ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA KUPANG Sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan karyawan sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. sumber daya manusia sebagai penggerak organisasi dalam mencapai tujuannya, maka upaya – upaya organisasi dalam mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik harus terus dilakukan, dengan adanya karyawan- karyawan yang bekerja secara baik ini, maka diharapkan hasil kerja (kinerja) dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab di berikan terhadap karyawan. Salah satu upaya yang dapat menentukan proses prima khususnya dalam organisasi apalagi organisasi pemerintah tergantung pada kinerja. Kinerja merupakan performance atau unjuk rasa. Kinerja juga dapat pula diartikan sebagai prestasi kerja atau hasil unjuk kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada kantor dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah 43 orang pegawai pada kantor dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang dengan sampel keseluruhan pegawai yaitu 43 orang. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilakukan penyebaran Kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda pada SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui kompensasi dalam kategori rendah, motivasi berada dalam kategori rendah serta kinerja karyawan juga berada pada kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,001 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,489 yang berarti semakin baik kompensasi semakin tinggi kinerja pegawai dan sebaliknya. Sedangkan motivasi berpengaruh positif juga terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,033 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,395 yang berarti semakin baik motivasi maka semakin tinggi pula kinerja pegawai. Kata Kunci : Kompensasi, Motivasi dan Kinerja Pegawai
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pengaruh Media Pembelajaran Handout Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Ciri Khas Nusa Tenggara Timur (NTT) Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMA Negeri 4 Kota Kupang Nautani, M.V) * Nomleni, F.Th.) ** Meha, A.M) ** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Media Pembelajaran Handout Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Ciri Khas Nusa Tenggara Timur (NTT) Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMA Negeri 4 Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan korelasioanal, dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X yang berjumblah 216 orang siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 62 orang siswa yang terdiri dari 29 siswa kelas X IPA5 (kelas kontrol) dan 33 siswa kelas X IPA6 (kelas eksperimen). Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik wawancara dan angket. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial berbantuan spss versi 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan media pembelajaran handout tumbuhan lumut (bryophyta) terhadap motivasi belajar siswa. Karena berdasarkan hasil analisis data pada perhitungan Independent Samples Test diperoleh nilai fhitung > nilai ttabel (3,255 > = 0,224) dan nilai Sig 2-tailed nilai signifikasi (0,002 0,05). Dilihat dari pengaruh penggunaan media handout terhadap motivasi belajar siswa berdasarkan aspek dan indikator maka indikator yang memberikan sumbangan terbesar dalam mempengaruhi tingkat motivasi belajar siswa adalah indikator ke-6 (dapat mempertahankan pendapat). Hal ini dikarenakan media pembelajaran handout memiliki berbagai kelebihan sehingga dapat mengingkatkan motivasi siswa agar mampu mempertahankan pendapatnya dalam mengikuti proses pembelajaran. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki media handout diantaranya materi pembelajaran dirancang sedemikian rupa sehingga mampu memenuhi kebutuhan belajar siswa, mudah untuk dibawa kemana saja, mudah untuk dibuat, mudah untuk disajian, bentuk/desain dibuat menarik dengan bermacam-macam gambar dan warna. Berdasarkan berbagai uraian diatas sehingga peneliti dapat menyatakan bahwa ada pengaruh penggunaan media handout tumbuhan lumut (bryophyta) ciri khas Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap motivasi belajar siswa SMA Negeri 4 Kota Kupang Tahun Ajaran 2022/2023. Kata Kunci : Media pembelajaran handout, Dunia Botani, Motivasi Belajar Keterangan : *Peneliti **Pembimbing ABSTRACT The Influence Of The Learning Media Handout Moss Plant (Bryophyta) Characteristic Of East Nusa Tenggara (NTT) On The Learning Motivation Of Students Of SMA Negeri 4, Kupang City Nautani, M.V) * Nomleni, F.Th.) ** Meha, A.M) ** This study aims to determine the effect of Handout Learning Media for Moss Plants (Bryophyta) Characteristics of East Nusa Tenggara (NTT) on Student Motivation in SMA Negeri 4 Kupang City. This type of research is quantitative research using an experimental approach. The research design used was a correlational design, with a pretest-posttest control group design. The population in this study were 216 class X students. The sample used was 62 students consisting of 29 students in class X IPA5 (control class) and 33 students in class X IPA6 (experimental class). Samples were taken using simple random sampling technique. Collecting data in research using interview and questionnaire techniques. Data were analyzed using descriptive analysis techniques and inferential analysis techniques assisted by SPSS version 25. The results showed that there was a significant effect of the use of bryophyta handout learning media on students' learning motivation. Because based on the results of data analysis on the calculation of the Independent Samples Test, the fcount value >ttable value (3.255 > = 0.224) and the Sig 2-tailed value significance value (0.002 0.05). Judging from the effect of the use of handout media on student learning motivation based on aspects and indicators, the indicator that makes the biggest contribution in influencing the level of student learning motivation is the 6th indicator (can defend an opinion). This is because handout learning media has various advantages so that it can increase student motivation so that they are able to defend their opinions in participating in the learning process. The advantages of handout media include learning materials designed in such a way as to be able to meet students' learning needs, easy to carry anywhere, easy to make, easy to present, shapes/designs are made attractive with various pictures and colors. Based on the various descriptions above, the researcher can state that there is an effect of using bryophyta media handouts characteristic of East Nusa Tenggara (NTT) on the learning motivation of students of SMA Negeri 4 Kupang City for the 2022/2023 Academic Year. Keywords : Handout Learning Media, World Of Botany, Learning Motivation Description :*Researcher **Mentor
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL BERBASIS MIND MAPPING POKOK BAHASAN SISTEM PENCERNAAN MANUSIA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP ADHYAKASA 2 KUPANG
Frans.A.E)* Meha.A)** Bullu.N )**
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Mind Mapping dengan motivasi belajar pada siswa kelas VII SMP Adhyakasa 2 Kupang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VII berjumlah 21 siswa dan seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Sampling Jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan tes angket motivasi belajar siswa. Hasil perhitungan uji normalitas dan linearitas, menunjukan bahwa motivasi belajar siswa berdistribusi normal, dan berlinearitas (mempunyai hubungan) sehingga dilanjutkan dengan pengujian hipotesis (uji t). Data hasil motivasi siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 25.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung>ttabel atau 5.878>2.02 dengan signifikan 0.000 atau kurang dari 0.5 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan secara nyata anatar pembelajaran menggunakan media pembelajaran audio visual berbasis mind mapping terhadap motivasi belajar siswa. Sehingga dapat disimpulkan adanya perbedaan hasil motivasi belajar yang signifikan dari penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Mind Mapping dan metode konvensional terhadap motivasi belajar siswa serta terdapat hubungan secara signifikan antara Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Mind Mapping terhadap motivasi belajar siswa.
Kata Kunci : Pengaruh Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Mind Mapping, Terhadap Motivasi belajar siswa
Keterangan : *Peneliti
: **Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber daya manusia dalam sebuah koperasi adalah seluruh individu mulai dari bawahan sampai dengan atasan, yang bekerja dan menjadi anggota dalam koperasi. Manusia merupakan penggerak setiap proses pekerjaan yang ada didalam koperasi. Keberadaan manusia merupakan sumber daya yang paling istimewah, keistimewaan yang ada pada manusia adalah satu-satunya sumber daya didalam koperasi yang mempunyai pikiran, perasaan, dan kepribadian yang berbeda-beda.
Moeheriono (2012:95) menyetakan kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis organisasi.
Murty dan Hudiwinarsih (2012) mengemukakan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, motivasi merupakan dorongan seseorang untuk melakukan sesuatu atau tindakan yang mengarah pada tujuan.
Menurut Mangkunegara (2010 : 67) mengatakan bahwa kinerja pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang di capai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja yang baik adalah kinerja yang optimal, yaitu kinerja yang sesuai standar organisasi dan mendukung tercapainya tujuan organisasi. Karakteristik individu adalah ciri-ciri khusus, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pakerti yang dimiliki seseorang yang membedakannya dengan orang lain.
Menurut Umi Narimawati (2008:161) populasi adalah unit yang menjadi target penelitian yang ditetapkan oleh peneliti. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini seluruh pegawai ksp. Kopdit swasti sari oeba yang berjumlah 38 orang.
Berdasarkan hasil uji t hitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai statistik t menunjukan -1.510 dengan tingkat signifikansi 0,140 > dari 0,05 maka hipotesis pertama dalam penelitian ini ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik individu Tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai .
Berdasarkan hasil uji F hitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 21.341 dengan nilai Ftabel adalah 3,27 sehingga nilai Fhitung>Ftabel atau 21.341>3,27 dan tingkat signifikan 0,000<0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel karakteristik individu (X1) danmotivasi kerja (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada KSP.Kopdit Swasti Sari Oeba.
dengan besarnya koefisien determinasi (R2) totalnya. Hasil hitung menggunakan SPSS di peroleh nilai R adalah 0,549 atau 54,9%. Hal ini karakteristik individu dan motivasi kerja terhadap Kinerja Pegawai adalah 54,9%.Sedangkan pengaruh sebesar 45,1% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PENGARUH BAHAN AJAR LEAFLET STRUKTUR TUBUH ANIMALIA (INVERTEBRATA) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 AMARASI SELATAN TAHUN AJARAN 2022/2023
Iku G. M)* Meha A. M)** DaudY)**
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh bahan ajar leaflet struktur tubuh animalia (invertebrate) di SMA Negeri 1 Amarasi Selatan. Penelitian ini merupakan penellitian eksperimen dengan metode eksperimen dengan rancangan penelitianposttest-only control design.Dengan jumlah populasi sebanyak 24 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri darisiswa kelas kelas X IPA A dan kelas IPA XB, dimana kelasX IPA A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 12 orang dan kelas IPA B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 12 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Pengumpulan data menggunakan angketdengan skala sikap Likert,data penelitian dianalisis menggunakan SPSS dengan uji statistik parametrik yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pada bahan ajar Leaflet Sturktur Tubuh Animaliaterhadap Motivasi Belajar siswa dengan perolehan nilai t sebesar 7,340 dengan taraf signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05. Hal ini hal ini terlihat pada saat guru membagikan media leaflet pada masing-masing kelompok, siswa terlihat tertarik pada media leaflet karena bagi siswa penggunaan media leaflet merupakan suatu hal yang baru saat proses pembelajaran, dan memiliki banyak gambar yang menarik, materinya mudah dimengerti sehingga menjadikan siswa lebih termotivasi dalam proses pembelajaran. Pada saat kegiatan diskusi dan tanya jawab semua siswa bekerja sama dengn kelompoknya masing-masing untuk memecahkan masalah yang terdapat pada media leaflet dan rata-rata siswa aktif bertanya terkait konsep yang belum dimengerti dan juga menjawab pertanyaan yang peneliti berikan.
Fakta tersebut menunjukkan bahwaada pengaruh yang signifikan pada pada bahan ajar Leaflet Sturktur Tubuh Animaliaterhadap Motivasi Belajar siswa di SMA N 1 Amarasi Selatan Tahun Ajaran 2022/2023.
Kata kunci:Bahan Ajar leaflet.Struktur Tubuh Animalia, dan MotivasiBelajar Siswa
Keterangan * )= Peneliti
**) = Pembimbing
ABSTRACT
THE EFFECT OF ANIMAL BODY STRUCTURE LEAFLET TEACHING MATERIALS (INVERTEBRATE) ON STUDENT LEARNING MOTIVATION AT SMA NEGERI 1 AMARASI SELATAN ACADEMIC YEAR 2022/2023
Iku G. M)* Meha A. M)** Daud Y)**
The purpose of this study was to examine the effect of leaflet teaching materials on the body structure of animals (invertebrates) at SMA Negeri 1 Amarasi Selatan. This research is an experimental research with an experimental method with a posttest-only control design. With a total population of 24 and a sample of two classes consisting of students in class X IPA A and class IPA XB, where class X IPA A is the experimental class with 12 students and class IPA B is the control class with 12 students. Sampling used is random sampling. Data collection used a questionnaire with a Likert attitude scale, research data were analyzed using SPSS with a parametric statistical test, namely the t-test. The results of this study stated that there was a significant effect on the teaching material Animalia Body Structure Leaflet on students' Learning Motivation with a t acquisition value of 7.340 with a significant level of 0.000 or less than 0.05. This can be seen when the teacher distributes leaflet media to each group, students look interested in leaflet media because for students the use of leaflet media is something new during the learning process, and has lots of interesting pictures, the material is easy to understand so that it makes students are more motivated in the learning process. During the discussion and question and answer activities, all students worked together with their respective groups to solve the problems contained in the leaflet media and on average students actively asked questions related to concepts they had not understood and also answered questions that the researchers gave.
These facts show that there is a significant effect on the teaching material Animalia Body Structure Leaflet on the Learning Motivation of students at SMA N 1 Amarasi Selatan Academic Year 2022/2023.
Key words : Materials for leaflets. Animalia Body Structure, and Student Learning Motivation.
Description*) = Researcher
**)= Advisor
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
PERAN PELATIH DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI PEMAIN
SEPAKBOLA KLUB CAMAR
Oberdominto Meimau1*
, Andreas Lumba2
, Yahya Palinata3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Pada Klub sepakbola, pelatih adalah orang yang bertanggung
jawab memilih komposisi pemain, menentukan taktik dan memberikan motivasi
kepada para pemain. Motivasi adalah suatu dorongan yang menyebabkan
seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh sebab
itu sangat diperlukan peran pelatih dalam meningkatkan motivasi pemain
sepakbola.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui peran pelatih dalam meningkatkan
motivasi pemain sepakbola Klub Camar.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis
penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah
pengamatan, wawancara dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pelatih Klub Camar
menjalankan perannya yaitu menyusun program latihan, membimbing pemain
untuk meningkatkan kemampuan fisik, kekuatan otot, melatih kemampuan teknik
dan menganalisis kekuatan lawan. Peran ini dijalankan untuk meningkatkan
motivasi pemain sepakbola Klubnya. Bentuk motivasi yang diberikan dalam
bentuk teguran, arahan, dan kompetisi. Dengan peran pelatih yang demikian dapat
dilihat motivasi pemain sepakbola Klub Camar terus meningkat.
Simpulan: Kesimpulan yang diambil dari hasil penelitian ini adalah pelatih Klub
Camar telah menjalankan tugas dan perannya dalam meningkatkan motivasi
pemain. Bentuk motivasi yang diberikan dalam bentuk teguran, arahan, dan
kompetisi.
Katakunci: Peran pelatih; motivasi; sepakbola
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kinerja karyawan sebagai salah satu aset penting bagi perusahan harus dikelola dan dipelihara dengan baik, salah satu upayanya yaitu dengan memberikan tambahan motivasi serta pemberian insentif. Untuk itu perusahaan berusaha, memberikan sorotan lebih banyak terhadap Sumber Daya Manusia yang berada dalam ruang lingkup perusahaan tersebut. Memenuhi kebutuhan tersebut, perusahaan dapat menempuh dengan beberapa cara, cara yang paling efektif adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia yang ada dalam perusahaan, mulai dari staf perusahaan sampai karyawan tetap maupun karyawan honorer. Sumber daya manusia merupakan bagian yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan untuk mengembangkan suatu usaha. Sumber daya manusia yang baik mencerminkan tujuan perusahaan akan tercapa i, sumber daya manusia senantiasa harus meningkatkan kompetensinya, seiring dengan perkembangan globalisasi (Ambarita, 2012). Perusahaan di tuntut untuk memperoleh, mengembangkan dan mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas agar dapat bersaing dalam bisnis. Sumber Daya Manusia menitik beratkan pada kenyataan bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang saling berintraksi satu sama lain dalam pencapaian suatu tujuan.
Motivаsi mеrupаkаn hаl yаng sаngаt pеnting untuk dipеrhаtikаn olеh pеrusаhааn аgаr sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dаpаt mеmbеrikаn kontribusi positif tеrhаdаp tujuаn pеrusаhааn. Untuk mеndаpаtkаn sumbеr dаyа mаnusiа yаng dihаrаpkаn olеh pеrusаhааn, sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dihаrаpkаn mеmiliki motivаsi kеrjа yаng tinggi sеhinggа nаntinyа аkаn mеningkаtkаn kinеrjа yаng tinggi.
Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial, psikologi, dan fisik bagi perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai keadaan lingkungan sekitarnya, antara manusia dan lingkungan terdapat hubungan yang sangat erat.
Kinerja karyawan adalah apa yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh karyawan. Kinerja karyawan mempengaruhi keberlangsungan perusahaan tersebut dalam mencapi tujuan perusahaan.
Berdasarkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas motivasi kerja dan lingkungan kerja dan kinerja karyawan bepengaruh terhadap kinerja karyawan Pada Yayasan Pelayayan Dan Pengembangan Masryakat Alfa Omega Tarus.
Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan divisi/bagian motivai karyawan Pengaruh Motivasi Kerja Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kierja Karyawan Pada Yayasan Pelayayan Dan Pengembangan Masryakat Alfa Omega Tarus berjumlah 35 orang dan sampel pada penelitian ini berjumlah 35 orang.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan lingkungan terhadap kinerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan) dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulakan bahwa Secara parsial lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada yayasan pelayanan dan pengembangan alfa omega tarus berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yayasan pelayanan dan pengembangan masryakat alfa omega taurus . Sedangkan secara stimultan lingkungan kerja dan kinerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan secara Bersama-sama terhadap kinerja karyawan pelayayan dan pengembangan dan pengembangan masryakat alfa omega.
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 8.614 sedangkan koofisien regresi b1 = 0,409 dan b2 = 0,350. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh motivasi kerja (X1) dan lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 8,614 + 0,409 (X1) + 0,350 (X2) + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variabel kinerja karyawan (Y). diketahui bahwa untuk variabel motivasi kerja (X1) di temukan t hitung = 2,317 lebih besar dari t tabel = 2, 03693 dan tingkat signifikan = 0,027. Oleh karna itu nilai Sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterimah yaitu variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan secara parsial terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hutung = 1,756 lebih kecil dari t tabel = 2,03693 dan tingkat sig. = 0,089. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditermia dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel lingkungan kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung = 17,716 lebih besar dari F tabel = 3,29 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterimah artinya variabel motivasi kerja (X1) dan variabel lingkungan kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah 0,525 atau 52,5% . Hal ini berarti besar pengaruhnya motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan adalah 52,5%. Sedangkan pengaruh sebesar 47,5% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber Daya Manusia merupakan aset penting dalam suatu perusahaan, karena sumber daya manusia menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Sumber daya manusia di perusahaan perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama perusahaan agar dapat berkembang secara produktif dan wajar (Mangkunegara, 2013:2). Berkaitan dengan hal tersebut, karyawan merupakan sumber daya penting yang wajib perusahaan jaga.
Menurut Mangkunegara (2013;67) mengemukakan bahwa kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. . Menurut Sardiman (2007:89), menyatakan “motivasi intrinsik adalah motif–motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu”. Menurut Sunyoto (2012:43) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan yang dapat memengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas motivasi intrinsik dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Timor. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Seluruh Karyawan PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Timor berjumlah 53 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan koesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi intrinsik dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Simultan (F) dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial motivasi intrinsik berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Timor dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkit Timor. Sedangkan secara simultan motivasi intrinsik dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Timor.
Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstanta a sebesar 0,512 sedangkan koefisien regresi b1 = 0,226 dan b2 = 0,295. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh motivasi intrinsik (X1) dan lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 0,512+0,226 (X1)+0,295 (X2) selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu pengaruh motivasi intrinsik (X1) terhadap variabel kinerja karyawan (Y), diketahui bahwa untuk variabel motivasi intrinsik (X1) ditemukan t hitung = 2,366 lebih besar dari t tabel = 2,00856 dan tingkat signifikan = 0,022. Oleh karena itu nilai sig. <0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel motivasi intrinsik (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Berikut hasil Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh lingkungan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y), diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hitung = 3,264 lebih besar dari t tabel = 2,00856 dan tingkat sig. = 0,002. Oleh karena itu nilai sig. <0,05 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel lingkungan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung = 10,957 lebih besar dari F tabel = 3, 18 dan tingkat sig. = 0,000 oleh karena itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) ditolak dan Ha (b1 ≠0) diterima artinya variabel motivasi intrinsik (X1) dan lingkungan kerja (X2) memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel kinerja karyawan (X1). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koefisien determinasi (R2) adalah 0,305 atau 30,5%. Hal ini berarti besarnya pengaruh motivasi intrinsik dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan adalah 30,5%. Sedangkan pengaruh sebesar 69,5% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas kerja karyawan menurut J.Ravianto ( 2001:102 ) adalah sebagai suatu konsep yang menunjukkan adanya kaitan antara ouput ( hasil kerja ) dengan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari seorang tenaga kerja,maksudnya bahwa produktivitas seorang tenaga kerja sangat berkaitan dengan hasil kerja yang diperoleh terhadap waktu yang diperlukan untuk menghasilkannya. Sangat penting bagi pihak individu (karyawan ) dan perusahaan. Bagi setiap individu,produtivitas yang tinggi penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mereka masing-masing melalui gaji yang diterima.Selanjutnya untuk perusahaan produtivitas yang tinggi dapat meningkatkan keuntungan atau laba. Tiap perusahaan akan mengukur produktivitas berdasarkan tujuan dan sasarannya. Produktivitas Kerja adalah kemampuan karyawan dalam berproduksi dibandingkan dengan input yang digunakan, seorang karyawan dapat dikatakan produktif apabila mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan diharapkan dalam waktu yang singkat dan tepat. Produktivitas kerja merupakan kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan suatu sebagai perbandingan antara pengorbanan (input) dengan menghasilkan (output) (Muchdarsyah Sinungan 2003:12).Motivаsi mеrupаkаn hаl yаng sаngаt pеnting untuk dipеrhаtikаn olеh pеrusаhааn аgar sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dаpаt mеmbеrikаn kontribusi positif tеrhаdаp tujuаn pеrusаhааn. Untuk mеndаpаtkаn sumbеr dаyа mаnusiа yаng dihаrаpkаn olеh pеrusаhааn, sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dihаrаpkаn mеmilikimotivаsi kеrjа yаng tinggi sеhinggа nаntinyа аkаn mеningkаtkаn kinеrjа yаng tinggi. Tаnpа аdаnyаmotivаsi, sеorаng kаryаwаn tidаk dаpаt mеmеnuhi tugаsnyа sеsuаi stаndаr bаhkаn mеlаmpаui stаndаr kаrеnа аpа yаng mеnjаdi motif dаn motivаsinyа dаlаm bеkеrjа tidаk tеrpеnuhi.Аdаnyа motivаsi kerja karyawan disеbаbkаn kаrеnа аdаnyа kеbutuhаn dаn kеinginаn yang аdа didаlаm diri kаryаwаn.Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial, psikologi, dan fisik bagi perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai keadaan lingkungan sekitarnya, antara manusia dan lingkungan terdapat hubungan yang sangat erat.dalam hal ini manusia selalu berusaha untuk beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan sekitarnya.Demikian pula halnya Ketika melakukan pekerjaan, karyawan sebagai manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai keadaan disekitar tempat mereka bekerja, yaitu lingkungan kerja. Selama melakukan pekerjaan, setiap karyawan akan selalu berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan kerja. Lingkungan kerja sendiri didefenisikan sebagai segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam memnjalankan tugas – tugas yang diembannya. (Nitiseminto, 2002.Singodimedjo, mengatakan disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati norma-norma peraturan yang berlaku disekitarnya. Disiplin karyawan yang baik akan mempercepat tujuan perusahaan, sedangkan disiplin yang merosot akan menjadi penghalang dan memperlambat pencapaian tujuan perusahaan., mengartikan disiplin sebagai suatu kekuatan yang berkembang di dalam tubuh karyawan dan menyebabkan karyawan dapat menyesuaikan diri dengan sukarela pada keputusan, perturan, dan nilai-nilai tinggi dari pekerjaan dan perilaku. Dalam arti sempit, biasanya dihubungkan dengan hukuman. Padahal sebenarnya menghukum seorang karyawan hanya merupakan sebagaian dari persoalan disiplin.Berdasrkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam peneliitian ini peneliti akan membahas motivasi kerja lingkungan kerja dan disiplin kerja karyawan pada PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat Dalam penelitian ini metode yang di gunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan divisi/bagian unit dan pengawasan PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat yang berjumlah 163 orang dan sampel pada penelitian ini di prioritaskan karyawan divis/bagian unit dan pengawasan berjumlah 263 orang dan dilakukan penetuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penelitian ini berjumlah 62 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerjaterhadap produktivitaskerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan) dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpul akan bahwa Secara parsial motivasi kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat,lingkungan kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma baratdan disiplin kerja, tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat.Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 42,297, sedangkan koofisien regresi b1 = -0,087 b2= -0,029.dan b3=-0,052. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan tidak berpengaruh motivasi kerja(X1) lingkungan kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 42,297 -0,087(X1) -0,029 (X2)-0,052 + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variavel produktivitas (Y) diketahui bahwa untuk variabel motivasi kerja (X1) di temukan t hitung =0,914 lebih kecil dari t tabel=2,05183 dan tingkat tingkat signifikannya 365 oleh karena itu nilai sig <0,0,5maka Ha (b1=0) diterimah dan Ha (b1=/0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X1) tidak berpengaruh dan sig secara parsial terhadap produktivitas kerja (Y)Berikuthasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Lingkungan kerja (X2) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hutung = -0,037 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 786. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel lingkungan kerja (X2) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel motivasi kerja (X1) dan variabel lingkungan (X2) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y).Berikuthasil Uji hipotesis ketiga yaitu ada pengaruh disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel disiplin kerja (X3) ditemukan t hutung = -0,0437 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 663. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =.574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel disiplin kerja (X1) variabel lingkungan (X2) dan variabel disiplin kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah .029 atau 29%. Hal ini berarti kecil pengaruhnya motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan adalah 22,9%. Sedangkanp engaruh sebesar 77,1% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian in
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR WALIKOTA BAGIAN UMUM SETDA KOTA KUPANG
NAMA : AZARIA HEKE
NIM : 18410265
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN
FAKULTAS : EKONOMI
ABSTRAKSI
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah salah satu ilmu yang berharga untuk dapat mencapai tujuan sebuah organisasi yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. SDM bukanlah sekedar sumber daya, telah menjadi tolak ukur utama dalam mencapai keberhasilan. Sumber daya manusia yang berkualitas akan dapat menyelesaikan pekerjaan secara maksimal. Di dalam perkembangan masyarakat dan dunia usaha, faktor sumber daya manusia masih memegang penting, meskipun pada saat sekarang bangsa kita sedang menuju orientasi kerja, di mana kerja dipandang sebagai suatu hal yang mulia. Perlu ditekankan disini bahwa pada masyarakat yang berorientasi kerja tidak boleh mengabaikan faktor manusia untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
Motivasi kerja adalah suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Motivasi perlu dilaksanakan organisasi, dimana seluruh aktivitas dan tugas - tugas jika didasarkan pada motivasi yang tinggi maka kinerja juga akan menjadi tinggi dan sebaliknya. Motivasi merupakan hal atau sesuatu yang mendorong seseorang melakukan sesuatu. Untuk menjaga aktivitasnya khusus di bidang ketenagakerjaan pegawai kantor melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan prestasi kerja yaitu dengan pemberian motivasi, mengadakan pemberian gaji pegawai, pengembangan diri serta aktualisasi diri setiap pegawai untuk mendorong peningkatan prestasi kerja dan karier yang baik. Setiap pekerjaan yang memberikan hasil kerja yang terbaik jika mereka mempunyai motivasi yang kuat untuk melakukan yang terbaik. Motivasi merupakan dorongan, sebab atau alasan seseorang melakukan sesuatu.
Disiplin kerja adalah kesadaran dan kesediaan seseorang dalam bekerja dan menaati peraturan - peraturan kantor dan norma - norma sosial yang berlaku. Adapun arti kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Sedangkan arti kesediaan adalah suatu sikap, tingkah laku, dan perbuatan seseorang yang sesuai dengan peraturan kantor baik tertulis maupun tidak. Disiplin yang baik mencerminkan rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas - tugas yang berikan kepada pegawai. Karena dengan semakin berkembangnya suatu organisasi dan semakin tingginya teknologi yang digunakan oleh perusahaan/organisasi, menyebabkan sering terjadi perubahan serta semakin luasnya pekerjaan yang akan diemban oleh tenaga kerja, sehingga perlu diadakan pendisiplinan agar tujuan organisasi dapat tercapai.
Prestasi Kerja merupakan faktor penting untuk mendukung keberhasilan suatu pekerjaan baik dalam kapasitas pribadi maupun sebagai seorang anggota suatu organisasi/lembaga. Prestasi kerja adalah sebagai hasil kerja yang telah dicapai seseorang dari tingkah laku kerjanya dalam melaksanakan aktivitas kerjanya. Informasi tentang tinggi rendahnya prestasi kerja seorang pegawai tidak dapat diperoleh begitu saja, tetapi diperoleh melalui proses yang panjang yaitu penilaian prestasi kerja pegawai. Jadi setiap anggota mempunyai prestasi kerja yang berbeda berdasarkan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini akan membahas Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang. Dalam Penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi pada dalam penelitian ini adalah Seluruh Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang berjumlah 176 orang dan sampel pada peneltian ini pada Pegawai ASN Bagian Umum Setda Kota Kupang adalah 39 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Prestasi Kerja Pegawai, Peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Parsial (T), dan Uji Simultan (F) dan Uji Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang dan Disiplin Kerjaberpengaruh dan signifikan terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang. Sedangkan secara simultan Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap Prestasi Kerja Pegawai Kantor Walikota Bagian Umum Setda Kota Kupang.
Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda b1 = 0,005 dan b2 = 1.018. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda yang memperlihatkan pengaruh Motivasi Kerja (X1) dan Disiplin Kerja (X2) terhadap Prestasi kerja adalah sebagai berikut : Y = -1.173 + 0,005(X1) + 1.018(X2) + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variabel prestasi kerja (Y), diketahui bahwa variabel motivasi kerja (X1) di temukan T hitung = 0,021 lebih kecil dari T tabel = 2,02809 dan tingkat signifkan = 0,984. Oleh karena itu nilai Sig. > tabel = 0,05 maka H0 (b1= 0) diterima dan Ha (b1≠0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel prestasi kerja (Y). Berikut hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh disiplin kerja (X2) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa variabel disiplin kerja (X2) ditemukan T hitung = 3.326 lebih besar dari T tabel = 2,02809 dan tingkat signifikan = 0,002. Oleh karena itu nilai sig. < 0,05 maka H0 (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima yaitu variabel disiplin kerja (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel prestasi kerja (Y). Untuk hasil uji f didapati F hitung= 70.552 lebih besar dari F tabel = 3,26 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karena itu nilai Sig < 0,05 maka H0 (b = 0) ditolak dan Ha (b1 ≠ 0) diterima artinya variabel Motivasi Kerja dan variabel Disiplin Kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap variabel Prestasi Kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) adalah 0,797 atau 79,7 %. Hal ini berarti besar pengaruhnya Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja adalah 79,7%. Sedangkan pengaruh sebesar 20,6% disebabkan oleh factor lain tidak dteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci : Motivasi Kerja,Disiplin Kerja,Prestasi Kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MOTIVASI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PJOK PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMA KRISTEN CITRA BANGSA Maryana M. Atambaru1*, M. Rambu P. Wasak2, Alventur Baun3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Masalah yang peneliti jumpai pada motivasi peserta didik dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada masa pandemi covid-19 di SMA Kristen Citra Bangsa tidak maksimal karena tingkat level pandemi covid-19 kadang meningkat dan kadan menurun. Sehingga menyebabkan proses pembelajaran pada peserta didik tidak maksimal atau kurang efektif. Tujuan penelitian: Kegiatan penelitian ini memilikiki tujuan yang hendak di capai adalah untuk menganalisis motivasi peserta didik dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada masa pandemi covid-19 di SMA Kristen Citra Bangsa. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif Hasil dan pembahasan: Hasil dan penelitian ini menunjukan bahwa motivasi peserta didik dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada masa pandemi covid-19 di SMA Kristen Citra Bangsa terjadi menurun. Oleh karena itu di perlukan untuk guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan lebih memberikan motivasi belajar agar membantu peserta didik bisa meningkatkan minat belajar dalam proses pembelajaran selama masa pandemi covid-19. Simpulan: Peserta didik sulit dalam mengikuti pembalajaran PJOK saat melakukan kegiatan praktek melalui aplikasi zoom dan kurang memadai alat-alat olahraga yang digunakan oleh peserta didik di rumah, oleh karena itu Guru harus mampu untuk memberikan motivasi belajar dan memodifikasi alat-alat olahraga agar bisa digunakan oleh peserta didik di rumah selama mengikuti pembelajaran secara daring di masa pandemi covid-19.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RAK
PENGARUH PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN DAN MOTIVASI TERHADAP KEBERHASILAN USAHA PADA PEDAGANG KAKI LIMA DI PANTAI WARNA OESAPA
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran pengetahuan kewirausahaan, dan motivasih terhadap keberhasilan usaha pada pedagang kaki lima di pantai warna oesapa. Sehingga persoalan dalam penelitianini adalah, pertama apakah ada pengaruh positif dan signifikan antara pengetahuan kewirausahaan terhadap keberhasilan usaha pada pedagan kaki lima di pantai warna oesapa, kedua apakah ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi terhadaap keberhasilan usaha pada pedagang kaki lima di pantai warna oesapa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan populasi seluruh pedagang kaki lima di pantai warna oesapa, dengan sampel sebanyak 57 responden. dan dalam upaya untuk mencapai tujuan ini dan menyelesaikan tersebut, maka penulis menggunakan teknik pengumpulan data berupa pembagian kuesioner, dan hasil pengumpulan data di uji berdasarkan analisis regresi dan didapati persamaan regresi linier berganda Y = -2.431X1 + 0. .323 + 0.434X2 + e. Selain itu berdasarkan uji t hipotesis pertama dari variabel pengetahuan kewirausahaan (X1) di temukan t hitung = 3.057 > t tabel = 2,05283, maka Ho ditolak dan Ha diterima yaitu variabel pengetahuan kewirausahaan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha (Y). Uji hipotesis kedua untuk variabel motivasi (X2) ditemukan t hitung = 3.186 > t tabel =2.05283, maka Ho ditolak dan Ha diterima yaitu variabel motivasi (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha (Y). Dari hasil perhitungan regresi linear berganda yang menunjukan bahwa nilai F-hitung > fF tabel, maka Ha diterima dan Ho ditolak, jika F hiting < F tabel, maka Ha ditolak dan Ho diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terkait.
Dan berdasarkan hasil analisis regresi maka besaran koefisien determinan R2 sebesar 0,641 artinya bahwa sebesar 64,1% variabel pengetahuan kewirausahaan dan motivasi berpengaruh terhadap keberhasilan usaha. Sedangkan sisanya 35,9% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.
Penelitian memilih pedagang kaki lima di pantai warna oesapa karena Pantai Warna Oesapa merupakan salah satu ruang terbuka publik favorit bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya. Kawasan pantai ini berkembang seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur pedestrian pada sepanjang pesisir pantai warna oesapa. Pembangunan pedestrian merupakan bentuk inisiasi pemerintah kota kupang untuk mendukung program sebagai waterfront city. Selama beberapa tahun digunakan sebagai ruang publik telah menunjukkan dampak perkembangan aktivitas pantai Warna yang lebih variatif dan ramai terutama menjelang sore, malam bahkan mencapai waktu dini hari. Keberadaan jalur pedestrian mulanya dibangun untuk mewadahi aktivitas rekreasi namun seiring perkembangannya telah memicu pertumbuhan sektor informal pedagang kaki lima (PKL) yang mendominasi pada kawasan tersebut.
Penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan kewirausahaan, dan motivasi berpengaruh positif terhadap keberhasilan usaha pada pedagang kaki lima di pantai warna oesapa. Berkaitan dengan pengetahuan kewirausahaan pada pedagang kaki lima di pantai warna oesapa sebaiknya perlu mengembangkan inovasi agar makin dijangkau oleh masyarakat. Berkaitan dengan motivasi pada pedagang kaki lima di pantai warna oesapa sebaiknya memperhatiakan perilaku konsumen sehingga dapat menarik opini pelanggan. Dan berkaitan dengan keberhasilan usaha pada pedagang kaki lima di pantai warna oesapa perlu menjaga strategi dan tetap mempertahankan keterjangkauan harga pokok produk agar sesuai dengan kualitas yang ditawarkan, namun tidak mengurangi laba penjualan, sehingga konsumen tertarik dan tetap membeli produk yang ditawarkan.
Kata kunci: Pengetahuan Kewirausahaan, Motivasi, Keberhasilan Usaha
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menghasilkan karyawan yang produktif dan berkompeten bukanlah satu-satunya hal yang diharapkan perusahaan, tetapi juga terdapat hal yang tidak kalah pentingnya yakni bagaimana produktivitas karyawan dapat meningkat. Sumber daya manusia (SDM) yang produktif akan dapat merancang dan mengaplikasikan semua rancangan yang menjadi sasaran atau target dari suatu organisasi. SDM dikatakan produktif, apabila mempunyai produktivitas kerja yang tinggi serta dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya secara tepat waktu.(Ananta,2018).
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kompensasi, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik skor dari jawaban responden masing-masing variabel, untuk menggambarkan persepsi responden atas variabel-variabel yang digunakan secara kualitatif. Pada analisis pendahuluan akan dideskripsikan indikator empirik dari konsep-konsep penelitian berdasarkan data yang diproleh melalui kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah tabel frekuensi. Kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variable independen dan variabel dependen yaitu kompensasi (X1), motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja pegawai (Y). Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kualitatif yang diubah menjadi kuantitatif dengan menggunakan skala interval.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji regresi variabel a) variable kompensasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. b). variabel motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktifitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang. c). Variabel disiplin kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktifitas kerja pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang.
Kata Kunci : Kompensasi, motivasi kerja, disiplin kerja, produktifitas kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya aparatur pemerintah desa Kletekyang dinilai kurang responsif dalam melaksanakan tugas pelayanan kepadamasyarakat di Desa Kletek. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penuliskepada beberapa masyarakat setempat, dinilai masih rendahnya produktivitas kerjaaparatur yang terlihat dari indikator-indikator sebagai berikut: (1). Masih adanya aparatur pemerintah Desa Kletek yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan yangdiberikan oleh kepala desa sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkansehingga berdampak pada pelaksanaan pemberian pelayanan kepada masyarakat;(2). Masih adanya aparatur pemerintah Desa Kletek yang tidak dapat memanfaatkanwaktu serta memenuhi target yang telah ditentukan sehingga menyebabkanbertumpuknya pekerjaan yang harus diselesaikan oleh aparatur pemerintah Desa Kletek. Contohnya: Dalam pengerjaan APBDes yang disimpan danditumpuk, tidak diselesaikan sesuai dengan perintah atasan, hal ini menyebabkanpekerjaan yang lainnya menjadi terhambat. Oleh karenanya, unsur profesionalisme dari aparatur pemerintah Desa Kletek dalam memberikan pelayanan publik secara prima menjadi suatu kewajiban. Profesionalisme disini lebih menekan kepadakemampuan, keterampilan dan keahlian aparatur pemerintah dalam memberikanpelayanan publik yang responsif, transparansi, produktivitas dan efesien. Aparaturpemerintah Desa Kletek selalu dituntut untuk memberikan pelayanan yang baik,cepat, dan efektif serta efisien kepada masyarakat. Tentu hal tersebut akantercermin melalui kinerja Aparatur itu sendiri. Dengan demikian, pekerjaan dariAparatur Pemerintah Desa Kletek merupakan fokus dalam penelitian ini, dengan studidilakukan Di Desa Kletek, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
WELDI JULIANA PALLO 16410261, Analisis Pengaruh Kemampuan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur. Skripsi,Jurusan Manajemen,Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Jusuf Aboladaka,SE,M.Si dan Pembimbing 2 ibu Hermyn B.Hina,S.E.,M.Si.
Peneliti menemukan bahwa Pegawai pada Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur berjumlah 92 orang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu motivasi pegawai bagian operasional,mengetahui tingkat kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan dan pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan mengambil responden adalah pegawai bagian operasional.
Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada 92 orang dan hanya 52 kuisioner yang kembali dan dapat diolah oleh penulis.ada tiga tekhnik analisis yang digunakan untuk menganalisis data,yaitu analisis tingkat motivasi,analisis tingkat kemampuan kerja pegawai dan analisis regresi linear berganda.
Analisis pertama dilakukan untuk mengetahui tingkat motivasi pegawai bagian operasional,analisis kedua dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan kerja pegawai bagian operasional dan analisis ketiga dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai ditinjau dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat motivasi karyawan bagian operasional pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur berdasarkan hasil jawaban responden termasuk dalam kategori tinggi (56%) tingkat kemampuan pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyaraka dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam menyelesaikan pekerjaan berdasarkan hasil jawaban responden termasuk dalam kategori rendah (44%). Hasil dengan analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa terdapat pengaruh motivasi pegawai terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan demikian diketahui bahwa tinggi rendahnya kemampuan menyelesaikan pekerjaan pegawai lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain dari motivasi,mungkin seperti lingkungan kerja, sistim kerja dan lain-lain.
Kata kunci : Kemampuan kerja,Motivasi kerja dan Kinerja pegawai
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang:Pelatih berperan sebagai tokoh sentral yang akan menjadi panutan, pengayom serta sebagai subyek yang dapat membentuk pemain agar dapat memiliki daya cipta, rasa dan karsa sesuai dengan taksonomi pendidik yaitu meliputi usaha pengembangan pengetahuan, pembentukan watak dan sikap serta melatih keterampilan.
Tujuan penelitian:Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran pelatih dalam memotivasi pemain sepak bola SSB Repiko Alor.
Metode penelitian:Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan informan pelatih kepala dan pemain SSB Repiko Alor. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dan selanjutnya dianalisis menggunakan model deskriptif.
Hasil dan pembahasan:Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan pelatih kepala dandua orang pemain sepak bola. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Peran pelatih dalam memotivasi pemain sepak bola SSB Repiko Alor peneliti sudah melakukan penelitiansebagai berikut:1) Peran pelatih, 2) Motivasi.
Simpulan:Motivasi yang diberikan kepada pemain merupakan salah satu dukungan sehingga pemain memiliki semangat untuk berlatih dan dapat bersaing untuk menjadi juara pada saat pertandingan serta pemberian reward atau pujian juga sering digunakan untuk mendorong pemain terus berlatih dalam meningkatkan potensi setiap pemain dalam sebuah pertandingan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI INTRINSIK DAN MOTIVASI EKSTRINSIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPERASI KREDIT SWASTISARI KUPANG
Salah satuhalpenting yang harusdimilikiolehsetiapkaryawanadalahloyalitas. Suatuperusahaandapatbertahanjikadalamsegalakegiatandidukungolehloyalitasdari para karyawan. Salah satucarauntukmeningkatkanloyalitaskerjaadalahdenganmemperhatikankualitaslingkungankerjakaryawan. Lingkungankerjamerupakansalahsatukomponenpentinguntukmenumbuhkankenyamanankaryawan di tempatkerja. Selainitu, streskerjajugaperludiperlihatkankarenastres yang berlebihandari para karyawanakanmembuatsituasidanlingkungankerjasuatuperusahaanakanmenjadilebihburuk, terutamasaatpandemi covid-19 saatini.
Tujuandaripenelitianiniuntukmelihatbagaimanamotivasiintrinsikdanmotivasiekstrinsikterhadapkinerjakaryawankoperasikreditswatisarikupang,
KonseppenelitiandalamskripsiiniadalahMenurutSiagian (2004) motivasiintrinsikbersumberdaridalamindividu. Motivasiinimenghasilkanintegritasdaritujuan-tujuan, baiktujuanorganisasimaupuntujuanindividudimanakeduanyadaparterpuaskan. Nawawi (2001) menyampaikanbahwa Motivasi Ekstrinsikadalahpendorongkerja yang bersumberdariluardiripekerjasebagaiindividuberupasuatukondisi yang mengharuskannyamelaksanakanpekerjaansecaramaksimal. Mangkunegara (2016:9) yang berpendapatkinerjakaryawanmerupakanhasilkerjaseseorangsecarakualitasmaupunsecarakuantitas yang telahdicapaiolehkaryawandalammenjalankantugassesuaitanggungjawab yang diberikan.
Penelitianinimerupakanpenelitiandeskriptifkuantitatif. PopulasidansekaligussampeldalampenelitianiniadalahseluruhkaryawanpadaKoperasikreditswastisariyang berjumlah 81 orang. Teknikpengumpulan data dilakukandenganmenyebarkankuesionerpadaresponden, kemudian data dianalisismenggunakanteknikujiregresi linear bergandamenggunakan SPSS. Dari hasilpenelitian, dalamanalisislanjutan yang menggunakananalisisdeskriptifdiketahuibahwaMotivasiIntrinsikpadaKoperasiKreditSwastisariKupangberadadalamkategoricukupbaik, MotivasiEkstrinsikdalamkategoribaik, dankinerjakaryawandalamketegorisangatbaik. Indikatordarimasingmasingvariabeltersebutjugadideskripsikandenganbantuantabeldistribusifrekuensi.
Dalamanalisislanjutan yang menggunakanteknikanalisisujiregresi linear bergandadiketahuibahwamotivasi intrinsic mempunyaipengaruhpositifdengankinerjakaryawan yang ditunjukkandengannilaiVariabelmotivasiinstrinsik (X1) berpengaruhsecarapositifdansignifikansiterhadapkinerjakaryawanpadaKoperasiKreditSwastisari Kota Kupang, haliniterlihatdarisignifikansimotivasiinstrinsik (X1) 0,259 ˃ 0,05 dannilaithitung2.702 ˃ 2,093 ttabel . Sehinggadapatdisimpulkanbahwa H0 ditolak Haditerima yang berartiterdapatpengaruhpositifpadavariabelmotivasiinstrinsik (X1) terhadapkinerjakaryawan (Y). Variabelmotivasiekstrinsik (X2) berpengaruhsecarapositifdansignifikansiterhadapkinerjakaryawanpadaKoperasiKreditSwastisari Kota Kupang, haliniterlihatdarisignifikansimotivasiekstrinsik (X2) 0,235 ˃ 0,05dannilaithitung2,794 ˃ 2,093 ttabel . Sehinggadapatdisimpulkanbahwa H0 ditolak Haditerima yang berartiterdapatpengaruhpositifpadavariabelmotivasiekstrinsik (X1) terhadapkinerjakaryawan (Y).
Kata Kunci :MotivasiIntrinsik, MotivasiEkstrinsik, KinerjaKaryawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran sebelum masa pandemic covid -19 yaitu pembelajaran secara langsung di dalam kelas guru menggunakan media pembelajaran berupa buku yang medukung siswa serta memmbantu siswa dalam proses pembelajaran dengan demikian guru tidak sulit untuk mengontorol siswa serta mengetahui siswa yang tekun belajar dan siswa yang kurang tekun belajar.namun pembelajaran sesudah adanya pandemi pembelajaran yang terjadi dilaksanakan secara online dengan media handphone dengan mengakses internet sebagai sumber untuk belajar hal tersebut membuat siswa kurang termotivasi untuk belajar karena keterbatsan media yang digunakan untuk belajar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan media pembelajaran sebelum dan sesudah pandemi terhadap motivasi belajar siswa di SMA Negeri Raimanuk. Penelitian ini bersifat kuantitatif, teknik pengumpulan data dokumentasi dan angket analisis data yang digunakan adalah uji prasyarat dengan bantuan spss 16 dengan uji hipotesis dengan menggunakan ujit .Media merupakan salah satu faktor yang mendukung motivasi belajar siswa karena dengan media mampu merangsang siswa dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru.motivasi belajar merupakan dorongan dari dalam diri maupun dari luar diri sesorang untuk belajar sehingga mampu mecapai tujuan belajar yang baik Berdasarakan hasil analisis data yang dilakukan menggunakan bantuan spss yanitu diperoleh nilai thitung 2.034 dan nilai ttabel 1.735 dengan df=n-k dan α=0,05 diperoleh nilai ttabel 1.753 dengan demikian diperoleh nilai thitung 2.034>1.753 maka ada pengaruh yang singnifikan media pembelajaran sebelum dan selama pandemi terhadap motivasi belajar siswa maka hipotesis yang di ajukan ha di terima dan ho di tolak karena ada pengaruh yang signifikan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa.
Kesimpulan Dari hasil penelitian dapat simpulkan bahwa terdapat pengaruh perbedaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa karena keterbatsan media pembelajaran yang dimilki oleh siswa ,kurang serta keterampilan dalam menggunakan media pembelajaran sehingga menimbulkankan kurangnya motivasi belajar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
HUBUNGANMINAT BELAJAR DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19
Bere, M. M.D )* Manu, Th. S. N )** Nggadas, D. E.P )**
Penelitian inibertujuanuntukmengetahuihubungan minat belajar dan motivasi belajar mahasiswa selama masa pandemi covid-19.Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis secara mendalam. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan biologi semester 3 pada matakulih biologi sel dan molukul yang terdiri dari 22 orang siswa dengan sampel penelitiannya terdiri atas 22 siswa yang diambil secara acak menggunakan teknik Sampling Jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, dan dokumentasi. Hasil penelitiannya adalah 1) Dari hasil perhitungan dan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh nilai (r) dari rx1y = 0,582 dengan nilai signifikansi (α) = 0,004. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara minat belajar dan motivasi belajar mahasiswa selama masa pandemic covid-19sehingga hipotesis diterima. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa minat belajar dan motivasi belajar mahasiswa pendidikan Biologi terhadap selamamasa pandemic covid-19pada mata kuliah biologi sel termasuk dalam kategori baik
Kata Kunci : Minat Belajar, Motivasi Belajar, pandemi covid-19
Keterangan: *) : Peneliti
**) : Pembimbing
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI MENGAJAR GURU IPA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA UPTD SMP NEGERI LANTOKA KABUPATEN ALOR TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Besituba L)* Manu S.T)** Nggadas E.D)**
Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan motivasi belajar siswa, variabel (X) persepsi siswa tentang gaya mengajar guru dengan (Y) motivasi belajar siswa. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII UPTD SMP Negeri Lantoka yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket, data dianalisis dengan statistik inferensial bantuan SPSS. Hasil analisis deskriptif diperoleh variasi mengajar guru dan motivasi belajar siswa berada pada kategori sedang dengan presentase rhitung 0,459 > rtabel 0,349 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signitifikan antara variasi mengajar guru dengan motivasi belajar siswa UPTD SMP Negeri Lantoka.
Kata kunci :persepsi siswa tentang gaya mengajar variasi mengajar guru dan motivasi belajar
*) Mahasiswa Peneliti
*) Dosen Pimbimbing