Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

26 hasil
Subjek: kesehatan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN FASILITAS KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN PUSKESMAS WELIMAN DIKECAMATAN WELIMAN KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan dan fasilitas kesehatan terhadap kepuasan pasien puskesmas weliman di kecamatan weliman kabupaten malaka. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 99 responden yang berobat dipuskesmas weliman kabupaten malaka. Data dalam penelitian ini diperoleh dari kuesioner sesuai tujuan penelitian. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif, regresi berganda, dengan uji hipotesis yaitu uji T (simultan), uji F (parsial) dan koefisien determinasi (R2). Sehingga dapat diketahui gambaran tentang ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas kualitas pelayanan dan fasilitas kesehatan terhadap variabel terikat kepuasan pasien. Penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati koefisien regresi (b1) sebesar 0,204 artinya kualitas pelayanan (X1) mengalamai kenaikan sebesar 1% maka kepuasan pasien (Y) mengalami peningkatan sebesar 0,204.berdasarkan hasil uji hipotesisi yang dilakukan ada pengaruh kualitas pelayanan (X1) terhadap kepuasan pasien (Y).hal ini dibuktikan bahwa variabel kualitas pelayanan (X1) ditemukan t hitung 2.615 < t tabel: 1.661 dan tingkat signifikan 0,010<0,005. Penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda didapati koefisien regresi (b2) sebesar 0,416 artinya jika fasilitas kesehatan (X2) mengalami kenaikan sebesar 1% maka kepuasan pasien (Y) akan meningkat sebesar 0,416.koefisien bernilai signifikan artinya terjadi pengaruh antara fasilitas kesehatan (X2) terhadap kepuasan pasien (Y). Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan terdapat ada pengaruh fasilitas kesehatan (X2) terhadap kepuasan pasien (Y). Hal ini dibuktikan dengan perolehan t hitung sebesar: 4,930 < t tabel:1.661dan tingkat signifikan: 0,000<0,05. Berdasarkan hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa secara parsial kualitas pelyanan (X1) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (Y) dipuskeskesmas Weliman Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka. Secara parsial fasilitas kesehatan (X2) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (Y) di Puskesmas Weliman kecamatan Weliman Kabupaten Malaka. Dan secara simultan kualitas pelayanan dan fasilitas kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien di Puskesmas weliman Kabupaten Malaka. Kata Kunci: Kualitas Pelayana, Fasilitas Kesehatan, Dan Kepuasan Pasien

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS YURIDIS PEMBATALAN PUTUSAN JUDEX JURIS OLEH HAKIM PENINJAUAN KEMBALI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI PENGADAAN ALAT KESEHATAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul skripsi penulis adalah : ANALISIS YURIDIS PEMBATALAN PUTUSAN JUDEX JURIS OLEH HAKIM PENINJAUAN KEMBALI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI PENGADAAN ALAT KESEHATAN. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah : Mengapa Judex Juris menjatuhkan putusan pemidanaan 8 (delapan) tahun penjara dan pembebanan uang pengganti Rp. 3.990.492.135,00 tetapi dibatalkan oleh hakim peninjauan kembali dengan pidana penjara 4 (empat) tahun dan pembebanan uang pengganti hanya Rp.943.714.000,00?. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah : Untuk mengetahui alasan judex juris menjatuhkan putusan pemidanaan 8 (delapan) tahun penjara dan pembebanan uang pengganti Rp. 3.990.492.135,00 tetapi dibatalkan oleh hakim peninjauan kembali dengan pidana penjara 4 (empat) tahun dan pembebanan uang pengganti hanya Rp.943.714.000,00? Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriptif. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang tediri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar dan norma-norma peraturan dasar. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas yakni analisis yuridis pembatalan putusan judex juris oleh hakim peninjauan kembali dalam tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan dan variabel terikat yakni putusan hakim tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan. Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis lakukan maka: 1. Alasan judex juris menjatuhkan putusan pemidanaan 8 (delapan) tahun penjara dan pembebanan uang pengganti Rp. 3.990.492.135,00 adalah karena : a. Perbuatan terdakwa memenuhi dakwaan primair yakni pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 undang-undang tindak pidana korupsi b. Terdakwa terbukti menikmati uang hasil tindak pidana korupsi. 2. Alasan hakim peninjauan kembali membatalkan putusan judex juris dan menjatuhkan putusan dengan pidana penjara 4 (empat) tahun dan uang pengganti Rp.943.714.000,00 adalah karena: a. Adanya kekhilafan dari judex juris dalam menentukan berat ringannya pemidanaan b. Menurut hakim peninjauan kembali diskon pembelian tidak terhitung dalam kerugian negara. Kata Kunci : Putusan Hakim, Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG TERJADINYA TINDAK PIDANA KEKARANTINAAN KESEHATAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi : “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Kekarantinaan Kesehatan”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Mengapa pelaku melakukan tindak pidana kekarantinaan Kesehatan? 2. Apa akibat hukum bagi pelaku tindak pidana kekarantianaan kesehatan? Tujuan penelitian adalah : 1. Untuk mengetahui alasan pelaku melakukan tindak pidana kekarantinaan kesehatan. 2. Untuk mengetahui akibat hukum bagi pelaku tindak pidana kekarantinaan kesehatan. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyebab pelaku melakukan tindak pidana kekarantinaan kesehatan dan akibat hukum bagi pelaku tindak pidana kekarantianaan kesehatan dan vaiabel terikat adalah putusan pengadilan terhadap pelaku tindak pidana kekarantianaan kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka alasan pelaku melakukan tindak pidana kekarantinaan kesehatan adalah : 1. Terdakwa tidak mematuhi protocol kesehatan 2. Terdakwa telah melakukan pengambilan paksa Jenazah dari petugas tanpa menggunakan masker dan Alat Pelindung Diri (APD) 3. Terdakwa dalam melakukan aksi unjuk rasa tidak membawa rapid test atau swab dari petugas kesehatan, tidak menjaga jarak dan tidak menggunakan masker. Akibat hukum bagi pelaku tindak pidana kekarantianaan kesehatan adalah hakim menerapkan Pasal 93 jo Pasal 9 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Akbat dari perbuatan terdakwa : a. Dipidana dengan pidana percobaan b. Membayar denda c. Membayar biaya perkara Saran yang dapat penulis berikan adalah : 1. Dalam penerapan hukum pidana terhadap tindak pidana Kekarantinaan Kesehatan, Hakim harus mampu bukan saja memberikan efek jera bagi terdakwa agar tidak mengulangi kembali perbuatannya, tetapi juga bertanggung jawab terhadap perbuatannya. 2. Dengan adanya pengaturan hukum yang jelas mengenai tindak pidana Kekarantinaan Kesehatan, maka diharapkan bagi setiap penegak hukum untuk menegakkan dan menerapkan setiap kekentuan-ketentuan yang ada didalam peraturan perundang-undangan terkait sesuai dengan kualifikasi atau jenis tindak pidana yang dilakukan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TENTANG TERJADINYA TINDAK PIDANA MEMASUKAN HEWAN DAN TUMBUHAN TANPA SERTIFIKAT KESEHATAN DARI NEGARA ASAL

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi adalah : “Motif, Modus dan Akibat Hukum Tentang Terjadinya Tindak Pidana Memasukan Hewan Dan Tumbuhan Tanpa Sertifikat Kesehatan Dari Negara Asal”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa motif terjadinya tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal, bagaimana modus pelaku memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal, bagaimana akibat hukum dari tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal terhadap pelaku dan hewan/tumbuhan? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal. Untuk mengetahui modus pelaku memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal. Untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari Negara asal terhadap hewan/ tumbuhan dan pelaku. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif, modus dan akibat hukum dari tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal terhadap pelaku, hewan dan tumbuhan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim terhadap tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian maka yang menjadi motif terjadinya tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal adalah terdakwa pernah melakukan hal yang sama (mengantarkan hewan yang berasal dari Malaysia) dan tidak ditangkap, dan faktor ekonomi. Modus pelaku memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal adalah terdakwa melakukan pemesanan, terdakwa menjemput dan mengantar hewan. Akibat hukum terhadap hewan/ tumbuhan dan pelaku adalah : pelaku di tahan, pelaku dipidana penjara dan membayar denda, pelaku membayar biaya perkara, serta hewan/ tumbuhan disita dan dimusnahkan Saran yang dapat diberikan adalah perlunya peningkatan pengawasan hukum yang dilakukan oleh petugas karantina dan sosialisasi terhadap pentingnya tindakan karantina hewan/ tumbuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Motif, Modus dan Akibat Hukum Tentang Terjadinya Tindak Pidana Memasukan Hewan dan Tumbuhan Tanpa Sertifikat Kesehatan dari Negara Asal

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi adalah : “Motif, Modus dan Akibat Hukum Tentang Terjadinya Tindak Pidana Memasukan Hewan Dan Tumbuhan Tanpa Sertifikat Kesehatan Dari Negara Asal”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa motif terjadinya tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal, bagaimana modus pelaku memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal, bagaimana akibat hukum dari tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal terhadap pelaku dan hewan/tumbuhan? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui motif terjadinya tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal. Untuk mengetahui modus pelaku memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal. Untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari Negara asal terhadap hewan/ tumbuhan dan pelaku. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif, modus dan akibat hukum dari tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal terhadap pelaku, hewan dan tumbuhan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim terhadap tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian maka yang menjadi motif terjadinya tindak pidana memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal adalah terdakwa pernah melakukan hal yang sama (mengantarkan hewan yang berasal dari Malaysia) dan tidak ditangkap, dan faktor ekonomi. Modus pelaku memasukan hewan dan tumbuhan tanpa sertifikat kesehatan dari negara asal adalah terdakwa melakukan pemesanan, terdakwa menjemput dan mengantar hewan. Akibat hukum terhadap hewan/ tumbuhan dan pelaku adalah : pelaku di tahan, pelaku dipidana penjara dan membayar denda, pelaku membayar biaya perkara, serta hewan/ tumbuhan disita dan dimusnahkan Saran yang dapat diberikan adalah perlunya peningkatan pengawasan hukum yang dilakukan oleh petugas karantina dan sosialisasi terhadap pentingnya tindakan karantina hewan/ tumbuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN DI SMP NEGERI 10 KOTA KUPANG DI MASA PANDEMI COVID-19

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Masalah yang penulis jumpai panda kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19 tidak maksimal karena tingkat level pandemic covid-19 kadang meningkat dan kadan menurun. Sehingga menyebabkan kinerja guru tidak maksimal atau kurang efektif. Tujuan penelitian: Kegiatan penelitian ini memilikiki tujuan yang hendak di capai adalah untuk mengetahui kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19 Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif Hasil dan pembahasan: Hasil dan penelitian ini menunjukan bahwa kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19 tidak efektif. Oleh karena itu di perlukan untuk guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan lebih berkreatif dalam membantu siswa agar siswa bisa terlibat dalam proses pembelajaran selama masa pandemi covid-19. Simpulan: Kurangnya alat komunikasi Hp, laptop, computer, terhadap siswa sehingga menjadi penghambat dalam proses pembelajaran. Maka di perlukan keaktivitas guru untuk mengatasi siswa. Kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMP Negeri 10 Kota Kupang di masa pandemi covid-19 tidak efektif dalam proses pembelajaran inti dan Guru tidak memiliki kreativitas datanya dalam merancang proses pembelajaran pada masa pandemi covid-19

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU DALAM MENDUKUNG KEAKTIFAN SISWA MENGIKUTI PELAJARAN PENJASORKES PADA MASA PANDEMI COVID-19

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERAN GURU DALAM MENDUKUNG KEAKTIFAN SISWA MENGIKUTI PELAJARAN PENJASORKES PADA MASA PANDEMI COVID-19 Gregorius Ama Ege*,Andreas J. F. Lumba2, Melvianus Selan3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Guru merupakan sosok yang yang mempunyai oeran penting dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan perkembangan anak sesuai dengan kemampuannya. Guru merupakan fasilitator dalam pembelajaran untuk menunjang perkembangan anak, apalagi pada masa pandemic Covid-19 guru dituntut harus mampu menunjukan kompetensi dalam membimbing anak. Guru harus tetap melaksakan tugasnya dalam mengajar dan mendidik anak meskipun tanpa harus bertatap muka langsung dengan peserta didik. Maka sangat diperlukan peran guru dalam menunjang proses pembelajaran secara daring/online agar pada masa pandemic Covid-19 proses belajar siswa tetap berjalan dengan lancer. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelilitian ini adalah untuk mendeskripsikan Peran Guru Dalam Mendukung Keaktifan Siswa Mengikuti Pelajaran Penjaskes Pada Masa Pandemi Covid-19 di SD Inpres Oesapa? Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat suatu apa adanya (Arikunto 2002). Hasil dan pembahasan:Dari hasil penelitian yang telah diperoleh yaitu Peran guru pada masa pandemi covid-19 sangatlah penting karena mengingat proses belajar sudah tidak bisa bertatap muka lagi. Maka guru harus benar-benar berupaya semaksimal mungkin agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan secara daring.Sejak viruscorona ada di Indonesia, salah satu bidang yang dirugikan adalahbidang pendidikan. Untuk peserta didik sendiri pandemi Covid-19 berdampakpada kondisibelajar dimanamereka merasa ada paksaan belajar dengan jarak jauh tanpa adanya sarana sertaprasarana yang mencukupi seperti kurangnya handphone (gawai) atau laptop yang bisa digunakanuntuk belajar. Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa peran guru untuk mendukung keaktifan siswa mengikuti pelajaran penjasorkes pada masa pandemi covid-19sangat dibutukan demi keberlangsungan kegiatan belajar siswa. . Katakunci: Peran Guru, Pendidikan Jasmani,dan Kesehatan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kesehatan Hutan Mangrove Dengan Menggunakan Metode Hemispherical Photography di Pantai Abudenok, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FILIPUS YACOBUS FENDIRIKUS SERAN (18380046). Analisis Kesehatan Hutan Mangrove Dengan Menggunakan Metode Hemispherical Photography di Pantai Abudenok, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. DONNY M. BESSIE, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing I dan Ir. YOHANES MERRYANTO, S. M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Hutan mangrove merupakan hutan yang tumbuh di daerah pasang surut dengan karakterisktik tanah berlumpur atau berpasir serta memiliki kemampuan adaptasi sangat baik ketika daerah pasang surut mengalami surut terendah sampai pasang tertinggi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Metode ini dipilih karena memiliki kelebihan seperti waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan lebih minimum dengan cangkupan wilayah yang telah mewakili kondisi tutupan mangrove di kawasan Pantai Abudenok. Penentuan titik stasiun penelitian dilakukan dengan pengamatan secara langsung dilapangan ketika survei pendahuluan (ground check). Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi vegetasi mangrove yang ditemukan berdasarkan identifikasi morfologi seperti ciri dari bentuk akar, buah dan daun di Pantai Abudenok sebanyak 5 (lima) jenis dari 3 (tiga) famili yaitu Avicenniaceae, Sonneratiaceae dan Rhizophoraceae. Dari keseluruhan stasiun penelitian, nilai persentase tutupan mangrove tertinggi terdapat pada stasiun II dengan nilai persentase 71,40%, selanjutnya diikuti oleh stasiun III dengan nilai persentase 53,51% dan nilai persentase terendah terdapat pada stasiun I dengan nilai persentase 44,72%. Nilai rata-rata persentase tutupan mangrove seluruh stasiun memperoleh nilai mencapai 56,54%. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 201 tahun 2004 tentang Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove, hal ini dapat dikatakan status kondisi tutupan mangrove tergolong dalam kondisi sedang atau baik. Hasil analisis data kerapatan mangrove berdasarkan tingkat pohon pada berbagai vegetasi mangrove didapatkan hasil yang berbeda-beda pada setiap stasiun. Jumlah total kerapatan pohon seluruh jenis mangrove pada setiap stasiun berkisar antara 933,32-1466,66 pohon/ha. Nilai rata-rata kerapatan mangrove di Pantai Abudenok mencapai 1188,88 pohon/ha dengan kondisi kerapatan mangrove di Pantai Abudenok tergolong sedang atau baik. Kerapatan jenis tertinggi pada stasiun I adalah jenis Avicennia officinalis dan Rhizophora stylosa (433,33 pohon/ha), stasiun II tertinggi pada jenis Avicennia officinalis (533,33 pohon/ha), dan pada stasiun III nilai tertinggi pada jenis Rhizophora stylosa (500 pohon/ha).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS YURIDIS MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA KORUPSI PENGADAAN ALAT KESEHATAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTISARI Judul penelitian ini ialah Analisis Yuridis Motif, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Alat kesehatan. Masalah pokoknya diteliti penulis ialah : 1. Bagaimanakah Motif terdakwa melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan, 2. Bagaimanakah Modus terdakwa melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan, 3. Bagaimanakah Akibat Hukum terjadinya tindak pidana korupsi terhadap terdakwa dan negara. Tujuan penelitian ini : 1. Untuk mengetahui Motif terdakwa melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan, 2. Untuk mengetahui modus tedakwa melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan, 3. Untuk mengetahui akibat hukum terjadinya tindak pidana korupsi terhadap terdakwa dan negara. Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat Deskriptif. Varibael Penelitian yang di gunakan yaitu Variabel Bebas dan Terikat. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Hasil peneilitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumusakan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Motif Terdakwa melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan, a. Terdakwa Mencari keuntungan, b. Terdakwa menunjukan kekuasaan, 2. Modus Terdakwa melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan, a. Terdakwa menyediakan barang/alat kesehatan yang berbeda spesifikasinya dengan yang tercantum pada HPS, b. Terdakwa memesan alat kesehatan dari berbagai distributor, 3. Akibat Hukum a. Terhadap terdakwa, 1). Terdakwa di tahan, 2). Terdakwa di hukum penjara, b. Terhadap Negara, 1). Terdakwa membayar kerugian keuangan Negara Sehubungan dengan kesimpulan diatas maka penulis mengemukakan saran sebagai berikut: 1. Hakim Mahkamah Agung sebaiknya agar lebih berhati-hati, cermat dan bijaksana dalam memutuskan suatu perkara pidana tersebut. 2. Ketentuan mengenai suatu perkara dalam tindak pidana korupsi perlu di teliti agar Hakim Mahkamah Agung dapat memutuskan yang adil bagi semua pihak. Kata Kunci : Motif, Modus dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KERJA TENAGA KESEHATAN AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK DI KOTA KUPANG PADA MASA PANDEMI COVID-19

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KERJA TENAGA KESEHATAN AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK DI KOTA KUPANG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara apa yang diterima dengan harapan-harapannya. Rasa puas seseorang dalam bekerja merupakan salah satu hal terpenting untuk menjaga kualitas sumber daya manusia tersebut agar dapat berperan aktif dalam kemajuan suatu organisasi atau perusahaan. Kepuasan kerja dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti pemberian upah atau kompensasi, pemimpin dengan cara dan sikap dalam memimpin, serta dukungan dari teman atau rekan kerja. Selain itu juga faktor kondisi lingkungan kerja, rasa nyaman dalam bekerja, dan hal lain seperti penyediaan fasilitas kerja adalah aspek yang cukup penting dalam kepuasan seseorang. Apabila dari setiap aspek ini karyawan mendapatkan kepuasan tersebut, karyawan cenderung akan bertahan pada perusahan, walaupun tidak semua aspek yang mempengaruhi kepuasan kerja terpenuhi. Dengan demikian, tingkat kepuasan seseorang dalam bekerja tergantung dari bagaimana pengelolaan sumber daya manusia tersebut oleh perusahaan atau organisasi. Penelitian ini melatar belakangi dari beban kerja yang bertambah akibat pandemik Covid-19 yang terjadi di Indonesia terkhususnya di Kota Kupang. Jika beban kerja ini bertambah maka akan mempengaruhi pada kualitas atau kinerja dari tenaga kesehatan ATLM tersebut. Disamping itu, beban kerja bukan hanya berbicara tentang penambahan pekerjaan, tetapi beban kerja ini dipengaruhi juga oleh resiko dari Covid-19 tersebut, yang nyatanya memiliki resiko yang besar sampai menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, jika instansi ingin mempertahankan kualitas atau kinerja dari tenaga kesehatan maka instansi kesehatan tersebut harus dapat mengelola SDM atau tenaga kesehatan ATLM dengan baik, salah satunya dengan cara mengetahui kepuasan dari tenaga kesehatan ATLM tersebut. Dengan demikian, untuk mengetahui kepuasan tersebut, maka perlu dilakukannya analisis indikator-indikator apa saja yang xvi mempengaruhi kepuasan kerja tersebut. Masalah dalam penelitian adalah bagaimana tingkat kepuasan kerja tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik di Kota Kupang pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik pada masa pandemi Covid-19 di Kota Kupang. Populasi dari penelitian ini adalah tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik di Kota Kupang sebanyak 271 orang. Sampel dari penelitian ini diambil sebanyak 5% dari total populasi yaitu 13 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan angket atau kuesioner secara terbuka. Kuesioner terbuka adalah kuesioner penelitian yang memberi kesempatan kepada responden untuk menuliskan pendapat pribadinya atau jawaban sendiri terhadap daftar pertanyaan atau pernyataan yang diberikan, tanpa memberikan petunjuk jawaban kepada responder berupa jawaban ya, tidak dan lain sebagainya. Sarana dalam penyebaran kepada responden dengan menggunakan Google Form. Analisis pendahuluan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif, yang dari hasil pengolahan data kuesioner responden tersebut lalu dimasukkan ke dalam distribusi frekuensi untuk mempermudah proses menganalisis data atau mendeskripsikan fenomena yang terjadi pada responden. Analisis lanjutan dalam penelitian ini adalah memberikan penjelasan satu persatu secara deskriptif dari setiap responden dengan jumlah pertanyaan sebanyak 3 butir yang berupa tanggapan-tanggapan terhadap indikator kepuasan kerja yang dialami responden dalam hal ini tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik di Kota Kupang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setiap responden memiliki kepuasan yang berbeda-beda, ada yang mengalami kepuasan pada semua indikator yaitu indikator teman atau rekan kerja, upah atau kompensasi, fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan pemimpin. Adapun yang mengalami kepuasan pada beberapa indikator saja seperti teman atau rekan kerja, fasilitas, lingkungan kerja dan pemimpin, tetapi tidak merasa puas dengan upah yang diterima dan pemimpin atau atasan. Adapun juga yang mengalami ketidakpuasan pada beberapa indikator seperti upah/kompensasi, dan pemimpin, namun responden masih mendapat xvii kepuasan pada indikator lainnya, namun ketidakpuasan yang dialami responden pada kedua indikator tersebut mempengaruhi perasaan puas responden terhadap indikator-indikator lainnya, yang pada akhirnya berdampak pada ketidakpuasan dan juga telah dibuktikan dari kesimpulan hasil dari pertanyaan yang diajukan. Hal ini menunjukkan bahwa pada tempat kerja atau instansi kesehatan tersebut tidak atau belum dapat memberikan kepuasan yang diharapkan oleh tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik pada aspek atau indikator upah dan pemimpin. Dengan demikian, bahwa tingkat kepuasan yang dialami responden tergantung pada instansi kesehatan mana yang mereka tempati dalam bekerja serta bagaimana instansi kesehatan mengelola atau menciptakan kepuasan tersebut kepada setiap tenaga kesehatan ahli teknologi laboratorium medik di Kota Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BUMN BERDASARKAN SKEP-100/MBU/2002 PADA PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (Persero)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BUMN BERDASARKAN SKEP-100/MBU/2002 PADA PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (Persero) MARIANUS FILIPUS LEWA NIM: 15190090 Penelitian ini berjudul “Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN Berdasarkan SKEP-100/MBU/2002 Pada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)”. Pemilihan judul didasari adanya ketentuan SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 tersebut bagi seluruh perusahaan yang kepemilikan modalnya terbesar oleh Pemerintah untuk berusaha memenuhi ketentuan tersebut. Masalah penelitian ini adalah Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN Berdasarkan SKEP-100/MBU/2002 Pada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)”, dengan persoalan penelitian Bagaimana tingkat kesehatan BUMN pada PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tahun 2017-2020? Untuk membuktikan tujuan penelitian tentang tingkat kesehatan BUMN pada PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero)Tahun 2017-2020. Konsep penelitian ini yaitu penilaian terhadap kinerja perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan yang meliputi penilaian pada aspek-aspek keuangan, operasional dan administrasi. Penilaian kesehatan BUMN pada aspek keuangan dilakukan dengan perhitungan rasio-rasio keuangan yang diberi bobot sesuai ketentuan dengan total bobot keseletuhan menjadi dasar penentuan kesehatan BUMN. Populasi penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) tahun 1999-2021, dengan sampel penelitian adalah laporan keuangan tahun 2017-2020. Data penelitian dikumpulkan dengan metode dokumentasi, yaitu mengumpulan data laporan keuangan perusahaan dengan cara mengunduh laporan tersebut dari website resmi perusahaan. Data dianalisis melalui dua tahap yaitu analisis pendahuluan di mana akan didiskripsikan konseo berdasarkan indikator empirik dan analisis lanjutan untuk menjawab persoalan penelitian dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa selama periode tahun 2017-2020 PT Perusahaan Listrik Negara (Pesero) memiliki tingkat kesehatan pada tingkat BB atau dalam keadaan kurang sehat, karena selama periode tersebut PT Perusahaan Listrik Negara (Pesero) hanya mampu mencapai bobot 50 dati total bobot 70. Disarankan kepada PT PLN utuk memperhatikan kesehatan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh menteri BUMN karena masih dalam keadaan kurang sehat, Kata kunci: penilaian tingkat kesehatan BUMN,

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MISI GEREJA DAN PELAYANAN KESEHATAN: Suatu Tinjauan Misiologis Terhadap Kehadiran Pos Pelayanan Kesehatan di Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua dan Implikasinya bagi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Gereja

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pelayanan kesehatan di Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua melalui pendekatan misi integral, dengan fokus pada upaya gereja dalam meningkatkan kualitas kesehatan jemaat dan masyarakat sekitar. Gereja memiliki peran penting dalam misi Allah yang holistik, yang mencakup pelayanan fisik, rohani, dan sosial. Misi integral, menurut René Padilla, menyatakan bahwa penginjilan dan aksi sosial tidak dapat dipisahkan dan harus dijalankan secara bersamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang mempelajari fenomena di lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pendeta, majelis jemaat, anggota jemaat, dan UPP Kesehatan di Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua. Penelitian ini menemukan bahwa Pos Pelayanan Kesehatan yang sudah berjalan sejak tahun 2000 memberikan dampak positif bagi jemaat, meskipun masih ada tantangan dalam pelaksanaannya, seperti kurangnya fasilitas dan keterbatasan dana. Pelayanan kesehatan yang dilakukan gereja dalam bentuk preventif, kuratif, dan rehabilitatif dapat meningkatkan kualitas hidup jemaat jika dikelola secara lebih terintegrasi. Pada akhirnya, pelayanan kesehatan gereja perlu dikembangkan secara holistik, dengan memperhatikan aspek fisik, sosial, dan rohani, serta didukung dengan sumber daya yang memadai untuk menjawab kebutuhan jemaat dan masyarakat sekitar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG PENEGAKAN HUKUM MEMASUKAN MEDIA PEMBAWA HAMA DAN PENYAKIT TANPA SERTIFIKAT KESEHATAN DAN KARANTINA DARI MALAYSIA KE INDONESIA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “Deskripsi Tentang Penegakan Hukum Memasukan Media Pembawa Hama Dan Penyakit Tanpa Sertifikat Kesehatan Dan Karantina Dari Malaysia Ke Indonesia”. Natalia Sartony De Fatima Masalahan penelitian penulis adalah: Bagaimanakah Pertimbangan Hakim Dalam Memutuskan Perkara Memasukan Media Pembawa Hama Dan Penyakit Tanpa Sertifikat Kesehatan Dan Karantina Dari Malaysia Ke Indonesia dan Bagaimana Akibat Hukum Terhadap Pelaku Dan Barang Bukti? Tujuan Penelitian penulis adalah: Untuk Mengetahui Penerapan Pasal Terkait Memasukan Media Pembawa Hama Dan Penyakit Tanpa Sertifikat Kesehatan Dan Karantina Dari Malaysia Ke Indonesia dan Untuk Mengetahui Akibat Hukum Terhadap Pelaku Dan Barang Bukti. Sifat penelitian penulis adalah “Deskriptif”, yaitu memberikan gambaran permasalahan yang diteliti. Jenis penelitian penulis adalah penelitian hukum normative. Variable yang digunakan yaitu: Variabel bebas dan Variabel Terikat. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi kepustakaan atau studi dokumen. Studi kepustakaan adalah kegiatan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang menjadi obyek penelitian. Informasi tersebut dapat diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, tesis, disertasi, ensiklopedia, internet, dan sumber-sumber lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1. Pertimbangan hakim dalam memutus perkara memasukan media pembawa hama dan penyakit tanpa sertifikat kesehatan dan karantina dari Malaysia ke Indonesia adalah: a. Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana b. Perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal Pasal 31 ayat (1) Jo Pasal 5 huruf a dan c UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP yakni : 1) Memasukan media pembawa hama dan penyakit hewan karantina ke dalam wilayah NKRI. 2) Tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan negara transit bagi hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan, ikan, tumbuhan dan bagian-bagian tumbuhan, kecuali media pembawa yang tergolong benda lain. 3) Tidak dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat-tempat pemasukan untuk keperluan tindakan karantina. 4) Menganjurkan orang lain dengan menjanjikan sesuatu untuk memasukan media pembawa hama dan penyakit hewan karantina ke dalam wilayah NKRI. c. Majelis hakim mempertimbangkan untuk memberikan pidana penjara dan denda kepada pelaku tersebut. 2. Akibat hukum dari tindak pidana memasukan media pembawa hama dan penyakit tanpa sertifikat kesehatan dan karantina dari Malaysia ke Indonesia terhadap pelaku dan barang bukti. a. Pelaku yaitu Pelaku dipidana penjara, Pelaku membayar denda dan Pelaku membayar biaya perkara b. Barang Bukti dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk dipergunakan sebagai barang bukti dalam perkara lainnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gereja siaga

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelaksanaan program "Gereja Siaga" dan implikasinya bagi Jemaat GMIT Soli Deo Gloria Nefomeu dalam konteks teologi sosial. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak (KIA) di jemaat dengan melibatkan berbagai jaringan, termasuk pemberitahuan, pendanaan, transportasi, keluarga berencana, donor darah, dan katekisasi. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya angka kematian ibu dan anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang menjadi fokus utama perhatian gereja. Gereja memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk mendukung kesejahteraan fisik dan spiritual anggotanya, termasuk ibu dan anak. Pendekatan teologi sosial yang digunakan dalam penelitian ini menekankan pentingnya peran gereja dalam menangani isu-isu sosial sebagai bentuk tanggung jawab iman dan kasih kepada sesama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program "Gereja Siaga" telah memberikan dampak positif terhadap kesehatan ibu dan anak di jemaat, namun masih terdapat berbagai tantangan, terutama terkait kendala finansial dan kondisi ekonomi jemaat yang umumnya tergolong sangat miskin. Analisis teologi sosial dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa program "Gereja Siaga" yang bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang ada di sekitar gereja. Gereja didorong untuk terus berpartisipasi aktif dalam isu-isu sosial sebagai perwujudan misi Kristus di dunia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu teologi sosial dan sumbangsih praktis bagi jemaat GMIT Soli Deo Gloria Nefomeu dalam mengoptimalkan program "Gereja Siaga" demi kesejahteraan ibu dan anak di komunitas mereka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PADA KOPERASI KREDIT SWASTI SARI KOTA KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PADA KSP KOPDIT SWASTI SARI KOTA KUPANG Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan berdasarkan tingkat kesehatan koperasi pada KSP Kopdit Swasti Sari Kota Kupang. Jenis Penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode analisis data yang digunakan berpedoman pada Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 14/Per/M.KUKM/XII/2009 tentang pedoman penilaian kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam terhadap tujuh aspek penilaian yaitu Aspek Permodalan terdiri dari (1) Rasio Modal Sendiri Terhadap Total Asset, (2) Rasio Modal Sendiri Terhadap Pinjaman Yang Diberikan Beresiko, (3) Rasio Kecukupan Modal Sendiri. Aspek Kualitas Aktiva Produktif terdiri dari (1) Rasio Volume Pinjaman Pada Anggota Terhadap Total Pinjaman Yang Diberikan, (2) Rasio Resiko Pinjaman Bermasalah Terhadap Pinjaman Yang Diberikan, (3) Rasio Pinjaman Yang Beresiko Terhadap Pinjaman Yang Diberikan. Aspek Manajemen terdiri dari (1) Manajemen Umum, (2) Manajemen Kelembagaan, (3) Manajemen Permodalan, (4) Manajemen Aktiva, (5) Manajemen Likuiditas. Aspek Efesiensi terdiri dari (1) Rasio Beban Operasi Anggota Terhadap Partisipasi Bruto, (2) Rasio Beban Usaha Terhadap SHU Kotor, (3) Rasio Efisiensi Pelayanan. Aspek Likuiditas terdiri dari (1) Rasio Kas Dan Bank Terhadap Kewajiban Lancar, (2) Rasio Pinjaman Yang Diberikan Terhadap Dana Yang Diterima. Aspek Kemandirian dan Pertumbuhan terdiri dari (1) Rasio Rentabilitas Asset, (2) Rasio Rentabilitas Modal Sendiri, (3) Rasio Kemandirian Operasional Pelayanan serta Aspek Jati Diri Koperasi terdiri dari (1) Rasio Partisipasi Bruto, (2) Rasio Promosi Ekonomi Anggota (PEA). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesehatan KSP Kopdit Swasti Sari Kota Kupang tahun 2019-2022 berada dalam kategori Cukup Sehat dengan skor rata-rata pada tahun 2019 sebesar 74,10%, tahun 2020 sebesar 73,45%, tahun 2021 sebesar 68,20%, dan tahun 2022 sebesar 68,70%, dengan rincian: (1) Aspek Permodalan Tahun 2019-2020 berada pada kategori Sehat dengan skor rata-rata tahun 2029 sebesar 12,60 dan tahun 2020 sebesar 13,20%, sedangkan tahun 2021-2022 berada pada kategori Tidak Sehat dengan skor rata-rata tahun 2021 sebesar 5,10% dan tahun 2022 sebesar 5,70%; (2) Aspek Kualitas Aktiva Produktif Tahun 2019-2022 berada pada kategori Cukup sehat dengan skor rata-rata 19,00%; (3) Aspek Manajemen Tahun 2019-2022 berada pada kategori Cukup Sehat dengan skor rata-rata 14,75%; (4) Aspek Efisiensi Tahun 2019-2022 berada pada kategori Sehat dengan rerata skor 10,00%; (5) Aspek Likuiditas Tahun 2019-2020 berada pada kategori Kurang Sehat dengan skor rata-rata tahun 2019 sebesar 7,50%, tahun 2020 sebesar 6,25%, sedangkan tahun 2021-2022 berada pada kategori Sangat Tidak Sehat dengan skor rata-rata tahun 2021 sebesar 3,85%, dan tahun 2022 sebesar 3,75%; (6) Aspek Kemandirian dan Pertumbuhan Tahun 2019-2022 berada pada kategori Sangat Tidak Sehat dengan skor rata-rata sebesar 1,50%; (7) aspek jati diri koperasi tahun 2019-2022 berada pada kategori Sehat dengan skor rata-rata tahun 2019-2020 sebesar 8,75%, sedangkan tahun 2021-2022 dengan skor rata-rata sebesar 14,00%. Kata kunci: Laporan Keuangan, Tingkat Kesehatan Koperasi Yaitu Aspek Permodalan, Kualitas Aktiva Produktif, Manajemen, Efisiensi, Likuiditas, Kemandirian dan Pertumbuhan Serta Jati Diri Koperasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESEHATAN KEUANGAN KOPERASI PADA KOPERASI KREDIT SWASTI SARI KOTA KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KESEHATAN KEUANGAN KOPERASI PADA KOPERASI KREDIT SWASTI SARI KOTA KUPANG Robert A. Serang; Yuningsih N. Christiani; Kuirinus A. Seran Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi, Untuk mencapai tujuan tersebut, koperasi sebagai badan usaha memerlukan pengukuran kinerja, serta penilaian terhadap koperasi yang tepat sebagai dasar pengambilan keputusan baik pihak interen maupun eksteren. Keberhasilan dalam mencapai tujuan perusahaan atau organisasi merupakan prestasi manajemen. Penilaian kesehatan pada umumnya dapat didasarkan pada standar atau pedoman penilaian tertentu menurut kepentingan masing-masing perusahaan. Tingkat kesehatan yang baik tersebut dilakukan dengan cara menilai aspek-aspek permodalan, kualitas aktiva produktif, efesiensi, likuiditas, kemandirian dan pertumbuhan, serta jati diri koperasi. Permasalahan yang terjadi selama ini Koperasi Kredit Swasti Sari Kupang, pada setiap tahunnya bahkan pada setiap bulannya, selalu dibuatkan penilaian, tetapi bukan penilaian ksehatan tetapi penilaian untuk melihat pertumbuhan dari bulan ke bulan, sesuai pedoman yang diturunkan oleh Induk Koperasi Kredit Indonesia di Jakarta berupa PEARLS. Persoalan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Analisis Kesehatan Keuangan Koperasi pada Koperasi Kredit Swasti Sari Kota Kupang. Tujuan penelitian ini adalah unutuk menganalisis Kesehatan Keuangan Koperasi Pada koperasi Kredit Swasti berdasarkan peraturan menteri koperasi untuk menilai kesehatan koperasi. Manfaat dalam penelitian ini adalah dapat menambah wawasan dan pemahaman akan teori yang berhubungan dengan Analisis Kesehatan Keuangan Koperasi Pada Koperasi Kredit Swasti Sari Kota Kupang. Konsep Penelitian Yaitu: Kesehatan koperasi adalah kondisi kinerja usaha keuangan dan manajemen koperasi yang dinyatakan sehat, cukup sehat, kurang sehat, tidak sehat, dan sangat tidak sehat. Penilaian ini berdasarkan atas hasil perhitungan terhadap 6 komponen Yaitu: aspek Permodalan, aspek Kualitas aktiva produktif, aspek Efesiensi, aspek Likuiditas, aspek Kemandirian dan pertumbuhan, aspek Jati diri koperasi. Adapun objek yang dipilih dalam penelitian ini adalah koperasi kredit swasti sari kupang. Populasi dalam penelitian ini seluruh data laporan keuangan koperasi kredit swasti sari kupang mulai dari tahun 1988 sampai tahun 2020. Sampel dalam penelitian ini seluruh data laporan keuangan koperasi kredit swasti sari kupang mulai darit ahun 2018 sampai tahun 2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dokumen laporan keuangan koperasi. Alat analisis yang digunakan adalah analisis rasio berdasarkan peraturan koperasi memiliki 6 aspek yaitu aspek permodalan, aspek aktiva produktif, aspek efisiensi, aspek likuiditas, aspek kemandirian dan pertumbuhan dan aspek jati diri koperasi. Teknik Analisis yang dilakukan penulis adalah men dideskripsikan konsep berdasarkan indikator empirik dari masing-masing konsep dalam pada teknik analisis pendahuluan, sedangkan pada analisis lanjutan, penulis mendeskripsikan serta mengkaji tingkat kesehatan koperasi swastisari kupang. Aspek penilaian kesehatan keuangan koperasi mennurut SK Menteri No. 20/Per/M.KUKM/XI/2016 dengan menggunakan 6 aspek penilaian kesehatan keuangan koperasi yaitu aspek permodalan, aspek aktiva produktif, aspek efisiensi, aspek likuiditas, aspek kemandirian dan pertumbuhan dan aspek jati diri koperasi, Hasil penelitian yang telah dilakukan tahun 2018-2020 menunjukan bahwa; Aspek permodalan tahun 2018-2020 menunjukan hasil sebesar 100 tergolong dalam predikat “Sehat”. Aspek kualitas aktiva produktif tahun 2018-2020 menunjukan hasil tahun 2018 adalah 62,5, tahun 2019 adalah 56,25dan tahun 2020 adalah 66,63tergolong dalam predikat Dalam Pengawasan, Aspek Efesiensitahun 2018-2020 menunjukan hasil sebesar 70 tergolong predikat cukup sehat, Aspek Likuiditas tahun 2018-2020 menunjukan hasil sebesar 100 tergolong dalam predikat “Sehat”. Aspek Kemandirian Tahun 2018-2020 menunjukan hasil sebesar 15 tergolong dalam predikat dalam pengawasan khusus, Aspek Jati Diritahun 2018-2020 menunjukan hasil tahun 2018 adalah 15 tahun 2019 adalah 14 dan tahun 2020 adalah 7 dan tergolong dalam predikat Dalam Pengawasan kusus. secara keseluruhan tingkat kesehatan Koperasi Swastisari Kupang Tahun 2018-2020 yakni tahun 2018 adalah 92,1% tahun 2019 meningkat menjadi 95,4% dan tahun 2020 turun menjadi 80,7% sehingga tergolong dalam predikat Sehat Kata Kunci : Kesehatan Koperasi, Rasio Kuangan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PADA KABUPATEN SABU RAIJUA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pembangunan nasional merupakan proses pengembangan keseluruhan sistem penyelenggaraan negara untuk mewujudkan tujuan nasional yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Semakin besar tingkat pembangunan suatu negara mengindikasikan negara tersebut semakin maju dan berkembang (Dewi, 2015). Ada beberapa indikator yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional, misalnya pertumbuhan ekonomi, struktur ekonomi, indeks kualitas hidup, urbanisasi dan indeks pembangunan manusia, kesehatan, pendidikan (Parsiyo dan Widya, 2013). Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting untuk menganalisis sebuah pembangunan nasional yang terjadi di suatu negara dan menjadi perhatian terutama pemerintah. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses peningkatan produksi barang dan jasa dalam segala aktivitas perekonomian di suatu negara pada periode tertentu. Pada dasarnya aktivitas perekonomian adalah suatu proses penggunaan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan output, maka proses ini pada gilirannya akan menghasilkan suatu aliran balas jasa terhadap faktor produksi yang dimiliki oleh masyarakat. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian akan menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat pada suatu periode tertentu. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi diantaranya yaitu pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Diantara ketiga komponen tersebut, pendapatan merupakan indikator yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, maka dari itu pertumbuhan ekonomi memacu pemerintah daerah memaksimalkan pemberdayaan segenap sumber daya potensial yang ada, serta membuka peluang kerja sama masyarakat (sebagai investor dan/atau pekerja) guna menciptakan lapangan pekerjaan baru yang akan mempengaruhi perkembangan kegiatan ekonomi dalam daerah tersebut. Peranan Pendapatan Asli daerah (PAD) di dalam penerimaan Pemerintah Daerah Tingkat I seluruh Indonesia relatif sangat kecil untuk dapat membiayai pembangunan daerah. Sedangkan menurut prinsip otonomi daerah penyelengaraan pemerintahan dan pembangunan daerah secara bertahap akan semakin dilimpahkan pada daerah. Dengan semakin besarnya kewenangan pemerintah pusat yang diberikan kepada pemerintah daerah maka peranan keuangan pemerintah daerah akan semakin penting karena daerah dituntut untuk dapat lebih aktif lagi dalam memobilisasi dananya sendiri Fenomena yang terjadi dalam penelitian ini Daerah yang bersangkutan dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya sendiri dan tidak tergantung pada pemerintah pusat, dengan mengotimalkan sumber pendapatan daerah yang di hasilkan, dalam hal ini termasuk semua kekayaan yang di kuasai oleh Daerah dengan batas-batas kewenangan yang ada dan selanjutnya di gunakan untuk membiayai semua kebutuhan untuk penyelenggaraan urusan Daerah tersebut baik urusan wajib maupun urusan pilihan, untuk menjalankan kewajibannya dan memenuhi kebutuhan belanja Daerah tersebut. Selain itu dalam wujud komitmennya dalam penerapan otonomi daerah pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi akan mengalokasikan dana-dana yang dapat menambah sumber pendapatan bagi kabupaten/kota yang merupakan hak bagi kabupaten/kota atau yang bersifat bantuan maupun hibah. Fenomena inilah yang menarik untuk di teliti.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BUMN PADA PT. PELNI TAHUN 2017-2020

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Analisis Penilaian Tingkat Kesehatan Bumn Pada PT. Pelni Tahun 2017- 2020”. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana penilaian tingkat kesehatan BUMN pada PT. PELNI Tahun 2017-2020?. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan BUMN pada PT. PELNI Tahun 2017-2020 dilihat dari Aspek Keuangan. Populasi penelitian ini adalah laporan keuangan PT Pelni tahun 2017-2020, dengan sampel penelitian adalah laporan keuangan PT Pelni tahun 2017-2020. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, dengan teknik tersebut data yang dibutuhkan diunduh dari wensite resmi perusahaan. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan dua cara analisis yakni analisi pendahuluan dan analisis lanjutan. Dalam analisis pendahuluan, akan didiskripsikan konsep berdasarkan indikator empirik dari konsep. Sedangkan dalam analisis lanjutan, akan dianalisis data laporan keuangan dan menghitung rasio=rasio keuangan penting sesuai ketentuan Peraturan Menteri BUMN No. PER- 10/MBU/2014. Berdasarkan hasil analisis pendahuluan,bahwa kinerja keuangan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk periode 2010-2013 menunjukkan bahwa perusahaan selalu mendapatkan predikat Sehat kategori pada tahun 2010-2012 PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, selalu stabil mendapat akumulasi bobot penilaian sebesar 52,5 dengan total skor 75, sedangkan pada tahun 2013 mengalami kenaikan akumulasi bobot penilaian yaitu menjadi 55 dengan skor 78,57. Hasil untuk PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk pada periode 2010-2013 menunjukkan bahwa perusahaan selalu mendapatkan predikat sehat kategori AA.pada tahun 2013 akumulasi bobot penilaian yaitu menjadi sebesar 57,75 dengan total skor 82,5. Hasil Analisis kinerja keuangan PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk periode 2010-2013 menunjukkan bahwa perusahaan selalu mendapatkan predikat Sehat kategori pada tahun 2013 PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk akumulasi bobot penilaian sebesar 55 dengan total skor 78,57. Secara akumulasi bobot penilaian menunjukkan kinerja yang cenderung mengalami peningkatan.Perbedaan dalam penelitian ini adalah objek yang diteliti, bidang usaha yang diteliti, periode waktu dan adanya analisis trend di penelitian ini.Persamaan dalam penelitian ini adalah penilaian kesehatan BUMN. Berdasarkan hasil analisis lanjutan Tahun 2017 total 44, tingkat kesehatan BB kategorinya kurang sehat, tahun 2018 masih sama total 44, Tingkat kesehatan BB kategorinya kurang sehat sedangkan tahun 2019 total meningkat 48, tingkat kesehatan BB kategorinya kurang sehat dan dittahun 2020 total kembali menurun 45, tingkat kesehatan BB kategorinya kurang sehat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESEHATAN BPR TLM DENGAN METODE RGEC

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “ANALISIS KESEHATAN BPR TLM DENGAN METODE RGEC” Tingkat kesehatan suatu bank sangat mempengaruhi kepercayaan masyarakat untuk menjadi nasabah bank tersebut khususnya BPR TLM, sebab itu membutuhkan analisis yang tepat didalam melakukan penilaian terhadap suatu bank yaitu dengan menggunakan Metode RGEC (Risk Profile, God Corporate Governance, Earning, Capital) dan hal itu sesuai dengan Surat Edaran OJK No.39/SEOJK.3/2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: tingkat kesehatan BPR TLM ditinjau dari aspek profil resiko bank., tingkat kesehatan BPR TLM ditinjau dari aspek tata kelola bank yang baik., tingkat kesehatan BPR TLM ditinjau dari aspek pendapatan bank dan tingkat kesehatan BPR TLM ditinjau dari aspek permodalan bank. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : Dokumentasi yaitu pengambilan data dilakukan dengan menalaah dokumen laporan keuangan terutama neraca dan laporan laba rugi. Wawancara yaitu penganbilan data dilakukan dengan wawancara berakitan dengan Good Corporate Governance (GCG). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Tingkat kesehatan PT. BPR TLM ditinjau dari aspek profil resiko yang dinilai berdasarkan rasio NPL dan LDR. Pada tahun 2016-2017, rasio NPL berada pada kriteria sehat. Tahun 2018, rasio NPL berada pada kriteria sangat sehat dan tahun 2019-2020 berada kriteria sehat. Rasio LDR dari tahun 2016-2020 berada pada kriteria cukup sehat. Dari aspek GCG pada PT. BPR TLM selama tahun 2016-2020 berada pada kriteria baik. Dari aspek pendapatan. Rasio ROA tahun 2016-2018 berada pada kriteria sangat sehat. Tahun 2019 dengan kriteria sehat dan pada tahun 2020 dengan kriteria sangat sehat. Rasio BOPO pada tahun 2016-2017 berada pada dengan kriteria sehat. Tahun 2018 dengan kriteria sangat sehat, tahun 2019 kriteria kurang sehat dan pada tahun 2020 dengan kriteria sangat sehat. Serta ditinjau dari aspek permodalan. Rasio KPMM pada tahun 2016 berada kriteria kurang sehat, tahun 2017 dengan kriteria sehat dan pada tahun 2018-2020 berada kriteria sangat sehat. Hasil penelitian Penilaian tingkat kesehatan pada PT. BPR TLM dengan metode RGEC menunjukan predikat kesehatan tersebut sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. erdasarkan hasil analisis rasio keuangan disesuiakan dengan kriteria peringkat RGEC dimana standar bank dengan kategori sehat dengan nilai komposit diatas 71% maka tingkat kesehatan bank PT. BPR TLM dari tahun 2016-2020 berada pada kriteria SEHAT bahkan SANGAT SEHAT. Kata Kunci : RGEC, Kesehatan Bank.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI MASA PANDEMI

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI MASA PANDEMI Aristo Rohrahmani Beni1*, David Loba2, Pnatmo W. Masi3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Pendidikan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan warga Negara. fungsi dari pendidikan adalah menyiapkan peserta didik sebagai manusia, menyiapkan tenaga kerja, dan menyiapkan warga negara yang baik, artinya menyiapkan peserta didik yang belum siap menjadi siap untuk di terjukan ke dunia yang sebenarnya melalui proses pendidikan yang berlangsung. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan rekreasi berdasarkan kurikulum 2013 di masa pandemi. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan berdasarkan kurikulum 2013 di masa pandemi adalah baik, Implementasi tersebut dilihat berdasarkan hasil penelitian dari rencana pembelajaran yang baik dimana guru membuat perangkat pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 yang disesuaikan dengan situa, pelaksanaan pembelajaran yang baik, guru membuat pembelajaran yang aktif dan menyenangkan dan evaluasi pembelajaran juga baik , Simpulan: Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa Implementasi pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan berdasarkan kurikulum 2013 di masa pandemi adalah baik. Kata kunci: Implementasi; kurikulum 2013; pendidikan jasmani,olahraga dan kesehatan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail