ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MAKARIUS, N. TAEK* NAINITI, N. P. P. E** MAKABORANG M** ABSTRAK Dalam memenuhi kebutuhan air untuk berbagai keperluan usaha tani, maka air (irigasi) harus diberikan dalam jumlah, waktu, dan mutu yang tepat sehingga tidak mempengaruhi menurunkan pertumbuhan dan produksi tanaman.Pemberian air irigasi dari hulu sampai hilir memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai, berupa; bendungan, bendung, saluran primer dan sekunder, box bagi, pertumbuhan tanaman dapat terjamin dengan baik, dan tercukupi air pengairannya (Silahooy, 2010). Untuk menjamin kebutuhan air irigasi bagi petani padi di Desa Bakus Tulama, telah tersedia fasilitas Irigasi berupa sumber air dari sungai Aimalae. Permasalah yang di hadapi di Daerah Irigasi adalah terjadi pemborosan dimana pembagian air tidak merata, ada kelompok petani yang mendapat jatah pembagian air cukup ada pula yang tidak cukupUntuk menjamin kebutuhan air irigasi bagi petani padi di Desa Bakus Tulama. maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul“ Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Irigasi Untuk Tanaman Pada Musim Tanam (MT I) di Daerah Irigasi Aimalae Desa Bakustulama, Kecamat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu ” Dari hasil penelitian dapat di ketahui bahwa hasil Efesiensi saluran primer pada daerah irigasi Aimale di Desa Bakus Tulama sebesar 86,862 % artinya kehilangan air di sepanjang saluran ialah 2,575%. Rata-rata Efesiensi saluran sekunder pada daerah irigasi Aimalae di Desa Bakus Tulam sebesar 43,360 %, artinya kehilangan air di sepanjang saluran sebesar 2,308%. Rata-rata Efisiensi saluran tersier pada daerah irigasi Aimalae di Desa Bakus Tulama sebesar 41,755%,artinya kehilangan air di sepanjang saluran sebesar 21,437%. Efesiensi penyaluran air pada Irigasi Aimalae Di Desa Bakus tulama sebesar 1,573 Kata Kunci : Analisis Ketersediaan Dan Kebutuhan Air Irigasi Untuk Tanaman Padi Pada Mt I Didaerah Irigasi Aimalae Desa Bakustulama Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu *) penelitian **) pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ESTIMASI KEBUTUHAN AIR IRIGASI UNTUK TANAMAN PADI MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 (STUDI KASUS PADA DAERAH IRIGASI PERSAWAHAN DI KECAMATAN DEMON PAGONG KABUPATEN FLORES TIMUR) Lakusa T*) Nainiti N.P.P.E.**) Haba Bunga F.J**) Kebutuhan air irigasi secara keseluruhan perlu diketahui karena merupakan salah satu tahap penting yang diperlukan dalam perencanaan dan pengelolaan sistem irigasi. Berdasarkan hal tersebut, maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan air irigasi dengan tujuan mendapatkan nilai kebutuhan air irigasi pada daerah studi dalam hal ini Daerah Irigasi di Kecamatan Demon Pagong Kabupaten Flores Timur. Faktor-faktor untuk menentukan kebutuhan air antara lain penyiapan lahan, penggunaan konsumtif, perkolasi dan rembesan, pergantian lapisan air dan curah hujan efektif. Prhitungan kebutuhan air irigasi dilakukan dengan cara yaitu perhitungan dengan menggunakan Software Copwat Version 8.0 Kebutuhan air tanaman padi di kecamatan Demon Pagong Kabupaten Flores Timur berdasarkan data iklimnya diperoleh Evapotranspirasi potensial tertinggi dicapai pada bulan Agustus yaitu 5,40 mm/hari dan terendah pada bulan Januari sebesar 3,45 mm/hari. Rata-rata nilai evapotranspirasi potensial sebesar 4,71 mm/hari. Sedangkan Kebutuhan air irigasi tertinggi yaitu pada bulan juli dekade ke-3 sebesar 62,4 mm/dec dan terendah pada bulan Juni dekade ke-1 sebesar 26,1 mm/dec.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KETERSEDIAAN AIR DAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI DI DESA NULLE KECAMATAN AMANUBAN BARAT KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Jose Dodi Correia*) Marthen L. Lano**) Marthen Makaborang***) Penelitian dilaksanakan di Daerah Aliran Sungai Desa Nulle, Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan pada bulan Desember 2020, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana ketersediaan air pada Daerah Aliran Sungai di Desa nulle dan kebutuhan air irigasi pada Daerah Aliran Sungai di Desa nulle. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan air pada Daeerah Aliran Sungai dan kebutuhan air irigasi pada Daerah Aliran Sungai. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai ketersediaan air dan kebutuhan air irigasi pada Daerah Aliran Sungai. Ketersediaan air pada Daerah Aliran Sungai mengalami peningkatan jumlah volume air pada bulan desember yaitu sebesar 328,21 m³/detik, dan mengalami penurunan jumlah debit air pada bulan agustus yakni sebesar 10,53 m³/detik. Sedangkan kebutuhan air irigasi untuk tanaman padi maupun palawija adalah 1 liter/det/ha, dimana luas lahan adalah 10 ha maka kebutuhan air irigasi pada Daerah Aliran Sungai adalah 25 liter/hari. Kata kunci : Irigasi, Ketersediaan air, kebutuhan air, padi, palawija. *) Peneliti **) Pembimbing I ***) Pembimbing II
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian dilaksanakan di Daerah Irigasi LekonaDesa Lekona, Kecamatan PantaiBaru Kabupaten Rote Ndao pada bulan November 2020, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana ketersediaan dan kebutuhan air di Daerah Irigasi Lekona terhadap tanaman padi sawah di Desa Lekona.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan air irigasi di lahanpadi sawah. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai ketersediaan dan kebutuhan air pada Daerah Irigasi Lekona. Dan observasi lapangan bertujuan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan data debit saluran irigasi, dan luas lahan irigasi dari instansi terkait. Hasil penelitian analisis efisiensi penyaluran tersier air musim tanam 1 pada daerah irigas Lekona Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao di lakukan pengukuran dengan tiga kali pengulangan dengan panjang titik ukur saluran 5 m. Kecepatan air pada saluran tersierdi Daerah Irigasi Lekona sebesar 28.512 mm/hari dikali 1 musim tanam (90 hari) = 2.566.080 mm untuk lahan seluas 160 ha. Sedangkan air yang dibutuhkan pada di lahan sebesar 13,824 mm/hari di kali 1 musim tanam (90 hari) sebesar 1.244.160 m3 untuk mengairi lahan persawahan seluas 160 ha. Jadi jumlah air yang lebih pada 1 hari sebesar 14.688 mm/hari sedangkan air yang lebih untuk 1 musim tanam sebesar 1.321.920 mm. Maka ketersediaan air di daerah irigasi Lekona pada musim tanam 1 lebih tinggi dari pada air yang dibutuhkan di lahan seluas 160 ha.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KETERSEDIAAN AIR DAN KEBUTUHAN PADA DAERAH IRIGASI NAEN UNTUK KEBUTUHAN TANAMAN PADI SAWAH DI KELURAHAN TUBUHUE KECAMATAAN KOTA KEFAMENANU KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Sila Yermias * Lano Marten** Makaborang Marthen,** Mahasiswa Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Penelitian dilaksanakan di Daerah Irigasi Naen Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara pada bulan November 2020. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan air irigasi di lahan padi sawah. Ketersediaan air di areal persawahan Naen sangat melimpah untuk musim tanam 1 (MT 1) yang dimulai bulan November dengan ketersediaan debit sebesar 312,90 liter/detik, yang terus surplus hingga akhir musim tanam 1. Untuk musim tanam 2 (MT 2) yang dimulai bulan Maret, ketersediaan air sebesar 955,94 liter/detik, yang sangat melimpah hingga akhir musim tanam 2. Untuk musim tanam 3, ketersediaan air sangat terbatas hingga di debit minilmal 0 liter/detik di bulan Agustus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI UNTUK TANAMAN JAGUNG MENGGUNAKAN CTOPWAT 8.0(STUDI KASUS PADA DAERAH PERSAWAHAN KECAMATAN MALAKA BARAT,KABUPATEN MALAKA
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS KETERSEDIAN DAN KEBUTUHAN AIR MUSIM TANAM KE 2 PADI SAWAH DI DAERAH IRIGASI BUKAPITING KECAMATAN ALOR TIMUR LAUT
OLEH
Penton M. *) Nainiti. Niko. P. P **) Lano. M. L **)
Suatu penelitian telah di lakukan di daerah irigasi Bukapiting penelitian ini di laksanakan pada bulan November sampai Desember, penelitian ini bertujuan untuk menghitung beberapa ketersedian air irigasi di Bukapiting Kecamamatan Alor Timur Laut untuk memghitung berapa kebutuhan air irigasi untuk pertanian padi di Bukapiting dan untuk menentukan pola tanam yang tepat berdasarkan ketersedian air yang ada di Bukapiting Kecamatan Alor Timur Laut.
penelitian menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif populasi dalam penelitian ini adalah sawah irigasi teknis seluas 360 ha. Teknik Pengumpulan data yaitu dari pemgumpulan data sekunder, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menemukan sebagai berikut: Debit rata-rata 1,786 m3/detik dan debit yang sampe ke saluran irigasi pada saluran primer adalah 3,572m3/detik, pada saluran sekunder 0,399m3/detik dan saluran tersier 0,36m3/detik. Kebutuhan air untuk pertanian yaitu berkisar antara 360m3/detik untuk masa tanm pertama dan kebutuhan air untuk masa tanam kedau yaitu 0,36m3/detik
Kata Kunci : Analisis Ketersediaan Dan Kebutuhan Air Di Daerah Irigasi Desa Bukapiting
Keterangan :
**) Pembimbing
*) Peneliti
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KETERSEDIAAN AIR UNTUK TANAMAN TOMATPADA DAERAH IRIGASI MATA IYANG KECAMATAN LEWA PAKU KAB.SUMBA TIMUR MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 Bili N. H. Paskalis*) Dethan J.J.S. *) Nainiti. N. P. P.E. *) FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN JURUSAN MEKANISASI PERTANIAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Lokasi Irigasi Mata Iyang Kelurahan Lewa Paku Kecamatan Lewa Kabupaten Sumba Timur pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ketersediaan didaerah Kec. Lewa Kab. Sumba Timur untuk pertumbuhan tanaman tomat. Bahan dan alat yang akan digunakan yaitu meter, alat tulis menulis, stpwatch, kalkulator,laptop, data iklim 5 tahun terakhir (data curah hujan bulanan, kelembaban udara bulanan, lama penyinaran, suhu maksimum, suhu minimum). Metode yang digunakan untuk menganalisis kecukupan air untuk tanaman tomat adalah dengan mengunakan Cropwat 8.0. Hasil penelitian dengan menggunakan modelCropwat 8.0 bahwa kondisi ketersediaan air untuk tanaman tomat cukup tersedia. Waktu tanam 1 September terjadi penurunan kelembaban tanah menjelang fase ketiga pertumbuhan tanaman mempunyai korelasi dengan peningkatan kebutuhan air.Tanaman tomat membutuhkan ketersediaan air pada fase transplanting dan pada fase awal pembuangan sampai akhir fase pembentukan buah. Ketersediaan air untuk tanaman Tomat juga cukup tersedia. Kata kunci : ketersediaan, air, model, CropWat 8.0 Keterangan : * peneliti ** pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR PADA MUSIM TANAM I (SATU) PADI SAWAH DI DAERAH IRIGASI BO’TA DESA ALAANG KECAMATAN ALOR BARAT LAUT KABUPATEN ALOR Beka.J.Y*) Lano.M.L**) Nainiti.N.P.P.E**) Mahasiswa Program Studi Mekanisasi Pertanian,Fakultas Teknologi Pertanian, Unuversitas Kristen Artha Wacana Kupang Penelitian dilaksanakan di Daerah Irigasi Bo’ta Desa Alaang, Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor pada Bulan November 2020, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana ketersediaan dan kebutuhan air di Daerah Irigasi Bo’ta terhadap tanaman padi sawah di Desa Alaang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan air irigasi di lahan padi sawah. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai ketersediaan dan kebutuhan air pada Daerah Irigasi Bo’ta. Dan observasi lapangan bertujuan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan data debit saluran irigasi, dan luas lahan irigasi dari instansi terkait. Hasil penelitian analisis ketersediaan dan kebutuhan air di Daerah Irigasi Bo’ta di lakukan pengukuran dengan tiga kali pengulangan dengan panjang titik ukur saluran 5 m. Kecepatan air pada saluran primer 0,968 m/det,sekunder 0,775 m/det dan tersier 0,663 m/det.Sedangkan debit saluran primer 0,18 m³/det skunder 0,12 m³/det dan tersier 0,08m³/det. air yang tersedia di saluran primer sebesar 144 liter/det saluran sekunder 72 liter/det dan saluran tersier 48 liter/det dengan total efisiensi saluran 49%.jadi air yang tersedia pada musim tanam 1 sebesar 359.250 mm. Sedangkan air yang di butuhkan pada musim tanam 1 sebesar 326,592 mm untuk lahan seluas 42 ha. Kata kunci: Irigasi,Ketersediaan dan Kebutuhan air, Musim tanam 1 *) Peneliti **) Pembimbing I **) Pembimbing II
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN PADI MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 (STUDI KASUS PADA DAERAH IRIGASI PERSAWAHAN SUMBA BARAT) Bani JaijaW*) Haba Bunga F.J **) Dethan Sula J.J **) FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN PROGRAM STUDI MEKANISASI PERTANIAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Penelitian ini dilakukan di Lokasi Irigasikabukarudi Kecamatan Lamboya Kabupaten Sumba barat pada bulan juni sampai dengan bulan September 2020. Tujuanpenelitian ini adalah untuk menganalisis ketersediaan air di wilayah lamboya untuk pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini dilakukan di Kupang BMKG Lasiana. Bahan dan alat yang akan digunakan yaitu meter, alat tulis menulis, stpwatch, kalkulator,laptop, data iklim 5 tahun terakhir (data curah hujan bulanan, kelembaban udara bulanan, lama penyinaran, suhu maksimum, suhu minimum). Metode yang digunakan untuk menganalisis kecukupan air untuk tanaman padiadalah dengan mengunakan Cropwat 8.0. Hasil penelitiandengan menggunakan model Cropwat 8.0 bahwa kondisi ketersediaan air untuk tanamanpadi cukup tersedia. Waktu tanam 1 September terjadi penurunan kelembaban tanah menjelang fase ketiga pertumbuhan tanaman mempunyai korelasi dengan peningkatan kebutuhan air.Tanamanpadi membutuhkan ketersediaanair pada fase transplanting dan pada fase awal pembuangan sampai khir fase pembentukan biji Ketersediaan air untuk tanaman padi juga cukup tersedia. Waktu tanam 1september dan 1 oktober terjadi penurunan kelembaban tanahterjadi padafase pertumbuhan ketigadan mencapai posisi di bawah kondisi siap tersedia pada fase pertumbuhan keempat.