ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem transportasi mempunyai peran vital dalam pembangunan nasional. Untuk itu perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai, diantaranya adalah tersedianya kendaraan bermotor yang memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Selain memberikan manfaat besar, kendaraan bermotor juga tidak terlepas dari permasalahan yang ditimbulkannya, seperti kecelakaan, kemacetan, kebisingan suara dan pencemaran udara akibat emisi gas buang. Untuk itulah pengujian kendaraan bermotor dilaksanakan agar setiap kendaraan bermotor wajib uji memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sesuai dengan ambang batas yang telah ditetapkan (UU No. 22, 2009). Pada UPT. Pengujian Kendaraan Bermotor dibawah naungan Dinas Perhubungan Kota Kupang merupakan satu-satunya Instansi Pemerintah Daerah yang menangani dan mengelola jasa Pengujian Kendaraan Bermotor atau dalam istilah di masyarakat lebih dikenal dengan nama “Uji KIR”. Jenis pelayanan yang ingin peneliti bahas dalam penelitian ini ialah jenis pelayanan pengujian berkala sistem drive thru, karena ini merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Kupang untuk mempercepat waktu pelayanan pengujian. Jadi, pengemudi bisa langsung melaksanakan proses pengujian dari proses daftar hingga akhir tanpa perlu turun dari kendaraan lagi. Dalam suatu organisasi karyawan dapat melakukan pekerjaan dengan baik bila ditunjang oleh keadaan lingkungan kerja yang memadai (Irianti, 2013). Sowmya dan Panchanatham (2011), berpendapat jika perusahaan ingin membuat situasi lingkungan kerja yang nyaman, hendaknya lebih memperhatikan penataan ruang kerja seperti penempatan peralatan kerja, penerangan, kebisingan, dan kenyamanan yang nantinya dapat meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan sehingga mereka merasa betah bekerja di ruangannya. Stres diartikan suatu kondisi terhadap situasi eksternal yang berdampak pada perilaku seseorang (Luthans, 2006). Menurut Ivancevich, et al, (2007) mendefinisikan stres kerja sebagai perasaan tegang, gelisah atau khawatir, semua perasaan merupakan manifestasi dari pengalaman stres, suatu terprogram yang kompleks untuk mempersepsikan ancaman yang dapat menimbulkan hasil yang positif maupun negatif. Jadi, dapat disimpulkan bahwa stres kerja merupakan kondisi fisik dan psikologis seseorang yang ditunjukkan melalui sikap atau perilaku seperti kecemasan, ketegangan, gelisah, yang disebabkan oleh suatu permasalahan yang mengganggu pikiran seseorang yang tidak dapat diselesaikannya sendiri. Menurut Robbins (2008), indikator yang digunakan untk mengukur tingkatan stres tersebut yaitu pertama dengan melihat kondisi dari gejala fisiologis, seperti sakit kepala, meningkatnya tekanan darah dan laju detak jantung. Yang kedua kondisi gejala psikologis, seperti ketegangan, kecemasan, kejengkelan, kejenuhan, depresi, dan sikap yang suka menunda-nunda pekerjaan. Dan yang ketiga kondisi gejala perilaku, seperti kemangkiran, perubahan kebiasaan makan, meningkatkan konsumsi rokok dan alkohol. Menurut Rezaei dan Baalousha (2011), kinerja itu bersifat individual, karena dalam melaksanakan tugasnya masing-masing individu karyawan mempunyai kemampuan yang berbeda, dan dengan meningkatnya kinerja berarti meningkatkan mutu dan standar perusahaan. Kinerja karyawan memegang peranan penting dalam suatu organisasi. Kinerja karyawan merupakan nafas dari kelangsungan hidup perusahaan. Untuk itu adakalanya perusahaan mengadakan suatu acara di luar kegiatan perusahaan seperti outbound dengan tujuan untuk mengajak para karyawan refreshing sejenak dari rutinitas pekerjaan sehari-hari dan membangkitkan kembali semangat bekerja serta meningkatkan kerjasama antar karyawan. Kinerja juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan kerja fisik. Dinas perhubungan kota kupang ingin membuat situasi lingkungan kerja yang nyaman, hendaknya lebih memperhatikan penataan ruang kerja seperti penempatan peralatan kerja, penerangan, kebisingan, dan kenyamanan yang nantinya dapat meningkatkan kedisiplinan kerja karyawan sehingga mereka merasa betah bekerja di ruangannya. Selain kinerja, lingkungan kerja fisik juga dapat mempengaruhi stres kerja. sebagian besar stres kerja berawal dari lingkungan kerja yang buruk dan berdampak pada pekerjaan. Jika seseorang stres dalam pekerjaannya, maka ia tidak akan dapat memberikan 100% kemampuan terbaiknya sehingga efisiensi kerjanya akan terpengaruh. Terdapat banyak hal yang mampu mempengaruhi keterlambatan pengujian tersebut, atau dengan kata lain rendahnya kinerja pegawai di UPT. Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota kupang salah satunya adalah Stres Kerja. Stres diartikan suatu kondisi terhadap situasi eksternal yang berdampak pada perilaku seseorang. Tuntutan pekerjaan yang tinggi akan memicu timbulnya stres pada karyawan dan pada akhirnya akan mempengaruhi kinerjanya.Populasi merupakan subyek atau obyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik spesifik yang telah dipilih oleh peneliti untuk diteliti. Populasi penelitian ini adalah 80 karyawan Pada Dinas UPT pengujian kendaraan bermotor kota kupang. Menurut arikunto (2017) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Arikunto mengatakan bahwa apabila subjeknya kurang dari 100, maka seluruh populasi menjadi sample penelitian. Di mana semua anggota populasi digunakan menjadi sampel sehingga sampel dalam penelitian ini seluruh pegawai sebanyak 80 pegawai. Menurut Sugiyono (2018:2019) angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Analisis lanjutan ini dimaksudkan untuk menguji kebenaran empirik dan hipotesis secara statistik. Pada tahap analisis ini, peneliti menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variable independen dan variabel dependen. Yaitu Lingkungan kerja fisik (X1) dan stres kerja (X2) terhadap Kinerja pegawaI (Y) Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja pegawai(Kriterium), bila dua atau lebih variabel keselamatan dan kesehatan kerjan sebagai faktor prediktor dimanipulasi (sugiyono, 2010:275). Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik (X1) dan Stres Kerja (X2) terhadap kinerja Pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y 2.451 + 0.434 X1 +0. 480 X2 1. Nilai konstantan sebesar 2,451 artinya jika Iklim Lingkungan Kerja Fisik (X1) dan Stres kerja (X2) sama dengan nol, maka kinerja pegawai (Y) memiliki nilai sebesar 2,451. 2. Koefisien regresi (b1) sebesar 0 ,434 artinya jika Lingkungan Kerja Fisik (X1) mengalami kenaikan sebesar 1% maka kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0 ,434 atau 43,4. 3. Koefisien regresi (b2) sebesar 0, 480 artinya jika Stres Kerja mengalami kenaikan 1%, maka variabel kinerja Pegawai (Y) akan akan meningkat sebesar 0, 480 atau 48,0. 1. Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh lingkungan kerja fisik (X1) terhadap kinerja Pegawai (Y). Diketahui bahwa variabel lingkungan kerja fisik (X1) ditemukan t hitung 5,254 lebih besar dari t tabel 1,99125 dan tingkat sig. 0.000 oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b10) ditolak Ha (b10) diterimah yaitu variabel lingkungan kerja fisik (X1) memiliki pengaruh signifikan secara Parsial terhadap variabel kinerja Pegawai (Y). 2. Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Stres Kerja (X2) dan kinerja Pegawai (Y) diketahui bahwa variabel Stres Kerja (X2) ditemukan t hitung 6,857 lebih besar dari t tabel 1,99125 dan tingkat sig 0, 000 Oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima yaitu Stres Kerja memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja Pegawai. diketahui untuk mengetahui f tabel maka dapat dilihat dari nilai n 80 dan k 2 dan rumus untuk Ftabel F( k:df 2 n – k – 1 (F (277) jadi Ftabel 3, 12 Sehingga dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh F hitung 54,258 lebih besar Ftabel 3,12 dan tingkat Sig 0,000 oleh karna itu nilai Sig 0,05 maka H0(b1 0) maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima artinya variabel lingkungan kerja fisik (X1) dan stres kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara secara stimultan terhadap kinerja Pegawai (Y). diketahui besarnya koofisien determinasi R2 adalah 0,574 atau 57,4%. Hal ini berarti besarnya hubungan Lingkungan Kerja Fisik dan Stres Kerja terhadap kinerja Pegawai adalah 57,4%. Sedangkan pengaruh sebesar 42,6% disebabkan oleh faktor lain. Kata Kunci : Lingkungan Kerja Fisik, Stres Kerja Dan Kinerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengaruh Inovasi Produk Dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Handphone Xiaomi Di Toko Lapak Xiaomi Kupang. Persoalan Penelitian : 1. Apakah inovasi produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian Handphone Xiaomi Di Toko Lapak Xiaomi Kupang? 2.Apakah citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian Handphone Xiaomi Di Toko Lapak Xiaomi Kupang? Tujuan penelitian yaitu : Untuk mengetahui pengaruh inovasi produk terhadap keputusan pembelian Handphone Merek Xiaomi Di Toko Lapak Xiaomi Kupang dan Untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian Handphone Merek Xiaomi Di Toko Lapak Xiaomi Kupang. Metode penelitian dalan penelitian ini yakni populasi dan sampel pada pelanggan/pembeli ditoko Lapak Xiaomi Kupang, Sebanyak 96 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji simultan (uji F), dan Koefisien Determinasi (R2) . Berdarsarkan hasil analisi pendahuluan : Inovasi Produk juumlah dari seluruhindeks yaitu 209,4dan nilai rata-rata indeks untuk variable inovasi produk yaitu sebesar 69,8 yang berada dalam kategori sedang, artinya latar belakang pendidikan perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Citra merek jumlah dari seluruh indeks yaitu 317,6 dan nilai rata-rata indeks untuk variable citra merek yaitu sebesar 79,4 yang berada dalam kategori tinggi, artinya citra merek perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Keputusan pembelian berdasarkan jawaban responden di atas dari jumlah seluruh indeks yang diperoleh yaitu sebesar 332,9, maka nilai rata-rata indeks untuk variable keputusan pembelian yaitu sebesar 83,225 yang berada dalam kategori tinggi, artinya etos kerja perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Berdasarkan persamaan regresi linear berganda : Y = 8,643 + 0, 392 X1 + 0.493 X2 + e. diketahui bahwa nilai konstanta a sebesar 8,643,sedangkan koefisien b1 adalah 0,392 dan b2 adalah 0,493. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstan 8,643 artinya jika nilai inovasi produk (X1) dan citra merek (X2) sama dengan nol , keputusan pembelian (Y) memiliki nilai sebesar 8.643. sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0,392 artinya jika inovasi produk (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 unit , maka keputusan pembelian (Y) akan meningkat sebesar 0,392. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara inovasi produk (X1) dengan keputusan pembelian (Y). dan koefisien regresi (b2) sebesar 0,493 artinya jika citra merek (X2) mengalami kenaikan sebesar 1 unit, maka keputusan pembelian (Y) akan meningkat sebesar 0,493. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara citra merek (X2) dengan keputusan pembelian (Y). Implikasi Terapan: Berdasarkan kesimpulan dari hasil yang diperoleh, maka hal- hal yang perlu dipertimbangkan dan menjadi saran peneliti adalah sebagai berikut : 1. Bagi produsen handphone Xiaomi agar mempertahankan inovasi produk yang ada khususnya pada indikator peluasan lini karena berdaarkan hasil penelitian indikator peluasan lini memiliki nilai indeks yang paling rendah dibandingkan dengan indikator lainnya agar semakin banyak konsumen yang akan membeli produk handphone xiaomi, begitu juga dengan citra merek, karena berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa inovasi produk dan citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian. 2. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya, agar melakukan penelitian lanjutan tentang inovasi produk karena ada salah satu indikator inovasi produk yang nilainya sedang. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kkeputusan pembelian handphone xiaomi Ditoko Lapak Xiaomi Kupang, Secara parsial citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian handphone xiaomi Ditoko Lapak Xiaomi Kupang, Dan secara simultan inovasi produk dan citra merek berpengaruh secara Bersama-sama terhadap keputusan pembelian handphone xiaomi Ditoko Lapak Xiaomi Kupang. Kata Kunci: Inovasi Produk, Citra Merek, Keputusan Pembelian
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Bentuk komunikasi yang saat ini banyak mempengaruhi lingkungan pemasaran adalah word of mout, dimana bentuk komunikasi ini murni mengandalkan kemampuan konsumen dalam mendengar dan menyampaikan pesan atau berita melalui percakapan. Selain itu, kepuasan pelanggan juga sangat mempengaruhi loyalitas konsumen, dimana dapat menciptakan atau citra merek yang tinggi. Kemudian, dalam konteks e-commerce kepercayaan pelanggan menjadi aspek penting dalam mendukung jalanya kegiatan pemasaran.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh word of mouth terhadap loyalitas pelanggan yang berbelanja di lazada; (2) mengetahui pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan yang berbelanja di lazada; dan (3) mengetahui pengaruh kepercayaan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan yang berbelanja di lazada.
Word Of Mouth (komunikasi antara mulut ke mulut) adalah proses yang sangat berpengaruh dalam kegiatan pemasaran berfungsi untuk dapat memuaskan produk barang yang diinginkan setiap konsumen. Kepuasan dalam hal ini adalah bersangkutan dengan kepuasan setiap konsumenn terhadap minat beli ulang barang yang menjadi keinginan konsumen.konsumen merasa barang yang dipesan berkualiats untuk dipakai. Kepercayaan adalah kendala dimana konsumen tetap kembali percaya kepada perusahaan mengenai barang yang diinginkan. Loyalitas pelanggan adalah setiap barang yang dipesan mampu memuaskan konsumen akan merasa tetap loyal terhadap barang tersebut dan kembali memesan kembali barang yang diinginkan.
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kota Kupang yang pernah memutuskan untuk membeli produk secara online di e-commerse lazada yang jumlahnya 96 responden yang pernah memutuskan untuk berbelanja di lazada. Pengumpulan data yang dalam penelitian ini adalah dengan cara penyebaran kuesioner/angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) word of mouth berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan perbandingan nilai t-hitung dan nilai t-tabel (4,327 > 1,986) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05; (2) kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan perbandingan nilai t-hitung dan nilai t-tabel (2,864 > 1,986) dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05; (3) kepercayaan pelanggan juga berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan perbandingan nilai t-hitung dan nilai t-tabel (4,145 > 1,986) dan nilai signifikansi 0,003 < 0,05.
Word of mouth berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan nilai t-hitung (4,327) yang mana nilai tersebut lebih besar daripada nilai t-tabel (1,986). Sedangkan nilai signifikansinya adalah sebesar 0,000 < 0,05. Kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan nilai t-hitung (2,864) yang mana nilai tersebut lebih besar daripada nilai t-tabel (1,986). Sedangkan nilai signifikansinya adalah sebesar 0,001 < 0,05. Kepercayaan pelanggan juga berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan secara parsial dengan nilai t-hitung (4,145) yang mana nilai tersebut juga lebih besar daripada nilai t-tabel (1,986). Sedangkan nilai signifikansinya adalah sebesar 0,003 < 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul Pengaruh kualitas pelayanan dan keyakinan konsumen terhadap keputusan pembelian di Hotel Sotis Kupang.persoalan penelitian :1. Apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Hotel Sotis Kupang? 2. Apakah keyakinan konsumen berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Hotel Sotis Kupang? Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh kualitas pelayanan dan keyakinan konsumen terhadap keputusan pembelian di Hotel Sotis Kupang. Tujuan penelitian yaitu : Untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian di Hotel Sotis Kupang. Untuk menganalisis pengaruh keyakinan terhadap keputusan pembelian di Hotel Sotis Kupang. Metode penelitian dalan penelitian ini yakni populasi dan sampel pada pengunjung yang nginap di hotes Sotis Kupang, Sebanyak 96 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji simultan (uji F), dan Koefisien Determinasi (R2). Berdasarkan Berdasarkan Tabel 4.7 maka ditarik kesimpulannya mengenai pengujian hipotesis uji t (terpisah) diketahui untuk mengetahui t tabel maka dapat dilihat dari nilai n = 100 dan k = 2 dan rumus untuk Ftabel = F ( k; n – k ) (F (2;98) jadi Ftabel = 3,09. Sehingga dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh nilai fhitung = 63,925 lebih besar dari nilai ftabel 3,09 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil 0,05. Oleh karena itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya variabel kualitas layanan (X1) dan keyakinan konsumen (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara secara simultan terhadap keputusan pembelian (Y). Impilikasi terapan,Berdasarkan hasil penelitian, maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan menjadi saran peneliti adalah sebagai berikut: 1.Terkait dengan pengaruh kualitas pelayanan dan keyakinan konsumen terhadap keputusan pembelian, maka Hotel Sotis Kupang perlu untuk lebih meningkatkan indikator seperti meberikan pelayanan yang handal dan profesional agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang ada pada Hotel Sotis Kupang. 2. Hotel Sotis Kupang harus tetap lebih memprioritaskan pelanggan dalam memberikan pelayanan agar lebih meningkatkan keyakinan konsumen dan menjaga kepercayaan yang tinggi dari konsumen agar konsumen memiliki keyakinan yang baik terhadap Hotel Sotis Kupang.3. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai bahan perbandingan dan referensi untuk penelitian, dan sebagai bahan pertimbangan untuk lebih memperdalam penelitian selanjutnya dengan menggunakan variabel yang sama. Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa inovasi produk dan citra merek memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Hotel Sotis Kupang. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial kualitas pelaynan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Di Hotel Sotis Kupang, Secara parsial keyakinan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Di Hotel Sotis Kupang Kupang, Dan secara simultan kualitas pelayanan dan keyakinan konsumen berpengaruh secara Bersama-sama terhadap keputusan pembelian Di Hotel Sotis Kupang Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada era globalisasi saat ini dunia usaha di Indonesia mengalami persaingan dan semakin ketat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya usaha-usaha baru yang mulai bermunculan, para pelaku usaha saling berlomba-lomba menjadi yang terbaik untuk dapat menguasai pangsa pasar. Oleh karena itu, pemasar perlu menyadari bahwa keputusan konsumen untuk membeli suatu produk tertentu didasarkan pada harga suatu produk.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga produk terhadap keputusan pembelian di Dutalia Kupang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, data diperoeh dengan penyebaran kuesioner kepada 96 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen di Dutalia Kupang, sampel yang diambil ditetapkan. Metode sampel yang digunakan adalah accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, siapa saja yang pernah melakukan pembelian di Dutalia Kupang.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunkan analisis linear berganda, dan untuk menguji hipotesis digunakan ujit (secara parsial), uji f (simultan) danuji 𝑅² (Koefisien Determinasi). Data yang dikumpulkan akan dioalah dengana nalisis regresi linear berganda Y = a + b1 X1 +b 2X2+ e serta melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji f (simultan). Datayang dikumpulkan akan diolah dengan analisis regresi linear berganda Y= a + b1 diperoleh X1 =-2680 nilai thitung tersebut selanjutnya dibandingkan nilai ttabel untuk kesalahan 5% maka diperoleh thitung > ttabel sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Selanjutnya data diperoleh X2=4,436 nilai thitung > ttabel sehingga Ha di terima dan Ho ditolak berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Dutalia Kupang.
Berdasarkan hasil uji F analisis regresi linear berganda maka dapat diketahui signifikan untuk variabel kualitas produk harga (X2), terhadap keputusan pembelian (Y) di Dutalia Kupang adalah 0,000<0,05 dan nilai Fhitung lebih besar Ftabel (14,350>3,09) sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan (Bersama-sama) untuk variabel lokasi (X1), harga (X2), berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian (Y).
Hasil penelitian pada variabel lokasi (X1) tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) di Dutalia Kupang Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung sebesar -2,680, sehingga variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat pada Dutalia Kupang,. Hal ini dibuktikan bahwa variabel X1 ditemukan thitung sebesar = -2,680 lebih besar dari ttabel sebesar = 1,986 dan tingkat signifikan 0,009 lebih besar dari 0,005.
Hasil penelitian pada variabel harga (X2) menunjukan bahwa harga memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian (Y) di Dutalia Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujianyang memiliki nilai thitung sebesar 4,436, sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat keputusan pembelian di Dutalia Kupang, Hal ini dibuktikan bahwa variabel X2 ditemukan nilai thitung sebesar = 4,436 lebih besar dari ttabel sebesar = 1,986 dan tingkat signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berkembangnya pusat-pusat perbelanjaan saat ini diikuti juga munculnya tempat-tempat perbelanjaan modern yang salah satunya di Swalayan Indomaret yang tepatnya berada di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur yang ingin memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumennya. Berdirinya Indomaret di Kota Kupang pada 27 Juli 2022 dengan membuka unit pertama. Indomaret merupakan merek dagang yang dikelola oleh PT Indomarco Prismatama yang berkantor pusat di Jakarta yang sampai dengan hari ini sudah mengelola lebih dari 20 ribu toko di seluruh Indonesia. Indomaret menjadi pilihan tempat belanja bagi para konsumen di Kota Kupang yang juga sebuah paserba (Pasar Serba Ada). Indomaret tersebut memiliki beberapa karyawan dengan pelayanan yang memuaskan dengan memfokuskan pada barang-barang keperluan rumah tangga. Fokus terhadap konsumen diterjemahkan dalam tiga pilar utama Indomaret yang diyakini akan menjadi pilihan tempat belanja bagi para konsumen di Kota kupang. Ketiga pilar utama tersebut adalah Harga yang bersaing, pilihan yang lengkap, pelayanan yang memuaskan. Konsep paserba merupakan konsep perdagangan eceran yang diciptakan oleh Indomaret, dan dirancang untuk memuaskan para konsumen. Berdasarkan uraian di atas, Sehingga penelitian ini akan menggunakan Indomaret sebagai objek penelitian. Penelitian ini akan mencoba untuk menelusuri minat jual beli konsumen. Definisi faktor minat beli merupakan perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan keinginan konsumen untuk melakukan pembelian. Minat beli merupakan kecenderungan konsumen untuk membeli suatu merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian. Dimana, ketika konsumen memiliki minat akan produk yang dijual oleh perusahaan maka konsumen akan melakukan pembelian dalam memenuhi kebutuhan konsumen itu sendiri. Faktor-faktor yang membentuk minat beli yaitu :Faktor kualitas produk, Faktor brand / merek, Faktor kemasan, Faktor harga, Faktor ketersediaan barang Faktor promosi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen yang membeli atau berbelanja di Indomaret yaitu 96 orang. Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus yang digunakan adalah rumus Rao Purba digunakan apabila populasi dalam penelitian merupakan populasi yang tak hingga , maka besar sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 96 sampel. Pada tahap ini peneliti menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Berdasarkan hasil analisis bahwa pada variabel kualitas produk (X1) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Variabel brand/ merek (X2) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Variabel kemasan (X3) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Hasil Variabel harga (X4) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Ketersedian barang (X5) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Variabel promosi (X6) dengan minat beli konsumen (Y) bahwa terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumusan Masalah yang dikaji Oleh Penulis adalah 1) Bagaimana motif tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain?.2) Bagaiamana cara melakukan tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain? 3) Bagaimana akibat hukum tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain ? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah Untuk Mengetahui.1) untuk mengetahui motif tindak pidana pengrusakan barang milik orang, 2) untuk mengetahui cara melakukan tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain, 3) untuk mengetahui akibat hukum tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain. Sifat sifatnya maka penelitian ini bersifat deskriptif yaitu penulis mendeskripsikan atau mengambarkan, menguraikan dan menjelaskan suatu keadaan/peristiwa yang sejelas mungkin tanpa perlakuan terhadap objek yang diteliti tentang motif modus dan akibat hukum Tindak Pidana Pengrusakan Barang Milik Orang Lain.Jenis Penelitian ini mengunakan jenis penelitian normatif.. Variabel adalah faktor yang menjadi pokok permasalahan yang ingin diteliti. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah : motif modus dan akibat hukum Tindak Pidana Pengrusakan Barang Milik Orang Lain. Variabel terikat adalah variabel yang tergantung dari putusan pengadilan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah: putusan hakim Tindak Pidana Pengrusakan Barang Milik Orang Lain. jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, Data Sekunder..Berdasarkan hasil analisis penilitian yaitu motif pelaku pelaku tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain dan akibat hukum tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain. kesimpulan 1. Pelaku tindak pidana pengruskan barang milik orang lain, a.Terdakwa marah dan emosi karena pembuatan pagar pembatas diatas tanah sengketa. b.Terdakwa emosi karena pasangan bakal calon yang di ikuti oleh terdakwa tidak di tepati janji dengan bakal calon walikota dan wakil walikota..c.Terdakwa marah dan emosi karena korban tidak mengabulkan permintaan terdakwaTerdakwa mengkonsumsi minum minuman keras dan mabuk. d.Terdakwa marah dan emosi karena proyek pembuatan tanggul dihentikan oleh perusahaan. 2. Modus pelaku melakukan tidak pidana perusakan barang milik orang lain a.Terdakwa menggoyangkan dan mendorong pagar pembatas menggunakan kedua tangan b.Terdakwa mendatangi Rumah Makan dan merusak etalase menggunakan tangan terkepal hingga etalase tersebut pecah c.Terdakwa mengayunkan parang ke arah sepeda motor dan gerobak bakso dan memukul mesin sepeda motor menggunakan batu d.Terdakwa melempari kaca mobil truk menggunakan batu bata e.Terdakwa merusak tanggul dengan melakukan pengerukan menggunakan exsavator. 3. Akibat hukum tindak pidana pengrusakan barang a.Terdakwa dipenajara b.Terdakwa Membayar Biaya Perkara.Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah kepada hakim diharapkan mejtuhkan putusan harus mempertimbangkan fakta persidangan dan kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindak pidana pengrusakan barang milik kepunyaan orang lain
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pendidikan dan pengajaran di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kegiatan penunjang di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah Beban Kerja Dosen (BKD). Menurut Kusuma Beban Kerja Dosen (BKD) adalah sejumlah tugas yang wajib dilaksanakan oleh seorang dosen sebagai tugas institusional dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya dalam pendidikan dalam konteks Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan ilmu, serta pengabdian pada masyarakat. BKD sendiri mencakup kegiatan pokok, yang meliputi; (1) pendidikan dan pengajaran (merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, melakukan evaluasi pembelajaran, membimbing dan melatih), (2) melakukan penelitian dan pengembangan ilmu, (3) melakukan tugas tambahan pada administrasi atau manajemen pada Perguruan Tinggi di mana yang bersangkutan bertugas, serta (4) melakukan pengabdian kepada masyarakatBeban Kerja Dosen (BKD) adalah sejumlah tugas yang wajib dilaksanakan oleh seorang dosen sebagai tugas institusional dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya dalam pendidikan dalam konteks Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan ilmu, serta pengabdian pada masyarakat. BKD sendiri mencakup kegiatan pokok, yang meliputi; (1) pendidikan dan pengajaran (merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, melakukan evaluasi pembelajaran, membimbing dan melatih), (2) melakukan penelitian dan pengembangan ilmu, (3) melakukan tugas tambahan pada administrasi atau manajemen pada Perguruan Tinggi di mana yang bersangkutan bertugas, serta (4) melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Penelitian ini merupakan Deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dosen di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang berjumlah 158 orang dan sampel berjumlah 45 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data di analisis menggunakan analisis deskriptif.
Dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif di ketahui bahwa kinerja dosen di universitas kristen artha wacana kupang dalam kategori sedang dan tinggi. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga di deskripsikan dengan menggunakan analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pendidikan dan pengajaran di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tergolong dalam kategori sangat baik. 2) Penelitian di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tergolong dalam kategori sangat baik. 3) Pengabdian di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tergolong dalam kategori sangat baik. 4) Kegiatan penunjang di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang tergolong dalam kategori tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kepercayaan Konsumen, Kemudahan Pengguna dan Kepuasan Pelanggan terhadap Minat Beli Ulang Pengguna Tik-Tok Shop di Kota Kupang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Kepercayaan Konsumen, Kemudahan Pengguna dan Kepuasan Pelanggan terhadap Minat Beli Ulang Pengguna Tik-Tok Shop. Tujuan penelitian yaitu: Untuk Mengetahui Pengaruh Kepercayaan Konsumen, Kemudahan Pengguna dan Kepuasan Pelanggan terhadap Minat Beli Ulang Pengguna Tik-Tok Shop. Metode penelitian dalam penelitian ini yakni Masyarakat Kota Kupang Dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Masyarakat Kota Kupang, sebanyak 96 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, menggunakan kuesioner dengan angket tertutup sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis regresi linear berganda, Uji parsial (Uji t), uji simultan (Uji F) dan Koefisien Determinasi (R2). Berdasarkan pengujian data dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dalam pembahasan ini akan membahas hasil peneliti sesuai dengan permasalah yang penulis ajukan. (a) dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukan hasil bahwa Kepercayaan Konsumen memiliki t hitung sebesar -2,060 yang berarti lebih kecil dari t tabel (1,945). Kemudian probabilitas sebesar 0,085 yang berarti lebih dari 0,05. (b) dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukan hasil bahwa Kemudahan Pengguna memiliki t hitung sebesar 3,702 yang berarti lebih besar dari t tabel (1,945). Kemudian probabilitas sebesar 0,010 yang berarti lebih dari 0,05. (c) dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukan hasil bahwa Kepercayaan Konsumen memiliki t hitung sebesar 3,184 yang berarti lebih besar dari t tabel (1,945). Kemudian probabilitas sebesar 0,019 yang berarti lebih dari 0,05. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa (1) variable kepercayaan konsumen berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat beli ulang pada tik-tok shop (2) variable kemudahan pengguna berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang pada tik-tok shop (3) variabel kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang pada tik-tok shop Kata kunci: Kepercayaan Konsumen, Kemudahan Pengguna, Kepuasan Pelanggan dan Minat Beli Ulang
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengaruh Citra Merek dan Harga Terhadapap Keputusan Pembelian Konsumen Di Toko Sinar Karya Halilulik Kab. Belu, Skripsi Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Dr. Damaris Y. Koli, SE.,M.P dan pembimbing 2 (dua) Melvin K. Djami Rane, SE.,MM menurut (Kotler, 2008:346) citra merek adalah persepsi dan keyakinan yang dilakukan oleh konsumen, seperti tercermin dalam asosiasi yang terjadi dalam memori konsumen. Citra merek umumnya didefinisikan segala hal yang terkait dengan merek yang ada dibenak ingatan konsumen. Menurut Philip Kotler (2012) harga adalah jumlah uang yang harus dibayar pelanggan untuk produk yang akan dibeli. Menurut Joko Untoro (2010), definisi harga adalah kemampuan yang dimiliki suatu barang atau jasa, yang dinyatakan dalam bentuk uang. Menurut Tjiptono (2015:22) Keputusan pembelian merupakan salah satu bagian dari perilaku konsumen. Perilaku konsumen merupakan tindakan yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh, menentukan produk dan jasa, termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra merek dan harga terhadap keputusan pembelian minyak goreng Bimoli, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Konsumen yang berbelanja minyak goreng Bimoli pada Toko Sinar Karya Halilulik Kab. Belu Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu spss. Hasil penelitian menunjukan bahwa citra merek dan harga berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian minyak goreng Bimoli dengan nilai thitung > ttabel (2,2631,661) untuk variabel citra merek (X1) atau H0 ditolak dan Ha diterima, dan nilai thitung > ttabel (2,908>1,661) untuk variabel Harga (X2) atau H0 ditolak dan Ha diterima.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Tujuan penelitian yaitu : untuk mengetahui Pengaruh Karakteristik Pekerjaan Dan Karakteristik Individu Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Metode penelitian dalan penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU, Sebanyak 31 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan angket tertutup sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji simultan (uji F), dan Koefisien Determinasi (R2) . Berdasarkan persamaan regresi linear berganda : Y=70.575 + 0,418X1 + 0,333X2 + e. diketahui bahwa nilai konstanta a sebesar 70.575,sedangkan koefisien b1 adalah 0,418 dan b2 adalah 0,333. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstan 70.575 artinya jika nilai karakteristik pekerjaan (X1) dan karakteristik individu (X2) sama dengan nol , kinerja UMKM (Y) memiliki nilai sebesar 70.575. sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0,418 artinya jika karakteristik pekerjaan (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 unit , maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,418. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik pekerjaan (X1) dengan Kinerja UMKM (Y). dan koefisien regresi (b2) sebesar 0,333 artinya jika karakteristik individu (X2) mengalami kenaikan sebesar 1 unit, maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,333. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik individu (X2) dengan kinerja UMKM(Y). xv Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial karakteristik pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Secara parsial karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Dan secara simultan Karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu berpengaruh secara Bersama-sama terhadap kinerja UMKM kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, PROFESIONALISME KERJA TERHADAP KINERJA KERJA PEGAWAI PADA KANTOR IMIGRASI KELAS 1 KUPANG Kegiatan manajemen umumnya berupa usaha untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara memanfaatkan sumber daya yang ada. Sumber daya ini antara lain meliputi manusia, uang, mesin, informasi dan lain-lain. Keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki menjadi tantangan bagi setiap perusahaan. Perusahaan perlu melakukan penilaian (evaluasi) terhadap pelaksanaan program-program SDM yang telah dikembangkan dalam mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan untuk memastikan bahwa fungsi SDM telah berjalan dan memberikan kontribusinya dengan baik dalam pencapaian keberhasilan perusahaan.Menurut Kharis (2010:8), sumber daya manusia dapat dikatakan berkualitas manakala mereka mempunyai kemampuan untuk melaksanakan kewenangan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kemampuan tersebut hanya dapat dicapai manakala mereka mempunyai bekal pendidikan, latihan dan pengalaman yang cukup memadai untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Apabila karyawan tidak memiliki kualitas yang baik maka akan mempengaruhi kinerja yang dihasilkan dan akan berdampak pada kegiatan perusahaan.Dalam hal ini paspor adalah dokumen yang di keluarkan oleh republik Indonesia untuk melalukan perjalanan antar Negara selama jangka waktu tertentu. selain dokumen perjalanan, paspor juga berfungsi sebagai dokumen identitas diri yang di akui internasional. Karena itu, paspor bisa di pakai untuk membuka rekening bank, pesan tiket pesawat, reservasi hotel bahkan digital. tidak semua permohonan paspor yang di ajukan dapat terbit. Salah satu permohonan paspor ditolak adalah pemohon paspor ada dalam daftar cegah imigrasi. Pencegahan adalah pelarangan warga Negara Indonesia keluar wilayah RI, termasuk memperoleh paspor. Alasan lainnya adalah pemohon memberikan keterangan tidak benar saat mengajukan permohonan paspor, misalnya melampirkan dokumen persyaratan paspor yang di palsukan. Selain paspornya akan ditolak, permohonan tersebut akan diancam pidana penjara dan didenda sebagaimna ketentuan pasal 126 huruf C undang-undang nomr 6 tahun 2011 tentang keimigrasian. Dengan demikian para karyawan harus memliki kualitas dan kinerja kerja yang baik dalam melakukan pekerjaan dengan memiliki pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan. Perusahaan sealalu membutuhkan tenaga-tenaga yang yang berkompeten dengan kinerja yang baik di bidangnya. Oleh karna itu kualitas SDM dan kinerja kerja karywan menjadi hal yang penting dalam permohonan pembutan pasrpor untuk dilakukan. Kinerja pegawai harus efektif dalam permohonan pembuatan pasrpor agar berjalan dengan baik dan mendukung lajunya perkembangan perusahaan. Menurut Sudjana (2010:6) Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteritik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin mempelajari sifat-sifatnya. Oleh karena itu populasi dalam penelitian ini 55 karyawan. Soehartono (2014, hlm. 57) mengatakan, “Sampel adalah suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan dianggap dapat menggambarkan populasinya” maka dalam penelitian ini dipilih sampel penelitian ini adalah 35 karyawan. Menurut Sugiyono (2018: 2019) angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Analisis pendahuluan merupakan langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara masukan hasil pengelolahan data angket responden kedalam tabel distribusi frekuensi. Didalam analisis pendahuluan ini akan menggambarkan tentang pengaruh kualitas sumberdaya manusia, profesionalisme terhadap kinerja kerja karyawan kantor imigrasi kelas 1 kupang. Analisis lanjutan ini dimaksudkan untuk menguji kebenaran empirik dan hipotesis secara statistik. Pada tahap analisis ini, peneliti menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variable independen dan variabel dependen. Yaitu (X1) Kualitas Sumber Daya Manusia dan Profesionalisme (X2) terhadap Kinerja Kerja (Y) Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja. Menurut Ghozali (2013:98) Uji statistik T pada dasarnya Uji T menunjukan sebeapa jauh pengaruh satu variable independen secara individual dalam meneranglkan variasi variable dependen.Dengan tingkat signifikan (X)5% dari dfn – k-1 diperoleh nilai t table, kemudian nilai t table di bandingkan dengan nilai t hitung yang diperoleh. Dengan membandingkan nilai t tersebut, maka diketahui pengaruhnya, yaitu dapat diterima atau ditolak hipotesis. Uji F adalah ujian signifikansi persamaan digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel berikut terikat (Y). Pengambilan keputusan : Jika nilai signifikansi 0,05 maka variabel bebas secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat dan sebaliknya. Jika F dihitung F tabel maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. Koefisien Determinasi umumnya digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel bebas dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien Determinasi (R2) dinyatakan dalam persentassi, nilai yang mendekati satu berarti variasi variabel untuk memprediksi variabel dependen. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan tingkat Kualitas SDM (X1), Profesionalisme (X2) dan terhadap Kinerja Karyawan (Y) adalah terhadap Kinerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y 28,822 + 0,588 X1-0,417 X2. 1. Nilai konstanta sebesar 28,822 artinya jika nilai kualitas SDM (X1) dan Profesionalisme kerja (X2) sama dengan 0, maka Kinerja Karyawan (Y) akan meningkat sebesar 28,822. 2. Koefisien Regresi (b1) sebesar 0,588) artinya jika kualitas SDM (X1) mengalami kenaikan 1%, maka Kinerja Karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,588 atau 58,8%. 3. Koefisien regresi b2 sebesar -0,417 artinya, jika Profesionalisme Kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Kinerja Karyawan (Y) akan menurun sebesar -0,417 atau 41,7%. a) Uji hipotesis pertama yaitu ada Kualitas SDM (X1) Kinerja Karyawan (Y). Diketahui bahwa variabel Kualitas SDM (X1) ditemukan T hitung 4,185 lebih Besar dari T tabel 1,693 dan tingkat sig. 0,000. Maka, terbukti bahwa T hitung T table maka Ho diterima dan Ha ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa Kualitas Sumber Daya manusia berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. b) Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Profesionalisme Kerja (X2) dan Kinerja Karyawan (Y) diketahui bahwa variabel Profesionalisme Kerja (X2) ditemukan T hitung -2,418 lebih kecil dari t tabel 1,693 dan tingkat sig 0,021 T 𝑎 . Maka terbukti bahawa T hitung T tabel. Artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa Profesionalisme Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. uji koefisien determinasi (R2) diatas dapatdiketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.372 atau 37,2 %. Hal ini berarti besarnya pengaruh Kualitas SDM dan Profesionalisme Kerja terhadap kinerja karyawan adalah 37,2 %. Dan variabel yang tidak diteliti sebesar 62,8%. Kualitas Sumber Daya manusia berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada Kantor Imigrasi kelas 1 Kupang. Profesionalisme Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang. Kata Kunci : Pengaruh Kualitas Sumberdaya Manusia, Profesionalisme Kerja, Dan Kinerja Kerja
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PADA KSP KOPDIT SWASTI SARI KOTA KUPANG Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan berdasarkan tingkat kesehatan koperasi pada KSP Kopdit Swasti Sari Kota Kupang. Jenis Penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode analisis data yang digunakan berpedoman pada Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 14/Per/M.KUKM/XII/2009 tentang pedoman penilaian kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam terhadap tujuh aspek penilaian yaitu Aspek Permodalan terdiri dari (1) Rasio Modal Sendiri Terhadap Total Asset, (2) Rasio Modal Sendiri Terhadap Pinjaman Yang Diberikan Beresiko, (3) Rasio Kecukupan Modal Sendiri. Aspek Kualitas Aktiva Produktif terdiri dari (1) Rasio Volume Pinjaman Pada Anggota Terhadap Total Pinjaman Yang Diberikan, (2) Rasio Resiko Pinjaman Bermasalah Terhadap Pinjaman Yang Diberikan, (3) Rasio Pinjaman Yang Beresiko Terhadap Pinjaman Yang Diberikan. Aspek Manajemen terdiri dari (1) Manajemen Umum, (2) Manajemen Kelembagaan, (3) Manajemen Permodalan, (4) Manajemen Aktiva, (5) Manajemen Likuiditas. Aspek Efesiensi terdiri dari (1) Rasio Beban Operasi Anggota Terhadap Partisipasi Bruto, (2) Rasio Beban Usaha Terhadap SHU Kotor, (3) Rasio Efisiensi Pelayanan. Aspek Likuiditas terdiri dari (1) Rasio Kas Dan Bank Terhadap Kewajiban Lancar, (2) Rasio Pinjaman Yang Diberikan Terhadap Dana Yang Diterima. Aspek Kemandirian dan Pertumbuhan terdiri dari (1) Rasio Rentabilitas Asset, (2) Rasio Rentabilitas Modal Sendiri, (3) Rasio Kemandirian Operasional Pelayanan serta Aspek Jati Diri Koperasi terdiri dari (1) Rasio Partisipasi Bruto, (2) Rasio Promosi Ekonomi Anggota (PEA). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesehatan KSP Kopdit Swasti Sari Kota Kupang tahun 2019-2022 berada dalam kategori Cukup Sehat dengan skor rata-rata pada tahun 2019 sebesar 74,10%, tahun 2020 sebesar 73,45%, tahun 2021 sebesar 68,20%, dan tahun 2022 sebesar 68,70%, dengan rincian: (1) Aspek Permodalan Tahun 2019-2020 berada pada kategori Sehat dengan skor rata-rata tahun 2029 sebesar 12,60 dan tahun 2020 sebesar 13,20%, sedangkan tahun 2021-2022 berada pada kategori Tidak Sehat dengan skor rata-rata tahun 2021 sebesar 5,10% dan tahun 2022 sebesar 5,70%; (2) Aspek Kualitas Aktiva Produktif Tahun 2019-2022 berada pada kategori Cukup sehat dengan skor rata-rata 19,00%; (3) Aspek Manajemen Tahun 2019-2022 berada pada kategori Cukup Sehat dengan skor rata-rata 14,75%; (4) Aspek Efisiensi Tahun 2019-2022 berada pada kategori Sehat dengan rerata skor 10,00%; (5) Aspek Likuiditas Tahun 2019-2020 berada pada kategori Kurang Sehat dengan skor rata-rata tahun 2019 sebesar 7,50%, tahun 2020 sebesar 6,25%, sedangkan tahun 2021-2022 berada pada kategori Sangat Tidak Sehat dengan skor rata-rata tahun 2021 sebesar 3,85%, dan tahun 2022 sebesar 3,75%; (6) Aspek Kemandirian dan Pertumbuhan Tahun 2019-2022 berada pada kategori Sangat Tidak Sehat dengan skor rata-rata sebesar 1,50%; (7) aspek jati diri koperasi tahun 2019-2022 berada pada kategori Sehat dengan skor rata-rata tahun 2019-2020 sebesar 8,75%, sedangkan tahun 2021-2022 dengan skor rata-rata sebesar 14,00%. Kata kunci: Laporan Keuangan, Tingkat Kesehatan Koperasi Yaitu Aspek Permodalan, Kualitas Aktiva Produktif, Manajemen, Efisiensi, Likuiditas, Kemandirian dan Pertumbuhan Serta Jati Diri Koperasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan suatu perusahaan. Dalam perusahaan sumber daya manusia memegang peranan yang sangat penting oleh karena dipandang sebagai faktor pendorong yaang utama dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan (Murti dan Srimulyan, 2013). Semua tindakan yang diambil dalam setiap kegiatan diprakasai dan ditentukan oleh manusia yang menjadi anggota perusahaan (Reza, 2010). Oleh sebab itu perusahaan membutuhkan adanya sumber daya manusia yang potensial, baik pemimpin maupun karyawan pada pola tugas dan pengawasan yang merupakan penentu tercapainya tujuan perusahaan. Sebab itu sumber daya manusia merupakan tokoh sentral dalam perusahaan. Agar aktivitas manajemen perusahaan berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang berpengetahuan dan berketerampilan tinggi serta usaha untuk mencapai kinerja yang baik. melalui kinerja yang diberikan oleh karyawan dengan hasil baik akan berpengaruh terhadap kesuksesan perusahaan tersebut. Kemampuan kerja merupakan salah satu unsur dalam kematangan berkaitan dengan pengetahuan atau keterampilan yang dapat diperoleh dari Pendidikan, pelatihan, dan suatu pengalaman. Sesungguhnya kemampuan ditunjuk seseorang baru Sebagian dari potensi yang terdapat pada dirinya sendiri. Motivasi kerja adalah suatu dorongan hidup yang harus dimiliki oleh seseorang karyawan dalam mencapai tujuan. Secara teori definisi tentang motivasi biasanya terkandung keinginan, dorongan dan insentif. Selain itu, motivasi juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Motivasi juga menjadi pendorong melaksanakan suatu kegiatan guna mendapatkan hasil yang terbaik. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Seperti halnya badan pusat statistik (BPS) kota Kupang dalam meningkatkan kinerja pegawainya selalu memperhatikan keadaan individu dengan mempertimbangkan keberadaan sumber daya manusia sebagai modal terbesar dalam organisasi tersebut. Salah satunya upaya instansi dalam mempertahankan kinerja pegawainya adalah dengan cara memenugi hak pegawai yang merupakan salah satu faktor penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas kemampuan kerja dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat statistic (BPS) Kota Kupang. dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang yang berjumlah 30 pegawai dan dilakukan penentuan sampel yaitu kebalikan dari populasi dengan menggunakan rumus slovin maka penelitian ini tetap berjumlah 30 pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. peneliti menggunakan Uji analisis regresi linier bergada, Uji t (parsial), Uji F (Simultan), dan Koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda dengan konstanta a sebesar 9,968, sedangkan koefisien regresi b1 = 0.382, b2 = 0.182. dengan demikian persamaan regresi linier berganda dapat memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan Motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 9.968 + 0.382 + 0.182 + e. selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel kemampuan kerja (X1) ditemukan t hitung = 3.605 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.001. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel motivasi kerja (X2) ditemukan t hitung = 1.988 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.057. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu motivasi kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi R2 adalah 0.596 atau 59.6%. hal ini berarti besarnya pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah 59.6%. sedangkan pengaruh sebesar 40.4% disebabkan oleh faktor lain.
Kata kunci : Kemampuan kerja, motivasi kerja dan kinerja pegawai
ArticleOpen AccessMetadata saja
2023•Artikel Penelitian dan Pengabdian
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ‘’PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA KANTORIMIGRASIKELAS 1 KUPANG’’ Dalam menghadapi era persaingan yang semakin ketat, masalah sumber daya manusia menjadi pusat perhatian bagi organisasi untuk tetap dapat bertahan dalam menjalani persaingan tersebut.Produktivitas kerja pegawai bagi suatu perusahaan sangatlah penting sebagai alat pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha.Maksud dari produktivitas adalah perbandingan secara ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap sumber yang dipergunakan selama berkerja (Afandi, 2018:91). Pelatihan kerja adalah sarana untuk mengasah kemampuan dan memberikan nasihat dengan cara yang etis sehingga pekerja dapat memenuhi tanggung jawab mereka untuk bekerja seefisien mungkin sambil memenuhi tujuan bisnis. Handoko (2005,hal208) Disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standard-standar organisasional. Berdasarkan dari permasalah yang diuraikan diatas, maka terdapat dua rujukan penelitian, maka saya tertarik untuk menulis dengan judul yang sama Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang”. Dengan persoalan yang berbeda dalam satu intansi.Menurut Sugiyono (2012:72), “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya’.Berdasarkan pendapat diatas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang berjumlah 55 orang, sampel ditentukan menggunakan data karyawan yang megikuti pelatihan kerja, yaitu berjumlah 43 responden pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang. Pada tahap ini peneliti menggunakan teknik analisis regresi linear bergandadengan bantuan SPSS.Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja pegawai (Kriterium), bila dua atau lebih variabel keselamatan dan kesehatan kerja sebagai faktor prediktor dimanipulasi (sugiyono, 2010:275).Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui constan regresi a sebesar 21,552.Sedangkan koefisien Regresi b1 0,179 dan b2 0,420. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan Pengaruh Pelatihan Kerja(X1) dan Disiplin Kerja (X2) Produktivitas Kerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y 21,552 + 0,179 X1+ 0,420 X2. Diketahui nilai n=43 k=2 dan Rumus untuk menghitung T𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 T (𝑎/2: 𝑛 – 𝑘 1 T (0,05/2 43 -2-1) (0,025 40) jadi T 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 2.021. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan mengenai pengujian hipotesis uji T (terpisah) adalah sebagai berikut :Uji hipotesis pertama yaitu ada Pelatihan Kerja (X1) Produktivitas Kerja (Y). Diketahui bahwa variabel Pelatihan Kerja (X1) ditemukan T hitung 1,423 dari T tabel 2.021 dan tingkat sig. 0,162 dari t sig 0,05. Maka terbukti H0 diterima dan Ha ditolak.Artinya bahwa Pelatihan Kerja(X1) tidak pengaruh segnifikan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Y).Atau dapat dikatakan bahwa semakin kecil pelatihan kerja yang diikuti oleh pegawai, maka produktivitas kerja semakin menurun.Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Disiplin Kerja (X2) dan Produktivitas Kerja (Y) diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan T hitung 2,577 T tabel 2,021 dan tingkat sig 0,014 T 0,05 . Maka terbukti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya Disiplin Kerja berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas Kerja, atau dapat dikatakan bahwa semakin baik disiplin kerja pegawai, maka produktivitas kerja akan semakin baik. Uji F adalah uji signifikansi persamaan digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel berikut terikat (Y). Pengambilan keputusan : Jika nilai signifikansi 0,05 maka variabel bebas secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat dan sebaliknya. Jika F hitung F tabel maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. maka ditarik kesimpulannya mengenai pengujian hipotesis uji F (Bersama-sama) diketahui untuk mengetahui f tabel maka dapat dilihat dari nilai n : 43 dan k 2 dan rumus untuk Ftabel F (k: df 2 n – k – 1 F : 2 : 40) jadi Ftabel 2,45 Sehingga dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh F hitung 7,310 lebih besar F tabel 2,45 dan tingkat Sig 0,002 oleh karna itu nilai Sig0,05) maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima artinya variabel Pelatihan Kerja (X1) dan Variabel Disiplin Kerja (X2) memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Produktivitas Kerja (Y). pada hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0,268 atau 26,8%. Hal ini berarti besarnya hubungan Pelatihan Kerja dan Disiplin kerja terhadap Produktivitas kerja karyawan adalah 26,8%. Sedangkan hubungan sebesar 73,2% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI PENERIMAAN PAJAK HOTEL DAN PAJAK RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH kota kupang. Tugas akhir, program studi S1 manajemen fakultas ekonomi universitas Kristen artha wacana kupang : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas dan kontribusi pajak hotel dan pajak restoran terhadap pendapatan asli daerah tahun 2018 – 2021. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data skunder, untuk mencapai tujuan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis rasio efektivvitas dan rasio kontribusi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efektivitas pajak hotel dan pajak restoran dari tahun 2018 – 2021 menunjukan hasil yang sangat baik efektivitas pajak hotel dari tahun 2018 – 2021 mencapai rata – rata 94,85% yang tergolong efektif. sedangkan efektivitas pajak restoran dari tahun 2018 – 2021 menunjukan hasil rata – rata 109,11% yang tergolong sangat efektif. jadi efektivitas pajak hotel dan pajak restoran dari tahun 2018 – 2021 menunjukan hasil yang sangat baik terhadap pendapatan asli daerah. Sedangkan pada kontribusi pajak hotel dan pajak restoran dari tahun 2018 – 2021, kontribusi yang diberikan pajak hotel dan pajak restoran terhadap pendapatan asli daerah masih sangat kurang. Berdasarkan perhitungan efektivitas pajak hotel dan pajak restoran dari tahun 2018 - 2021 pada pajak hotel data perhitungan penerimaan realisasi dari tahun 2018 – 2021 mengalami fluktuasi dimana perhitungan realisasi paling tertinggi terdapat pada tahun 2018 dimaana kriteria realisasinya mencapai 102,94% yang tergolong sangat efektif dan paling terenda pada tahun pada tahun 2021 yang mencapai 84,52% yang tergolong cukup efektif, rata – rata perhitungan realisasi pajak hotel 94,85% yang tergolong efektif. sedangkan pada pajak restoran pada tahun perhitungan realisasi tertinggi pada tahun 2019 dimana kriteria realisasinya mencapai 122,01% yang tergolong sangat efektif , sedangkan perhitungan realisasi paling terenda pada tahun 2021 sebesar 89,52% yang tergolong cukup efektif, rata – rata perhitungan realisasi pajak restoran sebesar 109,11% yaitu sangat efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Dan Pengalaman Kerja Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang. Persoalan penelitian :1. Apakah Latar Belakang Pendidikan Berpengaruh Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang? 2. Apakah Pengalaman Kerja Berpengaruh Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang? Tujuan penelitian yaitu : Untuk mengetahui Analisis Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang Dan Untuk mengetahui Analisis Pengaruh Pengalaman Kerja Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang. Metode Penelitian Dalam Penelitian ini yakni Populasi Dan Sampel pada karyawan Hotel On The Rock Kupang, Sebanyak 54 responden. Teknik Pengunpulan data dalam penelitian ini menggunkan kuesioner sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (uji t), Uji Simultan (uji f), dan Koefisien Determinasi (R2). Berdasarkan Hasil Analisis pendahuluan: Latar Belakang pendidikan jumlah dari seluruh indeks yaitu 155,1 dan nilai rata-rata indeks untuk variable latar belakang pendidikan yaitu sebesar 51,7 yang berada dalam kategori sedang, artinya latar belakang pendidikan perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Pengalaman kerja jumlah dari seluruh indeks yaitu 150,55 dan nilai rata-rata indeks untuk variable penglaman kerja yaitu sebesar 50,2 yang berada dalam kategori sedang, artinya pengalaman kerja perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Etos kerja berdasarkan jawaban responden di atas dari jumlah seluruh indeks yang diperoleh yaitu sebesar 357, maka nilai rata-rata indeks untuk variable etos kerja yaitu sebesar 51,1 yang berada dalam kategori sedang, artinya etos kerja perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Berdasarkan Hasil Analisis Lanjutan: Persamaan Regresi Linear Berganda: Y = 56,004+0,967X1+ 0,844X2+e. diketahui bahwa nilai konstanta a sebesar 56,004, sedangkan Koefisien b1 adalah 0,967 dan b2 adalah 0,844. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstan 56,004 artinya jika nilai latar belakang pendidikan (X1) dan pengalam kerja (X2) sama dengan nol, etos kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 56,004. Sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0,967 artinya jika latar belakang pendidikan (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 satuan, maka etos kerja karyawan (Y) Akan meningkat sebesar 0,967 atau sebesar 96,7%. koefisien (b2) sebesar 0,844 artinya jika pengalaman kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka etos kerja akan meningkat sebesar 0,844 atau 84,4%. Implikasi teoritis: Hasil penelitian ini terbukti secara teoritis dimana variabel latar belakang pendidikan berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang. Hasil penelitian ini terbukti secara teoritis dimana variabel pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang. Implikasi Terapan: Latar Belakang Pendidikan: Berdasarkan hasil pengelolaan data yang dilakukan peneliti menyatakan bahwa dari 3 indikator empirik Latar Belakang Pendidikan nilainya sedang namun ada 1 indikator jenjang pendidikan dengan pernyataan saya mempunyai pendidikan sesuai dengan jabatan saya nilainya 51,4 dimana nilai indeksnya paling rendah dari 2 indikator tersebut. Maka Hotel On The Rock Kupang perlu evaluasi para HRD agar penerimaan karyawan baru pekerjaan yang diberikan disesuaikan dengan pendidikan yang telah ditempuh agar sesuai dengan jabatan mereka. Pengalaman Kerja Berdasarkan hasil pengelolaan data yang dilakukan peneliti menyatakan bahwa pengalaman kerja dari 3 indikator empirik maka pengalaman kerja ada indikator yang nilainya rendah yaitu indikator tingkat pengetahuan dan keterampilan serta penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan. Maka kedua indikator tersebut perlu untuk ditingkatkan pada hotel on the rock kupang. hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pelatihan dan pengembangan terhadap karyawan yang masih kurang dalam keterampilan, dan belum pahami tentang pekerjaan yang diberikan Hotel On The Rock Kupang kepadanya. Etos Kerja Karyawan Berdasarkan hasil pengelolaan data yang dilakukan peneliti menyatakan bahwa etos kerja dari 7 indikator empirik ada 3 indikator empirik yang nilainya redah yaitu indikator kerja adalah panggilan, kerja adalah seni dan indikator kerja adalah kehormatan. Maka ketiga indikator tersebut yang pertama indikator kerja adalah panggilan pimpinan hotel on the rock kupang lebih lagi menekankan karyawan agar bekerja lebih keras dengan penuh integritas, indikator kerja adalah seni Hotel On The Rock lebih mencipatkan pekerjaan yang mempunyai daya cipta, kreasi baru dan gagasan inovatif agar ada gairah kerja karyawan Hotel On The Rock dan indikator kerja adalah kehormatan hotel on the rock lebih lagi menenkankan karyawan agar bekerja lebih tekun dan memberikan rasa hormat kepada para karyawan dengan memberikan jabatan yang lebih tinggi sesuai dengan etos kerja mereka pada Hotel On The Rock Kupang. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial latar belakang pendidikan berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang, Secara parsil pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang, dan secara simultan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja secara bersama-sama terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN KUPANG NAMA : LUISA RIWU LAY NIM : 19410177 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan daerah dalam pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Kupang jika diukur menggunakan Rasio Pertumbuhan, Rasio Ketergantungan keuangan daerah, Rasio kemandirian keuangan daerah, Rasio Efektivitas PAD dan Rasio Keserasian. Dan dalam upaya untuk mencapai tujuan ini, maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, dengan mengumpulkan data dengan cara mempelajari catatan-catatan dan dokumen-dokumen yang ada di instansi penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Kabupaten Kupang dan sampel penelitian adalah laporan realisasi anggaran kabupaten Kupang dari tahun anggaran 2018-2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pertumbuhan pendapatan asli daerah Kabupaten Kupang termasuk dalam kriteria negatif. (2) Ketergantungan keuangan daerah Kabupaten Kupang termasuk dalam kriteria sangat tinggi hampir sebagian besar pendapatan pemerintah daerah Kabupaten Kupang bersumber dari bantuan pemerintah pusat/provinsi yang menandakan bahwa kecilnya kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah. (3) Kemandirian keuangan daerah Kabupaten Kupang termasuk dalam pola hubungan yang instruktif. (4) Efektivitas PAD di Kabupaten Kupang termasuk kriteria kurang efektif. (5) Keserasian belanja operasi Kabupaten Kupang termasuk dalam kriteria mendominasi dan Keserasian belanja modal Kabupaten Kupang termasuk dalam kriteria tidak mendominasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan diatas, peneliti memberikan saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah Kabupaten Kupang, yaitu sebagai berikut: 1) Dengan diketahuinya Rasio pertumbuhan PAD diharapkan Pemerintah Kabupaten Kupang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penggalian potensi baru dan pengembangan potensi daerah dengan cara melaksanakan tertib pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak, tertib dalam pemungutan kepada wajib pajak, tertib dalam administrasi, serta tertib dalam penyetoran, juga melaksanakan secara optimal pemungutan pajak dan retribusi daerah sesuai dengan potensi berdasarkan peraturan yang berlaku. 2) Pemerintah daerah Kabupaten Kupang diharapkan dapat menurunkan Rasio Ketergantungan Daerahnya dengan cara mengoptimalkan potensi sumber pendapatan yang ada atau dengan meminta kewenangan yamg lebih luas untuk mengelola sumber pendapatan lain yang masih dikuasi oleh pemerintah pusat untuk meningkatkan PAD, sehingga tidak lagi bergantung pada pemerintah pusat/provinsi. 3) Pemerintah daerah Kabupaten Kupang diharapkan dapat meningkatkan Rasio Kemandirian Keuangan Daerah untuk tahun yang akan datang dengan cara mengoptimalkan penerimaan yang bersumber dari pendapatan terutama PAD dengan cara pendirian BUMD den juga penataan kawasan wisata yang ada sehingga pendapatan daerahnya meningkat. 4) Pemerintah daerah Kabupaten Kupang diharapkan dapat meningkatkan Rasio Efektifitas Pendapatan Asli Daerahnya dengan cara melakukan pemungatan pajak dan retribusi daerah serta melakukan pengawasan secara sistematis untuk mengantisipasi tidak terjadinya penyimpangan dalam pemungutan pajak oleh aparatur-aparatur daerah, supaya pendapatan asli daerahnya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. 5) Pemerintah daerah Kabupaten Kupang diharapkan sebaiknya lebih menguragi proporsional dalam mengalokasikan dana belanjanya, yakni mengurangi belanja operasi dan meningkatkan belanja modal untuk melakukan pembangunan yang merata dan menyediakan sarana dan prasarana masyarakat di daerah kabupaten Kupang sehingga belanjanya menjadi serasi. Dan untuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan variabel lain, seperti pemanfaatan dana alokasi umum, dana alokasi khusus, sisa lebih pembiayaan anggaran dan lain variabel lainnya yang berkaitan dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Kata Kunci : Keuangan daerah, Kinerja keuangan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN KUPANG NAMA : MARIZA HUMAU NIM : 19410159 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, pada Pemerintah Kabupaten Kupang dengan judul: efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas pengelolaan keuangan daerah dari sisi belanja daerah. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah adalah, dengan penjabaran secara deskriptif yang meliputi; penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Sedangkan untuk mengetahui tingkat efektifitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah, mengunakan rasio efisiensi dan rasio efektifitas. Hasil analisis efisiensi pengelolaan keuangan menunjukkan bahwa perhitungan dari formulasi tingkat efisiensi secara keseluruhan rata-rata adalah sebesar 96,65%, ini menunjukkan bahwa tingkat efisiensi Kabupaten Kupang belum maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah masih boros dalam menggunakan anggarannya. Hasil analisis efektivitas pengelolaan keuangan daerah menunjukkan bahwa perhitungan dari formulasi tingkat efektivitas pengelolaan keuangan Kabupaten Kupang tahun 2017 sampai 2021 berfluktuasi dengan tingkat efektivitas rata-rata sebesar 92,34%. Dengan demikian berarti tingkat efektifitas Pengelolaan Keuangan Kabupaten Kupang adalah sudah efektif, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan yang menunjukkan angka lebih dari 90% . Dengan diketahui efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Kupang. Agar belanja yang dikeluarkan dapat efektif dan efisien, maka hal penting yang harus diketahui oleh manajer publik adalah pemahaman tentang konsep belanja, dengan memahami konsep belanja maka perencanaan dan pengendalian pengeluaran daerah menjadi lebih mudah dilakukan. Agar dalam perencanaan sebisa mungkin merasionalkan belanja sehingga belanja yang dikeluarkan dapat efektif dan efisien. Oleh karena itu formulasi kebijakan umum anggaran belanja daerah diarahkan pada program prioritas, yaitu pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonorni masyarakat yang didukung dengan pembangunan infrastruktur wilayah untuk mendorong pertumbuhan sektor-sektor lainnya di Kabupaten Kupang Kata Kunci : Efisiensi dan Efektifitas; Belanja Daerah.