ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ARSI ANAT LEOKUNA (19380003). Analisis Bioekologi Lokasi Budidaya rumput Laut di Perairan Sulamu Kelurahan Sulamu Kabupaten.WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, P.hD. dan IMANUEL J. EMOLA, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kelurahan Sulamu Merupakan Salah satu Kelurahan yang berada di Kecamatan, Sulamu yang memiliki potensi sumber daya hayati pesisir yang cukup besar.juga potensi budidaya rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bioekologi lokasi budidaya rumput laut di Perairan Sulamu Kelurahan Sulamu Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan April 2023, di Perairan Sulamu Kelurahan Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan metode Servei dengan melakukan observasi dan pengukuran langsung di lapangan. Pengambilan Sampel Makro alga menggunakan metode garis transek kuadtran dengan ukuran 1x1 m.. untuk memperoleh data lamun sebagai objek penelitian di gunakan metode transek kuatran. Pengambilan sampel Echinodermata menggunakan metode belt transet. Data makro alaga yang diambil adalah kepadatan, indeks keanekaragaman,dan indeks dominasi. Data lamu yang di ambil Kerapatan jenis dan relatif , frekoensi jens relatif dan penutupan lamun. Echinodermata yang di ambil yaitu kepadatan keanekaragaman dan dominasi . Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa kelimpahan jenis dan relatif makroalga tertinggi adalah ditemukan pada jenis Ulva intestinalis dengan nilai kepadatan yaitu (10,00 individu/m2 38,12%). Sedangkan kepadatan jenis dan relatif relatif terendah adalah jenis graciralia sp dengan jumlah nilai (1,87 individu/m2 dan 1,73 individu/m2). Indeks keseragaman indeks keanekaragaman dan indeks dominasi makro alga tertinggi sebesar (0,504, 0,449, 0,093). Nilai kerapatan jenis relatif Lamun tertinggi terdapat pada halodule pinifolia dengan nilai kerapatan (19,47 m2, 38,65 %). Sedangkan nilai terendah kerapatan jenis dan relatif pada jenis enhalus acoroides dengan jumlah nilai (4,00m2,7,94%). Nilai frekonesi jenis dan relatif tertinggi terdapat jenis halodule pinifolia dengan nilai frekoensi (19,467m2 ). Sedangkan nilai terendah jenis frekoensi dan relatif terdapat pada jenis enhalus acoroides dengan nilai (4,000m2). Nilai penutupan jenis dan relatif tertinggi dengan jumlah nilai 3,86 dan terendah paada jenis enhalus acoroides dengan jumlah nilai (0,79%).Penutupan relatif tertinggi halodule pinifolia sebesar 38,65% dan penutupan relatif terendah pada jenis enhalus acoroides dengan jumlah nilai (7,94%). Kepadatan jenis dan relatif echinodermata tertinggi adalah di temukan pada jenis Ophiactidae dengan jumlah nilai 113 individu/m2 dan kelimpahan terendah pada jenis Halothuriidae dengan jumlah nilai (37 individu/m2 ). Kepadatan speseis tertinggi pada spesies macrophiotrix belli dengan jumlah nilai (3,00 individu/m2). sedangkan kepadatan spiesies terendah paada spesies linckia laevigata dengan jumlah nilai (0,10 individu/m2). Perhitungan indeks keanekaragaman, dominasi echinodermata (0,504, 0,449 dan 0,093).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mikroplastik merupakan plastik dengan diameter berdimensi kurang dari 5 milimeter. Mikroplastik sendiri biasanya berasal dari sampah plastik yang terurai menjadi sangat kecil. Permasalahan paling utama yang dibawa oleh mikroplastik merupakan bahan pada mikroplastik yang terdapat bahan pencemar sehingga bisa mengganggu ekosistem. Salah satu yang jadi permasalahan dari mikroplastik yakni berkurangnya kelimpahan biota laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dan penelitian ini menggunakan data primer dimana pengambilan sampel langsung di lapangan. Pengambilan data diambil dengan membeli langsung ikan hasil tangkapan nelayan yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian dan dibawah ke laboratorium untuk diteliti. Hasil pengujian mikroskop stereo pada 20 sampel saluran pencernaan ikan tongkol (Auxis rochei) yang diambil dari perairan Teluk Kupang menunjukkan adanya mikroplastik dalam sampel yang diteliti. Berdasarkan hasil pengamatan mikroplastik yang ditemukan pada sampel saluran pencernaan ada tiga jenis mikroplastik yaitu mikroplastik jenis Fiber, mikroplastik jenis film, dan mikroplastik jenis fragmen. Kelimpahan total mikroplastik pada 20 sampel saluran pencernaan ikan tongkol memiliki nilai sebesar 1,45 partikel/individu. Perhitungan kelimpahan ini dilakukan dengan membagi keseluruhan partikel mikroplastik yang ditemukan (film, fiber dan fragmen) dengan jumlah keseluruhan sampel, yakni 20 sampel. Kelimpahan mikroplastik pada pada kelas yang pertama dengan ukuran ikan 16-19 cm sebesar 1 partikel/individu. Pada kelas yang kedua dengan ukuran ikan 20-24 cm memiliki kelimpahan sebesar 1,9 partikel/individu. Ikan pada kelas kedua memiliki kelimpahan mikroplastik yang lebih besar dibandingkan dengan kelas pertama. Ini disebabkan karena bukaan mulut ikan lebih besar dan makan lebih banyak. Dengan kondisi perairan Teluk Kupang yang sebagaian lokasi pesisirnya ramai dengan aktivitas manusia dimana beberapa tempat memiliki parawisata, pasar, pertokoan dan rumah warga disekitar pantai yang menyebabkan bayak sampah yang dibuang kelaut dan dapat menyebabkan adanya mikroplastik
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air limbah laboratorium merupakan limbah yang berasal dari buangan hasil reaksi berbagai zat atau larutan yang digunakan dalam suatu eksperimen. Dalam penelitian ini jenis limbah yang digunakan adalah limbah cair domestik laboratorium
DLHK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air limbah Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT berdasarkan parameter bau, warna, kekeruhan, suhu, TSS, dan amoniak. Metode yang digunakan adalah metode
deskriptif kuantitatif. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah arang aktif tempurung lontar (Borassus flabellifer L.), sabut kelapa, pasir dan zeolit.
Hasil penelitian menunjukan nilai:suhu, kekeruhan, TSS, dan NH3, secara berurutan adalah;
27°C; 5,090; 75mg/L; dan 0,434mg/L. Selanjutnya hasil pengujian setelah filter secara berurutan adalah: 24°C; 5,990; 13mg/L; dan 0,019mg/L. Hasil yang didapatkan menunjukan kondisi air limbah laboratorium DLHK Provinsi NTT dengan parameter suhu, kekeruhan, TSS dan amoniak setelah filter jika dibandingkan dengan standar baku mutu mengacu pada peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No.68 tahun 2016 nilai suhu, TSS dan amoniak sudah memenuhi
standar baku mutu yang telah ditetapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
DELFINA D. D. DOS SANTOS (17383070) Analisis Sampah Laut (marine Debris) Pada Budidaya Rumput Laut di Periran Sulamu Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. WILSON TISERA, S.pi., M.si., Ph. D, sebagai pembimbing I. Dr. BEATRIX M. REHATTA, S.pi., M.si. sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana.
Kelurahan Sulamu merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kabupaten Kupang yang memiliki potensi sumberdaya rumput laut (macro algae). Dari hasil survey yang didapat, cukup banyak sampah laut yang ditemukan berupa plastik, botol air mineral, kayu, tali nylon, sampah rumah tangga seperti pecahan piring, dan adanya pembuangan kotoran manusia yang tidak jauh dari lokasi budidaya tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa sampah laut pada budidaya rumput laut di perairan Sulamu, Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret-April 2022 di areal budidaya rumput laut perairan Sulamu. Pengambilan data menggunakan metode belt transek pada lokasi penelitian dengan panjang transek 100 m dan luas area pengamatan 5 m. Hasil penelitian menunjukan bahwa sampah laut yang ditemukan adalah dari 5 kategori yaitu plastik, kayu, kaca, karet dan jenis lainnya. Berdasarkan pengamatan dari data yang ada kategori jenis sampah yang paling dominan di semua lokasi adalah kategori jenis sampah plastik dan kayu. Kepadatan mutlak dengan jumlah tertinggi adalah plastik 17,4 item/m2 dan berat tertinggi adalah kayu 5,493 gr/m2. Kepadatan relatif dengan jumlah tertinggi plastik dengan presentasi 81,31 % dan berat tertinggi kayu dengan presentasi 61, 37%.
Kata kunci: Sampah Laut, Rumput Laut, Budidaya, Perairan Sulamu, Kabupaten Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PARAMETER TOTAL COLIFORM OLAHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PROVINSI NUSATENGARA TIMUR MENGGUNAKAN TEKNIK FILTRASI ” Lenamah, F. R) * Hendrik, A) ** Blegur, W.A )** Laboratorium merupakan tempat penunjang kegiatan penelitian riset ilmiah, eksprimen, pengukuran ataupun yang dilakukan seseorang untuk memperoleh data hasil uji. Aktivitas yang dilakukan dalam laboratorium menghasilkan limbah cair yang tergolong dalam limbah domestik. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan dapat dilakukan dengan metode filtrasi dan bantuan media filter berupa arang aktif, sabut kelapa, pasir, dan zeolit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik filtrasi terhadap air limbah laboratorium media filtrasi untuk menurunkan total Coliform pada air limbah Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT yang sesuai dengan baku mutu dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2016. Hasil penelitian bahwa terjadi penurunan total coliform setelah dilakukan filtrasi yakni 16000 mL menjadi 7383 mL. Filtrasi telah mampu untuk menurunkan jumlah Coliform yang ada di dalam air limbah. Proses filtrasi dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengolahan air limbah dengan menggunakan kombinasi media bioremediasi. Nilai penurunan belum sampai di bawah baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Lingkunan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2016 sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan. Kata Kunci: Media Filter, Total Coliform, Air limbah Laboratorium DLHK Provinsi NTT. Keterangan : * ) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT ANALYSIS TOTAL COLIFORM PARAMETERS FOR WASTEWATER TREATMENT LABORATORY OF ENVIROMENTAL AND FORESTRY DEPARTEMENT OF EAST NUSA TENGARA PROVINCE USING TECHNIQUES FILTRATION Lenamah, F. R) * Hendrik, A) ** Blegur, W.A )** The laboratory is a place to support scientific research activitites, experiments, measurements or those carried out by someone to obtain test results data. Activities carried out in the laboratory produce liquid waste which is classified as domestic waste. To reduce environmental pollution can be done with the method of filtration and the help of filter media in the form of activated charcoal, coconut coir, sand, and zeolite. The reduce environmental pollution can be done with the method of filtration and the help of filter media in the form of activated charcoal, coconut coir, sand, and zeolite. The purpose of this study was to determine the filtration technique for laboratory wastewater with filtration media to reduce total coliform in the waste water of the laboratory for the Environment and Forestry office of the Province of NTT in accordance with the quality standards in the regulation of the Minister of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia 68 of 2016. The results of the study are that there was a decrease in total coliform after filtration, nomely 16000 mL to 7383 mL. Filtrasion has been able to reduce the amout of Coliform in the wastewater. Filtration process can be an alternative in wastewater treatment using a combination of bioremediation media. The reduction value has not yet reached the quality standard based on the Regulation of the Minister of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia Number 68 of 2016 so further researchs is needed. Keywords: Filter Media, Total, Coliform, DLHK Laboratory Wastewater East Nusa Tenggara Timur. Keterangan : *): Researcher **): Advisor
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi ini berjudul: “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Penggunaan Sumber Daya Air Untuk Usaha Tanpa Izin”.
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin?, Bagaimana cara pelaku melakukan penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin?, dan Bagaimanakah akibat hukum penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin terhadap pelaku?.
Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah: Untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya tindak pidana penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin, Untuk megetahi cara pelalaku melakukan penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin, Untuk mengetahui akibat hukum penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin terhadap pelaku.
Penelitian ini bersifat deskripstif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor penyebab terjadinya tindak pidana penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin, cara pelaku melakukan penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin dan akibat hukum penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin terhadap lingkungan dan pelaku. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka :
1. Faktor penyebab terjadinya tindak pidana peggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin yaitu:
a. Izin penggunaan Sumber daya air masih dalam proses,
b. Terdakwa belum mengurus izin.
2. Cara pelaku melakukan penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin yaitu:
a. Air tanah disedot dengan menggunakan mesin pompa air,
b. Air di tampung ke dalam bak penampung/tangki,
c. Air di alirkan ke tempat atau mesin pendorong.
3. Akibat hukum Terhadap pelaku tindak pidana penggunaan sumber daya air untuk usaha tanpa izin yaitu:
a. Pelaku dipidana penjara,
b. Pelaku membayar denda,
c. Pelaku dibebankan membayar biaya perkara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan merupakan bahan pangan yang sangat mudah rusak karena mengandung kadar air, protein yang cukup tinggi, pembusukan ikan disebabkan oleh degradasi daging ikan karena aktifitas enzim, perubahan biokimia dan pertumbuhan mikroorganisme segera setelah ikan mati. Nugget adalah suatu bentuk produk olahan daging yang terbuat dari daging giling yang telah dibumbui, kemudian dilumuri perekat tepung dan diselimuti tepung roti, digoreng setengah matang lalu dibekukan untuk mempertahankan mutunya selama penyimpanan. nugget ikan merupakan produk olahan menggunakan lumatan daging ikan yang dicampur dengan bahan pengikat dan bahan lainnya.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik organoleptik (aroma, rasa, warna dan tekstur) dan kimiawi (kadar air dan protein) dari nugget ikan lele dengan variasi penambahan tepung rumput laut dan ubi ungu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober 2022 sampai desember 2022 di laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk, pengujian Organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa), pengujian kimiawi (adar air dan protein).
Metode Yang Digunakan Yaitu Metode Rancaan Acak Lengkap Faktorial, dengan perlakuan tepung dan persentase tepung. Penelitian ini didesain menurut pola percobaan faktorial 3×4 menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL) dan memiliki 2 kali ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan, yang menjadi faktor perlakuan adalah tepung dan persentase tepung. Perlakuan tepung (A) terdiri dari tepung rumput laut (a1), tepung ubi jalar ungu (a2) dan tepung rumput laut + tepung ubi ungu (a3), perlakuan persentase tepung (B) terdiri dari 4 gram (b1), 8 gram (b2), 12 gram (b3), dan 16 gram (b4).
Hasil penilaian menunjukkan bahwa nugget ikan leleb yang diproses dengan variasi penambahan tepung ubi ungu dan tepung rumput laut yang berbeda memiliki kadar air berkisar antar 36,67-45,96% sedangkan kadar protein berkisar antara 15,02-17,13%. Tingkat penerimaan panelis masih menyukai (warna, aroma, rasa dan tekstur) nugget ikan lele dengan variasi penambahan tepung rumput laut dan tepung ubi ungu.
Nugget ikan lele yang dihasilkan dari setiap kombinasi perlakuan memiliki karakteristik yang berbeda-beda pada nilai kadar air, protein dan tingkat penerimaan panelis terhadap parameter warna, aroma, rasa dan tekstur nugget ikan lele yang dihasilkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Garam mengandung natrium klorida (NaCl), ion magnesium, ion kalsium dan ion sulfat yang penting bagi tubuh manusia, sehingga diperlukan konsumsi garam dengan jumlah yang tepat untuk menunjang kesehatan manusiaPenelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022, di Desa Silawan, Kabupaten Belu untuk pengambilan sampel garam, sedangkan untuk pengujian Organoleptik, Kadar Air, Kadar NaCl, Bagian Yang Tidak Larut Dalam Air dan Iodium, dilakukan di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa teknik pembuatan garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Silawan Kabupaten Belu, meliputi tanah tambak digaruk/dikumpulkan dan air laut ditampung dalam kolam jebakan, penyaringan selama 1 jam, pemasakan atau perebusan selama 7 jam, penirisan selama 2 jam, pengemasan dan distribusi. Kualitas garam masak yang diproduksi secara tradisional di Desa Silawan, untuk pengujian kadar air : 4,44%, kadar NaCl : 48,2%, bagian yang tidak larut dalam air : 0,83 dan kadar iodium : 34,4% mg/kg, Parameter warna (putih normal) 0%, (putih kecokelatan) 100%, dan parameter bau (Bau normal) 7%, (bau tidak normal) 93%. Desa Silawan juga memperhatikan proses/teknik pembuatan garam masak yang baik dan garam masak yang sudah diproses harus dilanjutkan dengan proses penjemuran sehingga kadar airnya sesuai dengan standar SNI 4435-2017.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
AGUSTHINA DJO HAU (17383920).Stuktur Komunitas Makroalga di Perairan Ledeana dan Mebba Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua; Dr. BEATRIX M. REHATTA. S, Pi., M Si sebagai Pembimbing I dan DONNY M. BESSIE, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Makroalga merupakan tumbuhan thallus (Thallophyta) dimana organ-organ berupa akar, batang dan daunnya tidak terdiferensiasi dengan jelas (tidak sejati). Pesisir pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba Merupakan salah satu pantai yang memiliki wilayah pasang surut serta memiliki tipe pantai dengan tipe substrat berbatu, berpasir serta berkarang.pantai ini memiliki sumberdaya hayati salah satunya makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di kawasan perairan Pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi makroalga yang ditemukan perairan pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba terdiri dari 3 Devisi yaitu Phaephyta terdiri dari 6 spesies, Padina australis, Dyctyopteris polypodioide, Sargassum polycarpum, Sargassum muticum Sargassum horneri, cystoseira sedangkan Rhodophyta terdiri dari 2 spesies yaitu Gracilaria coronopifalia, Galaxaura rugosa dan Clorophyta terdiri dari 4 spesies yaitu Caulerpa lentilifera, Boergisenia forbesii, Caulerpa taxifolia,Halimeda disconosoides.
Nilai indeks keanekaragaman PantaiLedeana 0,636 dan Kelurahan Mebba 0,901 (H') tergolong rendah, indeks keseragaman Pantai Ledeana yaitu 0,106, dan Kelurahan Mebba 0,901 (E) tergolong merata dan indeks dominansi (C) Pantai Ledeana 0,295 dan Kelurahan Mebba 0,059 menunjukan tidak ada jenis yang mendominansi.
Kata Kunci :struktur komunitas, makroalga, perairan Ledeana, dan Kelurahan Mebba
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
DIKSON RATU PA (17381950). Struktur Komunitas Echinodermata Pada Ekosistem Lamun Di Perairan Desa Ramedue Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua; Dr. BEATRIX M. REHATTA. S, Pi., M Si sebagai Pembimbing I dan WILSON L. TISERA., S,Pi. M.Si. Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Echinodermata merupakan salah satu hewan yang penting dalam ekosistem laut dan bermanfaat sebagai salah satu komponen dalam rantai makanan, pemakan sampah organik dan hewan kecil lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Struktur Komunitas Echinodermata di Perairan Ramedeu.
Penelitian ini telah dilaksanakan selama 1 bulan yaitu pada bulan Maret 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel Echinodermata menggunakan metode Transek Sabuk (Blet Transect).Transek dipasang tegak lurus dengan garis pantai sepanjang 100 m. kemudian dilakukan pengamatan ke kiri dan kanan transek 2,5 m x 2,5 m. jarak antra transek 50 m. sehinggga didapatkan total luas area pengamatan adalah 500 m2. Setiap stasiun dilakukan pemasangan tiga transek. Analisis data dilakukan terhadap Kelimpahan, Keanekargaman, Keseragaman dan Dominansi. Faktor fisik-kimia perairan juga diambil sebagai data pendukung
Hasil penelitian echinodermata di Perairan Desa Ramedue ditemukan13 spesies, 4 class dengan jumlah 440 individu. Stasiun I terdapat 12 spesies dari 4 Class, Stasiun II terdapat 12 spesiesdari 4 Class, sertastasiun III terdapat 13 spesies dari 4 Class. Struktur komunitas echinodermata di Perairan Desa Ramedue memiliki kelimpahan jenis dan relatif berbeda-beda yakni stasiun I yang tertinggi yaitu jenis Tripneustesgratlla dengan nilai sebesar 0,019 ind/m², 18%, stasiun II Tripneustesgratlla dengan nilai sebesar 0,016 ind/m², 17%, dan stasiun III Diademasetosum dengan nilai sebesar 0,016 ind/m², 17%. Indeks keanekaragaman jenis yang berbeda-beda yakni stasiun I memperoleh nilai sebesar 1,001, stasiun II memperoleh nilai sebesar 1,027, serta stasiun III memperoleh nilai sebesar 1,047 tergolong keanekaragaman sedang. Nilai indekskeseragaman pada stasiun I sebesar 0,928, stasiun II sebesar 0,952, dan stasiun III sebesar 0,940. Berdasarkan kriteria maka nilai indek skeseragaman Filuum Echinodermata pada stasiun I, II dan III memiliki nilai populasi yang stabil, dan nilai indeks dominansi pada stasiun I yakni 0,110, stasiun II yakni 0,104, dan pada stasiun III yakni 0,094. Hasil analisis dominansi menunjukan bahwa tidak ada spesies yang mendominansi dengan nilai tidak mendekati 1 atau mendekati 5. Tidak ada jenis Echinodermata yang mendominansi pada stasiun 1, II dan III.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH MPDEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SATU ATAP OENAM, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN 2021
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah ada Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pakerti Kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Oenam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran koopreratif tipe think pair share terhadap hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, Populasi terdiri dari dua kelas dengan jumlah keseluruhan 54 siswa.Sampel dari penelitian ini adalah 29 siswa untuk kelas VIII A sebagai kelas ekspreimen dan 25 siswa kelas VIII B sebagaikelas kontrol.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes objektif berbentuk pilihan ganda yang terdiri dari 20 butir soal.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kuantitatif dengan analisis uji t.
Berdasarkan analisis uji-t, diperoleh nilai thitung sebesar 2,17sedangkan ttabel pada taraf signifikasi 5% yaitu sebesar 2,006, maka dapat disimpulkan bahwa thitung>ttabel.Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe think pair share terhadap hasil belajar siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pakerti.
Kesimpulannya bahwa ada pengaruh model pembelajaran think pair share terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri satu atap oenam.Berdasarkan penelitian ini saran yang disampaikan adalah model pembelajaran think pair sharedapat digunakan sebagai salah satu alternatif guru dalam mengajar.
Kata kunci : Model pembelajaran kooperatiftipe think pair share, hasil belajar.
Keterangan :
*) :Penulis
**) :Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air merupakan salah satu sumber daya alam bagi kehidupan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi ini, tidak saja untuk dikonsumsi, namun juga menopang kebutuhan akan air pada banyak aktivitas manusia. Mata air Nifu Esu merupakan salah satu mata air yang digunakan oleh masyarakat Desa Baumata Utara untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari seperti makan, minum, mandi, mencuci, serta mengairi tanaman pertanian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas air pada sumber mata air Nifu Esu yang terdapat di Desa Baumata Utara Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang berdasarkan pada parameter fisika (TDS dan TSS), parameter kimia (pH, DO dan BOD), dan parameter Biologi (total Coliform). Sampel berupa mata air Nifu Esu dengan pengambilan dua titik sampel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan data hasil pengukuran dari masing-masing parameter air dengan nilai baku mutu PP No. 82 Tahun 2001. Berdasarkan penelitian pada mata air Nifu Esu diperoleh hasil uji kualitas air pada TDS (titik I: 149 mg/L dan titik II: 75,9 mg/L), TSS (titik I: 3 mg/L dan titik II: 2 mg/L), pH (titik I: 73,9 dan titik II: 73, 9), DO (titik I: 7,26 mg/L dan titik II: 7,07mg/L) BOD (titik I: 4 mg/L dan titik II: 3,99 mg/L) dan total coliformpada titik I dan II diperoleh nilai 2400 ml/100 ml. Dari hasil penelitian tersebut yang memenuhi standar baku mutu air berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001 kelas yaitu parameter fisika (TDS dan TSS) dan parameter kimia (pH), sedangkan yang tidak memenuhi standar baku mutu air yaitu parameter kimia (DO dan BOD) dan parameter biologi (total Coliform). Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2001, mata air NifuEsutidaklayakdikonsumsi, apabilahendakdikonsumsi air .
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Arang aktif merupakan suatu produk yang dihasilkan dari metode karbonisasi, baik secara kimia, fisika, maupun keduanya. Struktur arang dengan pori-pori yang terbuka luas, sehingga kapasitas penyerapannya menjadi lebih tinggi. Arang aktif digunakan sebagai media filter terhadap penurunan kualitas air limbah tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas arang aktif dari tempurung lontar (B.flabelliter L) dalam menurunkan, suhu, warna, bau, TSS, COD, BOD, pH, NH₃, NO₂ Mikrobiologi dari limbah pabrik Tahu Bintang Oesapa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan nilai:suhu, pH, BOD, COD, TSS, NH₃, dan NO₂ secara berurutan adalah; 25°C; 5,60; 839,47mg/L; 1094,600mg/L; 9,31mg/L; 0,097mg/L; 0,054mg/L. Selanjutnya hasil pengujian setelah filter secara berurutan adalah: 25°C; 7,00; 544,89mg/L; 967,827mg/L; 8,97mg/L; 0,050mg/L; 0,01mg/L. Hasil pengujian pada titik tiga, sebelum filter nilai parameter secara berurutan: 25°C; 6,25; 309,39mg/L; 1004,700mg/L; 9,46mg/L; 0,484mg/L; 1,336mg/L. Selanjutnya hasil pengujian setelah filter secara berurutan adalah: 25°C; 7,00; 173,13mg/L; 961,053mg/L; 9,38mg/L; 0,503mg/L; 0,22mg/L. Namun, uji total Coliform pada titik I dan titik III diperoleh hasil yang berbeda yaitu 180/100 mL dan 1.700/100 mL pada titik III tidak memenuhi standar baku mutu air limbah ditetapkan oleh pemerintah yaitu PP No. 82 Tahun 2001. Hasil yang didapatkan menunjukan kondisi air limbah tahu dengan parameter bau, warna, suhu, COD, BOD, NH₃, NO₂ dan total coliform pada titik I dan III Sebelum filter melewati batas baku mutu yang diijinkan menurut permen Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air merupakan kebutuhan utama bagi seluruh makhluk hidup baik tumbuhan, hewan maupun manusia. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan air kelas 1. Air harus memenuhi kriteria dari tiga parameter yaitu parameter fisika (temperatur, TDS,TSS) parameter kimia (pH, DO,BOD) dan parameter mikroorganisme (total Coliform). Hasil penelitian dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air kelas 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air pada mata air tedens yang digunakan masyarakat dikelurahan oeba kota kupang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah mata air tedens. Pengukuran parameter fisika (temperatur) di lakukan di lokasi penelitian, TDS, TSS, paramater kimia (pH) dan parameter mikrobiologi (total Coliform) diuji di Laboratorium Pendidikan Biologi UKAW Kupang serta DO dan BOD (parameter kimia) diuji di Laboratorium Dinas Lingkungan. Hasil pengujian kualitas air secara fisika, kimia, biologis berturut-turut yaitu temperatur 29 OC, TDS 93 mg/L, TSS 0,0857 mg/L, pH 7,04 mg/L, DO 5,8 mg/L, BOD <MDL=2 mg/L, total Colform 150/100 sehingga dari penelitian ini dapat di simpulkan bawah dari 7 indikator yang memenuhi baku mutu adalah temperatur, TDS, TSS, pH, BOD dan coliform. Sedangkan parameter yang nilainya dibahwa baku mutu adalah DO. Sehingga mata air Tedens tidak memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan dalam PP No 82 Tahun 2001 kelas 1.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang:Aktifitas olahraga tanpa disadari atau sadar sering dilakukan dimana-mana. Aktifitas ini berkaitan dengan gerakan jasmani, bermain, dan rekreasi. Olahraga extreme adalah olahraga yang lebih mengarah kepada olahraga yang lebih modern dan lebih individualis yang memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dengan resiko kecelakaan lebih besar dari olahraga pada umumnya. Surfing atau Selancar air merupakan salah satu olahraga extreme yang dikategorikan sebagai olahraga prestasi dan rekreasi, dan olahraga selancar air juga dapat dijadikan sebagai hobi maupun profesi yang saat ini sedang berkembang dikalangan remaja (Krisnandar, 2016). Perkembangan olahraga surfing di Kabupaten Rote Ndao sudah tergolong sangat lama yakni pada tahun 2000 sudah ada beberapa orang di Kabupaten Rote Ndao yang menekuni olahraga ini.
Tujuan penelitian:Untuk mengetahui Perkembangan Olahraga Extreme Selancar di Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao.
Metode penelitian:Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif.
Hasil dan pembahasan:Dari hasil penelitan tentang olahraga selancar di Desa Bo’a, kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao. Olahraga selancar sejauh ini masih minim, hal ini terbukti dengan mayoritas peselancar di Desa Bo’a yang banyak disukai oleh wisatawan baik dari dalam Negeri maupun luar Negeri. Olahraga selancar sampai sekarang belum didukung langsung dari pemerintah karena dianggap sebagai suatu hal yang dibawa oleh masyarakat mancanegara. Olahraga selancar sampai sekarang belum didukung langsung dari pemerintah karena dianggap sebagai suatu hal yang dibawa oleh masyarakat mancanegara.
Simpulan:Para Atlit selancar melaksanakan latihan selancar dengan giat dan tekun sampai memperoleh kejuaraan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air adalah salah satu komponen utama yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan makhluk hidup di muka bumi ini. Air bersih harus memenuhi syarat kesehatan berupa faktor fisik, kimia, biologi serta bebas dari pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mata air Kali Dendeng di Kelurahan Fontein Kecamatan Kota Raja Kota kupang. berdasarkan Parameter Fisika (Suhu dan TSS), Parameter Kimia (pH dan COD), dan Parameter Mikrobiologi (Fecal Coliform). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada ketiga titik sampel air. Sampel 1 (mata air) sampel 2 (aliran) sampel 3 (mengairi). Suhu pada mata air (sampel 1) 27°C, (sampel 2) 26°C, (sampel 3) 28°C. pH pada mata air (sampel 1) 6,85 (sampel 2) 6,72, (sampel 3) 6,79. Jumlah bakteri Fecal Coliform pada sampel 1 (330), sampel 2 (270), sampel 3 (130). Dari hasil penelitian ini maka yang memenuhi standar baku mutu air yang telah ditetapkan dalam PP No. 82 tahun 2001 untuk kualitas air kelas I yaitu Temperatur, COD, TSS dan pH sedangkan indikator yang melebihi standar baku mutu air yaitu Fecal Coliform. Disarankan kepada masyarakat Kelurahan Fotein dan pihak Kelurahan untuk memperhatikan kebersihan di sumber mata air Kali Dendeng agar terhindar dari pencemaran dan tidak menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui air jika air tersebut dikonsumsi oleh masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK TERHADAPHASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KUPANGTENGAHTAHUNAJARAN2021/2022
Ndolu,N. A.M)* Manu ,T. S. N)** Meha,A.M)**
Hasilobservasiawalyangdilakukanpenelititanggal12Januari2022padapembelajaranIPAdikelasVIISMPNegeri1KupangTengah,diketahuibahwapembelajaranmasihdidominasiolehmetodeceramahdanpenugasan,kurangadainteraksi antar siswa dalam pembelajaran yang berdampak pada kurang antusiasnya siswaketikapembelajaranberlangsung.Masihditemukanjugasebagiansiswayanghasilbelajarnya masih rendah. Siswa kebanyakan masih berada pada tahap mengetahui danmengingat,sedangkantahaplainnyasepertimemahamidanmenerapkan,sertamenganalisis masih sangat rendah. Model pembelajaran yang digunakan guru juga belumbervariasi, khususnya model Pair Check sebelumnya belum pernah digunakan oleh guru.Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaranPair Check terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kupang Tengah, TahunAjaran 2021/2022. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahquasi experimentdengan memilih desain penelitian post test only control group design,untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran pair check terhadaphasil belajar siswapada dua kelompok subjek, yang dilihat dari rata-rata nilai. Hasil belajar siswa setelahpembelajarandenganmodelpembelajaranpaircheckpadamateripencemaranlingkunganlebihtinggidaripadahasilbelajarsiswadenganpendekatanmetodekonvensional (ceramah-diskusi). Pembelajaran dengan model pembelajaran pair checkmembuat siswa menjadi terlibat aktif dalam membangun pemahamannya terhadap materiyang dipelajari. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test, pada equal variancesassumed diperoleh nilai signifikansi 2-tailed-nya lebih kecil 0,05 yaitu 0,020 maka dapatdikatakan Ha diterima dan Ho ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapatpengaruh yang positif dan signifikan dari model pembelajaran pair check terhadap hasilbelajarIPASiswakelasVIISMP Negeri1 KupangTengah, Tahun Ajaran2021/2022.
KataKunci: Hasil Belajar, Pembelajaran, Model Pembelajaran PairCheck.
Keterangan:)*Peneliti
)**Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Identifikasi jenis-jenis rumput yang terdapat di Bukit Wairinding sangat penting dilakukan karena mengingat semakin banyaknya rumput yang digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari baik didunia pendidikan, kesehatan maupun dunia peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis rumput yang terdapat di Bukit Wairinding. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi. Metode eksplorasi digunakan untuk mengamati bagian permukaan dari tumbuhan rumput. Rancangan pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, koleksi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil identifikasi menunjukan bahwa di Bukit Wairinding terdapat 9 Famili yang terdiri dari Familia Gramineae, Poaceae, Mavaceae, Euphorbiaceae, Asteraceae, Fabeceae, Dioscoreaceae, Commelinaceae dan Scrophulariaceae. Dari 9 Famili terdiri atas 10 jenis yang termasuk golongan rumput-rumputan antara lain Imperata cilidra, Heteropogon contortus, Sporus africianus, Euglesina indica, Clorus barbata, Digitaria ciliaris, Ischaemum timorense, Themeda arguens, Panicum dichotomiflorum, Sp 4 dan 7 jenis yang termasuk golongan gulma antara lain Sida rhombifolia, Sphagneticola tribolata, Euphorbia hirta, Indigofera linifolia, Sp 1, Sp 2, dan Sp 3. Spesies yang paling banyak ditemukan yaitu Heteropogon cortortus dengan jumlah 409 individu, nilai kerapatan relatif sebesar 16.425%, dengan nilai frekuensi relatif sebesar 8.988% dan indeks nilai penting sebesar 25.414. Tingginya nilai kerapatan pada Heteropogon contortus didukung oleh kondisi lingkungan. Heteropogon contortus memiliki habitat dengan kondisi kering dan terbuka yang langsung disinari oleh matahari. Sedangkan yang memiliki nilai kerapatan terendah yaitu jenis Sida rhombifolia dengan jumlah 49 individu dengan nilai kerapatan relatif 1.967%, nilai frekuensi relatif 3.370% sedangkan indeks nilai penting 5.338. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk inventarisasi jenis rumput beracun yang ada di Bukit Wairinding
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air merupakan sumber daya alam yang penting bagi kehidupan makhluk hidup termasuk manusia. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan air, air harus memenuhi kriteria dari tiga parameter yaitu parameter fisika, parameter kimia dan parameter Mikrobiologi(Total Coliform). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air di mata air Oekolo desa Baumata Utara Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang berdasarkan parameter kimia (COD) dan parameter Mikrobiologi.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan desain eksperimen dengan membandingkan data hasil pengukuran dari masing-masing parameter air dengan nilai baku mutu PP No 82 tahun 2001. Berdasarkan hasil penelitian pada Mata air Oekolo diperoleh uji kualitas air pada titik ICOD3 mg/L dan titik II sama yaitu 3 mg/L memenuhi standar batas baku mutu air minum kelas I yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun, uji total Coliform pada titik I dan titik II diperoleh hasil yang sama yaitu >2400/100 mLmelebihi/tidak memenuhi standar baku mutuair kelas 1yang ditetapkan oleh pemerintah.Sehingga nilai mikrobiologi pada mata air Oekolotergolong dalam baku mutu kelas II berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 untuk sarana/prasarana, rekreasi, peternakan atau peruntukkan lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
APRIANTO BOLA NGURU (17382770) Analisis Pertumbuhan Eucheuma denticulatum Dengan Metode Vertikultur Pada Keramba Jaring Apung di Perairan Batubao Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Alfred G. O. Kase, S.Pi.,M.Si., Ph.D dan Donny M. Bessie., S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen artha Wacana kupang. Makro alga (seaweed) atau dalam dunia perdagangan disebut sebagai rumput laut yang merupakan biota laut yang tergolong dalam ganggang (alga) multiseluler division thallophyta, tidak seperti tanaman sempurna pada umumnya makro alga tidak memiliki akar, batang dan daun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui laju pertumbuhan makro alga Eucheuma denticulatum dengan menggunakan metode vertikultur. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 49 hari yaitu pada bulan Agustus sampai September 2021. Rumput laut yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eucheuma denticulatum di Perairan Batubao Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan Pertambahan berat makro alga Eucheuma denticulatum di Perairan Batubao dengan nilai rata-rata tertinggi 578,4 gram pada kedalaman 0 cm dan nilai terendah pada kedalaman 100 cm dengan nilai 268,0 gram. Pertumbuhan harian makro alga Eucheuma denticulatum dengan nilai rata-rata tertinggi pada kedalaman 0 cm dengan nilai 9,76 gram sedangkan pertumbuhan terendah yakni 3,43 gram pada kedalaman 100 cm. Pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata tertinggi pada kedalaman 0 cm yakni 6,266 %. Sedangkan pertumbuhan terendah pada kedalaman 100 cm dengan nilai 5,497 %. Pertumbuhan mutlak makro alga di Perairan Batubao dengan nilai rata-rata tertinggi 478,4 gram pada kedalaman 0 cm dan nilai terendah yakni 168,0 gram pada kedalaman 100 cm.