Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Penyelesaian Konflik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN PENYELESAIAN KONFLIK TERHADAP KINERJA PEGAWAI, PADA KANTOR DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari ilmu manajemen yang mengfokuskan perhatiannya pada pengaturan peranan sumber daya manusia dalam kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan tertentu sumber daya manusia sebagai pengelolaan sistem, agar sistem ini berjalan tertentu dalam pengelolaannya harus memperhatikan beberapa aspek penting seperti pelatihan, pengembangan, motivasi, dan aspek-aspek lainnya. Sumber daya manusia merupakan aset organisi sebagai kepemimpinan yang sangat vital, karena itu peran dan fungsinya tidak bisa digantikan oleh sumber daya lainnya. Salah satu hal penting yang harus di miliki oleh pegawai adalah kinerja pegawai memiliki peranan yang sangat penting karena kinerja merupakan bentuk hasil akhir dari proses pegawai yang menyelesaikan tugasnya dengan baik dan benar maka akan memiliki kinerja yang tinggi. Seorang pimpinan atau kepala Suatu organisasi akan di akui sebagai seorang pemimpin jika dapat mengarahkan bawahannya kearah pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa besar pengaruh kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai baik secara simultan mau parsiel. Metode penelitian yang di gunakan adalah regresi linear berganda dengan jumlah populasi 30 responden maka mengambil sampel dari semua jumlah populasi.teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah menyebarkan kuesioner. metode analisis data yang di gunakan adalah analisis regresi linear berganda, analisis korelasi, berganda, uji hipotesis, dan analisis koefesien determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai berpengaruh posetif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalaah dengan cara memperhatikan pengembangan sumber daya manusia pegawai, kepuasan kerja pegawai. Pengembangan sumber daya manusia melalui kepemimpinan transformasional merupakan hal penting yang mendorong pegawai untuk menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu pengembangan sumber daya manusia dan kinerja pegawai merupakan komponen penting dalam memberi motivasi bagi pegawai dalam bekerja. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemukan di lokasi, penelitian yaitu apakah pengaruh kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepengaruh kepemimpinan dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kota Kupang konsep penelitian dalam skripsi ini adalah, kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai.menurut Simamora ( 2003 : 45 ), kinerja adalah ukuran keberhasilan organisasi dalam mencapai misinya. Sedangkan Riniwati mendefenisikan kinerja adalah unsur pencatatan hasil kerja SDM dari waktu ke waktu sehingga di ketahui sejauh mana hasil kerja SDM dan perbaikan apa yang harus di lakukan agar di masa mendatang lebih baik. Untuk mencapai sasaran dan tujuan perusahaan, organisasi di susun dalan unit-unit kerja yang lebih kecil, dengan pembagian kerja, sistem kerja dan mekanisme kerja yang jelas. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analis deskriptif prestase di ketahui bahwa pengaruh kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kota Kupang berada dalam kategori rendah.pengembangan sumber daya manusia, pegawai dalam kategori rendah dan kinerja pegawai juga berada dalam kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana di ketahui bahwa kepemimpinan transformasional dan penyelesaian konflik terhadap kinerja pegawai di tunjukan dengan nilai segnifikan sebesar 0,025 dan nilai koefisien regresi sebesar 2,0,56 yang berarti sama tinggi pula kinerja pegawai, sebaliknya pengembangan sumber daya manusia berpengaruh posetif terhadap pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 7,460 yang berarti semakin baik sumber daya manusia kinerja pegawai semakin tinggi pula kinerja pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

YESUS DAN NIR-KEKERASAN SUATU TINJAUAN KRITIK IDEOLOGI TERHADAP LUKAS 19:1-10 DAN IMPLIKASINYA BAGI PEMAHAMAN NIR-KEKERASAN DI GMIT DALAM UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus pada persoalan bagaimana narasi perjumpaan Yesus dan Zakheus dalam Lukas 19:1–10 memuat konstruksi ideologis tertentu, serta sejauh mana narasi tersebut dapat dibaca sebagai dasar teologis bagi pemahaman nir- kekerasan dalam upaya penyelesaian konflik di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Fokus ini muncul dari kenyataan bahwa konflik merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika kehidupan bergereja di GMIT. Cara konflik ditangani mencerminkan pilihan-pilihan teologis dan struktural tertentu, yang penting untuk dianalisis secara kritis guna melihat sejauh mana penanganan tersebut berkontribusi pada pemulihan relasi dan penguatan persekutuan gerejawi. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap ideologi dominan yang bekerja di balik teks Lukas 19:1–10, menelusuri ideologi alternatif yang ditampilkan melalui tindakan Yesus, serta merumuskan kontribusi teologisnya bagi pengembangan pemahaman nir-kekerasan dalam konteks penyelesaian konflik di GMIT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penafsiran teks dilakukan melalui kritik ideologi dengan analisis intrinsik dan ekstrinsik, sehingga teks dibaca sebagai produk sosio-historis yang berelasi dengan struktur kuasa, eksklusi sosial, dan dinamika kekerasan yang dilembagakan dalam konteks Kekaisaran Romawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lukas 19:1–10 merefleksikan ideologi dominan berupa etnosentrisme religius yang melegitimasi eksklusi sosial dan kekerasan kultural terhadap Zakheus sebagai pemungut cukai. Di tengah konstruksi tersebut, tindakan Yesus menghadirkan ideologi alternatif berupa praksis nir-kekerasan yang bersifat relasional dan transformatif, yang membuka ruang pertobatan, pemulihan relasi sosial, dan keadilan ekonomi tanpa paksaan. Temuan ini menegaskan bahwa nir-kekerasan dalam Injil Lukas berfungsi sebagai strategi teologis aktif yang relevan untuk mengembangkan pendekatan penyelesaian konflik di GMIT yang berorientasi pada rekonsiliasi dan pemulihan persekutuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail