ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bunuh diri adalah tindakan sadar seseorang yang sengaja mematikan dirinya sendiri karena berbagai alasan masalah pribadi maupun masalah finansial lainnya. Bunuh diri merupakan masalah yang fenomenal karena bukanlah hal yang mudah seseorang melakukan bunuh diri, sehingga jika ada yang melakukan bunuh diri akan menimbulkan berbagai konsekuensi sampai pada ketimpangan-ketimpangan sosial, yakni menimbulkan bahan bicara publik. Bunuh diri di Indonesia bahkan sampe ke daerah NTT yang marak terjadi oleh karena fungsi control mengelola stress dan emosional tidak begitu kuat. Sehingga tantangan yang hadir seolah-olah telah menutup jalan hidup. Artinya bunuh diri yang terjadi akibat masalah yang hadir baik dari dalam diri maupun dari luar diri seseorang, masalah-masalah itu mengganggu aspek ketahanan psikologis yang meliputi psikis dan fisik. Oleh karena ketidak mampanan dalam mengelola stress dan emosional seseorang akan nekat melakukan bunuh diri. Bahkan tindakan bunuh diri tidak melihat hidup sebagai pemberian Tuhan. Sebagaimana masalah/kasus bunuh diri yang terjadi di Jemaat GMIT Pniel Sikumana, suami istri dalam rentan waktu 2 bulan berturut-turut melakukan tindakan bunuh diri. Bunuh diri itu terjadi akibat masalah ekonomi rumah tangga. Namun sayangnya tindakan bunuh diri itu memberi dampak trauma bagi keluarga dan dua orang anak mereka yang masih kecil. Pelaku bunuh diri berinisial EF (istri) dan MO (suami) mereka dikaruniakan dua orang anak yang masih sangat kecil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
NAKETI DALAM PEMAHAMAN JEMAAT GMIT SESAWI MAKU, DIKAJI DARI PERSPEKTIF PASTORAL TAHUN 2022
Tlonaen Y D (*) Nuban Timo E (**) Tnunay Paulus (**)
Penelitian ini dimotivasi oleh fakta masalah bahwa masyarakat pah meto yang selalu melakukan ritual naketi untuk memecahkan setiap persoalan yang dialami.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa pemahaman jemaat GMIT Sesawi Maku tentang pelaksanaan ritual Naketi dikaji dari perspektif pastoral. Dalam penelitian ini sumber data untuk penelitian ini adalah jemaat GMIT Sesawi Maku sebayak 20 orang dengan pembagian 5 orang Majelis Jemaat, 5 orang Tua Adat dan 10 orang Jemaat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diambil dengan menggunakan metode wawancara, serta studi pustaka (studi dokumen). Data yang telah didapat kemudian dianalisis menggunakan teori pastoral, berkaitan dengan pemahaman Jemaat GMIT Seasawi Maku . Pada akhirnya peneliti menemukan bahwa naketi merupakan salah satu bentuk konseling pastoral berbasis budaya Timor. Naketi menurut pemahaman masyarakat pah meto sebagai usaha untuk memperbaiki, mengatur, meluruskan, memurnikan serta menjernihkan diri dari dosa/kesalahan, yang menyebabkan tatanan kehidupan menjadi rusak. Oleh sebab itu, naketi dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki dan menyelesaikan berbagai persoalan berkelanjutan yang dialami. Dalam proses pelaksanaan naketi terkandung nilai didalamnya yakni nilai religius, sosial dan nilai moral.
Kata Kunci : Naketi dan Pastoral.
Penulis (*)
Pembimbing (**)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menelaah spiritualitas generasi sandwich di Jemaat GMIT Sesawi Oepura serta implikasinya bagi pelayanan gereja melalui tinjauan teologis. Generasi sandwich dipahami sebagai individu usia produktif yang memikul tanggung jawab ganda secara simultan dan berkelanjutan: menopang orang tua lanjut usia sekaligus anak/adik/kerabat yang belum mandiri, sehingga rentan mengalami tekanan ekonomi, kelelahan fisik, dan beban emosional yang dapat memengaruhi kehidupan iman. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana warga jemaat memaknai pergumulan tersebut sebagai pengalaman spiritual, bukan semata persoalan sosial-ekonomi. Penelitian menggunakan metode kualitatif lapangan dengan teknik wawancara semi-terstruktur dan studi dokumen. Partisipan dipilih secara purposive (usia 25–45 tahun, bekerja, memiliki tanggungan lintas generasi, dan merupakan anggota Jemaat GMIT Sesawi Oepura). Analisis menggunakan kerangka spiritualitas Sandra M. Schneiders yang menekankan integrasi dimensi personal-internal, relasional-komunal, praksis keseharian, dan hermeneutik pemaknaan pengalaman. Hasil menunjukkan bahwa spiritualitas generasi sandwich di jemaat ini cenderung berwujud sebagai “spiritualitas resiliensi”: iman yang bertahan di tengah keterbatasan, tampil dalam kesetiaan menjalankan tanggung jawab, doa yang lahir dari situasi krisis, serta pengharapan akan penyertaan Allah meski disertai keluhan, rasa bersalah, bahkan kemarahan kepada Tuhan. Gereja dipandang membantu melalui ibadah rumah tangga dan diakonia, namun dibutuhkan pendampingan pastoral yang lebih peka terhadap ritme kerja, beban psikospiritual, dan kebutuhan batasan diri. Penelitian ini merekomendasikan penguatan komunitas dukungan, konseling pastoral kontekstual, dan praksis gerejawi yang mengafirmasi pengalaman generasi sandwich sebagai ruang perjumpaan dengan Allah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini mengkaji fenomena disharmonisasi keluarga di kalangan Kristen masa kini melalui pendekatan Metode Studi Kasus. Disharmonisasi dalam keluarga merupakan suatu kondisi ketidakseimbangan dan ketidakharmonisan dalam interaksi antara anggota keluarga, yang dapat menimbulkan beberapa dampak diantaranya dampak fisik, dampak psikis, dampak, sosial, dan dampak spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk memahami akar permasalahan, faktor penyebab, dan dampak dari permasalahan disharmonisasi dalam keluarga khususnya pada Keluarga Kristen. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan Metode Studi Kasus dalam mengumpulkan data melalui proses aancara. Keluarga yang diwawancarai adalah satu Keluarga Kristen yang mengalami permasalahan disharmonisasi. Hasil wawancara menunjukan bahwa disharmonisasi yang terjadi dalam keluarga narasumber disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya tekanan ekonomi, perubahan sosial dan budaya, serta peran teknologi dalam kehidupan keluarga. akibatnya hubungan antar anggota keluarga mengalami ketegangan yang berdampak negatif pada kesejahteraan keluarga secara keseluruhan. Penelitian ini juga memberikan wawasan mendalam tentang dinamika disharmonisasi dalam Keluarga Kristen dan implikasinya bagi upaya memperbaiki hubungan dalam keluarga. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi para peneliti, konselor, dan pendeta, serta bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam tentang tantangan dan peluang dalam membangun keharmonisan dalam Keluarga Kristen masa kini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Perselingkuhan menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, merupakan perilaku dan perbuatan suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri, tidak jujur, dan curang. Perselingkuhan tidak hanya mengurangi kebahagiaan pernikahan, tapi secara sosial juga merupakan aib dalam masyarakat, serta menghilangkan kekudusan pernikahan. Pandangan keluarga Kristen terhadap perseligkuhan adalah perzinahan, suatu tindakan yang dilarang Tuhan dan perbuatan yang tidak mendatangkan berkat dalam keluarga. Perselingkuhan juga terjadi dalam berbagai konteks bermasyarakat, termasuk konteks bergereja. Misalnya, perselingkuhan yang terjadi di jemaat GMIT Ebenhaezer Apui, yang menimbulkan dampak negatif bagi keluarga. Dampak perselingkuhan yang dialami oleh jemaat dan warga Apui adalah penyakit Nakawang. Nakawang merupakan penyakit yang dialami oleh salah pasangan suami atau istri dari pasangan yang berselingkuh. Orang yang mengalami Nakawang akan menderita secara fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Penyakit Nakawang juga menimbulkan kematian. Tujuan pelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab dan dampak dari Nakawang terhadap kehidupan rumah tangga Kristen, serta mengetahui bagaimana tindakan pasatoral terhadap Nakawang.
Metode penulisan yang digunakan adalah metode kualitatif, yakni mengumpulkan data-data dengan menggunakan wawancara. Sampel yang digunakan oleh penulis adalah orang-orang yang terlibat secara langsung dalam penyelesaian masalah Nakawang, yakni majelis jemaat, tua-tua adat dan anggota jemaat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Nakawang sudah ada sejak dahulu kala dan masih terjadi sampai sekarang dan secara turun-temurun. Penderita Nakawang akan sembuh kecuali suami atau istrinya yang berselingkuh mengakui dosa yang mereka lakukan di hadapan majelis jemaat, orang tua adat dan keluarganya, serta membayar denda.
Pendampingan pastoral dari gereja sangat penting bagi rumah tangga di jemaat GMIT Ebenhaezer Apui. Setiap keluarga perlu punya pemahaman dasar tentang kehidupan keluarga yang dikehendaki oleh Allah. Keutuhan keluraga harus tetap terjaga sama seperti Allah yang mencintai persekutuan. Pengakuan dari pasangan yang melakukan tindakan perselingkuhan akan menolong serta memulihkan kehidupan rumah tangga mereka, sebab Allah adalah Allah yang yang mengampuni. Dan gereja juga berperan pentingdalam mewujudkan keutuhan keluarga, yakni gereja menjadi sarana pemulihan bagi keluaraga yang berselingkuh, sehingga dampak buruk perselingkuhan tidak terjadi bagi keluarga Kristen.