Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

220 hasil
Subjek: RAL
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PEMERINTAH KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan daerah Kabupaten Kupang dilihat dari rasio derajat desentralisasi fiskal, rasio kemandirian, rasio efektivitas PAD, rasio efisiensi keuangan daerah, dan rasio keserasian. Penelitian ini dilaksanakan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang. Pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan rumus : rasio derajat desentralisasi fiskal, rasio kemandirian, rasio efektivitas PAD, rasio efisiensi keuangan daerah, dan rasio keserasian. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang dilihat dari (1) Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal dapat dikategorikan sangat kurang, karena rata-ratanya sebesar 6,37% (2) Rasio Kemandirian Daerah pola hubungannya masih tergolong dalam pola hubungan instruktif karena rata-rata besarnya rasio ini sebesar 8,27% (3) Rasio Efektivitas PAD efektivitas kinerja keuangan Kabupaten Kupang kurang efektif karena rata-rata efektivitasnya 78,46% (4) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah dapat dikatakan kurang efisiensi karena rata-rata efisiensi keuangan daerah Kabupaten Kupang sebesar 98,51% (5) Rasio Keserasian diketahui bahwa rata-rata belanja operasi daerah masih lebih tinggi yaitu 54,68% dibandingkan rata-rata belanja modal sebesar 44,92% sehingga masih dapat dikatakan bahwa Pemerintah Daerah kurang memperhatikan pembangunan daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESCRIPTIVE STUDY OF MODES AND TECHNIQUES OF INTERPRETING USED BY INTERPRETERS AT POTTER'S HOUSE CHRISTIAN MINISTRIES

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to identify and describe the modes and techniques used by interpreters in the process of interpreting sermons at Potter's House Christian Ministries. This research is a descriptive qualitative study. This research employed the scrutinizing method for data collection, which entails attentive listening to language usage (Sudaryanto, 1993: 133). The researcher adopted a non-participatory role, serving as mere observer of data without direct involvement in its formation. The study focused on analyzing language usage in two recorded videos of weekly services at Potter's House Christian Ministries. The researcher specifically examined individual sentences as manifestations of data, which were recorded and organized into tables based on criteria such as perspective, vocabulary, and modality. Technique assessment was employed to gather data and assess the impact of different modes and techniques on interpretation. The study reveals that interpreters at Potter's House Christian Ministries primarily employ consecutive interpreting mode, particularly short consecutive interpreting. The researcher also discovered six predominant techniques used during the interpretation process, namely: (1) reformulation, (2) elimination technique, (3) summarization, (4) error correction technique, (5) metaphors and saying technique, and (6) code-switching technique.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI TENTANG BENTUK-BENTUK PASTORAL TERHADAP PEMUDA YANG TERLIBAT DALAM KASUS PERJUDIAN TAJI AYAM (PE’IU MANU) DI JEMAAT GMIT IMANUEL WALUREDE KLASIS SABU BARAT RAIJUA TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “STUDI TENTANG BENTUK BENTUK PASTORALTERHADAP PEMUDA YANG TERLIBAT DALAM KASUS PERJUDIAN TAJI AYAM (PE’IU MANU) Di Jemaat GMIT Imanuel Walurede, Klasis Sabu Barat-Raijua” Djo R (*) Metboki M (**) Pabala P (**) Bimbingan Pastoral adalah pelayanan yang sumbernya dari Yesus Kristus yang diberikan kepada orang-orang mengalami kekecewaan dalam hidup agar mereka kembali ke jalan yang benar. Maka penelitian ini bertjuan untuk mengetahui apakah ada pastoral terhadap pemuda yang terlibat dalam kasus perjudian. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan pembagian kuisoner (angket). Lokasi penelitian dalam penelitian ini adalah Jemaat GMIT Imanuel Walurede, dengan sampel 10 orang pemuda yang terlibat dalam kasus perjudian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor penyebab perjudian dikalangan pemuda adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal diantranya faktor ekonomi, kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama, dan presepsi akan menang. Sedangkan factor eksternal adalah faktor lingkungan dan faktor budaya. Upaya Gereja dalam memberikan bimbingan pastoral sudah dilakukan, adapun langkah yang dilakukan dalam bimbingan pastoral tersebut adalah melakukan pendekatan dan perkunjungan kepada pemuda yang terlibat dalam kasus perjudian. Pendekatan dilakukan untuk mengecek kesiapan dari pemuda dalam menerima bimbingan pastoral, setelah ada kesiapan maka di lakukan perkunjungan oleh Pendeta dan wakil ketua, hasil yang diperoleh dari bimbingan pastoral yang di lakukan adalah perubahan gaya hidup pemuda artinya dengan adanya bimbingan pastoral tersebut dapat meminimalisir perjudian yang terjadi kalangan pemuda serta para pemuda mengalami pertumbuhan religius (keagamaan) artinya dengan adanya pastoral yang dilakukan pemuda sudah mulai mendekatkan diri dengan Tuhan, melalui rajin berdoa dan baca Alkitab. Kata Kunci: Pastoral, Pemuda Keterangan Penulis (*) Pembimbing (**)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Memulihkan Yang Terluka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bunuh diri adalah tindakan sadar seseorang yang sengaja mematikan dirinya sendiri karena berbagai alasan masalah pribadi maupun masalah finansial lainnya. Bunuh diri merupakan masalah yang fenomenal karena bukanlah hal yang mudah seseorang melakukan bunuh diri, sehingga jika ada yang melakukan bunuh diri akan menimbulkan berbagai konsekuensi sampai pada ketimpangan-ketimpangan sosial, yakni menimbulkan bahan bicara publik. Bunuh diri di Indonesia bahkan sampe ke daerah NTT yang marak terjadi oleh karena fungsi control mengelola stress dan emosional tidak begitu kuat. Sehingga tantangan yang hadir seolah-olah telah menutup jalan hidup. Artinya bunuh diri yang terjadi akibat masalah yang hadir baik dari dalam diri maupun dari luar diri seseorang, masalah-masalah itu mengganggu aspek ketahanan psikologis yang meliputi psikis dan fisik. Oleh karena ketidak mampanan dalam mengelola stress dan emosional seseorang akan nekat melakukan bunuh diri. Bahkan tindakan bunuh diri tidak melihat hidup sebagai pemberian Tuhan. Sebagaimana masalah/kasus bunuh diri yang terjadi di Jemaat GMIT Pniel Sikumana, suami istri dalam rentan waktu 2 bulan berturut-turut melakukan tindakan bunuh diri. Bunuh diri itu terjadi akibat masalah ekonomi rumah tangga. Namun sayangnya tindakan bunuh diri itu memberi dampak trauma bagi keluarga dan dua orang anak mereka yang masih kecil. Pelaku bunuh diri berinisial EF (istri) dan MO (suami) mereka dikaruniakan dua orang anak yang masih sangat kecil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Fenomena Online Grooming Sebagai Kejahatan Media Sosial

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FENOMENA ONLINE GROOMING SEBAGAI KEJAHATAN MEDIA SOSIAL Tesya Liliani Julianti Program Studi Teologi Agama Kristen, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Online grooming merupakan salah satu fenomena yang sedang marak terjadi akibat perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi digital. Online grooming adalah tahapan dari modus operandi yang dilakukan oleh pelaku (groomer) dengan cara menggunakan akun palsu dan mencoba untuk membangun hubungan emosional dengan seorang anak, remaja, pemuda, maupun orang dewasa, sehingga mereka dapat memanipulasi, mengeksploitasi, dan melecehkan korban. Di jemaat GMIT Betel Oesapa Tengah, terdapat sejumlah pemuda gereja yang pernah menjadi korban dari fenomena online grooming. Sehingga sudah seharusnya Fenomena online grooming ini menjadi perhatian dari gereja. Menjadi masalah jika pemuda-pemudi korban fenomena online grooming tidak mendapatkan perhatian dari gereja. Ketidaktahuan gereja terhadap fenomena online grooming membuat tidak adanya pelayanan dari gereja bagi pemuda-pemudi yang menjadi korban dari online grooming. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas fenomena online grooming di kalangan pemuda-pemudi di jemaat Betel Oesapa Tengah dan bagaimana peran pastoral gereja terhadap korban fenomena online grooming. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi untuk melihat fenomena online grooming di kalangan pemuda-pemudi jemaat Betel Oesapa Tengah. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa peran gereja sangat penting bagi pemuda-pemudi dalam menghadapi fenomena online grooming. Gereja dapat membuat program pelayanan khusus dan membuat sosialisasi tentang bahaya fenomena online grooming di kalangan pemuda-pemudi. Demikian pula peran pastoral holistik gereja bagi korban fenomena online grooming harus dijalankan dengan kesadaran bahwa gereja harus menjadi pendengar yang baik bagi keluh kesah mereka, menopang dan selalu mendukung mereka menuju ke arah yang lebih baik, hal ini akan membantu para pemuda-pemudi korban online grooming untuk bangkit kembali dari keterpurukkan mereka dan mampu sembuh dari sakit fisik dan psikologis sehingga hubungan sosial dan spiritualitas korban dapat dikembangkan. Lewat pelayanan-pelayanan pastoral yang diberikan oleh gereja, sebenarnya gereja sedang mempraktikkan pelayanan Yesus yang penuh dengan belas kasih kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gereja Dan Anak yang Berduka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kedukaan adalah perasaan kehilangan karena sesuatu yang sebelumnya ada sekarang tidak ada lagi. Setiap manusia bisa merasakan kedukaan karena kehilangan benda kesayangan, kehilangan kesempatan, kehilangan kesehatan dan kematian. Kehilangan karena kematian menjadi suatu peristiwa yang membuat seseorang akan kehilangan orang terdekatnya dan menimbulkan rasa duka yang mendalam. Orang yang berduka adalah mereka yang benar-benar mengalami kehilangan, termasuk anak kecil. Yang membedakan kedukaan yang dialami anak kecil dan orang dewasa adalah anak memiliki kapasitas untuk berduka lebih dalam karena mereka tidak mampu mengekspresikan perasaannya secara terbuka. Bertolak dari hal itu, penulis tertarik untuk meneliti tentang kondisi anak yang berduka pada usia 3-10 tahun dan sikap pastoral gereja terhadap anak yang berduka Di Jemaat Alfa Omega Baiyangawang, Klasis Pantar Barat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memilih keluarga yang berduka sebagai sampel untuk mengetahui kondisi anak yang berduka di Jemaat Alfa Omega Baiyangawang. Dari hasil penelitian, penulis menemukan bahwa anak mengalami kedukaan sama seperti yang dialami oleh orang dewasa pada umumnya, namun yang membedakan adalah cara anak mengekspresikan perasaan duka yang dialaminya. Oleh karena itu Gereja dan keluarga perlu memiliki perhatian khusus terhadap anak ketika terjadi peristiwa kematian. Dalam hal ini, Gereja dapat menggunakan pendekatan psikoterapi kedukaan dengan model Client Centered yang dapat menolong gereja untuk lebih fokus pada anak. Pendekaan ini menolong gereja agar gereja dapat memiliki ketrampilan mendengar dan sikap empati dalam mendampingi anak yang berduka. Dengan menjadikan pelayanan Yesus yang memperhatikan dan mempedulikan anak-anak sebagai sikap gereja dalam mendampingi anak yang berduka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AN ANALYSIS ON MORAL VALUES IN “DOLITTLE” MOVIE PRESENTED BY STEPHEN GAGHAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study is entilted’ An Analysis on Moral Values in “Dolittle” Movie Presented By Stephen Gaghan’. The aims of this study is to find out types of moral values showed in Dolittle movie which presented by Stephen Gaghan.This study applied descriptive-qualitative research. The object of this study was scenes and dialogues in movie entitled Dolittle. The primary data of this research were taken from Dolittle movie. Meanwhile the secondary data were taken from the books, journal, articles, internet.Transcript of the movie also used as supporting data. Some steps were undertaken during the data collection: watching the movie, finding the transcript, and categorizing the data. The result of this study showed that there were 3moral valuesfound in Dolittle movie. Types of the moral falues are: as follows: 1. Moral knowing; consits of: responsibility, respect, justice, tolerence, wisdom and democracy. 2. Moral feeling, consists of: altruism, love and loyalty and self-dicipline. 3. Moral action, consits of: courage, help each other and never give up.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterisasi Sifat Fisik Puding Tomat (Lycopersium esculentum) dengan Pati Ubi Kayu (Manihot esculenta) sebagai Penstabil

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DENGAN PATI UBI KAYU (Manihot esculenta) SEBAGAI PENSTABIL Naisunis Y.I.D Loe* Malelak Zet ** BanoEt I.M. Regina ABSTRAK Penelitian ini dengan judul karakterisasi sifat fisik puding tomat (lycopersium esculentum) dengan pati ubi kayu (manihot esculenta) sebagai penstabil telah dilaksanakan pada Laborotarium Procesing dan di uji lanjut Laboratorium Eksakta pada bulan Februari 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakeristik sifat fisik puding tomat dengan pemanfaatan pati ubi kayu dan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis dengan pemanfaatan pati ubi kayu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ). Rancangan acak lengkap dapat didefinisikan sebagai rancangan dengan beberapa perlakuan yang disusun secara random untuk seluruh unit percobaan. Variabel bebas berupa puding tomat dan pati ubi kayu sebagai penstabil sedangkan variabel terikat adalah pengujian organoleptik ( warna, aroma, tekstur, dan rasa). Dalam penelitian pati yang digunakan 3,5 gram, 7 gram, dan 10 gram sesuai dengan perlakuannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemberian pati dengan takaran yang berbeda, berpengaruh terhadap kualitas puding tomat (Lycopersium esculentum). Perlakuan penambahan pati pada puding tomat (Lycopersium esculentum) terbaik terdapat pada perlakuan 4 yaitu 3% gram pati (dari berat tomat 350 gram = 10,5 gram) yang menghasilkan warna (4,61) sangat suka, rasa (4,80) sangat suka, tekstur ( 4,72 ) sangat suka dan dengan aroma (4,52) sangat suka,. Kata Kunci : pudding tomat, pati ubi kayu, uji organoleptic, RAL *Peneliti ** Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Derajat Desentralisasi Fiskal Kota Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Derajat Desentralisasi Fiskal Kota Kupang. Jenis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode dokumentasi yaitu penulis mengumpulkan data histori seperti Laporan Realisasi Pendapatan Asli Daerah yang bersumber dari Laporan Keuangan Pemerintah Kota Kupang tahun anggaran 2017 - 2021. Hasil penelitian menggunakan rasio Derajat desentralisasi fiskal dengan rata-rata persentase selama lima tahun sebesar 16,31% menunjukan bahwa kemampuan keuangan daerah Kota Kupang ditinjau dari aspek desentralisasi fiskal dalam kategori rendah, yaitu pendapatan asli daerah masih sangat rendah terhadap total pendapatan daerah atau kemampuan daerah Kota Kupang dalam menggali Pendapatan Asli Daerah masih tergolong kurang baik. Yang berarti bahwa kewenangan desentralisasi sudah dijalankan tapi keuangan kota kupang masih sentralisasi dari pemerintah pusat. Jadi, Kemampuan Keuangan Daerah kota Kupang pada Tahun 2017-2021 dikategorikan masih kurang, dapat dilihat dari rasio derajat desentralisasi fiskal dengan rata-rata selama 5 tahun diklasifikasikan dalam kategori rendah. Komponen Pendapatan Asli Daerah selama lima tahun berturut-turut yang memberikan kontribusi kecil adalah Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan, pendapatan ini bersumber dari bagian laba perusahaan Daerah, lembaga keuangan bank serta penyertaan modal kepada badan usaha lain atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Variabel PAD yang paling besar memberikan kontribusi terhadap PAD adalah Pajak hal tersebut dikarenakan pajak merupakan pemungutan dari rakyat yang rutin dilakukan oleh pemerintah dibandingkan dengan retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah. Kemampuan Pendapatan Asli Daerah dari tahun 2017 sampai 2021 di BKAD Kota Kupang masih belum baik karena ada kendala yang disebabkan beberapa faktor. Faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi peningkatan Kemampuan Pendapatan Asli Daerah di Kota Kupang di BKAD Kota Kupang adalah Permasalahan kompetensi sumber daya manusia; Kurangnya pengawasan; Kesadaran masyarakat yang kuraang dalam membayar pajak & retribusi. Dari beberapa kendala pemerintah Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang telah mempersiapkan upaya untuk mengatasi permasalahan.Upaya untuk mengatasi hambatan dalam mengoptimalkan pendapatan asli daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah adalah: Untuk meningkatkan sumber daya manusia; Meningkatkan pengawasan yang kurang maksimal; Meningkatkan kesadaran wajib pajak bagi badan/perorangan yang tidak tertib membayar pajak. Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Desentralisasi Fiskal

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

NAKETI DALAM PEMAHAMAN JEMAAT GMIT SESAWI MAKU, DIKAJI DARI PERSPEKTIF PASTORAL TAHUN 2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK NAKETI DALAM PEMAHAMAN JEMAAT GMIT SESAWI MAKU, DIKAJI DARI PERSPEKTIF PASTORAL TAHUN 2022 Tlonaen Y D (*) Nuban Timo E (**) Tnunay Paulus (**) Penelitian ini dimotivasi oleh fakta masalah bahwa masyarakat pah meto yang selalu melakukan ritual naketi untuk memecahkan setiap persoalan yang dialami.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa pemahaman jemaat GMIT Sesawi Maku tentang pelaksanaan ritual Naketi dikaji dari perspektif pastoral. Dalam penelitian ini sumber data untuk penelitian ini adalah jemaat GMIT Sesawi Maku sebayak 20 orang dengan pembagian 5 orang Majelis Jemaat, 5 orang Tua Adat dan 10 orang Jemaat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diambil dengan menggunakan metode wawancara, serta studi pustaka (studi dokumen). Data yang telah didapat kemudian dianalisis menggunakan teori pastoral, berkaitan dengan pemahaman Jemaat GMIT Seasawi Maku . Pada akhirnya peneliti menemukan bahwa naketi merupakan salah satu bentuk konseling pastoral berbasis budaya Timor. Naketi menurut pemahaman masyarakat pah meto sebagai usaha untuk memperbaiki, mengatur, meluruskan, memurnikan serta menjernihkan diri dari dosa/kesalahan, yang menyebabkan tatanan kehidupan menjadi rusak. Oleh sebab itu, naketi dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki dan menyelesaikan berbagai persoalan berkelanjutan yang dialami. Dalam proses pelaksanaan naketi terkandung nilai didalamnya yakni nilai religius, sosial dan nilai moral. Kata Kunci : Naketi dan Pastoral. Penulis (*) Pembimbing (**)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN LQ45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN LQ45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) Penelitian dengan judul “Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Perusahaan Lq45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)” bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital yang terdiri dari value added capital employed, value added human capital, dan structural capital value added terhadap kinerja perusahaan LQ45. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan banyak informasi yang berkaitan dengan pengelolaan, identifikasi, pengukuran, serta pelaporan intellectual capital. Dan juga menginginkan informasi yang lebih lengkap, detail dan terperinci mengenai analisis intellectual capital dan pengaruhnya terhadap nilai perusahaan, dimana nantinya pengaruh tersebut akan meningkatkan nilai perusahaan agar mampu bersaing secara ketat dengan perusahaan lain di era globalisasi ini. Menurut (Gioacasi, 2007 dalam Saragih A. E, 2017) intellectual capital dipertimbangkan sebagai sumber daya perusahaan dalam rangka membentuk kesehatan perusahaan dan memberi nilai bagi perusahaan. value added capital employed (VACA) menunjukan kontribusi yang dibuat oleh setiap unit dari dari capital employed (CE) terhadap value added organisasi. value added human capital (VAHU) mengindikasikan kemampuan tenaga kerja untuk menghasilkan nilai bagi perusahaan dari dana yang dikeluarkan untuk tenaga kerja tersebut. Structural capital value added (STVA) merupakan indikasi seberapa sukses structure capital (SC) sebagai infrastruktur pendukung, proses dan basis data perusahaan sehingga bisa memperoleh pendapatan dari hasil penjualan. ROE menunjukkan tingkat efektivitas tim manajemen perusahaan dalam menghasilkan laba dari dana yang diinvestasikan oleh pemegang saham. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2020. Sampel ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling, dan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka sampel yang ditetapkan sebanyak 28 perusahaan LQ45 selama periode 2019-2020, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 56 sampel. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda dengan aplikasi SPSS versi 23. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Hasil uji t antara variabel value added capital employed terhadap return on equity didapatkan hasil t-hitung lebih besar dari t-tabel. Kemudian nilai sig 0,000, berarti bahwa variabel value added capital employed berpengaruh signifikan positif terhadap return on equity (ROE). (2) Hasil uji t antara variabel value added human capital terhadap return on equity didapatkan hasil t-hitung lebih besar dari t-tabel. Kemudian nilai sig 0,002, berarti bahwa variabel value added human capital berpengaruh signifikan positif terhadap return on equity (ROE). (3) Hasil uji t antara variabel structural capital value added terhadap return on equity didapatkan hasil t-hitung lebih kecil dari t-tabel. Kemudian nilai sig 0,03, berarti bahwa variabel structural capital value added berpengaruh signifikan negatif terhadap return on equity (ROE).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERUBAHAN SUHU DAN KADAR ALKOHOL HASIL DESTILASI GULA TERFERMENTASI DENGAN KADAR ALKOHOL AWAL YANG BERBEDA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERUBAHAN SUHU DAN KADAR ALKOHOL HASIL DESTILASI GULA TERFERMENTASI DENGAN KADAR ALKOHOL AWAL YANG BERBEDA (Tetiyanuarius) (medahandeasisak*)(malelakzet**) ABSTRAK Minumanberalkoholadalahminuman yang mengandungetilalkoholatauetanol yang diprosesdaribahanhasilpertaniansepertilaru.Penelitianinidengancarafermentasiguladandestilasi. Proses destilasidilakukanuntukmenghasilkanetanolyaitudengancara prosesdestilasisederhana. Padasetiapproses destilasiterdiridari 3 perlakuanyaitu 10 liter, 15 literdan 18 liter. Tujuanpenelitianiniuntukmemperoleh data perubahansuhuuapdankadar alcohol hasildestilasi yang berbedadenganvariabelsebagaiberikut : Variabelbebasadalahperubahan suhu,X1 : 56℃-64℃ (aseton),X2 : 64℃-77℃ (methanol), X3 : 77℃ - 78℃ (etilasetat), X4 : 78℃ - 82℃ (etanol), X5 : 82℃ - 97℃ (isopropanol), danvariabelterikatatau variable yang diamatiadalahkadar alcohol hasildestilasi. Hasilpenelitianmenunjukanbahwadariketigaperlakuandengan proses destilasiyang berbedadapatmenghasilkankadar alcohol. 8 liter larumenghasilkan 60% kadaralkohol, 10 liter larumenghasilkan 60% kadaralkoholdan 15 liter larumenghasilkan 60% kadaralkohol. Dari penelitianinididapatkan volume dankadaralkohol yang menurundenganbertambahnyawaktupemasakandanberbandingterbalikterhadaptemperaturdestilasi. Kadar alkoholtertinggidiperolehsebesar 60 % sedangkan yang terendahadalah 50 %. Kata Kunci:destilasi, fermentasigula (laru) kadaralkohol.  1)peneliti  2)pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TUAN AIR Suatu Kajian Ekoteologi Dalam Usaha Mentransformasikan Pemahaman Jemaat GMIT O’emathonis Tubu Mnanu Tentang Kesakralan dan Nilai Intrinsik Mata Air Sonbilo

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi berjudul: “TUAN AIR” dengan sub judul: “Suatu Kajian Ekoteologi Dalam Usaha Mentransformasikan Pemahaman Jemaat GMIT O’emathonis Tubu Mnanu Tentang Kesakralan dan Nilai Intrinsik Mata Air Sonbilo” yang ditulis oleh Yosua Umbu Zogara Wolagole. Hadirnya budaya dalam suatu kelompok masyarakat akan membawa dampak tersendiri tentang bagaimana memahami kehadiran setiap ciptaan yang ada di bumi ini baik secara ekologis maupun kontekstual. Masalah yang diangkat oleh penulis akan berfokus pada sikap dan pemahaman jemaat GMIT O'emathonis Tubu Mnanu tentang sikap dan pemahaman jemaat yang dualistik antroposentrik akan nilai intrinsic dan kesakralan dari air terkhususnya mata air Sonbilo. Jemaat GMIT O'emathonis Tubu Mnanu adalah jemaat yang telah menganut Kekristenan sejak lama, namun penulis melihat adanya permasalahan ekoteologis dalam pemahaman mereka berdasarkan perspektif budaya tentang kehadiran air itu sendiri. Dalam pemahaman budaya, jemaat ini memahami bahwa dalam keberlangsungan ekosistem air masih terdapat kuasa leluhur yang masih turut berpartisipasi dalam kelestarian mata air Sonbilo dan bisa kapan saja memberi peringatan akan perbuatan jemaat yang salah dalam bentuk hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan mengacu pada hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah agar jemaat GMIT O'emathonis Tubu Mnanu dapat mengoreksi kembali tentang pemahaman yang benar terhadap air yang bernilai intrinsik dalam perspketif ekoteologi yang melihat alam sebagai rumah (Yun.:oikos) yang diberikan Tuhan, air bernilai intrinsic bukan karena kuasa leluhur melainkan semata-mata hanya karena kuasa Allah. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan berdasar pada teori Emanuel Gerrit Singgih yaitu etika sakralitas air agar mendapatkan hasil kajian yang jelas tentang air yang bersifat sakral dan bernilai intrinsik. Penulis berharap tulisan ini dapat memberikan sumbangsih bagi pemahaman jemaat GMIT O'emathonis Tubu Mnanu dalam memaknai kesakralan air Sonbilo dan nilai-nilai intrinsik yang terkandung dalam air tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Spiritualitas Generasi Sandwich : Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Spiritualitas Generasi Sandwich dan Implikasinya bagi Jemaat Sesawi Oepura

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menelaah spiritualitas generasi sandwich di Jemaat GMIT Sesawi Oepura serta implikasinya bagi pelayanan gereja melalui tinjauan teologis. Generasi sandwich dipahami sebagai individu usia produktif yang memikul tanggung jawab ganda secara simultan dan berkelanjutan: menopang orang tua lanjut usia sekaligus anak/adik/kerabat yang belum mandiri, sehingga rentan mengalami tekanan ekonomi, kelelahan fisik, dan beban emosional yang dapat memengaruhi kehidupan iman. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana warga jemaat memaknai pergumulan tersebut sebagai pengalaman spiritual, bukan semata persoalan sosial-ekonomi. Penelitian menggunakan metode kualitatif lapangan dengan teknik wawancara semi-terstruktur dan studi dokumen. Partisipan dipilih secara purposive (usia 25–45 tahun, bekerja, memiliki tanggungan lintas generasi, dan merupakan anggota Jemaat GMIT Sesawi Oepura). Analisis menggunakan kerangka spiritualitas Sandra M. Schneiders yang menekankan integrasi dimensi personal-internal, relasional-komunal, praksis keseharian, dan hermeneutik pemaknaan pengalaman. Hasil menunjukkan bahwa spiritualitas generasi sandwich di jemaat ini cenderung berwujud sebagai “spiritualitas resiliensi”: iman yang bertahan di tengah keterbatasan, tampil dalam kesetiaan menjalankan tanggung jawab, doa yang lahir dari situasi krisis, serta pengharapan akan penyertaan Allah meski disertai keluhan, rasa bersalah, bahkan kemarahan kepada Tuhan. Gereja dipandang membantu melalui ibadah rumah tangga dan diakonia, namun dibutuhkan pendampingan pastoral yang lebih peka terhadap ritme kerja, beban psikospiritual, dan kebutuhan batasan diri. Penelitian ini merekomendasikan penguatan komunitas dukungan, konseling pastoral kontekstual, dan praksis gerejawi yang mengafirmasi pengalaman generasi sandwich sebagai ruang perjumpaan dengan Allah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENYEMBUHAN TRAUMA” Suatu Tinjauan Teologi Pastoral Terhadap Upaya Gereja Bagi Penyembuhan Trauma Terhadap Anak-Anak Usia 5-12 Tahun Yang Menyaksikan Kekerasan Di GMIT Jemaat Sono Klasis Amanatun Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gereja dalam pelayanan pastoral memiliki panggilan untuk melaksanakan tugas penggembalaan dengan merawat, melindungi, memelihara, serta menolong umat sebagai domba-domba Allah. Dalam pelaksanaan tugas tersebut, gereja tidak terlepas dari berbagai persoalan umat, salah satunya adalah kekerasan dalam rumah tangga yang berdampak serius bagi anak-anak sebagai saksi. Pengalaman menyaksikan kekerasan seringkali meninggalkan trauma psikologis yang mengganggu rasa aman dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum lokasi penelitian di Jemaat GMIT Sono, mengkaji upaya gereja dalam penyembuhan trauma anak-anak usia 5–12 tahun yang menyaksikan kekerasan, serta menganalisis upaya tersebut dalam tinjauan teologi pastoral.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan dan studi literatur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Mata Jemaat Sion Oepuah terdapat anak-anak usia 5–12 tahun yang mengalami trauma psikologis, ditandai dengan gejala ketakutan, gangguan tidur, menarik diri dari lingkungan sosial, dan keinginan untuk membalas dendam. Upaya gereja dalam pendampingan trauma masih bersifat umum dan belum menyentuh kebutuhan emosional anak secara khusus. Dalam tinjauan teologi pastoral, gereja dipahami sebagai komunitas penyembuhan (healing community) yang menghadirkan ruang aman bagi umat. Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk berperan lebih aktif, terstruktur, dan berkelanjutan dalam pendampingan pastoral guna menolong anak-anak mengalami pemulihan dan keutuhan hidup.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENDAMPINGAN PASTORAL BAGI SUAMI YANG DITINGGALKAN ISTRI “Suatu Kajian Teologi Pastoral Terhadap Peran Pendampingan Pastoral Gereja Bagi Suami yang ditinggalkan Istri di Jemaat Emaus Kotalain, Klasis Rote Barat Daya”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masalah perceraian dan perpisahan dalam rumah tangga Kristen merupakan realitas pastoral yang semakin kompleks, termasuk fenomena suami yang ditinggalkan oleh istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendampingan pastoral gereja bagi suami yang ditinggalkan oleh istri di Jemaat GMIT Emaus Kotalain, Klasis Rote Barat Daya (RBD), serta meninjau secara teologis praktik pendampingan pastoral yang telah dilakukan gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis-reflektif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan melibatkan pendeta dan rekan majelis jemaat, suami yang ditinggalkan istri, keluarga, serta unsur adat dan pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial-budaya, ekonomi, komunikasi, serta konstruksi maskulinitas patriarkal turut memengaruhi terjadinya perpisahan dan respons suami terhadap pendampingan pastoral gereja. Praktik pendampingan pastoral yang dilakukan gereja selama ini cenderung berfokus pada upaya rekonsiliasi dan penyatuan kembali secara fisik, namun belum sepenuhnya menerapkan fungsi-fungsi pendampingan pastoral secara holistik. Melalui kajian teologi pastoral dengan menggunakan fungsi-fungsi pastoral menurut Howard Clinebell, penelitian ini menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menghadirkan pendampingan yang menyembuhkan, menopang, membimbing, memulihkan, dan memelihara kehidupan suami yang ditinggalkan istri secara menyeluruh. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi teologis dan praktis bagi pengembangan pelayanan pastoral gereja yang lebih kontekstual, inklusif, dan transformatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSAUDARAAN DALAM KEBERAGAMAN Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Makna Tena El Dalam Relasi Islam dan Kristen di Jemaat GMIT Tena El’Ladon Klasis Alor Barat Laut

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertolak dari realitas kehidupan masyarakat Ladon, Klasis Alor Barat Laut, yang hidup dalam konteks keberagaman agama, khususnya relasi antara umat Kristen dan Islam. Di tengah pluralitas tersebut, masyarakat menghidupi nilai budaya lokal Tena’El yang dimaknai sebagai persaudaraan, persahabatan, dan kebersamaan lintas iman. Pokok persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana konteks wilayah dan jemaat GMIT Tena’El Ladon membentuk relasi Islam-Kristen, bagaimana makna dan nilai Tena’El dipahami serta dipraktikkan dalam kehidupan sosial-keagamaan, dan bagaimana nilai tersebut ditinjau secara teologis dalam terang Injil dengan menggunakan perspektif pluralisme agama menurut Paul F. Knitter. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna Tena’El sebagai identitas lokal yang berperan dalam membangun relasi persaudaraan antara umat Kristen dan Islam, mengkaji praktik hidup bersama dalam keberagaman melalui pendekatan teologi agama-agama, serta menafsirkan nilai Tena’El sebagai bagian dari kesaksian iman Kristen yang kontekstual dan dialogis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologi agama-agama. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan warga jemaat, tokoh gereja, tokoh masyarakat, serta umat Islam, observasi lapangan, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menafsirkan temuan penelitian dalam kerangka pluralisme agama Paul Knitter dan teologi kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tena’El berfungsi sebagai modal sosial dan teologis yang memperkuat relasi persaudaraan Islam–Kristen di Ladon. Nilai ini tidak bertentangan dengan iman Kristen, melainkan sejalan dengan Injil yang menekankan kasih, penghargaan terhadap martabat manusia, dan hidup berdampingan secara damai. Tena’El menjadi ruang perjumpaan yang memungkinkan gereja hadir sebagai agen perdamaian dan memperteguh kesaksian iman di tengah masyarakat plural.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Luka Yang Menubuh “Suatu Kajian Teologis Pemikiran Shelly Rambo Mengenai Konsep “Remaining” sebagai Luka Yang Menubuh dan Sumbangsihnya bagi Realitas Kekerasan Seksual di GMIT”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kekerasan seksual merupakan realitas yang terus dihadapi gereja dan menimbulkan luka yang tidak selalu berakhir ketika peristiwa kekerasan berhenti. Dalam konteks ini, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) berhadapan dengan pengalaman trauma para korban yang berlangsung secara berkelanjutan dalam tubuh, ingatan, dan relasi sosial mereka. Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran teologi trauma Shelly Rambo, khususnya konsep Remaining, sebagai luka yang menubuh, serta menelaah implikasinya bagi sikap dan pelayanan pastoral GMIT dalam merespons kasus kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis kontekstual. Sumber data primer berasal dari karya-karya Shelly Rambo, terutama Spirit and Trauma: A Theology of Remaining dan Resurrecting Wounds: Living in the Afterlife of Trauma, sedangkan sumber data sekunder meliputi literatur teologi trauma, dokumen gerejawi GMIT, serta laporan pendampingan Rumah Harapan GMIT pada periode 2020–2024. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Remaining menolong gereja untuk memahami trauma sebagai penderitaan yang tidak sepenuhnya selesai, melainkan tetap hadir dan bekerja dalam kehidupan para penyintas. Dalam konteks GMIT, kehadiran Rumah Harapan menunjukkan komitmen pastoral gereja terhadap korban kekerasan seksual. Namun demikian, penelitian ini menemukan bahwa pendekatan pastoral GMIT masih cenderung berfokus pada pemulihan yang cepat dan belum sepenuhnya mengintegrasikan pengakuan atas luka yang menubuh ke dalam sistem pastoral, disiplin gereja, dan spiritualitas jemaat. Oleh karena itu, skripsi ini menegaskan pentingnya pengembangan sikap pastoral yang lebih peka terhadap trauma, yang tidak mengabaikan tubuh yang terluka, ingatan yang rapuh, dan relasi sosial yang retak, serta bersedia tinggal bersama luka sebagai bagian dari kesetiaan iman Kristen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

REMAJA DI ERA DIGITAL “Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pemahaman Diri Remaja Dalam Mencari Identitas Diri Pada Era Digital dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan teknologi digital membawa dampak yang signifikan bagi kehidupan remaja, khususnya dalam proses pencarian identitas diri. Remaja hidup di tengah arus informasi yang cepat, budaya media sosial, dan tuntutan untuk membangun citra diri yang ideal, sehingga sering kali mengalami kebingungan identitas, tekanan psikologis, serta ketergantungan pada pengakuan eksternal. Kondisi ini juga dialami oleh remaja di Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana remaja mencari dan membentuk identitas diri di era digital, serta bagaimana gereja berperan dalam mendampingi proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika pencarian identitas diri remaja pada era digital dan merumuskan bagaimana remaja dapat memahami dan mencari identitas diri pada era digital saat ini dengan baik, penelitian ini juga ingin menegaskan peran gereja sebagai komunitas iman yang aman, menerima, dan mendampingi remaja dalam pergumulan hidup mereka, sehingga remaja dapat membangun identitas diri yang berakar pada iman Kristen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskpsi-analisis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi. Kajian ini memanfaatkan teori perkembangan remaja, refleksi teologis berdasarkan Alkitab, serta pemikiran Andrew Root tentang pelayanan remaja yang berpusat pada relasi dan pengalaman hidup sebagai ruang perjumpaan dengan Allah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas diri remaja di era digital cenderung rapuh apabila dibangun di atas standar budaya digital seperti popularitas dan citra diri. Oleh karena itu, gereja memiliki peran penting untuk menghadirkan pendidikan agama kristen yang berpusat pada relasi, pendampingan yang setia, dan komunitas yang menerima remaja apa adanya. Bagi Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan, implikasi pendidikan agama Kristen ini menegaskan bahwa gereja perlu menjadi ruang aman yang menolong remaja memahami dan menemukan identitas diri mereka sebagai pribadi yang dikenal, dikasihi, dan dipanggil Allah di tengah tantangan era digital. Kata Kunci: Remaja, Identitas diri, Era digital, Pelayanan Pastoral, GMIT Gunung Sinai Naikolan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PASTORAL YANG PARTISIPATIF: Suatu Tinjauan Teologi Pastoral Terhadap Model Perkunjungan Pastoral di Jemaat GMIT Pniel Oetua Klasis Amanuban Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan pastoral merupakan wujud konkret kehadiran gereja dalam mendampingi kehidupan iman jemaat secara holistik. Namun, dalam realitas pelayanan di Jemaat GMIT Pniel Oetua Klasis Amanuban Timur, praktik pastoral, khususnya perkunjungan pastoral masih cenderung bersifat pendeta-sentris dan belum melibatkan majelis jemaat secara optimal. Kondisi ini menimbulkan keterbatasan jangkauan pelayanan, lemahnya partisipasi jemaat, serta ketergantungan yang tinggi terhadap figur pendeta. Berdasarkan realitas tersebut, pokok persoalan yang menjadi fokus penelitian ini adalah bagaimana gambaran konteks Jemaat GMIT Pniel Oetua, bagaimana realita model perkunjungan pastoral yang dijalankan, serta bagaimana tinjauan teologi pastoral dapat berimplikasi terhadap pengembangan model perkunjungan pastoral yang partisipatif. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan konteks kehidupan jemaat, menganalisis praktik perkunjungan pastoral yang berlangsung, serta merumuskan pemahaman teologi pastoral yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan model perkunjungan pastoral yang melibatkan seluruh unsur pelayan jemaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pendeta, penatua, diaken, dan pengajar jemaat, kemudian dianalisis secara deskriptif, analitis, dan reflektif dengan menggunakan perspektif teologi pastoral, khususnya pemikiran Eugene Peterson. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan pastoral di Jemaat GMIT Pniel Oetua masih dipahami sebagai tanggung jawab individual pendeta, sehingga peran majelis jemaat belum berfungsi secara maksimal. Melalui tinjauan teologi pastoral, penelitian ini menegaskan bahwa pelayanan pastoral sejatinya merupakan tanggung jawab kolektif seluruh tubuh Kristus. Oleh karena itu, perkunjungan pastoral perlu dimaknai sebagai ruang persekutuan, pendampingan, dan penggembalaan bersama yang partisipatif, kontekstual, dan berkelanjutan. Model pastoral yang partisipatif ini diharapkan mampu memperkuat pemeliharaan iman jemaat serta menghadirkan gereja sebagai komunitas yang saling menggembalakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail