Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

34 hasil
Subjek: CAR
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PERUSAHAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK (“PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PERUSAHAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2021”) Oleh: Yoseph Agisto N. Ofong NIM : 18190206 Bank sebagai suatu perusahaan atau entitas ekonomi juga membuat laporan keuangan untuk menunjukkan informasi dan posisi keuangan yang Keuangan (SAK) Tahun 2004 No 1, tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam rangka membuat keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggung jawaban manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Salah satu pengguna informasi laporan keuangan adalah investor. Kepentingan pokok investor terhadap laporan keuangan perusahaan adalah untukmengetahui seberapa menguntungkan suatu perusahaan dikaitkan dengan investasi mereka pada perusahaan tersebut. Investor lebih tertarik untuk menginvestasikan dananya dalam bentuk saham karena saham menjanjikan tingkat keuntungan yang tinggi baik finansial maupun non finansial. Keuntungan finansial yagdidapat berupa dividend dan capital gain, sedangkan keuntungan non finansial berupa memperoleh hak suara dalam menentukan jalannya perusahaan. Laporan keuangan perusahaan merupakan sumber informasi yang bersifat fundamental.Analisis laporan keuangan digunakan untukmenilai kinerja perusahaan. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk menganalisis laporan keuangan adalah rasio finansial (financial rate). Harga saham adalah nilai suatu saham yang mencerminkan kekayaan perusahaanuntuk mengeluarkan saham, di mana perubahan atau fluktuasinya sangat ditentukan penawaran dan permintaan yang terjadi di pasar bursa (Husnan,2001:30). Nilai pasar dari sekuritas merupakan harga pasar dari sekuritas itu sendiri. Menurut Hery (2015), pengukuran kinerja keuangan merupakan suatu usaha formal untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dan posisi kas tertentu. Hal ini penting sebagai sarana perbaikan kegiatan operasional perusahaan.Menurut Fahmi (201), kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.Analisis tersebut dilakukan terhadap laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak rasio keuangan terhadap harga saham Delapan bank terkemuka di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk Delapan bank yang go public di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021 memenuhi uji asumsi klasik. Berdasarkan kriteria itu, maka jumlah bank yang terpilih adalah Bank Central Asia Tbk, Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Bank Mandiri (Persero) Tbk, Bank Syariah Indonesia Tbk, Bank Tabungan Negara Tbk, Bank Bukopin Tbk, Bank Neo Commerce,Tbk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bebas adalah Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif terhadap perubahan harga saham. and Return On Risskets Asset (RORA) berprngaruh positif terhadap perubahan harga saham. Net Profit Margin (NPM) berpengaruh negatif terhadap perubahan harga saham. Return on Asset (ROA) Berpengaruh negatif terhadap perubahan harga saham. Data dianalisis dengan menggunakan analisa regresi linier berganda. terhadap harga saham. kata Kunci: CAR, RORA, NPM, ROA, PHS.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENGUASAAN HUTAN NEGARA SECARA TIDAK SAH

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

mRumusan masalah:1.Bagaimana motif pelaku melakukan tidak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,2.Bagaimana modus pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,3.Bagaimana akibat hukum pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah terhadap korban dan barang bukti.Tujuan penelitian ini:untuk mengetahui motif pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,untuk mengetahui akibat hukum pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah terhadap korban dan barang bukti. Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat Deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Hasil peneilitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumusakan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut:Motif pelaku tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah adalah : untuk menguntungkan diri sendiri dan kelompok tani,ingin menguasai lahan dan ingin menduduki kawan hutan.Modus pelaku tindak pidana penguasaan hutan secara tidak sah yaitu: Membuka lahan tanpa izin pelepasan kawasan hutan(TPKH) dari menteri kehutanan,Melakukan penebangan pohon diareal hutan dengan keterangan surat pernyataan tanah tidak bersengketa, Bermusyawara bersama seluruh kelompok tani untuk pembuatan kebun sawit di atas lahan Akibat hukum terhadap pelaku: Terdakwa dalam tahap penahanan,Terdakwa dijatuhkan pemidanaan,Terdakwa dijatuhkan pidana denda,Terdakwa dibebankan untuk membayar biaya perkara dan Akibat hukum terhadap korban yaitu korban mengalami kerugian.Sehubungan dengan kesimpulan diatas maka penulis mengemukakan saran sebagai berikut :Diharapkan kepada aparat penegak hukum yang berwenang dalam menangani kasus Penguasaan hutan secara tidak sah dengan bersungguh-sungguh

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS YURIDIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN SECARA BERSAMA-SAMA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Mengapa Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri dan mengadili sendiri dengan menyatakan terdakwa I (satu) dan terdakwa II (dua) terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan mahkamah agung membatalkan putusan pengadilan negeri dan mengadili sendiri dengan menyatakan terdakwa I dan terdakwa II terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriptif. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang tediri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar dan norma-norma peraturan dasar. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas yakni Analisis Yuridis Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan Yang dilakukan secara bersama-sama dan variabel terikat yakni Putusan Hakim Tindak Pidana Penganiayaan. Hasil penelitian, menemukan 3(tiga) alasan yang menyebabkan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi Menjatuhkan putusan Pemidanaan Terhadap Terdakwa I Sedangkan Penyebab Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi adalah sebagai berikut: 1. Alasan hakim pengadilan negeri terdakwa I diputus pemidanaan: a) Perbuatan terdakwa satu merupakan tindak pidana b) Perbuatan terdakwa satu memenuhi unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan 2. Terdakwa II diputus bebas karena tidak terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan 3. Alasan Mahkamah Agung membatalkan putusan pengadilan negeri a) Pengadilan negeri salah menerapkan hukum b) Terdakwa I dan II terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan Saran dari penulis atas permasalahan yang diteliti Terhadap Hakim judex facti pengadilan negeri kupang agar lebih mengedepankan ketelitian dalam pemeriksaan terhadap alat-alat bukti khususnya saksi yang dihadirkan didepan persidangan dan Terhadap Hakim Pengadilan Tinggi agar, dalam menerima upaya hukum banding dapat melakukan pertimbangan hukum secara mandiri tanpa harus bersandar atau bahkan memakai pertimbangan hakum pengadilan negeri, sebagai sebuah pertimbangan yang mutlak dalam pengambilan keputusan sebab hakim pengadilan negeri ataupun pengadilan tinggi memiliki wewenang yang sama yakni terkait pemeriksaan fakta serta penerapan hukum dari suatu tindak pidana

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Escherichia coli dan Salmonella sp. Pada Potongan Ikan Tuna Madidihang (Thunus albacares) dan Air Cuciannya di Pasar Oebobo Kota Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu upaya perbaikan kualitas gizi masyarakat adalah dengan peningkatan konsumsi ikan. ikan tuna sirip kuning (Thununnus albacares) merupakan salah satu spesies ikan tuna yang memiliki kandungan gizi yang tinggi. Di pasar Oebobo, ikan tuna madidihang yang sudah dipotong–potong ini biasanya diletakan diatas meja tanpa bahan penutup atau tanpa dikemas. Dikhawatirkan potongan – potongan ikan tersebut terkontaminasi dengan bakteri karena mengalami kontak langsung dengan udara dan lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan bakteri Escherchia coli dan Salmonella sp pada ikan Tuna Madidihang (Thunnus albacares) potongan, yang dijual di Pasar Oebobo. untuk mengetahui tingkat cemaran Escherchia coli pada air yang digunakan para pedagang ikan tuna madidihang di Pasar Oebobo Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif yaitu suatu metode yang digunakan untuk membandingkan data penelitian yang diproleh dengan fakta-fakta yang ada dan menjelaskan hubungan antara satu faktor dan faktor lainnya (Anonim, 2010). Sedangkan untuk uji laboratorium digunakan metode pengujian Escherichia coli dan Salmonella sp yang mengacu pada SNI (Anonim 1994). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat cemaran bakteri Escherichia coli pada sampel ikan tuna madidihang yang dijual di pasar Oebobo kota kupang yang diambil dari meja penjual pertama adalah 4,5 APM/gram, Pada sampel yang diambil dari meja penjual kedua jumlah MPN adalah 3,6 APM/gram. Pada sampel ikan yang diambil dari meja penjual ketiga hasil yang diperoleh ≤ 3 APM/gram. Hasil pengujian identifikasi Salmonella pada ikan tuna madidihang (Thunnus albacares) potong serta air yang digunakan untuk mencuci ikan pada sampel satu, dua, dan tiga adalah negatif per 25 g. Berdasarkan hasil pengujian pada air yang dipakai untuk pencucian ikan total koliform pada sampel air yang diambil dari 3 tempat yang sama dari 3 penjual ikan di pasar Oebobo terbanyak pada sampel air yang diambil dari meja penjual ketiga yaitu 92 AMP/ml. Pada sampel air yang diambil dari meja penjual pertama dan kedua diperoleh jumlah total APM yang sama yaitu 4,5 AMP/ml.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB JEMAAT TIDAK MENGKONSUMSI MAKANAN PADA UPACARA ADAT KEMATIAN (STUDI DI JEMAAT BET’EL SAMBET KLASIS AMANATUN UTARA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Yetri N. Nabuasa,2017. Judul skripsi “Faktor-faktor Penyebab Jemaat Tidak Mengkonsumsi Makanan Pada Upacara Adat Kematian (Studi di Jemaat Bet’el Sambet Klasis Amanatun Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2022)”. Skripsi Program Studi Ilmu Pendidikan Teologi(IPTH) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang. Nabuasa.N.Y (*) Pellu L.H. (**) Pabala.P.P (**) Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Faktor-faktor apakah yang menyebabkan jemaat tidak mengkonsumsi makanan pada upacara adat kematian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor Penyebab Jemaat Tidak Mengkonsumsi Makanan Pada Upacara Adat Kematian (Studi di Jemaat Bet’el Sambet Klasis Amanatun Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif kualitatif. Penelitian bersifat kualitatif karena berupa penelitian yang prosedurnya menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis/lisan. Lokasi penelitian ini dilakukan di jemaat Bet’el Sambet Klasis Amanatun Utara. Yang menjadi informasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga jemaat Bet’el Sambet secara keseluruhan berjumlah 1001 orang, maka mengingat keterbatasan banyaknya informasi maka responden yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 20 orang jemaat. Untuk pengumpulan data penulis menggunakan wawancara dan angket. Dari hasil pengolahan data dan analisis, penulis menarik kesimpulan bahwa Agama tidak mengajarkan bahwa jemaat tidak boleh mengkonsumsi makanan pada saat upacara adat kematian, akan tetapi jemaat mempunyai kepercayaan terhadap mitos yang menyebabkan jemaat tidak mengkonsumsi makanan pada upacara kematian karena arwah orang yang meninggal memegang atau mencelupkan tangan pada makanan yang disajikan di atas meja dan arwah orang yang meninggal berbicara dengan jemaat. Dalam dunia kesehatan orang yang meninggal pasti mengeluarkan aroma tidak sedap jika orang tersebut sebelum meninggal mengidap suatu penyakit tertentu. Saran (1) Gereja perlu memberikan pastoral kepada jemaat yang tidak mengkonsumsi makanan pada saat upacara kematian agar jemaat dapat mengkonsumsi makanan pada upacara kematian. (2) Jemaat harus diberi pemahaman bahwa kesehatan tidak akan terganggu bila mengkonsumsi makanan pada upacara kematian dan jemaat tidak akan mengidap suatu penyakit apapun. (3) Kepercayaan jemaat untuk tidak dapat mengkonsumsi makanan pada upacara kematian perlu dihilangkan sehingga jemaat bisa mengkonsumsi makanan pada upacara kematian. Kata Kunci : Mengkonsumsi Makanan Pada Upacara Adat Kematian. Keterangan: Penulis(*) Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH RESTITUSI PPN TERHADAP CASH FLOW WAJIB PAJAK BADAN PERUSAHAAN KONSTRUKSI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI PENGARUH RESTITUSI PPN TERHADAP CASH FLOW WAJIB PAJAK BADAN PERUSAHAAN KONSTRUKSI Dalam suatu organisasi pasti ada pemasukan (pendapatan) dan adanya pengeluaran (biaya) yang nantinya akan di konversi sehingga menimbulkan laba, begitu pula dengan perusahaan maupun negara. Perusahaan mendapatkan pemasukan atau pendapatanya melalui mekanisme atau transaksi berupa penjualan barang dagang maupun pelayanan berupa jasa. Untuk pengeluaran (biaya) perusahaan umumnya berupa biaya untuk operasional perusahaan, proses produksi serta biaya untuk operasional perusahaan. Berdasarkan latar belakang yang ada maka peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian ini dengan judul “Pengaruh Restitusi Ppn Terhadap Cash Flow Wajib Pajak Badan Perusahaan Konstruksi”. Sesuai dengan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh restitusi PPN terhadap Cash Flow wajib pajak badan perusahaan konstruksi. Dalam penelitian ini yang menjadi konsep utama penelitian adalah restitusi PPN dan Cash Flow. Sehingga konsep dalam penelitian ini diantaranya sebagai berikut : 1. Restitusi PPN adalah pengembalian kelebihan pembayaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diberikan oleh negara, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kepada Pengusaha Kena Pajak (PKP). 2. Cash Flow adalah suatu laporan yang memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas pada suatu periode tertentu dengan mengklasifikasikan transaksi pada kegiatan operasional pembiayaan dan investasi. Populasi dalam penelitian ini adalah 25 wajib pajak badan perusahaan konstruksi. Kriteria penentuan sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan atau mengajukan Restitusi. Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan dapat disimpulkan bahwa Restitusi PPN memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap Cash flow. Ditujukan dengan b = 0,611 yang berarti jika variabel X Restitusi PPN bertambah 1 satuan maka Cash flow. bertambah sebesar 0,611%, maka dikatakan bahwa Restitusi PPN berpengaruh secara positif terhadap Cash flow. Sedangkan t hitung sebesar 7,133 dengan signifikan t sebesar 0,000. Kemudian nilai ttabel sebesar 1,70814, karena thitung lebih besar dari ttabel (7,133>1,70814), nilai signifikansi t lebih kecil dari 5% (0,000<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa hal ini menunjukan variabel Restitusi PPN berpengaruh positif signifikan terhadap variabel cash flow.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN BALANCED SCORE CARD SEBAGAI ALAT PENILAIAN KINERJA SEKTOR PUBLIK PADA ADAPTIVE TRAFFIC CONTROL SYSTEM YANG DITERAPKAN OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasrkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menganalisis menggunakan metode balanced scorecard pengukuran kinerja organisasi sector public ditinjau dari empar prespektif pada Dinas Perhubungan kota Kupang. Maka Peneliti membuat Kesimpulan yang dapat ditarik mengenai pembahasan tersebut asdalaha : 1. Prespektif Keuangan, Pengukurab Kinerja menggunakan metode balanced scorecard pada prespektif keuangan yaitu menganalisis menggunakan perbandinfan anggaran yang terdapat di Lakip 2017. Diperolehlah hasil pada prespektif keuangan dari segi ekonomi yang menunjukan bahwa, kinerja yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Kupang dalam menunjukan program kegiatan salah satunya kegiatan pemeliharaan jalan tersebut menunjukan hasil yang optimis. Artinya, Dinas Perhubungan Kota Kupang dalam mengelola keuangan untuk menjalankan kegiatan tersebut sangat baik dan ekonomis dikarenakan, Dinas perhubungan kota kupang mampu mengoptimalkan anggaran swehemat mungkin sehingga mampu menjalankan ouput sesuai target yang disepakati. 2. Prespektif Pelanggan, Pengukuran kinerja pada ini dengan menggunakan indicator yaitu : pelanggaran selama satu tahun dan kepuasan masyarakat dapat dikatakan puas. Hal ini disebabkan karena, terdapat kendala yang terdapat pada system. Kendala tersebut dikarenakan, system pengawasan yang masih belum berjalan secara maksimal sehingga menimbulkan pelanggaran. Dan kurang terlaksananya tindakan pengawasan kepada pelanggar. 3. Prespektif Bisnis Internal , Pengukuran kinerja pada proses bisnis internal dapat disimpulkan bahwa, kinerja yang dilakukan oleh Dinas perhubungan kota kupang dapat dikatakan Puas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini disebabkan karena, Dinas perhubungan kota kupang dengan keterbatasan inovasinya yang belum lengkap . 4. Prespektif Pertumbuhan dan Pembelajaran, Pengukuran kinerja pada prespektif ini dapat disimpulkan bahwa, pengukuran kinerja yang dilakukan Dinas perhubungan Kota Kupang dapat dikatakan puas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO DAN NON PERFORMING LOANTERHADAP HARGA SAHAM PADA PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI(STUDI KASUS: BNI, MANDIRI, BTN, DAN BRI)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Suatu laporan keuangan bermanfaat apabila informasi yang di sajikan dalam laporan keuangan tersebut dapat di pahami relevan, andal dan dapat di pertimbangkan. Akan tetapi, perlu disadari pula bahwa laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang di butuhkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan bank karena dengan secara umum laporan keuangan hanya menggambarkan pengaruh keuangan di masa lalu dan tidak di wajibkan menyediakan informasi non keuangan, walaupun demikian , dalam beberapa hal bank dapat menyediakan informasi yang mempunyai pengaruh keuangan di masa yang mendatang depan. Modal bank merupakan penggerak bagi kegiatan usaha bank sehingga besar kecilnya modal bank sangat berpengaruh terhadap kemampuan bank untuk melaksanakan kegiatan operasinya. Dengan modal sedikit, kapasitas usaha bank menjadi terbatas mengingat modal merupakan gambaran dari kemampuan bank untuk mengatasi risiko-risiko usaha yang dihadapi. Capital Adequacy Ratio(CAR) merupakan rasio permodalan yang menunjukkan kemampuan bank dalam menyediakan dana untuk keperluan pengembangan usaha dan menampung risiko kerugian dana yang diakibatkan oleh kegiatan operasi bank. Rasio Non Performing Loan (NPL) digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola kredit bermasalah yang diberikan oleh bank. Risiko kredit yang diterima oleh bank merupakan salah satu risiko usaha bank. Harga saham sebagai nilai pasar (market value) yang merupakan harga dari saham di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar (Jogiyanto H. M: 2008 :38). 38 Saham yang diperjual belikan di pasar modal ditentukan oleh permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek atau objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2008:72). Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan dari 4 Bank Umum Milik Negara yang terdaftar di BEI periode tahun 2017 sampai dengan tahun 2020. Teknik pengambilan Sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel menggunakan prtimbangan dan kreteriah tertentu Kata Kunci : HARGA SAHAM- CAR- NPL

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS REGISTER DALAM UPACARA WULLA PODDU DI KECAMATAN LOLI.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul " Analisis Register dalam Upacara Wulla Poddu di Kecamatan Loli" Penelitian ini didukung oleh pertanyaan yaitu (1) apa register dalam Upacara Wulla Poddu di Kecamatan Loli? dan (2) apa tipe-tipe register dalam Upacara Wulla Poddu di Kecamatan Loli? Dan tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui register dalam Upacara Wulla Poddu di Kecamatan Loli dan (2) untuk mengetahui tipe-tipe register dalam Upacara Wulla Poddu di Kecamatan Loli. Penelitian ini didukung oleh teori dari Halliday dan Hasan (1985) bahwa analisis wacana adalah istilah untuk sebuah studi tentang cara-cara dimana bahasa digunakan antara orang-orang, baik dalam teks tertulis dan konteks lisan. Deskriptif kualitatif digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa upacara Wulla Poddu di Kecamatan Loli, terdapat 21 register dan tipe-tipe register yang terdapat beberapa tahapan seperti ambil dompet sakral, buang rumput, berdoa untuk leluhur, pengumuman, potong pohon pelidung, makan ubi, membersihkan kampung adat, makan bersama, perayaan hari gila, menanam padi, ucapan syukur, pengumuman acara telah selesai. Masyarakat yang ikut serta dalam upacara Wulla Poddu adalah para pemimpin adat, ibu dan bapak, Kodalaiya (penyambut tamu), penduduk asli, sembilan suku. Bahasa yang digunakan dalam upacara Wulla Poddu adalah bahasa Loli. Bagi penduduk Kecamatan Loli sangat penting dan harus diadakan setiap tahun. Oleh karena itu penelitian tentang masalah ini sangat penting, yang berarti untuk memperkenalkan kembali atau melestarikannya sehingga tetap hidup dan dipahami oleh generasi masa depan dan kebanggaan pada masyarakat Kecamatan Loli itu sendiri dan masyarakat pada umumnya di wilayah Nggiala Koko, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perkembangan Olahraga Extreme Selancar di Kabupaten Rote Ndao

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang:Aktifitas olahraga tanpa disadari atau sadar sering dilakukan dimana-mana. Aktifitas ini berkaitan dengan gerakan jasmani, bermain, dan rekreasi. Olahraga extreme adalah olahraga yang lebih mengarah kepada olahraga yang lebih modern dan lebih individualis yang memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dengan resiko kecelakaan lebih besar dari olahraga pada umumnya. Surfing atau Selancar air merupakan salah satu olahraga extreme yang dikategorikan sebagai olahraga prestasi dan rekreasi, dan olahraga selancar air juga dapat dijadikan sebagai hobi maupun profesi yang saat ini sedang berkembang dikalangan remaja (Krisnandar, 2016). Perkembangan olahraga surfing di Kabupaten Rote Ndao sudah tergolong sangat lama yakni pada tahun 2000 sudah ada beberapa orang di Kabupaten Rote Ndao yang menekuni olahraga ini. Tujuan penelitian:Untuk mengetahui Perkembangan Olahraga Extreme Selancar di Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian:Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil dan pembahasan:Dari hasil penelitan tentang olahraga selancar di Desa Bo’a, kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao. Olahraga selancar sejauh ini masih minim, hal ini terbukti dengan mayoritas peselancar di Desa Bo’a yang banyak disukai oleh wisatawan baik dari dalam Negeri maupun luar Negeri. Olahraga selancar sampai sekarang belum didukung langsung dari pemerintah karena dianggap sebagai suatu hal yang dibawa oleh masyarakat mancanegara. Olahraga selancar sampai sekarang belum didukung langsung dari pemerintah karena dianggap sebagai suatu hal yang dibawa oleh masyarakat mancanegara. Simpulan:Para Atlit selancar melaksanakan latihan selancar dengan giat dan tekun sampai memperoleh kejuaraan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Produktivitas dan musim penangkapan ikan tuna sirip kuning (thunnus albacares) di perairan sikka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Ikan tuna merupakan salah satu komuditas ekspor non migas bernilai tinggi di Indonesia. Menurut komisi Nasional pengkajian stok, potensi perikanan tuna di Indonesia cukup besar meskipun tingkat penmanfaatan di beberapa daerah masih rendah, Perairan Sikka merupakan salah satu wilayah pengelola perikanan tuna di Indonesia, produksi tuna di kabupaten Sikka dalam 2 tahun terakir yaitu pada tahun 2019 mencapai 518.453 ton/tahun dan pada tahun 2020 mencapai 334.702 ton/tahun mengalami penurunan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa produktivitas dan musim penangkapan di Perairan Sikka terhadap ikan tuna sirip kuning (thunus albacares) meliputi jumlah penangkapan dan musim. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – bulan September 2021. Produktivitas ikan sirip kuning (thunus albacares) di Perairan Sikka di dapat dari perhitungan CPUE, sedangkan musim penangkapan dapat diketahui dengan melakukan wawancara. Data statistik DKP Kab. Sikka dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2016-2020) yaitu pada tahun 2016 sebanyak 1.722 ton/trip, tahun 2017 sebanyak 1,890 ton/trip, tahun 2018 sebanyak 2,028 ton/trip, tahun 2019 sebanyak 2,191 ton/trip, dan tahun 2020 sebanyak 2,322 ton/trip dengan total rata rata tahunan sebesar 2 ton/trip. Puncak musim penangkapan sumberdaya ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) di Perairan Sikka sepanjang tahun dan berdasarkan hasil wawancara langsung musim penangkapan yang baik terjadi pada bulan Maret - April dan september. Kata kunci:Thunnus albacares,Produksi dan Musim Penangkapan, Perairan Sikka ABSTRACT Tuna is one of the high value non-oil and gas export commodities in Indonesia. According to the National Commission for Stock Assessment, the potential for tuna fisheries in Indonesia is quite large, although the utilization rate in some areas is still low, Sikka Waters is one of the tuna fisheries management areas in Indonesia, tuna production in Sikka Regency in the last 2 years, namely in 2019 reached 518,453 tons / year and in 2020 it reached 334,702 tons / year experiencing a decrease in production. This study aims to determine and analyze the productivity and fishing season in Sikka waters for yellowfin tuna (Thunus albacares) including the number of catches and the season. This research was carried out in July – September 2021. The productivity of yellowfin fish (Thunus albacares) in Sikka Waters was obtained from CPUE calculations, while the fishing season could be determined by conducting interviews. DKP Kab. Sikka in the last 5 years (2016-2020), namely in 2016 as many as 1,722 tons/trip, in 2017 as many as 1,890 tons/trip, in 2018 as many as 2,028 tons/trip, in 2019 as many as 2,191 tons/trip, and in 2020 as many as 2,322 tons/trip with a total annual average of 2 tons/trip. The peak fishing season for yellowfin tuna (Thunnus albacares) in Sikka waters throughout the year and based on direct interviews, the good fishing season occurs in March - April and September. Keywords: Thunnus albacares, Production and Fishing Season, Sikka Waters

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aspek Reproduksi yellowfin tuna di perairan Atapupu Kecematan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FREDERICO GUSMAU (16381546) Aspek Reproduksi Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) di Perairan Atapupu dan Sekitarnya (di bawah bimbingan: Alfred G.O.Kase, M.Si, Ph.D dan Ir Yohanes Merryanto, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan II). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ikan tuna merupakan komoditi ekspor andalan bernilai ekonomis sangat tinggi dari sektor perikanan bersama tongkol dan cakalang sesudah udang. Jenis tuna yang tertangkap di perairan Indonesia, antara lain sirip kuning (Thunnus albacares), tuna mata besar (Thunus obesus), albakora (Thunnus alalunga) dan tuna sirip biru (Thunnus maccoyi). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi aspek reproduksi ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang tertangkap di perairan Atapupu dan sekitarnya Kabupaten Belu. Data ikan tuna sirip kuning sebanyak 77 individu, sampel ikan tuna di kumpul setiap hari selama (Juni – Juli). Metode yang di gunakan penelitian adalah berupa pengamata langsung di lapagan. Metode pengambilan sampel adalah Random sampling. Aspek Reprodusi yang di analisis yaitu hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, faktor kondisi, dan nisbah kelamin ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang di kumpul sebanyak 77 individu terdiri dari jantan 30 dan betina 47 dengan panjang tertinggi 160 cm dan terendah 84 cm. Sebaran panjang dibagi dalam 10 kelompok ukuran banyak di tangkap 138-147 cm jumlah 9 individu pada ikan betina dan untuk jantan 156-165 cm sejumlah 6 inividu. sebaran kelas ukuran berat ikan tuna jantan dan betina didominasi oleh kelas interval 29–38 Kg sebanyak 17-13 individu (betina dan jantan). Hubungan panjang berat ikan tuna memiliki tipe pertumbahan alomtrik negatif (b<3). Tingkat kematangan gonad yang paling dominan selama penelitian adalah TKG I baik janntan maupun betina. Indeks kematangan gonad ikan tuna memiliki perbedaan dimana nilai IKG pada ikan jantan sejumlah 0,8 dan ikan betina sebanyak 0,9 di bulan Juni. Setelah di bulan Juli IKG ikan betina dan jantan sama-sama mngalami peningkatan dengan nilai IKG yang sama yaitu (1,2),(1,2). Faktor kondisi ikan tuna jantan tergolong sangat tinggi nilai 1,359 dan terendah 0,224 pada ikan betina memiliki bentuk tubuh kurang pipih. Nilai nisbah kelamin 0,6 dan jumlah jantan 30 individu 47 individu yaitu ikan jantan lebih sedikit dari betina

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBELAJARAN PENJASORKES SECARA ONLINE DI SMKS ADVENT NUSRA NOELBAKI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Pendidikan Jasmani adalah suatu bidang kajian yang sungguh luas yang titik perhatiannya adalah peningkatan gerak manusia merupakan hubungan dari perkembangan tubuh-fisik dengan pikiran dan jiwanya. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui “Pembelajaran Penjasorkes Secara Online di SMKS Advent Nusra Noelbaki”. Metode penelitian: Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil dan pembahasan: Proses pembelajaran berbasis Online berjalan secara baik, walaupun banyak dinamika yang dibuat oleh siswa lewat berbagai jenis alasan dalam proses pembelajaran. Namun proses pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana proses belajar mengajar yang diikuti oleh seluruh siswa. Mengenai fasilitas penunjang kegiatan pembelajaran PJOK berbasis Online (seperti HP dan motor) kami berusaha memenuhi kebutuhan akan fasilitas belajar Online sehingga teman yang tidak memiliki fasilitas tersebut bisa saling bekerja sama dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan minat dan semangat belajar berbasis Online. Simpulan: Berdasarkan uraian yang telah dikaji, maka peneliti dapat menyatakan bahwa dalam gambaran hasil belajar Online pada masa pandemi COVID-19 di SMKS Advent Nusra memperoleh hasil belajar yang baik, walaupun ada hambatan seperti kurangnya sarana pendukung pembelajaran Online dan dalam sistem pembelajaran Online namun karena adanya kerja sama antara guru, siswa, dan orang tua/wali siswa sehingga kegiatan pembelajaran berbasis Online dapat berjalan dengan baik dan memperoleh hasil belajar yang baik pula.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG PISANG KEPOK (Musa paradisia caformatypica) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK PASTA MACARONI PISANG KEPOK

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung pisang kepok terhadap sifat organoleptik pastamacaroni pisang kepok dan untuk mengetahui salah satu perlakuan terbaik dari perbandingan tepung terigu dan tepung pisang kepok terhadap sifat fisik macaroni pisang kepok.. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan presentasi 0%,5%,10%,15% tepung pisang kepok. Hasil penelitian menunjukkan Uji Analisis Organoleptik tertinggi pada perlakuan B dengan penambahan tepung pisang kepok 5 % terhadap warna dengan skor 4,639 ( sangat suka )aroma dengan skor 4,722 ( sangat suka ), rasa dengan skor 4,806 (sangat suka), dan tekstur pada perlakuan 5 % dengan skor 4,722 (sangat suka)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BALAI WILAYAH SUNGAI NUSA TENGGARA II

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kinerja pegawai, tercermin dari salah satu misinya yang membangkitkan motivasi pegawai untuk bekerja dengan disiplin yang kuat dan konsisten, namun fenomena yang berlangsung bahwa adanya beberapa pegawai memiliki pola pikir hanya menggugurkan kewajiban tugas. Kinerja pegawai hanya berfokus pada melakukan pekerjaan sesuai dengan bagian mana tempatnya bekerja. Sehingga dalam mengukur kinerja pegawai tentunya harus berkaca pada hasil kerja yang dilakukan. Oleh karena hal tersebut, tidak menjadi lumrah jika dalam pelaksanaan tugas ditemukan pegawai yang memiliki perilaku seperti : 1. Lamban ketika bekerja, 2. Tidak tepat waktu sesuai target waktu yang telah ditentukan dan 3. Kurangnya motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan Inilah yang menjadi faktor kurang maksimalnya hasil kerja, tidak hanya itu pegawai saat bekerja ada yang tidak terlalu memperdulikan pekerjaan, seperti : 1. Pulang sebelum waktunya kerja berakhir karena pekerjaan dianggap selesai. 2. Pegawai yang bekerja dengan malas - malasan, 3. Menurunnya prestasi kerja dan rendahnya produktivitas pada saat bekerja sehingga membuat hasil kerja kurang optimal. Hasil kerja pegawai juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan kerja, dimana hubungan antar pegawai, faktor individu, faktor luar, faktor suasana kerja, dan faktor lingkungan kerja. faktor lingkungan kerja juga dapat mempengaruhi kondisi psikis pegawai, jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan individu, waktu kerja yang dibatasi banyaknya pekerjaan yang harus dirampungkan serta peralatan kerja yang kurang menunjang akan ikut berpengaruh terhadap beban kerja pegawai. kinerja pegawai pada kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II didapatkan fakta bahwa suasana kerja tidak harmonis antara satu pegawai dengan pegawai lainnya, hal ini berimbas pada komunikasi yang kurang baik antara pegawai, serta ketersedian fasilitas kerja yang belum memadai. Hal ini yang menyebabkan pegawai merasa kurang nyaman dan jenuh dengan kondisi yang ada, sehingga pegawai tidak maksimal dalam melakukan pekerjaan dan hal ini berimbas pada kinerja pegawai. Masalah dalam penelitian ini adalah Analisis Pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja dan lingkungan kerja Terhahap Kinerja Pegawai ( Studi Kasus pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II). Operasional konsep penelitian sebagai berikut. 1. Kinerja Pegawai Kinerja pegawai dalam penelitian ini sejalan dengan pendapat Sinambela adalah kemampuan individu dalam melakukan sesuatu dengan keahlian tertentu 2. Motivasi Pegawai Motivasi pegawai dalam penelitian ini sejalan dengan pendapat dari yakni dorongan bagi karyawan untuk melakukan pekerjaan semaksimal mungkin karena dengan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dan sasarannya 3. Lingkungan kerja dalam penelitian ini adalah suasana dan hubungan antar rekan kerja yang mampu menciptakan kinerja kerja yang lebih meningkat. Hasil pengujian regresi linier berganda dalam bentuk standar dari persamaan regresinya adalah sebagai berikut Y =6.74+ 0,24x1+ 0,049x2+ 0.05 Persamaan regresi diatas memperlihatkan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen secara parsial, dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa 1. Nilai konstanta adalah 0.674, artinya jika tidak terjadi perubahan variabel Motivasi dan lingkungan kerja ( nilai X1 dan X2 adalah 0) maka kinerja pegawai sebesar 0,674. 2. Nilai koefisien regresi Motivasi adalah 0,241 artinya jika variabel motivasi (X1) meningkat sebesar 1 dengan asumsi variabellingkungan kerja (X2) dan konstanta (a) adalah nol (0), maka kinerja pegawai meningkat sebesar 0,241. Hal tersebut menunjukan bahawa variabel motivasi yang di sediakan berkontribusi positif bagi kinerja pegawai. sehingga makin tinggi motivasi kerja, maka semakin tinggi kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 3. Nila koefisien regresi lingkungan kerja adalah 0,049 artinya jika variabel lingkungan kerja (X2) meningkat sebesar 1 dengan asumsi variabel pengaruh motivasi (X1) dan konstanta 0 (nol ), maka kinerja pegawai sebesar 0,049 hal tersebut menunjukan bahwa lingkungan kerja yang berkontribusi positif bagi kinerja pegawai, sehingga semakin baik lingkungan kerja maka semakin tinggi kinerja pegawai. Hasil uji t dan sig, dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Pengaruh variabel motivasi terhadap kinerja pegawai (H1) Variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. Hal ini terlihat dari sinifikan motivasi (X1) 0,00 0,05, dan nilai table = t (α/2 : n-k-1) = (0.025;30) = 1,99. Berarti nilai thitung lebih besar dari table (7,71> 1,99) maka Ho ditolak H1 diterima. Maka hipotesis variabel motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Sehingga hipotesis yang berbunyi diduga terdapat berpengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai secara parsial diterima. 2. Pengaruh variabel kompensasi terhadap kinerja karyawan (H2) Variabel Lingkungan Kerja (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. Hal ini terlihat dari signifikan kompensasi (X2) 0,55 0,05, Dan nilai table = t (α/2 : n-k-1) =(0.025;30) = 1,99 Berarti nilai thitung lebih besar dari table (2,59>1,99), maka Ho ditolak H1 diterima. Sehingga hipotesis variabel lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai secara parsial diterima. Hasil uji F menunjukkan nilai F hitung sebesar 48,58 dengan nilai F tabel adalah 3,11 sehingga nilai F hitung >F tabel atau 48,58 > 3,11, dan tingkat signifikan 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan H3 di terima, dapat disimpulkan bahwa variabel pengaruh motivasi kerja (X1) dan lingkungan kerja (X2) secarah bersama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang. Hasil Uji R kuadrat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi terdapat pada nilai Adjusted R Squaresebesar 0,54. Hal ini berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat adalah sebesar 54% sisanya 46% dijelsakan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan atas hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh Motivasi terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 2. Ada pengaruh Lingkungan Kerja terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II. 3. Ada pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai pada Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN PENYALURAN KREDIT UMKM TERHADAP PERTUMBUHAN PEMBIAYAAN UMKM (Studi Pada Bank NusaTenggara Timur)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN PENYALURAN KREDIT UMKM TERHADAP PERTUMBUHAN PEMBIAYAAN UMKM (Studi Pada Bank NusaTenggara Timur) NAMA : MARINI E. RADJA KANA NIM : 18190319 Keberadaan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Daya tahannya dalam menghadapi krisis ekonomi yang beberapa ali melanda juga sudah teruji. Ketahanan tersebut diantaranya disebabkan oleh UMKM tidak memiliki ketergantungan pada bahan baku impor maupun modal dari asing sehingga ketiga terjadi pelemahan mata uang rupiah, mereka tidak terdampak. Bahkan banyak di antara UMKM tersebut menjadi penopang ekspor. Baik melalui ekspor langsung ataupun sebagai penyedia bahan baku yang selanjutnya hasil jadinya diekspor. Di samping itu, mayoritas pelaku UMKM menyediakan produk maupun jasa dengan harga yang relatif murah. Dengan demikian saat terjadi penurunan daya beli masyarakat akibat adanya krisis, UMKM justru memperoleh efek positif. Dalam rangka memenuhi aspek permodalan Usaha Kecil Mikro dan Menengah peran serta perbankan perlu didorong untuk meningkatkan penyediaan kredit atau pembiayaan UMKM sehingga dapat memberikan nilai tambah dalam menghasilkan barang dan atau jasa. Kondisi diatas juga didasarkan pada fakta masih relatif kecilnya rasio kredit untuk pembiayaan UMKM secara nasional terutama sejak diterbitkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Kecil Mikro dan Menengah. Menyikapi hal tersebut, Bank Indonesia membuat suatu peraturan guna memberikan porsi yang lebih besar didalam penyaluran kredit atau pembiayaan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan menerbitkan Peraturan Bank Indonesia nomor 14/22/PBI/2012 tentang pemberian kredit atau pembiayaan oleh bank umum dan bantuan teknis dalam rangka pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, dengan peraturan perubahan nomor 17/12/PBI/2015, bahwa bank umum termasuk bank pembangunan daerah wajib memberikan pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah serendah-rendahnya 20 % (dua puluh persen) yang dihitung berdasarkan total kredit atau pembiayaan UMKM terhadap total Kredit atau Pembiayaan umum. Rasio kredit diberlakukan secara bertahap sejak tahun 2015. Pemenuhan kewajiban tersebut harus dilakukan oleh perbankan paling lambat tahun 2018. Pencapaian ini dilakukan secara bertahap, sebagai berikut. Berdasarkan uraian latar belakang dan batasan masalah diatas, maka pokok permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Apakah kebijakan penyaluran kredit UMKM PBI Nomor 17/12/PBI/2015 berdampak terhadap pertumbuhan pembiayaan UMKM Bank NTT periode 2016-2020?” Berdasarkan pokok permasalah di atas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui dampak kebijakan penyaluran kredit UMKM PBI Nomor 17/12/PBI2015 terhadap pertumbuhan pembiayaan UMKM Bank NTT periode 2016-2020. Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Kebijakan Kredit Dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/12/PBI/2015 istilah pembiayaan juga dipersamakan dengan istilah kredit yang merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan tujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak peminjam dimana bank mewajibkan untuk melunasi hutang setelah jangka waktu tertentu ditambah dengan jumlah bunga, imbalan atau bagi hasil. b. Tingkat pertumbuhan pembiayaan menurut Budiono (2011:7) merupakan pencapaian rasio pemberian kredit atau pembiayaan secara umum yang dilakukan oleh perbankan. Populasi dalam penelitian ini adalah data perbankan sejak awal mula berdirinya Bank NTT pada tanggal 17 juli 1962. Sedangkan sampel dengan pertimbangan-pertimbangan dan krtiteria tertentu. Sampel dalam penelitian ini adalah data perbankan (UMKM) dari tahun 2016-2020 di Bank NTT KCU Kupang. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan data sekunder dengan metode dokumentasi. Data yang dibutuhkan berupa berupa data realisai kredit UMKM dan Non UMKM Bank NTT, realisasi kredit umum Bank NTT pada periode 2016-2020 serta data lainnya yang termuat dalam laporan tahunan publikasi Bank NTT. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pertumbuhan penyaluran kredit secara total pada periode tahun 2016-2020 serta pertumbuhan penyaluran kredit khusus untuk UMKM untuk periode yang sama, Bank NTT dapat memenuhi ketentuan PBI Nomor 17/12/PBI/2015, yaitu pada yahun 2016 sebesar 15%, dan seterusnya tahun 2017-2020 sebesar 20%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN CARD SORT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STRUKTUR TUMBUHAN KELAS VIII DI SMP NEGERI SATAP NENAS KECAMATAN FATUMNASI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH MEDIA CARD SORT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STRUKTUR TUMBUHAN KELAS VIII SMP NEGERI SATAP NENAS KECAMATAN FATUMNASI Anin, K. V* Meha, A. M** Daud, Y** Salah satu masalah yang terdapat di SMP Negeri Satap Nenas hasil belajar kognitif siswa yang masih rendah khususnya pada materi struktur tumbuhan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Card sort terhadap hasil belajar kognitif siswa di SMP Negeri Satap Nenas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 39 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII A yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas Eksperimen dan kelas VIII B yang berjumlah 19 siswa sebagai kelas Kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas eksperimen peneliti menggunakan media pembelajaran Card sort sehingga dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dikelas. Hal ini terlihat pada salah satu indikator yaitu C1 (pengetahuan) 91%. Penggunaan media pembelajaran Card sort di dalam pembelajaran, siswa terlihat tertarik sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Pada kelas kontrol peneliti menggunakan metode konvensional sehingga tidak dapat menumbuhkan hasil belajar kognitif siswa, hal ini dilihat dari indikator terendah yaitu C2 (memahami) dengan persentase 68,2%. Hasil persentase kelas kontrol ini menunjukan bahwa hasil belajar kognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan metode konvensional rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran Card sort ada pengaruh yang signifikan pada hasil belajar kognitif siswa di SMP Negeri Satap Nenas kecamatan Fatumnasi. Kata Kunci : Hasil Belajar, media pembelajaran Card Sort Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF MEDIA CARD SORT ON STUDENT LEARNING OUTCOMES ON PLANT STRUCTURE MATERIAL CLASS VIII SMP NEGERI SATAP NENAS, FATUMNASI DISTRICT Anin, K. V* Meha, A. M** Daud, Y** One of the problems found at Satap Nenas State Junior High School is that the cognitive learning outcomes of students are still low, especially in plant structure material. The purpose of ths study is to determine the influence of Card sort learning media on the cognitive learning outcomes of students at SMP Negeri Satap Nenas. The research uses a quantitative approach, with experimental methods. The population in this study is all grade VIII students totaling 39 people. The sample in this study is class VIII A with 20 students as the Experimental class and class VIII B with 19 students as the Control class. The data collection technique used in this study is a test. The results of this study state that in the experimental class, the researcher uses Card sort learning media so that it can improve the cognitive learning outcomes of students in the class. This can be seen in one of the indicators, namely C1 (knowledge) 91%. The use of Card sort learning media in learning, students look interested so that it can improve students' thinking skills. In the control class, the researcher used conventional methods so that it could not grow students' cognitive learning outcomes, this is seen from the lowest indicator, namely C2 (understanding) with a percentage of 68.2%. The results of this control class percentage showed that the cognitive learning outcomes of students in the learning process using conventional methods were low. This fact shows that Card sort learning media has a significant influence on the cognitive learning outcomes of students at Satap Nenas State Junior High School, Fatumnasi district. Keywords : Learning Outcomes, Card Sort learning media Note : *) : Researcher **) : Advisor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SPIRITUALITAS SOSIAL DALAM DOA BAPA KAMI: Tafsir Sosio-Historis terhadap Injil Matius 6:5-15 dan Implikasinya bagi Kehidupan Spiritualitas Pemuda di Jemaat GMIT Imanuel Kalondama, Klasis Pantar Barat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari persoalan bahwa Doa Bapa Kami dalam Injil Matius 6:5-15 kerap dipahami terutama sebagai praktik spiritual personal, sementara dimensi sosial dan komunal yang melekat pada doa tersebut kurang mendapat perhatian. Situasi ini juga tampak dalam kehidupan pemuda Jemaat GMIT Imanuel Kalondama, yang meskipun hidup dalam budaya komunal, cenderung memaknai doa sebagai relasi individual dengan Allah dan belum sepenuhnya menghayati implikasi sosialnya. Karena itu, penelitian ini memfokuskan kajian pada pemaknaan Doa Bapa Kami sebagai dasar spiritualitas sosial serta implikasinya bagi kehidupan spiritualitas pemuda dalam konteks jemaat GMIT Imanuel Kalondama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji latar belakang dan orientasi teologis Injil Matius, merumuskan kerygma teologis Matius 6:5-15, serta menjelaskan implikasi kerygma tersebut bagi kehidupan spiritualitas pemuda Jemaat GMIT Imanuel Kalondama. Penelitian ini juga bertujuan menunjukkan bahwa Doa Bapa Kami tidak hanya berfungsi sebagai formula doa, tetapi sebagai ajaran yang membentuk cara hidup beriman dalam relasi dengan Allah dan sesama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penafsiran teks dilakukan melalui metode tafsir sosio-historis, dengan memperhatikan latar belakang sosial, historis, dan religius komunitas Kristen-Yahudi penerima Injil Matius. Melalui pendekatan ini, teks Injil Matius 6:5-15 dipahami dalam konteks kritik Yesus terhadap kesalehan yang bersifat performatif serta upaya pembentukan identitas komunitas yang setara dan solider. Hasil penafsiran kemudian didialogkan dengan konteks kehidupan pemuda Jemaat GMIT Imanuel Kalondama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Doa Bapa Kami mengandung kerygma tentang spiritualitas sosial, yaitu spiritualitas yang mengintegrasikan relasi intim dengan Allah dan tanggung jawab etis dalam kehidupan bersama. Struktur doa yang bersifat komunal, penggunaan kata ganti jamak, serta penekanan pada pengampunan dan kebergantungan bersama menegaskan bahwa doa ini membentuk kesadaran kolektif dan solidaritas komunitas. Dalam konteks pemuda Jemaat GMIT Imanuel Kalondama, Doa Bapa Kami menolong pemuda mengembangkan spiritualitas yang tidak hanya berorientasi personal, tetapi juga peka terhadap kehidupan bersama dalam kehidupan bergereja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KONDISI BIOEKOLOGI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA TANARAING KECAMATAN RINDI KABUPATEN SUMBA TIMUR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN Feri kawodu nunu (16384028) Analisis Kondisi Bioekologi Budidaya Rumput Laut Di Desa Tanaraing Kecamatan Rindi Kabupaten Sumba Timur.Wilson L.Tisera,S.Pi.,M.Si.,Ph.D dan Rockie R.L.Supit,S.Pi.,M.Si(sebagai pembimbing 1dan 11).Program Studi,Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka jenis dan jumlah yang ditemukan di zona intertidal di perairan Desa Tanaraing Kabupaten Sumba Timur pada ketiga transek berbeda-beda. Secara keseluruhan terdapat 4 jenis kelas (Echinoidea), 2 jenis dari kelas (asteroidea), 3 jenis dari kelas (Ophiuroidea).Jenis makroalga di perairan desa tanaraing berdasarkan penelitian yang telah di laksanakan maka jenis dan jumlah yang ditemukan di zona intertidal di perairan desa tanaraing pada ketiga transek berbeda-beda.secara keseluruhan terdapat 2 jenis Hypnea sp, 2 jenis dari kelas Acanthopora spicifera, 2 jenis dari kelas Amphiroa fragilissima, 1 jenis dari kelas Caulerpa sp, 2 jenis dari kelas Gracilaria salicornia. Habitat Lamun di perairan Desa Tanaraing yang paling dominan adalah pasir berlumpur. Transek 1 merupakan kawasan yang berpasir dan berlumpur transek ini ditemukan 6 jenis lamun yaitu Halodule pinifolia, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Enhalus acaroides, Syringodium isoetifolium, Thalassia hemprichii. Pada transek 2 ditemukan 5 jenis lamun yaitu Cymodocea serrulata, Halodule pinifolia, Syringodium isoetifolium, enhalus acaroides, thalassia hemprichii, dan transek 3 ditemukan 4 jenis lamun yaitu halodule pinifolia, Cymodea serrulata, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium. Kata kunci : Cymodea serrulata, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Lamun, Cymodocea serrulata, Halodule pinifolia, Syringodium isoetifolium, enhalus acaroides, thalassia hemprichii, Tanaraing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPACARA KOWA SOISI Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Upacara Kowa Soisi (Minta Barang) dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Sion Alemba Klasis Alor Tengah Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Upacara Kowa Soisi adalah upacara minta barang yang dilakukan oleh anak laki-laki sulung dalam keluarga kepada Pohon Pelepas (saudara laki-laki dari ibu). “Kowa” artinya barang dan “Soisi” artinya minta, sehingga secara harafiah Kowa Soisi adalah minta barang. Barang yang diminta dalam upacara ini adalah barang yang digunakan dalam kedukaan, seperti selimut atau sarung, ada juga padi dan hewan (berupa babi), beserta benda adat berupa moko. Barang yang diminta dalam dalam upacara ini pada akhirnya akan dihitung sebagai hutang yang harus dibayar. Hal ini yang menimbulkan konflik dan terjadi kerenggangan didalam keluarga. Penulis melakukan penelitin di Jemaat GMIT Sion Alemba, Klasis Alor Tengah Utara dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Penulis menggunakan teori Richard Niebuhr yakni, Kristus, Transformator Budaya (Christ the Transformer of Culture) untuk menganalisis masalah yang ada dan memberi arah baru sehingga menghasilkan sesuatu yang baru yang sesuai dengan iman Kristen. Berdasarkan hasil analisis didapati bahwa cara meminta pertolongan, cara membangun dan mempertahankan persekutuan yang ada dapat memberatkan pihak yang pergi meminta barang serta pihak Pohon Pelepas dan tidak relevan dengan keadaan saat ini karena jika dipaksakan malah akan menimbulkan konflik. Sehingga dengan demikian perlu adanya transformasi atau pembaharuan dalam upacara ini. Dalam surat II Korintus, Paulus memberitahukan kepada jemaat di Korintus bahwa, sebagai persekutuan orang percaya, tetap saling menolong walau dalam keadaan susah. Hal ini menekankan pada ketulusan hati saat memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail