Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Pertumbuhan harian
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERTUMBUHAN EUCHEUMA DENTICULATUM DENGAN METODE VERTIKULTUR PADA KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN BATUBAO DESA TESABELA KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

APRIANTO BOLA NGURU (17382770) Analisis Pertumbuhan Eucheuma denticulatum Dengan Metode Vertikultur Pada Keramba Jaring Apung di Perairan Batubao Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Alfred G. O. Kase, S.Pi.,M.Si., Ph.D dan Donny M. Bessie., S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen artha Wacana kupang. Makro alga (seaweed) atau dalam dunia perdagangan disebut sebagai rumput laut yang merupakan biota laut yang tergolong dalam ganggang (alga) multiseluler division thallophyta, tidak seperti tanaman sempurna pada umumnya makro alga tidak memiliki akar, batang dan daun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui laju pertumbuhan makro alga Eucheuma denticulatum dengan menggunakan metode vertikultur. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 49 hari yaitu pada bulan Agustus sampai September 2021. Rumput laut yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eucheuma denticulatum di Perairan Batubao Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan Pertambahan berat makro alga Eucheuma denticulatum di Perairan Batubao dengan nilai rata-rata tertinggi 578,4 gram pada kedalaman 0 cm dan nilai terendah pada kedalaman 100 cm dengan nilai 268,0 gram. Pertumbuhan harian makro alga Eucheuma denticulatum dengan nilai rata-rata tertinggi pada kedalaman 0 cm dengan nilai 9,76 gram sedangkan pertumbuhan terendah yakni 3,43 gram pada kedalaman 100 cm. Pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata tertinggi pada kedalaman 0 cm yakni 6,266 %. Sedangkan pertumbuhan terendah pada kedalaman 100 cm dengan nilai 5,497 %. Pertumbuhan mutlak makro alga di Perairan Batubao dengan nilai rata-rata tertinggi 478,4 gram pada kedalaman 0 cm dan nilai terendah yakni 168,0 gram pada kedalaman 100 cm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pertumbuhan Alga Merah (Kappaphycus alvarezii)dengan Menggunakan Metode KeranjangApungdi Peraiaran Pantai Batubao Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertumbuhan Alga Merah (Kappaphycus alvarezii)dengan Menggunakan Metode KeranjangApungdi Peraiaran Pantai Batubao Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Alfred G.O. Kase, S. Pi, M. Si,Ph.Ddan Rockie R. L. Supit, SPi. M.Sisebagai Pembimbing I dan II. Program StudiManajemenSumberdayaPerairan, Fakultas PerikanandanIlmuKelautan, Universitas Kristen ArthaWacanaKupang.Sebagian besar penduduk Desa Tesabela membudidayakan rumput laut sebagai penghasilan pokok. Rumput laut yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat setempat ialah jenis Kappaphycus alvareziiMetodelong linemerupakan metode yang dipakai oleh pembudidaya rumput laut di Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat. Umumnya masyarakat memiliki periode waktu pemanenan yang berbeda dengan jumlah hasil panen yang berbedapula. metode yang digunakan sama, jumlah tali yang digunakan oleh masing-masing pembudidaya juga berbeda-beda tergantung kemampuan modal dan luas lahan yang dimiliki. Penelitian ini telah dilaksanakan di Perairan Batubao Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang pada bulan Septembersampai Oktober 2021.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan algamerah Kappaphycus alvarezii dengan metode keranjang apung di Perairan Batubao Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat..Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, observasi dan pengambilan data langsung di lokasi penelitian.Hasil penelitian menunjukan bahwa pertambahan berat alga merah Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan menggunakan keranjang apung selama 49 hari atau tujuh minggu meningkat mulai dari minggu I hingga minggu VI, dan minggu VII mengalami sedikit penurunan, pertumbuhan harian alga merah Kappaphycus alvarezii tertinggi pada minggu I, sementara pada minggu II hingga VII laju pertumbuhan hari mengalami penurunan,persentase pertumbuhan harian alga merah pada minggu I termasuk pertumbuhan normal, setelah itu terus mengalami penurunan mulai dari minggu II hingga minggu VII, rata-rata pertumbuhan mutlak tertinggi terdapat pada minggu III sebesar 36,800 gram. Sedangkan terendah mulai pada minggu VI sebesar -1,267 gram dan minggu VII sebesar -1,300 gram.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENEMPELAN (GRAFTING) MAKRO ALGA Eucheuma denticulatum STRAIN BERBEDA DI PERAIRAN LETBAUN KECAMATAN SEMAU KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI RIDWAN MANAFE (17382398). Penempelan (Graffting) Makro Alga Eucheuma denticulatum Strain Berbeda di Perairan Letbaun Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. ALFRED G.O. KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D, M.Si sebagai Pembimbing I dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi.,M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Makro alga adalah alga yang mempunyai bentuk dan ukuran tubuh makroskopik. Penempelan adalah teknik penggabungkan dua bagian tanaman yang berlainan sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya. Tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan metode penempelan dalam kegiatan budidaya makro alga menggunakan strain berbeda di perairan Letbaun. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu pada bulan Juni sampai Agustus 2021 di Perairan Letbaun Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, yaitu melakukan uji coba budidaya bibit makro alga Eucheuma denticulatum strain berbeda dengan metode penempelan. Bibit tersebut dihitung persentasi keberhasilan penempelan. Bibit makro alga sebanyak 40 sampel dan memiliki konstruksi budidaya metode lepas dasar. Hasil penelitian menunjukan semua ikatan bibit makro alga (hijau dan coklat) pada minggu keenam 40 sampel bibit makro alga Eucheuma denticulatum sudah menempel dan menyatu dengan sempurna. Tahap penempelan terdiri dari 3 proses yaitu pemilihan bibit, pengikatan bibit dan cara budidaya. Untuk rata-rata pertumbuhan harian dari minggu pertama sampai minggu keenam yaitu 1,05 gram/hari, pertumbuhan minggu kedua sampai keenam berfluktuasi rata-rata pertumbuhan harian minggu keenam sebesar 1,9 gram/hari. Makro alga Eucheuma denticulatum yang diuji cobakan mengalami tingkat kelulushidupan 100%. Berat bibit relatif minggu 1 didapatkan rata-rata pertumbuhan mingguan 37,58 gram, minggu kedua 47,28 gram, minggu ketiga 61,8 gram, minggu keempat 74,7 gram, minggu kelima 85,33 gram dan minggu keenam adalah 98,35 gram. Dalam penelitian uji coba penempelan makro alga Eucheuma denticulatum ini yang menjadi faktor utama bukan pertambahan berat melainkan penempelan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PADAT PENEBARAN BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN ALGA MERAH Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN METODE KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN KOLIEHAK KABUPATEN LEMBATA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EMILIUS YUSTA TUPENG (17383696) Pengaruh Padat Penebaran Berbeda Terhadap Pertumbuhan Alga Merah Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty yang Dibudidayakan Dengan Metode Keramba Jaring Apung di Perairan Koliehak Kabupaten Lembata. Rockie R.L Supit., S.Pi., M.Si dan Alfred G. O. Kase, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Rumput laut merupakan komoditas perikanan yang potensial untuk dibudidayakan karena manfaatnya yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Padat tebar merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan dalam kegiatan budidaya rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh padat penebaran yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan dengan metode keramba jaring apung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2021. Rumput laut yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan dengan metode keramba jaring apung Hasil penelitian menunjukan pertambahan berat alga merah Kappaphycus alvarezii pada akhir penelitian dengan nilai rata-rata tertinggi 262,00 gram pada padat penebaran 50 bibit rumput laut kemudian di ikuti padat tebar 100 bibit dengan nilai rata-rata 218,00 gram dan terendah 206,33 gram pada padat penebaran 150 bibit. Kisaran pertumbuhan harian tertinggi alga merah Kappaphycus alvarezii dari awal penelitian hingga akhir penelitian 4,33-5,67 % dengan padat tebar 50 bibit rumput laut kemudian di ikuti padat tebar 100 bibit berkisar dari 2,41-5,05 % dan nilai kisaran terendah yaitu 3,19-4,05 % pada padat tebar 150 bibit. Pertumbuhan relatif dengan nilai tertinggi 5,57 % dengan padat tebar 50 bibit kemudian di ikuti padat tebar 100 dengan nilai rata-rata 5,38% dan terendah pada padat tebar 150 yaitu 5,33 % dan pertumbuhan mutlak dengan nilai tertinggi yaitu 212,00 gram pada padat tebar 50 bibit, kemudian di ikuti padat tebar 100 dengan nilai rata-rata 168,00 dan nilai rata-rata terendah 156,33 gram dengan padat tebar 150 bibit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Jarak Tanam Yang Berbeda Terhadap Alga Merah Kappaphycus alvarezii (Doty) Dotydengan Metode Long Line di Perairan Pantai Letbaun Semau Kabupaten Kupang.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

JEKY W. TUALAKA (16382769) Pengaruh Jarak Tanam Yang Berbeda Terhadap Alga Merah Kappaphycus alvarezii dengan Metode Long Line di Perairan Pantai Letbaun Semau Kabupaten Kupang. ALFRED G.O. KASE S.Pi.,M.Si.,Ph.D, ROCKIE R.L. SUPIT, S.Pi.,M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Rumput laut merupakan salah satu sumberdaya pesisir yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan merupakan komoditas ekspor di sektor budidaya perikanan indonesia karena permintaanya tinggi di pasar dunia. Perairan pantai Letbaun merupakan salah satu perairan pantai yang terletak di Semau bagian Utara. Hasil rumput laut merupakan sumber pendapatan yang menjanjikan bagi sebagian besar penduduk Desa Letbaun, yang berada di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan alga merah Kappaphycus alvarezii yang meliputi pertumbuhan harian, pertumbuhan spesifik, pertumbuhan mutlak pada jarak tanam yang berbeda dengan metode long line. Penelitian ini menggunakan metode survei dan metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukan pertambahan berat alga merah Kappaphycus alvarezii pada akhir penelitian dengan nilai rata-rata tertinggi 433,9 gram pada jarak tanam 20 cm kemudian di ikuti jarak tanam 10 cm dengan nilai rata-rata 363,5 gram dan terendah 328,5 gram pada jarak tanam 30 cm, kisaran pertumbuhan harian tertinggi alga merah Kappaphycus alvarezii dari awal penelitiaan hingga akhir peneletian 6,59- 6,81 gram pengamatan pada jarak tanam 20 cm kemudian di ikuti jarak tanam 10 cm berkisar dari 5,05 -5,62 dan nilai kisaran terendah yaitu 4,51- 4,66 gram pengamatan pada jarak tanam 30 cm, Pertumbuhan relatif dengan nilai tertinggi 5,36 % pengamatan pada jarak tanam 20 cm, kemudian di ikuti jarak tanam 10 cm dengan nilai rata-rata 5,24% dan terendah pada jarak tanam 30 cm yaitu 5,15 % dan pertumbuhan mutlak dengan nilai tertinggi yaitu 333,9 gram pada jarak tanam 20 cm, kemudian di ikuti jarak tanam 10 cm dengan nilai rata-rata 263,5 dan nilai rata-rata terendah 228,5 gram pada jarak tanam 30 cm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail