ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber Daya Manusia merupakan aset penting dalam suatu perusahaan, karena sumber daya manusia menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Sumber daya manusia di perusahaan perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama perusahaan agar dapat berkembang secara produktif dan wajar (Mangkunegara, 2013:2). Berkaitan dengan hal tersebut, karyawan merupakan sumber daya penting yang wajib perusahaan jaga.
Menurut Mangkunegara (2013;67) mengemukakan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. . Menurut Sardiman (2007:89), menyatakan “motivasi intrinsik adalah motif–motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu”. Menurut Sunyoto (2012:43) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan yang dapat memengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas motivasi intrinsik dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Timor. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Seluruh Karyawan PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Timor berjumlah 53 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan koesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi intrinsik dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Simultan (F) dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial motivasi intrinsik berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Timor dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Timor. Sedangkan secara simultan motivasi intrinsik dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Timor.
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 0,512 sedangkan koefisien regresi b1 = 0,226 dan b2 = 0,295. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh motivasi intrinsik (X1) dan lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 0,512+0,226 (X1)+0,295 (X2) selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu pengaruh motivasi intrinsik (X1) terhadap variabel kinerja karyawan (Y), diketahui bahwa untuk variabel motivasi intrinsik (X1) ditemukan t hitung = 2,366 lebih besar dari t tabel = 2,00856 dan tingkat signifikan = 0,022. Oleh karena itu nilai sig. <0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel motivasi intrinsik (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Berikut hasil Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y), diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hitung = 3,264 lebih besar dari t tabel = 2,00856 dan tingkat sig. = 0,002. Oleh karena itu nilai sig. <0,05 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung = 10,957 lebih besar dari F tabel = 3, 18 dan tingkat sig. = 0,000 oleh karena itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b1 ≠0) diterima artinya variabel motivasi intrinsik (X1) dan lingkungan kerja (X2) memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel kinerja karyawan (X1). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koefisien determinasi (R2) adalah 0,305 atau 30,5%. Hal ini berarti besarnya pengaruh motivasi intrinsik dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan adalah 30,5%. Sedangkan pengaruh sebesar 69,5% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN MOTIVASI EKSTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI KREDIT SWASTISARI KUPANG
Salah satuhalpenting yang harusdimilikiolehsetiapkaryawanadalahloyalitas. Suatuperusahaandapatbertahanjikadalamsegalakegiatandidukungolehloyalitasdari para karyawan. Salah satucarauntukmeningkatkanloyalitaskerjaadalahdenganmemperhatikankualitaslingkungankerjakaryawan. Lingkungankerjamerupakansalahsatukomponenpentinguntukmenumbuhkankenyamanankaryawan di tempatkerja. Selainitu, streskerjajugaperludiperlihatkankarenastres yang berlebihandari para karyawanakanmembuatsituasidanlingkungankerjasuatuperusahaanakanmenjadilebihburuk, terutamasaatpandemi covid-19 saatini.
Tujuandaripenelitianiniuntukmelihatbagaimanamotivasiintrinsikdanmotivasiekstrinsikterhadapkinerjakaryawankoperasikreditswatisarikupang,
KonseppenelitiandalamskripsiiniadalahMenurutSiagian (2004) motivasiintrinsikbersumberdaridalamindividu. Motivasiinimenghasilkanintegritasdaritujuan-tujuan, baiktujuanorganisasimaupuntujuanindividudimanakeduanyadaparterpuaskan. Nawawi (2001) menyampaikanbahwa Motivasi Ekstrinsikadalahpendorongkerja yang bersumberdariluardiripekerjasebagaiindividuberupasuatukondisi yang mengharuskannyamelaksanakanpekerjaansecaramaksimal. Mangkunegara (2016:9) yang berpendapatkinerjakaryawanmerupakanhasilkerjaseseorangsecarakualitasmaupunsecarakuantitas yang telahdicapaiolehkaryawandalammenjalankantugassesuaitanggungjawab yang diberikan.
Penelitianinimerupakanpenelitiandeskriptifkuantitatif. PopulasidansekaligussampeldalampenelitianiniadalahseluruhkaryawanpadaKoperasikreditswastisariyang berjumlah 81 orang. Teknikpengumpulan data dilakukandenganmenyebarkankuesionerpadaresponden, kemudian data dianalisismenggunakanteknikujiregresi linear bergandamenggunakan SPSS. Dari hasilpenelitian, dalamanalisislanjutan yang menggunakananalisisdeskriptifdiketahuibahwaMotivasiIntrinsikpadaKoperasiKreditSwastisariKupangberadadalamkategoricukupbaik, MotivasiEkstrinsikdalamkategoribaik, dankinerjakaryawandalamketegorisangatbaik. Indikatordarimasingmasingvariabeltersebutjugadideskripsikandenganbantuantabeldistribusifrekuensi.
Dalamanalisislanjutan yang menggunakanteknikanalisisujiregresi linear bergandadiketahuibahwamotivasi intrinsic mempunyaipengaruhpositifdengankinerjakaryawan yang ditunjukkandengannilaiVariabelmotivasiinstrinsik (X1) berpengaruhsecarapositifdansignifikansiterhadapkinerjakaryawanpadaKoperasiKreditSwastisari Kota Kupang, haliniterlihatdarisignifikansimotivasiinstrinsik (X1) 0,259 ˃ 0,05 dannilaithitung2.702 ˃ 2,093 ttabel . Sehinggadapatdisimpulkanbahwa H0 ditolak Haditerima yang berartiterdapatpengaruhpositifpadavariabelmotivasiinstrinsik (X1) terhadapkinerjakaryawan (Y). Variabelmotivasiekstrinsik (X2) berpengaruhsecarapositifdansignifikansiterhadapkinerjakaryawanpadaKoperasiKreditSwastisari Kota Kupang, haliniterlihatdarisignifikansimotivasiekstrinsik (X2) 0,235 ˃ 0,05dannilaithitung2,794 ˃ 2,093 ttabel . Sehinggadapatdisimpulkanbahwa H0 ditolak Haditerima yang berartiterdapatpengaruhpositifpadavariabelmotivasiekstrinsik (X1) terhadapkinerjakaryawan (Y).
Kata Kunci :MotivasiIntrinsik, MotivasiEkstrinsik, KinerjaKaryawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skripsi berjudul: “TUAN AIR” dengan sub judul: “Suatu Kajian Ekoteologi Dalam Usaha Mentransformasikan Pemahaman Jemaat GMIT O’emathonis Tubu Mnanu Tentang Kesakralan dan Nilai Intrinsik Mata Air Sonbilo” yang ditulis oleh Yosua Umbu Zogara Wolagole. Hadirnya budaya dalam suatu kelompok masyarakat akan membawa dampak tersendiri tentang bagaimana memahami kehadiran setiap ciptaan yang ada di bumi ini baik secara ekologis maupun kontekstual. Masalah yang diangkat oleh penulis akan berfokus pada sikap dan pemahaman jemaat GMIT O'emathonis Tubu Mnanu tentang sikap dan pemahaman jemaat yang dualistik antroposentrik akan nilai intrinsic dan kesakralan dari air terkhususnya mata air Sonbilo. Jemaat GMIT O'emathonis Tubu Mnanu adalah jemaat yang telah menganut Kekristenan sejak lama, namun penulis melihat adanya permasalahan ekoteologis dalam pemahaman mereka berdasarkan perspektif budaya tentang kehadiran air itu sendiri. Dalam pemahaman budaya, jemaat ini memahami bahwa dalam keberlangsungan ekosistem air masih terdapat kuasa leluhur yang masih turut berpartisipasi dalam kelestarian mata air Sonbilo dan bisa kapan saja memberi peringatan akan perbuatan jemaat yang salah dalam bentuk hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan mengacu pada hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah agar jemaat GMIT O'emathonis Tubu Mnanu dapat mengoreksi kembali tentang pemahaman yang benar terhadap air yang bernilai intrinsik dalam perspketif ekoteologi yang melihat alam sebagai rumah (Yun.:oikos) yang diberikan Tuhan, air bernilai intrinsic bukan karena kuasa leluhur melainkan semata-mata hanya karena kuasa Allah. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan berdasar pada teori Emanuel Gerrit Singgih yaitu etika sakralitas air agar mendapatkan hasil kajian yang jelas tentang air yang bersifat sakral dan bernilai intrinsik. Penulis berharap tulisan ini dapat memberikan sumbangsih bagi pemahaman jemaat GMIT O'emathonis Tubu Mnanu dalam memaknai kesakralan air Sonbilo dan nilai-nilai intrinsik yang terkandung dalam air tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mahasiswa akuntansi dalam pemilihan karir menjadi Akuntan Publik. Faktor –faktor yang mempengaruhi terhadap pemilihan karir menjadi Akuntan Publik diukur dengan variabel nilai intrinsik pekerjaan, gaji, lingkungan kerja, pelatihan profesional,pengakuan profesional, nilai-nilai sosial, dan pertimbangan pasar kerja Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS versi 17. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel nilai intrinsik pekerjaan, gaji, lingkungan kerja, pelatihan profesional,pengakuan profesional, nilai-nilai sosial, dan pertimbangan pasar kerja, berpengaruh signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan oleh mahasiswa akuntansi, namun secara parsial variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan karir menjadi akuntan publik oleh mahasiswa akuntansi, sedangkan variabel nilai intrinsik pekerjaan, gaji, pelatihan profesional,pengakuan profesional, nilai-nilai sosial, pertimbangan pasar kerja, dan personalitas masing-masing berpengaruh signifikan. Kata kunci: pemilihan karir menjadi akuntan ,profesi akuntan publik,nilai intrinsik pekerjaan gaji, pelatihan profesional, pengakuan profesional, nilai-nilai sosial, lingkungan kerja dan pertimbangan pasar kerja