ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
AGUSTHINA DJO HAU (17383920).Stuktur Komunitas Makroalga di Perairan Ledeana dan Mebba Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua; Dr. BEATRIX M. REHATTA. S, Pi., M Si sebagai Pembimbing I dan DONNY M. BESSIE, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Makroalga merupakan tumbuhan thallus (Thallophyta) dimana organ-organ berupa akar, batang dan daunnya tidak terdiferensiasi dengan jelas (tidak sejati). Pesisir pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba Merupakan salah satu pantai yang memiliki wilayah pasang surut serta memiliki tipe pantai dengan tipe substrat berbatu, berpasir serta berkarang.pantai ini memiliki sumberdaya hayati salah satunya makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di kawasan perairan Pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi makroalga yang ditemukan perairan pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba terdiri dari 3 Devisi yaitu Phaephyta terdiri dari 6 spesies, Padina australis, Dyctyopteris polypodioide, Sargassum polycarpum, Sargassum muticum Sargassum horneri, cystoseira sedangkan Rhodophyta terdiri dari 2 spesies yaitu Gracilaria coronopifalia, Galaxaura rugosa dan Clorophyta terdiri dari 4 spesies yaitu Caulerpa lentilifera, Boergisenia forbesii, Caulerpa taxifolia,Halimeda disconosoides.
Nilai indeks keanekaragaman PantaiLedeana 0,636 dan Kelurahan Mebba 0,901 (H') tergolong rendah, indeks keseragaman Pantai Ledeana yaitu 0,106, dan Kelurahan Mebba 0,901 (E) tergolong merata dan indeks dominansi (C) Pantai Ledeana 0,295 dan Kelurahan Mebba 0,059 menunjukan tidak ada jenis yang mendominansi.
Kata Kunci :struktur komunitas, makroalga, perairan Ledeana, dan Kelurahan Mebba
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI
IMELDARIVA MALON (18380063). Struktur Komunitas Filum Echinodermata di Zona Intertidal Pantai Desa Otan Kecamatan Semau, Kabupate Kupang. ROCKIE R.L. SUPIT, S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan ALFRED G.O KASE, S.Pi, M.Si. Ph.D sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Echinodermata merupakan salah satu hewan yang sangat penting dalam ekosistem laut dan bermanfaat sebagai salah satu komponen dalam rantai makanan, pemakan sampah organik dan hewan kecil lainnya. Komunitas Echinodermata merupakan salah satu kajian yang dipelajari dalam synekologi yang mencakup tentang keragaman, keseragaman, dominasi dan kelimpahan. Pantai Desa Otan termasuk dalam wilayah Kecamatan Semau Kabupaten Kupang merupakan perairan terutama zona intertidalnya dengan karakteristik habitat yang cocok untuk kehidupan Echinodermata.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskripsi eksploratif, yaitu menganalisa dan menyajikan data berdasarkan objek yang diperoleh di habitat. Penentuan lokasi penelitian dilakukan menggunakan metode Purposive Sampling merupakan teknik pengambilan sampel berdasarkan lokasi penelitian terdapat di perairan intertidal. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode belt transek.
Hasil perhitungan yng menunjukan bahwa terdapat 11 spesies Filum Echinodermata yang tergolong kedalam 4 kelas yaitu kelas yaitu kelas Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, dan Holothuroidea. Kelimpahan jenis Echinodermata menunjukan bahwa jenis Echinometra mathei sebesar 29,33 ind/m² Diadema setosum sebesar 28,67 ind/m2, dan Echinometra lucuner sebesar 26 ind/m² pada stasiun III. Kelimpahan jenis terendah adalah Echinothrix calamaris,sebesar 0,1 ind/m² (stasiun II), diadema antillarium sebesar 0,67 ind/m², Echinometra oblonga sebesar 0,67 ind/m².Kelimpahan relatif tertinggi dari filum Echinodermata zona intertidal pantai Desa Otan yaitu Diadema setosum sebesar 63,4%, Echinometra mathei sebesar 59,6%, Echinometra viridis sebesar 58,4%, Echinometra lucunter sebesar 46,2% dari kelas Echinoidea, Kelimpahan relatif terendah yaitu Diadema antillarum, Echinothrix calamaris sebesar 0,8% dan Echinometra oblonga sebesar 2,2%.Hasil perhitungan indeks keanekaragaman Echinodermata di lokasi penelitian tetinggi adalah di Stasiun II sebesar 0,87, terendah adalah Stasiun III sebesar 0,76. Dimana nilai H’< 1 maka keanekaragaman tergolong rendah. Hasil perhitungan indeks keseragaman Stasiun I sebesar 0,88, terendah yaitu Stasiun III sebesar 0,76. Dimana nilai 0,75 ≤ E ≤ 1,0 Kondisi stabil. perhitungan indeks dominansi menunjukkan bahwa nilai indeks dominansi tertinggi terdapat pada stasiun III yaitu sebesar 0,20, sedangkan nilai dominansi Echinodermata terendah pada stasiun II yaitu 0,15. Berdasarkan kriteria indeks dominansi tergolong sedang.
Kata kunci :Struktur Komunitas, Echinodermata, Kelimpahan, Keanekaragaman, Pantai Otan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak -Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis struktur komunitas bivalvia yang ditemukandi Pantai Desa Otan, Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2021.Pengambilansampel menggunakan metode Purposive Samplingpada 3 stasiun pengamatan.Sedangkan teknik pengambilan data menggunakan metode trensect kuadrat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang ditemukan di pantai Desa Otan secara keseluruhan terdiri dari 7 famili yaitu Arcidae, Carditida, Cardiidae, Pinnidae, Tallinidae, Tridacnidae dan Veneridae dan 11 spesies. Polah penyeberan bivalviabersifat acak. kelimpahan tertinggi adalah Circe tumefacta sebesar 0,800 ind/m² (stasiun III), Priglypta reticulata sebesar 0,700 ind/m² (stasiun II), Cardites antiquatus, sebesar 0,467 ind/m² (stasiun I). Kelimpahan terendah adalah Barbatia foliate dan Pinna bicolor sebesar 0,100 ind/m². kelimpahan relatif tertinggi Stasiun I adalah Barbatia foliate dan Cardites antiquarus stasiun II ditempati oleh jenis Priglypta reticulata sebesar, sedangkan stasiun III ditempati oleh jenis Circe tumifacta. Keanekaragaman (H’) jenis dari ketiga stasiun tergolong rendah dimana H’ < 1 yaitu keanekaragaman tergolong rendah, nilai keseragaman (E)yang diperoleh tergolong tinggi dimana E > 0,6 termasuk dalam kategori tinggi, dan nilai dominansi mendekati 0 yang berarti bahwa tidak ada jenis yang mendominasi.