Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Perairan Bolok.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EKOLOGI LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN BOLOK, KECAMATAN KUPANG BARAT, KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MARIA YULITA BERE (18380050). Analisi Ekologi Lokasi Budidaya Rumput Laut Kappaphycus alvarezii di Perairan Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.D dan DONNY M. BESSIE, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Desa Bolok merupakan salah satu desa dari 6 desa di Kecamatan Kupang Barat yang memiliki potensi sumberdaya hayati pesisir yang cukup besar, juga potensi budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi ekologi lokasi budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2021-Februari 2022, di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan melakukan observasi dan pengukuran langsung di lapangan. Pengambilan sampel makrobentos menggunakan metode belt transek. SUntuk memperoleh data lamun sebagai objek penelitian digunakan metode transek kuadran. Metode pengambilan sampel makroalga menggunakan metode garis transek (line transect) dengan teknik sampling kuadran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan jenis dan relatif makrobentos tertinggi adalah ditemukan pada jenis Protoreaster nodosus yang memiliki nilai kelimpahan (0,5453 ind/m², 47.81%), sedangkan kelimpahan jenis dan relatif terendah adalah jenis Ophiocoma erinaceus dengan jumlah nilai kelimpahan yaitu (0,002 ind/m2), Linckia laevigata, Mesocentorus franciscanus, Tripneustes centricosus, Toxopneustes pileolus dan Macrophiotrix belli dengan jumlah kelimpahan relatif yang sama yaitu (0.06%). Perhitungan indeks keanekaragaman, keseragaman, dominasi makrobentos tetinggi sebesar (0,635, 0,629, 0,310). Kepadatan jenis dan relatif makroalga tertinggi adalah jenis Ulva reticulata dengan nilai kepadatan yaitu (8.4 Ind/m2, 28.97%). Sedangkan kepadatan jenis dan relatif terendah adalah jenis Ulva lactuca dengan nilai kepadatan yaitu (1.33 Ind/m2, 4.60%). Nilai frekuensi jenis dan relatif tertinggi pada jenis Ulva reticulata dengan nilai sebesar (0,8 ind/m2, 25%). Sedangkan Nilai frekuensi jenis dan relatif terendah pada jenis Ulva lactuca dengan jumlah nilai yaitu (0,2 ind/m2, 7,29%). Indeks keanekaragaman, keseragaman, dominasi makroalga tertinggi sebesar (0,770, 0,911, 0,192). Nilai kerapatan jenis dan relatif tertinggi terdapat pada jenis Thalassia hemprichii dengan nilai keraptan (10,23 m2, 51,00%). Sedangkan nilai terendah kerapatan jenis dan relatif pada jenis Syringodium isoetikolium dengan jumlah nilai yaitu (0,17 m2 , 0,83%). Nilai frekuensi jenis dan relatif tertinggi terdapat pada jenis Thalassia hemprichii dengan nilai frekuensi (0,90m2, 53%). Sedangkan nilai terendah frekuensi jenis relatif pada jenis Syringodium isoetikolium dengan jumlah nilai yaitu (0,03m2, 2%). Nilai penutupan jenis dan relatif tertinggi terdapat pada jenis Thalassia hemprichii dengan nilai penutupan (0.75m2, 21,53%). Sedangkan nilai terendah penutupan jenis relatif pada jenis Cymodecea retundata dengan jumlah nilai yaitu (0,23m2, 6,70%). Kata kunci: Ekologi, Kappaphycus alvarezii, Makrobentos, Makroalga, Lamun, Perairan Bolok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kandungan Pigmen Yang Di Ekstrak Dari Alga Hijau Caulerpa racemosa Di Perairan Bolok, Kabupaten Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alga termasuk salah satu sumber daya hayati yang sangat melimpah di perairan Indonesia. Alga dari kelas alga merah (Rhodophyceae) menempati urutan terbanyak dari jumlah jenis yang tumbuh di perairan laut Indonesia yaitu sekitar 452 jenis, setelah itu alga hijau (Chlorophyceae) sekitar 196 jenis dan alga coklat (Phaeophyceae) sekitar 134 jenis. Alga biasanya hidup di dasar yang dapat tertembus cahaya matahari seperti layaknya tanaman di darat pada umumnya, alga juga memiliki klorofil atau pigmen warna yang lain. Warna inilah yang menggolongkan jenis alga. Alga termasuk dalam golongan tanaman tingkat rendah yang memiliki klorofil atau zat hijau daun dan memiliki manfaat untuk manusia seperti anti oksidan, anti kanker, anti obesitas, anti diabetes, anti inflamasi dan anti bakteri. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi pada bulan April 2021 dengan pengambilan sampel dari perairan Bolok. Dengan judul analisis kandungan pigmen yang diekstrak dari alga hijau Caulerpa racemosa, dengan Metode Survei, Metode Kromatografi Lapis Tipis, dan Metode Spektrofotometri serta pengambilan sampel Caulerpa racemosa dengan sampling secara acak. Hasil penelitian dengan proses ekstrak pigmen total berada pada panjang gelombang 200-800 nm,memiliki tiga nilai puncak serapan panjang gelombang 353, 361, dan 378 nm dan nilai absorban 4,61, 4,28, 4,64. Untuk analisis Kromatografi Lapis Tipis mendapatkan tujuh spot pigmen dengan pigmen klorofil b, klorofil a, klorofil b sedangkan pigmen berikutnya pigmen tipe feofitin a, tipe diatoxanthin, xantofil dan karoten. Dalam analisis spektrofotometer tujuh spot pigmen diisolasi lalu di spektro pada panjang gelombang 200-350 nm untuk menghasilkan spektrogram dengan nilai puncak dan nilai absorbannya berbeda.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail