ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu faktor yang dianggap memiliki peran besar dalam wirausaha yang sukses adalah minat atau intention. Minat merupakan aspek penting bagi wirausaha yang sedang melakukan kegiatan untuk membangun bisnisnya yang baru. Minat berwirausaha dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya efikasi diri,Literasi keuangan dan pengelolaan Keuangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji pengaruh efikasi diri Literasi keuangan dan pengelolaan Keuangan terhadap minat berwirausaha. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa MBKM Kota Kupang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling aksidental dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang. Adapun teknik analisis menggunakan regresi linier berganda.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh Signifikan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa MBKM Kota Kupang,sedangkan Literasi Keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa MBKM Kota Kupang, begitu pula sama halnya dengan Pengelolaan keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha Mahasiswa MBKM Kota Kupang.
Simpulan Penelitian terdapat pengaruh signifikan antara efikasi diri terhadap minat berwirausaha dari berbagai Fakultas di Universitas kota Kupang di Tahun 2023, sehingga semakin tinggi tingkat efikasi diri mahasiswa akan semakin meningkat juga minat berwirausaha mahasiswa MBKM Kota Kupang, Literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap mahasiswa MBKM Kota Kupang di tahun 2023 sehingga hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah Literasi keuangan Maka, semakin menurun juga tingkat Minat Berwirausaha, begitu pula sama halnya dengan Pengelolaan keuangan tidak signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa MBKM Kota Kupang di tahun 2023 sehingga hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah Pengelolaan keuangan Maka, semakin menurun juga tingkat Minat Berwirausaha.
Kata Kunci : efikasi diri, Literasi keuangan dan pengelolaan Keuangan, minat berwirausaha
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INTISARI :
Skripsi ini berjudul : “Kajian Kriminologi Terhadap Tindak Pidana Penjualan Amunisi Oleh Anggota TNI” Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1. Faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penjualan amunisi oleh anggota Tentara Nasional Indonesia? dan 2. Bagaimana akibat hukum terhadap anggota TNI yang melakukan penjualan amunisi? Tujuan Penelitian adalah 1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penjualan amunisi oleh anggota Tentara Nasional Indonesia. 2. Untuk mengetahui akibat hukum terhadap anggota TNI yang melakukan penjualan amunisi. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana menjual amunisi oleh anggota TNI dan penegakan hukum terhadap tindak pidana menjual amunisi oleh anggota TNI. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Putusan Pengadilan Militer tentang tindak pidana menjual amunisi oleh anggota TNI.
Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini antara lain sebagai berikut: 1. Faktor penyebab terjadinya tindak pidana penjualan amunisi oleh anggota Tentara Nasional Indonesia adalah, faktor untuk memperoleh keuntungan, faktor permintaan pesanan amunisi, dan faktor tekanan dari atasan. Akibat hukum terhadap anggota TNI yang melakukan penjualan amunisi adalah, pidana pokok, berupa pidana penjara , dan pidana tambahan, berupa pemecatan dari dinas militer TNI-AD
Adapun saran dari penulis terhadap konteks permasalahan penelitian ini antara lain, diharapkan anggota TNI yang masih berdinas tidaklah tergiur akan nilai-nilai material (uang) serta tidak mengambil printah dari atasan dalam melakukan suatu tindakan yang diketahui bahwa tindakan tersebut merupakan tindakan pidana berupa penjualan amunisi, dan juga diharapkan para penegak hukum (Hakim) dapat meniru tindakan-tindakan hukum yang diambil atau diputuskan oleh para penegak hukum militer yang tepat dan tegas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Penodaan Agama” permasalahan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut: 1. Bagaimanakah bentuk pelaku melakukan tindak pidana penodaan agama? 2.Mengapa tindakan atau ucapan pelaku dianggap sebagai penodaan agama?3.Mengapa pelaku melakukan tindak penodaan agama? Tujuan dari penelitian ini adalah:1. Untuk mengetahui bentuk pelaku melakukan tindak pidana penodaan agama, 2.Untuk mengetahui tindakan atau ucapan pelaku dianggap sebagai penodaan agama.3.Untuk mengetahui alasan pelaku melakukan tidak pidana penodaan agama. Sifat dari penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu: bentuk, tindakan dan alasan pelaku melakukan tidak penodaan agama dan variabel terikat yaitu: Putusan pemidanaan terhadap pelaku penodaan agama dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Dari hasil penelitian dan analisis putusan diperoleh jawaban bahwa:
1. Bentuk pelaku melakukan tindak pidana penodaan agama
a. Dengan sengaja dilakukan di muka umum
b. Mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan terhadap agama lain.
2. Tindakan pelaku dianggap sebagai penodaan agama
a. Melemparkan Kitab Suci Al-Quran
b. Tindakan penghinaan terhadap kitab suci Al-quran dan hostia sebagai agama Katolik yang tidak diperbolehkan bagi agama lain.
3. Alasan Pelaku melakukan tindak pidana penodaan agama
a. Terdakwa menggunakan Al Quran sebagai alat dalam metode pengosongan dalam materi penanaman nilai-nilai dasar perjuangan HMI.
b. Terdakwa ingin menerapkan ajarannya yang dipelajari dari Saudi Arabia selama 6 (enam) tahun
c. Terdakwa belum di baptis dan belum mengikuti semua tata cara pada gereja katolik Roma.
d. Alasan terdakwa masuk kedalam gereja karena terdakwa juga salah satu yang memikul peti jenazah om terdakwa.
Berdasarkan pada kesimpulan diatas dapat di sarankan beberapa hal yaitu:
1. Bagi pelaku atau terdakwa tidak perlu mengulangi perbuatan tindak pidana yang sama agar tidak terjebak dalam penistaan agama
2. Bagi hakim perlu meningkatkan profesionalitas hakim yang obyektif dalam menjatuhkan pemidanaan bagi pelaku penodaan agama agar tidak menimbulkan menimbulkan perpecahan antar umat berada dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Karakter Anak Remaja Di GMIT
Haumeni-Nisum.
Amnahas, M H.)* Tnunay, P.)** Natonis, D.A.)**
Penelitian ini membahas tentang Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Karakter Anak Remaja Di GMIT Haumeni-Nisum, Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Rumusan masalah yang diteliti apakah terdapat Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Karakter Anak Remaja.Tujuan penilitian ini untuk mendeskripsikan Hubungan Penggunaan Gadget Dengan karakter Anak Remaja Di GMIT Haumeni-Nisum, Kecamatan Nekamese. Penelitian ini menggunakan metode penilitian eksperimen tipe pre-experimental design. Populasi dalam penilitian ini adalah Anak Remaja Di GMIT Haumeni-Nisum yang berjumlah 20 remaja. Dan yang menjadi sampel pada penilitian ini yaitu remaja kelas V-VII sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 20 orang . Teknik pengumpulan data pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ialah tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah rumus uji “t” untuk sampel dependen. Hasil penilitian pada remaja di GMIT Haumeni-Nisum. Jumlah remaja pada penelitian ini ialah 20 orang remaja. Berdasarkan hasil penilitian dapat disimpulkan berdasarkan ketentuan yang berlaku yaitu jika t hitung ˃ nilai t tabel maka tolak Ho dan terima Ha, sebaliknya jika t hitung < nilai t tabel maka tolak Ha dan terima Ho. sehingga dengan melihat hasil analisis yang ada maka dapat dikemukakan bahwa t hitung ˃ nilai t tabel ( 3,22 > 1,734). Dari ketentuan tersebut, maka Ha diterima artinya ada Hubungan penggunaan Gadget dengan karakter anak remaja di GMIT Haumeni-Nisum yang diketahui melalui analisis hipotesis.
Kata Kunci : Penggunaan Gadget, Karakter Anak Remaja
: Penulis (*) Pembimbing (**)
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pola hidup Jemaat GMIT Oemathonis Tepas bisa dikatakan masih tradisional, sebab sikap dan cara berpikir serta bertindak mereka yang selalu berpegang teguh pada norma dan adat kebiasaan yang ada secara turun-temurun. Salah satu contohnya adalah Ritus Ta’kolo yang masih dipraktikan hingga saat ini. Tradisi ini merujuk pada ritual penyucian diri melalui pemercikan darah kepada setiap orang yang melakukan kejahatan misalnya perzinahan atau perkelahian yang menumpahkan darah manusia atau bahkan pada pembunuhan. Orang yang melakukan ritual ta’kolo akan dianggap bebas dari kesalahan yang telah dilakukan. Hal ini menjadi sebuah kegelisahan bagi penulis sebab para pelaku ritus tersebut adalah orang-orang Kristen yang tentu sudah mendapat pengajaran tentang makna pengorbanan Kristus bagi manusia. Dalam mengkaji masalah ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penulis menemukan alasan dari para pelaku ritus ta’kolo yang tetap mempertahankan tradisi ini yakni mereka ingin mempertahankan tradisi yang diwarisi dari nenek moyang.
Oleh karena itu, penulis ingin memberikan pemahaman dogmatis mengenai peranan Kristus sebagai “sang korban” satu-satunya yang sudah menjadi penyelamat, penebus dan pendamai bagi manusia. Jika darah korban yang dipercik dalam ritual tersebut dipercikan sebagai tanda penyucian setelah itu adanya makan dan minum bersama sebagai tanda kekeluargaan dan kebersamaan menyambut kembali orang yang telah berdosa sebelumnya, maka sesungguhnya dalam kekristenan sendiri Kristus sudah bertindak sebagai korban satu-satunya dan darah-Nya sudah menebus seluruh umat manusia sehingga tidak perlu ada lagi korban yang harus berikan. Oleh karena itu, ritus ta’kolo semestinya tidak perlu dilakukan sebab Kristus sudah menebus semuannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT This research studies the improvement of students’ vocabulary mastery through storytelling at eight grade students of SMPN 1 Kupang. The research aim was to find out the students’ improvement on vocabulary through storytelling. The research applied the quantitative research, using pre-experimental design in this study. There were 29 students at eighth grade of SMPN 1 Kupang which in class C, 29 students were participated in this research. The data collection was obtained by using tests, pre- tests and post-tests. While technique of data collection is found by calculating the mean score in both pre-test and post-test. The result of this study showed that there is a significance difference between pre-test and post-test as the mean score of pre-test was 39,51 and in post-test is 78,89. Based on that students’ vocabulary mastery improved 39,38 points. While, in paired sample test, there is a significance result between the pre-test and post-test based on the significance value is 0.0000.05. The hypothesis (Ho) is rejected and the hypothesis (Ha) is accepted. There is an improvement in students’ vocabulary mastery. The research questions have answered.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI
Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalah Analisis Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pada Distibutor Ayam Potong Di Kota Atambua). Adapun persoalan yang diangkat adalah Bagaimana Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Di Masa Pandemi? (Studi Pada Distributor Ayam Potong Di Kota Atambua). Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kepatuhan wajib pajak UMKM di masa pandemi covid-19.
Adapun konsep dari penelitian ini adalah Terdapat dua kepatuhan Wajib Pajak yaitu kepatuhan formal dan kepatuhan material. Kepatuhan formal adalah keadaan dimana wajib pajak memenuhi kewajiban perpajakannya secara formal berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang. Misalnya ketentuan tentang batas waktu pelaporan. Jadi, yang dipenuhi oleh Wajib Pajak hanyalah memenuhi ketentuan penyampaian SPT sebelum batas waktu. Kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak secara formal dilihat dari aspek kesadaran wajib pajak untuk mendaftarkan diri, ketepatan waktu dalam membayar pajak, ketepatan waktu dalam menyampaikan SPT, dan pelaporan wajib pajak melakukan pembayaran tepat waktu. Kepatuhan material yaitu semua material perpajakan dapat dipenuhi secara hakekat (substantif), artinya berlandaskan dengan Undang-Undang perpajakan.
Populasi dalam penelitian ini adalah distributor ayam potong di Kota Atambua Kabupaten Belu. Sampel dalam penelitian ini adalah 2 responden, karena penulis ingin membuat perbandingan dari kedua Distributor Ayam Potong tersebut mengenai kepatuhan wajib pajak UMKM di masa pandemi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan wawancara secara langsung kepada responden dan dokumentasi dengan mengumpulkan data-data Laporan Penjualan dan Laporan Pembayaran Pajak di tahun 2020.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak UMKM dalam memenuhi kewajiban perpajakannya dinilai cukup karena adanya pandemi covid-19 yang menyebabkan omset penjualan pelaku UMKM menurun. Selain itu juga dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman dan kurangnya pengetahuan wajib pajak tentang adanya pemberian insentif pajak yang dikeluarkan oleh pemerintah, sehingga tidak semua pelaku UMKM mendapatkan dan memanfaatkan insentif pajak yang dikeluarkan oleh pemerintah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN MOTIVASI EKSTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI KREDIT SWASTISARI KUPANG
Salah satuhalpenting yang harusdimilikiolehsetiapkaryawanadalahloyalitas. Suatuperusahaandapatbertahanjikadalamsegalakegiatandidukungolehloyalitasdari para karyawan. Salah satucarauntukmeningkatkanloyalitaskerjaadalahdenganmemperhatikankualitaslingkungankerjakaryawan. Lingkungankerjamerupakansalahsatukomponenpentinguntukmenumbuhkankenyamanankaryawan di tempatkerja. Selainitu, streskerjajugaperludiperlihatkankarenastres yang berlebihandari para karyawanakanmembuatsituasidanlingkungankerjasuatuperusahaanakanmenjadilebihburuk, terutamasaatpandemi covid-19 saatini.
Tujuandaripenelitianiniuntukmelihatbagaimanamotivasiintrinsikdanmotivasiekstrinsikterhadapkinerjakaryawankoperasikreditswatisarikupang,
KonseppenelitiandalamskripsiiniadalahMenurutSiagian (2004) motivasiintrinsikbersumberdaridalamindividu. Motivasiinimenghasilkanintegritasdaritujuan-tujuan, baiktujuanorganisasimaupuntujuanindividudimanakeduanyadaparterpuaskan. Nawawi (2001) menyampaikanbahwa Motivasi Ekstrinsikadalahpendorongkerja yang bersumberdariluardiripekerjasebagaiindividuberupasuatukondisi yang mengharuskannyamelaksanakanpekerjaansecaramaksimal. Mangkunegara (2016:9) yang berpendapatkinerjakaryawanmerupakanhasilkerjaseseorangsecarakualitasmaupunsecarakuantitas yang telahdicapaiolehkaryawandalammenjalankantugassesuaitanggungjawab yang diberikan.
Penelitianinimerupakanpenelitiandeskriptifkuantitatif. PopulasidansekaligussampeldalampenelitianiniadalahseluruhkaryawanpadaKoperasikreditswastisariyang berjumlah 81 orang. Teknikpengumpulan data dilakukandenganmenyebarkankuesionerpadaresponden, kemudian data dianalisismenggunakanteknikujiregresi linear bergandamenggunakan SPSS. Dari hasilpenelitian, dalamanalisislanjutan yang menggunakananalisisdeskriptifdiketahuibahwaMotivasiIntrinsikpadaKoperasiKreditSwastisariKupangberadadalamkategoricukupbaik, MotivasiEkstrinsikdalamkategoribaik, dankinerjakaryawandalamketegorisangatbaik. Indikatordarimasingmasingvariabeltersebutjugadideskripsikandenganbantuantabeldistribusifrekuensi.
Dalamanalisislanjutan yang menggunakanteknikanalisisujiregresi linear bergandadiketahuibahwamotivasi intrinsic mempunyaipengaruhpositifdengankinerjakaryawan yang ditunjukkandengannilaiVariabelmotivasiinstrinsik (X1) berpengaruhsecarapositifdansignifikansiterhadapkinerjakaryawanpadaKoperasiKreditSwastisari Kota Kupang, haliniterlihatdarisignifikansimotivasiinstrinsik (X1) 0,259 ˃ 0,05 dannilaithitung2.702 ˃ 2,093 ttabel . Sehinggadapatdisimpulkanbahwa H0 ditolak Haditerima yang berartiterdapatpengaruhpositifpadavariabelmotivasiinstrinsik (X1) terhadapkinerjakaryawan (Y). Variabelmotivasiekstrinsik (X2) berpengaruhsecarapositifdansignifikansiterhadapkinerjakaryawanpadaKoperasiKreditSwastisari Kota Kupang, haliniterlihatdarisignifikansimotivasiekstrinsik (X2) 0,235 ˃ 0,05dannilaithitung2,794 ˃ 2,093 ttabel . Sehinggadapatdisimpulkanbahwa H0 ditolak Haditerima yang berartiterdapatpengaruhpositifpadavariabelmotivasiekstrinsik (X1) terhadapkinerjakaryawan (Y).
Kata Kunci :MotivasiIntrinsik, MotivasiEkstrinsik, KinerjaKaryawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
HUBUNGAN PEMBELAJARAN DARING BERBASIS E-LEARNING DENGAN MINAT BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI
Tkela, S)* Meha, A)** Blegur, J)**
Pembelajaran onlinemenggunakan e-learning merupakan suatu wujud inovasi baru dalam dunia pendidikan saat ini sekaligus menjadi solusi terbaik dalam proses belajar mengajar dimasa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara pembelajaran daring berbasis e-learning dengan minat belajar mahasiswa pendidikan biologi. Penelitian ini menggunakan metode ex post facto dengan desain korelasi, variabel (X) Pembelajaran daring berbasis e-learningdan minat belajar mahasiswa (Y). Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa semester VI yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan angket, data penelitian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pembelajaran daring berbasis e-learning dengan minat belajar mahasiswa pendidikan biologi dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,488 data tersebut berada pada kategori sedang karena pembelajaran daring berbasis e-learning memiliki kekurangan baik dari aplikasi yang digunakan dan kurangnya pemahaman pengoperasian aplikasi pembelajarn online baik dosen atau pengajar maupun mahasiswa . Semakin baik penerapan pembelajaran daring berbasis e-learning maka akan semakin meningkat minat belajar mahasiswa. Dari penelitian ini peneliti mengambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara pembelajaran daring berbasis e-learning dengan minat belajar pada kategori sedang.
Kata kunci : Pembelajaran Daring Berbasis E-learning, Minat Belajar Mahasiswa Pendidikan Biologi.
Keterangan * ) = Peneliti
**) = Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Ikan tuna merupakan salah satu komuditas ekspor non migas bernilai tinggi di Indonesia. Menurut komisi Nasional pengkajian stok, potensi perikanan tuna di Indonesia cukup besar meskipun tingkat penmanfaatan di beberapa daerah masih rendah, Perairan Sikka merupakan salah satu wilayah pengelola perikanan tuna di Indonesia, produksi tuna di kabupaten Sikka dalam 2 tahun terakir yaitu pada tahun 2019 mencapai 518.453 ton/tahun dan pada tahun 2020 mencapai 334.702 ton/tahun mengalami penurunan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa produktivitas dan musim penangkapan di Perairan Sikka terhadap ikan tuna sirip kuning (thunus albacares) meliputi jumlah penangkapan dan musim. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – bulan September 2021. Produktivitas ikan sirip kuning (thunus albacares) di Perairan Sikka di dapat dari perhitungan CPUE, sedangkan musim penangkapan dapat diketahui dengan melakukan wawancara. Data statistik DKP Kab. Sikka dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2016-2020) yaitu pada tahun 2016 sebanyak 1.722 ton/trip, tahun 2017 sebanyak 1,890 ton/trip, tahun 2018 sebanyak 2,028 ton/trip, tahun 2019 sebanyak 2,191 ton/trip, dan tahun 2020 sebanyak 2,322 ton/trip dengan total rata rata tahunan sebesar 2 ton/trip. Puncak musim penangkapan sumberdaya ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) di Perairan Sikka sepanjang tahun dan berdasarkan hasil wawancara langsung musim penangkapan yang baik terjadi pada bulan Maret - April dan september. Kata kunci:Thunnus albacares,Produksi dan Musim Penangkapan, Perairan Sikka ABSTRACT Tuna is one of the high value non-oil and gas export commodities in Indonesia. According to the National Commission for Stock Assessment, the potential for tuna fisheries in Indonesia is quite large, although the utilization rate in some areas is still low, Sikka Waters is one of the tuna fisheries management areas in Indonesia, tuna production in Sikka Regency in the last 2 years, namely in 2019 reached 518,453 tons / year and in 2020 it reached 334,702 tons / year experiencing a decrease in production. This study aims to determine and analyze the productivity and fishing season in Sikka waters for yellowfin tuna (Thunus albacares) including the number of catches and the season. This research was carried out in July – September 2021. The productivity of yellowfin fish (Thunus albacares) in Sikka Waters was obtained from CPUE calculations, while the fishing season could be determined by conducting interviews. DKP Kab. Sikka in the last 5 years (2016-2020), namely in 2016 as many as 1,722 tons/trip, in 2017 as many as 1,890 tons/trip, in 2018 as many as 2,028 tons/trip, in 2019 as many as 2,191 tons/trip, and in 2020 as many as 2,322 tons/trip with a total annual average of 2 tons/trip. The peak fishing season for yellowfin tuna (Thunnus albacares) in Sikka waters throughout the year and based on direct interviews, the good fishing season occurs in March - April and September. Keywords: Thunnus albacares, Production and Fishing Season, Sikka Waters
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT This thesis was written with title An Analysis on Teacher’s Strategies on Online Teaching Writing Narrative Text During Pandemic of Covid-19 at SMAN 1 Amarasi Selatan Year 2020/2021. The research questions is what strategies are used by teachers in online teaching writing narrative text during the covid-19 pandemic and how the teachers apply the strategies in online teaching writing narrative. The purposes of this study is to find out the strategies used by the teachers in online teaching and to find out how the teachers apply these strategies in online teaching. The method used to collect the data is a questionnaire. The source of this data research was taken from the questionnaire results of two English teachers at SMAN 1 Amarasi Selatan. The results of this study indicate that the two teachers have the same teaching strategy, while the way to apply the strategy is different. Key Words: Teachers Strategies, Online Teaching, Narrative Text.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Model pembelajaran discovery learning adalah cara yang digunakan oleh para siswa untuk memahami konsep atau pengertian serta hubungannya melalui proses intutif dengan cara melakukan observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan serta inferi sehingga pada akhirnya akan sampai dalam sebuah kesimpulan. Rumusan masalah adalah Bagaimana Efektifitas Model pembelajaran Discovery Learning yang diterapkan oleh guru untuk anak disabilitas pada SLB Negeri Pembina Kupang tingkat SMA LB kelas XI Tuna rungu (B) tahun ajaran 2021/2022? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ke-efektifan model pembelajaran discovery learning yang diterapkan oleh guru untuk siswa tuna rungu di SLB Negeri Pembina Kupang tingkat SMA
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dengan 2 responden yaitu guru dan siswa. Model Pembelajaran Discovery Learning terdiri dari 6 point penting yaitu pertama Stimulation, kedua Problem Statement, ketiga Data Collection, keempat Data Processing, kelima verification, dan keenam Generalization.
Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan yaitu Guru di SLB Negeri Pembina Kupang dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning untuk pembelajaran Pendidikan Agama Kristen kepada siswa tuna rungu sudah efektif tetapi tidak semua materi yang diajarkan oleh guru dapat menggunakan model pembelajaran Discovey Learning karena harus disesuaikan dengan materi yang ada sebab anak tuna rungu mempunyai keterbatasan dalam pendengaran, daya tangkap, dan mengkomunikasikan apa yang sedang mereka pelajari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS, DAN PROFITABILITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021 Struktur modal adalah tingkat utang yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur modal yang baik akan mempunyai dampak kepada perusahaan dan secara tidak langsung posisi finacial perusahaan akan meningkat dan nilai perusahaan pun akan tinggi. Persoalan dalam penelitian ini adalah apakah ukuran perusahaan, likuiditas, dan profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2017-2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, likuiditas dan profitabilitas terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2017-2021. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sector industry barang konsumsi yang sudah dan masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 15 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Ukuran Perusahaan merupakan skala perusahaan yang dilihat dari total aktiva perusahaan pada akhir tahun. Total penjualan juga dapat digunakan untuk mengukur besarnya perusahaan ukuran perusahaan menggambarkan kecil besarnya perusahaan. Perusahaan dengan ukuran besar memiliki akses lebih besar dan luas untuk mendapat sumber pendanaan dari luar, sehingga untuk memperolah pinjaman akan menjadi lebih mudah karna dikatakan bahwa perusahaan dengan ukuran besar memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan persaingan atau bertahan dalam industri. Likuiditas menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Berdasarkan beberapa pendapatan mengenai likuiditas maka penulis menyimpulkan bahwa likuiditas merupakan suatu kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban financial jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun bersangkutan yang harus segera dipenuhi. Profitabilitas merupakan Analisis rasio keuangan yang mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh laba atau profit dengan suatu ukuran dalam presentase untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba atau keuntungan. Menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber daya yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang perusahaan, dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Hal ini dibuktikan dengan t-hitung sebesar -1,706 dengan nilai signifikansi sebesar 0,092 lebih besar dibandingkan dengan tingkat signifikansi yang diharapkan yaitu 0,05 sehingga hipotesis pertama ditolak. Likuiditas yang diwakili Current Ratio (CR) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Struktur Modal. Karena Hasil uji memperoleh nilai t hitung CR sebesar -3,884 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Oleh karena itu hipotesis kedua diterima. Profitabilitas yang diwakili oleh Return On Equity (ROE) memiliki pengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap Struktur Modal. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian yang menghasilkan nilai t hitung sebesar 1,281 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,204 atau lebih besar dibandingkan dengan tinkat signifikan yang diharapkan yaitu 0,05 sehingga hipotesis ketiga ditolak. Berdasarkan hasil penelitian ini, telah menjawab hal-hal yang menjadi persoalan dalam penelitian ini. Kata kunci : Struktur Modal, Ukuran Perusahaan, Likuiditas, dan Profitabilitas
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH FASILITAS WISATA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG OBJEK WISATA PANTAI LASIANA Pariwisata di masa sekarang menjadi semakin berkembang, hal tersebut dapat dilihat pada sebagian masyarakat yang menjadikan wisata sebagai suatu kebutuhan yang harus terpenuhi. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan suatu objek wisata, yaitu dengan memberikan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan calon pengunjung hal tersebut sangat berpengaruh pada keberlanjutan pariwisata di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada objek wisata Pantai Lasiana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Fasilitas dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengunjung pada objek wisata Pantai Lasiana. Variabel yang digunakan adalah Fasilitas Wisata dan Kualitas Pelayanan sebagai variabel bebas, sedangkan variabel Kepuasan Berkunjung adalah variable terikat. Menurut Spillane dalam (Marhanah & Wahadi, 2016) Fasilitas merupakan “sarana dan prasarana yang mendukung operasional objek wisata untuk mengakomodasi segala kebutuhan wisatawan, tidak secara langsung mendorong pertumbuhan tetapi berkembang pada saat yang sama atau sesudah atraksi berkembang”. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Fasilitas Wisata, Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pengunjung. Menurut Saydam (2010:226) mendefenisikan lingkunga kerja sebagai keseluruhan sarana prasarana kerja yang ada disekitar pegawai yang sedang melaksanakan pekerjaan yang dapat mempengaruhi pekerja itu sendiri. Menurut John J. Sviokla dalam Tjiptono (2012:157) kualitas pelayanan merupakan kontribusi keberhasilan suatu perusahaan yang mampu menciptakan suatu persepsi positif dari pelanggan serta mampu menghasilkan suatu kepuasan dan loyalitas pelanggan. Menurut Kotler dalam (Kristanti & Farida, 2016) “Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja atau hasil suatu produk dan harapan-harapannya”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 100 orang dari seluruh pengunjung wisata pantai Lasiana. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa. Fasilitas Wisata dalam kategori tinggi, Kualitas Pelayanan dalam kategori tinggi dan Kepuasan Pengunjung juga berada dalam kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Fasilitas Wisata dan Kualitas Pelayanan berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Berkunjung pada wisatawan di wisata Pantai Lasiana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Setiap Instansi Pemerintah maupun organisasi atau perusahaan akan selalu berusaha untuk meningkatkan kepuasan karyawan, dengan harapan apa yang menjadi tujuan pemerintah akan tercapai. Sumber daya manusia dalam suatu Instansi pemerintah merupakan aspek penting yang menentukan keefektifan suatu pekerjaan dengan pengguna sumber daya yang berkualitas tinggi maka perusahaan atau instansi akan mampu berperan dalam menghadapi tantangan global, karna sumber daya manusia mempunyai pengaruh besar bagi aspek-aspek atau bidang lainnya dalam dalam kemajuan perusahaan, sehingga dengan menggali keahlian yang dimiliki para karyawan akan dapat mengetahui konflik peran yang biasa terjadi pada karyawan. Agar sumber daya merasa puas dalam bekerja. Ketidakpuasan dalam bekerja akan menimbulkan dampak yang negatif bagi Instansi-instansi tertentu seperti menciptakan ketidakstabilan terhadap kondisi Pegawai. Hal tersebut menjadikan perusahan tidak efektif karena adanya sebagian karyawan yang tidak puas dalam pekerjaan. Kepuasan adalah bahwa orang akan merasa puas atau tidak puas, tergantung apakah ia merasa adanya keadilan (equality) atau tidak atas suatu situasi. Perasaan adil dan tidak adil atas suatu situasi, diperoleh orang dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain yang sekelas, sekantor maupun di tempat lain. Wewenang kerja adalah hak yang cukup, yang memungkinkan seseorang dapat menyelesaikan suatu tugas atau kewajiban tertentu. wewenang secara efektif dan efisien serta bijaksana merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan. Oleh karna itu peranan pendelegasian wewenang penting dalam penerapannya. Pendelegasian wewenang yang tepat, akan menghindarkan perusahaan atau organisasi dalam menetapkan pekerjaan atau hal yang akan dikerjakan. Misalnya, jika atasan menghadapi pekerjaan yang tidak mungkin bisa diselesaikan dengan satu orang saja, maka ia dapat mendelegasikan pekerjaannya. Pendelegasian dilakukan agar manejer dapat mengembangkan karyawan atau bawahan sehingga bisa berdampak positif yaitu memperkuat organisasi terutama saat ada terjadi perubahan susunan manejemen organisasi atau saat ada perubahan lingkungan organisasi. Konflik adalah sesuatu yang negative sebagai hasil alami dari kelompok kerjasama di suatau organisasi atau perusahaan.Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konflik peran terhadap kepuasan kerja karyawan di RSUD Naibonat Kabupaten Kupang.Populasi penelitian ini adalah pegawai RSUD Naibonat yang bertugas di ruang Umum Kepegawaian sebanyak 34 orang. teknik pengambilan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah Total sampling artinya seluruh kepegawaian umum sebanyak 34 orang yang bekerja diRSUD Naibonat kabupaten Kupang tahun 2020. Teknik pengumulan pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan Variabel Konflik peran (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada RSUD Naibonat. hal ini terlihat dari signifikan Konflik peran (X1) 0,032 > 0,05 dan nilai t-hitung 0,226 2,040 t-tabel, artinya konflik peran memiliki hubungan yang kuat sehingga dapat meningkatkan kepusan kerja karyawan RSUD Naibonat. Sedangkan Hasil dari wewenang pekerjaan (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pada RSUD Naibonat. hal ini terlihat dari signifikan wewenang pekerjaan (X2) 0,047 > 0,05 dan nilai t-hitung 0,153 2,040 t-tabel. Yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel wewenang pekerjaan (X2) terhadap kepuasan kerja (Y) pada RSUD Naibonat. Artinya bahwa Disaat RSUD Naibonat. Kata kunci : kepuasan, konflik peran, wewenang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kinerja karyawan adalah hal yang sangat penting bagi perusahaan. Semua perusahaan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja di dalam semua aspek, tujuannya untuk mencapai cita-cita dalam perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap kinerja karyawan dan pengaruh pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan pada Perusahaan Perfections Variasi Dan Car Audio Kupang. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh sehingga populasi sama dengan sampel yaitu 10 orang karyawan pada Perusahaan Perfections Variasi Dan Car Audio Kupang. Metode yang digunakan menggunakan uji validasi, uji reabilitas, uji asumsi klasik (uji normalitas, multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas), uji analisa regresi linear berganda, persamaan regresi linear berganda, uji F, koefisien determinasi dan uji T. Dibantu dengan program IBM SPSS versi 22. Data penelitian dengan menggunakan metode observasi dan kuesioner yang disebarkan kepada 10 responden yang ditujukan kepada karyawan operator produksi Perusahaan Perfections Variasi Dan Car Audio Kupang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan: 1) Motivasi Ekstrinsik tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan karena karyawan bersedia untuk bekerja ekstra melampaui apa yang diharapkan tanpa melihat adanya motivasi ekstrinsik atau tidak. Karena motivasi-motivasi ekstrinsik (kebutuhan fisik, penghargaan, keamanan sosial dan aktualisasi diri) sudah semestinya diberikan oleh perusahaan tersebut. 2) Pengalaman Kerja Karyawan sangat mempengaruhi terhadap kinerja karyawan Semakin lama pengalaman kerja yang dimiliki maka semakin banyak pengetahuan yang mereka peroleh. Bergelut di bidang yang sama dalam waktu lama akan membuat karyawan semakin expert di bidang tersebut. Pengalaman kerja seorang karyawan erat kaitannya dengan jenjang karir yang akan diraihnya Sehingga variabel ini akan memotivasi karyawan untuk secara terus menerus meningkatkan kinerjanya. 3) Kinerja karyawan akan semakin baik dengan didukung adanya karyawan yang berpengalaman sehingga dapat meningkatkan tingkat hasil produksi yang dihasilkan.
BookOpen AccessMetadata saja
•Buku Bahan Ajar
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Pengaruh Likuiditas dan
Leverage Terhadap Profitabilitas paa PT Telkom Indonesia. Likuditas dan Leverage
merupakan rasio keuangan yang penting dalam menilai kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kewajiban keuangannya serta struktur pendanaan yang digunakan
untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan. Tingkat likuiditas dan leverage
yang tidak dikelola dengan kinerja keuangam, khususnya profitabilitas perusahaan.
Profitabilitas yang merupakan salah satu indikator utama dalam menilai
kinerja keuangan perusahaan. Tingakt profitabilitas yang tinggi menunjukkan
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan operasionalnya.
Namun, profitabilitas suatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor
keuangan, diantaranya adalah likuiditas dan leverage. Likuiditas menunjukkan
kemampuan perusahaan dalam memenuhi jangka pendeknya. Perusahaan dengan
tingkat likuiditas yang angat rendah beresiko mengalami kesulitan keuangan,
sedangkan likuiditas yang sangat tinggi dapat mengindikasikan penggunaan aset yang
sabgat efisien. Tingkay leverage yang tinggi dapat meningkatkan resiko keuangan,
namun juga berpotensi meningkatkan profitabilitas jika dana tersebut digunakan
secara produktif . Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh likuiditas terhadap
profitabilitas PT. Telkom Indonesia dan untuk mengetahui pengaruh leverage
terhadap profitabilitas. Likuiditas diukur dengan menggunakan rumus current ratio
dan quick ratio, leverage diukur dengan menggunakan debt to equity ratio dan debt
to asset ratio , sedangkan profitabilitas diukur dengan menggunakan rumus return on
assets dan return on equity . Sedangkan leverage menunjukkan peran penggunaan
utang dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah
laporan keuangan PT. Telkom Indonesia, Tbk sejak terdaftar di Bursa Efek Indonesia
pada tahun 1995. Peneliti menentukan sendiri sampel yang digunakan dengan alasan
dan pertimbangan tertentu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah PT.
Telkom Indonesia, Tbk periode 2020-2024.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa
dokumentasi. Metode pengumpulan data dengan teknik dokumentasi yang peneliti
gunakan berasal dari laporan keuangan dan laporan laba rugi, laporan keuangan
neraca dan laporan arus kas tahunan perusahaan Telkom yang dipublikasikan oleh
Bursa Efek Indonesia ( BEI) periode 2020-2024. Teknik analisis data yang peneliti
gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara likuiditas dan
leverage terhadap profitabilitas, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear
Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Koefisien Determinasi (R2).
Dari hasil penelitian yang digunakan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara
parsial Likuiditas (X1) tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas (Y), dan Leverage
(X2) berpengaruh secara signifikan terhadap Profitabilitas (Y). Sedangkan secara
simultan atau secara bersama-sama Likuiditas (X1) dan Leverage (X2) berpengaruh
signifikan terhadap profitabilitas (Y) Pada PT Telkom Indonesia, Tbk. Hal ini
dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linear
berganda yang memperlihatkan pengaruh likuiditas (X1) dan Leverage (X2) terhadap
Profitabilitas (Y) dengan nilai konstanta α sebesar 25,968 sedangkan koefisien b1 = -
0,176, b2= 0,206. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang
memperlihatkan pengaruh Likuiditas (X1), Leverage (X2) terhadap Profitabilitas (Y)
adalah sebagai berikut: Y = 25,968 + -0,176 X1 + 0,206 X2 + e. Selain itu hasil uji t
untuk hipotesis pertama yaitu Likuiditas (X1), nilai thitung dan ttabel sebesar -2,745 <
2,262 dengan nilai sig 0,029 > 0,05. Maka Ho diterima dan Ha ditolak yaitu artinya
secara parsial Likuiditas (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas
(Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis pertama yaitu Likuiditas tidak
berpengaruh terhadap Profitabilitas. Hipotesis kedua Leverage (X2), nilai thitung dan
ttabel sebesar 7,799 > 2,262 dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05. Maka Ho ditolak
dan Ha diterima artinya bahwa secara parsial Leverage (X2) berpengaruh signifikan
terhadap Profitabilitas (Y). Dengan demikian, terbukti bahwa hipotesis kedua yaitu
Leverage berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas. Untuk pengujian uji F
ditetapkan, Fhiumg sebesar 44,344 dengan tingkat signifikan 0,001 < 0,05. Maka Ho
ditolak dan ha diterima, artinya bahwa Likuiditas (X1) dan Leverage (X2)
berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (Y). Dan Terakhir berdasarkan
perolehan uji koefisien determinasi (R2) diatas dapat diketahui bahwa besarnya
koefisien determinasi R2 0,906 atau 90,6%. Hal ini menunjukan bahwa besarnya
pengaruh Likuididtas (X1) dan Leverage (X2) terhadap Profitabilitas (Y) adalah
90,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 9,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak
diketahui dalam penelitian ini
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Kecepatan dan ketepatan shooting merupakan kemampuan
penting dalam sepak bola untuk mencetak gol. Pada Club Putra Sikumana, masih
sering terjadi kesalahan saat pemain melakukan shooting akibat rendahnya akurasi
kecepatan dan ketepatan. Model permainan target dipilih sebagai solusi karena
dapat melatih konsentrasi dan ketepatan sasaran.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Tingkat Kecepatan Dan Ketepatan
Shooting Sepak Bola Melalui Model Permainan Target Pada Klub Putra
Sikumana.
Metode penelitian: Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan
pendekatan experiment. Subjek penelitian adalah 12 pemain Club Putra
Sikumana. Data dikumpulkan melalui tes shooting dan dianalisis dengan statistic
deskriptif menggunakan SPSS 22
Hasil dan pembahasan: Tingkat Kecepatan dan Ketepatan Shooting Sepak Bola
Melalui Model Permainan Target Pada Club Putra Sikumana yang berkategori
baik sekali 2 orang atau 13,3%, baik 3 orang atau 33,3%, cukup 2 orang atau
13,3%, kurang 3 orang2
skor adalah 3,20 dengan nilai tengah 3,05 dan mode 3,55. Setelah penerapan
model permainan target.
Simpulan: Tingkat Kecepatan dan Ketepatan Shooting Sepak Bola Melalui
Model Permainan Target Pada Club Putra Sikumana adalah baik dengan
pertimbangan frekuensi terbanyak berada pada kategori baik ( 33,3%.)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengangkat tarian Tebe sebagai objek kajian teologi kontekstual dalam kehidupan bergereja Jemaat GMIT Imanuel Maktihan, Klasis Malaka. Di tengah arus modernisasi dan meningkatnya sikap individualisme dalam kehidupan jemaat, tarian Tebe hadir sebagai media budaya lokal yang memiliki daya integratif, memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan persekutuan dalam komunitas Kristen. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini menggali makna spiritual dan sosial dari tarian Tebe melalui observasi, wawancara, serta studi pustaka dan dokumentasi. Teori teologi kontekstual Stephen B. Bevans menjadi landasan utama dalam menafsirkan hubungan antara budaya lokal dan ekspresi iman Kristen dalam liturgi dan kehidupan bergereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarian Tebe tidak hanya merupakan warisan budaya masyarakat Tetun di Malaka, tetapi juga telah diadopsi secara kreatif dalam berbagai bentuk ibadah dan perayaan gerejawi di GMIT Imanuel Maktihan. Gerakan ritmis dan pantun dalam Tebe yang dilakukan dalam formasi lingkaran mencerminkan makna kolektif, solidaritas, serta penghormatan terhadap sejarah dan spiritualitas lokal. Melalui penerapan Tebe dalam kehidupan liturgis, gereja berhasil menjembatani kesenjangan antara ekspresi iman dan konteks budaya masyarakatnya.Tarian Tebe dipahami sebagai respons iman yang kontekstual terhadap krisis persekutuan akibat meningkatnya individualisme dalam jemaat. Dalam praktiknya, Tebe menjadi sarana profetik yang mengembalikan kesadaran umat akan pentingnya relasi sosial yang saling menopang. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa budaya lokal seperti Tebe dapat menjadi wahana penyalur pesan teologis yang transformatif, membentuk spiritualitas yang membumi dan relevan dalam konteks kehidupan bergereja di tengah masyarakat yang terus berubah.