ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berkembangnya suatu perusahaan atau organisasi pasti tidak terlepas dari Sumber Daya Manusianya. Sumber daya manusia yang unggul dan kompeten pasti menghasilkan kemajuan yang pesat untuk perusahaannya. Di zaman yang serba modern ini perusahaan-perusahaan dituntut untuk selalu berkembang dan mampu bersaing mengikuti kemajuan zaman agar dapat mencapai tujuan perusahaan tersebut dengan baik. Tidak bisa dipungkiri untuk mencapai produktivitas yang tinggi dalam
perusahaan juga harus dilihat bagaimana kinerja karyawan, lingkungan kerja fisik dan penempatan kerja dalam perusahaan. Manajemen sumberdaya manusia adalah sebagai perencanaan, pengadaan, pengembangan, pemeliharan, dan penggunaan sumber daya manusia dalam upaya mencapai tujuan individu maupun organisasi.
Dalam menjalankan usahanya, sebuah perusahaan tentunya akan mengalami banyak tantangan dan permasalahan baik itu datangnya dari luar maupun dari dalam perusahaan itu sendiri. Tantangan dari luar bisa datang melalui persaingan dengan
perusahaan lainnya, sementara permasalahan dari dalam perusahaan bisa timbul dari sumber daya manusia yang dimilikinya. Sebagai organisasi, perusahaan disusun dari banyak individu yang memiliki berbagai tujuan serta keinginan. Apabila terjadi kesalahan dalam mengelola sumber daya ini akan menimbulkan berbagai macam permasalahan yang dapat mengganggu kinerja karyawan yang pada akhirnya apabila hal tersebut tidak diatasi dengan baik maka akan mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh karakteristik individu terhadap kinerja karyawan dan pengaruh lingkungan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan di Ksp Kopdit Swasti Sari Oeba, karena penulis menemukan bahwa
karakteristik individu masih perlu diberi pelatihan ataupun seminar untuk menambah wawasan karyawan secara individu sehingga tingkat kepahaman pada setiap pekerjaan yang di emban dapat dikerjakan dengan baik agar meningkatkan kinerja
karyawan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi 38 oarng pegawai karyawan dan sampel sebanyak 38 orang karyawan.
Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilakukan penyebaran Kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda pada SPSS.
Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui karakteristik individu dalam kategori sedang, lingkungan kerja berada dalam kategori sedang serta kinerja karyawan juga berada
pada kategori sedang.
Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa karakteristik individu berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,028 dan nilai koefisien regresi
sebesar 0,505 yang berarti semakin baik karakteristik individu semakin tinggi kinerja karyawan dan sebaliknya. Sedangkan lingkungan kerja berpengaruh positif juga terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,010 dan
nilai koefisien regresi sebesar 0,425 yang berarti semakin baik lingkungan kerja maka semakin tinggi pula kinerja karyawan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini berjudul Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Tujuan penelitian yaitu : untuk mengetahui Pengaruh Karakteristik Pekerjaan Dan Karakteristik Individu Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Metode penelitian dalan penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU, Sebanyak 31 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan angket tertutup sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji simultan (uji F), dan Koefisien Determinasi (R2) . Berdasarkan persamaan regresi linear berganda : Y=70.575 + 0,418X1 + 0,333X2 + e. diketahui bahwa nilai konstanta a sebesar 70.575,sedangkan koefisien b1 adalah 0,418 dan b2 adalah 0,333. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstan 70.575 artinya jika nilai karakteristik pekerjaan (X1) dan karakteristik individu (X2) sama dengan nol , kinerja UMKM (Y) memiliki nilai sebesar 70.575. sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0,418 artinya jika karakteristik pekerjaan (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 unit , maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,418. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik pekerjaan (X1) dengan Kinerja UMKM (Y). dan koefisien regresi (b2) sebesar 0,333 artinya jika karakteristik individu (X2) mengalami kenaikan sebesar 1 unit, maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,333. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik individu (X2) dengan kinerja UMKM(Y). xv Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial karakteristik pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Secara parsial karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Dan secara simultan Karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu berpengaruh secara Bersama-sama terhadap kinerja UMKM kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH BUDAYA KOMUNIKASI DAN KARATERISTIK INDIVIDU TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR SINODE GMIT Penelitian dalam tugas akhir ini mengkaji tentang Analisis pengaruh Budaya Komunikasi Dan Karakteristik Individu Terhadap Prestasi kerja Pada Kantor Sinode GMIT. Dengan latar belakang dari penelitian ini,sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu data yang diperoleh dan berkaitan langsung dengan permasalahan yang dihadapi. Dalam penlitian ini,teknik pengumpulan data dengan cara pertanyaan dan pernyataan kepada responden(Kuesioner).Dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang di kaji yaitu Budaya komunikasi,Karakteristik individu,Prestasi kerja. budaya komunikasi telah memperoleh penerimaan luas sebagai cara untuk memahami sistem manusia. Dari sistem tersebut terbuka "perspektif", setiap aspek budaya komunikasi dapat dilihat sebagai kondisi lingkungan yang penting yang mempengaruhi sistem dan subsistem tersebut.Pemeriksaan budaya komunikasi juga merupakan alat analisis yang berharga dalam dirinya sendiri.hidupnya. Dengan demikan perlu ada pengakuan pandangan yang akan berguna untuk pencapaian misi dan tujuan organisasi tersebut, agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Disamping itu dalam dimensi peningkatan prestasi kerja pegawai pada Kantor Sinode GMIT, karakteristik individu juga merupakan hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh pegawai yang terdiri dari kemampuan, persepsi, sikap dan pengalaman serta motivasi. Dalam lingkungan Organisasi budaya komunikasih sangatlah diperlukan untuk memberikan informasi.oleh sebab itu antara pemimpin dan bawahannya perlu menjalin hubungan komunikasi yang baik.Dengan adanya jalinan komuniksa yang baik,maka interaksi antara pemimpin dan bawahannya pun akan terjalin dengan baik pula sehingga dalam penyampaiaan informasi-informasi dalam organisasi berjalan dengan baik.Penggunaan istilah Budaya komunikasi mengacu pada budaya yang berlaku,bukan saja padaperusahaan akan tetatapi berlaku juga pada pendidikan karna pada umumnya pendidikan itu dalam bentuk organisasi,yaitu bekerja sama antara beberapa orang yang membentuk kelompok atau satuan kerja kerja sama tersendiri.dalam budaya komunikasi terjadi sosialisasi nilai-nilai dan menginternalkan dalam diri para anggota organisasi sehingga tidak dapat dipisahkan karna telah menyatu didalam diri seseorang dan menjadi perilaku para anggota organisasi. Budaya komunikasi berperan penting karna akan merubah sikap dan perilaku sumber daya manusia untuk mencapai prestasi kerja yang tinggi dalam menghadapi tantangan masa depan.Prestasi kerja dapat ditingkatkan melalui budaya komunikasi dan kompensasi,karna dengan budaya komunikasi dan kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan,semangat,kemauaan,dan ketelitian pegawai saat bekerja akan lebih maksimal,focus dan disiplin.pemberian kompensasi dapat dalam bentuk uang atau barang untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka.kompensasi yang akan diterima oleh mereka merupakan cermin dari apa yang telah mereka berikan atau kerjakan pada organisasi.kompensasi yang tidak sesuai dengan prestasi kerja sering menyebabkan karyawan ,sebagai manusia tidak merasa puas,tidak betah dan memutuskan untuk mencari yang lebih baik lagi Hasil dari penelitian ini adalah responden pegawai Kantor Sinode GMIT menunjukan pernyataan yang baik terhadap setiap item jawaban yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel budaya komunikasi (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja .hal ini terlihat dari signifikan budaya komunikasi (X1) 0,0000.05 dan nilai thitung 4.767>0,05ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh positif budaya komunikasai (x1) terhadap prestasi kerja (Y). Hasil uji regresi secara parsial signifikan pada variabel karakteristik individu (X2) terhadap prestasi kerja (Y) 0100,05 dan thitung 2.633>0,05 sehingga dapat disimpulakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat oengaruh pada variabel karakteristik individu (X2) terhadap prestasi kerja (Y), maka dapat diindikasikan bahwa semakin baik karakteristik individu maka akan memberikan kontribusi yang positif terhadap prestasi kerja pada kantor Sinode GMIT.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan JNE Cabang Utama Kupang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian adalah karyawan pada JNE Cabang Utama Kupang sebanyak 40 karyawan, pengumpulan data primer dilakukan dengan metode kuesioner dan waawancara langsung. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis Korelasi Product Moment Pearson dengan menggunakan bantuan program SPSS22. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.26 di dapatkan nilai korelasi sebesar 0,599 yang artinya terdapat hubungan yang kuat antara karakteristik individu dan kinerja sedangkan dari output juga dapat dilihat bawha nilai uji signifikansi 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,000 < 0,05 (H0 ditolak) sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel karakteristik individu dan variabel Kinerja. Berdasarkan pada tabel 4.27 nilai korelasi product moment pearson sebesar 0,540 yang artinya terdapat yang kuat antara lingkungan kerja dan kinerja. korelasi bernilai positif, sehingga hubungan antara variabel bersifat searah. Secara parsial juga terdapat pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Nilai xvi signifikan 2-arah (sig 2-tailed) bernilai 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 yang berarti H0 di tolak sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara variabel lingkungan kerja dengan variabel kinerja karyawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Hubungan Karakteristik Individu Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara Pada Sekretariat Dprd Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pembimbing 1 (satu) Bapak Frankie J Salean, SE.,MP, pembimbing 2 (dua) Bapak Zet Ena, SE.,MM. Skripsi Yuner P.P. Manu, 144101242, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang 2021.
Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan karakteristik individu dan lingkungan kerja terhadap kinerja ASN pada Sekretariat DPRD kabupaten Timor Tengah Selatan. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu karakteristik individu dan lingkungan kerja dengan indikator penilaian yakni keahlian, kemampuan, kebutuhan sikap, kebersihan, keamanan hubungan kerja sama, komonikasi lancar. Dan variabel terikat yaitu kinerja karyawan dengan indikator penilaian yakni efektifitas, ketepatan waktu, kemandirian dan komitmen kerja. Dengan mengumpulkan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada seluruh ASN yang berjumlah 40 orang yang ada pada Sekretariat DPRD kabupaten Timor Tengah Selatan.
Berdasarkan hasil pengujian mengunakan analisis koefisien korelasi diketahui bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara karakteristik individu dan lingkungan kerja dengan kinerja karyawan. Hal ini dilihat dari hasil uji korelasi produk moment antara karakteristik individu dengan kinerja karyawan yang meliki nilai rhitung> rtabel (0,700>0,316). Sedangkan untuk membuktikan terdapatnya hubungan yang kuat dan signifikan antara lingkungan kerja dengan kinerja karyawan dilihat pada hasil uji korelasi produk moment yakni nilai rhitung> rtabel (0,689>0,316).