Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

19 hasil
Subjek: padi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PRAKTIK PANEN PADI Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Praktik Panen Padi di Manefu Sebagai Wadah Mempererat Persekutuan Jemaat GMIT Imanuel Manefu

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji praktik panen padi di Jemaat GMIT Imanuel Manefu sebagai ruang hidup teologis yang mengintegrasikan tradisi budaya lokal dengan iman Kristen. Praktik panen padi tidak semata-mata dipahami sebagai aktivitas agraris, melainkan sebagai praktik komunal dan spiritual yang berfungsi membentuk identitas, relasi sosial, serta penghayatan iman jemaat secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan praktik panen padi dari masa sebelum Kristen, masa sesudah Kristen, hingga masa kini, sekaligus menganalisis nilai, makna, dan tema teologis yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini juga menelaah implikasi praktik tersebut bagi persekutuan Jemaat GMIT Imanuel Manefu, terutama dalam menghadapi tantangan relasi persaudaraan akibat konflik sosial, seperti perebutan tanah warisan. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, menggunakan wawancara mendalam dan studi pustaka sebagai sumber data utama, kemudian dianalisis melalui kerangka Teologi Kontekstual Model Sintesis karya Stephen B. Bevans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik panen padi di Manefu mengalami transformasi dalam bentuk kerja dan teknis pelaksanaan akibat pengaruh modernisasi yang bisa saja menggeser nilai-nilai inti Kristen yang terkandung dalam praktik tersebut seperti nilai persekutuan, kasih, persaudaraan, gotong royong, dan pemberian diri tanpa pamrih tetap terpelihara. Praktik panen padi dimaknai sebagai ritus syukur kepada Tuhan, peneguh identitas budaya jemaat, sarana penguatan relasi sosial, dan media pembentukan etos kerja yang bertanggung jawab. Refleksi teologis menegaskan bahwa praktik panen padi merupakan wujud teologi hidup yang kontekstual, di mana kerja dipahami sebagai bentuk ibadah, tanah sebagai anugerah Tuhan, dan tindakan berbagi sebagai kesaksian iman. Dalam konteks konflik warisan yang mengancam persatuan jemaat, praktik panen padi berpotensi menjadi ruang rekonsiliatif sekaligus pedagogi iman yang meneguhkan persekutuan sebagai tubuh Kristus. Oleh karena itu, pemeliharaan dan pengembangan praktik ini menjadi penting sebagai media pewartaan Injil dan pembentukan spiritualitas komunal jemaat di tengah dinamika sosial dan perubahan zaman

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK GERGAJI KAYU JATI (Tectona grandis) DAN ARANG SEKAM PADI SEBAGAI MEDIA TANAM UNTUK CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam mendukung produktivitas tanaman cabai rawit (C. frutescens L) secara intensif perlu dilakukan penyediaan bibit yang berkualitas di persemaian. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas bibit yaitu serbuk gergaji kayu jati dan arang sekam padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah serbuk gergaji kayu jati dan arang sekam padi sebagai media tanam cabai rawit (C. frutescens L). Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental yang dilaksanakan di Polybag yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu 4 P0 = 3kg Tanah Humus,P1 = 2kg Tanah Humus + 1kg Arang Sekam Padi P2 = 2kg Tanah Humus + 1kg Serbuk Gergaji Kayu P3 = 2kg Tanah Humus + 0,5kg Arang Sekam + 0,5kg Serbuk Gergaji Kayu .Perlakuan yang dilakukan dengan 3 kali pengulangan menghasilkan 12 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah helai daun, dan banyaknya buah. Pengamatan ini dilakukan selama 120 hari.Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan kemudian dilakukan uji lanjutan denganuji jarak berganda Duncan atau Duncan’s New MultipleRange Test (DNMRT) pada taraf 5%.Berdasarkan hasil penelitian, P3 (Tanah Humus :Arang Sekam : Serbuk Gergaji Kayu; 2 : 0,5 : 0,5) memberikan pengaruh yang signifikan dalam pertumbuhan tanaman cabai rawit (C. frutescens L) dengan rata-rata tinggi tanaman 40,56 cm, jumlah helaian daun 28,75 helaidan jumlah buah denganrata-rata 32,33 buah. Penggunaan serbuk gergaji kayu jati dan arang sekam padi memberikan pertumbuhan bibit yang lebih baik dibanding media tanam serbuk gergaji maupun arang sekam padi saja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PRODUKTIVITAS PETANI PADI SAWAH DI DESA NETEMNANU, KECAMATAN AMFOANG TIMUR ,KABUPATEN KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas tanaman padi adalah suatu nilai yang menunjukan perbandingan rata-rata hasil produksi tanaman padi terhadap penggunaan beberapa input pada periode pelaporan. Produktivitas merupakan kemampuan atau kapasitas petani memproduksi tanaman padi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas petani padi sawah, mengetahui indeks produktivitas, mengetahui efisiensi teknis dan Mengetahui gap efisiensi petani padi sawah di Desa Netemnanu, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan nilai rat-rata 207, 598, produktivitas terendah 1,078, pada responden No 31 Dusun 3 terdapat pada Dusun 3 dan produktivitas tertinggi 10,344 responden No 4 Dusun 1. Indeks produktivitas petani padi sawah di Desa Netemnanu, Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang dengan nilai rata – rata indeks produktivitas petani padi sawa dengan nilai 20,102, Indeks produktivitas terendah 0,104, pada responden No 31 terdapat pada Dusun 3, dengan produktivitas tertinggi petani yaitu 1 dan responden No 4 terdapat pada Dusun 1 produktivitas mempunyai perawatan yang teratur dan terbaik. Efisiensi teknis petani padi sawa di Desa Netemnanu, Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang dengan nilai rata – rata efisiensi Produktivitas 20,102 dengan nilai terendah 0,104 pada responden No 31 Dusun 3 dan efesiensi teknis tertinggi 1 pada responden No 4 terdapat pada Dusun 1 dengan tingkat efisiensi yang di capai petani mengindentifikasikan tingkat penguasaan dan produktivitas teknologi yang berbeda -beda. Gap efesiensi petani padi sawah di Desa Netemnanu, Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang dengan nilai rata – rata GAP efesiensi teknis 15,987, dengan nilai terendah 0,895, pada responden No 31 yang terdapat di Dusun 3 dan Gap efesiensi teknis tertinggi 0 % pada responden No 4 yang terdapat di Dusun1. Saran dari penelitian ini adalah Untuk para petani atau masyarakat perlu melakukan pembuatan pupuk kompos dan pupuk kendang dari bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar sehingga dapat mengurangi biaya pengeluaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PRODUKTIVITAS PETANI PADI SAWAH DI DESA KIFU, KECAMATAN AMFOANG TIMUR, KABUPATEN KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas tanaman padi adalah suatu nilai yang menunjukan perbandingan rata-rata hasil produksi tanaman padi terhadap penggunaan beberapa input pada periode pelaporan. Produktivitas merupakan kemampuan atau kapasitas petani memproduksi tanaman padi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas petani padi sawah, mengetahui indeks produktivitas, mengetahui efisiensi teknis dan Mengetahui gap efisiensi petani padi sawah di Desa Kifu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan Nilai rata-rata, produktivitas petani 1,323, produktivitas terendah 4,410 dan produktivitas tertinggi 4,666. Nilai rata-rata indeks produktivitas petani 5,733, indeks terendah 0,191 dan indeks tertinggi 0,210 Nilai rata-rata efisiensi teknis 5,733 dengan nilai terendah 0,191 Efisiensi Teknis tertiggi 0,210 Nilai rata rata gap efisiensi teknis 2427% dengan nilai terendak 81% Gap efisiensi teknis tertiggi 21% Saran dari penelitian ini adalah Petani harus lebih meningkatkan produktivitasnya agar bisa mengelola lahan pertanian sehingga produksi padi sawah bisa di tingkatkan lagi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PRODUKTIVITAS PETANI PADI SAWAH DI DESA FOREKMODOK, KECAMATAN WELIMAN, KABUPATEN MALAKA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas padi dari tahun ke tahun perlu ditingkatkan seiring dengan lajunya pertumbuhan dan bertambahnya penduduk. Peningkatan padi mulai tak terkendali di beberapa daerah tertentu dengan kondisi lahan produktif yang semakin berkurang maka perlunya sebuah inovasi agar bisa memprtahankan produktifitas tanaman pangan. Lahan rawa/basah merupakan lahan alternatif yang berperan dalam meningkatkan produksi padi.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengatahui produktivitas padi sawah, mengatahui indeks produktivitas padi sawah,mengatahui efisiensi teknis, dan mengatahui gap efisiensi padi sawah di Desa forekmodok. Jenis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data deskriptif kuantitaf yang menjelaskan secara keseluruhan tentang imformasi yang diperoleh dari lapangan atau hasil yang didapatkan dari proses pengamatan langsung dan dilakukan wawancara kepada responden. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan data primer. Data primer diperoleh dari pengamatan, dan wawancara langsung dengan petani sebagai responden dengan menggunakan daftar pertanyaan ( kuisioner ) sebagai bentuk Dokumentasi. Hasil dari pada penelitian ini menunjukan Nilai Rata-rata Produktivitas Petani yang dihasilkan sebesar 27689%, jumlah penghasilkan produktivitas petani padi sawah yang lebih kecil yaitu 553%, pada responden nomor 23 yang terdapat pada Dusun Petes, dan yang menghasilkan produktivitas yang tertinggi dengan nilai 1600%, pada responden nomor 18 yang terdapat di Dusun LaenAu. Nilai Rata-rata Indeks Produktivitas Petani yang dihasilkan sebesar 1731% dan pada Gambar 2, menunjukkan bahwa jumlah penghasilkan indeks yang lebih kecil yaitu 35% pada responden nomor 23 yang terdapat pada Dusun Petes, dan yang menghasilkan indeks yang tertinggi dengan nilai 100%, pada responden nomor 18 yang terdapat di Dusun LaenAu. Nilai rata-rata efisiensi teknis 1731%, dan Berdasarkan data pada Gambar 3, menunjukkan bahwa petani padi di Desa Forekmodok yang memiliki nilai efisiensi yang paling rendah 35% (persen) yang terdapat pada petani nomor 17 dan nomor 23 yang terdapat pada dusun LaenAu dan Dusun Petes, dan nilai efisiensi yang tertinggi yaitu 100% yang terdapat pada petani nomor 18 yang ada di dusun LaenAu. Nilai rata-rata Gap efisiensi teknis adalah 1269%, dan pada Gambar 4, menunjukan nilai paling terendah 0% pada petani nomor 18 yang terdapat di dusun LaenAu, dan yang paling tertinggi yaitu 65%, pada petani nomor 17 dan 23 yang terdapat di dusun LaenAu dan dusun Petes. Untuk dapat melakukan usahatani padi yang efisiensi dan mendapatkan hasil produktivitas yang baik dan bisa menguntungkan, maka petani atau responden perlu mengurangi penggunaan input produksi yang masih berlebihan dalam melakukan kegiatan budidaya padi sawah. Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi kerja dalam usahatani padi sawah di Desa Forekmodok adalah kelompok tani, kedepannya perlu untuk meningkatkan kelembagaan,dan jiwa gotong royong petani melalui kelompok tani, dengan program-program peerintah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PRODUTIVITAS PETANI PADI DI DUSUN UEL DESA NUNKURUS KECAMATAN KUPANG TIMUR.

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produktivitas tanaman padi adalah suatu nilai yang menunjukan perbandingan rata-rata hasil produksi tanaman padi terhadap penggunaan beberapa input pada periode pelaporan. Produktivitas merupakan kemampuan atau kapasitas petani memproduksi tanaman padi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas petani padi sawah, mengetahui indeks produktivitas, mengetahui efisiensi teknis dan Mengetahui gap efisiensi petani padi sawah di Desa Nunkurus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan Nilai rata-rata, produktivitas petani 0,409, Produktivitas terendah 2,474 pada responden 36 terdapat pada RT 05 dan produktivitas tertinggi 9,009 pada responden 30 terdapat pada RT 04, Nilai rata-rata indeks produktivitas petani 0,489, Indeks terendah yaitu 0,275 pada responden 36, yang terdapat pada RT 05 dan indeks tertinggi yaitu 1.000 pada responden 30 yang terdapat pada RT 04, Nilai rata-rata efisiensi teknis 49% dengan nilai terendah 27% pada responden 36 yang terdapat pada RT 05 dan efisiensi teknis tertinggi 100% pada responden 30 terdapat pada RT 04, Nilai ratarata GAP efisiensi teknis 51% dengan nilai terendah 0% pada responden 36 yang terdapat pada RT 05 dan GAP efisiensi teknis tertinggi 73% pada responden 30 terdapat pada RT 04. Kesimpulan dari penelitian ini adalah produktivitas petani mempunyai nilai rata-rata 0,489, nilai rata-rata indeks produktivitas petani adalah 0,489, nilai rata-rata efisiensi teknis adalah 49% dan nilai rata-rata Gap efisisensi teknis 51%. Saran dari penelitian ini adalah Petani harus lebih meningkatkan produktivitasnya agar bisa mengelola lahan pertanian sehingga produksi padi sawah bisa di tingkatkan lagi dan akhirnya pendapatan juga akan meningkat dan petani juga harus berusaha dan terus meningkatkan produktivitas dengan cara mempelajari cara menanam padi dengan berbagai metode yang di anggap mampu untuk meningkatkan jumlah produksi padi dan petani membuat pupuk kompos dan pupuk kandang dari bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar sehingga tidak terlalu bergantung pada pupuk kimia sehingga pendapatan juga akan meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN RAGI DAN AQUADES PADA PROSES PEMBUATAN JERAMI PADI BIOETANOL MENGGUNAKAN METODE SIMULTANNEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah mengetahuipengaruh proses suhu fermentasi jerami padi menjadi etanil, dan jumlah etanol yang dihasilkan dari jerami padi. Salah satu cara dengan mengubah jerami padi menjadi bioetanol. Kandungan hemilselulosa dan selulosa pada jerami padi brtpotensi untuk diolah menjadi bioetanil yang difermentasikan. Semakin besar molaritas HCL dan campuran NaOH serta ragi tape membuat kadar etanol yang dihasilkan semakin besar, karena penambahan HCL 2% (70 ml) di peroleh kadar etanol yang tinggi. Setelah difermentasi dimurnikan dengan cara didestilasi pada temperatur 80 C. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang berbanding rurus antara molaritas asam dengan kadar etanol yang dihasilkan. Semakin tinggi konsentrasi asam,maka akan semakin tinggi pula kadar etanolyang didapat. Begitu pula hubungan antara lama waktu fermentasi dengan kadar etano. Kadar etanol tertinggi di hasilkan pada kondisu HCL 0,1 N dengan waktu fermentasi selama 15 hari

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN PENGARUH TINGGI GENANGAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PADI SAWAH DI DESA OEBELO, KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air dalampertanianmerupakankebutuhanpokokterutamadalambudidayapadisawah. Air dalambudidayapadisawahdigunakanuntukpengolahantanahdanpertumbuhantanaman. Air dalampertumbuhandanperkembangantumbuhansebagaibahanbakutanamandalam proses fotosintesisdan juga dapatmenjagakelembabantumbuhan agar tidaklayu. Air diserapolehakartumbuhandandikirimkankedauntempatmelakukanfotosintesis. PenelitianinimenggunakanmetodeRancanganAcakLengkap (RAL) dengan 4 perlakuandan 5 kali ulangansehinggamenghasilkan 20 unit percobaan. Adapunperlakuan yang di cobakanyaitu A= tinggigenangan 2 cm, B= tinggigenangan 3 cm, C= tinggigenangan 4, D= tinggigenangan 5 cm. Perlakuanterbaikdalampenelitianiniterdapatpadaperlakuan D denganpemberianketinggiangenangan air padisawah 5 cm mendapatnilai rata-rata tertinggipadatinggitanamanpadisawahdengannilai rata-rata 89.760cm, nilai rata-rata pertumbuhanjumlahanakan/rumpun 15.600 yang terbuktidapatmeresponpengaruhketinggiangenangan air padisawahterhadappertumbuhantanamanpadisawah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFISIENSI KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN PENYALURAN AIR PADA MUSIM TANAM PERTAMA( MT 1) DI DAERAH IRIGASI AIMALAE DESA BAKUSTULAMA, KECAMAT TASIFETO BARAT, KABUPATEN BELU

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MAKARIUS, N. TAEK* NAINITI, N. P. P. E** MAKABORANG M** ABSTRAK Dalam memenuhi kebutuhan air untuk berbagai keperluan usaha tani, maka air (irigasi) harus diberikan dalam jumlah, waktu, dan mutu yang tepat sehingga tidak mempengaruhi menurunkan pertumbuhan dan produksi tanaman.Pemberian air irigasi dari hulu sampai hilir memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai, berupa; bendungan, bendung, saluran primer dan sekunder, box bagi, pertumbuhan tanaman dapat terjamin dengan baik, dan tercukupi air pengairannya (Silahooy, 2010). Untuk menjamin kebutuhan air irigasi bagi petani padi di Desa Bakus Tulama, telah tersedia fasilitas Irigasi berupa sumber air dari sungai Aimalae. Permasalah yang di hadapi di Daerah Irigasi adalah terjadi pemborosan dimana pembagian air tidak merata, ada kelompok petani yang mendapat jatah pembagian air cukup ada pula yang tidak cukupUntuk menjamin kebutuhan air irigasi bagi petani padi di Desa Bakus Tulama. maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul“ Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Irigasi Untuk Tanaman Pada Musim Tanam (MT I) di Daerah Irigasi Aimalae Desa Bakustulama, Kecamat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu ” Dari hasil penelitian dapat di ketahui bahwa hasil Efesiensi saluran primer pada daerah irigasi Aimale di Desa Bakus Tulama sebesar 86,862 % artinya kehilangan air di sepanjang saluran ialah 2,575%. Rata-rata Efesiensi saluran sekunder pada daerah irigasi Aimalae di Desa Bakus Tulam sebesar 43,360 %, artinya kehilangan air di sepanjang saluran sebesar 2,308%. Rata-rata Efisiensi saluran tersier pada daerah irigasi Aimalae di Desa Bakus Tulama sebesar 41,755%,artinya kehilangan air di sepanjang saluran sebesar 21,437%. Efesiensi penyaluran air pada Irigasi Aimalae Di Desa Bakus tulama sebesar 1,573 Kata Kunci : Analisis Ketersediaan Dan Kebutuhan Air Irigasi Untuk Tanaman Padi Pada Mt I Didaerah Irigasi Aimalae Desa Bakustulama Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu *) penelitian **) pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI DAN PENGKAJIAN EFEKTIFITAS MESIN POMPA AIR UNTUK IRIGASI PADI SAWAH DI BPTP NAIBONAT KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI IDENTIFIKASI DAN PENGKAJIAN EFEKTIFITAS MESIN POMPA AIR UNTUK IRIGASI PADI SAWAH DI BPTP NAIBONAT KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR Iskandar. M*) Nainiti. P. P. E.N **) Lano L. M **) Penelitian dilaksanakan di BPTP Naibonat Kupang Nusa Tenggara Timur pada bulan April 2021, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana para petani di BPTP Naibonat menggunakan pompa air untuk irigasi padi sawah.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai efektifitas penggunaan mesin pompa air untuk irigasi padi di BPTP Naibonat. Dan observasi lapangan bertujuan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan data debit mesin pompa air pada air embung di BPTP Naibonat, dan luas lahan irigasi dari instansi terkait. Hasil penelitian Bagaimana Para Petani di BPTP Naibonat Menggunakan Pompa Air Untuk Irigasi Padi Sawah di lakukan pengukuran dengan tiga kali pengulangan dengan 4 unit mesin pompa. Penggunaan mesin pompa air pada lahan sawah di BPTP Naibonat berdasarkan hasil penelitian, ada 4 unit pompa air yang terdiri dari 3 unit dengan type dan kemampuan pompa yang sama, yaitu Type NS-100 dengan Debit pompa 20 liter/detik dan dari ketiga unit pompa tersebut, 1 unit mengairi lahan seluas 4 hektar selama 10-12 jam/hari/minggu . Dan 1 unit pompa lainnya adalah type NS-80 dengan debit pompa sebesar 15 liter/detik. 1 unit pompa tersebut mengairi lahan seluas 3 hektar selama 13-15 jam/hari/minggu. Kata kunci: Identifikasi dan Pengkajian Mesin Pompa Air Padi Sawah. *) Peneliti **) Pembimbing I **) Pembimbing II

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PETA IKLIM BERDASARKAN KLASIFIKASI IKLIM OLDEMAN UNTUK MENENTUKAN JENIS TANAMAN PANGAN YANG SESUAI DI NUSA TENGGARA TIMUR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PETA IKLIM BERDASARKAN KLASIFIKASI IKLIM OLDEMAN UNTUK MENENTUKAN JENIS TANAMAN PANGAN YANG SESUAI DI NUSA TENGGARA TIMUR PROGRAM STUDI MEKANISASI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Bajo N. E*) Lano M.L**) Nainiti N.P.P.E**) Suatu kajian hasil penelitian yang bersifat kualitatif yang bertujuan untuk menghasilkan peta iklim Oldeman dengan menggunakan aplikasi Arcgis 10.3dalam menentukan jenis tanaman yang sesuai di Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini mendapatkan hasil peta iklim Oldeman di Nusa Tenggara Timur, dimana hasil penelitian yang diperoleh Zona iklim B2 ditanam padi dua kali setahun dan pada musim kering cukup untuk ditanami palawija, Zona Iklim C3 dapat ditanami padi satu kali dan tanaman palawija dapat ditanami dua kali dalam setahun tetapi untuk palawija yang ditanam pada penanaman kedua harus berhati – hati agar tidak terjadi pada bulan kering. Zona D3 hanya dapat ditanami padi dan juga palawija satu kali selama setahun tergantung adanya persediaan air. Kata Kunci : Iklim, Zona,Padi, Palawija Keterangan : * Peneliti ** Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN HORMON NAA (Naphthalene Acetic Acid) DAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH CABAI RAWIT PADI (Capsicum frutescens L.) SECARA IN VITRO

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

“Pengaruh Pemberian Hormon NAA (Naphthalene Acetic Acid) Dan Air Kelapa Muda Terhadap Pertumbuhan Benih Cabai Rawit Padi (Capsicum frutescens L.) Secara In Vitro” Punuf , E. M. E) * Solle, H. R. L.) ** Hendrik, A. Ch.)** ABSTRAK Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) termasuk famili terong-terongan dan tergolong tanaman semusim atau tanaman berumur pendek. Setiap daerah mempunyai istilah untuk tanaman cabai rawit, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) cabai rawit dikenal dengan nama cabai rawit padi karena ukuranya kecil menyerupai padi, dan rasanya sangat pedas dari cabai rawit lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon benih cabai rawit padi terhadap pemberian hormon NAA dan air kelapa muda secara in vitro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu hormon NAA dengan 4 taraf konsentrasi, dan Air kelapa muda dengan 4 taraf konsentrasi, sehimgga terdapat 16 kombinasi perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam ANOVA, kemudian dilanjutkan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil ANOVA menunjukan bahwa hormon NAA dan air kelapa muda berpengaruh signifikan (ρ 0,05) terhadap parameter pengamatan daya kecambah, tinggi tanaman, dan jumlah daun, kemudian dilanjutkan uji DMRT menunjukan daya kecambah tertinggi pada perlakuan NAA 2 Mg/L dan Air kelapa muda 25% dengan daya kecambah 56,7%, tinggi tanaman 5,92 cm, dan jumlah daun 2,67 helai. Dengan demikian hormon NAA dan air kelapa muda berpengaruh nyata pada setiap para meter pengamatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KANDUNGAN PIGMEN PADA ALGA COKLAT PADINA SP DI PERAIRAN PANTAI BOLOK NUSA TENGGARA TIMUR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

REYNALD ADHITHYA KIA (14380076). Analisis Kandungan Pigmen Alga Coklat Padina Australis Di Perairan Pantai Bolok Nusa Tenggara Timur: Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Padina australis merupakan spesies alga dari divisi Phaeyophyta (ganggang coklat) yang pada umumnya tersebar di perairan laut, mulai perairan laut dangkal hingga perairan dalam. Ganggang ini memiliki bentuk lembaran yang lebar berwarna coklat transparan. Ganggang ini berwarna coklat karena di dalam thalusnya terkandunga pigmen fikosantin dan xantofil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi pigmen yang diekstrak pada alga coklat P. australis yang diambil di perairan pantai Bolok. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium Biologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei, metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan metode Spektrofotometer. Berdasarkan hasil penelitian, jenis pigmen yang teridentifikasi pada alga coklat P. australis yaitu klorofil a, klorofil b, karotenoid (karoten dan xantofil) dan feofitin a. Melalui uji KLT di temukan delapan fraksi warna, yang dihitung nilai Rf-nya, (Retention faktor): fraksi pertama warna kuning dengan nilai Rf 0,98, fraksi kedua warna kelabu dengan nilai Rf 0,48, fraksi ketiga warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,4, fraksi keempat warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,32, fraksi kelima warna hijau dengan nilai Rf 0,26, fraksi keenam warna hijau dengan nilai Rf 0,24, fraksi ketujuh warna hijau dengan nilai Rf 0,2 dan fraksi kedelapan warna kuning-orange dengan nilai Rf 0,16. Hasil spektofotometer kedelapan fraksi bekisar pada 200-350 nm dan hasil spektrofotometer ekstrak total ada pada kisaran 270-500 nm. Kata kunci: Padina australis, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometer, Pigmen, Pantai Bolok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Ketersediaan Air Dan Kebutuhan Air Irigasi Pada Daerah Aliran Sungai Di Desa Nulle Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Tts

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KETERSEDIAAN AIR DAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI DI DESA NULLE KECAMATAN AMANUBAN BARAT KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Jose Dodi Correia*) Marthen L. Lano**) Marthen Makaborang***) Penelitian dilaksanakan di Daerah Aliran Sungai Desa Nulle, Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan pada bulan Desember 2020, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana ketersediaan air pada Daerah Aliran Sungai di Desa nulle dan kebutuhan air irigasi pada Daerah Aliran Sungai di Desa nulle. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan air pada Daeerah Aliran Sungai dan kebutuhan air irigasi pada Daerah Aliran Sungai. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai ketersediaan air dan kebutuhan air irigasi pada Daerah Aliran Sungai. Ketersediaan air pada Daerah Aliran Sungai mengalami peningkatan jumlah volume air pada bulan desember yaitu sebesar 328,21 m³/detik, dan mengalami penurunan jumlah debit air pada bulan agustus yakni sebesar 10,53 m³/detik. Sedangkan kebutuhan air irigasi untuk tanaman padi maupun palawija adalah 1 liter/det/ha, dimana luas lahan adalah 10 ha maka kebutuhan air irigasi pada Daerah Aliran Sungai adalah 25 liter/hari. Kata kunci : Irigasi, Ketersediaan air, kebutuhan air, padi, palawija. *) Peneliti **) Pembimbing I ***) Pembimbing II

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFISIENSI PENYALURAN TERSIER AIR MUSIM TANAM 1 PADA DAERAH IRIGASI LEKONA KECAMATAN PANTAI BARU KABUPATEN ROTE NDAO

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian dilaksanakan di Daerah Irigasi LekonaDesa Lekona, Kecamatan PantaiBaru Kabupaten Rote Ndao pada bulan November 2020, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana ketersediaan dan kebutuhan air di Daerah Irigasi Lekona terhadap tanaman padi sawah di Desa Lekona.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan air irigasi di lahanpadi sawah. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai ketersediaan dan kebutuhan air pada Daerah Irigasi Lekona. Dan observasi lapangan bertujuan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan data debit saluran irigasi, dan luas lahan irigasi dari instansi terkait. Hasil penelitian analisis efisiensi penyaluran tersier air musim tanam 1 pada daerah irigas Lekona Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao di lakukan pengukuran dengan tiga kali pengulangan dengan panjang titik ukur saluran 5 m. Kecepatan air pada saluran tersierdi Daerah Irigasi Lekona sebesar 28.512 mm/hari dikali 1 musim tanam (90 hari) = 2.566.080 mm untuk lahan seluas 160 ha. Sedangkan air yang dibutuhkan pada di lahan sebesar 13,824 mm/hari di kali 1 musim tanam (90 hari) sebesar 1.244.160 m3 untuk mengairi lahan persawahan seluas 160 ha. Jadi jumlah air yang lebih pada 1 hari sebesar 14.688 mm/hari sedangkan air yang lebih untuk 1 musim tanam sebesar 1.321.920 mm. Maka ketersediaan air di daerah irigasi Lekona pada musim tanam 1 lebih tinggi dari pada air yang dibutuhkan di lahan seluas 160 ha.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Ketersedian Air dan Kebutuhan Pada Daerah Irigasi Naen Untuk Pengembangan Padi Sawah di Kelurahan Tubuhue Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KETERSEDIAAN AIR DAN KEBUTUHAN PADA DAERAH IRIGASI NAEN UNTUK KEBUTUHAN TANAMAN PADI SAWAH DI KELURAHAN TUBUHUE KECAMATAAN KOTA KEFAMENANU KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Sila Yermias * Lano Marten** Makaborang Marthen,** Mahasiswa Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Penelitian dilaksanakan di Daerah Irigasi Naen Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara pada bulan November 2020. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan air irigasi di lahan padi sawah. Ketersediaan air di areal persawahan Naen sangat melimpah untuk musim tanam 1 (MT 1) yang dimulai bulan November dengan ketersediaan debit sebesar 312,90 liter/detik, yang terus surplus hingga akhir musim tanam 1. Untuk musim tanam 2 (MT 2) yang dimulai bulan Maret, ketersediaan air sebesar 955,94 liter/detik, yang sangat melimpah hingga akhir musim tanam 2. Untuk musim tanam 3, ketersediaan air sangat terbatas hingga di debit minilmal 0 liter/detik di bulan Agustus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH CAMPURAN SEKAM PADI DAN DAUN KESAMBI TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH CAMPURAN SEKAM PADI DAN DAUN KESAMBI TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET Bunga O * Bunga F. J. H ** Makaborang M *** Suatu penelititan telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh campuran sekam padi dan daun kesambi terhadap kualitas biobriket dan perlakuan campuran sekam padi dan daun kesambi terhadap kualitas biobriket terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian dianalisis dengan analisis varians dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan yang diuji adalah kombinasi sekam padi dan daun kesambi sebagai bahan baku biobriket sebagai berikut A. (sekam padi 90, 70, 50, 30, 10% + daun kesambi 10, 30,50,70, 90%). Variabel pengamatan meliputi kadar air, kerapatan, pengembangan diameter dan nilai kalor biobriket. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan pencampuran sekam padi dan daun kesambi memberikan pengaruh pada pengamatan kadar air, kerapatan, pengembangan diameter dan nilai kalor bahan dan perlakuan terbaik D. (sekam padi 30% + daun kesambi 70% adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan kadar air terendah 11,4 %, pengembangan diameter terendah 5.03 %, kerapatan tertinggi 2,223.67 kg/m3, dan nilai kalor tertinggi 1400.70 j.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMALISASI POLA TANAM PADA DAERAH IRIGASI WAIKELAK DESA BENDONA, KECAMATAN TANJUNG BUNGA, KABUPATEN FLORES TIMUR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Weran.K.A *) Nainiti, N.P.P.E.**) Dethan.J.J.S. **) Tujuan Optimalisasisi polah tanam daeraIrigasi Waikelak di Desa Bendona yaitu untuk mengetahui pemanfaatan Air IrigasiWaikelak terhadap usaha tani serta menghitung keuntungan maksimum musim tanam I dan II pada tanaman Padi di Desa Bendona Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Floress Timur. Dari hasi penelitian dapat di simpulkan bahwa manfaat dari air Irigasi Waikelak untuk pertanian sangatlah menguntungkan karena para petani dapat melakukan 2 kali musim tanam dengan musim tanam pertama di mulai dari bulan Desember – Februari pada bulan – bulan ini persediaan air meningkat, sedangkan pada musim tanam dua yakni bulan April – Juni dimana ketersediaan air semakin berkurang. Rancangan penelitian ini menggunakan Model matematika dalam program linier dengan Persamaan fungsi tujuan yang ingin dicapai dengan rumus Musim Tanam I : Z = C1,X1a. Musim Tanam II : Z = C2,X2a dengan membatasi membatasi kegunaan utama sebagai fungsi kendala pada kebutuhan air tiap luas lahan tanaman Padi. Hasil penelitian menunjukan pada musim tanam I terhitung dari bulan Desember hingga bulan Februari luas areal tanaman padi sebesar 15 ha dengan menghasilkan keuntungan sebesar (Rp19,885,000) danjagung dengan luas arel tanam 10 ha dengan menghasilkan keuntungan sebesar ( Rp13,795,000). Musim tanam II terhitung bulan April hingga bulan Juni, luas area tanaman padisebesar 9 ha dan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 9,885,000dan jagung dengan luas arel tanam 12 ha dengan menghasilkan keuntungan sebesar (Rp29,740,000). Untuk fungsi kendala pada musim tanam I dan musim tanam II luas areal tanaman padi sebesar 22 ha dengan dan menghasilkan keuntungan sebesar Rp . 29.770.000 Danjagung dengan luas arel tanam 22 hadengan menghasilkan kentungan sebesar (Rp31.590.000.)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KETERSEDIAAN AIR DAN KEBUTUHAN PADA DAERAH IRIGASI ATIBAI UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN PADI SAWAH DI KELURAHAN KELAISI TIMUR APUI KECAMATAN ALOR SELATAN KABUPATEN ALOR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KETERSEDIAAN AIR DAN KEBUTUHAN PADA DAERAH IRIGASI ATIBAI UNTUK KEBUTUHAN TANAMAN PADI SAWAH DI KELURAHAN KELAISI TIMUR APUI KECAMATAAN ALOR SELATAN KABUPATEN ALOR Maifa Oktofianaus* Dethan J.J.S** Makaborang Marthen** Mahasiswa Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Penelitian ini dilaksanakan di Daerah Irigasi Atibai Kec. Alor Selatan Kab. Alor pada bulan Desembar 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Ketersediaan Air dan Kebutuhan Irigasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan metode pengapung dengan bola pimpong dan stopwacht, dengan langkah menentukan laju aliran air irigasi. Sepanjang 5 meter, kemudian mengunakan bola pimpong untuk mengukur kecepatan aliran, dengan mengunakan stopwacht untuk mengetahui kecepatan yang terjadi pada aliran air irigasi 5m/detik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail