ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian tentang penambahan ektrak jahe merah pada pembuatan susu sari biji kecipir telah di lakukan . Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali perlakuan yang telah dicobakan adalah Susu kecipir tanpa jahe merah,Penambahan ekstrak jahe merah 20%,Penambahan ekstrak jahe merah 30%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak jahe merah memberikan efek yang signifikan pada kualitas organoleptik dari susu sari biji kecipir. Penambahan sari jahe merah sebesar 20% dalam proses pembuatan susu sari biji kecipir memberikan efek pada warna dengan nilai 4.42 dengan kategori warna sangat disukai, rasa dengan nilai 4.42 dengan kategori rasa sangat disukai,dan aroma dengan nilai 4.67 dengan kategori aroma sangat disukai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi gula lontar cair terhadap tekstur sensorik babeko.Penelitian ini telah dilaksanakan pada tangga 22-28 juni 2021 di laboratorium processing fakultas teknologi pertanian, Universitas Kristen Artha wacana Kupang. Menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mengaplikasikan empat (4) perlakuan, aplikasi setiap perlakauan diulang 3 kali (triplo) dengan 30 panelis menjadi sumber pengelompokan, memberikan pengaruh yang sangatnyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap, Metode uji sensorik yang digunakan adalah metode uji scoring, skalauji yang digunakan dalam penguji sensorik terhadap rasa, aroma, tektur babeko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh komposisi gula lontar cair terhadap tekstur sensorik babeko yang berbeda terdapat pada perlakuan D. 60 % gula lontar cair yang mendapat rata-rata nilai untuk setiap variable yaitu tingkat kesukaan rasa babeko (4,733) sangat suka tekstur (4,611) sangat suka dan aroma babeko(4,578) sangat suka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENERIMAAN SENSORIK GULA-GULA BABEKO DENGAN PROPORSI KACANG TANAH TERHADAP GULA LONTAR CAIR YANG BERBEDA (FANDU T W*) , (MEDAH I A**), (ZET MALELAK**) ABSTRAK Penelitianinitelahdilaksanakanpadatanggal 25 -29 juni 2021 di laboratoriumprocessingfakultasteknologipertanianUniversitas Kristen ArthawacanaKupangtentangmenganalisispenerimaansensorikgula-gulababekodenganproporsikacangtanahterhadapgulalontarcair yang berbedadanMetode yang digunakandalampenelitianiniadalahmetodeRancanganAcakKelompok (RAK). Percobaanmengaplikasikanempat (4) tarafperlakuandanmasing-masingperlakuanproporsikacangtanahterhadapgulalontarcairmemberikanpengaruh yang sangatnyata (P>0,01) padatarafsignifikan 1% terhadapujianalisissensorik yang digunakanadalahmetodeuji scoring terhadap rasa, teksturdan aroma babeko. Hasilanalisisdanpembahasanmenunjukkanbahwaperlakuan yang tepatdenganpenerimaansensorikgula-gulababekodenganproporsikacangtanahterhadapgulalontarcair yang berbedaterdapatpadaperlakuanD.gulacair 60% yang mendapat rata-rata nilaiuntuksetiapvariabelyaitutingkatkesukaan rasa babeko(4,733) sangatsukatekstur (4,611) sangatsukadan aroma babeko(4,578) sangatsuka. KataKunci:Gulalontarcair, kacangtanah, sari jahe,babeko,rasa, tekstur,aroma
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini tentang penerimaan sensorik gula-gula babeko dengan proporsi jahe yang berbeda terhadap gula lontar cair. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 22-28 juni 2021 di Laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerimaan sensorik gula-gula babeko dengan proporsi jahe berbeda pada gula lontar cair. Dan juga terdapat salah satu perlakuan terbaik yang dapat diterima oleh panelis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuandan3 kali ulangan. Dengan 30 panelis sebagai sumber pengelompokan dengan prenstase 0%, 10%, 15% dan 20% sari jahe. Variabel yang diamati adalah aroma, rasa, tektur permen babeko. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji analisis organoleptik pada aroma terdapat pada perlakuan C dengan penambahan sari jahe yang menghasilkan nilai rata-rata aroma babeko (4,689) sangat suka, rasa babeko yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan C dengan nilai rata-rata(4,744) sangat suka, tekstur babeko yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan B dengan nilai rata-rata (4,611) sangat suka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dodol merupakan salah satu olahan hasil pertanian yang sangat diminati oleh banyak kalangan baik orang tua, orang dewasa dan anak-anak. Dodol termasuk dalam jenis pangan semi basah dengan kadar air 30% (Dewan Standarisasi Nasional,1992).Bahan dasar pembuatan dodol adalah tepung ketan,gula pasir dan santan kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi bubur jambu biji pada tepung ketan terhadap karakteristik sensorik dodol jambu biji. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Prosesing Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan. Perlakuan A (kontrol) 0% substitusi bubur jambu, Perlakuan B 15% substitusi bubur jambu , Perlakuan C 30% substitusi bubur jambu dan Perlakuan D 45% substitusi bubur jambu. Variabel pengamatan adalah, uji organoleptik ( warna, aroma dan rasa),uji fisik (tekstur) dan analisis kimia (kadar air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik uji organoleptik pada perlakuan (D) substitusi bubur jambu 45 % dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan Rasa 4,97 (sangat suka), warna 4,80(sangat suka), aroma 4,77 (sangat suka), uji fisik (tekstur)4,91 sangat suka dan analis kimia (kadar air) 5,79 sangat suka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG SUKUN PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BROWNIES KUKUS Johan Tamu Ama; Melkianus Nuhamara; I. D. A. A. R. R. Adi Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Email : [email protected] ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat substitusi tepung sukun pada tepung terigu terhadap karakteristik organoleptik brownis kukus dan untuk mengetahui tingkat substitusi tepung sukun terbaik pada tepung terigu terhadap karakteristik organoleptik brownies kukus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang di cobakan dalam penelitian ini yaitu :P0 (kontrol) = Tepung Terigu 100% tanpa adanya substitusi tepung sukun; P1 = 60% Tepung Terigu + 40% Tepung Sukun; P2 = 55% Tepung Terigu + 45% Tepung Sukun; P3= 50% Tepung Terigu + 50% Tepung Sukun dan P4 = 45% Tepung Terigu + 55% Tepung Sukun. Adapun parameter yang akan diamati dalam penelitian adalah karakteristik organoleptik berupa warna, rasa, aroma, tekstur.Data yang diperoleh ditabulasi dan dihitung kemudian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan P4 (55%) Tepung Sukun dengan nilai warna 4.622, Aroma 4.822, Rasa 4.600 dan Tekstur 4.489.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KONSENTRASI SARI SABUT BUAH LONTAR TERHADAP CITA RASA ES KRIM Umbu Tamu Mahabar; A. I. Medeah; Zet Malelak Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Email : [email protected] ABSTRAK Tujuandaripenelitianiniadalah Untuk mengetahui berapakah konsentrasi optimum dalam penambahan sari sabut buah lontar yang dapat meningkatkan penerimaan sensorikkonsumen pada es krim dan untuk mengetahui profil kesukaan masyarakat terhadap es krim dengan konsentrasi sari sabut buah lontar dilihar dari warna, rasa, aroma dan tekstur. Adapunbahan-bahan yang akandigunakandalamkegiatanpenelitianini, yaitu:sari sabutbuah lontar (70 gr), SP (125 gr), santankelapa (300 gr), gulapasir (200 gr)dan susu (1500 gr). Adapunalat yang akandigunakandalampenelitianini, yaitu: Timbangan, blender, freezer, gelasukur, saringan, pisau, mixer, cup ice cream, baskomplastik, pancialuminium dan kompor.Penelitian yang dilakukan menggunakan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 30 orang panelis. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari:P0 = Tanpa penambahan konsentrasi sari sabut buah lontar; P1 = Penambahan sari sabut buah lontar 7 %; P2 = Penambahan sari sabut buah lontar 14 %; P3 = Penambahan sari sabut buah lontar 21%; P4 = Penambahan sari sabut buah lontar 28 %. Adapunvariabel yang akandiamatidalampenelitianadalahCita rasa (warna, rasa, aroma, tekstur).Data yang diperolehdihitungmenggunakanAnalisis of variance (ANOVA). Nilai rata-rata karakteristikaspekwarna (P0 = 1.02; P1 = 1.833; P2 = 2.944; P3 = 3.944; P4 = 4.667), karakteristikaspek rasa (P0 = 2.00; P1 = 2.778; P2 = 3.444; P3 = 4.122; P4 = 4.756), karakteristikaspek aroma (P0 = 1.11; P1 = 2.089; P2 = 3.144; P3 = 3.9; P4 = 4.944) dan karakteristikaspektekstur (P0 = 1.74; P1 = 2.911; P2 = 3.244; P3 = 4; P4 = 4.933). Hasil AnalisisSidikRagam (ANOVA) menunjukkanbahwapembuatan es krim sari sabutbuahlontarmemberikanpengaruh yang nyata pada tarafsignifikan 1% (P>0.01) terhadappenerimaankarakteristikaspekwarna, rasa, aroma dan tekstur. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu : Penambahan sari sabut buah lontar pada pembuatan es krim dengan perlakuan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata pada taraf 1% (P>0.01) terhadap karakteristik organoleptik dilihat dari aspek rasa, aroma, warna dan tekstur yang dihasilkan, persentase sari sabut buah lontar yang paling baik digunakan pada es krim yaitu persentase 28% terhadap karakteristik organoleptik rasa, aroma, warna dan tekstur dan es krim dengan penambahan sari sabut buah lontar dapat diterima oleh panelis terhadap karakteristik organoleptik warna, rasa, aroma dan tekstur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TERIGU TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BISKUIT Feronika Mo’i*) , Lesybeth M Nubatonis**) Zet Malelak**) ABSTRAK Biskuit adalah produk panggang dalam bentuk potongan kecil dan mempunyai tekstur atau konsistensi yang kering, renyah dan tekstur berpori lebih rapat Penelitian ini tentang Penambahan tepung labu kuning pada tepung terigu terhadap sifat fisik kimia dan organoleptik biskuit dan metode yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. analisis menunjukan bahwa Perlakuan lama waktu pembuatan dalam menghasilkan biskuit memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap organoleptik biskuit yaitu aroma, warna, rasa dan tekstur biskuit. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan yang tepat dengan lama waktu pembuatan dalam menghasilkan biskuit terdapat pada perlakuan D 15 menit yang mendapat rata-rata nilai untuk setiap variabel yaitu tingkat kesukaan aroma biskuit (4,611) sangat suka, rasa biskuit (4,77) sangat suka, warna biskuit (4,567) sangat suka tekstur biskuit (4,711). Kata Kunci : labu kuning, pembuatan ,biskuit, aroma, rasa, warna, tekstur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH SUHU PEMANGGANGAN DALAM PEMBUATAN CHIFFON Luruk Jenita *) Nubatonis Lesybet**) Malelak Zet**) ABSTRAK Penelitian tentang pengaruh suhu pemanggangan dalam pembuatan chiffon.Metode yang digunakan adalah mengunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masin diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 12 unit prcobaan dengan Suhu 155 OC ,Suhu 165 OC,Suhu 175 OC,dan Suhu 185 OC. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik dari hasil analisis terhadap respon organoleptik yang ditinjau dari rasa,aroma,warna,dan tekstur yang paling disukai panelis yaitu perlakuan A. 155 OC yang mendapat rata-rata nilai untuk setiap variabel yaitu tingkat kesukaan rasa sangat suka (3,833), aroma sanggat suka (3,750) warna sanggat suka (3,694) dan tekstur sangat suka (3,750 Sampel atau produk chiffon. Kata kunci : chiffon, suhu, Warna, Rasa, aroma,Tekstur
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ampas kelapa pada tepung terigu terhadap tingkat penerimaan sensorik biskuit yang disukai konsumen. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Adapun perlakuan sebagai berikut : A kontrol ( tanpa tepung ampas kelapa) B (5% tepung ampas kelapa), C (10% tepung ampas kelapa) dan D (15% tepung ampas kelapa). Substitusi tepung ampas kelapa pada tepung terigu berpengaruh terhadap sifat sensorik biskuit. Perlakuan substitusi tepung ampas kelapa yang menggantikan sebagian tepung terigu dalam pembuatan biskuit yang diterima panelis adalah perlakuan D (substitusi 15%) dengan nilai rata-rata tekstur biskuit (3,933 %) warna biskuit (4,6 %) rasa biskuit (4,489 %) aroma biskuit (4,556 %).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA L.) PADA TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) TERHADAP SIFAT SENSORIK STICK (YOHANES CONSTAN AQUINO*) (Andre.I. Medah**)(I.D.A.A.R.R.AdI**) Stick adalah salah satu jenis camilan yang berbahan utama tepung terigu yang memiliki kandungan gluten dan pati. Variasi stick sudah banyak dikembangkan mulai dari stick keju (chesse stick), stick ikan sampai stick dari umbi-umbian. Bahan baku utama pembuatan stick adalah tepung terigu. Tepung terigu adalah bahan baku utama yang sering digunakan oleh masyarakat, namun impor tepung terigu di Indonesia terus menerus mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kacang hijau pada tepung mocaf terhadap sifat sensorik stick dan untuk mengetahui tingkat substitusi tepung kacang hijau yang optimal terhadap sifat sensorik pada stick. Jenis penelitian ini Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga didapat 12 unit pecobaan, dengan persentase 0%, 15%, 20% dan 25%. Variabel yang diamati adalah, karakteristik sensorik yaitu rasa, tekstur, warna, aroma. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik organoleptik terdapat pada perlakuan B dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan Tekstur 4,6, Rasa 4,5, Aroma 4,4, dan Warna 4,3, dengan kategori sangat suka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakanpada tanggal 17 -21 mei 2021 di laboraturatorium ekstra fakultas teknologi pertanian Universitas Kristen Artha wacana Kupang tentang menganalisis study teknik pembuatan susu kacang nasi selama masa pengukusan yang berbeda terhadap karakteristik susu kacang nasi dan metode yang digunakan adalah menggunakan Rancang Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan . dan hasil analisis menunjukan bahwa Perlakuan study teknik pembuatan susu kacang nasi selama masa pengukusan yang berbeda terhadap karakteristik susu kacang nasi memberikan pengaruh yang sangat nyata (P>0,01) pada taraf signifikan 1% terhadap karakteristik organoleptik susu kacang nasi yaitu warna,dan rasa susu kacang nasi. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan yang tepat dengan study teknik pembuatan susu kacang nasi selama masa pengukusan yang berbeda terhadap karakteristik susu kacang nasi terdapat pada perlakuan DKacang nasi dengan kupas kulit ari di kukus selama 10 menityang mendapat rata-rata nilai untuk setiap variabel yaitu tingkat kesukaan aroma susu kacangnasi (4,6)sangat suka rasa(4,3)sangat suka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SUBTITUSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG MOCAF DALAM PEMBUATAN KUE PISANG GORENG Umbu Robaka Mensen *) Nuhamara.Melkianus**) Banoet Regina I.M.**) ABSTRAK Pisang goreng adalah makanan ringan yang banyak ditemukan di Indonesia, singapura dan Malaysia. Makanan ini terbuat dari pisang yang sudah dikupas kulitnya dipotong potong kecil sesuai keinginan kemudian dicampur dengan adonan hingga rata yang terbuat dari tepung dan sedikit garam dan gula dan selanjutnya digoreng dengan minyak goreng. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan melakukan 4 perlakuan (empat) kali perlakuan dan 3 kali (tiga) kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung mocaf pada tepung terigu dalam pembuatan kue pisang goreng. Untuk mengetahui salah satu perlakuan terbaik dari tepung mocaf dalam menghasilkan kue pisang goreng yang baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa Uji Analisis Organoleptik pada perlakuan B 90% menghasilkan nilai rata-rata rasa kue pisang goreng sebesar 4,778 (sangat suka), warna kue pisang goreng sebesar 4,677 (sangat suka), aroma kue pisang goreng sebesar 4,578 (sangat suka), dan tekstur kue pisang goreng 4,600 (sangat suka).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH PERBEDAAN KOSENTRASI PASTA BUAH PISANG AMBON TERHADAP DAYA TERIMA KONSUMEN KUE BOLU Joao R.G. Taka*)Ir. A. Medah, MP**) Ir. Zet Malelak, M.Si**) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini tentang kosentrasi pasta buah pisang ambon terhadap daya terima konsumen kue bolu. Tujuan peneltian untuk mendapatkan level kosentrasi yang cocok dalam penambahan pasta pisang ambon untuk pembuatan kue bolu yang dapat diterima oleh kosumen. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). dengan 4 perlakuan termasuk kontrol dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan prensentase Perlakuan. 0 % tanpa penambahan pasta pisang ambon. 20 % penambahan pasta pisang ambon 30% penambahan pasta pisang ambon, dan 40 % penambahan pasta pisang ambon. Variabel yang diamati adalah, karakteristik organoleptik yaitu Tekstur, Warna, Aroma, Rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji analisis organoleptik terdapat pada tekstur kue bolu paling disukai pada perlakuan D dengan menghasilkan skor 3.600, Warna kue bolu paling disukai pada perlakuan D yaitu dengan skor 3.767, Aroma kue bolu paling disukai pada perlakuan D yaitu dengan skor 3.700, dan Rasa kue bolu paling disukai pada perlakuan D yaitu dengan skor 3. 767. kata kunci : Bolu,tekstur, warna, aroma dan rasa * ( peneliti ) ** ( Pembimbing)