Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Eucheuma denticulatum
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERTUMBUHAN EUCHEUMA DENTICULATUM DENGAN METODE VERTIKULTUR PADA KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN BATUBAO DESA TESABELA KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

APRIANTO BOLA NGURU (17382770) Analisis Pertumbuhan Eucheuma denticulatum Dengan Metode Vertikultur Pada Keramba Jaring Apung di Perairan Batubao Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Alfred G. O. Kase, S.Pi.,M.Si., Ph.D dan Donny M. Bessie., S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen artha Wacana kupang. Makro alga (seaweed) atau dalam dunia perdagangan disebut sebagai rumput laut yang merupakan biota laut yang tergolong dalam ganggang (alga) multiseluler division thallophyta, tidak seperti tanaman sempurna pada umumnya makro alga tidak memiliki akar, batang dan daun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui laju pertumbuhan makro alga Eucheuma denticulatum dengan menggunakan metode vertikultur. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 49 hari yaitu pada bulan Agustus sampai September 2021. Rumput laut yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eucheuma denticulatum di Perairan Batubao Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan Pertambahan berat makro alga Eucheuma denticulatum di Perairan Batubao dengan nilai rata-rata tertinggi 578,4 gram pada kedalaman 0 cm dan nilai terendah pada kedalaman 100 cm dengan nilai 268,0 gram. Pertumbuhan harian makro alga Eucheuma denticulatum dengan nilai rata-rata tertinggi pada kedalaman 0 cm dengan nilai 9,76 gram sedangkan pertumbuhan terendah yakni 3,43 gram pada kedalaman 100 cm. Pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata tertinggi pada kedalaman 0 cm yakni 6,266 %. Sedangkan pertumbuhan terendah pada kedalaman 100 cm dengan nilai 5,497 %. Pertumbuhan mutlak makro alga di Perairan Batubao dengan nilai rata-rata tertinggi 478,4 gram pada kedalaman 0 cm dan nilai terendah yakni 168,0 gram pada kedalaman 100 cm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENEMPELAN (GRAFTING) MAKRO ALGA Eucheuma denticulatum STRAIN BERBEDA DI PERAIRAN LETBAUN KECAMATAN SEMAU KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI RIDWAN MANAFE (17382398). Penempelan (Graffting) Makro Alga Eucheuma denticulatum Strain Berbeda di Perairan Letbaun Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. ALFRED G.O. KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D, M.Si sebagai Pembimbing I dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi.,M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Makro alga adalah alga yang mempunyai bentuk dan ukuran tubuh makroskopik. Penempelan adalah teknik penggabungkan dua bagian tanaman yang berlainan sedemikian rupa sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman setelah terjadi regenerasi jaringan pada bekas luka sambungan atau tautannya. Tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan metode penempelan dalam kegiatan budidaya makro alga menggunakan strain berbeda di perairan Letbaun. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu pada bulan Juni sampai Agustus 2021 di Perairan Letbaun Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, yaitu melakukan uji coba budidaya bibit makro alga Eucheuma denticulatum strain berbeda dengan metode penempelan. Bibit tersebut dihitung persentasi keberhasilan penempelan. Bibit makro alga sebanyak 40 sampel dan memiliki konstruksi budidaya metode lepas dasar. Hasil penelitian menunjukan semua ikatan bibit makro alga (hijau dan coklat) pada minggu keenam 40 sampel bibit makro alga Eucheuma denticulatum sudah menempel dan menyatu dengan sempurna. Tahap penempelan terdiri dari 3 proses yaitu pemilihan bibit, pengikatan bibit dan cara budidaya. Untuk rata-rata pertumbuhan harian dari minggu pertama sampai minggu keenam yaitu 1,05 gram/hari, pertumbuhan minggu kedua sampai keenam berfluktuasi rata-rata pertumbuhan harian minggu keenam sebesar 1,9 gram/hari. Makro alga Eucheuma denticulatum yang diuji cobakan mengalami tingkat kelulushidupan 100%. Berat bibit relatif minggu 1 didapatkan rata-rata pertumbuhan mingguan 37,58 gram, minggu kedua 47,28 gram, minggu ketiga 61,8 gram, minggu keempat 74,7 gram, minggu kelima 85,33 gram dan minggu keenam adalah 98,35 gram. Dalam penelitian uji coba penempelan makro alga Eucheuma denticulatum ini yang menjadi faktor utama bukan pertambahan berat melainkan penempelan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri Penyebab Penyakit Ice-ice Penyebab Penurunan Mutu Bahan Baku Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MAGDALENA ROSIANA TUPA (17392122). Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri Ice-ice Penyebab Penurunan Mutu Bahan Baku Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum. Di bawah bimbingan : Yunialdi H. Teffu, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang Penyakit ice-ice menyebabkan penurunan produksi dan mutu bahan baku pangan, tidak hanya menurunkan hasil panen (60-70%) tetapi dapat menyebabkan gagal panen. Jenis bakteri patogen yang berpotensial menyebabkan penyakit ice-ice pada rumput laut adalah bakteri Vibrio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka lempeng total paling tinggi pada K.alvarezii Sulamu 4,5 X 106 dan paling rendah air laut 1 X 102 dan karakterisasi dari bakteri Vibrio ialah memiliki motil, memfermentasi glukosa dan mampu hidup pada NaCl 2-8%, bakteri yang teridentifikasi berdasarkan Bergey’s Manual Of Determinative Bacteriology yang terserang rumput laut pada penyakit ice-ice dengan kemiripan bakteri Vibrio alginolyticus 94-100%, Vibrio harveyi 91-100%, Vibrio vulnificus 94-97%, Vibrio fulvialis 97%, Vibrio metchnikovii 91-97%, Vibrio. Furnissii 91-94% dan Vibrio damsela 91% yang merupakan bakteri patogen, dapat menurunkan kualitas dari hasil panen bahan baku rumput laut. Pengukuran parameter lingkungan, suhu 27°C, 28°C dan 25°C, kecepatan arus 0.12 m/s, 0,21 m/s dan 0.13 m/s dan nilai pH 8

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail