Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

23 hasil
Subjek: Orang tua
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERSEPSI GURU, SISWA DAN ORANG TUA MENGENAI PROSES PEMBELAJARAN IPA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELAS VIII A SMP NEGERI 20 KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2022/2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Persepsi Guru, Siswa dan Orang Tua mengenai Pembelajaran IPA pada masa Pandemi COVID-19 di kelas VIII A SMP Negeri 20 Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek Penelitian ini adalah Guru IPA kelas VIII berjumlah 5 Orang, Siswa-siswi kelas VIII A berjumlah 31 Orang, dan Orang Tua Siswa berjumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik Observasi, Teknik Wawancara, dan Kuesioner/Angket. Hasil penelitian di SMP Negeri 20 Kota Kupang dan menganalisis berbagai data temuan, penulis dapat menyimpulkan bahwa Pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 20 Kota Kupang selama masa pandemi, baik guru, siswa maupun orang tua memiliki persepsi masing-masing. Siswa mengatakan bahwa pembelajaran yang dilakukan disekolah tersebut meskipun dilakukan dengan metode pembelajaran daring, namun siswa tetap antusias mengikuti pembelajaran. Selain siswa, guru mengatakan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah tersebut kurang efektif karena dilakukan secara daring dimana, dampak dari pembelajaran daring ini adalah siswa kurang mengerti dan memahami materi dan soal-soal yang dibagikan oleh guru. Orang tua mengatakan bahwa pembelajaran daring ini kurang efektif karena waktu untuk bekerja harus digunakan untuk mendampingi anak ketika belajar dan juga harus menyediakan Handphone dan kuota internet supaya bisa mengakses materi yang dibagikan oleh guru. Metode pembelajaran daring menggunakan aplikasi Zoom dan Whatssap Group yang digunakan untuk membagikan materi pembelajaran dan mengirimkan tugas. Selain mengajar secara daring melalui aplikasi, guru melakukan kunjungan ke rumah siswa untuk memberikan penjelasan tambahan mengenai soal-soal latihan yang tidak dikerjakan oleh siswa seminggu sekali dan juga sebulan sekali. Dalam pelaksanaannya orang tua memfasilitasi seperti laptop, komputer, Handphone, dan kuota internet untuk kelancaran proses belajar siswa, dan juga berperan dalam mendampingi dan mengawasi siswa selama belajar dirumah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PEMBENTUKAN KARA KTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN DI SMA SWASTA ADVENT NUSRA NOELBAKI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya sekolah, guru biologi dan orang tua membentuk karakter peserta didik dalam pembelajaran biologi di SMA Swasta Advent Nusra Noelbaki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Subjek penelitian adalah pihak sekolah, Guru Biologi dan orang tua peserta didik kelas XI MIPA. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan cara deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya guru dan orang tua dalam membentuk karakter disiplin peserta didik di SMA Swasta Advent Nusra yaitu dengan cara penanaman karakter atau pengembangan diri, membuat aturan atau sanksi-sanksi, pengawasan, memberikan motivasi serta mengarahkan peserta didik untuk berperilaku disiplin, memberikan keteladanan atau nilai karakter kristiani melalui nasehat sebelum memulai pelajaran seperti berdoa. sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran tidak hanya fokus pada pengetahuan peserta didik tetapi sekolah juga berupaya untuk memfokuskan peserta didik untuk memiliki karakter disiplin. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka penulis dapat mengambil kesimpulan sesuai dengan rumusan masalah bahwa Sekolah dalam membentuk karakter disiplin pada peserta didik adalah menerapkan peraturan yang harus ditaati oleh seluruh warga sekolah, baik guru maupun anak didik selama berada di lingkungan sekolah. Guru berupaya untuk membentuk karakter disiplin peserta didik dengan berbagai macam kegiatan, mengawasi aktifitas peserta didik dengan harapan agar karakter disiplin anak didik itu terbentuk, mengarahkan dan memotivasi peserta didik untuk memulai semua kegiatan sekolah dengan disiplin

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Orang tua merupakan guru yang pertama dan terutama dalam rumah. Peran dan tanggung jawab orang tua adalah untuk mendidik anak-anak mengenal pendidikan. Namun, penulis menemukan bahwa orang tua di Jemaat GMIT Kanaan Nunuboko tidak menjalankan perannya dengan baik. Mereka acuh tak acuh untuk mendidik dan mengajarkan hal baik kepada anak-anak. Hal ini disebabkan karena orang tua lebih mengutamakan kepentingan pribadi tanpa memprioritaskan pendidikan anak. Keluarga secara Kristen harus lebih banyak mendidik anak-anak untuk mengerti bahwa pendidikan sangat penting., karena itu, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk meneliti lebih lanjut tentang peran dan tanggung jawaborang tua terhadap pendidikan anak serta mendapatkan informasi melalui hasil wawancara yang diperoleh di Jemaat GMIT Kanaan Nunuboko Dari penelitian itu, penulis menemukan bahwa ternyata peran orang tua di Jemaat GMIT Kanaan Nunuboko tidak berjalan dengan baik. Karena banyak faktor yang menyebabkan seperti, rendahnya ekonomi, orang tua tidak memprioritaskan pendidikan anak, orang tua tidak memotivasi dan memberi dukungan bagi anak-anak, bahkan orang tua memberi hak dan kebebasan penuh untuk anak sendiri memilih apa yang ia kehendaki tanpa berpikir hal tersebut benar atau salah. Perintah Tuhan untuk memberikan sebuah pengajaran bahwa iman kepada Allah memiliki kaitan yang erat dengan seluruh aspek kehidupan. Orang tua yang percaya dan mengasihi Allah, menggunakan setiap kesempatan untuk mengimplementasiikan pendidikan rohani bagi anak-anak. Ha ini merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan kasih kepada Allah ialah memperdulikan kesejahteraan rohani anak-ana dan berusaha menuntun mereka kepada hubungan yang setia dengan Allah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keteladanan Hidup

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KETELADANAN HIDUP FAKULTAS TEOLOGI, UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Anisa Putri Melinda Djo Email: [email protected] Keteladanan hidup adalah pokok tulisan yang dibahas dalam skripsi ini. Latar belakang penulis mengambil pokok ini ialah karena dalam kehidupan warga Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), secara khusus di Jemaat GMIT Ora Et Labora Oebaun. Kenyataannya terdapat para orang tua yang suka melakukan hal-hal yang menyimpang, seperti; mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan, berselingkuh, berzinah, melakukan kekerasan dalam rumah tangga, mengeluarkan kata-kata kotor, membuat onar dalam lingkungan sekitar seperti berkelahi, memfitnah, hidup dalam hutang, tidak setia dalam mengikuti ibadah-ibadah. Hal ini mengakibatkan munculnya pandangan yang buruk terhadap orang tua yang seharusnya mendidik dan menjadi teladan bagi kehidupan keluarga. Melihat persoalan yang terjadi, penulis tertarik untuk menafsirkan teks surat Titus 2:1-5 dan mencoba melihat ajaran yang sehat yang menekankan pada peraturan bagi perilaku Kristen yang harus dimiliki oleh orang tua. Lalu seperti apakah peraturan bagi perilaku Kristen yang harus dimiliki oleh orang tua? Hal ini akan nampak melalui tafsiran teks surat Titus 2:1-5. Penulis menafsirkan teks surat Titus 2:1-5 ini menggunakan metode historis kritis, yaitu menggali sejarah terbentuknya teks dan menemukan maksud serta tujuan yang mendasari peristiwa dalam teks surat Titus 2:1-5 ini. Secara khusus teks surat Titus 2:1-5, menjelaskan tentang peraturan bagi perilaku Kristen bagi jemaat di Kreta yang harus dimiliki oleh orang tua. Pengaruh ajaran yang berkembang pesat waktu itu, menjadi suatu ancaman bagi kehidupan persekutuan dalam gereja dan keluarga. Hal ini membuat Paulus meminta kepada Titus untuk berbicara tentang apa yang sesuai untuk ajaran yang sehat yang menekankan pada peraturan bagi perilaku Kristen kepada para orang tua dengan memuat unsur-unsur tanggung jawab sebagai penatua yang harus dilakukan oleh orang tua. Orang tua harus hidup benar dan tidak menyimpang agar mereka dapat mendidik anak-anak mereka kepada kehidupan yang benar dan Firman Allah tidak dihujat. Demikian pula dengan orang tua masa kini, mereka harus menyadari bahwa menjadi teladan merupakan eksistensi diri dan tanggung jawab mendidik adalah tugas utama orang tua berdasarkan peraturan bagi perilaku Kristen yang Paulus tekankan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR ANAK DI JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN “ SATU ” ( 1 ) DI SMK NEGERI I KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2021/2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumusan masalah adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan orang tua terhadap hasil belajar anak,Tujuan Adapun yang menjadi tujuan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan orang tua terhadap hasil belajar anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-Kuantitatif,Populasi merupakan subjek atau objek yang berada pada suatu wilayah topik penelitian dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian,Sampel adalah sebagian dari populasi yang akan menjadi objek penelitian,Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya,Teknis analisis data yang digunakan penulis adalah menggunakan rumus korelasi Moment Product dengan angkah kasar.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian di buktikan bahwa terdapat pengaruh antara tingkaat Pendidikan orang tua terhadap hasil belajar anak di SMK Negeri 1 Kota Kupang, dimana uji t membuktikan bahwa untuk taraf signifikan 5% diperoleh nilai t 1,706 dan menyatakan bahwa t hitung t tabel (3,24 1,706)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI SEMASA PANDEMI COVID 19 DI SD TUNAS HARAPAN KELURAHAN MANUTAPEN KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG TAHUN 2021/2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERANGORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI SEMASA PANDEMI COVID-19 DI SD TUNAS HARAPAN KEL. MANUTAPEN KEC. ALAK KOTA KUPANG TAHUN 2021/2022 Riwu, N ( * ) Pellu, L. H ( ** ) Pabala, P. P ( ** ) Tujuan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut: untuk mendapatkan gambaran secara komprehensif tentang peran orang tua dalam pembelajaran daring mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan budi pekerti semasa pandemi covid 19 di SD Tunas Harapan KelurahanManutapen Kecamatan Alak Kota Kupang Tahun 2021/2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif.Teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam pembelajaran daring mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti semasa pandemi Covid-19 di SD Tunas Harapan Kel. Manutapen, Kec. Alak, Kota Kupang tahun 2021/2022 adalah bahwa orang tua dalam perannya sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan pembimbing, melakukan apa yang menjadi tanggungjawabnya khususnya dalam membantu peserta didik dalam mengikuti pembelajaran secara daring sangat membantu anak didik dalam menjalani proses belajar online. Berdasarkan hasil penelitian diharapakan agar para orang tua dapat memperhatikan pendidikan anak dengan berperan sebagai pendidik, motivator, fasilitator, dan juga pembimbing sehingga keberhasilan anak didik dalam menjalani pendidikan dapat tercapai. Kata Kunci : Peran orang tua, Pembelajaran Daring. Keterangan :Penulis ( * ) Pembimbing ( ** )

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK GOLDEN AGE : Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Peran Orang Tua Bagi Pembentukan Karakter Anak Golden Age (0-6 Tahun) di Jemaat GMIT Batu Karang Nonohonis

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembentukan karakter anak pada usia Golden Age (0-6 tahun) merupakan tahap yang sangat menentukan bagi perkembangan kepribadian dan iman anak di masa depan. Dalam iman Kristen, orang tua dipahami sebagai pendidik iman pertama dan utama bagi anak. Namun, realitas kehidupan keluarga masa kini menunjukkan adanya berbagai tantangan yang menyebabkan peran orang tua dalam pembentukan karakter anak belum berjalan secara optimal. Berdasarkan konteks tersebut, penelitian ini berfokus pada persoalan bagaimana peran orang tua dalam pembentukan karakter anak Golden Age di Jemaat GMIT Batu Karang Nonohonis, serta bagaimana gereja berperan sebagai mitra keluarga dalam mendukung proses tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran orang tua dalam pembentukan karakter anak Golden Age berdasarkan perspektif Pendidikan Agama Kristen, mengidentifikasi realitas praktik pengasuhan yang terjadi di jemaat, serta merumuskan refleksi teologis dan implikasi praktis bagi orang tua dan gereja. Penelitian ini juga bertujuan menegaskan kembali pentingnya sinergi antara keluarga dan gereja dalam pembinaan iman dan karakter anak sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif-analitis-refleksi. Data diperoleh melalui wawancara dengan orang tua, guru Sekolah Minggu, guru PAUD, dan pengajar program pelayanan anak, serta melalui observasi dan studi kepustakaan yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan landasan teologis Alkitab dan teori Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menyadari pentingnya pembentukan karakter anak sejak usia dini, namun keterbatasan waktu, pemahaman yang belum utuh tentang Golden Age, serta kesibukan pekerjaan menyebabkan pembentukan karakter anak belum dilakukan secara konsisten. Gereja telah menjalankan pelayanan anak, tetapi belum sepenuhnya didukung oleh keterlibatan aktif orang tua. Penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter anak Golden Age akan berjalan lebih efektif apabila orang tua menjalankan perannya sebagai pendidik iman utama dan gereja hadir sebagai mitra yang mendampingi keluarga secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENJADI MITRA ALLAH DALAM PENDIDIKAN "Suatu Tinjauan Teologi Sosial Terhadap Program The Parenting Project di Sanggar Belajar "School of Life" dan Implementasinya di Jemaat GMIT Efrata Karisin"

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kerap kali dalam dunia pendidikan perhatian masyarakat lebih tertuju pada guru, sekolah, metode pengajaran, dan kurikulum sebagai penentu utama keberhasilan atau kegagalan proses belajar anak, sementara peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama kurang mendapat perhatian. Cara pandang tersebut berdampak pada rendahnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi pendidikan anak, termasuk dalam konteks pendidikan nonformal di Jemaat GMIT Efrata Karisin melalui Sanggar Belajar School of Life. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran orang tua dalam pendidikan anak melalui pelaksanaan Program The Parenting Project di Jemaat GMIT Efrata Karisin serta merefleksikannya dalam perspektif teologi sosial sebagai bentuk kemitraan orang tua dengan Allah dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan majelis jemaat, tutor School of Life, serta orang tua peserta Program The Parenting Project, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan dengan mengintegrasikan teori keterlibatan orang tua dari Joyce L. Epstein sebagai kerangka analisis pendidikan dan pendekatan teologi sosial menurut Banawiratma yang menempatkan penyelidikan sosial sebagai dasar refleksi iman dalam memahami realitas pendidikan jemaat secara kritis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program The Parenting Project berperan penting dalam menggeser cara pandang orang tua dari sikap menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah menuju kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam pendidikan anak. Program ini mendorong pola pengasuhan yang lebih dialogis, mendukung perkembangan belajar anak, serta memperkuat peran gereja sebagai agen transformasi sosial di bidang pendidikan. Namun demikian, keberlanjutan program memerlukan pendampingan dan evaluasi yang konsisten agar dampaknya tetap terjaga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK Suatu Tinjauan Historis Kritis Terhadap 1 Samuel 2: 12-17, 22-25 dan Implikasinya Bagi Majelis Jemaat di GMIT Kemah Ibadat Airnona

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam teks 1 Samuel 2: 12-17, 22-25 menceritakan tentang kemerosotan moral keluarga imam Eli, yakni Hofni dan Pinehas. Teks mengungkapkan bahwa sebagai imam, Hofni dan Pinehas melakukan kejahatan yang merendahkan Allah, bahkan melibatkan para perempuan untuk melakukan dosa perzinahan di kemah pertemuan. Berdasarkan persoalan moral ini, penulis hendak meneliti untuk mencari tahu faktor-faktor penyebab kemerostan moral Hofni dan Pinehas. Metode penelitian yang dilakukan penulis ialah kualitatif, dengan menggunakan pendekatan historis kritis. Analisis yang dilakukan penulis berangkat dari kajian konteks historis, analisis kata Ibrani, sehingga pada bagian menafsir penulis dapat mengetahui setiap makna dan ayat kunci untuk menemukan kerygma yang terkandung dalam teks. Hasil kajian menunjukan bahwa terdapat tiga faktor penyebab kemerosotan moral Hofni dan Pinehas, yaitu diri sendiri yang menolak otoritas Allah, pengaruh lingkungan dan pola pengasuhan Eli sebagai orang tua. Dalam kaitannya dengan konteks masa kini, teks ini relevan dengan pergumulan majelis jemaat di GMIT kemah Ibadat Airnona terhadap kemerosotan moral anak yang melakukan miras, merokok, perjudian, malas bergereja, pernikahan beda agama, mencuri dan malas beribadah. Berdasarkan data yang didapatkan penulis, faktor penyebab kemerosotan moral anak majelis jemaat ialah individual, pola pengasuhan orang tua dan lingkungan. Berangkat dari persoalan ini, maka penulis mengusulkan agar persoalan mengenai kemerosotan moral anak tidak bisa dilihat sebagai persoalan biasa, melainkan persoalan relasional dengan Allah. Oleh karena itu, tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak secara rohani harus dilakukan berulang-ulang kali, tanpa dibatasi oleh usia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pendidikan Seksualitas

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fenomena seks bebas dikalangan remaja sampai pemuda/i kian memprihatinkan yang mengalami peningkatan setiap tahun. Ini juga yang terjadi dalam jemaat GMIT Diaspora Padakika. Untuk itu perlu ada perhatian khusus baik itu dari orang tua maupun gereja. Terkait dengan masalah ini, maka pendidikan seks merupakan solusi yang tepat dalam mengatasi seks bebas. Pendidikan seks merupakan pengajaran penting yang harus diterapkan kepada setiap anak. Untuk itu, Keluarga menjadi tempat utama sebagai dasar bagi anak agar bisa memperoleh ajaran-ajaran yang disampaikan termaksud dengan pendidikan seks. Pendidikan seks dalam keluarga sangat penting dan harus menjadi bahan pembinaan yang harus diterapkan dalam keluarga. Anak-anak sejak dini harus diperkenalkan dengan pendidikan sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Selain itu, dengan pendidikan seks anak juga dapat diberitahu mengenai berbagai perilaku seksual yang berisiko sehingga mereka dapat menghindarinya. Orang tua juga wajib untuk dibekali ilmu terkait dengan pendidikan seks. Pendidikan seks harus dianggap sebagai bagian dari proses pendidikan untuk memperkuat penggembangan kepribadian bagi seorang anak. Orang tua harus memiliki peran penting untuk menanggulangi perilaku seks yang menyimpang dengan nilai-nilai dan ajaran Alkitab pada anak sedini mungkin. Gereja juga turut berperan dalam memberikan pengajaran dan pendidikan mengenai seks, karena gereja diutus Allah untuk ada ditengah-tengah dunia menjawab setiap persoalan dalam anggota jemaat terkait dengan kasus seks bebas. Pembinaan warga gereja sebagai bagian tugas dan tanggung jawab pelayan dalam gereja melalui Kerygma (mengajar atau memuridkan), Marturia (bersaksi), Koinonia (bersekutu), dan Diakonia (pelayanan sosial). Pembinaan warga gereja tidak terlepas dari pendidikan dan pengajaran mengenai nilai-nilai dan ajaran kristiani sehingga mampu membawa setiap anggota jemaat agar mengalami pendewasaan. Pendewasaan jemaat agar dapat membedakan apa yang baik dan buruk sesuai dengan kehendak Allah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA ALKITAB PADA ANAK DI JEMAAT GMIT EISLEBEN OINLASI KLASIS AMANUBAN TIMUR SELATAN TAHUN 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

A B S T R A K PERAN ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA ALKITAB PADA ANAK DI JEMAAT GMIT EISLEBEN OINLASI, KLASIS AMANUBAN TIMUR SELATAN TAHUN 2022 Babis, F, J)* Pellu, L)** Pobala, P)** Penelitian ini dilakukan pada lokasi yang bertempat dijemaat GMIT Eisleben Oinlasi, Klasis Amanuban Timur Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan pada bulan Juni. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: bagaimana peran orang tua dalam menumbuhkan minat baca Alkitab pada anak? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua dalam menumbuhkan minat baca Alkitab pada anak dijemaat GMIT Eisleben Oinlasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana penulis melakukan wawancara kepada orang tua anak untuk mendapatkan informasi yang akurat dalam penulisan karya ilmiah ini. Selanjutnya data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif yang interaktif. Hasil penelitian: Penelitian ini dilakukan dengan wawancara disetiap rumah yang dipilih penulis sebagai responden untuk mendapatkan informasi dari responden mengenai perannya dalam menumbuhkan minat baca Alkitab pada anak. Responden yang dipilih penulis untuk melakukan wawancara berjumlah 7 orang. Peran orang orang tua adalah sebagai guru/pendidik (penuntun), pembimbing, pemberi contoh/teladan, maupun sebagai fasilitator bagi anak-anaknya. Apabila orang tua tidak melakukan peran dengan baik maka akan berpengaruh pada anak. orang tua sebagai guru/pendidik (penuntun) yang dimaksud adalah anak pertama kali mendapatkan didikan adalah dari orang tua, sehingga peran orang tua sebagai guru/pendidik (penuntun) sangatlah dibutuhkan. Orang tua sebagai pembimbing yang dimaksud yaitu orang tua pasti menginginkan anaknya menuju arah yang yang benar maka setiap orang tua haruslah membimbing anak-anaknya dengan baik dan benar pula, dengan memberikan nasihat dan membimbing anak mengenal akan Firman Tuhan. orang tua sebagai teladan yaitu orang tua menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya, anak akan mengikuti semua yang dilakukan oleh orang tua. Jika orang tua menunjukkan sikap yang baik maka anak akan meniru. Jika orang tua malas membaca Alkitab maka anakpun akan malas membaca Alkitab. Orang tua sebagai fasilitator yaitu orang tua bertanggung jawab memfasilitasi anak-anaknya, menyediakan segala kebutuhan anak dari sandang, pangan, dan papan. Akan tetapi itu tidak cukup, orang tua pasti menginginkan anak dapat belajar dengan baik, contohnya membaca Alkitab maka orang tua harus mempersiapkan bahan bacaan seperti Alkitab dan buku cerita tentang Alkitab pula. Dari keempat peran diatas maka orang tua memiliki tanggung jawab penuh untuk mendidik, membimbing, menjadi contoh, fasilitator yang baik untuk anak-anaknya sehingga anak memiliki kecintaan terhadap Alkitab. Kata Kunci: Peran Orang Tua, Menumbuhkan Minat Baca Alkitab, Anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN FORMAL BAGI ANAK PEREMPUAN Di Desa Mauta Kecamatan Pantar Tengah Kabupaten Alor Tahun 2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Desa Mauta Kecamatan Pantar Tengah, masih bertahan dengan adat istiadat dimana pada umumnya Orang Tua selalu mempekerjakan anak perempuan dalam usia sekolah untuk bekerja di kebun atau di ladang serta tugas dalam rumah tangga dari pada menyekolahkannya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : untuk mengetahui persepsi OrangTua Desa Mauta di Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor tentang pendidikan bagi anak perempuan. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 6 responden. Pengambilan data menggunakan teknik Observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu data reduction, data display, dan conclution/ verification. Hasil penelitian ini menunjukan Persepsi Orang Tua Desa Mauta dalam pendidikan Formal Anak Perempuan yaitu masi terdapat perbedaan perhatian antara anak perempuan dan anak laki-laki, Ekonomi Orang tua yang minim menghambat kebutuhan pendidikan tinggi bagi anak perempuan, Hilangnya rasa kepercayaan orang Tua terhadap Anak Perempuan dikarenakan sebagian anak perempuan tidak serius dan tidak dapat menuntaskan pendidikan yang diberikan orang tua dengan baik. Sebagian orang tua memilih akan melanjutkan pendidikan anak perempuannya ke jenjang Paket B dan Paket C. Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut: Aparat Desa Mauta seharusnya dapat memberikan penyuluhan, edukasi dan kesadaran dalam masyarakat tentang pentingnya pendidikan Formal bagi anak perempuan, bagi Orang Tua harus memiliki pemikiran yang maju dan terbuka agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak sebagai bekal mereka bertumbuh dan berkembang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI BENTUK-BENTUK KERJASAMA ORANG TUA DAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SD LENTERA HARAPAN KUPANG TAHUN 2022

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk kerja sama orang tua dan guru dalam membentuk karakter disiplin siswa di SD Lentera Harapan Kupang. Tempat penelitian di SD Lentera Harapan Kupang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu metode penelitian yang telah digunakan yaitu dengan melakukan observasi,wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan informasi. Informan dalam penelitian ini adalah guru-guru dan orang tua siswa. Teknik analisis data deskriptif yang meliputi teknik penyajian data dengan mengklasifikasikan pengumpulan data dari observasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk kerjasama sekolah dan orang tua siswa dalam membentuk karakter disiplin siswa di SD Lentera Harapan Kupang antara lain: Identifikasi bentuk-bentuk kerjasama orang tua dan guru dalama membentuk karakter disiplin siswa di SD Lentera Harapan Kupang yaitu: 1) Kunjungan ke rumah murid, 2) Di undangnya orang tua ke sekolah jika dibutuhkan yakni, melalui media komunikasi sekolah ( WA, Telpon, Agenda, Media Sosoal, dan surat ), Pelaksanaan seminar orang tua satu kali dalam setahun dan Pertemuan orang tua yang diadakan dua kali dalam setahun, 3) Case conference, Pemangilan orang tua jika anaknya bermasalah, melalui media komunikasi sekolah (WA, Telpon, Agenda, Media Sosoal dan Surat), 4) Mengadakan surat menyurat seperti surat sakit mau pun undangan, 5) Adanya daftar nilai atau raport yang dilakukan empat kali dalam setahun

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK Suatu Tinjauan Teologi Pendidikan Kristen dalam Tanggungjawab Orang Tua terhadap Pembentukan Karakter Anak Usia Dini dan Implikasinya bagi Pertumbuhan Anak di Jemaat Ebenhaezer Moramam Klasis Alor Barat Daya

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua terhadap anak usia dini, serta pemahaman orang tua mengenai pentingnya pembentukan karakter anak usia dini dalam keluarga. Masalah ini di angkat oleh penulis dalam Jemaat Ebenhaezer Moramam, sebab banyaknya orang tua yang kurang memahami pentingnya membentuk karakter anak usia dini, dan pola asuh orang tua yang keliru selama mendidik anak dalam keluarga yang membuat anak saat beranjak dewasa menjadi pribadi yang tidak baik, pembangkang, dan memiliki sikap yang buruk. Dalam menganalisis masalah ini, penulis menggunakan teori dari Horace Bushnell yang mengatakan bahwa: “penanaman bibit iman Kristen dalam diri seseorang yaitu khususnya sejak kanak-kanak supaya ia memeluk nilai-nilai Kristiani secara wajar dan semakin mengabdikan diri kepada Allah”. Teori ini memberikan pengertian kepada orang tua agar lebih memperhatikan pola asuh dalam rumah, terlebih khusus dalam memberikan pengajaran mengenai iman Kristen dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode yang digunakan penulis ialah metode penelitian kualitatif yakni metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah dimana peneliti sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball. Dari hasil penelitian, penulis menemukan banyak orang tua yang kurang memperhatikan pola asuh mereka terhadap anak-anak saat proses pendidikan di rumah. Sikap memanjakan anak serta bertindak keras terhadap anak saat berusia dini dapat membentuk pribadi mereka menjadi anak yang pembangkang dan suka membantah. Selain itu, orang tua juga membiarkan anak tinggal bersama dengan keluarga dan tidak memantau perkembangan mereka sehingga anak memiliki kebebasan untuk bertindak sesuai keinginan mereka sendiri. Penulis melihat bahwa orang tua sangat berusaha untuk membuat anaknya merasa bahagia, akan tetapi orang tua sangat keliru dalam menerapkan pola asuh di dalam rumah yang pada akhirnya membuat anak memiliki karakter yang tidak sesuai dengan keinginan orang tuanya. Dari analasis tersebut, penulis berefleksi bahwa anak merupakan harapan bagi orang tuanya. Keluarga memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan anak. Anak perlu ditanamkan nilai-nilai baik sesuai ajaran Kristen saat ia masih berusia dini, yang akan menjadi pegangan dalam perjalanan hidup kedepan. Selama proses didikan dalam rumah, orang tua harus memiliki sikap peduli dan peka terhadap persoalan yang anak alami dan berusaha untuk memberikan pemahaman yang baik sehingga anak tidak merasa sendiri dan lebih percaya diri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS VIII SMP NEGERI 3 AMARASI SELATAN TAHUN AJARAN 2021/2022

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS VIII SMP NEGERI 3 AMARASI SELATAN TAHUN AJARAN 2021/2022 Abuk M)* Manu, T.S. N)** Koroh, T)** ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (a) Hubungan Antara Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar IPA, (b) Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Terhadap Hasil Belajar IPA, (c) Hubungan Antara Motivasi Belajar Dan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Hasil Belajar IPA kelas VIII SMP Negeri 3 Amarasi Selatan. Jenis penelitian ini bersifat korelasi. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VIII sebanyak 30. dan orang tua siswa sebanyak 30. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini siswa kelas VIII yang berjumlah 15, dan orang tua siswa yang berjumlah 15. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis korelasi dengan menggunakan dua jenis yaitu analisis korelasi sederhana dan korelasi ganda. Berdasarkan Hasil Analisis Data menunjukkan Terdapat hubungan signifikan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA diperoleh rhitung =0,588 > rtabel = 0.440. Terdapat hubungan signifikan antara pola asuh orang tua terhadap hasil belajar IPA diperoleh rhitung = 0,475 > rtabel = 0.440. Terdapat hubungan signifikan antara motivasi belajar dan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar IPA diperoleh rhitung = 0.480 > rtabel = 0.440. Berdasarkan Hasil Penelitian menunjukkan Ada hubungan motivasi belajar siswa dengan hasil belajar karena adanya dorongan,harapan dan cita-cita, hasrat dan keiginan dalam belajar, sehingga siswa tidak mudah putus asa dalam belajar dan dapat menyelesaikan masalah sendiri. Ada hubungan pola asuh orang tua dengan hasil belajar karena adanya komunikasi antara orang tua dan anak, adanya nasehat dan bimbingan dari orang tua,adanya pujian dan penghargaan, sehingga siswa lebih giat dalam belajar dan mencapai hasil belajar yang baik. Ada hubungan motivasi belajar siswa dan pola asuh orang tua dengan hasil belajar, karena adanya motivasi yang tinggi dan pola asuh yang baik maka hasil belajar siswa semakin tinggi. Sebaliknya jika motivasi belajar siswa rendah dan pola asuh yang kurang baik maka hasil belajar siswa pun semakin rendah. Disarankan hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber untuk mengembangkan kualitas sekolah yang berhubungan dengan motivasi belajar siswa, pola asuh orang tua, dan hasil belajar IPA. Kata Kunci : Motivasi Belajar, Pola Asuh Orang Tua, Hasil Belajar IPA Keterangan : )* Peneliti )** Pembimbing I )** Pembimbing II THE RELATIONSHIP OF STUDENT'S LEARNING MOTIVATION AND PARENTS' PARENTING PATTERNS TO LEARNING RESULTS OF SCIENCE CLASS VIII SMP NEGERI 3 AMARASI SELATAN ACADEMIC YEAR 2021/2022 Abuk M)* Manu, T.S. N)** Koroh, T)** ABSTRACT This study aims to determine (a) the relationship between learning motivation and science learning outcomes, (b) the relationship between parenting parenting styles on science learning outcomes, (c) the relationship between learning motivation and parenting parenting styles on science learning outcomes for grade VIII junior high school students. Country 3 South Amarasi. This type of research is correlational. The population in this study were 30 grade VIII students and 30 students' parents. The sample used in this study was 15 grade VIII students, and 15 students' parents. Data collection techniques used questionnaires and documentation. The data analysis technique used correlation analysis technique using two types, namely simple correlation analysis and multiple correlation.Based on the results of data analysis showed that there was a significant relationship between learning motivation and science learning outcomes, it was obtained rcount = 0.588 > rtable = 0.440. There is a significant relationship between parenting styles on science learning outcomes, it is obtained rcount = 0.475 > rtable = 0.440. There is a significant relationship between learning motivation and parenting patterns of parents on science learning outcomes obtained rcount = 0.480 > rtable = 0.440. Based on the results of the study, it shows that there is a relationship between students' learning motivation and learning outcomes because of the encouragement, hopes and ideals, desires and desires in learning, so that students do not easily give up in learning and can solve problems on their own. There is a relationship between parenting and learning outcomes because of communication between parents and children, advice and guidance from parents, praise and appreciation, so that students are more active in learning and achieve good learning outcomes. There is a relationship between student learning motivation and parenting style with learning outcomes, because of high motivation and good parenting, student learning outcomes are higher. Conversely, if students' learning motivation is low and parenting is not good, the student's learning outcomes will be even lower. It is suggested that the results of this study can be used as a source to develop school quality related to student learning motivation, parenting styles, and science learning outcomes. Keywords: Learning Motivation, Parenting Patterns, Science Learning Outcomes Description : )* Researcher )** Advisor I )** Supervisor II

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN ORANG TUA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PJOK DI MASA PANDEMI

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERAN ORANG TUA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PJOK DI MASA PANDEMI Antonius Jamput1*, Jusuf Blegur2, Pnatmo W. Masi3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, peran orang tua sangat penting dalam proses pembelajaran PJOK dimasa pandemi. Khususnya peran orang tua sebagi pendidik, pendorong, panutan, teman, dan pengawas. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran orang tua dalam proses pembelajaran PJOK dimasa pandemi. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini orang tua siswa di SMP N 8 Kupang. Hasil dan pembahasan: Sudah menjadi tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak pada saat pembelajaran dimasa pandemi. Keberhasilan belajar anak tidak terlepas dari peran orang tua seperti peran sebagai pendidik, pendorong, panutan, teman, dan pengawas. Tindakan yang dilakukan orang tua seperti mengarahkan dan mengingatkan kepada anak untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam mengikuti proses pembelajaran secara daring, memberi motivasi dan fasilitas kebutuhan sekolah anak, mengajarkan anak selalu bersikap jujur baik dilingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, membangun komunikasi dengan anak dan mengawasi serta mendampingi anak dalam mengikuti proses pembelajaran agar anak angar mencapai tujuan belajar yang semestinya. Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar anak di masa pandemi yaitu peran sebagi pendidik, pendorong, panutan, teman, dan pengawas sehingga anak merasa semangat dalam mengiukti proses pembelajaran secara daring. Kata kunci: peran orang tua; proses pembelajaran PJOK; pandemic covid 19

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENDAPAT ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN ANAK PEREMPUAN DI DESA KOLABE KECAMATAN AMFOANG UTARA KABUPATEN KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah terdapat 50 Orang tua yang tidak dapat melanjutkan pendidikan anak perempuan(putus sekolah) dari tingkat SD- PT, dan terdapat 18 orang tua yang dapat melanjutkan pendidikan anak perempuan dari tingkat SD-PT Di Desa Kolabe Kecamatan Amfoang Utara Kabupaten Kupang. Oleh karena itu penulis berkeinginan melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui Pendapat Orang tua Tentang Pendidikan Anak Perempuan Di Desa Kolabe Kecamatan Amfoang Utara Kabupaten Kupang. Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi: Orang Tua yang tidak dapat melanjutkan pendidikan anak perempuan (putus sekolah) dari tingkat SD-PT dan orang tua yang dapat melanjutkan pendidikan anak perempuan dari tingkat SD-PT Di Desa Kolabe Kecamatan Amfoang Utara Kabupaten Kupang. Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah Orang tua yang berjumlah 10 orang, Anak 5 orang, Tokoh Pemerintah 1 orang dan Tokoh Gereja 1 orang. Dalam teknik pengumpulan data, penulis menggunakan teknik Observasi, Wawancara, dan Kuesioner untuk memperoleh data yang akurat. Dari hasil analisis data terbukti bahwa ada tiga faktor pendapat orang tua tentang pendidikan anak perempuan di Desa Kolabe yaitu faktor sangat mendukung yang berasal dari pemikiran orang tua bahwa pendidikan untuk anak perempuan maupun anak laki-laki itu penting dan tidak boleh membeda-bedakannya, Faktor agak mendukung yang berasal dari keadaan ekonomi yang tidak mencukupi dan mendapat bantuan beasiswa, faktor tidak mendukung yang berasal dari pemikiran orang tua dengan kebudayaan yang dulu sampai sekarang bahwa anak perempuan akan kembali ke dapur dan akan di nafkai oleh suaminya, dan alasan ekonomi yang tidak mencukupi. Dari hasil temuan, penulis dapat katakan bahwa untuk meminimalisir meningkatnya angka anak perempuan yang tidak dapat melanjutkan pendidikan (putus sekolah) dari tingkat SD-PT, sangat dibutuhkan peran pemerintah memberikan pencerahan terhadap masyarakat Di Desa Kolabe akan pentingnya pendidikan bagi anak perempuan sehingga dapat memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANIDIMASA PANDEMI COVID-19

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJARANAK PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DIMASA PANDEMI COVID-19 Yunus Imanuel Olla1*, David Loba2, Dortean A. Jois Jaha3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, keluarga mempunyai peran yang penting terhadap meningkatkan minat belajar anak, khususnya orang tua harus lebih merangsang, mendorong dan membimbing terhadap aktivitas belajar anaknya. Namun, masih banyak anak yang kurang minat dalam belajar hal ini disebabkan karena kurangnya peran orang tua dalam mendorong, membimbing, memfasilitasi dan mengawasi seluruh aktivitas belajar anaknya. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan minat belajar dalam pembelajaran penjas dimasa pandemi. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisi data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. sampel pada penelitian ini keluarga yang mempunyai anak usia sekolah dasar Hasil dan pembahasan: Sudah menjadi tanggung jawab orang tua dalam memenuhi kebutuhan anaknya, walaupun dengan kehidupan yang sederhana kebutuhan anak harus diprioritaskan. Anak yang berprestasi tidak harus dari keluarga yang memiliki ekonomi tingkat atas, tingkat menengah, maupun bawah tetapi cukup dengan selalu mendapatkan tindakan, perhatian, semangat dan motivasi dari keluarga terutama orang tuanya.Seperti, senantiassa membimbing dan membantu dalam mengerjakan tugas, memberikan fasilitas untuk mendukung belajar anak, memberikan perhatian dan dorongan agar selalu giat dalam belajar. Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan minat belajar anak yaitu dengan selalu memberikan motivasi dan semangat dalam belajar, dapat mengetahui kesulitan belajar anak dengan selalu memberikan bantuan serta memberikan fasilitas yang dibutuhkan dalam kegiatan belajarnya sehingga menumbuhkan rasa ingin belajar dan terus belajar atau minat belajar yang tinggi. Katakunci:Peran Orang Tua, Minat Belajar, Pembelajaran Pendidikan Jasmani

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANORANGTUADALAMMENERAPKANBIMBINGANBELAJARANAKDIMASAPANDEMI COVID-19 (StudiPadaSMPNegeri20Kota Kupang)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PERAN ORANG TUADALAM MENERAPKANBIMBINGANBELAJARANAKDIMASAPANDEMICOVID-19 (STUDI PADA SMP NEGERI 20 KOTA KUPANG) TanaR,A.B)* Meha M. A)** Blegur, J)** Penelitianinidilakukanuntukmengetahuiperanorangtuadalam menerapkan bimbingan belajar anak selama di rumah atau selama pandemi COVID-19 ini berlangsungdan juga kesulitan yang di hadapi orang tua dalam membimbing proses belajar anakselama masa pandemi COVID-19 (BDR). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sesuai dari hasil penelitian yang telah peneliti dapatkan bahwa peran orang tua dalam membimbing proses belajar anak selama di rumah, belum 100% namun yang menjadi tanggung jawab utama mereka sebagai orang tua yang harus memenuhi kebutuhan anak baik dari vasilitas belajar, kebersihan, kesehatan, kerapian dan juga pola makan anak sudah terjamin dan sudah sesuai dari apa yang menjadi tanggung jawab utama mereka sebagai orang tua. Berikut adalah kendala maupun kesulitan yang dihadapi orang tua. Sesuai dari hasil penelitian yang telah peneliti dapatkan bahwa hampir semua orang tua baik orang tua yang berpendidikan tinggi, orang tua yang berpendidikan rendah, maupun orang tua yang ekonomi menjamin, dan juga orang tua yang ekonomi lemah, mereka sama-sama mengalami kesulitan dalam membimbing proses belajar anak selama pandemi ini berlangsung (BDR) dan juga kesulitan dalam paketan. Namun seiring berjalannya waktu sampe saat ini kendala maupun kesulitan yang mereka hadapi sudah berkurang. Kata kunci : Peran orang tua dalam membimbing belajar anak di masa pandemi COVID-19. , Keterangan: * :Peneliti **:Pembimbing ABSTRACT PARENTS'PARTICIPATIONIN IMPLEMENTING CHILDREN'S LEARNING GUIDANCE DURING THE COVID-19 PANDEMIC (STUDY AT JUNIOR HIGH SCHOOL 20 IN KUPANG CITY) Tana R, A. B)* Meha M. A)** Blegur, J)** This research was conducted to find out the role of parents in implementing children's tutoring while at home or during the COVID-19 pandemic and also the difficulties faced by parents in guiding their children's learning process during the COVID-19 pandemic (study from home). According to the results of research that researchers have found that the role of parents in guiding children's learning process while at home, is not 100% but it is their main responsibility as parents who must meet the needs of children both from learning facilities, cleanliness, health, neatness and also Children's diet is guaranteed and is in accordance with what is their main responsibility as parents. Here are the obstacles and difficulties faced by parents. In accordance with the results of research that researchers have found that almost all parents, both parents with high education, parents with low education, and parents who are economically secure, as well as parents who are economically weak, they both experience difficulties in guiding the process. children's learning during this pandemic (BDR) and also difficulties in packages. However, over time, the obstacles and difficulties they face have decreased. Keywords : Role of Parents Description : * : Researcher ** : Supervisor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN ORANG TUA DALAM MENDUKUNG AKTIVITAS OLAHRAGA FUTSAL (EKSTRAKURIKULER) SISWA KELAS V DI SEKOLAH DASAR NEGERI BONATAMA KECAMATAN FATULEU BARAT KABUPATEN KUPANG TAHUN 2020

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Anak usia sekolah dasar merupakan usia yang sangat membutuhkan peranan orang tua. Orang tua adalah orang pertama yang memberikan kasih sayang dan perhatian penuh kepada anaknya. Tujuan penelitian: Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam mendukung aktivitas olahraga futsal (ekstrakurikuler) siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri Bonatama Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang Tahun 2020. Metode penelitian: Metode yang di gunakan adalah penelitian kualitatif. Hasil dan pembahasan: Ekstrakurikuler futsal di SD Negeri Bonatama dilaksanakan setiap hari sabtu. Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler futsal orang tua berperan penting dalam mendukung, mendorong serta memotivasi anaknya untuk rajin mengikuti kegiatan ekstrakurikuler futsal di sekolah. Simpulan: Kegiatan ekstrakurikuler olahraga futsal mendapatkan dukungan dari orang tua, tetapi kurangnya sarana dan prasarana dan solusi yang diambil adalah kerja sama dengan pemerintah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail