ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini tentang studi perbandingan air dan minyak kayu putih yang dihasilkan dari destilasi uap untuk menetapkan volume air yang digunakan dan lama proses destilasi. Dengan Pra perlakuan volume air yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium keteknikan pertanian selama 2 minggu pada tanggal 07 juni – 21 juni . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik pra perlakuan daun tanaman (malaleuca leucadendron) yang menghasilkan minyak kayu putih dengan rendemen tertinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga akan menghasilkan 9 unit percobaan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah studi perbandingan air dan minyak kayu putih yang dihasilkan dari destilasi uap untuk menetapkan volume air yang digunakan dan lama proses destilasi yaitu daun utuh dengan jumlah bobot daun tanaman malaleuca leucadendron masing masing 3 KG. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik pra perlakuan volume air yang berbeda tertinggi terdapat pada perlakuan A, volume air 1 liter dengan nilai volume minyak 0.007 dan presentase redemen 0.75
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERUBAHAN SUHU DAN KADAR ALKOHOL HASIL DESTILASI GULA TERFERMENTASI DENGAN KADAR ALKOHOL AWAL YANG BERBEDA
(Tetiyanuarius) (medahandeasisak*)(malelakzet**)
ABSTRAK
Minumanberalkoholadalahminuman yang mengandungetilalkoholatauetanol yang diprosesdaribahanhasilpertaniansepertilaru.Penelitianinidengancarafermentasiguladandestilasi. Proses destilasidilakukanuntukmenghasilkanetanolyaitudengancara prosesdestilasisederhana. Padasetiapproses destilasiterdiridari 3 perlakuanyaitu 10 liter, 15 literdan 18 liter. Tujuanpenelitianiniuntukmemperoleh data perubahansuhuuapdankadar alcohol hasildestilasi yang berbedadenganvariabelsebagaiberikut : Variabelbebasadalahperubahan suhu,X1 : 56℃-64℃ (aseton),X2 : 64℃-77℃ (methanol), X3 : 77℃ - 78℃ (etilasetat), X4 : 78℃ - 82℃ (etanol), X5 : 82℃ - 97℃ (isopropanol), danvariabelterikatatau variable yang diamatiadalahkadar alcohol hasildestilasi. Hasilpenelitianmenunjukanbahwadariketigaperlakuandengan proses destilasiyang berbedadapatmenghasilkankadar alcohol. 8 liter larumenghasilkan 60% kadaralkohol, 10 liter larumenghasilkan 60% kadaralkoholdan 15 liter larumenghasilkan 60% kadaralkohol. Dari penelitianinididapatkan volume dankadaralkohol yang menurundenganbertambahnyawaktupemasakandanberbandingterbalikterhadaptemperaturdestilasi. Kadar alkoholtertinggidiperolehsebesar 60 % sedangkan yang terendahadalah 50 %.
Kata Kunci:destilasi, fermentasigula (laru) kadaralkohol.
1)peneliti
2)pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini tentang Rendemen Destilasi Minyak Kayu Putih (Malaleuca Leucadendron) Dengan Pra perlakuan daun kayu putih yang berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium prosessing Universitas Kristen Artha Wacana Kupang selama 2 minggu pada tanggal 07 Juni – 21 juni. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui teknik pra perlakuan daun tanaman (malaleuca leucadendron) yang menghasilkan minyak kayu putih dengan rendemen tertinggi. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) dengan 3 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 9 unit percobaan dengan jenis daun utuh,potong dan tumbuk. Variabel yang diamati adalah volume minyak dan berat jenis minyak. Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik pra perlakuan daun yang berbeda tertinggi terdapat pada perlakuan C daun tumbuk dengan nilai volume minyak 0,708,berat jenis0.006233.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penilitian telah dilakukan dengan tujuan mengetahui rancang bangun alat penyulingan minyak kayu putih terhadap kualitas minyak kayu putih. Dan Alat penyuling minyak kayu putih tipe uap dan air berfungsi untuk menghasilkan minyak dari daun kayu putih dari hasil pengamatan penyulingan warna hasil terbaik dari daun kayu putih adalah kuning. Kapasitas efektif rata-rata alat pada penyuling minyak kayu putih tipe uap dan air adalah 0,43 ml/jam. Rendemen rata-rata alat pada alat penyuling minyak kayu putih tipe uap dan air adalah 0,1 %. Kinerja alat pada alat penyuling minyak atsiri tipe uap dan air adalah 68,8 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Suatu penelitian telah dilakukan untuk mempelajari pengaruh suhu penyulingan terhadap rendemen minyak kayu putih. Penelitian ini berlangsung selama 1 minggu untuk pengambilan data. Materi yang digunakan adalah daun minyak kayu putih. Rancangan yang digunakan adalah metode rancangan percobaan acak lengkap (RAL) dengan 5 kali ulanganPerlakuan yang dicobakan adalah A.90oC, B. 93oC, C.95oC, D.98oC.Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa pengaruh suhu penyulingan terhadap rendemen minyak kayu putih berpengaruh nyata (P0.05) terhadap volume minyak,rendemen, dan berat jenis. Kesimpulan hasilpenelitian ini bahwa pengaruh suhu penyulingan terhadap rendemen minyak kayu putih 90 oC, 93 oC, 95 oC, 98 oC memberikan pengaruh yang nyata terhadap volume minyak,rendemen, dan berat jenis
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung etil alkohol atau etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian seperti laru lontar dengan cara fermentasi dan destilasi. Proses destilasi dilakukan untuk menghasilkan etanol yaitu dengan cara proses destilasi sederhana. Pada setiap proses destilasi terdiri dari dua perlakuan yaitu perlakuan 3 perlakuan yaitu 8 liter laru, 10 liter dan 15 liter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama destilasi dengan kadar alkohol dan proses destilasi alkohol dengan volume destilasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari ketiga perlakuan dengan proses destilasi dapat menghasilkan kadar alkohol. 8 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol, 10 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol dan 15 liter laru menghasilkan 55% kadar alkohol. Dari penelitian ini didapatkan volume dan kadar alkohol yang menurun dengan bertambahnya waktu pemasakan dan berbanding terbalik terhadap temperatur destilasi. Kadar alkohol tertinggi diperoleh sebesar 55 % sedangkan yang terendah adalah 35 %.