Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Mineral
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA MERINTANGI PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATU BARA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumusan masalah:1. Mengapa judex facti menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana merintangi pertambangan mineral dan batu bara, 2. Mengapa judex juris membatalkan putusan pemidanaan dan menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana merintangi pertambangan mineral dan batu bara Tujuan penelitian :1. Untuk mengetahui alasan judex facti menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana merintangi pertambangan mineral dan batu bara, 2. Untuk mengetahui alasan judex juris membatalkan putusan pemidanaan dan menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana merintangi pertambangan mineral dan batu bara Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, yaitu mengkaji putusan pengadilan negeri sanggata nomor 41/pid.sus/2018/pn.sgt, putusan pengadilan tinggi samarinda nomor 103/pid/2018/pt.smr, putusan mahkama agung nomor 534 k/pid.sus-lh/2019 Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Alasan judex facti menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana mengganggu pertambangan mineral dan batu bara karena : a. perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana merintangi pertambangan mineral dan batu bara, b. perbuatan terdakwa memenuhi unsur surat dakwaan penuntut umum, 2. Alasan judex juris membatalkan putusan pemidanaan dan menjatuhkan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana merintangi pertambangan mineral dan batu bara karena : a. Judex Facti salah menerapkan hukum, b.unsur merintangi dalam dakwaan penuntut umum tidak terpenuhi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALSIS SEGMENTASI DEMOGRAFIS DALAM MENGKONSUMSI PRODUK AIR MINERAL PERUSAHAN AQUAFIT KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS SEGMENTASI DEMOGRAFIS DALAM MENGKONSUMSI PRODUK AIR MINERAL PADA PERUSAHAAN AQUAFIT KABUPATEN KUPANG Bisnis Air minum dalam kemasan semakin menggiurkan, karena kebutuhan air minum terus meningkat sering dengan pertumbuhan produk. Perusahan yang mengarap bisnis Air Minum Dalam Kemasan semakin banyak dan terus melakukan ekspensi untuk memperluas jaringan pasar produk- produknya.Air minum dalam kemasan yang terkenal di Nusa Tenggara Timur sadalah Aquavit yang merupakan produksi dari Pt. Aquavit yang beralamt di jl.Raya Taebenu, Desa Baumata Timur, Pt Aquavit merupakan anak perusahan Pt. Timor Sejahtera. Yang merupakan perusahan manukfaktur air minum dalam kemasan. Analisis segmentasi demografis usia,jenis kelamin, penghasilan, ukuran keluarga, pendidikan dan pekerjaan tproduk air mineral perusahan aquafit kabupaten kupang. Berdasarkan analisis deskriptif maka segmentasi demografis usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendidikan yang berpengaruh terhadap produk air mineral perusahan aquafit kabupaten kupang, usia menjadikan segmentasi demografis produk air minum pada perusahan Aquafit Kabupaten Kupang karena memiliki nilai rata-rata sebesar 4,32, usia, jenis kelamin dan pendidikan menjadi pilihhan pasar produk air mineral pada perusahan Aquafit Kabupaten Kupang sehingga dapat memasuki penentuan sasaran / target pasar dan usia menjadi penentuan segmentasi demografis dan Memilih segmentasi produk perusahan air mineral pada Perusahan Aquafit Kabupaten Kupang. Usia konsumen dalam mengkonsumsi produk air mineral pada perusahan Aquafit Kabupaten Kupang dihitung dalam kurung waktu 1 bulan segemntasi demografis usia yang mengkonsumsi produk air mineral perusahan Aquafit yang berusia 24-30 lebih banyak mengkonsumsi produk air mineral Aquafit kemasan gelas dan usia 31-37 lebih banyak mengkonsumsi produk air mineral Aquafit kemasan galon. Jenis kelamin konsumen dalam mengkonsumsi produk air mineral pada perusahan Aquafit Kabupaten Kupang yang dihitung dalam waktu 1 bulan yang mengkonsumsi kemasan gelas berjenis kelemin perempuan sebanyak 51 orang dan mengkonsumsi kemasan galon berjenis kelamin laki-laki sebanyak 52 orang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Kualitas Garam Rakyat Yang Diproduksi Secara Tradisional Di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RAYNOLD LEONARD EMANUEL SUI (14390041). Studi Kualitas Garam Rakyat Yang Diproduksi Secara Tradisional Di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai. Di bawah bimbingan : UMBU P. L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan YUNIALDI H. TEFFU. S.Pi. M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah proses penguapan air laut dan bantuan matahari, dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Kelurahan Reo merupakan Kelurahan yang terletak di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Petani garam di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai melakukan produksi garam menggunakan teknik tradisional yaitu dengan cara menguapkan air laut pada sebidang tanah dengan bantuan sinar matahari dan angin sebagai sumber energi penguapan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui teknik pembuatan garam secara tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai, mengetahui organoleptik (bau dan warna), kandungan mineral (Mg, K, Ca), logam berat (Pb dan Cd), kadar air, NaCl dan iodium pada garam rakyat yang diproduksi oleh masyarakat Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan (September-Oktober) 2019 di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai untuk pengambilan sampel, Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pengujian organoleptik dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk pengujian sampel kadar air sedangkan Laboratorium PT. Saraswati Indo Genetech, Bogor untuk pengujian mineral, logam berat, kadar NaCl dan iodium. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam kualitas garam rakyat yang diproduksi secara tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai yaitu kadar air berkisar 2,03-2,94%, organoleptik parameter warna putih normal, organoleptik parameter bau normal tidak berbau, kadar NaCl 75,44%, kadar iodium 1,54 mg/kg, magnesium 496,98 mg/100 g, kalium 170,32 mg/100 g dan kalsium 122 mg/100 g. Dari hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan Teknik produksi garam tambak tradisional di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai meliputi pengisian air laut ke petak penampungan dibiarkan selama 1 hari, pengaliran air ke 10 petak tambak dibiarkan selama 5 hari, air dari setiap petak dialirkan ke petak penampungan dibiarkan selama 1 minggu, pengaliran air tua ke 13 meja tambak dan dijemur selama 1 minggu, penggarukan dan pengumpulan, pengangkutan, pencucian, pengeringan, packing dan distribusi. Garam tambak tradisional yang diproduksi di Kelurahan Reo, Kabupaten Manggarai untuk pengujian organoleptik warna dan bau tergolong pada garam kualitas baik, kadar air 2,03-2,94%, NaCl 75,44%, iodium 1,54 mg/kg, magnesium 496,98 mg/100 g, kalium 170,32 mg/100 g, kalsium 122 mg/100 g dan logam berat timbal dan kadmium tidak terdeteksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Mutu Garam Krosok yang Diproduksi Secara Tradisional di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK DICSON ATTE (14390014). Analisis Mutu Garam Krosok yang Diproduksi Secara Tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Dibawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan MADA M LAKAPU. S.Si., M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah hasil dari proses penguapan air laut dan bantuan sinar matahari dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui Mengetahui teknik pengolahan garam krosok secara tradisional di Desa Tendakinde Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Mengetahui mutu garam krosok secara kimiawi antara lain: kadar air, kadar NaCl, iodium dan mineral (magnesium, kalium dan kalsium), serta organoleptik (warna dan bau) di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo dan Laboratorium Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk melakukan pengujian kadar air, sedangkan untuk melakukan pengujian organoleptik di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW Kupang dan untuk pengujian kadar NaCl, Mineral dan Iodium di Laboratoriun PT. Saraswati Indo Genetech Bogor. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam krosok yang diproduksi secara tradisional di Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, kadar air garam krosok pada pengujian I yaitu 3,15% dan pengujian II yaitu 3,18%, kadar NaCl garam krosok yaitu 82,30%, iodium garam krosok yaitu 3,31 mg/kg, kadar mineral garam krosok hasil pengolahan secara tradisional yaitu (magnesium 866,22 mg/g, kalsium 222,73 mg/g, kalium 300,23 mg/g), organoleptik parameter warna garam krosok yaitu putih kecokelatan dan organoleptik parameter bau garam krosok yaitu normal tidak berbau. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu: Teknik pengolahan garam krosok meliputi: pembersihan lahan, mencangkul tanah, pembuatan petak dan sumur penampungan air laut, pengaliran air kedalam petak-petak, dibiarkan selama seminggu hingga kering dan padat. Penyaluran air kepetak penampung kemudian ke petak pengkristalan, penambahan air dari petak penambahan ke petak pengkristalan diendapkankan selama 3 hari, hingga menjadi air tua, proses pengkristalan selama 1 minggu dengan mengandalkan panas sinar matahari, setelah 1 minggu garam hasil pengkristalan garam dikumpul menggunakan penggaruk garam, dikumpul menjadi timbunan garam dan dijemur selama sehari setelah itu baru dimasukan kedalam karung ukuran 50 kg, proses distribusi. Garam krosok hasil pengolahan secara tradisional di Desa Tendakinde dikategorikan tergolong pada garam K3 dengan kadar air pengujian I 3,15% dan pengujian II 3,18%, NaCl 32,30%, warna garam putih kecokelatan dan bau garam normal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Mutu Garam Pada Kelompok Tiberias Menggunakan Alat Masak Tradisional di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Garam merupakan salah satu kebutuhan pelengkap dari kebutuhan pangan dan merupakan sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Kelompok usaha garam Tiberias merupakan salah satu kelompok usaha garam yang terletak di Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Kelompok usaha garam ini berdiri sekitar tahun 1980, pada saat itu, kelompok masak garam ini menggunakan bahan baku dari tanah tambak. Pada tahun 1985 Dinas Perikanan Provinsi Kupang mengadakan pembuatan tambak garam di Kelurahan Oesapa Barat, sehingga kelompok usaha garam tersebut mulai mengenal garam krosok/garam mentah dan mulai menggunakan bahan baku untuk produksi garam masak tradisional dari garam krosok/garam mentah sampai saat ini. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April-Mei 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel, sedangkan pengujian kadar air, natrium klorida (NaCl), iodium, magnesium (Mg) dan kalsium (Ca) di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian mutu garam menggunakan alat masak tradisional pada kelompok Tiberias, di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu kadar air memenuhi SNI 3556-2016 dan SNI 4435-2017, kadar NaCl belum memenuhi SNI 3556-2016 tetapi memenuhi SNI 4435-2017 dan tergolong pada garam K2 (garam kualitas sedang), kadar iodium tidak memenuhi SNI 3556-2016, kadar magnesium sebesar 183,71 mg/100 g dan kadar kalsium sebesar 503,70 mg/100 g.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kualitas Garam Rakyat Menggunakan Alat Masak Modifikasi Dari Plat Drum Pada Kelompok Tiberias Di Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembuatan garam di Kelurahan Oesapa Barat umumnya melalui penyaringan dengan mengunakan karung plastik sehingga kualitas garam yang dihasilkan kurang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu upaya yang ingin dilakukan untuk meningkatkan kadar NaCl pada garam rakyat dengan modifikasi teknik penyaringan mengunakan ijuk yang dikombinasikan dengan penyaringan menggunakan sistim berlapis menggunakan ijuk, kerikil dan pasir. Selain itu, pada penelitian ini menggunakan alat masak yang sudah dimodifikasi dari plat drum. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 3 bulan yaitu bulan September-November 2020 bertempat di Kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang untuk lokasi survei, pembuatan garam dan pengambilan sampel. Sedangkan Laboratorium PT. Saraswanti Indo Ganethech, Bogor untuk pengujian Kadar Air, NaCl, iodium, mineral (magnesium dan kalsium). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dan dianalisis menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam rakyat yang diproduksi menggunakan alat masak modifikasi dari plat drum pada kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu kadar air berkisar antara 4,41-5,23%, kadar NaCl 91,02%, kadar iodium 79,69 mg/kg, mineral magnesium 183,70 mg/100 g dan mineral kalsium 503,70 mg/100 g.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KUALITAS GARAM TAMBAK TRADISIONAL DI DESA OETETA DAN GARAM MASAK TRADISIONAL DI DESA PARITI KECAMATAN SULAMU KABUPATEN KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN ONI J. NENOHAY (14390038). Studi Kualitas Garam Tambak Tradisional di Desa Oeteta dan Garam Masak Tradisional di Desa Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Di bawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI. S.Pi. M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah hasil dari proses penguapan air laut dan bantuan sinar matahari dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui proses produksi garam tambak tradisional di Desa Oeteta dan proses produksi garam masak tradisional di Desa Pariti Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Mengetahui kualitas kadar air, kadar NaCl, mineral (Mg, K, Ca) logam berat (Pb, Cd) dan iodium pada produk garam tradisional yang dihasilkan oleh petani garam di Desa, Oeteta dan Desa Pariti Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari bulan Oktober - Desember 2019 di Kabupaten Kupang dan Laboratorium Eksakta UKAW untuk melakukan pengujian organoleptik dan kadar air sedangkan di Laboratoriun PT. Saraswati Indo Genetic Bogor untuk melakukan pengujian, kadar NaCl, mineral logam berat dan iodium. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam tradisional di Desa Oeteta dan Desa Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang kadar air garam tambak yaitu 4,94% dan garam masak yaitu 4,93%, kadar NaCl garam tambak yaitu 71,71% dan garam masak yaitu 80,25%, iodium garam tambak yaitu 0,765 mg/kg dan garam masak yaitu 1,28 mg/kg, magnesium garam tambak yaitu 1015,9 mg/100g dan garam masak yaitu 491,72 mg/100g, kalsium garam tambak yaitu 145,86 mg/100g dan garam masak yaitu 486,675 mg/100 g, kalium garam tambak yaitu 309,485 mg/100g dan garam masak yaitu 185,06 mg/100g, organoleptik parameter warna garam tambak dan garam masak yaitu putih normal, organoleptik parameter bau garam tambak dan garam masak yaitu normal tidak berbau, logam berat cadmium dan timbal garam tambak dan garam masak tidak terdeteksi Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu Teknik pembuatan garam tambak meliputi pengisian air laut bak pembenihan 1-7 masing-masing selama 1 minggu, pengaliran air tua di meja 1-5, penjemuran dibawah sinar matahari selama 1 minggu, kristal garam tambak dan distribusi. Sedangkan teknik pembuatan garam masak meliputi pengambilan bahan baku, penyaringan selama 2 jam, pemasakan selama 4 jam, Kristal garam, penyiangan selama 1 jam, pengemasan dan distribusi. Garam tambak di Desa Oeteta dikategorikan tergolong pada garam K3 dengan kadar air 4,94%, NaCl 71,71%, warna garam coklat dan bau garam normal. Sedangkan garam masak di Desa Pariti dikategorikan juga tergolong pada garam K3 dengan kadar air 4,93%, NaCl 80,25%, warna garam coklat dan bau garam normal

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KUALITAS GARAM RAKYAT YANG DIPRODUKSI DI DESA WATU ASA, KECAMATAN MAMBORO, KABUPATEN SUMBA TENGAH

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ADEYATNO UMBU LADU MATA (14390003). Analisis Kualitas Garam Rakyat Yang Diproduksi Di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah. Di bawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI. S.Pi. M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam adalah senyawa kimia yang komponen utamanya mengandung natrium klorida (NaCl), senyawa air, ion magnesium, ion kalsium dan ion sulfat (Rismana dkk, 2014). Produksi garam rakyat yang menjadi mata pencaharian utama pada musim kemarau melanda. Produksi garam sangat membantu perekonomian rakyat. Desa Watu Asa memproduksi garam dengan cara memasak. Air muara diangkut kemudian disaring menggunaan tanah muara, dan air hasil saringan dimasak selama kurang lebih 7-8 jam sampai menjadi Kristal garam setelah itu garam di angin-anginkan agar kering lalu dikemas menggunakan karung berkapasitas 50 kg dan garam siap didistribusikan. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui teknik pembuatan garam rakyat yang dimasak di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah dan untuk mengetahui kualitas garam rakyat yang dimasak oleh petani garam di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah (kadar air, mineral magnesium, seng, besi, NaCl, Iodium dan Organoleptik). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September-Nopember 2020 di Desa Watu Asa Kecamatan Mamboro Kabupaten Sumba Tengah. Untuk pengujian Kadar Air dan organoleptik telah dilakuan di Laboratorium Eksakta UKAW Kupang sedangkan untuk pengujian Kadar NaCl, iodium dan mineral mikro (seng dan besi) telah dilakukan di Laboratorium Saraswanti Indo Genetech, Bogor. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam rakyat di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah untuk pengujian organoleptik parameter warna garam yaitu warna putih kecoklatan, parameter bau garam yaitu bau tidak normal, kadar air yaitu Kelompok I : 12,07%, Kelompok II : 12,11% dan Kelompok III : 12,14%, Magnesium : 1548,96 mg/100 g, Besi : 1,83 mg/100 g, seng tidak terdeteksi, NaCl : 82,47% dan Iodium : 45,38 mg/kg. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu Teknik pembuatan garam yang diproduksi di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah masih tradisional meliputi tanah digaruk dan dikumpulkan, penyaringan dilakukan selama ±2 jam dengan perbandingan 1:1 (150 kg tanah muara dan 150 liter air muara), proses pemasakan ±7 jam, penirisan ±2 jam, penjemuran, pengemasan dan distribusi. Kualitas garam rakyat yang diproduksi di Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah untuk kadar air berkisar antara 21,07-12,14%, Magnesium 1548,96 m/100g, seng (Zn) tidak terdeteksi, besi (Fe) 1,83 mg/100g, NaCl 82,47%, Iodium 45,38 mg/kg dan organoeptik nilai parameter warna garam (putih kecoklatan) 100% dan nilai parameter bau pada garam (bau tidak normal) 100%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kualitas Pada Garam Masak Tradisional Di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

BONY UMBU IMANUEL TSE (15390065). Analisis Kualitas Pada Garam Masak Tradisional Di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Di bawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan MADA M. LAKAPU. S.Si. M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Garam memiliki peran strategis yaitu sebagai bahan pokok bagi kebutuhan konsumsi dan juga merupakan bahan baku berbagai industri. Sistem pengolahan garam yang masih kasar (krosok atau belum bersih) dilarutkan dengan air tawar, setelah air sudah tercampur dengan garam selanjutnya air tersebut di filter (disaring) agar air menjadi jernih dan setelah melalui proses penyaringan air tersebut di rebus pada meja masak garam menggunakan api selama 7-8 jam, hingga membentuk kristal-kristal garam. Setelah itu jadilah garam masak, kemudian dikeringkan dan siap untuk dijual. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui teknik pembuatan garam masak tradisional di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang dan untuk mengetahui kandungan Organoleptik, Rendemen, Kadar Air, Kadar NaCl, Iodium, Mineral (Mg dan Ca) pada garam masak tradisional di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Juni-Juli 2020 di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang untuk Obserfasi dan perhitungan rendemen untuk pengambilan sampel serta Laboratorium Ekasakta UKAW, untuk pengujian organoleptik sedangkan di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor untuk pengujian kadar air, NaCl, iodium, dan mineral (magnesium dan kalsium). Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam masak di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang untuk pengujian organoleptik parameter warna garam yaitu warna putih normal, parameter bau garam yaitu bau normal, rendemen larutan berkisar antara 93,30-93,75%, rendemen garam berkisar antara 182,37-185,01%, kadar air berkisar antara 5,71-6,77%, NaCl : 86,77%, Iodium : 4,62, Magnesium : 182,00 mg/100 g, Kalsium : 136,64 mg/100 g. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu Proses pembuatan garam di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang meliputi bahan baku garam krosok sebanyak 50 kg dan air tawar sebanyak 200 liter, penyaringan, air hasil penyaringan dibiarkan selama 30 menit, pemasakan selama 7-8 jam, penirisan selama 5 jam, packing menggunakan karung plastic berukuran 50 kg dan distribusi. Nilai pengujian organoleptik parameter warna normal dan parameter bau normal, rendemen garam berkisar antara 133,20%-135,00%, kadar air berkisar antara 5,72%-6,77%, kadar NaCl 86,77%, iodium 4,62 kg/mg dan mineral (magnesium 182,00 mg/100 g dan kalsium 136,64 mg/100 g).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail