Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

49 hasil
Subjek: Orang
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYELUNDUPAN ORANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INTI SARI Judul, DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYELUNDUPAN ORANG. Rumusan Masalah: 1) Mengapa Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana penyeludupan orang? 2) Alasan Mahkamah Agung dan Peninjauan Kembali memutuskan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penyelundupan orang?.Tujuan: 1) Untuk mengetahui alasan Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana penyeludupan orang, 2) Untuk mengetahui Alasan Mahkamah Agung dan Peninjauan Kembali memutuskan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana penyelundupan orang.Jenis penelitian Normatif Sifat Penelitian Deskriptif, yaitu penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah. Tentang alasan Pengadilan Negeri menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana penyeludupan orang, alasan Hakim Kasasi dan Peninjauan Kembali memutuskan pemidanaan.Bahan hukum yang digunakan adalah Bahan hukum primer, yang terdiri dari: Putusan Hakim, serta peraturan perundang-undangan lainya, serta Bahan hukum Sekunder dan Bahan Hukum Tersier. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis teliti, maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji adalah: 1) Perbuatan terdakwa bukan merupakan perbuatan pidana 2) Perbuatan terdakwa tidak terbukti sebagaimana dalam dakwaan jaksa penuntut umum pasal 120 (2) UU No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasin juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke- 1 KUHP yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum, 3) Perbuatan terdakwa terbukti, 4) Adanya kekhilafan atau kekeliruan dalam penerapan hukum. Berdasarkan hasil penilitian dan pembahasan yang telah ditemukan ,maka saran yang dapat dikemukakan penulis yaitu: 1) Perlu adanya kerjasama yang lebih erat antara instansi pemerintah Indonesia dan pemerintah luar Negeri dalam menanggulangi kasus penyelundupan orang, 2) Kepada pemerintah perlu dibentuk tim penanggulangan TPPO di daerah. Kata Kunci: Putusan Hakim, Tindak Pidana Penyelundupan Orang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERHITUNGAN,PEMOTONGAN DAN AKUNTANSI PPH PASAL 21 ATAS GAJI KARYAWAN PADA KOPDIT SWASTI SARI KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul: “Anlisis Perhitungan,Pemotongan dan Akuntansi Pph Pasal 21 atas Gaji Karyawan pada Kopdit Swasti Sari Kota Kupang. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Anlisis Perhitungan,Pemotongan dan Akuntansi Pph Pasal 21 atas Gaji Karyawan pada Kopdit Swasti Sari Kota Kupang, namaun masih ada persoalan penelitian adalah: a. Bagaimana Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 Atas Gaji Karyawan? b. Bagaimana Pemotogan Pajak Penghasilan Pasal 21 Atas Gaji Karyawan? c. Bagaimana Akuntansi Pajak Penghasilan Pasal 21 Atas Gaji Karyawan? Populasi dalam penelitian ini adalah Data Pajak Kopdit Swasti Sari Kota Kupang Tahun 2019 sampai Tahun 2021. Teknik pengumpulan data yang dihimpun menggunakan (1). Metode Dokumentasi, dengan metode ini data yang dibutukan adalah Data Pajak Kopdit Swasti Sari Kota Kupang Tahun 2020 sampai 2021. (2). Metode Wawancara menggunakan format pertanyaan yang terencana dan diajukan secara lisan kepada responden dengan tujuan-tujuan tertentu. Pada Analisis pendahuluan akan mendeskripsikan berdasarkan indikator empirik dalam masing-masing konsep sebagai berikut a). Perhitungan Pajak Penghasilan. b). Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21. c). Akuntansi Pajak Pajak. Pada tahap Analisis lanjutan ini akan mendeskripsikan Teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Deskriptif, untuk mendeskripsikan data yang ada didalam penelitian ini yang terdiri dari 1). Perhitungan Pajak Penghasilan Karyawan. 2). Pemotongan Pajak Penghasilan Karywan. 3). Akuntansi Perpajakan. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dibahas di bab-bab sebelumnya, maka penulis dapat menyajikan kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Kopdit Swasti Sari Kota Kupang melakukan perhitungan pajak penghasilan ditahun 2019 Pph terutang sebesar Rp 15.763.612, ditahun 2020 Pph terutang sebesar Rp 10.879.902, ditahun 2021 Pph terutang sebesar Rp 177.840.038. Sehingga pada saat peneliti melakukan perhitungan menggunakan PTKP yang baru tahun 2016 terdapat perhitungan kelebihan pembayaran di tahun 2019 sebesar Rp 96.584.275, sedangkan ditahun 2020 sampai 2021 tidak terjadi kelebihan pembayaran maupun kekurangan pembayaran ke kas negara. 2) Pemotongan yang dilakukan oleh Kopdit Swasti Sari Kota Kupang ditahun 2019 terjadi kelebihan pembayaran ke kas negara sebesar Rp 96.584.275, karena terjadi kesalahan perhitungan. Sedangkan ditahun 2020 sampai 2021 tidak terjadi kesalahan dalam pemotongan gaji karyawan. 3) Kopdit Swasti Sari Kota Kupang melakukan jurnal akuntansi perpajakan belum sesuai, sehingga peneliti melakukan jurnal akuntansi yang sudah sesuai undang-undang perpajakan. Dalam penelitian ini, penulis memberikan beberapa masukan sebagai alternative yang dapat dipertimbangkan sebagai berikut 1. penelitian selanjutnya agar dapat menambah jumlah sampel penelitian dengan penggunaan data Primer yang lebih besar serta rentang waktu pengamatan yang lebih lama sehingga dapat memberikan gambaran dan kesimpulan yang lebih komprehensif mengenai Perhitungan,Pemotongan dan Akuntansi Pph Pasal21. Kata Kunci : Pajak, PPh Pasal 21, Wajib Pajak Orang Pribadi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERSEPSI GURU, SISWA DAN ORANG TUA MENGENAI PROSES PEMBELAJARAN IPA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELAS VIII A SMP NEGERI 20 KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2022/2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Persepsi Guru, Siswa dan Orang Tua mengenai Pembelajaran IPA pada masa Pandemi COVID-19 di kelas VIII A SMP Negeri 20 Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek Penelitian ini adalah Guru IPA kelas VIII berjumlah 5 Orang, Siswa-siswi kelas VIII A berjumlah 31 Orang, dan Orang Tua Siswa berjumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik Observasi, Teknik Wawancara, dan Kuesioner/Angket. Hasil penelitian di SMP Negeri 20 Kota Kupang dan menganalisis berbagai data temuan, penulis dapat menyimpulkan bahwa Pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 20 Kota Kupang selama masa pandemi, baik guru, siswa maupun orang tua memiliki persepsi masing-masing. Siswa mengatakan bahwa pembelajaran yang dilakukan disekolah tersebut meskipun dilakukan dengan metode pembelajaran daring, namun siswa tetap antusias mengikuti pembelajaran. Selain siswa, guru mengatakan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah tersebut kurang efektif karena dilakukan secara daring dimana, dampak dari pembelajaran daring ini adalah siswa kurang mengerti dan memahami materi dan soal-soal yang dibagikan oleh guru. Orang tua mengatakan bahwa pembelajaran daring ini kurang efektif karena waktu untuk bekerja harus digunakan untuk mendampingi anak ketika belajar dan juga harus menyediakan Handphone dan kuota internet supaya bisa mengakses materi yang dibagikan oleh guru. Metode pembelajaran daring menggunakan aplikasi Zoom dan Whatssap Group yang digunakan untuk membagikan materi pembelajaran dan mengirimkan tugas. Selain mengajar secara daring melalui aplikasi, guru melakukan kunjungan ke rumah siswa untuk memberikan penjelasan tambahan mengenai soal-soal latihan yang tidak dikerjakan oleh siswa seminggu sekali dan juga sebulan sekali. Dalam pelaksanaannya orang tua memfasilitasi seperti laptop, komputer, Handphone, dan kuota internet untuk kelancaran proses belajar siswa, dan juga berperan dalam mendampingi dan mengawasi siswa selama belajar dirumah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PEMBENTUKAN KARA KTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN DI SMA SWASTA ADVENT NUSRA NOELBAKI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya sekolah, guru biologi dan orang tua membentuk karakter peserta didik dalam pembelajaran biologi di SMA Swasta Advent Nusra Noelbaki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Subjek penelitian adalah pihak sekolah, Guru Biologi dan orang tua peserta didik kelas XI MIPA. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan cara deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya guru dan orang tua dalam membentuk karakter disiplin peserta didik di SMA Swasta Advent Nusra yaitu dengan cara penanaman karakter atau pengembangan diri, membuat aturan atau sanksi-sanksi, pengawasan, memberikan motivasi serta mengarahkan peserta didik untuk berperilaku disiplin, memberikan keteladanan atau nilai karakter kristiani melalui nasehat sebelum memulai pelajaran seperti berdoa. sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran tidak hanya fokus pada pengetahuan peserta didik tetapi sekolah juga berupaya untuk memfokuskan peserta didik untuk memiliki karakter disiplin. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka penulis dapat mengambil kesimpulan sesuai dengan rumusan masalah bahwa Sekolah dalam membentuk karakter disiplin pada peserta didik adalah menerapkan peraturan yang harus ditaati oleh seluruh warga sekolah, baik guru maupun anak didik selama berada di lingkungan sekolah. Guru berupaya untuk membentuk karakter disiplin peserta didik dengan berbagai macam kegiatan, mengawasi aktifitas peserta didik dengan harapan agar karakter disiplin anak didik itu terbentuk, mengarahkan dan memotivasi peserta didik untuk memulai semua kegiatan sekolah dengan disiplin

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG PEMBAYARAN RESTITUSI TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul Skripsi Penulis adalah Deskripsi Tentang Pembayaran Restitusi Terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah pertimbangan hakim menjatuhkan putusan pembayaran restitusi oleh pelaku terhadap korban tindak pidana perdagangan orang? (2) Mengapa besarnya pembayaran restitusi yang dijatuhkan oleh hakim berbeda antara yang satu dengan yang lain? Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pertimbangan hakim menjatuhkan putusan pembayaran restitusi oleh pelaku terhadap korban tindak pidana perdagangan orang. (2) Untuk mengetahui alasan besarnya pembayaran restitusi yang dijatuhkan oleh hakim berbeda antara yang satu dengan yang lain. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”. Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini antara lain sebagai berikut: 1. Pertimbangan hakim menjatuhkan putusan pembayaran restitusi oleh pelaku terhadap korban tindak pidana perdagangan orang adalah: a. Korban mengalami kehilangan kekayaan atau penghasilan. b. Korban mengalami kerugian Materil. 2. Alasan besarnya pembayaran restitusi yang dijatuhkan oleh hakim berbeda antara yang satu dengan yang lain disebabkan: a. Tuntutan restitusi Jaksa Penuntut Umum berbeda. b. Kerugian yang dialami korban berbeda. Adapun saran dari penulis terkait dengan pembayaran restitusi korban tindak pidana perdagangan orang antara lain: 1. Diharapkan pemerintah dapat menerapkan regulasi dalam penilian besaran pembayaran restitusi terkhususnya mengenai korban yang mengalami kerugian yang dideritanya sebab dari regulasi yang ada tidak diatur secara eksplisit terkait rincian penilaian material dan immaterial. 2. Diharapkan pemerintah dapat memperhatikan regulasi terkait besar kecilnya ataupun kategori penilain yang memiliki ambang batas pembayaran restitusi, sebab diperhatikan tuntutan yang dimintakan oleh Penuntut Umum lebih besar dari nilai kerugian yang diderita korban artinya adanya ketimbangan-timbangan yang terjadi pada penegak hukum (Penuntut Umum).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Orang tua merupakan guru yang pertama dan terutama dalam rumah. Peran dan tanggung jawab orang tua adalah untuk mendidik anak-anak mengenal pendidikan. Namun, penulis menemukan bahwa orang tua di Jemaat GMIT Kanaan Nunuboko tidak menjalankan perannya dengan baik. Mereka acuh tak acuh untuk mendidik dan mengajarkan hal baik kepada anak-anak. Hal ini disebabkan karena orang tua lebih mengutamakan kepentingan pribadi tanpa memprioritaskan pendidikan anak. Keluarga secara Kristen harus lebih banyak mendidik anak-anak untuk mengerti bahwa pendidikan sangat penting., karena itu, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk meneliti lebih lanjut tentang peran dan tanggung jawaborang tua terhadap pendidikan anak serta mendapatkan informasi melalui hasil wawancara yang diperoleh di Jemaat GMIT Kanaan Nunuboko Dari penelitian itu, penulis menemukan bahwa ternyata peran orang tua di Jemaat GMIT Kanaan Nunuboko tidak berjalan dengan baik. Karena banyak faktor yang menyebabkan seperti, rendahnya ekonomi, orang tua tidak memprioritaskan pendidikan anak, orang tua tidak memotivasi dan memberi dukungan bagi anak-anak, bahkan orang tua memberi hak dan kebebasan penuh untuk anak sendiri memilih apa yang ia kehendaki tanpa berpikir hal tersebut benar atau salah. Perintah Tuhan untuk memberikan sebuah pengajaran bahwa iman kepada Allah memiliki kaitan yang erat dengan seluruh aspek kehidupan. Orang tua yang percaya dan mengasihi Allah, menggunakan setiap kesempatan untuk mengimplementasiikan pendidikan rohani bagi anak-anak. Ha ini merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan kasih kepada Allah ialah memperdulikan kesejahteraan rohani anak-ana dan berusaha menuntun mereka kepada hubungan yang setia dengan Allah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keteladanan Hidup

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KETELADANAN HIDUP FAKULTAS TEOLOGI, UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Anisa Putri Melinda Djo Email: [email protected] Keteladanan hidup adalah pokok tulisan yang dibahas dalam skripsi ini. Latar belakang penulis mengambil pokok ini ialah karena dalam kehidupan warga Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), secara khusus di Jemaat GMIT Ora Et Labora Oebaun. Kenyataannya terdapat para orang tua yang suka melakukan hal-hal yang menyimpang, seperti; mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan, berselingkuh, berzinah, melakukan kekerasan dalam rumah tangga, mengeluarkan kata-kata kotor, membuat onar dalam lingkungan sekitar seperti berkelahi, memfitnah, hidup dalam hutang, tidak setia dalam mengikuti ibadah-ibadah. Hal ini mengakibatkan munculnya pandangan yang buruk terhadap orang tua yang seharusnya mendidik dan menjadi teladan bagi kehidupan keluarga. Melihat persoalan yang terjadi, penulis tertarik untuk menafsirkan teks surat Titus 2:1-5 dan mencoba melihat ajaran yang sehat yang menekankan pada peraturan bagi perilaku Kristen yang harus dimiliki oleh orang tua. Lalu seperti apakah peraturan bagi perilaku Kristen yang harus dimiliki oleh orang tua? Hal ini akan nampak melalui tafsiran teks surat Titus 2:1-5. Penulis menafsirkan teks surat Titus 2:1-5 ini menggunakan metode historis kritis, yaitu menggali sejarah terbentuknya teks dan menemukan maksud serta tujuan yang mendasari peristiwa dalam teks surat Titus 2:1-5 ini. Secara khusus teks surat Titus 2:1-5, menjelaskan tentang peraturan bagi perilaku Kristen bagi jemaat di Kreta yang harus dimiliki oleh orang tua. Pengaruh ajaran yang berkembang pesat waktu itu, menjadi suatu ancaman bagi kehidupan persekutuan dalam gereja dan keluarga. Hal ini membuat Paulus meminta kepada Titus untuk berbicara tentang apa yang sesuai untuk ajaran yang sehat yang menekankan pada peraturan bagi perilaku Kristen kepada para orang tua dengan memuat unsur-unsur tanggung jawab sebagai penatua yang harus dilakukan oleh orang tua. Orang tua harus hidup benar dan tidak menyimpang agar mereka dapat mendidik anak-anak mereka kepada kehidupan yang benar dan Firman Allah tidak dihujat. Demikian pula dengan orang tua masa kini, mereka harus menyadari bahwa menjadi teladan merupakan eksistensi diri dan tanggung jawab mendidik adalah tugas utama orang tua berdasarkan peraturan bagi perilaku Kristen yang Paulus tekankan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Keanekaragaman Morfologi Dan Anatomi Daun Jeruk Lokal (Citrus Sp.) di Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

In general, the morphology of citrus plants consists of three basic organs, namely roots, stems and dann. Leaves are one of the plant parts that can be used for morphological and anatomical identification because each andn carries substantial information that can be used to identify various types of plants. In terms of morphology, citrus leaves can be studied from the shape and shape of oranges. While the general anatomy of oranges consists of epidermis, cuticle, stomata, mesophyll, palisade tissue and vascular tissue. The purpose of this study was to determine the morphological and anatomical characteristics of Local Jeruk Leaves (Citrus sp.) found in South Central Timor Regency. This study used observation and experiment methods with sampling and oranges in South Central Timor Regency, East Nusa Tenggara Province and observations were made at the Biology Laboratory of Artha Wacana Christian University Kupang. The data analysis used was cluster analysis. This step was intended to assess the similarity between accessions of citrus plants using the dendogram analysis method. aurantifolia), peppercorns (Citrus grandis). In terms of morphology of citrus species, the four types observed showed differences that the characteristics of the leaves were single and moss green and dark green in color and single leaf shape and oval and oval in shape, leaf base tapered rounded leaf tips slightly blunt with a slight indentation inward and tapered. Leaf margins, oval in the middle of the leaves form a round indentation, with leaf margins with small, large and grooved teeth. Meanwhile, the anatomical characteristics of the leaves of the four types of citrus plants also have similarities where the shape of the stomata is included in the anosmotic category, namely the stomata type with guard cells surrounded by a number of cells. which do not differ from other epidermal cells in shape and size.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Plant Growht Promothing Rhizobacteria (PGPR) Terhadap Pertumbuhan Porang (Amarphopallus ancophillus)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu usaha untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk hayati, seperti Plant Growht Promothing Rhizobacteria (PGPR). PGPR merupakan mikroba tanah yaga ada disekitar akar tanaman baik secara langsung maupun tidak langsungdalam memacu pertumbuhan serta perkembangan tanaman. Porang (Amarphopallus ancophillus) merupakan jenis umbu-umbian yang mampu hidup diberbagai jenis dan kondisi tanah, mempunyai nilai ekonomi karena mengandung glukomanan (polisakarida yang dapat larut dalam air dan sebagai serat pangan) yang tinggi.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh PGPR terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang porang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)yang terdiri dari 5 perlakuan PGPR yang diulang sebanyak 5 kali yaitu : kontrol atau tanpa PGPR (P0), 15 mL PGPR (P1), 30 mL PGPR (P2), 45 mL PGPR (P3) dan 60 mL PGPR (P4).Data yang diperoleh dianalisi dengan Anova dan dilakukan uji lanjutan dengan uji Duncan. Parameter yang diamati adalah parameter morfologi tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa PGPR mempunyai pengaruh dalam meningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang tanaman porang dan pada pemberian PGPR konsentrasi 15 mL (P1) memberikan hasil yang paling baik dalam meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang pada tanaman porang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR ANAK DI JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN “ SATU ” ( 1 ) DI SMK NEGERI I KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2021/2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumusan masalah adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan orang tua terhadap hasil belajar anak,Tujuan Adapun yang menjadi tujuan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan orang tua terhadap hasil belajar anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-Kuantitatif,Populasi merupakan subjek atau objek yang berada pada suatu wilayah topik penelitian dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian,Sampel adalah sebagian dari populasi yang akan menjadi objek penelitian,Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya,Teknis analisis data yang digunakan penulis adalah menggunakan rumus korelasi Moment Product dengan angkah kasar.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian di buktikan bahwa terdapat pengaruh antara tingkaat Pendidikan orang tua terhadap hasil belajar anak di SMK Negeri 1 Kota Kupang, dimana uji t membuktikan bahwa untuk taraf signifikan 5% diperoleh nilai t 1,706 dan menyatakan bahwa t hitung t tabel (3,24 1,706)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DAMPAK PERCERAIAN ORANGTUA TERHADAP KONDISI EMOSI SISWA DI SMP NEGERI 3 LOBALAIN PADA TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama dan utama bagi anak. Selain itu keluarga juga merupakan fondasi primer bagi perkembangan anak, karena keluarga merupakan tempat anak untuk menghabiskan sebagaian besar waktu dalam kehidupannya kondisi emosi seseorang turut ditentukan oleh keluarga sebab seorang individu akan memperlakukan dirinya dan cenderung memilih individu lain yang sekiranya dapat memperlakukan dirinya seperti perlakuan yang diperoleh dalam lingkungan sebelumnya dalam hal ini adalah keluarga. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana dampak perceraian orangtua terhadap kondisi emosi siswa di SMP Negeri 3 Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak perceraian orangtua terhadap kondisi emosi siswa di SMP Negeri 3 Lobalain pada tahun 2022, Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yakni wawancara. Narasumber penelitian ini, siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 3 Lobalain Kabupaten Rote Ndao. diantaranya adalah Z.S, R.T, G.T, V.O dan A.P sehingga data yang diambil berjumlah 5 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi perceraian dapat mengakibatkan dampak negatif dan positif bagi kematangan emosi siswa. Berdampak negatif karena narasumber tidak mendapat kasih sayang dari orangtua sehingga narasumber yang secara langsung merasakan dampaknya secara psikologis. Dampak perceraian orangtua sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan jiwa dan pendidikan siswa. Perceraian orangtua menjadikan siswa cenderung menjadi pendiam, tidak ceria, tidak suka bergaul, tidak konsentrasi pada belajar atau semangat belajar menurun karena kurangnya motivasi dari orangtua, lebih banyak mencari perhatian kepada sesama temannya, kurang memiliki kepekaan terhadap apa yang dirasakan orang lain, sangat acuh dengan keadaan disekitar, adanya perasaan kewaca menghadapi masa depan serta tidak mampu bersikap rasional, bingung, resah, risau, malu, sedih, dan terkadang muncul perasaan dendam, benci, sehingga siswa menjadi terganggu secara emosional dan perilakunya. Sedangkan dapat berdampak positif karena mendapatkan kasih sayang dari orangtua dalam bentuk memberi motivasi dalam pendidikan, bersosialisasi, bergaul dan selalu dipenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Hal ini yang membuat siswa semakin merasa percaya diri dan tidak merasa minder dengan siswa lain yang orangtuanya utuh

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI SEMASA PANDEMI COVID 19 DI SD TUNAS HARAPAN KELURAHAN MANUTAPEN KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG TAHUN 2021/2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERANGORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI SEMASA PANDEMI COVID-19 DI SD TUNAS HARAPAN KEL. MANUTAPEN KEC. ALAK KOTA KUPANG TAHUN 2021/2022 Riwu, N ( * ) Pellu, L. H ( ** ) Pabala, P. P ( ** ) Tujuan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: untuk mendapatkan gambaran secara komprehensif tentang peran orang tua dalam pembelajaran daring mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti semasa pandemi covid 19 di SD Tunas Harapan KelurahanManutapen Kecamatan Alak Kota Kupang Tahun 2021/2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif.Teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam pembelajaran daring mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti semasa pandemi Covid-19 di SD Tunas Harapan Kel. Manutapen, Kec. Alak, Kota Kupang tahun 2021/2022 adalah bahwa orang tua dalam perannya sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan pembimbing, melakukan apa yang menjadi tanggungjawabnya khususnya dalam membantu peserta didik dalam mengikuti pembelajaran secara daring sangat membantu anak didik dalam menjalani proses belajar online. Berdasarkan hasil penelitian diharapakan agar para orang tua dapat memperhatikan pendidikan anak dengan berperan sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan juga pembimbing sehingga keberhasilan anak didik dalam menjalani pendidikan dapat tercapai. Kata Kunci : Peran orang tua, Pembelajaran Daring. Keterangan :Penulis ( * ) Pembimbing ( ** )

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PENINGKATAN PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PADA DOSEN FAKULTAS EKONOMI UKAW KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) merupakan batas tidak kena pajak pada pajak subjektif yang diberikan kepada wajib pajak, yang ditentukan dari keadaan diri wajib pajak dan status perpajakannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh peningkatan PTKP terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi pada dosen fakultas ekonomi ukaw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Sampel dalam penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang memiliki NPWP yang berjumlah 24 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peningkatan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) memberikan pengaruh yang positif dan Signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak orang Pribadi Dosen Fakultas Ekonomi UKAW, yakni meliputi kepatuhan dalam membayar pajak tepat waktu, mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) dengan benar, melaporkan SPT tepat waktu, dan melunasi denda/sanksi administrasi. Sehingga Peningkatan Penghasilan Tidak Kena Pajak bisa mendorong Wajib Pajak Orang Pribadi Dosen Fakultas Ekonomi UKAW Kupang untuk tetap patuh atau taat terhadap pemerintah dan signifikan sebesar 96,4%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPEDA MOTOR HONDA BEAT (Studi Kasus Pada Mahasiswa, Karyawan Dan Dosen UKAW)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul, ”Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Beat Pada Mahasiswa, Karyawan dan Dosen Universitas Kristen Artha Wacana Kupang”. Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah : Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Beat Pada Mahasiswa, Karyawan dan Dosen Universitas Kristen Artha Wacana . Tujuan penelitian yaitu: Untuk mengetahui produk, harga, tempat, periklanan, people, proses, bukti fisik berpengaruh terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen ukaw. Metode penelitian dalam penelitian ini yakni populasi pada mahasiswa, karyawan dan dosen ukaw yang terpilih sebagai responden. Dan sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pengguna sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen ukaw sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner sedangkan Teknik analisis data menggunakan metode penelitian deskriptif. Dalam pembahasan penelitian menggunakan regresi linear berganda Y=8,008+0,021X1+0,096X2+0,058X3+0,210X4+0,019X5+0,138X6+0,152X7 +e Berdasarkan persamaan regresi linear berganda diatas, maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstanta yang diperoleh sebesar 8,008 menunjukkan bahwa apabila Produk, Harga, Tempat, Periklanan, Orang, Proses dan Bukti fisik dianggap sebagai konstanta menyebabkan keputusan pembelian meningkat sebesar 8,008. Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah di bahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan yaitu: bahwa produk, harga, tempat, people (orang), proses, bukti fisik tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sedangkan variabel promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen ukaw. 1. Hasil membuktikan bahwa variabel produk tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen universitas kristen artha wacana. 2. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel harga tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen universitas kristen artha wacana. 3. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel tempat tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen universitas kristen artha wacana. 4. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen universitas kristen artha wacana. 5. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel people (orang) tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen universitas kristen artha wacana. 6. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel proses tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen universitas kristen artha wacana. 7. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa variabel bukti fisik tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda beat pada mahasiswa, karyawan dan dosen universitas kristen artha wacana.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEPEMIMPINAN ORANG MUDA : Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Kepemimpinan Orang Muda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemuda merupakan kelompok strategis dalam kehidupan bergereja karena memiliki potensi besar sebagai generasi penerus pelayanan. Namun, realitas kepemimpinan pemuda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana menunjukkan berbagai persoalan, seperti ketidakstabilan struktur kepemimpinan, lemahnya pembinaan dan pendampingan, serta pemahaman kepemimpinan yang masih bersifat struktural dan administratif, bukan sebagai panggilan iman dan pelayanan. Kondisi tersebut berdampak pada minimnya koordinasi pelayanan, rendahnya partisipasi aktif pemuda, serta melemahnya peran pemuda dalam dinamika kehidupan jemaat. Berdasarkan realitas tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menelaah kepemimpinan orang muda dalam perspektif teologis serta menganalisis realitas kepemimpinan pemuda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana dengan menggunakan pendekatan servant leadership sebagaimana dikemukakan oleh Robert K. Greenleaf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, analitis, dan reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan serta penelitian lapangan berupa observasi, wawancara, dan dokumen. Subjek penelitian meliputi majelis jemaat dan pemuda Jemaat GMIT Getsemani Sikumana yang terlibat aktif dalam pelayanan. Data yang diperoleh dianalisis untuk menggambarkan kondisi kepemimpinan orang muda, mengidentifikasi persoalan yang terjadi, serta merefleksikannya secara teologis berdasarkan nilai-nilai kepemimpinan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan orang muda di Jemaat GMIT Getsemani Sikumana belum sepenuhnya dipahami sebagai panggilan pelayanan yang berakar pada iman, melainkan masih dipandang sebagai beban struktural organisasi. Kurangnya pembinaan dan formasi kepemimpinan berdampak pada lemahnya integritas, tanggung jawab pelayanan, kepekaan sosial, serta visi kepemimpinan orang muda. Melalui refleksi teologis dan pendekatan servant leadership Robert K. Greenleaf, kepemimpinan orang muda dipahami sebagai kepemimpinan yang berangkat dari sikap melayani, diwujudkan melalui keteladanan hidup, integritas karakter, kerendahan hati, serta komitmen untuk memberdayakan dan membangun sesama. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teologis dan praktis bagi gereja dalam merumuskan model pembinaan kepemimpinan pemuda yang kontekstual, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai iman Kristen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK GOLDEN AGE : Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Peran Orang Tua Bagi Pembentukan Karakter Anak Golden Age (0-6 Tahun) di Jemaat GMIT Batu Karang Nonohonis

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembentukan karakter anak pada usia Golden Age (0-6 tahun) merupakan tahap yang sangat menentukan bagi perkembangan kepribadian dan iman anak di masa depan. Dalam iman Kristen, orang tua dipahami sebagai pendidik iman pertama dan utama bagi anak. Namun, realitas kehidupan keluarga masa kini menunjukkan adanya berbagai tantangan yang menyebabkan peran orang tua dalam pembentukan karakter anak belum berjalan secara optimal. Berdasarkan konteks tersebut, penelitian ini berfokus pada persoalan bagaimana peran orang tua dalam pembentukan karakter anak Golden Age di Jemaat GMIT Batu Karang Nonohonis, serta bagaimana gereja berperan sebagai mitra keluarga dalam mendukung proses tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran orang tua dalam pembentukan karakter anak Golden Age berdasarkan perspektif Pendidikan Agama Kristen, mengidentifikasi realitas praktik pengasuhan yang terjadi di jemaat, serta merumuskan refleksi teologis dan implikasi praktis bagi orang tua dan gereja. Penelitian ini juga bertujuan menegaskan kembali pentingnya sinergi antara keluarga dan gereja dalam pembinaan iman dan karakter anak sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif-analitis-refleksi. Data diperoleh melalui wawancara dengan orang tua, guru Sekolah Minggu, guru PAUD, dan pengajar program pelayanan anak, serta melalui observasi dan studi kepustakaan yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan landasan teologis Alkitab dan teori Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menyadari pentingnya pembentukan karakter anak sejak usia dini, namun keterbatasan waktu, pemahaman yang belum utuh tentang Golden Age, serta kesibukan pekerjaan menyebabkan pembentukan karakter anak belum dilakukan secara konsisten. Gereja telah menjalankan pelayanan anak, tetapi belum sepenuhnya didukung oleh keterlibatan aktif orang tua. Penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter anak Golden Age akan berjalan lebih efektif apabila orang tua menjalankan perannya sebagai pendidik iman utama dan gereja hadir sebagai mitra yang mendampingi keluarga secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENJADI MITRA ALLAH DALAM PENDIDIKAN "Suatu Tinjauan Teologi Sosial Terhadap Program The Parenting Project di Sanggar Belajar "School of Life" dan Implementasinya di Jemaat GMIT Efrata Karisin"

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kerap kali dalam dunia pendidikan perhatian masyarakat lebih tertuju pada guru, sekolah, metode pengajaran, dan kurikulum sebagai penentu utama keberhasilan atau kegagalan proses belajar anak, sementara peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama kurang mendapat perhatian. Cara pandang tersebut berdampak pada rendahnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi pendidikan anak, termasuk dalam konteks pendidikan nonformal di Jemaat GMIT Efrata Karisin melalui Sanggar Belajar School of Life. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran orang tua dalam pendidikan anak melalui pelaksanaan Program The Parenting Project di Jemaat GMIT Efrata Karisin serta merefleksikannya dalam perspektif teologi sosial sebagai bentuk kemitraan orang tua dengan Allah dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan majelis jemaat, tutor School of Life, serta orang tua peserta Program The Parenting Project, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan dengan mengintegrasikan teori keterlibatan orang tua dari Joyce L. Epstein sebagai kerangka analisis pendidikan dan pendekatan teologi sosial menurut Banawiratma yang menempatkan penyelidikan sosial sebagai dasar refleksi iman dalam memahami realitas pendidikan jemaat secara kritis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program The Parenting Project berperan penting dalam menggeser cara pandang orang tua dari sikap menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah menuju kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam pendidikan anak. Program ini mendorong pola pengasuhan yang lebih dialogis, mendukung perkembangan belajar anak, serta memperkuat peran gereja sebagai agen transformasi sosial di bidang pendidikan. Namun demikian, keberlanjutan program memerlukan pendampingan dan evaluasi yang konsisten agar dampaknya tetap terjaga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK Suatu Tinjauan Historis Kritis Terhadap 1 Samuel 2: 12-17, 22-25 dan Implikasinya Bagi Majelis Jemaat di GMIT Kemah Ibadat Airnona

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam teks 1 Samuel 2: 12-17, 22-25 menceritakan tentang kemerosotan moral keluarga imam Eli, yakni Hofni dan Pinehas. Teks mengungkapkan bahwa sebagai imam, Hofni dan Pinehas melakukan kejahatan yang merendahkan Allah, bahkan melibatkan para perempuan untuk melakukan dosa perzinahan di kemah pertemuan. Berdasarkan persoalan moral ini, penulis hendak meneliti untuk mencari tahu faktor-faktor penyebab kemerostan moral Hofni dan Pinehas. Metode penelitian yang dilakukan penulis ialah kualitatif, dengan menggunakan pendekatan historis kritis. Analisis yang dilakukan penulis berangkat dari kajian konteks historis, analisis kata Ibrani, sehingga pada bagian menafsir penulis dapat mengetahui setiap makna dan ayat kunci untuk menemukan kerygma yang terkandung dalam teks. Hasil kajian menunjukan bahwa terdapat tiga faktor penyebab kemerosotan moral Hofni dan Pinehas, yaitu diri sendiri yang menolak otoritas Allah, pengaruh lingkungan dan pola pengasuhan Eli sebagai orang tua. Dalam kaitannya dengan konteks masa kini, teks ini relevan dengan pergumulan majelis jemaat di GMIT kemah Ibadat Airnona terhadap kemerosotan moral anak yang melakukan miras, merokok, perjudian, malas bergereja, pernikahan beda agama, mencuri dan malas beribadah. Berdasarkan data yang didapatkan penulis, faktor penyebab kemerosotan moral anak majelis jemaat ialah individual, pola pengasuhan orang tua dan lingkungan. Berangkat dari persoalan ini, maka penulis mengusulkan agar persoalan mengenai kemerosotan moral anak tidak bisa dilihat sebagai persoalan biasa, melainkan persoalan relasional dengan Allah. Oleh karena itu, tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak secara rohani harus dilakukan berulang-ulang kali, tanpa dibatasi oleh usia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MELAYANI YESUS DALAM DIRI ORANG YANG PALING HINA "Suatu Kajian Tafsir Perumpamaan Terhadap Teks Injil Matius 25:31-46 dan Sumbangsihnya bagi Pelayanan Jemaat GMIT Syalom Kupang Klasis Kota Kupang"

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kepada orang yang paling hina bukanlah tindakan bela kasihan semata, melainkan sebuah perjumpaan dengan Kristus sendiri. Matius 25:31046 menegaskan bahwa Yesus hadir dalam kehidupan mereka yang paling terhina dan sering dilupakan oleh dunia. Yesus menyamakan diri-Nya dengan “orang yang paling hina”, yaitu mereka yang lapar, haus, asing, telanjang, sakit, dan di dalam penjara. Melayani mereka berarti melayani Kristus sendiri, dan hal ini menjadi dasar penilaian dalam penghakiman terakhir. Penulis tertarik untuk menulis karya ilmiah yang berjudul: "Melayani Yesus dalam Diri Orang yang Paling Hina: Suatu Kajian Tafsir Perumpamaan Terhadap Teks Injil Matius 25:31–46 dan Sumbangsihnya bagi Pelayanan Jemaat GMIT Syalom Kupang Klasis Kota Kupang." Tujuan utama dari tulisan ini adalah untuk menggali makna teologis dari perumpamaan penghakiman terakhir dalam Injil Matius 25:31–46, serta mengkaji relevansinya bagi praksis pelayanan jemaat, khususnya dalam konteks pelayanan sosial GMIT Syalom Kupang. Penafsiran teks dilakukan dengan menganalisis konteks historis, sosial, dan literer dari perikop tersebut, serta memperhatikan struktur naratif dan pesan teologis yang terkandung di dalamnya. Kerygma teologis yang penulis temukan menunjukan bahwa perumpamaan ini menjadi dasar seorang Kristen hidup dalam kehidupan sebagai seorang individu dan sebagai komunitas yaitu gereja. Identifikasi Yesus dengan diri “orang yang paling hina” memberi kontribusi bagi pelayanan GMIT Syalom Kupang bahwa bahwa pelayanan sosial bukan sekadar aktivitas karitatif, melainkan bentuk nyata dari spiritualitas Kristen yang berakar pada ajaran Yesus. Tulisan ini mendorong gereja untuk lebih peka dan aktif dalam melayani kelompok-kelompok marginal sebagai wujud ketaatan iman. Dengan demikian, pelayanan jemaat tidak hanya bersifat ritualistik, tetapi juga transformatif bagi masyarakat sekitar. Ini merupakan identitas gereja dan tanggung jawab sosial gereja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMUNITAS YANG MENYEMBUHKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam komunitas Orang Sabu, terdapat sebuah pemahaman mengenai kutuk atas peristiwa Made Harro (mati tidak wajar). Karena kutuk itu, maka relasi yang ada dalam komunitas, baik relasi individu, relasi dengan sesama, relasi dengan alam (tanah), dan relasi dengan Tuhan menjadi rusak. Akhirnya, stigma sosial dan pengucilan terbentuk dalam komunitas. Pemahaman ini masih dipegang erat oleh Komunitas Orang Sabu bahkan yang sudah Kristen. Namun, dalam komunitas yang sama pula, terdapat pemahaman unik tentang bagaimana mereka sebagai komunitas keluar dari krisis ini dan mengalami kesembuhan yang utuh dan holistik. Ritus yang dimaksud dilakukan oleh beberapa anggota keluarga jemaat GMIT Arit Lederaga, yang anggota keluarganya mengalami Made Harro. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana eksistensi fungsi-fungsi pastoral dalam praktik penyembuhan duka komunitas Orang Sabu dan nilai-nilai teologis dalam praktik budaya Kehao Rue untuk memberikan sumbangsih pada pendampingan pastoral lintas budaya yang utuh dan holistik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana eksistensi fungsi-fungsi pastoral dalam praktik penyembuhan duka komunitas Orang Sabu dan nilai-nilai teologis dalam praktik budaya Kehao Rue untuk memberikan sumbangsih pada pendampingan pastoral lintas budaya yang utuh dan holistik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang menitikberatkan pada pengamatan mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman tentang kutuk Made Harro dan praktik penyembuhan duka Kehao Rue masih sangat kuat dipegang dalam komunitas orang Sabu di jemaat GMIT Arit Lederaga. Dengan penggunaan simbol-simbol tertentu, pengorbanan hewan, pembuangan abu, penatte laidare yang dipimpin oleh tokoh adat yakni Deo Rai dan Rue, serta ritus pelengkap seperti, tangi pali, pedoe hemanga, pemau do made, dan henge’do bertujuan untuk memutuskan rantai kutukan tersebut dan menyeimbangkan kembali relasi yang telah rusak. Dalam keseluruhan praktik yang ada, Penulis menggunakan 5 fungsi pastoral menurut Howard Clinebell, untuk melihat bagaimana fungsi-fungsi pastoral nampak dalam praktik budaya orang Sabu. Selain itu, dalam praktik penyembuhan duka tersebut terdapat nilai-nilai teologis yang dapat membantu gereja untuk belajar dari komunitas Orang Sabu dalam menciptakan pendampingan pastoral lintas budaya yang utuh dan holistik. Secara teologis, penelitian ini merefleksikan bahwa kematian dalam pandangan Alkitab adalah realitas setiap manusia yang hidup. Kematian yang ada menyisihkan duka bagi masing-masing orang berbeda dalam tingkatan dan cara pemulihan. Untuk itu, perlu adanya pendampingan pastoral yang utuh dan holistik bagi segenap ciptaan dengan menyoroti peran komunitas di dalamnya. Sehingga pendampingan pastoral Lintas budaya menjadi tawaran menarik bagi gereja, agar gereja dapat belajar menjadi komunitas yang menyembuhkan secara utuh dan holistik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail