Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

63 hasil
Subjek: rasa
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Suatu Tinjauan Teologi Sosial Terhadap Indikasi Kekerasan Di Lingkungan Masyarakat Loli Dan Implikasinya Bagi GKS Jemaat Letemalouna, Klasis Lolina

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kekerasan selalu berhubungan erat dengan peristiwa yang mengerikan, menakutkan, meyakitkan, atau juga yang berakhir dengan kematian.Tindakan kekerasan selalu mewarnai segala sendi kehidupan manusia, baik dari segi sosial, politik. Angkah kekerasan juga yang terjadi dalam masyarakat Loli tiap tahun selalu meningkat dengan berbagai macam kekerasan yang paling utama yaitu kekerasan pencurian. Realitas yang terjadi pada saat penulis melakukan penelitian di Jemaat GKS Letemalouna masih banyak jemaat yang terindikasi melakukan kekerasan baik dalam jemaat sendiri dan masyarakat sekitar yaitu lingkungan masyarakat Loli.Yang masih hidup dalam budaya adat istiadat yang masih sangat kental serta juga sangat berpengaruh kekeuasan yang ada dalam masyarakat.Tujuan ini dapat dicapai dengan satu penelitian lapangan dan metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data yang akurat dan mengandung kebenaran yang mendalam terhadap kekerasan. Kasus yang dialami masyarakat oleh penguasa. Serta mengetahui sejauh mana pencapain gereja berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis. Dari hasil penelitian gereja belum bisa juga menurunkan angkah kekerasan, dikerenakan kurangnya sumber daya alam dan sarana prasanan. Gereja lahir di dalam realitas dunia, maka gereja tidak dapat mengabaikan tugas panggilannya di dunia. Ini berarti khotbah atau pelayanan nyata yang diberikan gereja boleh sama tetapi punya nilai dorong yang berbeda. Gereja juga perlu sadar terhadap kehidupan sosial yaitu harus terlibat dalam menurunkan angkah kekerasan jadi keterlibatan gereja dalam bidang pelayanan kepada masyarakat dan jemaat perlu secara lebih mendalaman.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SECARA BERSAMA-SAMA TERHADAP BARANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul penelitian ini adalah “Deskripsi Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Secara Bersama-Sama Terhadap Barang”. Rumusan masalah yaitu Bagaimana bentuk kekerasan secara bersama-sama yang dilakukan oleh para pelaku terhadap barang milik orang lain dan Bagaimana pemulihan kerugian yang dialami oleh pemilik barang atau korban kekerasan menurut hukum? Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bentuk kekerasan secara bersama-sama yang dilakukan oleh para pelaku terhadap barang milik orang lain dan pemulihan kerugian yang dialami oleh pemilik barang atau korban kekerasan menurut hukum. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah nomatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan yaitu dengan membaca dan mempelajari serta menganalisa buku-buku, peraturan-peraturan dan referensi putusan pengadilan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah bentuk kekerasan secara bersama-sama yang dilakukan oleh para pelaku terhadap barang milik orang lain dan pemulihan kerugian yang dialami oleh pemilik barang atau korban kekerasan menurut hukum. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim terhadap tindak pidana tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap barang. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri memutus perkara tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap barang dengan kronologi kasus dan dakwaan dengan mengunakan alat bukti dan dengan pertimbangan dalam fakta persidangan. Hasil penelitian penulis, sebagai berikut: 1. Bentuk kekerasan secara bersama-sama yang dilakukan oleh para pelaku terhadap barang milik orang lain dengan cara membongkar pondasi bangunan dengan linggis, merusak dinding rumah, memotong patung pajangan dengan parang, memecahkan kaca dan merusak body mobil, dan merusak perabotan rumah. 2. Pemulihan kerugian yang dialami oleh pemilik barang atau korban kekerasan menurut hukum dapat dilakukan dengan dua hal yaitu penggabungan perkara perdata ke dalam perkara pidana dan gugatan perdata yang diajukan oleh para korban.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Proporsi Daging Ikan Layur (Trichiurus sp) Dan Ikan Tembang (Sardinella sp) sebagai Bahan Penyedap Rasa Alami.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Proporsi ikan terdiri dari bagian yang dapat dimakan (edible portion) berupa daging dan bagian yang dibuang (processing waste) berupa sisik, kepala, tulang dan kulit. Penyedap rasa alami merupakan salah satu bahan tambahan (zat aditif) yang diberikan pada masakan dengan tujuan untuk memperkuat rasa pada masakan dan digunakan secara instan supaya masakan menjadi lebih lezat dengan takaran bumbu yang sedikit. Berdasarkan beberapa informasi yang penulis kumpulkan belum ada penelitian tentang pembuatan penyedap rasa alami dari ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan tembang (Sardinella sp) sebagai bahan penyedap rasa alami. Tujuan penelitian: Penyedap rasa alami dari ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan tembang (Sardinella sp) sebagai bahan penyedap rasa alami adalah sebagai berikut: (1) Mengetahui proporsi ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan tembang (Sardinella sp) sebagai bahan alternatif penyedap rasa alami, (2) Mengetahui karakteristik uji organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa) serta kandungan kadar air, protein, lemak dan asam amino dari penyedap rasa alami dari ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan tembang (Sardinella sp). Metode penelitian: Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2022 untuk pembuatan studi proporsi daging ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan tembang (Sardinella sp) sebagai bahan penyedap rasa alami di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Lab Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada untuk pengujian kadar lemak dan protein serta di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech (SIG), Bogor untuk pengujian asam amino. Hasil dan pembahasan: Proporsi pembuatan penyedap rasa alami dari ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan temang (Sardinella sp) yang dapat digunakan adalah 75%. Simpulan: Karakteristik organoleptik yang dimiliki oleh ikan tembang menunjukan bahwa ikan tembang lebih baik digunakan sebagai bahan dasar pembuatan penyedap rasa dibandingkan ikan layur. Berdasarkan analisis kimia pada penyedap rasa hasil uji kadar air belum memenuhi syarat mutu SNI, analisis kadar protein, kadar garam, memenuhi syarat mutu SNI 01-4273-1996, asam amino esensial yang dominan adalah asam glutamat dan aspartat sedangkan asam amino non esensial yang dominan adalah leusin dan arginin.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG PENERAPAN HUKUM KEPADA ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA KEKERASAN MENGHILANGKAN NYAWA ORANG LAIN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul : “Deskripsi Tentang Penerapan Hukum Kepada Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Menghilangkan Nyawa Orang Lain”. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengapa penerapan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan menghilangkan nyawa orang lain ada yang diterapkan Pasal 170 c KUHP dan ada yang diterapkan pasal 76 huruf c jo Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan anak ?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan menghilangkan nyawa orang lain ada yang diterapkan Pasal 170 c KUHP dan ada yang diterapkan pasal 76 huruf c jo Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan anak. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan menghilangkan nyawa orang lain ada yang diterapkan Pasal 170 c KUHP dan ada yang diterapkan pasal 76 huruf c jo Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan anak. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana kekerasan menghiangkan nyawa orang lain. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari kelima putusan pengadilan tersebut, maka alasan hakim menerapkan Pasal 170 C KUHP terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan menghilangkan nyawa orang lain yaitu : 1) Pelaku anak melakukan tindak pidana bersama-sama orang dewasa. 2) Perbuatan anak bersama-sama pelaku orang dewasa memenuhi unsur pasal 170 huruf C KUHP, yaitu : Unsur Barang Siapa, Unsur Dengan terang-terangan dan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, kekerasan mengakibatkan maut. Alasan hakim menerapkan Pasal 76 C Undang-Undang perlindungan anak yaitu : 1) Pelaku tindak pidana semua berstatus anak. 2) Perbuatan para pelaku anak memenuhi unsur Undang-Undang Perlindungan Anak, yaitu : Unsur Setiap Orang, Unsur dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap Anak yang mengakibatkan mati.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG PENERAPAN HUKUM DALAM TINDAK PIDANA KEKERASAN MENGHILANGKAN NYAWA ORANG LAIN DALAM LINGKUP RUMAH TANGGA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul penelitian ini adalah “Deskripsi Tentang Penerapan Hukum Dalam Tindak Pidana Kekerasan Menghilangkan Nyawa Orang Lain Dalam Lingkup Rumah Tangga”. Rumusan masalah yaitu mengapa tindak pidana kekerasan yang menghilangkan nyawa orang lain dalam lingkup rumah tangga, ada yang diterapkan Pasal 44 undang-undang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan ada yang diterapkan pasal 338 dan 340 KUHPidana.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui alasan yuridis penerapan hukum tindak pidana kekerasan yang menghilangkan nyawa orang lain dalam lingkup rumah tangga, ada yang diterapkan pasal 44 undang-undang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan ada yang diterapkan pasal 338 dan 340 KUHPidana. Hasil penelitian menunjukan bahwa alasan hakim menerapkan pasal 44 ayat (3) Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, adalah karena:a. Hakim mengacu pada dakwaan Penuntut umum, b. Pasal 44 merupakan tindak pidana yang diawali dengan kekerasan. Alasan majelis hakim dalam menjatuhkan putusan dengan menerapkan Pasal 338 KUHP, karena Pasal 338 KUHP merupakan tindak pidana pembunuhan yang dilakukan tidak direncanakan. Sedangkan alasan majelis hakim dalam menjatuhkan putusan dengan menerapkan Pasal 340 KUHP, karena: pasal 340 KUHP merupakan tindak pidana pembunuhan yang dilakukan sudah direncanakan. Saran yang dapat penulis berikan adalah : agar pihak keluarga diharapkan sejak dini memberikan pelayanan pendidikan kepada setiap anggota keluarganya, dan menamankan rasa cinta, dan kasih sayang antara satu dengan yang lainnya baik antara suami dan istri, maupun antara anak-anak agar terhindar dari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.Kepada masyarakat pada umunya diharapkan memberikan suatu masukan, saran serta dukungan kepada keluarga ataupun tetangga yang memiliki perselisihan ditengah keluarganya untuk menyelesaikan setiap permasalahannya dengan cara menyikapinya dengan bijak serta kepala dingin, agar tidak menimbulkan emosi yang berlebihan yang dapat jadi faktor kuat memunculkan suatu kekerasan dalam rumah tangga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN FASILITAS OLAHRAGA DI SMP SATAP NEGERI OETFO

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KINERJA MENGAJAR GURU PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Yohanes Dominggus Berek*, David Loba2, Agustinus J. Nafie3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email [email protected] latar belakang:Fasilitas olahraga merupakan alat penunjang bagi guru dan siswa untuk membantu dalam kegiatan proses pembelajaran penjas dengan ada fasilitas olahraga bisa mempermudah kegitan proses pembelajaran. Tujuanpenelitian:untuk mengetahui peran kepala Sekolah dalam mendukung pengembangan fasilitas olahraga di SMP Satap Negeri Oetfo Kabupaten Timor Tengah Utara. Metodepenelitian:Penelitian ini menggukan metode deskrptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara langsung dengan kepala Sekolah guru pamong dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawacara dan dokumentasi. Teknik anlisis data menggunakan data reduction, data displyadan conlusion/verification. Hasildanpembahasan:Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa peran kepala Sekolah dalam mendukung pengembangan fasilitas sarana prasarana olaharaga di SMP Satap Negeri Oetfo belum tersedianya fasilitas sarana prasarana olahraga. Hal ini juga menujukan bahwa masih banyak kekurangan fasilitas sarana prasarana olahraga, sehingga masih banyak kekurangan fasilitas sarana prasrana olahraga yang masih menggunakan modifikasi terhadap fasilitas sarana prasrana olaharaga di SMP Satap Negeri Oetfo. Simpulan:peneliti menyimpulkan bahwa data hasil peran kepala Sekolah dalam mendukung pengembangan fasilitas olahraga di SMP Satap Negeri Oetfo, masih banyak kekurangan faslitas sarana dan prasarana olahraga di sekolahini, sehingga masih menggunakan modifikasi terhadap fasilitas sarana prasarana olahraga yang membuat siswa atau siswi kurang senang dengan proses pembelajaran penjas. Katakunci: fasilitas sarana dan prasarana olahraga

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MODIFIKASI SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA TOLAK PELURU DI SMP NEGERI TUNUA TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Proses pembelajaran Penjasorkes materi tolak peluru pada SMP Negeri Tunua tahun 2022 sangat tidak efektik, karena kurangnya media pendukung seperti sarana dan prasarana guna menunjang efektifnya proses pembelajaran tolak peluru. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah sangat terbatas sehingga membuat guru kesulitan saat proses pembelajaran. Untuk itu perlunya kreativitas guru dalam memodifikasi media pembelajaran guna menunjang proses pembelajaran serta menarik perhatian siswa untuk memahami serta kreatif dan inovatif dalam proses belajar mengajar. Tujuan penelitian: Dari rumusan masalah yang telah dijelaskan maka yang menjadi tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui modifikasi sarana dan prasarana di SMP Negeri Tunua tahun 2022. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskiriptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan Guru, dan Siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dan pembahasan proses pembelajaran tolak peluru di SMP Negri Tunua Tahun 2022 tidak berlangsung dengan baik karna kurangnya sarana dan prasarana pendukung dalam proses pembelajaran tolak peluru sehingga dalam proses pembelajaran tidak mencapai hasil yang maksimal dimana sisiwa-siswi sulit dalam memahami apa yang disampaikan oleh guru dan juga siswa-siswi kesulitan dalam mempraktekan kembali apa yang telah disampaikan oleh guru. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dengan judul modifikasi sarana dan prasarana olahraga tolak peluru di SMP Negri Tunua Tahun 2022 dengan metode kualitatif dekriptif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tolak peluru di SMP Negri Tunua Tahun 2022 dapat berlangsung dengan baik serta memiliki hasil yang maksimal apabila guru menyediakan media pendukung dalam proses pembelajaran berupa modifikasi sarana dan prasarana olahraga tolak peluru sehingga siswa-siswi tidak merasa kesulitan dalam pembelajaran tolak peluru dan juga guru harus melakukan praktek secara berulang-ulang sehingga siswa dapat memahami dengan baik

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK (STUDI KASUS PADA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KUPANG)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK PADA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KUPANG Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Menguji sumber daya manusia berpengaruh terhadap kinerja organisasi sektor publik. 2) menguji anggaran berpengaruh terhadap kinerja organisasi sektor publik dan 3) menguji sarana dan prasarana berpengaruh terhadap kinerja organisasi sektor publik. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pre-eksperimental design dan dihitung menggunakan SPSS 22.0 for windows. Data yang diperoleh melalui kuesioner kemudian dianalisis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif menggunakan alat distribusi frekuensi dan analisis regresi linear berganda yang hasilnya diolah menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini melalui perhitungan analisis regresi linear berganda, diperoleh hasil bahwa; 1) Sumber daya manusia berpengaruh terhadap kinerja organisasi sektor publik. 2) Anggaran berpengaruh terhadap kinerja organisasi sektor publik dan 3) Sarana dan prasarana berpengaruh terhadap kinerja organisasi sektor publik. Kata kunci: Sumber Daya Manusia, Anggaran, Sarana dan Prasarana, Kinerja Organisasi Sektor Publik

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI MINAT BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN BOLA VOLI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK EKSPLORASI MINAT BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN BOLA VOLI Ignasius Dedy Purwanto Sepu1*, David Loba2, Dortean A. Jois Jaha3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, Eksplorasi Minat belajar siswa menggunakan sarana dan prasarana pembelajaran bola voli tumbuh melalui, perasaan senang, keaktifan, dan perhatian, serta strategi guru dalam mengatasi sarana dan prasarana pembelajaran bola voli yang kurang memadai. Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini yaituuntuk Mengeksplorasi minat belajar siswa menggunakan sarana dan prasarana pembelajaran bola voli. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini guru penjas orkes dan siswa kelas VIII(C) SMP Negeri 10 Kupang Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplorasi minat belajar siswa menggunakan sarana dan prasarana pembelajaran bola voli adalah minat siswatumbuh melalui, perasaan senang, keaktifan dan perhatianterhadap proses pembelajaran bola volikarena guru mampu memfasilitasi sarana dan prasarana pembelajaranmenggunakanstrategi pembelajaranyang dimilikidalam mengatasi sarana dan prasarana pembelajaran bola voli yang kurang memadai. Simpulan:Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa eksplorasi minat belajar siswa menggunakan sarana dan prasarana pembelajaran bola voli, tumbuhmelalui,perasaan senang, keaktifan dan perhatian,dengan peran guru melalui strategi pembelajaran yang dimiliki, guna mengatasi sarana dan prasarana yang kurang memadai. Katakunci:Ekplorasi Minat Belajar Siswa Menggunakan Sarana Dan Prasarana Pembelajaran Bola Voli.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KREATIVITAS GURU PENJASORKES DALAM MENYIKAPI KETERBATASAN SARANA DAN PRASARANA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KREATIVITAS GURU PENJASORKES DALAM MENYIKAPI KETERBATASAN SARANA DAN PRASARANA YosepHariyanto1*, David Loba2, Pnatmo W. Masi3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Pendidikanmempunyaiperan yang sangatpentingdalammemajukansuatubangsa. Pendidikandiharapkandapatmencerdaskangenerasimuda yang mampumengembangkanpotensidalamdiri, sertaberpolapikirsecarakritisdandinamis, bertanggungjawab, berakhlakmulia, berimandanbertaqwakepadaTuhan Yang MahaEsa. Tujuan penelitian: inibertujuanuntukmengetahui kreativitas guru penjasorkesdalammenyikapiketerbatasansaranadanprasarana. Metode penelitian: Jenispenelitian yang digunakandalampenelitianiniialahjenispenelitiandeskriptifnaturalistik, dimanajenispenelitianiniseringdisebut (natural setting) karenapenelitinya di lakukanpadakondisi yang alamiah. adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi Hasil dan pembahasan: dalam pembelajaran penjasorkes pada kondisi belajar dengansaranadanprasarana yang kurangmemadai. Hal inisangatbepengaruterhadapperkembangansiswa, karena proses belajarmengajarbelummemenuhistandarpendidikanNamunmasalahiniperlahanbisadiatasimelaluikreativitas guru PJOK. Simpulan: dalam pembelajaran pendidkanjasmani pada kondisi sebelumdansesudahadanyakreativitassangatbesardampaknyata. Proses belajarmenjadilebihhidupkrenasiswaterlibatlangsungdalampebelajaran. Sebelum di modifikasipembelajaranselaluberpusatpada guru namunsetelahdilakukanmodifikasiprosenyapembelajaranberpusatpadasiswa. Katakunci: Kreativitas guru;pembelajaran; keterbatasansaranaprasarana

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI RASA PERCAYA DIRI SISWA DALAM MENGIKUTI PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES (PENCAK SILAT)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Percaya diri adalah suatu keyakinan pada diri sendiri bahwa dirinya mempunyai kemampuan atau potensi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini adalah untuk mengetahui rasa percaya diri siswa di SMA Budi Mulia Bakiruk Kabupaten Malaka. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel dalam penelitian ini bagaimana peran guru pencak silat dalam membangun rasa percaya diri siswa. Hasil Dan Pembahasan: Sumber data diperoleh langsung dari hasil Wawancara dengan Guru Penjasorkes, siswa dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, pembahasan proses membangun rasa percaya diri siswa di SMA Swasta Budi Mulia Bakiruk sangat bermamfaat untuk lebih mengetahui Bagaimana Rasa Percaya Diri Siswa Di Sma Swasta Budi Mulia Bakiruk Saat Pembelajaran berlangsung. Simpulan: Dari hasil penelitian di atas maka peneliti menyimpulkan bahwasangat penting membangun rasa percaya diri pada siswa sehingga dapat menunjang tingkat kemampuan anak pada saat membangun aktifitas sehari-hari dengan orang lain, sehingga perlu adanya dorongan dari orang tua dan guru dalam membentuk karakter siswa/anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG MOTIF MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PEMERASAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul: “Deskripsi Tentang Motif, ModusDan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Pemerasan”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana motif terdakwa melakukan tindak pidana pemerasan, 2). Bagaimana modus dari terdakwa melakukan tindak pidana pemerasan, 3). Bagaimanakah akibat hukum dari tindak pidana pemerasan terhadap terdakwa dan korban. Tujuan penelitian adalah 1).Untuk mengetahui motif terdakwa melakukan tindak pidana pemerasan, 2).Untuk mengetahui modus dari terdakwa melakukan tindak pidana pemerasan, 3).Untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana pemerasan terhadap terdakwa dan korban. Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tindak pidana pemerasan.Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah motif, modus dan akibat hukum tindak pidana pemerasan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka, motif, modusdan akibat hukum terjadinya tindak pidana pemerasan berikut : motif yaitu untuk mendapat uang, modus yaitu, mengaku sebagai anggota polri, memukul korban dan menendang korban, merampas harta benda milik korban dan akibat hukum tindak pidana pemerasan, bagi pelaku : Pelaku ditahan, dijatuhi pidana penjara dan dibebani biaya perkara. Terhadap korban : korban mengalami kekerasan fisik dan mengalami kerugian materil. Terhadap barang bukti dikembalikan kepada korban dan digunakan dalam perkara lain Saran yang penulis berikan adalahTerhadap penegak hukum mengayomi, melindungi setiap masyarakat yang menjadi korban tindak pidana pada umumnya dan khususnya korban tindak pidana pemerasan. Bagi masyarakat dalam melakukan hubungan hukum denganpihak lain perlu memperhatikan akibat-akibat hukum yang timbul jika terjadinya suatu perbuatan yang melanggar hukum dan adanya prinsip kehati-hatian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI TENTANG UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA PADA KELAS VIII DI SMP SWASTA SWADAYA TARUS TAHUN 2021/2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK STUDI TENTANG UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA PADA KELAS VIII DI SMP SWASTA SWADAYA TARUS TAHUN 2021/2022 ______________________________________________________ Loudoe A. * Pellu L.** Manu L. *** Siswa merupakan individu yang berkarakteristik unik serta bersifat dinamis terhadap proses perkembangan. Individu siswa dikatakan unik karena setiap individu memiliki potensi, kecakapan, motivasi, minat, bakat, kebiasaan, persepsi serta karakteristik fisik yang berbeda. Keragaman tersebut yang membedakan antara satu individu dengan individu lainnya. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Studi Tentang Upaya Guru Dalam Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa Pada Kelas VIII Di Smp Swasta Swadaya Tarus. Objek dalam penilitian ini adalah Guru dan siswa. Subjek penilitian ini adalah 12 orang. Untuk mencapai tujuan yang dirumuskan penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penilitian ini adalah wawancara dan Kuesioner. data yang dikumpulkan disajikan dan dianalisa secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif kemudian ditarik kesimpulannya. Dari pengelolaan data dan analisis peniliti menghasilkan satu kesimpulan yang dapat digambarkan bahwa upaya guru dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa sangat baik dengan memberikan Motivasi, apresiasi, komunikasi, tanggungjawab, kepercayaan diri, begitu juga dengan siswa yaitu, keberanian, aktif, bersaing, sopan, jujur, bertanggungjawab, konsisten, mengendalikan diri, sikap empati, sopan saling mengasihi dan menghormati. Adapun yang menjadi saran dalam penilitian ini adalah Kepada kepala sekolah agar membina serta memberi teladan tentang disiplin dalam melaksanakan tugas sehingga dapat memotivasi kerja para guru. Kepada Guru Bagi guru yang sudah memiliki kompetensi, agar dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan sedangkan yang belum berpotensi supaya berusaha lebih baik lagi. Bagi siswa Harus lebih rajin lagi dalam mengembangkan diri dengan rajin belajar dan tekun dalam tanggungjawab, disiplin dan selalu meningkatkan rasa percaya diri. Diharapkan penelitian yang akan datang, agar menggunakan sampel yang digunakan lebih banyak dengan penambahan beberapa variable diluar variable penelitian penulis sehingga hasil analisis dari penelitian yang didapatkan akan lebih akurat. Kata Kunci : * Upaya Guru * dan * Rasa Percaya diri Siswa **

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN JASMANI UNTUK MENDUKUNG HASIL BELAJAR SISWA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Permasalahan dalam penelitian ini adalah Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani untuk mendukung hasil belajar siswa di SD Inpres Lasiana. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani untuk Mendukung Hasil Belajar Siswa di SD Inpres Lasiana. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk memecahkan suatu masalah. Hasil dan pembahasan: Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Ketersediaan Sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran Pendidikan jasmani di SD Inpres Lasiana adalah 66 sarana dan 1 prasarana tetapi dalam kondisi baik atau yang layak di pakai berjumlah 62 sedangkan yang buruk atau yang tidak layak di pakai berjumlah 4. Untuk meningkatkan hasil belajar yang maksimal, tentunya diperhatikan berbagai faktor yang membangkitkan para siswa untuk belajar dengan efektif. Hal tersebut dapat ditingkatkan apabila ada sarana yang penunjang, yaitu faktor sarana dan prasarana dan dapat memanfaatkan dengan tepat dan seoptimal mungkin pasti akan memberikan dampak yang positif terhadap hasil belajarnya. Simpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk mendukung hasil belajar siswa di SD Inpres Lasiana dalam kategori cukup memadai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMURNIAN MINUMAN ALKOHOL SELAMA PENYULINGAN MENGGUNAKAN ARANG AKTIF

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PEMURNIAN MINUMAN ALKOHOL SELAMA PENYULINGAN MENGGUNAKAN ARANG AKTIF Nobel Yosua)* Medah I A) ** Malelak Zet )** ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 15-23 juni 2021 di laboratorium ekstra fakultas teknologi pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupangtentangmenganalisispemurnian minuman alkohol lselama penyulingan menggunakan arang aktifdan metode yang digunakan adalah menggunakan Rancang Acak kelompok dengan 3 perlakuan dan hasil analisis menunjukan bahwa Perlakuan pemurnian minuman alkoholselama penyulingan menggunakan arang aktifmemberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap karakteristik organoleptik Alkohol yaitu kadar alkohol ,pemurnian warna,dan rasa. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan yang tepat dengan pemurnian minuman alkoholselama penyulingan menggunakan arang aktifterdapat pada perlakuan C yang mendapat rata-rata nilai untuk setiap variabel yaitu tingkat kesukaan pemurnian rasa, aroma dan warna alkohol yaitu(4,75) sangat suka rasa(4,83) sangat suka. Kata Kunci:Arang aktif, kadar alkohol,wana,rasa keterangan *) peneliti **) pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PRODUKSI SUSU BERBAHAN DASAR SARI BIJI KECIPIR DAN EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber Officinale)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian tentang penambahan ektrak jahe merah pada pembuatan susu sari biji kecipir telah di lakukan . Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali perlakuan yang telah dicobakan adalah Susu kecipir tanpa jahe merah,Penambahan ekstrak jahe merah 20%,Penambahan ekstrak jahe merah 30%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak jahe merah memberikan efek yang signifikan pada kualitas organoleptik dari susu sari biji kecipir. Penambahan sari jahe merah sebesar 20% dalam proses pembuatan susu sari biji kecipir memberikan efek pada warna dengan nilai 4.42 dengan kategori warna sangat disukai, rasa dengan nilai 4.42 dengan kategori rasa sangat disukai,dan aroma dengan nilai 4.67 dengan kategori aroma sangat disukai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ICH UND DU (AKU-ENGKAU) Suatu Tinjauan Teologi Sosial terhadap pemikiran Marthin Buber tentang konsep Ich Und Du dan Implikasinya bagi pencegahan kekerasan di GMIT Imanuel Olalain Klasis Rote Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi konsep relasi dialogis Ich und Du Martin Buber terhadap konteks kekerasan dalam kehidupan jemaat GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) Imanuel Olalain. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa kekerasan dalam rumah tangga dan konflik relasional masih terjadi dalam kehidupan jemaat, yang menunjukkan adanya krisis dalam kualitas relasi antarmanusia. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan wawancara dan refleksi teologis, penelitian ini menemukan bahwa banyak relasi suami-istri dalam jemaat masih dibangun dalam pola dominatif, hierarkis, dan minim dialog, sehingga lebih menyerupai pola relasi Ich-Es (Aku-Itu) daripada Ich-Du (Aku-Engkau). Selain faktor personal, kekerasan juga dipengaruhi oleh faktor kultural, struktural, dan pemahaman teologis yang belum sepenuhnya menekankan kesetaraan martabat manusia. Iman Kristen yang diakui jemaat sering kali belum terintegrasi dalam praktik relasi sehari-hari, sehingga relasi dengan Tuhan tidak selalu tercermin dalam relasi dengan pasangan. Dalam terang pemikiran Martin Buber, relasi yang sehat hanya mungkin terwujud melalui perjumpaan dialogis yang mengakui keutuhan dan martabat pribadi sebagai subjek, bukan objek. Penelitian ini juga menegaskan bahwa kekerasan merupakan pelanggaran terhadap martabat manusia sebagai gambar Allah (Imago Dei). Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk membangun spiritualitas relasional yang transformatif, memperbarui pola komunikasi, serta menghadirkan struktur persekutuan yang partisipatif dan adil. Konsep Ich-Du menjadi kerangka teologis yang relevan untuk pemulihan relasi, pencegahan kekerasan, dan pembentukan kehidupan jemaat yang lebih dialogis, manusiawi, dan mencerminkan kasih Allah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Luka Yang Menubuh “Suatu Kajian Teologis Pemikiran Shelly Rambo Mengenai Konsep “Remaining” sebagai Luka Yang Menubuh dan Sumbangsihnya bagi Realitas Kekerasan Seksual di GMIT”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kekerasan seksual merupakan realitas yang terus dihadapi gereja dan menimbulkan luka yang tidak selalu berakhir ketika peristiwa kekerasan berhenti. Dalam konteks ini, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) berhadapan dengan pengalaman trauma para korban yang berlangsung secara berkelanjutan dalam tubuh, ingatan, dan relasi sosial mereka. Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran teologi trauma Shelly Rambo, khususnya konsep Remaining, sebagai luka yang menubuh, serta menelaah implikasinya bagi sikap dan pelayanan pastoral GMIT dalam merespons kasus kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis kontekstual. Sumber data primer berasal dari karya-karya Shelly Rambo, terutama Spirit and Trauma: A Theology of Remaining dan Resurrecting Wounds: Living in the Afterlife of Trauma, sedangkan sumber data sekunder meliputi literatur teologi trauma, dokumen gerejawi GMIT, serta laporan pendampingan Rumah Harapan GMIT pada periode 2020–2024. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Remaining menolong gereja untuk memahami trauma sebagai penderitaan yang tidak sepenuhnya selesai, melainkan tetap hadir dan bekerja dalam kehidupan para penyintas. Dalam konteks GMIT, kehadiran Rumah Harapan menunjukkan komitmen pastoral gereja terhadap korban kekerasan seksual. Namun demikian, penelitian ini menemukan bahwa pendekatan pastoral GMIT masih cenderung berfokus pada pemulihan yang cepat dan belum sepenuhnya mengintegrasikan pengakuan atas luka yang menubuh ke dalam sistem pastoral, disiplin gereja, dan spiritualitas jemaat. Oleh karena itu, skripsi ini menegaskan pentingnya pengembangan sikap pastoral yang lebih peka terhadap trauma, yang tidak mengabaikan tubuh yang terluka, ingatan yang rapuh, dan relasi sosial yang retak, serta bersedia tinggal bersama luka sebagai bagian dari kesetiaan iman Kristen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDEOLOGI KEKERASAN DALAM KITAB ESTER: Suatu Tinjauan Kritik Ideologi terhadap Ester 9:11-17 menurut Gale A. Yee dan Implikasinya bagi Pewartaan Firman yang Bertanggung Jawab di GMIT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ideologi kekerasan dalam Ester 9:11–17 dengan menggunakan pendekatan kritik ideologi menurut Gale A. Yee serta merefleksikan implikasinya bagi pewartaan firman yang bertanggung jawab di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Ester 9:11–17 merupakan bagian yang paling problematis dalam Kitab Ester karena memuat narasi pembalasan orang Yahudi terhadap musuh-musuh mereka yang dilegitimasi secara politis dan religius. Narasi ini tidak hanya merekam pengalaman keselamatan umat Yahudi di masa diaspora, tetapi juga membentuk cara pandang tertentu mengenai identitas komunal, relasi kuasa, dan pembenaran terhadap tindakan kekerasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Metode tafsir yang digunakan adalah kritik ideologi, yang dilakukan melalui analisis intrinsik terhadap struktur naratif, penokohan, serta oposisi biner “kami” dan “mereka”, dan analisis ekstrinsik terhadap konteks sosial-politik serta ideologi yang melatarbelakangi teks. Melalui pendekatan ini, teks Alkitab dipahami bukan sebagai narasi yang netral, melainkan sebagai konstruksi ideologis yang mereproduksi dan melegitimasi kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan dalam Ester 9:11–17 merupakan produk ideologis yang berperan dalam membentuk identitas komunal orang Yahudi dan menormalkan pembalasan sebagai bagian dari narasi penyelamatan. Dalam konteks GMIT, pembacaan kritis ini menolong para pelayan firman untuk tidak memberitakan teks secara literal dan normatif, melainkan secara reflektif, etis, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pewartaan firman tidak menjadi sarana pembenaran kekerasan atas nama iman, tetapi berfungsi membentuk iman yang peka terhadap keadilan, kemanusiaan, dan tanggung jawab moral Kata Kunci: Kritik Ideologi, Gale A. Yee, Ester 9:11–17, Kekerasan, Pewartaan Firman GMIT ABSTRACT This study aims to examine the ideology of violence in Esther 9:11–17 using the ideological criticism approach developed by Gale A. Yee and to reflect on its implications for responsible proclamation of the Word within the Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Esther 9:11–17 is one of the most problematic passages in the Book of Esther because it presents a narrative of Jewish retaliation against their enemies that is politically and religiously legitimized. This narrative not only records the experience of Jewish deliverance in the diaspora but also shapes particular perspectives on communal identity, power relations, and the justification of violence. This research employs a qualitative method with a library research approach. The interpretive method used is ideological criticism, carried out through intrinsic analysis of the narrative structure, characterization, and the binary opposition of “us” and “them,” as well as extrinsic analysis of the socio-political context and ideological background underlying the text. Through this approach, the biblical text is understood not as a neutral narrative, but as an ideological construction that produces and legitimizes violence. The findings indicate that the violence depicted in Esther 9:11–17 functions as an ideological product that shapes Jewish communal identity and normalizes retaliation as part of the deliverance narrative. In the GMIT context, this critical reading helps ministers of the Word avoid proclaiming the text in a literal and normative manner, and instead encourages a reflective, ethical, and responsible interpretation. Thus, the proclamation of the Word does not serve to justify violence in the name of faith, but contributes to the formation of faith that is sensitive to justice, humanity, and moral responsibility. Keywords: Ideological Criticism, Gale A. Yee, Esther 9:11–17, Violence, GMIT Proclamation of the Word

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

YESUS DAN NIR-KEKERASAN SUATU TINJAUAN KRITIK IDEOLOGI TERHADAP LUKAS 19:1-10 DAN IMPLIKASINYA BAGI PEMAHAMAN NIR-KEKERASAN DI GMIT DALAM UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus pada persoalan bagaimana narasi perjumpaan Yesus dan Zakheus dalam Lukas 19:1–10 memuat konstruksi ideologis tertentu, serta sejauh mana narasi tersebut dapat dibaca sebagai dasar teologis bagi pemahaman nir- kekerasan dalam upaya penyelesaian konflik di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Fokus ini muncul dari kenyataan bahwa konflik merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika kehidupan bergereja di GMIT. Cara konflik ditangani mencerminkan pilihan-pilihan teologis dan struktural tertentu, yang penting untuk dianalisis secara kritis guna melihat sejauh mana penanganan tersebut berkontribusi pada pemulihan relasi dan penguatan persekutuan gerejawi. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap ideologi dominan yang bekerja di balik teks Lukas 19:1–10, menelusuri ideologi alternatif yang ditampilkan melalui tindakan Yesus, serta merumuskan kontribusi teologisnya bagi pengembangan pemahaman nir-kekerasan dalam konteks penyelesaian konflik di GMIT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penafsiran teks dilakukan melalui kritik ideologi dengan analisis intrinsik dan ekstrinsik, sehingga teks dibaca sebagai produk sosio-historis yang berelasi dengan struktur kuasa, eksklusi sosial, dan dinamika kekerasan yang dilembagakan dalam konteks Kekaisaran Romawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lukas 19:1–10 merefleksikan ideologi dominan berupa etnosentrisme religius yang melegitimasi eksklusi sosial dan kekerasan kultural terhadap Zakheus sebagai pemungut cukai. Di tengah konstruksi tersebut, tindakan Yesus menghadirkan ideologi alternatif berupa praksis nir-kekerasan yang bersifat relasional dan transformatif, yang membuka ruang pertobatan, pemulihan relasi sosial, dan keadilan ekonomi tanpa paksaan. Temuan ini menegaskan bahwa nir-kekerasan dalam Injil Lukas berfungsi sebagai strategi teologis aktif yang relevan untuk mengembangkan pendekatan penyelesaian konflik di GMIT yang berorientasi pada rekonsiliasi dan pemulihan persekutuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail