ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSISTENSI LABA PADA PERUSAHAAN MANUFATUR SUB SEKTOR PABRIK TEMBAKAU YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2016 - 2022
Oleh:
ISHAKK BORA
NIM : 18190203
Pelaporan keuangan merupakan bentuk pertanggung jawaban perusahaan terhadap pihak yang terkait dengan perusahaan selama periode tertentu. Laporan keuangan merupakan salah satu alat bagi manajemen untuk menyampaikan informasi mengenai gambaran kinerja ekonomi dan keuangan perusahaan bagi pengguna laporan keuangan baik pihak internal maupun pihak eksternal. Laporan laba rugi merupakan bagian dari laporan keuangan yang menyajikan laba yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu. Informasi mengenai laba mempunyai peran penting bagi pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Laba tidak hanya digunakan untuk menilai kinerja perusahaan tetapi juga sebagai informasi pembagian laba dan penentuan kebijakan investasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persistensi laba.
Faktor pertama yaitu Volatilitas Arus Kas adalah arus kas perusahaan yang terbentuk karena adanya tingkat fluktuasi (Susilo dan Anggreani, 2017). Arus kas menunjukkan keadaan arus kas perusahaan karena ketika arus kas berfluktuasi maka mengakibatkan laba di perusahaan menjadi tidak stabil dan mengganggu kinerja perusahaan dalam mempertahankan keberlangsungan laba. Oleh karena itu, perusahaan harus tetap menjaga arus kas perusahaan karena ketidakpastian yang tinggi akan mengakibatkan turunnya persistensi laba. Jika laba yang diperoleh mengalami fluktuasi atau laba tidak persisten menunjukkan kondisi perusahaan yang kurang baik (Kusuma dan Sadjiarto, 2014).
Faktor kedua yaitu volatilitas penjualan merupakan tingkat fluktuasi penjualan dalam kegiatan operasi perusahaan (Kusuma dan Sadjiarto, 2014). Penjualan adalah bagian utama dalam laporan laba rugi sehingga menjadi penentu perolehan laba dalam suatu perusahaan. Apabila volatilitas penjualan tinggi mengakibatkan sulitnya memprediksi informasi penjualan perusahaan. Dengan adanya kesulitan tersebut maka timbul laba yang tidak persisten dan sulit diprediksi karena penjualan merupakan komponen utama dari laba (Fanani, 2010; dalam Kusuma dan Sadjiarto, 2014).
Faktor ketiga adalah ukuran perusahaan sebagai penentu besar atau kecilnya perusahaan yang diperoleh dari jumlah karyawan, total aset, rata–rata tingkat penjualan, kapitalisasi pasar serta jumlah penjualan (Lutfiyah, 2016). Perusahaan yang memiliki ukuran besar maka sumber dayanya bagus sehingga mampu mengelola aktivitas operasinya dengan baik. Kondisi baik tersebut menimbulkan kegiatan operasi yang stabil sehingga total penjualan, total aset, serta labanya akan cenderung stabil. Semakin besar perusahaan maka persistensi labanya juga semakin tinggi sehingga mampu mengendalikan dan menghasilkan laba di perusahaan dan mengakibatkan persistensi laba (Dewi dan Putri, 2015).
Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pengujian hipotesis. Variabel dependen yang digunakan adalah persistensi laba sedangkan variabel independen adalah volatilitas arus kas, volatilitas penjualan,dan ukuran perusahaan. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif berupa laporan keuangan tahun 20016-2022. Metode pengumpulan data adalah dokumentasi. Objek penelitian yang digunakan adalah perusahaan manufaktur sub sektor pabrik tembakau yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2022. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas arus kas, berpengaruh secara signifikan terhadap persistensi laba, volatilitas penjualan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap persistensi laba dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap persistensi laba. Terjadinya volatilitas arus kas yang rendah, volatilitas penjualan yang tinggi, dan ukuran perusahaan yang besar tidak membuat laba perusahaan menjadi persisten.
Kata kunci: persistensi laba, volatilitas arus kas, volatilitas penjualan, ukuran perusahaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul :Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Pajak Terhadap Indikator Tarif Pajak Yang Efektif (Studi Pada Perusahaan Sub Sektor Infrastruktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2021). Di bawah bimbingan ibu Dr. Angela Merici Minggu, SE.,M.Si sebagai dosen Pembimbing I dan ibu Helda M. Ala,SE,M.,Si sebagai pembimbing II. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh profabilitas, Ukuran Perusahan, dan leverage terhadap IndikatorTarif Pajak yang Efektif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2021.
Perusahaan merupakan salah satu subjek pajak penghasilan,yaitu subjek pajak badan. Penjelasan Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 pasal 2 ayat (1) huruf b menjelaskan bahwa subjek pajak badan adalah Sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengan nama dan bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga, dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap lainnya.
Penelitian yang dilakukan oleh Derashid dan Zhang (2003) dan Richardson dan Lanis (2007) menjelaskan bahwa perusahaan yang termasuk dalam perusahaan berskala besar membayar pajak lebih rendah daripada perusahaan yang berskala kecil.Porcano dalam Noor et al. (2010) menjelaskan bahwa perusahaan berskala besar mempunyai lebih banyak sumber daya yang dapat digunakan untuk perencanaan pajak dan lobi politik. Tetapi ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa perusahan yang berskala besar membayar pajak lebih besar daripada perusahaan berskala kecil, ini dikarenakan adanya political cost yang menyebabkan jumlah beban pajak yang dibayarkan oleh perusahaan besar menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya (Zimmerman, dalam Noor et al., 2010). Karena adanya perbedaan hasil penelitian dan data yang terus mengalami pembaharuan, maka diperlukan penelitian untuk mengatasi permasalahan ini.
Selain dengan memanfaatkan ukuran perusahaan, perusahaan juga dapat menekan tingkat profitabilitas yang digambarkan oleh Return On Assets (ROA) untuk memaksimalkan manajemen pajak perusahaan. Perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi akan dikenai pajak yang tinggi. Pada Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 pasal 1 dijelaskan bahwa penghasilan yang diterima oleh subjek pajak (perusahaan) akan dikenai pajak penghasilan, sehingga semakin besar penghasilan yang diterima oleh perusahaan akan menyebabkan semakin besar pajak penghasilan yang dikenakan kepada perusahaan (Richardson dan Lanis, 2007).
Penelitian lain menemukan bahwa besarnya profitabilitas perusahaan dapat mengurangi beban pajak perusahaan. Penyebabnya adalah karena perusahaan dengan tingkat efisiensi yang tinggi dan yang memiliki pendapatan tinggi cenderung menghadapi beban pajak yang rendah. Rendahnya beban pajak perusahaan dikarenakan perusahaan dengan pendapatan yang tinggi berhasil memanfaatkan keuntungan dari adanya insentif pajak dan pengurang pajak yang lain yang dapat menyebabkan tarif pajak efektif perusahaan lebih rendah dari yang seharusnya (Noor et al., 2010). Dengan adanya perbedaan antara teori dan hasil penelitian yang ada, maka diperlukan penelitian untuk mengatasi permasalahan ini.
Hutang dapat menyebabkan penurunan pajak dikarenakan adanya biaya bunga yang timbul dari hutang yang dimiliki oleh perusahaan dapat digunakan sebagai pengurang penghasilan.Prabowo (2006) menjelaskan bahwa bunga pinjaman baik yang dibayar maupun yang belum dibayar pada saat jatuh tempo adalah biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan. Dengan adanya bunga hutang perusahaan akan lebih memilih menggunakan hutang dalam pembiayaan. Penelitian yang telah dilakukan oleh Haryadi (2012) menunjukkan bahwa hutang perusahaan dapat mengurangi beban pajak yang dibayarkan dengan memanfaatkan bunga hutang sebagai pengurang pajak.
Menurut sugiyono (2018) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel yang diambil untuk melakukan penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan sub sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019-2021 yakni sebanyak 10 X 3 Tahun = 30 perusahaan yang diambil dengan menggunakan metode Purposive sampling, Selanjutnya data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan regresi linear berganda, uji t, dan uji koefisien determinasi (R). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tarif pajak efektif berpengaruh terhadap ukuran perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2021 sedangkan profabilitas dan laverage tidak berpengaruh terhdap Tarif Pajak Efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian dengan judul “Pengaruh Tax Planning, Beban Pajak Tangguhan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Indonesia” bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari tax planning yangmenggunakan rasio Tax Retention Rate (TRR), beban pajak tangguhan dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba pada perusahaan industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder serta pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan cara mengumpulkan laporan keuangan tahunan dari tahun 2017-2021. Metode pengambilan sampel berdasarkan purposive sampling dengan kriteria tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 59 perusahaan industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2017 – 2021, dan data yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel penelitian sebanyak 8 perusahaan industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2017 – 2021. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda serta uji yang digunakan yaitu uji statistik deskriptif, uji signifikan parameter individual (t) dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan menunjukan bahwa berdasarkan hasil uji t, tax planning, beban pajak tangguhan dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap manajemen laba pada perusahaan industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2017 – 2021.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI
“PENGARUH LIKUIDITAS, KEBIJAKAN DEVIDEN, PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, DAN TINGKAT INFLASITERHADAP NILAI PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA”
Kondisi perekonomian yang terjadi saat ini menciptakan persaingan yang ketat antar perusahaan. Persaingan membuat setiap perusahaan berlomba meningkatkan kinerja,sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Menurut Harjito & Martono, (2014) salah satutujuan perusahaan yaitu untuk mencapai atau memperoleh laba maksimal untuk kemakmuran pemilik perusahaan.
Berdasarkan hasil penelitian di buktikan bahwa Likuiditas(CR) Berpengaruh Negatif terhadap nilai perusahaan, ditunjukan dengan nilai koefisien regresi sebesar -4.616. dengan hasil tersebut maka hipotesis H1 yang menyatakn bahwa likuiditas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan diterima. Pengaruh likuiditas terhdap nilai perusahaan tersebut tidak signifikan, ditunjukan dengan nilai sig = 0,000<0,05.
Hasil penelitian ini mendukung oleh menawati (2017) menunjukan likuiditas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Hal ini membuktikan bahwa ketika likuiditas perusahaan meningkat, maka nilai perusahaan akan naik.
Penelitin ini juga membuktikan bahwa kebijakan deviden (DPR) berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.Ditunjukan nilai koefisienregresi sebesar 0,406.Dengan hasil tersebut maka hipotesis H2 menyatakan maka kebijakan deviden berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan diterima. Pengaruh kebijakan deviden terhadap nilai perusahaan tersebut signifikan ditunjukan dengan nilai sig= 0,000<0,05. Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya oleh Sorin (2016) membuktikan bahwa kebijakandeviden berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Berdasarkan hasil penelitian ini dibuktikan bahwa profitabilitas (ROA) Berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan di tunjukan dengan nilai koefisien regresi sebesar 14.980. Dengan hasil maka hipotesis H3 yang menyatakan bahwa profitabilitasberpengaruh positif terhadap nilai perusahaan diterima. Pengaruh profitabilitasterhadap nilai perusahaan ditunjukan dengan nilai sig=0,000<0,05 hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya oleh Dewi dan Wirawati (2018) yang mengatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perushaan.
Penelitian ini juga membuktikan bahwa ukuran perusahaan (FZ) berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan di tunjukan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,591. Dengan hasil tersebut maka hipotesis H4 yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan diterima. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan tersebut tidak signifikan, ditunjukan dengan nilai sig =0,095>0,05. Hasil penelitian tersebut di atas mendukung penelitian terdahulu (Lestari 2018) yang mengatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
Berdasarkan hasil penelitian ini dibuktikan bahwa Tingkat Inflasi Berpengaruh (IR) negatif terhada nilai perusahaan di tunjukan dengan niali koefisein regresi sebesar -4.021.Dengan hasil maka hipotesis H5 yang menyatakan bawha tingkat inflasi berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan diterima. Pengaruh tingkat inflasi terhadap nilai perusahaan di tunjukan dengan nilai sig =0,89>0,05. Hasil penelitian diatas mendukung penelitian terdahulu (Suryantini & Arsawan (2014) yang mengatakn bahwa ukuran perusahaa berpengaruh negarif terhadap nilai perusahaan.
KATA KUNCI : Likuiditas, Kebijakan Deviden, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Tingkat Inflasi, Nilai Perusahaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penghindaran pajak adalah upaya untuk meminimalkan beban pajak terutang yang dimiliki namun tidak melanggar peraturan dengan memanfaatkan kelemahan ketentuan perpajakan. Penelitian inibertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh faktor- faktor finansial (profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan)terhadap penghindaran pajak dimasa pandemi Covid-19. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunderserta pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan cara mengumpulkan laporan keuangan triwulan setiap perusahaan pada tahun 2020 dan 2021. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 46 perusahaan transportasi yang terdafar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2020 dan 2021. Sehingga, untuk sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling yang kemudian didapatkan sampel sejumlah 40 data dari 5 perusahaan transportasi selama kurun waktu triwulan I, II, III, IV 2020- I, II, III, IV 2021. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda serta uji yang digunakan yaitu uji statistik deskriptif, , ujiasumsi klasik, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukan bahwa variabel profitabilitas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara parsialterhadap penghindaran pajak di saat pandemi covid-19, sedangkan variabel leverage berpengaruh secara parsial terhadap penghindaran pajak di saat pandemi covid-19. Dan secara simultan variabel profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap penghindaran pajak di saat pandemi covid-19.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
FAKTOR-FKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN HUTANG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021
JENILINA TASILIMA
1 8 1 9 0 2 1 7
Hutang merupakan mekanisme yang digunakan untuk mengurangi konflik keagenan. Dengan adanya hutang maka perusahaan akan mendapatkan tambahan modal eksternal yang dapat meningkatkan operasional perusahaannya. Keputusan pendanaan sebuah perusahaan dalam mendanai kegiatan operasionalnya, harus sesuai dengan tujuan utama perusahaan. Keputusan pendanaan tersebut mampu untuk meminimalkan risiko maupun biaya agar tujuan utama perusahaan tercapai. Untuk mencapai tujuan, perusahaan harus memiliki struktur modal yang optimal. Struktur modal yang optimal merupakan struktur yang dapat memaksimumkan nilai perusahaan atau harga saham. Dalam menentukan kebijakan hutang, juga ada beberapa faktor yang dipertimbangkan oleh perusahaan pada umumnya.
Penelitian ini di lakukan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh profitabilitas (X1), likuiditas (X2) dan ukuran perusahaan (X3) terhadap kebijakan hutang (Y) pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2021. Data penelitian yang di gunakan bersumber dari website resmi Bursa Efek Indonesia yang beralamat di www.idx.co.id. Data penelitian yang di gunakan dari tahun 2017-2021. Populasi pada penelitian ini berjumlah 10 perusahaan manufaktur. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kebijakan hutang dan variabel independen adalah profitabilitas, likuiditas dan ukuran perusahaan.
Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data yang di gunakan adalah menggunakan teknik regresi linear berganda dan bantuan aplikasi SPSS 26. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil analisis menunjukan profitabilitas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang sedangkan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang. Manfaat dari penelitian ini sebagai rujukan pengembangan ilmu akuntansi khususnya dalam analisis profitabilitas, likuiditas dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan hutang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN METODE AKUNTANSI PERSEDIAAN
(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2021)
Persediaan (inventory) adalah suatu istilah umum yang menunjukan segala sesuatu atau sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasi pemenuhan permintaan. Permintaan akan sumber daya internal ataupun eksternal ini meliputi persediaan bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi atau produk akhir, bahan-bahan pembantu atau pelengkap daan komponen-komponen lain yang menjadi bagian keluaran produk perusahaan. Ukuran perusahaan adalah rata-rata total penjualan bersih untuk tahun yang bersangkutan sampai beberapa tahun. Likuiditas adalah kemampuan perusahaan memenuhi hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Ukuran Perusahaan dan Likuiditas terhadap metode akuntansi persediaan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang menggunakan metode penelitian kuantitatif, dimana teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 8 perusahaan manufaktur. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 25.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan karena perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI, dengan kata lain perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tergolong perusahaan besar, Hal ini membuktikan bahwa likuiditas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan metode penilaian persediaan.
Dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021.
Likuiditas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penghindaran pajak (Tax Avoidance) merupakan upayah/strategi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk memanfaatkan celah atau kelemahan yang ada di dalam undang-undang perpajakan untuk melakukan penghindaran pajak secara legal. Penelitian ini untuk menguji Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas terhadap Penghindaran Pajak. Populasi dalam penelitian ini adalah 19 Perusahaan Sub Sektor Perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016 – 2021. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini yang menggunakan purposive sampling. Dan mendapatkan sampel sebanyak 6 perusahaan sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metoe kuantitatif dan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif tidak siknifikan terhadap penghindaran pajak sehingga hal ini menunjukan bahwa ukuran perusahaan belum tentu dapat mempengaruhi perusahaan dalam melakukan penghindaran pajak. Sedangkan profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap penghindaran pajak sehingga hal ini menunjukKan bahwa semakin rendah profitabilitas maka semakin tinggi upayah penghindaran pajak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan didirikan suatu perusahaan yaitu memaksimalkan laba dan memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Memaksimalkan pemegang saham yaitu memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin dari harga saham.Perusahaan sub sektor kimia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia memiliki nilai perusahaan yang selalu mengalami peningkatan dari tahun 2018-2021.Nilai perusahaan merupakan indikator penilaian pasar bagi perusahaan secara keseluruhan sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggiDalam meningkatkan nilai perusahaan ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu likuiditas,ukuran perusahaan dan profitabilitas. Likuiditas merupakan suatu indikator mengenai kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban finansial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia (Syamsuddin dalam Ristanti, 2015). Pengukuran likuiditas menggunakan rasio lancar(Current Ratio)Ukuran perusahaan (Size) menggunakan nilai buku dari total aset atau total aktiva sebagai proksi size. Rasio profitabilitas bertujuan untuk mengukur efektivitas manajemen yang tercermin pada imbalan atas hasil investasi melalui kegiatan perusahaan atau dengan kata lain mengukur kinerja perusahaan secara keseluruhan dan efisiensi dalam pengelolaan kewajiban dan modal. Profitabilitas diukur menggunakan Return On Assets (ROA). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh likuiditas, ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor kimia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Metode dalam menentukan sampel dengan purposive sampling sehingga Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 32 yang berasal dari delapan perusahaan sub sektor kimia yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Jenis data yang digunakan dalam penelitian data sekunder, Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, sumber data berupa data sekunder. Teknik analisis yaitu analisis pendahuluan menggunakan metode deskriptif dan analisis lanjutan yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan uji asumsi klasik. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa likuiditas (Current Ratio) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini menunjukan bahwa semakin tingi likuiditas maka nilai perusahaan akan semakin meningkat. ukuran perusahaan (Size) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini menunjukan bahwa ukuran perusahaan memliki pengaruh terhadap nilai perusahaan tetapi pengaruh yang negatif yaitu semakin besar ukuran perusahaan maka nilai perusahaan akan menurun. Profitabilitas (Return On Assers) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukan bahwa besar kecilnya proftablitas yang dimiliki oleh perusahaan tidak mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Suatu negara akan dinilai baik dari segi perekonomiannya apabila anggaran dalam negara
tersebut memiliki kesanggupan dalam hal pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan aktivitas
ekonomi yang stabil. Pajak ialah kontribusi yang sifatnya memaksa, yang dibayar kepada negara,
baik oleh wajib pajak perseorangan ataupun badan berdasarkan peraturan yang ditetapkan.
Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 1, pajak adalah kontribusi wajib kepada
negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan UndangUndang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan
negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Pemerintah berusaha untuk mendapatkan penerimaan pajak yang sebesar besarnya dari
semua wajib pajak, sedangkan sebaliknya semua wajib pajak berusaha untuk membayar pajak
sekecil mungkin untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya. Hal ini pada akhirnya
mendorong sebagian besar perusahaan untuk melakukan berbagai cara baik legal maupun ilegal
dengan tujuan untuk semaksimal mungkin menekan beban pajak bahkan mungkin
menghilangkannya. Menurut Frank (dalam Suyanto dan Supramono, 2012) agresivitas pajak
perusahaan merupakan suatu tindakan merekayasa pendapatan kena pajak melalui perencanaan
pajak yang dapat dilakukan baik secara legal (tax avoidance) maupun secara ilegal (tax evasion).
Maka penulis berpendapat bahwa agresivitas pajak adalah strategi merekayasa pelaporan pajak
untuk menghindari, mengurangi, atau menghilangkan beban pajak perusahaan sehingga
memperkecil kewajiban pajaknya dengan memanfaatkan kelemahan aturan pajak dari segi hukum
agar tidak akan dipermasalahkan nantinya.
Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh intensitas
aset tetap, leverage, profitabilitas, dan ukuran perusahaan secara parsial terhadap agresivitas pajak.
Secara terperinci yang menjadi persoalan penelitian adalah: Apakah intensitas aset tetap, leverage,
profitabilitas, dan ukuran perusahaan secara parsial terhadap agresivitas pajak.
Berdasarkan persoalan penelitian tersebut, maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut:
1. Intensitas aset tetap tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak
2. Leverage tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak
3. Profitabilitas berpengaruh terhadap agresivitas pajak
4. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) di sektor rokok dari tahun 2014 – 2021. Pemilihan sampel menggunakan metode
purposive sampling dan mendapatkan 4 perusahaan rokok, yaitu Wismilak, Sampoerna, Gudang
Garam, Bentoel. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuantitatif dan hasil
penelitiannya diolah menggunakan program SPSS 26.
Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa hanya satu variabel saja yang
berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Intensitas aset tetap tidak berpengaruh terhadap
agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,153 > 0,05; leverage tidak berpengaruh
terhadap agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,144 > 0,05; Profitabilitas
berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05; dan ukuran
perusahaan tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,551 >
0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS, DAN PROFITABILITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021 Struktur modal adalah tingkat utang yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur modal yang baik akan mempunyai dampak kepada perusahaan dan secara tidak langsung posisi finacial perusahaan akan meningkat dan nilai perusahaan pun akan tinggi. Persoalan dalam penelitian ini adalah apakah ukuran perusahaan, likuiditas, dan profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2017-2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, likuiditas dan profitabilitas terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2017-2021. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sector industry barang konsumsi yang sudah dan masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 15 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Ukuran Perusahaan merupakan skala perusahaan yang dilihat dari total aktiva perusahaan pada akhir tahun. Total penjualan juga dapat digunakan untuk mengukur besarnya perusahaan ukuran perusahaan menggambarkan kecil besarnya perusahaan. Perusahaan dengan ukuran besar memiliki akses lebih besar dan luas untuk mendapat sumber pendanaan dari luar, sehingga untuk memperolah pinjaman akan menjadi lebih mudah karna dikatakan bahwa perusahaan dengan ukuran besar memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan persaingan atau bertahan dalam industri. Likuiditas menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Berdasarkan beberapa pendapatan mengenai likuiditas maka penulis menyimpulkan bahwa likuiditas merupakan suatu kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban financial jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun bersangkutan yang harus segera dipenuhi. Profitabilitas merupakan Analisis rasio keuangan yang mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh laba atau profit dengan suatu ukuran dalam presentase untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba atau keuntungan. Menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber daya yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang perusahaan, dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Hal ini dibuktikan dengan t-hitung sebesar -1,706 dengan nilai signifikansi sebesar 0,092 lebih besar dibandingkan dengan tingkat signifikansi yang diharapkan yaitu 0,05 sehingga hipotesis pertama ditolak. Likuiditas yang diwakili Current Ratio (CR) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Struktur Modal. Karena Hasil uji memperoleh nilai t hitung CR sebesar -3,884 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Oleh karena itu hipotesis kedua diterima. Profitabilitas yang diwakili oleh Return On Equity (ROE) memiliki pengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap Struktur Modal. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian yang menghasilkan nilai t hitung sebesar 1,281 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,204 atau lebih besar dibandingkan dengan tinkat signifikan yang diharapkan yaitu 0,05 sehingga hipotesis ketiga ditolak. Berdasarkan hasil penelitian ini, telah menjawab hal-hal yang menjadi persoalan dalam penelitian ini. Kata kunci : Struktur Modal, Ukuran Perusahaan, Likuiditas, dan Profitabilitas
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
TRI INDAR ASMIN. 2020, Pengaruh Ukuran Perusahaan, Struktur Aktiva dan Profitabilitas terhadap Struktur Modal Perusahaan Setelah IPO (Studi Perusahaan Jasa yang Terdaftar Di Indeks Saham Syariah Indonesia 2017- 2019.Skripsi program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.Dibimbing oleh Andi Mappatompo dan Ramly.Struktur modal adalah tingkat utang yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur modal yang baik akan mempunyai dampak kepada perusahaan dan secara tidak langsung posisi finacial perusahaan akan meningkat dan nilai perusahaan pun akan tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, struktur aktiva dan profitabilitas terhadap struktur modal perusahaan pada perusahaan jasa di Indeks Saham Syariah Indonesia periode 2017-2019.Populasi dalam penelitian ini menggunakan perusahaan jasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal, struktur aktiva tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Kata Kunci: Ukuran Perusahaan, Struktur Aktiva, Profitabilitas, Struktur Modal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitan ini berjudul: PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN OPINI AUDITOR TERHADAP KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN CONSUMER NON-CYCLICALS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) 2020-2022. Dalam pasar modal terkadang perusahaan melanggar prinsip keterbukaan informasi mengenai penyampaian laporan keuangan yang tidak tepat waktu. Suspensi yang diterima oleh perusahaan atas ketidaktepatan waktu dalam menyampaikan laporan keuangan sangat merugikan bagi pihak perusahaan dan bagi para pemegang saham, sehingga peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya masalah ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Untuk itu perlu diketahui apa saja yang mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Profitabilitas mengukur seberapa besar tingkat keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan. Semakin besar tingkat perusahaan menunjukkan semakin baik manajemen dalam mengelolah perusahaan (Sutrisno, 2012). Likuiditas memperlihatkan tingkat ketersediaan modal kerja yang dibutuhkan dalam aktivitas operasional perusahaan. Tidak sedikit dijumpai perusahaan yang kerap kali mengalami kesulitan finansial sehingga tidak mampu mendanai kegiatan operasionalnya maupun dalam melakukan pembayaran utang sehingga nantinya perusahaan akan memiliki laporan keuangan yang mengandung berita buruk atas ketidakmampuan perusahaan tersebut dalam memenuhi kewajibannya. Leverage digunakan sebagai salah satu variabel independen yang diteliti karena leverage digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang, karena tidak semua dan tidak setiap saat semua perusahaan memperoleh nilai laba yang baik. Maka perusahaan pun dapat melakukan pinjaman untuk keberlangsungan operasional perusahaan kedepannya hutang salah satu sumber dana yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan dana pembiayaan dengan tujuan meningkatkan keuntungan (Moedjahedi, 2013). Ukuran merupakan sebuah perbandingan besar atau kecil terhadap suatu objek. Apabila bila definisi ini digabungkan bersama perusahaan ataupun suatu lembaga, berarti ukuran suatu perusahaan didefinisikan sebagai sebuah perbandingan besar maupun kecil usaha dari sebuah perusahaan ataupun organisasi, Herry (2017). Opini audit adalah pernyataan auditor terhadap kewajaran laporan keuangan dari entitas yang telah diperiksa, (Hatutik, 2015). Tujuan dilakukamn penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan, untuk Mengetahui pengaruh likuiditas terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan, untuk Mengetahui pengaruh leverage terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan dan, untuk Mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk dapat mengatahui pengaruh antara variable X (independen), terhadap variable Y (dependen) dan dibantu dengan alat pengujian statistik yaitu , program SPSS versi 25 dan Ms. Exel 2010. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perusahaan Consumer Non-Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2020-2022. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menerapkan terlebih dahulu kriteria-kriteria sampel yang dibutuhkan sehingga dari kriteria-kriteria yang diterapkan di peroleh 15 perusahaan yang memenuhi syarat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara persial (uji t) menunjukkan bahwa variabel profitabilitas (X1) tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu (Y), karena nilai yang diperoleh Thitung sebesar 1,007 dan nilai signifikan sebesar 0,320 dengan menggunakan batas signifikan atau p-value 0,05 (α = 5%), maka t-tabel sebesar 2,023. Ini berarti Thitung t-tabel atau 0,320 2,023 dan nilai signifikan Thitung 0,320 > 0,05. Untuk variabel likuiditas (X2) berpengaruh terhadap ketepatan waktu (Y), karena nilai yang diperoleh Thitung sebesar 2,782 dan nilai signifikan sebesar 0,008 dengan menggunakan batas signifikan atau p-value 0,05 (α = 5%), maka t-tabel sebesar 2,023. Ini berarti Thitung t-tabel atau 0,008 0,05. Untuk variabel leverage (X3) berpengaruh terhadap ketepatan waktu (Y), karena nilai yang diperoleh Thitung sebesar sebesar 15,872 dan nilai signifikan sebesar 0,00 dengan menggunakan batas signifikan atau p-value 0,05 (α = 5%), maka t-tabel sebesar 2,023. Ini berarti Thitung t-tabel atau 0,000 0,05. Sedangkan untuk variabel ukuran perusahaan (X4) tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu (Y), karena nilai yang diperoleh Thitung sebesar 1,082 dan nilai signifikan sebesar 0,286 dengan menggunakan batas signifikan atau p-value 0,05 (α = 5%), maka t-tabel sebesar 2,023. Ini berarti Thitung > t-tabel atau 0,286 > 0,05 dan untuk variabel opini auditor (X5) berpengaruh terhadap ketepatan waktu (Y), karena nilai yang diperoleh Thitung sebesar 16,591 dan nilai signifikan sebesar 0,00. dengan menggunakan batas signifikan atau p-value 0,05 (α = 5%), maka t-tabel sebesar 2,023. Ini berarti Thitung t-tabel atau 0,000 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH STRUKTUR MODAL, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN, DAN UKURN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR PROPERTY AND REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIOEDE 2018-2021 Nilai perusahaan merupakan hasil kerja manajemen dari beberapa dimensi diantaranya adalah arus kas bersih dari keputusan investasi, pertumbuhan dan biaya modal perusahaan nilai perusahaan merupakan konsep penting karena nilai perusahaan merupakan indikator bagaimana pasar menilai perusahaan secara keseluruhan, nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi. Nilai perusahaan yang tinggi menunjukkan kinerja perusahaan yang baik, salah satunya, pandangan nilai perusahaan bagi pihak kreditur. Bagi pihak kreditur nilai perusahaan berkaitan dengan likuiditas perusahaan, yaitu perusahaan dinilai mampu atau tidaknya mengembalikan pinjaman yang diberikan oleh pihak kreditur, apabila nilai perusahaan yang tersirat tidak baik maka investor akan menilai perusahaan dengan nilai rendah. Struktur modal merupakan perimbangan atau perbandingan antara modal milik sendiri dengan modal asing. Dalam hal ini modal asing adalah hutang jangka pendek ataupun hutang jangka panjang, sementara modal sendiri dibagi menjadi laba ditahan dan kepemilikan perusahaan, Pertumbuhan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Teori struktur modal menjelaskan bahwa kebijakan pendanaan (financial policy) perusahaan dalam menentukan struktur modal (bauran antara hutang dan ekuitas) bertujuan untuk mengoptimalkan nilai perusahaan. Penggunaan hutang sebagai sumber pendanaan perusahaan memiliki kuntungan dan kerugian. Devinisi lain mengatakan bahwa struktur modal adalah proporsi pendanaan dengan hutang (debt financing) perusahaan, yaitu rasio leverage perusahaan. Dengan demikian, hutang adalah unsur dari struktur modal perusahaan. Pertumbuhan adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan posisi usahanya di dalam perkembangan ekonomi dan industri didalam perekonomian dimana perusahaan beroperasi, Ukuran perusahaan merupakan nilai besar kecilnya perusahaan yang dilihat dari besarnya equity, nilai penjualan dan aset yang berperan sebagai variabel konteks yang mengatur tuntutan pelayanan atau produk yang dihasilkan. Pertumbuhan perusahaan dapat juga menjadi indikator dari profitabilitas dan keberhasilan perusahaan, dalam hal ini, pertumbuhan perusahaan merupakan perwakilan untuk ketersediaan dana internal. Jika perusahaan berhasil dan memperoleh laba, maka tersedia dana internal yang cukup untuk kebutuhan investasi. Pertumbuhan aset dapat diperhitungkan dari persentase perubahan aset pada tahun tertentu terhadap aset pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan dinyatakan sebagai pertumbuhan total aset dimana pertumbuhan aset masa lalu akan menggambarkan profitabilitas yang akan datang dan pertumbuhan yang datang. Growth adalah perubahan (penurunan atau peningkatan) total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Pertumbuhan aset dihitung sebagai persentase perubahan aset pada saat tertentu terhadap tahun sebelumnya. Dari uraian diatas maka, peneliti akan meneliti judul tentang Pengaruh Struktur Modal, Pertumbuhan Perusahaan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan Manufaktur Sub Sektor Property and Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2021. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh struktur modal, pertumbuhan perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2021. Metode penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah sampel yang memenuhi sebanyak 14 perusahaan. sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diunduh melalui www.idx.co.id selama 4 tahun periode 2018-2021. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel indipenden yaitu struktur modal dan ukuran perusahan secara persial tidak berpengaruh terhadap variable dependen yaitu nilai perusahaan. Sementara hasil penelitian menunjukan bahwa variable independen yaitu ukuran perusahaan secara persial berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu nilai perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETETAPAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA Nama : Katarina Noviana Nahak NIM : 18190021 Fakultas : Ekonomi Program Studi : Akuntansi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketetapan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021 dengan menggunakan 12 sampel perusahaan perbankan, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 12 X 5 = 60 sampel. Variabel Dependen dalam penelitian ini adalah ketepatan waktu pelaporan keuangan. Variabel dependen ini diukur berdasarkan tanggal laporan auditor independen (LAI), yang diukur dengan menggunakan variabel dummy dengan kategori 1 untuk perusahaan yang tepat waktu dan 0 untuk perusahaan yang tidak tepat waktu. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah a. Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan menggunakan aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan. Profitabilitas diproksikan dengan Return On Asset = laba bersih/ total aset (Brigham dan Joel, 2014:148). b. Leverage merupakan gambaran dari struktur modal yang dimiliki perusahaan, dimana leverage digunakan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan menggunkan pendanaan melalui hutang. Leverage diproksikan dengan Debt to Equity Ratio= total liabilitas/ total ekuitas (Mareta, 2015). c. Ukuran perusahaan dapat dinilai dari beberapa segi, besar kecilnya perusahaan dapat d idasarkan pada total nilai aktiva, total penjualan, kapitalisasi pasar, jumlah tenaga kerja, dsb. Ukuran perusahaan diproksikan dengan Market to Book Value Ratio = nilai pasar saham/ nilai buku (Brigham dan Joel, 2014:151). Hasil penelitian ini menunjukan pada persamaan analisis regresi linear berganda Nilai konstanta sebesar -0,574 menunjukkan bahwa variabel Profitabilias, Ukuran Perusahaan, leverage, jika nilainya 0 maka ketepatan waktu pelaporan keuangan memiliki tingkat kinerja sebesar -0,574. Nilai koefisien Profitabilitas (X1) sebesar 2,040 dengan nilai positif. Hal ini berarti bahwa setiap peningkatan belanja daerah sebesar 1 kali maka ketepatan waktu pelaporan keuangan akan meningkat sebesar 2,040 dengan asumsi variabel yang lain konstan. Nilai koefisien Ukuran Perushaan (X2) sebesar 0,129 dengan nilai positif. Hal ini berarti bahwa setiap peningkatan Ukuran Perusahaan sebesar 1 kali maka ketepatan waktu pelaporan keuangan akan meningkat sebesar 0,129 dengan asumsi variabel yang lain konstan. Nilai koefisien Leverage (X3) sebesar 0,008 dengan nilai positif. Hal ini berarti bahwa setiap peningkatan leverage sebesar 1 kali maka ketepatan waktu pelaporan keuangan akan peningkatan sebesar 0,008 dengan asumsi variabel yang lain konstan. Hasil analisis uji -t Variabel Profitabilitas (ROA) berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Dijelaskan pula dalam hasil analisis regresi bahwa variabel Profitabilitas (ROA) mempunyai nilai β = 2,040 lebih besar dari 0 dan diperoleh nilai signifikansi 0,216 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (0,216 > 0,05). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Ukuran perusahaan (Size) mempunyai nilai β = 0,129 lebih besar dari 0 dan diperoleh nilai signifikansi 0,081 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (0,081 > 0,05). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. variabel leverage (DER) yang mempunyai nilai β = 0,008 lebih besar dari 0 dan diperoleh nilai signifikansi 0,528 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (0,528 > 0,05). Dari hasil uji R2, diperoleh nilai R2 atau R Square sebesar 0,074 atau 7,4%. Hal ini menunjukkan bahwa ketepatan waktu pelaporan keuangan dapat dijelaskan sebesar 7,4% oleh variabel independen yaitu Profitabiitas, Ukuran Perusahaan, Leverage. Sedangkan 92,6% ketepatan waktu pelaporan keuangan dijelaskan oleh variabel-variabel diluar variabel independen penelitian ini. Kata kunci : Ketetapan waktu, Profitabilitas. Ukuran perusahaan, Leverage.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR FARMASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Tujuan didirikan suatu perusahaan yaitu memaksimalkan laba dan memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Memaksimalkan pemegang saham yaitu memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin dari harga saham. Perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia memiliki nilai perusahaan yang kadang mengalami fluktuasi dari tahun 2019- 2021. Dalam meningkatkan nilai perusahaan ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu profitabilitas dan ukuran perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan manufaktur sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode dalam menentukan sampel dengan menggunakan purposive sampling sehingga jumlah sampel yang digunakan berjumlah 24 yang berasal dari 8 perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jenis data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, sumber data berupa data sekunder. Teknik analisis yaitu analisis pendahuluan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis lanjutan yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan pengujian hipotesis. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa profitabilitas (Return On Asset) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi profitabilitas maka nilai perusahaan akan semakin meningkat. Ukuran perusahaan (Size) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, hal ini menunjukan bahwa besar kecilnya ukuran perusahaan tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Kata kunci : Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Nilai Perusahaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalah Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penerapan Konservatisme. Adapun persoalan yang diangkat adalah Bagaimana pengaruh struktur kepemilikan Manajerial, struktur kepemilikan intitusional, struktur kepemilikan publik, ukuran perusahaan, leverage terhadap penerapan konservatisme dalam akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur kepemilikan Manajerial, struktur kepemilikan intitusional, struktur kepemilikan publik,ukuran perusahaan, leverage terhadap penerapan konservatisme dalam akuntansi. Adapun konsep dari penelitian ini adalah struktur kepemilikan Manajerial, struktur kepemilikan intitusional, struktur kepemilikan publik, ukuran perusahaan, leverage terhadap penerapan konservatisme dalam akuntansi. Konservatisme adalah sebuah prinsip perusahaan yang berhati-hati dalam menentukan setiap nilai yang ada di laporan keuangan. Kepemilikan manajerial adalah suatu kondisi di mana manajer mengambil bagian dalam struktur modal perusahaan atau dengan katalain manajer berperan ganda sebagai manajer sekaligus pemegangsaham di perusahaan. Kepemilikan institusional adalah kepemilikan saham perusahaan yang dimiliki oleh institusi atau lembaga seperti perusahaan asuransi, bank, perusahaan investasi dan kepemilikan institusi lain. Struktur kepemilikan publik merupakan persentase jumlah saham yang dimiliki oleh publik dibandingkan dari seluruh saham yang beredar. Pengendalian akan cenderung rendah apabila kepemilikan publik menyebar.Ukuran perusahaan merupakan ukuran yang digunakan untuk mengukur perusahaan dari seberapa luas pengungkapan informasi. Menurut Helfret (2001:128) rasio laverage adalah rasio yang menggambarkan proporsi “dana pihak lain” atas kepemilikan aktiva perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 2016-2019. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah 10 perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah sumber data yang di peroleh melalui media perantara atau secara tidak langsung. Data ini berupa laporan keuangan yang sudah di publikasikan oleh perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang memenuhi kriteria sampel penelitian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2019 yang dapat diakses melalui Situs www. idx.co.id Berdasarkan Hasil Uji Determinasi model summary diperoleh nilai nilai R Square sebesar 0,688, hal ini berarti 68,8% konservatisme akuntansi dapat dijelaskan oleh variabel SKM, SKI, SKP, UP, dan LEV. Sisanya 31,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Struktur kepemilikan manajerial memiliki pengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi, Struktur kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi, Struktur kepemilikan publik tidak memiliki pengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi, Ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi, Leverage tidak memiliki pengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MEKANISME TATA KELOLA TERHADAP KEMUNGKINAN KEBANGKRUTAN SERTA MANAJEMEN LABA (Studi Kasus Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia ) NAMA : ADRIANA ROSMIATI BRIS NIM : 17191411 PROGDI : AKUNTANSI KEUANGAN FAKULTAS ; EKONOMI ABSTRAKSI Tata kelola perusahaan adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan dan institusi yang mempengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Secara prinsip, tata kelola perusahaan dalam arti sempit meliputi dua aspek, yaitu aspek struktur tata kelola perusahaan atau struktur dewan dimana titik fokusnya adalah bentuk dan aspek proses tata kelola perusahaan atau mekanisme tata kelola perusahaan dimana titik fokusnya adalah cara bekerja. Mekanisme tata kelola perusahaan dapat diproksikan dengan komposisi dewan komisaris, dewan direksi, dan komite audit (Kusumawardhani, 2012).x Kemungkinan kebangkrutan merupakan tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan ataupun likuidasi. Apabila hal ini tidak segera diselesaikan akan berdampak besar pada perusahaanperusahaan seperti hilangnya kepercayaan dari shareholder, dan bahkan perusahaan akan mengalami kebangkrutan. Kemungkina kebangkrutan terjadi karena perusahaan tidak mampu mengelola dan menjaga kestabilan kinerja keuangan sehingga menyebabkan perusahaan mengalami kerugian operasional dan kerugian bersih untuk tahun yang berjalan. Lebih lanjut, dari kerugian yang terjadi akan mengakibatkan defisiensi modal dikarenakan penurunan nilai saldo laba yang terpakai untuk melakukan pembayaran dividen, sehingga total ekuitas secara keseluruhanpun akan mengalami defisiensi. Apabila perusahaan tidak mampu keluar dari kondisi tersebut, maka perusahaan tersebut akan mengalami kepailitan. Manajemen laba merupakan tindakan manajer untuk mempermainkan angkaangka dan mengatur metode pencataan sesuai dengan kepentingan pribadi. Kebebasan untuk memilih metode pencatatan menjadikan manajer cenderung melakukan tindakan manajemen laba selama masih sesuai dengan prinsip yang berlaku umum. Manajemen laba sering menjadi kontroversi antara berbagai pihak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tata kelola perusahaan pada perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Indikator yang digunakan untuk mengukur tata kelola perusahaan dalam penelitian ini adalah dewan komisaris,komite audit,ukuran perusahaan dan leverage. Sedangkan kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba sebagai variabel dependen dapat diukur dengan Altman ZScore dan Akrual modal kerja. Penelitian ini mengambil xi sampel pada perusahaan otomotif dan industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017-2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan mengisi kriteria sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 perusahaan, sehingga telah diperoleh 5 sampel yang diteliti. Penelitian ini diuji dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel corporate governance berpengaruh dan tidak berpengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Dewan komisaris memiliki pengaruh positif yang terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Komite audit tidak memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Ukuran perusahaan dan leverage memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba.FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MEKANISME TATA KELOLA TERHADAP KEMUNGKINAN KEBANGKRUTAN SERTA MANAJEMEN LABA (Studi Kasus Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia ) NAMA : ADRIANA ROSMIATI BRIS NIM : 17191411 PROGDI : AKUNTANSI KEUANGAN FAKULTAS ; EKONOMI ABSTRAKSI Tata kelola perusahaan adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan dan institusi yang mempengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Secara prinsip, tata kelola perusahaan dalam arti sempit meliputi dua aspek, yaitu aspek struktur tata kelola perusahaan atau struktur dewan dimana titik fokusnya adalah bentuk dan aspek proses tata kelola perusahaan atau mekanisme tata kelola perusahaan dimana titik fokusnya adalah cara bekerja. Mekanisme tata kelola perusahaan dapat diproksikan dengan komposisi dewan komisaris, dewan direksi, dan komite audit (Kusumawardhani, 2012).x Kemungkinan kebangkrutan merupakan tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan ataupun likuidasi. Apabila hal ini tidak segera diselesaikan akan berdampak besar pada perusahaanperusahaan seperti hilangnya kepercayaan dari shareholder, dan bahkan perusahaan akan mengalami kebangkrutan. Kemungkina kebangkrutan terjadi karena perusahaan tidak mampu mengelola dan menjaga kestabilan kinerja keuangan sehingga menyebabkan perusahaan mengalami kerugian operasional dan kerugian bersih untuk tahun yang berjalan. Lebih lanjut, dari kerugian yang terjadi akan mengakibatkan defisiensi modal dikarenakan penurunan nilai saldo laba yang terpakai untuk melakukan pembayaran dividen, sehingga total ekuitas secara keseluruhanpun akan mengalami defisiensi. Apabila perusahaan tidak mampu keluar dari kondisi tersebut, maka perusahaan tersebut akan mengalami kepailitan. Manajemen laba merupakan tindakan manajer untuk mempermainkan angkaangka dan mengatur metode pencataan sesuai dengan kepentingan pribadi. Kebebasan untuk memilih metode pencatatan menjadikan manajer cenderung melakukan tindakan manajemen laba selama masih sesuai dengan prinsip yang berlaku umum. Manajemen laba sering menjadi kontroversi antara berbagai pihak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tata kelola perusahaan pada perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Indikator yang digunakan untuk mengukur tata kelola perusahaan dalam penelitian ini adalah dewan komisaris,komite audit,ukuran perusahaan dan leverage. Sedangkan kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba sebagai variabel dependen dapat diukur dengan Altman ZScore dan Akrual modal kerja. Penelitian ini mengambil xi sampel pada perusahaan otomotif dan industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017-2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan mengisi kriteria sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 perusahaan, sehingga telah diperoleh 5 sampel yang diteliti. Penelitian ini diuji dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel corporate governance berpengaruh dan tidak berpengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Dewan komisaris memiliki pengaruh positif yang terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Komite audit tidak memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Ukuran perusahaan dan leverage memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kebutuhan akan modal sangat penting dalam membangun dan menjamin kelangsungan perusahaan selain factor pendukung lainnya. Modal dibutuhkan setiap perusahaan, apalagi jika perusahaan tersebut akan melalukan ekspansi oleh karena itu, perusahaan harus menentukan berapa besarnya modal yang dibutuhkan untuk memeneuhi atau membiayai usahanya. Kebutuhan akan modal tersebut dapat dipenuhi dari berbagai sumber dan mempunyai jenis yang berbeda-beda. Modal terdiri atas ekuitas (modal sendiri) dan hutang (debt,) perbandingan hutang dan modal sendiri dalam struktur financial perusahaan disebut struktu modal ( suad Husnan, 2004). Penentuan struktur modal merupakan kebijakan yang diambil oleh pihak manajemen dalam rangka memperoleh sumber dana sehingga dapat digunakan untuk atktivitas operasioanal perusahaan. Pecking order Theori mengatakan bahwa perusahaan lebih cenderung memilih pendanaan yang berasa; adari internal dari pada eksternal perusahaan. Perusahaan lebih menyukai penggunaan pendanaan dari modal internal, yaitu dana yang berasal dari aliran kas, laba ditahan dan deperesiasi. Urutan penggunaan sumber pendanaan dengan mengacu pada pecking order theory adalah internal fund (dana internal), debt (hutang), dan equity (modal sendiri) (kaaro, 2003 dalam saidi, 2004). Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Ukuran Perusahaan Pertumbuhan Asset dan Kebijakan Dividen terhadap Struktur jModal ( Sektor Pertambangan Minyak Mentah dan Gas Bumi Yang Terdaftar di BEI 2017-2019), Alat analisis yang dgunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linear Berganda dan Hipotesis, dengan pengelolaan data dilakukan dengan bantuan analisis SPSS 20. Berdasarkan hasil peenelitian ini dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Variabel Ukuran berpengaruh signifikan terhadap terhadap Struktur Modal 2. Variabel Pertumbuhan Asset berpengaruh Siginifikan terhadap Struktur Modal 3. Variabel Kebijakan Dividen tidak berpengaruh signifikan terhadap Struktur Modal Hasil Analisis dengan Menggunakan Uji – t parsial diproleh hasil bahwa Ukuran perusahaan berpengaruh Siginifikan Terhadap Struktur Modal, Pertumbuhan Asset bepengruh signifikan terhadap Struktur Modal dan Kebijakan Dividen tidak berpengaruh Signifikan terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Petambangan Minyak Mentah dan Gas Bumi yang terdaftar di BEI 2017-2019. Kata kunci : Ukuran Perusahaan Pertumbuhan Asset Kebijakan Dividen dan Struktur Modal. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian Ini adalah Analisis Regresi Linear Berganda dengan program SPSS. Maka hasil penelitian tersebut menunjukan secara parsial Ukuran Perusahaan pertumbuhan Asset Kebijakan Dividen Berpengaruh terhadap Struktur Modal. Maka dari hasil penelitian tersebut menunjuka persial Ukuran Perusahaan berpengaruh Siginifika terhadap Struktur Modal dengan Nilai Signifikan Sebesar 0,000 Pertumbuhan Asset berpengaruh Siginifikan terhadap Struktur Modal 0,000 sedangkan Kebijakan Dividen tidak berpengaruh terhadap Struktur Modal denagn nilai sebesar 0,880. Kata Kunci: Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Asset, Kebijakan Dividen dan Struktur Modal
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Efisiensi modal kerja, pertumbuhan penjualan dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur sub sektor logam dan sejenisnya yang terdaftar di BEI periode 2017-2019. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah 16 perusahaan logam dan sejenisnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk pengambilan sampel, peneliti menggunakan teknik purpose sampling, yang artinya perusahaan yang dapat memenuhi kriteria-kriteria tertentu, dan yang menjadi sampel penelitian ini adalah 8 dari 16 perusahaan.Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis keuangan murni dengan menganalisis angka-angka keuangan yang ada.Maka dari hasilpenelitian tersebutmenunjukkan bahwa efisiensi modal kerja dan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap profitabilitas sedangakan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap profitabilitas. Kata Kunci :Efisiensi Modal kerja, Pertumbuhan Penjualan, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas.