u Timur juga mulai mengupayakan semangat melayani dan membangun komunitas jemaat melalui aksi pemberdayaan. Namun, tindakan ini kerap menjadikan jemaat hanya sebagai objek pelayanan dalam arti bahwa jemaat kurang dilibatkan. Gereja hanya menyiapkan beberapa kebutuhan kemudian disalurkan tanpa ada tindaklanjuti atau pengawasan. Padahal pembangunan jemaat dalam perspektif iman dan rasional punya arti mewujudkan pembangunan jemaat tidak hanya usaha iman saja tapi juga usaha rasional. Jadi tindakan imani dan rasional akan memnghasilkan sebuah pembangunan yang memiliki arah pada tujuan dan hasil. Berangkat dari hal ini maka tulisan ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana partisipasi gereja melihat kehidupan jemaat dengan tidak sebatas menjadikan jemaat objek tetapi subjek. Untuk itu, penulis memilih untuk mengembangkan tulisan ini dengan pendekatan metode Penelitian Lapangan dan juga Penelitian Pustaka. Kedua metode ini adalah sebuah elaborasi. Apa yang didapat di lapangan, itu yang akan dijadikan bahan analisis dengan teori yang penulis pakai. Akhirnya, tulisan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi jemaat Nunuh Tael dalam meningkatkan pelayanannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMITRAAN PENATUA, DIAKEN, DAN PENGAJAR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Gereja yang terbentuk dari kumpulan orang-orang yang mengakui iman Kristiani juga senantiasa bersama-sama mewujudkan kehidupan bersama lewat persekutuan yang dibangun dalam semangat satu tujuan yang sama. Gereja yang kelihatan adalah semua orang di seluruh dunia mengaku dan berbakti kepada satu Allah dan Kristus. Gereja yang tidak kelihatan sendiri adalah gereja yang berada di hadirat Allah. Dalam gereja ini yang diterima hanya dia yang oleh rahmat Allah diangkat menjadi Anak-Nya dan oleh penyucian karya Roh Kudus menjadi anggota Kristus. Kemitraan merupakan hubungan atau juga mitra dapat diartikan kawan, sahabat, rekan teman kerja. Gereja perlu membangun kemitraan dalam komunitas. Kemitraan yang dimaksud untuk memahami akan pentingnya keteraturan dan kerja sama dalam suatu pelayanan gerejawi demi mencapai keharmonisan pelayanan suatu gereja yang bertujuan untuk memuliakan Allah. Oleh karena itu dalam tulisan ini lebih menfokuskan kepada kemitraan dalam organisasi dan kemitraan dalam pelayanan bersama antara penatua, diaken dan anggota jemaat. Metode penelitian yang digunakan penulis di sini menjelaskan tentang metode apa yang digunakan dalam penilitian. Metode penilitian yang digunakan oleh penulis ialah metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositives atau enterprektif, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrument kunci. kemitraan penatua, diaken, dan pengajar dalam membangun jemaat di Jemaat GMIT Patmos Nuse tidak berjalan dengan baik. Mereka belum sepenuhnya menjadi mitra yang baik sehingga mengganggu lancarnya pelayanan dan relasi antara mereka. Berdasarkan masalah yang terjadi mengenai kemitraan, GMIT memperlengkapi anggotanya untuk melaksanakan amanat kerasulan, salah satunya melalui pembangunan jemaat. Esensi dari pembangunan jemaat adalah memampukan anggota gereja menjadi sarana dan alat untuk menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah di dunia. Untuk itu proses pengaktualisasian segenap potensi jemaat harus dilakukan secara terencana, sistematis, terbuka, holistik dan terfokus pada tugas pemuridan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMUDA DAN PERMASALAHANNYA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Gereja yang terbentuk dari kumpulan orang-orang yang mengakui iman Kristiani juga senantiasa bersama-sama mewujudkan kehidupan bersama lewat persekutuan yang dibangun dalam semangat satu tujuan yang sama. Gereja yang kelihatan adalah semua orang di seluruh dunia mengaku dan berbakti kepada satu Allah dan Kristus. Gereja yang tidak kelihatan sendiri adalah gereja yang berada di hadirat Allah. Dalam gereja ini yang diterima hanya dia yang oleh rahmat Allah diangkat menjadi Anak-Nya dan oleh penyucian karya Roh Kudus menjadi anggota Kristus. Kemitraan merupakan hubungan atau juga mitra dapat diartikan kawan, sahabat, rekan teman kerja. Gereja perlu membangun kemitraan dalam komunitas. Kemitraan yang dimaksud untuk memahami akan pentingnya keteraturan dan kerja sama dalam suatu pelayanan gerejawi demi mencapai keharmonisan pelayanan suatu gereja yang bertujuan untuk memuliakan Allah. Oleh karena itu dalam tulisan ini lebih menfokuskan kepada kemitraan dalam organisasi dan kemitraan dalam pelayanan bersama antara penatua, diaken dan anggota jemaat. Metode penelitian yang digunakan penulis di sini menjelaskan tentang metode apa yang digunakan dalam penilitian. Metode penilitian yang digunakan oleh penulis ialah metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositives atau enterprektif, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrument kunci. kemitraan penatua, diaken, dan pengajar dalam membangun jemaat di Jemaat GMIT Patmos Nuse tidak berjalan dengan baik. Mereka belum sepenuhnya menjadi mitra yang baik sehingga mengganggu lancarnya pelayanan dan relasi antara mereka. Berdasarkan masalah yang terjadi mengenai kemitraan, GMIT memperlengkapi anggotanya untuk melaksanakan amanat kerasulan, salah satunya melalui pembangunan jemaat. Esensi dari pembangunan jemaat adalah memampukan anggota gereja menjadi sarana dan alat untuk menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah di dunia. Untuk itu proses pengaktualisasian segenap potensi jemaat harus dilakukan secara terencana, sistematis, terbuka, holistik dan terfokus pada tugas pemuridan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROGRAM BUDI DAYA BABI Suatu Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Program Budi Daya BabiOleh Kaum Bapak GMIT Lanud El Tari Penfui dan Implikasinyabagi Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesenjangan ekonomi merupakan suatu realita kehidupan bermasyarakat maupun berjemaat yang sering terlihat dalam kehidupan setiap hari. Kesenjangan ekonomi sendiri timbul karena adanya kesenjangan pendapatan, kesenjangan kekayaan, dan jurang antara kaya dan miskin. Kesenjangan-kesenjangan ini mengacu pada persebaran ukuran ekonomi di antara individu dalam kelompok, kelompok dalam populasi, atau antar negara. Gereja dalam hal ini Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui berupaya untuk menghadapi masalah kesenjangan ekonomi di jemaat. Upaya gereja dalam mengatasi kesenjangan adalah dengan membuat sebuah program yang dikoordinir oleh UP Kaum Bapak, program ini bernama “budi daya babi bibit”. Penulis melakukan penelitian terhadap program ini untuk mengetahui sejauh mana program ini berdampak pada pembangunan ekonomi dalam jemaat. Melalui penelitian ini penulis melihat gambaran umum Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui, kemudian bagaimana kehadiran program budi daya babi, apakah program ini sesuai dengan aspek-aspek pembangunan jemaat, lalu penulis merefleksikan upaya pembangunan jemaat melalui program ini. Dari poin-poin ini penulis kemudian melakukan penelitian dengan metode penelitian kualitatif. Metode ini penulis pilih dengan tujuan untuk menjelaskan suatu fenomena dengan sedalam-dalamnya, dengan cara pengumpulan data yang sedalam-dalamnya pula, agar dapat menunjukan pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti. Penulis menyajikan hasil penelitian dengan memakai metode penulisan deskripsi, analisis dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa di Jemaat GMIT Lanud El Tari Penfui juga tercipta kesenjangan ekonomi seperti; ada jemaat yang memiliki pendapatan yang tetap dan ada yang tidak, ada jemaat yang memiliki pendapatan sesuai upah minimum rupiah bahkan lebih, namun ada juga jemaat yang hidup dengan pendapatan yang tak pasti. Hal-hal ini membuat terciptanya kesenjangan ekonomi di dalam jemaat ini. Program budi daya babi yang diupayakan dalam gereja ini sesuai dengan aspek-aspek pembangunan jemaat. Penulis juga menggunakan analisis sosial yaitu analisis,Strength, Weaknesses, Oportunities, Threats(SWOT) untuk melihat seberapa besar dampak yang dimiliki program seperti kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada pada program. Melalui program ini penulis menemukan bahwa jemaat berhasil diberdayakan secara ekonomi. Secara perlahan kehidupan jemaat menjadi lebih baik dan kesejahteraan dalam jemaat perlahan mulai terpupuk. Kesenjangan secara perlahan mulai terkikis dan pembangunan jemaat terwujud dalam jemaat. Dengan demikian gereja berhasil mengupayakan tanda-tanda Kerajaan Allah, dengan memunculkan adanya Shalom Allah di tengah-tengah jemaat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SANGGAR ANAK NEKAMESE

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembangunan jemaat, pada dasarnya adalah membangun orang menuju proses perubahan ke arah yang baik, misalnya melalui upaya pemberdayaan jemaat. Selanjutnya, upaya ini dilakukan agar jemaat mampu menjadi sarana dan tanda keselamatan dari Allah kepada dunia. Artinya, Gereja membangun kemampuan masyarakat, dengan mendorong, memotivasi, membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki dan berupaya untuk mengembangkan potensi itu menjadi tindakan nyata. Inilah yang dilakukan oleh Jemaat GMIT Nekamese dalam program Sanggar Anak Nekamese. Sanggar ini lahir dari pergumulan panjang jemaat dengan kemiskinan. Sebenarnya, sumber daya alam di jemaat cukup melimpah hanya saja tidak didukung dengan sumber daya manusianya. Cukup lama, karena kebutuhan ekonomi tidak tercukupi mendorong sejumlah anggota jemaat untuk meninggalkan desa dan pergi mencari perkerjaan di luar daerah tanpa pendidikan formal ataupun ketrampilan yang memadai. Apakah program ini memenuhi kriteria/syarat/standar pembangunan jemaat? Pertanyaan ini mendorong Penulis untuk meneliti secara lebih mendalam. Metode Penelitian Kualitatif yang dipilih dengan tujuan untuk mendapatkan pengertian yang mendalam tentang suatu gejala, fakta atau realita, masalah, serta peristiwa yang dapat dipahami. Penulis melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan sejumlah informan kunci. Untuk menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan metode penulisan, deskriptif, analisis dan reflektif. Berdasarkan hasil penelitian, Program Sanggar Anak Nekamese menjadi upaya pemberdayaan jemaat yang berjalan sesuai dengan tahapan dalam proses pembangunan jemaat. Pemberdayaan jemaat ini menggunakan pendekatan Appreciative Inquiry, untuk melihat potensi baik yang ada pada jemaat Nekamese dan mengembangkannya untuk pengembangan komunitas jemaat Nekamese. Kehadiran Program Sanggar Anak Nekamese telah menjawab persoalan yang dialami oleh jemaat GMIT Nekamese, dan membawa jemaat keluar dari persoalan kemiskinan. Program ini menjadi bagian dari pembangunan jemaat, sebab jemaat yang terlibat di dalamnya diberdayakan dan turut serta dalam membangun gereja sebagai komunitas orang percaya, yang menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah. Sebagaimana Yesus Kristus kepala gereja memberdayakan orang-orang miskin, Jemaat Nekamese juga meneladaninya sebagai gereja yang peduli terhadap persoalan kemiskinan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail