ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Identifikasi jenis-jenis rumput yang terdapat di Bukit Wairinding sangat penting dilakukan karena mengingat semakin banyaknya rumput yang digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari baik didunia pendidikan, kesehatan maupun dunia peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis rumput yang terdapat di Bukit Wairinding. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi. Metode eksplorasi digunakan untuk mengamati bagian permukaan dari tumbuhan rumput. Rancangan pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, koleksi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil identifikasi menunjukan bahwa di Bukit Wairinding terdapat 9 Famili yang terdiri dari Familia Gramineae, Poaceae, Mavaceae, Euphorbiaceae, Asteraceae, Fabeceae, Dioscoreaceae, Commelinaceae dan Scrophulariaceae. Dari 9 Famili terdiri atas 10 jenis yang termasuk golongan rumput-rumputan antara lain Imperata cilidra, Heteropogon contortus, Sporus africianus, Euglesina indica, Clorus barbata, Digitaria ciliaris, Ischaemum timorense, Themeda arguens, Panicum dichotomiflorum, Sp 4 dan 7 jenis yang termasuk golongan gulma antara lain Sida rhombifolia, Sphagneticola tribolata, Euphorbia hirta, Indigofera linifolia, Sp 1, Sp 2, dan Sp 3. Spesies yang paling banyak ditemukan yaitu Heteropogon cortortus dengan jumlah 409 individu, nilai kerapatan relatif sebesar 16.425%, dengan nilai frekuensi relatif sebesar 8.988% dan indeks nilai penting sebesar 25.414. Tingginya nilai kerapatan pada Heteropogon contortus didukung oleh kondisi lingkungan. Heteropogon contortus memiliki habitat dengan kondisi kering dan terbuka yang langsung disinari oleh matahari. Sedangkan yang memiliki nilai kerapatan terendah yaitu jenis Sida rhombifolia dengan jumlah 49 individu dengan nilai kerapatan relatif 1.967%, nilai frekuensi relatif 3.370% sedangkan indeks nilai penting 5.338. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk inventarisasi jenis rumput beracun yang ada di Bukit Wairinding
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERBANDINGAN PISANG KEPOK DAN KACANG TANAH TERHADAP PRODUK MANGGULU
Rifat W.B Bella)* M. Nuhamara)** Zet Malelak)**
ABSTRAK
Manggulu merupakan produk pangan tradisional yang terbuat dari pisang dan kacang tanah yang kandungan karbohidratnya tinggi dengan nilai kadar airnya rendah. Manggulu sebagai pangan local dibuat dari pisang matang dan kacang tanah yang sudah disangrai namun dalam proses pembuatan manggulu masyarakat sumba timur menggunakan cara sederhana tanpa mengetahui perbandingan kedua bahan yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat perbandingan terbaik pisang kapok dan kacang tanah terhadap produk manggulu. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium prosesing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana pada Bulan September 2021. Desain penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga secara total terdapat 12 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perbandingan pisang kapok dan kacang tanah terhadap produk manggulu memberikan pengaruh yang sangat nyata pada taraf signifikan (P>0,01) terhadap warna, tekstur,rasa dan aroma produk manggulu yang dihasilkan. Selain itu, perlakuan perbandingan pisang kapok dan kacang tanah terbaik terdapat pada perlakuan B yaitu 250 g pisang kapok dan 250 g kacang tanah yang menghasilkan aroma (4,667) sangat suka,rasa (4,756) sangat suka,tekstur (4,711) sangat suka dan warna (4,622) sangat suka pada manggulu. Dengan demikian, perbandingan pisang kapok dan kacang tanah yang berbeda berpengaruh terhadap produk manggulu.
Kata Kunci : Manggulu,Perbandingan,sumba timur, metode rancangan acak lengkap
Keterangan :
*) Peneliti
**) pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Fokus utama penulis adalah melihat spiritualitas kehidupan para perempuan penenun di GKS Jemaat Payeti. Kain tenun Sumba Timur adalah salah satu karya seni yang sangat indah dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, ada makna yang terdapat dalam setiap lembar kain tenun Sumba Timur melalui motif-motif yang digambar oleh para perempuan penenun. Namun dalam kenyataannya, ada berbagai pergumulan dan tantangan yang dihadapi oleh para perempuan penenun, tetapi mereka tetap berjuang untuk tidak meninggalkan pekerjaan menenun yang menjadi warisan budaya nenek moyang. Perjuangan para perempuan penenun inilah yang penulis temukan bahwa ada nilai-nilai spiritualitas dalam diri mereka. Terkait dengan spiritualitas perempuan penenun, penulis memakai pemahaman spiritualitas dari Jacob Daan Engel yaitu 6 tahapan spiritualitas diri seseorang di antaranya kesadaran diri, penerimaan diri, ketegasan diri, tujuan hidup, tanggung jawab diri, dan integritas diri. Adapun metode yang digunakan penulis yaitu studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan yaitu penulis melakukan wawancara kepada beberapa narasumber terkait masalah yang didalami, sedangkan studi pustaka yang di mana penulis menggunakan berbagai sumber buku dan jurnal yang dapat membantu penulisan ini. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, para perempuan penenun GKS Jemaat Payeti memberi diri bahkan mengorbankan diri mereka. Dalam proses menenun, ada pengorbanan, perjuangan, dan kerja keras perempuan demi harapan mereka untuk kebutuhan keluarga. Hal ini menunjukkan nilai-nilai spiritualitas diri mereka. Salah satu tokoh perempuan dalam Alkitab bernama Rut yang terus bertahan dan berjuang di tengah kesulitan dan pada akhirnya Allah menyatakan kuasa-Nya. Begitu halnya dengan perempuan penenun, Allah mengijinkan berbagai situasi sulit terjadi dalam kehidupan para perempuan penenun yang sesungguhnya membuat spiritualitas mereka semakin bertambah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
produktivitas dapat diartikan sebagai perbandingan antara jumlah pengeluaran dibagi jumlah masukan dalam periode tertentu. bertujuan untuk mengetahui produktivitas petani padi sawah, mengetahui indeks produktivitas, mengetahui efiansi teknis dan mengetahui Gab efiensi teknis petani padi sawah di Desa lailara, Kecamatan Katala Hamu Lingu, Kabupaten Sumba Timur.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitaf yang menjelaskan secara keseluruhan tentang informasi yang diperoleh dari lapangan.Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara,dokumentasi,observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan Nilai rata-rata, produktivitas petani 2,480, Produktivitas terendah 0,326 pada responden 27 terdapat pada RT 09 dan produktivitas tertingi 7,272 pada responden 33 terdapat pada RT 11, Nilai rata-rata indeks produktivitas petani 0,341 Indeks terendah yaitu 0,044 pada responden 27 yang terdapat pada RT 09 dan produktivitas dan indeks tertinggi 1 pada responden 33 yang terdapat pada RT 11, Nilai rata-rata efesiensi teknis 34%,efisiensi teknis terendah 4% pada responden 27 yang terdapat pada RT 09 dan efisiensi tertinngi 100% yang terdapat pada responden 33 yang terdapat pada RT 11, Nilai rata-rata GAP efisiensi Teknis 66%, GAP efisiensi teknis terendah 0% pada responden 33 yang terdapat pada RT 33 dan GAP efisiensi teknis tertinggi 96% pada responden 27 yang terdapat pada RT 27.Kesimpulan dari penelitian ini adalah produktivitas petani mempunyai nilai Rata-rata 7,272, nilai rata-rata indeks produktivitas petani adalah 0,341, nilai rata-rata efesiensi teknis adalah 34%, nilai rata-rata Gap efisiensi teknis 66%. Saran dari penelitian ini adalah petani harus lebih meningkatkan produktivitasnya agar bisa mengelola lahan pertanian sehingga produksi padi sawah bisa di tingkatkan lagi dan akhirnya pendapatan juga akan meningkat dan petani juga harus berusaha dan terus meningkatkan produktivitas dengan cara menanam, pemupukan padi dengan berbagai cara yang di anggap mampu dalam meningkatkan jumlah produksi padi dan petani juga harus membuat pupuk kompos dan pupuk kandang dari bahanbahan yang ada di lingkungan sekitar sehingga tidak terlalu bergantung pada pupuk kimia sehingga pendapatan petani juga akan meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STUDI EFISIENSI PENYALURAN IRIGASI DI SALURAN INDUK PADA DAERAH IRIGASI KAMBANIRU KABUPATEN SUMBA TIMUR Noti B.Y. *) Makaborang M. **) Lano L.M **) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan untuk menggali data-data primer serta melakukan pengukuran langsung di lapangan untuk mendapatkan nilai efisiensi irigasi total pada saluran induk Daerah Iirigasi Kambaniru. Pengukuran di lakukan secara over all setiap pintu sadap di saluran induk Daerah Irigasi Kambaniru. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data di ketahui bahwa efisiensi penyaluran air rata-rata pada saluran primer kiri adalah 96.05%. Sementara itu efisiensi rata-rata pada saluran primer kiri dan kanan adalah 81.42%. Dari perhitungan itu maka di dapat efisiensi penyaluran air irigasi total pada saluran induk Kambaniru adalah 75.50%. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa factor-faktor yang mempengaruhi efisiensi adalah kondisi fisik saluran , dimana terdapat endapan lumpur di sepanjang saluran , sadap liar di sepanjang saluran ,tumbuhan liar di seapnjang saluran sehingga menyebabkan efisiensi penyaluran air irigasi menjadi berkurang. Keterangan : * peneliti ** pembimbing