ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tepung dari umbi gadung (Discorea hispida Dennts) memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga baik untuk membuat kue bolu kukus. Pembuatan kue bolu kukus dari tepung gadung merupakan alternatif baru dalam memanfaatkan umbi lokal dan bisa mejadikan ubi lokal lebih bernilai ekonomis, pembuatan kue bolu kukus dari tepung umbi gadung dapat menambah olahan pangan yang sudah ada di Sumba Timur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung umbi gadung dan tepung terigu pada setiap perlakuan kue bolu kukus dan untuk mengetahui kandungan gizi kue bolu kukus dari tepung umbi gadung. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Biologi UKAW Kupang dan di Laboratorium Balai Pengawasan Obat Dan Makanan Kota Kupang, menggunakan metode eksperimen RAL dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Variasi konsentrasi tepung umbi gadung dan tepung terigu (%), 75:25, 50:50, 25:75, 100 tepung umbi gadung, 100 tepung terigu sebagai kontrol. Analisis data menggunakan Anova dan dilanjudkan dengan uji Duncan. Uji proksimat untuk mengetahui kandungan gizi seperti kadar karbohidrat, kadar protein, kadar lemak, kadar air, kadar abu. Hasil penilitian menunjukan bahwa pada parameter aroma, warna rasa dan tekstur berpengaruh nyata. Sedangkan pada kadar karbohidrat tertinggi pada A3, Kadar lemak tertinggi pada A2, Kadar protein tertinngi pada A1, kadar air tertinngi pada A4, kadar abu tertinngi pada A1
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PERBEDAAN KARAKTERISTIK BOLU GULUNG DARI KOMPOSISI BAHAN DASAR TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG UBI JALAR UNGU YANG BERBEDA
(Nofri Indiani Tipnoni*) (Ir.A.I.Medah,MP**) ( Ir.I.D.A.A.R.R.AdI,MP**)
Pembuatan bolu gulung dengan perbedaan karakteristik bolu gulung dari komposisi bahan dasar tepung terigu dan tepung ubi jalar ungu yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur bolu gulung ubi jalar ungu. Penelitian ini menggunakan komposisi perlakuan tepung terigu dan tepung ubi jalar ungu dengan tiga perlakuan yaitu p1 : tepung terigu 75gram tepung ubi jalar ungu 25gram p2: tepung terigu 50 gram dan tepung ubi jalar ungu 50 gram p3: tepung terigu 25 gram dan tepung ubi jlar ungu 75 gram. Parameter yang diamati adalah tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bolu gulung tepung ubi jalar ungu yang paling di sukai konsumen adalah dengan komposisi tepung ubi jalar ungu 50 gram dan tepung terigu 50 gram.
Kata kunci : bolu gulung, tepung terigu, tepung ubi jalar ungu
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PENAMBAHAN SUSPENSI BUAH LONTAR DALAM PEMBUATAN BOLU KUKUS Yeremias G.K*) Dr. L. M. Nubatonis,M.Si**) Ir. Zet Malelak,M.Si**) ABSTRAK Bolu kukus dengan penambahan suspensi buah lontar merupakan produk hasil olahan percobaan dengan menggunakan suspensi dari buah lontar yang tua sebagai bahan tambahan untuk menciptakan warna, rasa serta aroma pada produk bolu kukus. Buah lontar selama ini pengolahannya belum maksimal. Buah yang sudah tua berwarna kekuningan dan berserat. Cairan kekuningan ini yang diambil untuk dijadikan campuran pangan atau kue-kue. Oleh karena itu penambahan suspense lontar dalam pembuatan bolu diharapkan dapat berperan sebagai pewarna serta menambah aroma khas pada produk yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali dengan presentasi 10%, 15%, dan 20% suspensi buah lontar. Hasil penelitian menunjukan uji analisis organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan penambahan 20% suspensi buah lontar terhadap warna bolu kukus tertinggi dengan skor 4,667 (sangat suka), aroma bolu kukus yang paling disukai terdapat pada penambahan 20% suspensi buah lontar dengan skor tertinggi 4,578 (sangat suka) dan rasa bolu kukus yang paling disukai terdapat pada penambahan 20% suspensi buah lontar dengan skor tertinggi 4,711 (sangat suka).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai selesai di Laboraturium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bolu kukus dengan tekstur yang lembut, tingkat pengembangan terbaik dan paling disukai konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangansehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan persentase dosis baking powder 0%, 1%, 2%, dan 3%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah uji daya pengembangan, tekstur, warna, rasa, dan aroma. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dosis baking powder 3% menghasilkan daya pengembangan tertinggi yaitu 78,910% tekstur 380,333 gram (sangat lembut) rasa 3,700 (sangat suka,) Aroma 3,63 (sangat suka) dan, Warna 3,667 (sangat suka)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PERBEDAAN KOSENTRASI PASTA BUAH PISANG AMBON TERHADAP DAYA TERIMA KONSUMEN KUE BOLU Joao R.G. Taka*)Ir. A. Medah, MP**) Ir. Zet Malelak, M.Si**) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini tentang kosentrasi pasta buah pisang ambon terhadap daya terima konsumen kue bolu. Tujuan peneltian untuk mendapatkan level kosentrasi yang cocok dalam penambahan pasta pisang ambon untuk pembuatan kue bolu yang dapat diterima oleh kosumen. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). dengan 4 perlakuan termasuk kontrol dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan prensentase Perlakuan. 0 % tanpa penambahan pasta pisang ambon. 20 % penambahan pasta pisang ambon 30% penambahan pasta pisang ambon, dan 40 % penambahan pasta pisang ambon. Variabel yang diamati adalah, karakteristik organoleptik yaitu Tekstur, Warna, Aroma, Rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji analisis organoleptik terdapat pada tekstur kue bolu paling disukai pada perlakuan D dengan menghasilkan skor 3.600, Warna kue bolu paling disukai pada perlakuan D yaitu dengan skor 3.767, Aroma kue bolu paling disukai pada perlakuan D yaitu dengan skor 3.700, dan Rasa kue bolu paling disukai pada perlakuan D yaitu dengan skor 3. 767. kata kunci : Bolu,tekstur, warna, aroma dan rasa * ( peneliti ) ** ( Pembimbing)