ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Proporsi ikan terdiri dari bagian yang dapat dimakan (edible
portion) berupa daging dan bagian yang dibuang (processing waste) berupa sisik,
kepala, tulang dan kulit. Penyedap rasa alami merupakan salah satu bahan
tambahan (zat aditif) yang diberikan pada masakan dengan tujuan untuk
memperkuat rasa pada masakan dan digunakan secara instan supaya masakan
menjadi lebih lezat dengan takaran bumbu yang sedikit. Berdasarkan beberapa
informasi yang penulis kumpulkan belum ada penelitian tentang pembuatan
penyedap rasa alami dari ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan tembang (Sardinella
sp) sebagai bahan penyedap rasa alami.
Tujuan penelitian: Penyedap rasa alami dari ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan
tembang (Sardinella sp) sebagai bahan penyedap rasa alami adalah sebagai
berikut: (1) Mengetahui proporsi ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan tembang
(Sardinella sp) sebagai bahan alternatif penyedap rasa alami, (2) Mengetahui
karakteristik uji organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa) serta kandungan
kadar air, protein, lemak dan asam amino dari penyedap rasa alami dari ikan layur
(Trichiurus sp) dan ikan tembang (Sardinella sp).
Metode penelitian: Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus
2022 untuk pembuatan studi proporsi daging ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan
tembang (Sardinella sp) sebagai bahan penyedap rasa alami di Laboratorium
Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Lab Fakultas Teknologi
Pertanian Universitas Gadjah Mada untuk pengujian kadar lemak dan protein serta
di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech (SIG), Bogor untuk pengujian
asam amino.
Hasil dan pembahasan: Proporsi pembuatan penyedap rasa alami dari ikan layur
(Trichiurus sp) dan ikan temang (Sardinella sp) yang dapat digunakan adalah
75%. Simpulan: Karakteristik organoleptik yang dimiliki oleh ikan tembang
menunjukan bahwa ikan tembang lebih baik digunakan sebagai bahan dasar
pembuatan penyedap rasa dibandingkan ikan layur. Berdasarkan analisis kimia
pada penyedap rasa hasil uji kadar air belum memenuhi syarat mutu SNI, analisis
kadar protein, kadar garam, memenuhi syarat mutu SNI 01-4273-1996, asam
amino esensial yang dominan adalah asam glutamat dan aspartat sedangkan asam
amino non esensial yang dominan adalah leusin dan arginin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perairan Tulandale merupakan salah satu perairan yang berada di kawasan di Kabupaten Rote Ndao memiliki potensi sumberdaya perikanan di wilayah pesisir cukup banyak, sehingga sangat dimungkinkan dilakukan usaha penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan karakteristik kondisi oseanografi terhadap hasil tangkapan tembang pada alat tangkap gillnet di perairan Tulandale Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2021, bertempat di perairan Tulandale Kabupaten Rote Ndao. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental fishing. Data hasil penelitian diolah menggunakan bantuan software Excel, dengan tingkat kepercayaan 95%. Hubungan kondisi oseanografi dan data hasil tangkapan dianalisis menggunakan metode regresi berganda, analisis regresi yang baik harus memenuhi beberapa syarat antara lain uji normalitas data, analisis varians (uji F) dan analisis koefisien regresi (uji T). Hasil Uji F menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh nyata (signifikan) antara parameter oseanografi (suhu, salinitas dan kecepatan arus) dengan hasil tangkapan ikan tembang dengan nilai sebesar 0,001 0,05 (Sig. F α). Nilai korelasi (R) sebesar 0,8357 tergolong nilai korelasi yang kuat antar parameter dengan hasil tangkapan ikan tembang. Nilai koefisien diterminasi (R²) sebesar 0,6229 atau 62,29% yang mempengaruhi hasil tangkapan ikan tembang dipengaruhi oleh parameter oseanografi (suhu, salinitas dan kecepatan arus), sedangkan sisanya sebesar 37,71% dipengaruhi oleh faktor lain. Model regresi yang terbentuk adalah Y = -30,3806 + 0,1824 X1 + 2,3829 X2 – 62,3056 X3, secara individual parameter oseanografi (suhu dan salinitas) signifikan atau berpengaruh nyata terhadap fluktuasi hasil tangkapan ikan tembang; sedangkan kecepatan arus tidak signifikan atau tidak berpengaruh nyata terhadap fluktuasi hasil tangkapan ikan tembang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MATRISNO RAJA (15380013). Analisis Bioekonomi Sumberdaya Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) Yang di Tangkap di Teluk Kupang: Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) merupakan salah satu jenis ikan pelagis yang memiliki nilai ekonomi karena permintaan yang semakin meningkat untuk konsumsi maupun sebagai umpan untuk menangkap ikan ekonomis penting. Hal ini memiliki dampak positif bagi nelayan karena pendapatannya semakin bertambahtetapi juga berdampak negatif karena akan membuat pola penangkapan nelayan menjadi lebih intensif hingga dapat terjadi over fishing. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui tingkat pemanfaatan sumber daya ikan tembang (Sardinella fimbriata)yang ditangkap di Teluk Kupang dan Untuk mengetahui upaya pengelolaan selanjutnya meliputi CPUE, MSY dan MEY. Penelitian ini telah dilaksanakan di TPI Oeba dan Pantai Oesapa Kota Kupangpada bulan Juli2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder.Berdasarkan hasil penelitian di ketahui bahwa hasil tangkapan ikan tembang (Sardinella fimbriata)yang tertangkap menggunakan 3 jenis alat tangkap yaitu: bagan perahu, bagan tancap dan lampara di Teluk Kupang memiliki nilai yang berfluktuatif setiap hari yakni bagan perahu total jumlah hasil tangkapan yaitu 2.970 kg dengan hasil tangkapan tertinggi yaitu sebanyak 600 kg/trip dan terendah yaitu 100 kg/trip. Bagan tancap total jumlah hasil tangkapan yaitu 150 kg dengan hasil tangkapan tertinggi yaitu sebanyak 50 kg/trip dan terendah yaitu 20 kg/trip. Lampara total jumlah hasil tangkapan yaitu 17.000 kg dengan hasil tangkapan tertinggi yaitu sebanyak 1.000 kg/trip dan terendah yaitu 100 kg/trip.hubungan antara effort dan prediksi hasil tangkapan ikan tembang (Sardinella fimbriata) yang dilakukan oleh nelayan di Teluk Kupang menggunakan alat tangkap bagan apung, bagan tancap dan lampara mulai mendekati titik maksimum yaitu pada nilai effort mencapai 150 maka prediksi tangkapan mencapai 2 ton per harinya