ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumput laut merupakan salah satu komoditi perikanan penting yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang baik pangan maupun non-pangan. Pemanfaatan rumput laut kemudian berkembang sebagai bahan baku industri makanan, kosmetik, farmasi, kedokteran, dan industri lainnya.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2021 di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan sabun padat dari bubur rumput laut serta pengujian organoleptik (warna dan aroma), pH, kadar air serta stabilitas busa.
Hasil penelitian Nilai rata-rata dari warna sabun padat terendah terdapat pada netral (5,20) sedangkan nilai tertinggi yaitu sangat suka (7,54), Nilai rata-rata dari aroma terendah terdapat netral (5,34) sedangkan nilai tertinggi yaitu pada kriteria sangat suka (7,90), Nilai rata-rata kadar air produk sabun padat yang dibuat dari presentase bubur rumput laut Kappahycus alvarezii dan NaOH dengan persentase yang berbeda memiliki rentangan nilai yang berkisar antara 13,85- 17,97%. perlakuan yang menghasilkan nilai pH tertinggi ialah 9,2 dan nilai pH terendah terdapat pada nilai pH 8,5. Nilai rata-rata dari stabilitas busa pada produk sabun padat yang dibuat dari persentase bubur rumput laut Kappaphycus alvarezii dan NaOH yang berbeda memiliki rentangan nilai antara 73,55% -89,12%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kappaphycus alvarezzi merupakan salah satu jenis rumput laut yang sering dimanfaatkan dalam industri non-pangan seperti industri farmasi dan kosmetika karena kandungan antioksidannya mampu berfungsi sebagai pelindung dari sinar ultraviolet yang dapat merusak kulit. Salah satu produk non-pangan yang sering dibuat dari rumput laut ialah produk sabun padat. Studi karakteristik sabun padat yang diproses dengan persentase bubur rumput laut Kappaphycus alvarezii dan sari daun kelor (Moringa oliefera, Lamk) yang berbeda dirancang menurut pola percobaan faktorial dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang dikenakan terdiri dari 2 Faktor yaitu: Faktor A (Persentase bubur rumput laut Kappaphycus alvarezzi) dan Faktor B (Persentase sari daun kelor). Faktor (A) persentase bubur rumput laut terdiri dari 2 taraf yaitu: A1 (10%) dan A2 (15%). Faktor (B) persentase sari daun kelor terdiri dari 3 taraf yaitu: B1 (10%), B2 (20%) dan B3 (30%) dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH sabun berkisar antara 8,95-9,85. Stabilitas busa sabun padat berkisar antara 55,78%- 77,86%. Kadar air pada sabun berkisar antara 13,40%- 15,83% dan tingkat penerimaan panelis pada warna sabun berkisar antara 6,44- 8.00 sedangkan nilai pada parameter aroma berkisar dari 6,70- 8,94 dengan kategori suka sampai kategori sangat suka. Sabun padat yang memenuhi SNI 3532-2016 dan Dragon (1969) ialah sabun padat dari kombinasi perlakuan bubur rumput laut 15% dan sari daun kelor 10%.