Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

21 hasil
Subjek: Lokasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KELENGKAPAN PRODUK DAN LOKASI TERHADAPMINAT BELI KONSUMEN PADA DUTALIA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemasaran merupakan salah satu kegiatan penting yang perlu dilakukan perusahaan untuk meningkatkan usaha dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Disamping kegiatan pemasaran perusahaan juga perlu mengkombinasikan fungsi-fungsi dan menggunakan keahlian mereka agar perusahaan berjalan dengan baik. Dalam hal ini perlu diketahui beberapa definisi pemasaran. Menurut Utami (2010:162) kelengkapan produk adalah kelengkapan produk yang menyangkut kedalaman, luas, dan kualitas produk yang ditawarkan juga ketersediaan produk tersebut setiap saat di toko. Menurut Levy (2013) dalam Utami (2017) lokasi merupakan perencanaan dan pelaksanaan program penyaluran produk atau jasa melalui tempat atau lokasi yang sama. Menurut Kotler dan Keller (2011) Minat beli adalah perilaku yang muncul sebagai respon terhadap objek yang menunjukan keinginan seseorang untuk melakukan pembelian. Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini penelitiakan Membahas tentang Pengaruh Kelengkapan Produk dan Lokasi Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Dutalia Kupang. Dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan metode purpose sampling. Populasi dalam penelitian ini jumlahnya tidak diketahui, maka sampel dalam penelitian ini mengunakan rumus raopurba (sujarweni, 2015) Berdasarkan hasil perhitungan, maka jumlah sampel yang digunakan minimal 96 responden..teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab .Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 96 konsumen Dutalia kupang. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden dari variable kelengkapan produk berkisar antara 82,6-75,1 dan rata-rata nilai indeks jawaban responden 78,1. Dengan nilai koefisien regresi dari kelengkapan produk sebesar 0,396 dengan tingkat signifikansinya sebesar 0.000. Sedangkan nilai indeks jawaban responden dari variable minat beli juga berkisar antara 76,7-72,9 dan rata-rata nilai indeks jawaban responden 74,3. Dengan nilai koefisien regresi dari Minat beli sebesar 14,887 dengan tingkat signifikansinya sebesar 0.000. Maka, dapat disimpulkan bahwa nilai indeks Kelengkapan produk lebih besar dari nilai koefisien regresi yaitu74,3>14,887. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden dari variable Lokasi berkisar antara 73-72,3 dan rata-rata nilai indeks jawaban responden 72,7. Dengan nilai koefisien regresi dari lokasi sebesar 0,264 dengan tingkat signifikansinya sebesar 0.000. Sedangkan nilai indeks jawaban responden dari variable minat beli juga berkisar antara 76,7-72,9 dan rata-rata nilai indeks jawaban responden 74,3. Dengan nilai koefisien regresi dari minat beli sebesar 14,887 dengan nilai signifikansinya sebesar 0.000. Maka, dapat disimpulkan bahwa nilai indeks Lokasi lebih besar dari nilai koefisien regresi yaitu 72,7>14,887. Berdasarkan hasil penelitian analisis lanjutan dalam analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS dengan hasil nilai konstanta sebesar 14,8887. Hasil Uji T menunjukan bahwa thitung sebesar8,569>t table sebesar 1.986 maka, H0 di tolak dan Ha diterima yait kelengkapan produk berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen dutaliakupang. Dan nilai thitung sebesar 4.240>t tabel 1.986 maka, H0 ditolak dan Ha diterima yaitu Lokasi berpengaruh positif terhadap Minat Beli pada konsumen. Untuk hasil Uji F dapat diketahui bahwa Fhitung>Ftabel yaitu 72,741>3,09 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Maka secara simultan Kelengkapan Produk dan Lokasi berpengaruht erhadapMinat Beli pada konsumen. Berdasarkan table hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) dapat diketahui bahwa nilai R Square adalah sebesar 0,610 atau 61%. Hal ini berarti bahwa besarnya kontribusi Kelengkapan Produk terhadap Minat Beli konsumen adalah 61% sedangkan besaran 39,8% dipengaruhi oleh variabel-variabel lainyang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian teori yang saya pakai sesuai dengan teori dari (Kurniawan dan Krismonita, 2020;147) Di mana penyediaan kelengkapan produk yang bagus bukan hanya memikat minat pembeli melainkan juga bias berefek pada keputusa konsumen serta kemungkinan besar bias menjadi pelanggan tetap. Hasil dari penelitian saya juga mendukung teori dari (Kurniawan dab Krismonita, 2020;147). Hasil penelitiansaya juga menguatkan penelitian terdahulu yang digunakan oleh Ryan Kurniawan dan Yuniar Aisah dimana Penelitian terdahulu di lakukan oleh Ryan Kurniawan dan Yuniar Aisah di mana Kelengkapan Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Berdasarkan hasilpenelitian, teori yang saya pakai sesuai dengan teori dari Menurut Utami (2012:89), dimana Lokasi tidak hanya mempengaruhi keputusan pembelian, namun lokasi juga membentuk kesan sebuah usaha yang dilakukan perusahaan dalam melakukan penempatan usahanya. Memiliki lokasi yang strategis dan mudah dijangkau oleh para konsumen sehingga diharapkan pemilik usaha dapat meningkatkan minat belikonsumen. Hasil penelitian saya mendukung teori Utami (2012;89).Hasil penelitiansaya juga menuatkan penelitian terdahulu yang digunakan oleh Hardiansyah dan Ekawanti (2019) dimana lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN DANA ALOKASI UMUM TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL DI KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN DANA ALOKASI UMUM TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL DI KABUPATEN MALAKA Pendapatan asli daerah adalah pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang- undangan. Sedangkan dana alokasi umum adalah dana yang berasal dari APBD yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan keuanagan antar daerah yang membiayai kebutuhan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan desentralisasi, dana alokasi umum indonesia pada setiap satu tahun sekali sebagai dana yang digunakan untuk pembangunan daerah masing-masing sesuai dengan kebutuhan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh Pendapatan asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal Di Kabupaten Malaka. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan Keuangan Dikabupaten Malaka Tahun 2012-2021. Sampel dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah kabupaten malaka dari Tahun 2015-2020. Dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Dokumentasi yang bersumber dari arsip atau dokumen yang berada di Bappeda. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahulu dengan melihat pada laporan realisasi pendapatan dapat diketahui bahwa dana pendapatan asli daerah mengalami peningkatan tebesar pada tahun 2017 sebesar Rp.54.789.190. Dan pendapatan asli daerah mengalami penurunan terkecil pada tahun 2015 sebesar Rp.18.824.383. Sedangkan pada laporan realisasi anggaran dana alokasi umum dapat diketahui bahwa dana alokasi umum mengalami peningkatan tebesar pada tahun 2019 sebesar Rp.454.162.076. Dan dana alokasi umum mengalami penurunan terkecil pada tahun 2015 sebesar Rp.412.497.589. dan pada laporan realisasi anggaran belanja modal dapat diketahui bahwa Belanja Modal mengalami peningkatan terbesar pada tahun 2017 sebesar Rp.222.048.972. Dan Belanja Modal mengalami penurunan terkecil pada tahun 2015 sebesar Rp. 172.020.971. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui hasil pengumpulan data tersebut menggunakan persamaan linear berganda dengan uji hipotesis pertama dikethui bahwa untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) (X1) dari hasil uji hipotesis pada tabel diatas sebesar t hitung sebesar 4,539 dan t tabel sebesar 3,182 (thitung >ttabel ) dan P value sebesar 0.020 < 0.05. Maka hasil penelitian ini menyatakan H) ditolak dan H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja Modal. Dari hasil uji hipotesis pada tabel diatas diperoleh nilai thitung -3,263 dan ttabel sebesar 3.182 (thitung > ttabel) dan P value sebsear 0.047 < 0.05. Maka hasil penelitian ini menyatakan H0 ditolak dan H2 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang negative dan signifikan antar Dana Alokasi Umum terhadap Belanja Modal. Kata kunci: pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dan belanja modal

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (Studi Kasus Pada Desa Sahraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang Tahun 2017-2021)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Desa sebagai pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sebagai fokus utama dalam pembangunan pemerintah, hal ini dikarenakan sebagian besar wilayah Indonesia ada di pedesaan. Pembagunan desa merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, pembangunan desa merupakan usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia di pedesaan dan masyarakat secara keseluruhan yang dilakukan secara berkelanjutan berlandaskan pada potensi dan kemampuan pedesaan. Menurut BPS Indonesia memiliki jumlah desa sebanyak 74.039 Desa di seluruh Indonesia. Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang desa mengatur bahwa penyelangaraan urusan pemerintah desa didanai dari anggaran pendapatan dan belanja desa bantuan pemerintah desa. Aturan tersebut diperkuat dengan Surat Keputusan Mentri Dalam Negeri : 140/640SJ tanggal 22 Maret 2005 tentang Pedoman Alokasi Dana Desa dari Pemerintah Kabupaten kepada Pemerintah Desa, serta Peraturan Mentri Nomor 113 Tahun 2014. Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan suatu bentuk upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan di desa yang di dalam pelaksanaannya pemerintah daerah bekerja sama dengan masyarakat. Melalui Alokasi Dana Desa pemerintah mengusahakan partisipasi masyarakat desa dalam memberikan aspirasi dalam membagun maupun memberdayakan potensi yang ada di desa. Menurut Mardiasmo (2017: 134) Efektivitas adalah ukuran berhasil tidaknya pencapaian tujuan suatu organisasi mencapai tujuannya. Apabila suatu organisasi mencapai tujuan maka organisasi tersebut telah berjalan dengan efektif. Indikator efektivitas menggambarkan jangkauan akibat dan dampak (outcome) dari keluaran (Output) program dalam mencapai tujuan program. Semakin besar kontribusi output yang dihasilkan terhadap pencapaian tujuan atau sasaran yang ditentukan, maka semakin efektif proses kerja suatu unit organisasi. Efektivitas merupakan ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuan tersebut. Efektivitas hanya melihat suatu program atau kegiatan telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk melihat Efektivitas Alokasi Dana Desa yaitu dengan jumlah realisasi Alokasi Dana Desa dibagi pendapatan Anggaran Alokasi Dana Desa. Menurut Mardiasmo (2013) Rasio efisiensi merupakan rasio yang menunjukkan rasio besarnya biaya yang dikeluarkan dalam hal perolehan pendapatan dengan realisasi pendapatan yang diterima oleh pemerintah daerah. Semakin kecil rasio efisiensi maka semakin baik kinerja pemerintah daerah. Efisiensi merupakan perbandingan output/input. Untuk mengukur tingkat efisiensi dalam mengelola keuangan Alokasi Dana Desa dengan melihat perbandingan antara realisasi Anggaran Pendapatan Alokasi Dana Desa dengan Jumlah realisasi anggaran belanja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengelolaan Alokasi Dana Desa Sahraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang Tahun 2017-2021 dan bagaimana tingkat efektifitas dan tingkat efisiensi pengelolaan Alokasi Dana Desa. Penelitian ini menggunakan metode analisis Deskriptif Kuantitatif. Teknik Pengumpulan Data menggunakan metode dokumentasi. Teknik Analisis Data yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus: Rasio Efektivitas dan Rasio Efisiensi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Sahraen telah berjalan efektif Dimana pengelolaannya dari tahun ke tahun hampir semuanya terealisasi 100%. Tingkat presentase efektivitas kinerja keuangan Desa Sahraen pada tahun 2017 dikategorikan cukup efektif karena nilai presentasenya sebesar 91,71% dan pada tahun 2018-2021 memiliki kecenderungan dikategorikan efektif dimana tingkat presentase efektivitas sebesar 100% artinya jumlah Anggaran Alokasi Dana Desa dengan Realisasi ADD sama. Pada tingkat efisiensi Keuangan Alokasi Dana Desa pemerintah Desa Sahraen Pada tahun 2017-2020 memiliki kecenderungan dikategorikan efisien dikarenakan tingkat presentasenya dibawah 100%. Sedangkan pada tahun 2021 dikategorikan tidak efisien dikarenakan tingkat presentasenya di atas 100%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis pengaruh alokasi dana desa terhadap penanggulangan tingkat kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi di kabupaten malaka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Angka kemiskinan yang terus meningkat dari tahun ketahun merupakan suatu persoalan serius yang di hadapi pemerintah, sehingga pada tahun 2015 pemerintah menerbitkan dana desa kemudian di alokasikan guna untuk memecahkan persoalan kemiskinan yang ada. Penyaluran dana desa yang bersumber dari APBN yang kemudian di transfer Ke APBD kabupaten/kota yang selanjutnya di alokasikan ke Desa, merupakan upaya pemerintah dalam mengatasi kemiskinan. Penyaluran Dana Desa di harapkan dapat mendorong pertumbuhan Ekonomi sehingga masalah kemiskinan dapat teratasi. Masalah penelitian ini adalah Pengaruh alokasi dana desa terhadap penanggulangan kemiskinan melalui pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Malaka. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebrapa besar pengaruh Alokasi dana desa terhadap penanggulangan kemiskinan dengan melihat pengaruh langsung dan tidak langsung yang menjadikan Pertumbuhan Ekonomi sebagai Pengantara pengaruh Alokasi dana desa terhadap penanggulangan kemiskinan. Teknik pengumpulan data pada penulisan ini adalah data sekunder berupa dokumentasi dengan jenis data kuantitatif . kemudian di analisis dengan mendeskripsikan konsep dan indikator empirik pada analasis pendahuluan dan kemudian pada analaisis lanjutan menggunakan analisis regresi dengan dua model persamaan dan analisis jalur untuk mengetahui pengaruh masing masing variabel. Dari hasil penelitian dapat menunjukan bahwa : 1. Pengaruh alokasi Dana Desa (X) terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Y1) dari hasil perhitungan persamaan pertama diketahui variabel ADD (X) mempunyai pengaruh signifikan posetif terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Y1). 2. Pengaruh variabel Alokasi Dana Desa (X) terhadap Penanggulangan Tingkat Kemiskinan (Y2) berpengaruh posetif.. 3. Pengaruh variabel Pertumbuhan Ekonomi (Y1) terhadap Penanggulangan Kemiskinan (Y2). Dari hasil perhitungan secara parsial dalam persamaan kedua variabel Pertumbuhan Ekonomi (Y1) terhadap Penanggulangan Kemiskinan mempunyai pengaruh yang posetif dan signifikan. 4. Dengan dasar analisis jalur pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung nilai koefisien standardized beta pada pengaruh ADD terhadap penanggulangan kemiskinan dengan pertumbuhan Ekonomi sebagai variabel intervening di peroleh pengaruh tidak langsung sebesar (0,02) dan pengaruh langsung sebesar (0,041). Yang menunjukan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi tidak mampu memediasi pengaruh ADD terhadap Penanggulan Kemiskinan. Berdasarkan uraian yang disajikan pada bagian hasil analisis dan pembahasan maka kesimpulanya sebagai berikut : Alokasi Dana Desa (X) tidak berpengaruh terhadap penanggulangan Tingkat kemiskinan(Y2) Melalui pertumbuhan Ekonomi (Y1).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM, DANA ALOKASI KHUSUS, DAN DANA OTONOMI TERHADAP BELANJA MODAL PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “Pengaruh pendapatan Asli Daerah Dana Aloksi umum Dana Alokasi khusus dan Dana Otonomi Terhadap Belanja Modal Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2018-2020”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dana Alokasi umum Dana Alokasi Khusus Dan Dana Otonomi Terhadap Belanja Daerah provinsi Nusa Tenggara timur.. Penelitian ini dilakukan pada pemerintahan .Metode pengumpulan data dalam penelitian ini berupa .Metode pengambilan Data dalam penelitian ini yang diambil dari Bursa efek dari Tahun 2018-2020. . Teknik Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Regresi Linear Berganda dan hasil Analisis .dalam penelitian ini PAD,DAU,DAK,secara simultan dan signifikan berpengaruh Terhadap Belanja Modal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH DANA ALOKASI UMUM DAN DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Belanja daerah yang merupakan semua pengeluaran pemerintah daerah dalam satu tahun anggaran berisikan biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah daerah dalam melaksanakan program kerja pemerintahan. Komposisi belanja daerah ini juga harus diperhatikan sebaik mungkin dalam menunjang kebutuhan fasilitas publik agar dapat meningkatkan kepercayaan publik atas kinerja pemerintahan daerah. Sehingga untuk meningkatkan pelayanan publik ini alokasi belanja daerah pun harus mengalami perubahan, bila sebelumnya lebih banyak digunakan dalam pos belanja aparatur, maka jika ingin meningkatkan pelayanan publik haruslah lebih memprioritaskan alokasi belanja modal. Perubahan alokasi belanja ini juga bertujuan agar adanya peningkatan fasilitas yang dapat menggairahkan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat yang tentunya akan semakin menumbuhkan investasi di daerah. Untuk meningkatkan fasilitas layanan publik ini, maka pemerintah harus mengalokasikan anggaran yang lebih besar dalam bentuk belanja modal pada APBD. Dana Perimbangan merupakan sumber pendapatan daerah yang berasal dari APBN untuk mendukung pelaksanaan kewenangan pemerintah daerah dalam mencapai tujuan pemberian otonomi kepada daerah, yaitu terutama peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Dana Perimbangan (DAU dan DAK) Terhadap Belanja Daerah pada pemerintahan Kabupaten Malaka. Berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan analisis regresi linier Berganda dan uji statistik (uji t), maka kesimpulan yang didapatkan adalah Dana perimbangan (DAU dan DAK) berpengaruh signifikan terhadap Belanja Daerah dan dengan demikian H1 diterima dan H2 diterima. Kata Kunci: Dana Alokasi Khusus, Dana Alokasi Umum, Anggaran Bellanja Pemerintah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH HARGA, LOKASI DAN KELENGKAPAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA TOKO ENGKI MOTOR OESAPA KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Untuk memnuhi tingkat kebutuhan manusia dengan adanya persaingan dalam pencarian lapangan kerja dengan adanya tingkat keseimbangan antara angkatan tenaga kerja dengan lapangan kerja. Maka setiap orang berjiwa bisnis selalu berorientasi pada masa depan untuk mempertahankan usahanya. Pemilihan lokasi usaha adalah hal utama yang perlu dipertimbangkan. Lokasi strategis menjadi salah satu faktor yang penting dan sangat menentukan keberhasilan suatu usaha. Harga merupakan suatu nilai yang dibuat untuk menjadi patokan nilai suatu barang.harga cukup memiliki pengaruh yang besar terhadap penjualan, bagaiman yang telah dijeskan dalam hukum permintaan “jika harga semakin murah maka barang yang diminta akan semakin banyak dan sebaliknya jika harga semakin mahal maka barang yang diminta semakin sedikit”. Harga juga merupakan suatu penentu bagi permintaan barang dan untuk menentukan posisi persaingan penjualan dipasar. Harga juga salah satu produk maupun jasa yang akan dibeli tersebut merupakan kebutuhan pokok lainnya, konsumen akan sangat memperhatikan harganya. Pengusaha perlu memperhatikan hal ini, karena dalam persaingan usaha, harga yang ditawarkan oleh pesaing usaha, bisa lebih rendah. Lokasi usaha juga akan berhubungan dengan masalah efisiensi transportasi, sifat bahan baku atau sifat produknya, dan kemudahannya mencapai konsumen. Dalam memilih lokasi usaha toko harus lebih selektif, karna ada usaha yang cocok didirikan di satu lokasi tapi tidak cocok di tempat lain. Untuk itu pengusaha disarankan untuk melakukan survei untuk mencari tempat yang sesuai dengan usahanya. Lokasi yang strategis dalam teori wira usaha ditafsirkan sebagai lokasi dimana ada banyak calon pembeli, dalam antrian lokasi ini mudah dijangkau, gampang dilihat konsumen, dan lokasi yang banyak dilalui atau dihuni target konsumen yang berpotensi membeli produk atau jasa yang dijual. Keberadaan Toko Engki Motor yang berdiri pada tahu 2015 merupakan sala satu toko yang menjual sparepart accessories khususnys roda dua, lokasi yang strategis mudah di jangkau yang terletak di jln. Dalek Esa, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang NTT, dan memiliki lima kariawan laki-laki. Berdasarkan fenomena yang penulis lihat dan penulis amati dilapangan, terdapat masalah yang berhubungan dengan lokasi tempat parkir yang tergolong masih sempit atau tidak memadai, dan kelengkapan produk yang masih kurang yaitu apabila barang habis tidak langsung ada pengganti atau stoknya. Toko Engki Eng Motor memiliki keunikan tersendiri, dimana harga terjangkau dan berkualitas, kemudahan dalam mengakses lokasi ini mudah dijangkau, gampang dilihat konsumen, dan lokasi yang banyak dilalui atau dihini target konsumen yang berpotensi membeli produk atau jasa yang dijual dan produk yang ditawarkan bervariasi. Kelengkapan produk adalah keragaman produk yang menyangkut kedalaman, luas dan kualitas produk yang ditawarkan juga ketersediaan produk tersebut setiap saat di toko. Berdasarka uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Harga, Lokasi dan Kelengkapan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Pada Toko Engki Motor Oesapa Kota Kupang Berdasarkan pokok permasalahan di atas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian pada Toko Engki Motor, untuk mengetahui pengaruh lokasi terhadap keputusan pembelian pada Toko Engki Motor, untuk mengetahui apakah kelengkapan produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Toko Engki Motor Oesapa Kota Kupang Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah produk tertentu atau kombinasi antara barang dan jasa. b. Lokasi merupakan salah satu faktor dari situasional yang ikut berpengaruh pada keputusan pembelian. c. Kelengkapan produk adalah keragaman produk yang menyangkut kedalaman, luas, dan kualitas produk yang ditawarkan juga ketersediaan produk tersebut setiap saat di toko. d. Keputusan pemebelian adalah tindakan dari konsumen untuk membeli produk baik itu berupa jasa ataupun berupa barang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua konsumen atau pembeli dari Toko Engki Motor Oesapa Kota Kupang yang terpilih sebanyak 100 orang responden dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebesar 100 orang responden. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metode survei berupa penyebaran kuesioner kepada responden. Data yang dibutuhkan berupa berupa data primer dan data sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara persial Variabel Harga diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Toko Engki Motor Oesapa Kota Kupang, secara persial Variabel Lokasi diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Toko Engki Motor Oesapa Kota Kupang, secara persial Variabel Kelengkapan Produk diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Toko Engki Motor Oesapa Kota Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA ALOKASI UMUM TERHADAP ALOKASI BELANJA DAERAH PEMERINTAH KOTA DAN KABUPATEN DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA ALOKASI UMUM TERHADAP ALOKASI BELANJA DAERAH PEMERINTAH KOTA DAN KABUPATEN DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh variabel Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Alokasi Belanja Daerah Pemerintah Kota dan Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Periode yang digunakan dalam penelitian ini tiga tahun, yaitu mulai dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemerintah Kota dan Kabupaten Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu sebanyak 21 kabupaten dan 1 kota. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh yaitu semua anggota populasi digunakan sebagai sampel yaitu sebanyak 22 sampel. Pengumpulan data dengan metode dokumentasi yang di dapat melalui Laporan Realisasi Anggaran Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dipublikasikan di website resmi Direktorat Djenderal Perimbangan Keuangan Pemerintah Daerah yaitu www.djpk.kemenkeu.go.id. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum berpengaruh positif dan signifikan terhadap Alokasi Belanja Daerah. Kemampuan prediksi dari variabel Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum terhadap Alokasi Belanja Daerah sebesar 71,8% sebagaimana ditunjukan oleh besarnya nilai R Square sebesar 71,8% sedangkan sisanya 27,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Alokasi Belanja Daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Akuntabilitas dan Transparansi Terhadap Pengelolaan Alokasi Dana Desa Untuk Mewujudkan Good Governance di Desa Leer Kecamatan Pantar Barat Kabupaten Alor

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah pengaruh akuntabilitas dan transparansi terhadap pengelolan alokasi dana desa untuk mewujudkan good governance. Adapun persoalan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah akuntabilitas berpengaruh terhadap pengelolaan alokasi dana desa untuk mewujudkan good governance dan apakah transparansi berpengaruh terhadap pengelolaan alokasi dana desa untuk mewujudkan good governance?. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh akuntabilitas terhadap pengelolaan alokasi dana desa dan untuk menguji pengaruh transparansi terhadap pengelolaan alokasi dana desa. Adapun konsep dari penelitian ini adalah akuntabilitas, transparansi dan alokasi dana desa. Akuntabilitas merupakan kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau menjawab dan menerangkan kinerja serta tindakan seseorang badan hukum, pimpinan atau organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau berkewenangan untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban, Transparansi merupakan pemberian pelayanan publik harus bersifat terbuka, mudah dan dapat di akses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti. Alokasi dana desa merupakan dana responsivitas Negara untuk membiayai kewenangan desa meliputi : kewenangan asal ususl, kewenangan atributif organisasi local dan kewenangan delegatif-administratif dari delegasi atau ugas pembantu dan pemerintah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Desa leer yang sudah berusia diatas dari 24 tahun yaitu sebanyak 565 orang . Teknik penetuan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus Slovin dengan batas toleransi kesalahan sebesar 10% maka dihitung : n = N / 1 + N e2 maka, 565/(1+565.0,12) = 84,962 dibulatkan = 85 maka jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 85. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda meliputi Uji t dan Uji F dan uji R diolah dengan menggunakan program SPSS 26. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel akuntabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan alokasi dana desa. Hal ini dikuatkan oleh variabel akuntabilitas memiliki nilai t hitung > t tabel (6,226 > 1,989) dengan perolehan tingkat signifikan 0,000 0.05 maka H1 diterima dan Ho ditolak. Dan variabel transparansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan dana desa karena variabel transparansi memiliki nilai t hitung (3,650) > t tabel (1,989) dengan tingkat signifikan yang diperoleh 0,000 0.05 hal ini menunjukan bahwa H2 diterima dan Ho ditolak. ABSTRACTION The problem taken in this study is the effect of accountability and transparency on the management of village fund allocations to realize good governance. The issue raised in this study is whether accountability affects the management of village fund allocations to realize good governance and does transparency affect the management of village fund allocations to realize good governance? This study aims to examine the effect of accountability on the management of village fund allocations and to examine the effect of transparency on the management of village fund allocations. The concepts of this research are accountability, transparency and allocation of village funds. Accountability is an obligation to provide accountability or answer and explain the performance and actions of a legal entity, leader or organization to parties who have the right or authority to ask for information or accountability, Transparency is the provision of public services that must be open, easy and accessible to all parties needed and provided adequately and easily understood. The allocation of village funds is a State responsiveness fund to finance village authorities, including: authority of origin, attributive authority of local organizations and delegated-administrative authority of delegates or auxiliary tasks and the government. The population in this study were all the people of Leer Village who were over the age of 24 years, as many as 565 people. The technique for determining the number of samples used in this study is using the Slovin formula with an error tolerance limit of 10%, then it is calculated: n = N / 1 + N e2 then, 565/(1+565.0,12) = 84,962 rounded up = 85 then the number of samples in this study as many as 85. The data collection technique used in this study was a questionnaire. The data analysis technique used is Multiple Regression Analysis including t-test and F-test and the R-test is processed using the SPSS 26 program. The results of this study indicate that the accountability variable has a positive and significant effect on the management of village fund allocations. This is confirmed by the accountability variable having a value of t count > t table (6.226 > 1.899) with a significant level of 0.000 0.05, so H1 is accepted and Ho is rejected. And the transparency variable has a positive and significant effect on the management of village funds because the transparency variable has a value of t count (3.650) > t table (1.989) with a significant level obtained 0.000 0.05, this indicates that H2 is accepted and Ho is rejected.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH SUASANA TOKO DAN LOKASI TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI SWALAYAN GRALY PENFUI KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISISPENGARUHSUASANATOKODANLOKASITERHADAPMINATBELI KONSUMENDISWALAYANGRALYPENFUIKOTAKUPANG Oléh: THEODORATERESAINA NIM:18410165 ABSTAK PénélitianinibértujuanuntukméngétahuipéngaruhSuasanaToko,danLokasi TérhadapMinatBéliKonsuménDiSwalayanGralyPénfuiKotaKupang.Pénélitianini mérupakanpénélitiansurvéydénganménggunakamkuésionérsébagaiinstruménnya. PopulasiyangdigunakandalampénélitianiniadalahkonsuménDiSwalayanGraly PénfuiKotaKupang.SampélyangdigunakanadalahkonsuménDiSwalayanGraly PénfuiKotaKupangyangbérjumlah100orangdénganménggunakanmétodéPurposivé Sampling. Téknikpéngumpulandatayangdigunakandalam pénélitianiniadalah kuésionér.Métodéangkétataukuésionéradalahtéknikpéngumpulandatayang dilakukandéngancaramémbérsépérangkatpértanyaantértulisképadaréspondén untukdijawabnya.UjivaliditasinstruménménggunakanujiT(ujipérsial),ujiF (Péngujiansécarasimultan)dankoéfisiéndétérminasi(R2) Téknikanalisisyangdigunakanadalahanalisisrégrésilinéarbérgandadéngan tujuanuntukmémbuktikanhipotésisméngénaiadanyapéngaruhsuasanatoko(X1) lokasi(X2) térhadapminatbéli(Y)pérsamaanrégrésibérgandasécaraumum adalahY=a+ 1x1+ 2x2+é.HasilanalisisdénganménggunakanaplikasiSSPS dipéroléhpérsamaanrégrésilinéarbérgandasébagaibérikutY=1,404+0,373X1+0,204 X2+é. Dikétahuithitunglébihbésardarittabél(9,971>1,984),makaHoditolakdan Haditérimadéngandémikiandapatdisimpulkanbahwasuasanatoko (X1) bérpéngaruhtérhadapminatbéli(Y)padaSwalayanGralyPénfuiKotaKupang. Variabéllokasi(X2)térhadapminatbéli(Y)adalah:0,001>0,05danttabél=t (0,05:100-3-1)=(0,05:96)=1,984.Bérartinilaithitung lébihbésardarittabél (3,4451,984),makaHaditérimadanHoditolakdéngandémikiandapatdisimpulkan bahwalokasi(X2)bérpéngaruhtérhadaapminatbéli(Y)padaSwalayanGralyPénfui KotaKupang,nilaiFhitungsébésar86.646dantingkatsignifikan0,0000,05maka HoditolakdanHaditérimadapatdisimpulkanbahwasuasanatokodanlokasi bérpéngaruhsignifikantérhadapminatbélikonsuméndisawlayanGralyPénfuiKota Kupang. Hasilpénélitianménémukanbahwa:(1)SuasanaTokobérpéngaruhsignifikan térhadapminatbéli.(2)Lokasibérpéngaruhsignifikan térhadapminatbéli.(3) SuasanaToko,Lokasibérpéngaruhsignifikantérhadapminatbéli.Bésarnyapéngaruh SuasanaToko,danLokasitérhadapMinatBéli Darihasipénélitianyangdilakukan,saranpénélitiadalah pérusahaanpérlu mémpérhatikanfactor-faktordalamménciptakansuasanatokokarénasalahsatu usahayangdilakukanpérusahaanuntukmémpértahankanpélanggannyaadalah dénganmémbéripélayanandanfasilitasyangbaik.Pérusahaanpérlulébihmampu mémvariasikandanményésuaikanmusikdéngansuasanatokokarénamusikyang ményénangkanakanmémbuatképutusankonsuménsadardanmémbuatdampak konsuménpadaniatpémbélian.Diharapakanadajugapénélitianlébihlanjut méngénaisuasanatokodanlokasiyangdilakukanséhinggadapatmémbuatinovasi téoribarudibidangusahalainnya. MénurutKotlérdanKélér(2015)méngatakanbahwaminatbélimérupakan sébuahpérilakukonsuméndimanakonsuménmémilikikéinginandalam mémilih, ménggunakan,danméngkomsumsiataubahkanménginginkansuatuprodukyang ditawarkan. Sélainituménurutschiffmandankanuk(2012)bahwapéngaruhékstérnal, késadaranakankébutuhan,péngénalanprodukdanévaluasialtérnatifadalahhal yangdapatménimbulkanminatbélikonsumén.Péngaruhékstérnalinitérdiridari usahapémasarandanfaktorsosialbudaya.Adapunusahapémasaranyang dimaksudadalahbaurankomunikasipémasaran,yaituiklan,promosipénjualan,acara dan péngalaman,hubungan masyarakat dan publistas,pémasaran langsung,pémasaran intéraktif,pémasaran dari mulut kémulut,dan pénjualan pérsonal. Minat béli mérupakan rasa kétértarikan yang dialami oléh konsumén térhadap suatu produk(barang atau jasa)yang dipéngaruhi oléh sikap diluar konsumén dan di dalamnya konsumén itu séndiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Mobil Suzuki Pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL SUZUKI PADA PT. SURYA BATARA MAHKOTA KOTA KUPANG Perusahaan harus dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat, supaya dapat bertahan dan memenangkan persaingan. Untuk dapat bertahan, berkembang dan mendapatkan laba semaksimal mungkin, perusahaan harus mampu mengetahui apa yang dibutuhkan atau yang diharapkan konsumennya, karena banyak faktor yang mempengruhi kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, data diperoleh dengan penyebaran kuesioner kepada 93 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen PT. Surya Batara Mahkota Kupang, sampel yang diambil ditetapkan. Metode sampel yang digunakan adalah accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, siapa saja yang pernah melakukan pembelian di PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis linear berganda, dan untuk menguji hipotesis digunakan uji t (secara parsial), dan uji f (simultan). Data yang dikumpulkan akan diolah dengan analisis linear berganda Y= a +b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e serta melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t (uji Parsial) berdasarkan hasil penelitian dengan analisis regresi linear berganda Y= a +b1 diperoleh X1 = 11.865 nilai t hitung tersebut selanjutnya dibandingkan nilai t tabel untuk kesalahan 5% maka diperoleh t hitung > t tabel sehingga Ha diterima dan Ho ditolak Selanjutnya data diperoleh X2 = 4.938 nilai t hitung > t tabel sehingga Ho ditolak. Selanjutnya data diperoleh X3 = 6.424 dimana nilai t hitung > t tabel sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Selanjutnya data diperoleh X4 = 8.979 dimana nilai t hitung > t tabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: produk, harga, lokasi dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian mobil suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Berdasarkan hasil uji F analisi regresi linear berganda maka dapat diketahui nilai signifikansi untuk variabel produk (X1), harga (X2), lokasi (X3) dan promosi (X4) terhadap keputusan pembelian (Y) adalah 0,0000,05 dan nilai F hitung lebih besar F tabel (99.701> 2,47) sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan (bersama-sama) variabel produk(X1), harga(X2), lokasi(X3) dan promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian(Y). Hasil penelitian pada variabel produk (X1) memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 11,865 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hasil penelitian pada variabel Harga (X2) menunjukan bahwa harga memlilik pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 4.938 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hasil penelitian pada variabel lokasi (X3) menunjukan bahwa lokasi memlilik pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 6.424 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hasil penelitian pada variabel promosi (X4) menunjukan bahwa promosi memlilik pengaruh terhadap keputusan pembelian mobil Suzuki pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 8.979 dengan taraf signifikan 0,000 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat pada PT. Surya Batara Mahkota Kota Kupang. Kata Kunci: Produk, Harga, Lokasi, Promosi Dan Keputusam Pembelian

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DALAM PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA KUANHEUM KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Analisis Pengelolaan Alokasi Dana Desa Dalam Peningkatan Perekonomian Masyrakat Di Desa Kuanheum Kabupaten Kupang Skripsi yang berjudul Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) pada Desa Kuanheum, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, adalah sebuah karya penelitian yang dilakukan untuk menganalisis pengelolaan alokasi dana desa untuk program-program pemerintah Desa Kuanheum. Desa memiliki peran yang sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintah umum desa serta pelayanan kepada masyarakat secara lebih terarah, terfokus dan lancar terutama dalam program kegiatan pemerintah desa yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat desa dengan dasar pertimbangan bahwa akan memberikan suatu kehidupan yang layak dan makmur bagi masyarakat desa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran pengelolaan alokasi dana desa dalam peningkatan perekonomian masyarakat di desa kuanheum. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan dokumentasi, yang dilakukanmelalui pengumpulan data- data dari para informan, yaitu anggota Badan Pengelola Dana Desa. Hasil analisis dilakukan secara deskriptif kaulitatif, untuk menggambarkan aktifitas pengelolaan Alokasi Dana Desa, yang terdiri dari aspek perencanaan, pelaksanaan, penata usahaan, pelaporan dan aspek pertanggungjawaban. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Kuanheum dapat dilakukan dengan baik, yang diketahui dari aspek perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban sudah dilakukan sesuai petunjuk tekhnis yang ditetapkan. Implikasi teroitis dari penelitian ini ialah bahwa alokasi dana desa yang dilakukan secara efektif membawa dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian dapat dinyataka bahwa hasil peneliitan ini sejalan dengan penelitian Sri Hutami(2017). Sedangkan implikasiterapan yang dihasilkan adalah: 1)Bagi penelitian selanjutnya di sarankan agar melibatkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengelolaan alokasi dana desa., 2)Pemerintah desa sebagai pemegang tanggung jawab pengelolaan alokasi dana desa harus berperan meningkatkan kualitas pembangunan desa maupun kualitas sumber daya manusia aparat desa atau tim pengelola dana, 3)Perlu melibatkan peran serta masyarakat dalam penyusunan RPJMdesa maupun RKPdesam serta memberi masukan-masukan bagi pemerintah desa untuk melakukan proses pengelolaan Alokasi Dana Desa secara tepat guna dan tepat sasaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Lokasi dan Harga Produk terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di Dutalia Kupang

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada era globalisasi saat ini dunia usaha di Indonesia mengalami persaingan dan semakin ketat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya usaha-usaha baru yang mulai bermunculan, para pelaku usaha saling berlomba-lomba menjadi yang terbaik untuk dapat menguasai pangsa pasar. Oleh karena itu, pemasar perlu menyadari bahwa keputusan konsumen untuk membeli suatu produk tertentu didasarkan pada harga suatu produk. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga produk terhadap keputusan pembelian di Dutalia Kupang. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, data diperoeh dengan penyebaran kuesioner kepada 96 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen di Dutalia Kupang, sampel yang diambil ditetapkan. Metode sampel yang digunakan adalah accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, siapa saja yang pernah melakukan pembelian di Dutalia Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunkan analisis linear berganda, dan untuk menguji hipotesis digunakan ujit (secara parsial), uji f (simultan) danuji 𝑅² (Koefisien Determinasi). Data yang dikumpulkan akan dioalah dengana nalisis regresi linear berganda Y = a + b1 X1 +b 2X2+ e serta melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji f (simultan). Datayang dikumpulkan akan diolah dengan analisis regresi linear berganda Y= a + b1 diperoleh X1 =-2680 nilai thitung tersebut selanjutnya dibandingkan nilai ttabel untuk kesalahan 5% maka diperoleh thitung > ttabel sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Selanjutnya data diperoleh X2=4,436 nilai thitung > ttabel sehingga Ha di terima dan Ho ditolak berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Dutalia Kupang. Berdasarkan hasil uji F analisis regresi linear berganda maka dapat diketahui signifikan untuk variabel kualitas produk harga (X2), terhadap keputusan pembelian (Y) di Dutalia Kupang adalah 0,000<0,05 dan nilai Fhitung lebih besar Ftabel (14,350>3,09) sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan (Bersama-sama) untuk variabel lokasi (X1), harga (X2), berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian (Y). Hasil penelitian pada variabel lokasi (X1) tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) di Dutalia Kupang Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung sebesar -2,680, sehingga variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat pada Dutalia Kupang,. Hal ini dibuktikan bahwa variabel X1 ditemukan thitung sebesar = -2,680 lebih besar dari ttabel sebesar = 1,986 dan tingkat signifikan 0,009 lebih besar dari 0,005. Hasil penelitian pada variabel harga (X2) menunjukan bahwa harga memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian (Y) di Dutalia Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujianyang memiliki nilai thitung sebesar 4,436, sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat keputusan pembelian di Dutalia Kupang, Hal ini dibuktikan bahwa variabel X2 ditemukan nilai thitung sebesar = 4,436 lebih besar dari ttabel sebesar = 1,986 dan tingkat signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM DAN SILPA TERHADAP BELANJA MODAL PADA KABUPATEN SABU RAIJUA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengalokasian sumber daya ke dalam anggaran belanja modal merupakan sebuah proses yang sarat dengan kepentingan-kepentingan politis. Anggaran ini sebenarnya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan publik akan sarana dan prasarana umum yang disediakan oleh pemerintah daerah. Namun, adanya kepentingan politik dari lembaga legislatif yang terlibat dalam penyusunan proses anggaran menyebabkan alokasi belanja modal terdistorsi dan sering tidak efektif dalam memecahkan masalah di masyarakat (Keefer dan Khemani, 2003). Peningkatan alokasi belanja modal dalam bentuk aset tetap seperti infrastruktur, peralatan dan infrastruktur sangat penting untuk meningkatkan produktivitas perekonomian karena semakin tinggi belanja modal semakin tinggi pula produktivitas perekonomian. Pendapatan Asli Daerah, Merupakan sumber pendapatan daerah yang berasal dari kegiatan ekonomi daerah tersebut. Citra keuangan pemerintah daerah akan tercermin dari besarnya PAD yang di peroleh, dan bagaimana alokasi keuangan pemerintah daerah untuk membiayai kegiatan pemda untuk mensejahtrakan masyarakatnya. Untuk meningkatkan penerimaan PAD, pemerintah daerah perlu memerlukan analisis potensi-potensi yang ada di daerah dan mengembangkan potensi tersebut sebagai pemasukan daerah. Pembangunan ekonomi ini ditandai dengan meningkatnya produktivitas dan meningkatnya pendapatan per kapita penduduk sehingga terjadi perbaikan kesejahteraan. Kenyataan yang terjadi dalam pemerintah daerah saat ini adalah dengan adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi ternyata tidak selalu diikuti dengan peningkatan belanja modal hal ini dapat dilihat dari kecilnya jumlah belanja modal yang dianggarkan dibandingkan dengan total anggaran belanja daerah yaitu 22,64 % seperti dapat dilihat pada lampiran Anggaran Belanja Daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP ALOKASI BELANJA MODAL DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (STUDI PADA KOTA/KABUPATEN SEDARATAN TIMOR)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP ALOKASI BELANJA MODAL DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (STUDI PADA KOTA/KABUPATEN SEDARATAN TIMOR) NAMA : AJIA DO SANTOS METAN NIM : 16191087 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : AKUNTANSI ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul: “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Terhadap Alokasi Belanja Modal dengan Pertumbuhan Ekonomi sebagai Variabel Pemoderasi Studi pada Kota/Kabupaten Sedaratan Timor, Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Pengaruh Pendapatan Asli Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan Alokasi Belanja Modal Pertumbuhan Ekonomi sebagai Variabel Pemoderasi Studi pada Kota/Kabupaten Sedaratan Timor namaun masih ada persoalan penelitian adalah: 1. Bagaimana pengaruh pendapatan asli daerah terhadap alokasi belanja modal? 2. Bagaimana pengaruh pendapatan asli daerah terhadap alokasi belanja modal dengan pertumbuhan ekonomi? Ada tiga konsep pemikiran dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut: 1). Pendapatan Asli Daerah adalah penerimaan yang diperoleh daerah dari sumber- sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam hal ini adalahUndang- Undang No. 33 Tahun 2004. 2). Alokasi Belanja Modal merupakan pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian, pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari dua belas bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah.3). Pertumbuhan ekonomi merupakan proses kenaikan output perkapita olahan jangka panjang, penelaan disini adalah pada proses mengandung unsur perubahan indikator pertumbuhan ekonomi dilihat dalam kurun waktu yang cukup lama. Angka yang digunakan untuk perubahan output adalah nilai moneternya (uang) yang tercermin dalam nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pendapatan dan belanja daerah Kota Kupang,Kabupaten Kupang,TTS,TTU, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka dari tahun 2015-2019 Teknik pengumpulan data yang dihimpun menggunakan Metode Dokumentasi, dengan metode ini data yang dibutukan adalah laporan keuangan pendapatan dan belanja daerah sedaratan Timor dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang,TTS,TTU, Kabupaten Belu, Kabupaten Malakadari tahun 2015-2019.Sebagian data diperoleh dari buku dalam angka yang diunduh melalui situs resmi kabupaten/kota sedaratan Timor. Pada Analisis pendahuluan akan didiskripsikan konsep berdasarkan indikator-indikator empirik masing-masing konsep sebagai berikut: a). Pendapatan Asli Daerah, b).Pendapatan Daerah, c). Proporsi Pendapatan Asli Daerah terhadap Pendapatan Daerah, d). Alokasi Belanja Modal e). Belanja Daerah, f). Proporsi Alokasi Belanja Modal terhadap Belanja Daerah, g). Pendapatan Regional Domestik Bruto, h). Pertumbuhan Ekonomi. Pada tahap analisis lanjutan ini mendeskripsikan Teknik Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah Deskriptif Statistik, uji Determinasi, Uji F- ANOVA. Deskriptif Statistikyang digunakan untuk mendeskripsikan data yang ada dalam penelitian ini yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (X1), Alokasi Belanja Modal (X2), Pertumbuhan Ekonomi (Y). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Statistik Berdasarkan hasil pengujian hipotesa dengan menggunakan Deskriptif Statistik, sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Variabel Rasio Pendapatan Asli Daerah berpengaruh Terhadap alokasi belanja modal. 2. Variabel Rasio pendapatan asli daerah terhadap alokasi belanja modal dengan pertumbuhan ekonomi Dalam penelitian ini, penulis memberikan beberapa masukan sebagai alternative yang dapat dipertimbangkan sebagai berikut: 1. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan menggunakan instrumen kuesioner dan melakukan pengamatan langsung ke pemerintah daerah, serta melakukan wawancara terhadap pihak-pihak terkait. 2. Penelitian selanjutnya agar dapat menambah jumlah sampel penelitian dengan penggunaan data sekunder yang lebih besar serta rentang waktu pengamatan yang lebih lama sehingga dapat memberikan gambaran dan kesimpulan yang lebih komprehensif mengenai Pendapatan Asli Daerah terhadap Alokasi Belanja Modal. Kata Kunci: Pendapatan Asli Daerah, Alokasi Belanja Modal, Pertumbuhan Ekonomi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengelolaan alokasi dana desa terhadap pemberdayaan masyarakat di desa ndao nuse kecamatan ndao nuse kabupaten rote ndao

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA TERHADAP PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA NDAOE NOMOR 06/IV/2016(TAHUN 2018-2020 Saat ini, pengelolaan keuangan Desa menjadi salah satu isu strategis isu yang paling banyak dibicarakan adalah bahwa seluruh Desa di Indonesia yang berjumlah74.954 Desa, diperkirakan akan menerima kucuran dana transfer dari Anggaran Pendapatandan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan Desa. Anggaran yang diberikanpuntidak sedikit, setiap Desa akan memperoleh anggaran sekitar 700 juta hingga 1,4 miliar Rupiah (DJPK,2016). Keberadaan Desa secara yuridis dalam Undang-undang No.6 Tahun 2014 dijelaskan bahwa Desa menjadi bagian wilayah terkecil dari sistem penyelenggaraan pemerintah. Desa merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga setiap pelaksanaan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus melalui Desa yang mengakibatkan peran Desa sangat menentukan keberhasilan dari kebijakan tersebut. Dalam Undang-undang tersebut juga di jelaskan bahwa implementasi otonomi daerah sudah diserahkan kepada Desa, sehingga memiliki wewenang untuk mengurus, mengatur, dan menyelenggarakan rumah tangganya sendiri, termasuk dalam urusan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD). Alokasi Dana Desa (ADD) direvisi dari Dana Alokasi Umum (DAU) dengan beberapa proporsisi tambahan. Sumber Alokasi Dana Desa tersebut berasal dari APBN sebesar 25% atau yang disebut dana perimbangan yang dibagikan kepada daerah yang dinamakan dengan dana alokasi umum, dari dana aloksi umum tersebut kemudian kabupaten memberikan kepada desa sebesar 10% yang kemudian dinamakan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam rangka otonomi daerah yakni memberikan kepercayaan kepada desa untuk mengurus rumah tangganya sesuai dengan kebutuhan desa dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat desatersebut. Desa memiliki peran yang penting, khususnya dalam pelaksanaan tugas didalam pelayanan publik. Pemberdayaan Masyarakat Menurut Sedarmayanti (2013:286) bahwa secara harfiah, kata pemberdayaan dapat diartikan yaitu : “Lebih berdaya dari sebelumnya, baik dalam hal wewenang, tanggung jawab, maupun kemampuan individual yang dimilikinya. Empowerment merupakan perubahan yang terjadi pada falsafah manajemen, yang membantu menciptakan suatu lingkungan dimana setiap individu dapat menggunakan kemampuan dan energinya untuk meraih tujuan organisasi. Sehingga dengan adanya pemberdayaan dapat mendorong terjadinya inisiatif dan respon, sehingga seluruh masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan cepat dan fleksibel. Permendagri RI Nomor 7 Tahun 2007 tentang kader pemberdayaan masyarakat dinyatakan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah suatu strategi yang digunakan dalam pembangunan masyarakat sebagai upaya untuk mewujudkan kemampuan dan kemandirian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (pasal 1 ayat 8). Inti pengertian pemberdayaan masyarakat merupakan strategi untuk mewujudkan kemampuan dan kemandirian masyarakat. Pemberdayaan merupakan proses pembangunan dalam meningkatkan harkat dan martabat serta kesejahteraan manusia. Oleh karena itu profesi mulia sebagai agen perlu memberdayakan masyarakat di era global sekarang ini. edangkan menurut Sedarmayanti (2014:80) dalam konsep pemberdayaan menampakkan dua kecenderungan yaitu : “Pemberdayaan menekankan pada proses memberikan atau mengalihkan sebagian kekuasaan, kekuatan atau kemampuan (power) kepada masyarakat, organisasi atau individu agar menjadi lebih berdaya. Proses ini sering disebut sebagai kecenderungan primer dari makna pemberdayaan (1) Menekankan pada proses menstimulasi, mendorong dan memotivasi individu agar mempunyai kemampuan atau keberdayaan untuk menetukan apa yang menjadi pilihan hidupnya. Proses ini sering disebut sebagai kecenderungan sekunder dari makna pemberdayaan . Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggambarkan pengelolaan ADD. Penelitian ini di lakukan melalui pengamatan langsung di lapangan yakni desa yang telah dipilih oleh penelitian dengan cara purposive sampling, yaitu sampel yang telah di tetapkan oleh peneliti dengan alasan dan tujuan khusus. Hal ini di lakukan untuk mendapatkan informasi maksimal di tahun 2018- 2020 mengenai unsur¬-unsur yang telah diteliti. Pada jaman dahulu Desa Ndaonuse terkenal dengan hasil Kelautannya, mulai dari Ikan, Cumi - cumi, Gurita, dan Hasil laut lainnya. Konon di Desa Ndao Nuse merupakan daerah kepulauan terluar dan terpisah dari Pulau Rote. Desa Ndaonuse dulunya teridri dari 3 pulau dan dua pulau berpenghuni yakni pulau Ndao dan Pulau Nuse dan satunya tidak berpenghuni yakni Pulau Do’o dari ketiga pulai ini lebih cenderung bertanah pasir, sehingga kehidupan masyarakat desapun bisa masih jauh dari kata makmur. Desa inipun kemudian dibagi menjadi lima dusun yang masing-masing diberi nama Dusun Oli Fatula, Dusun Mbali Lendeiki, Dusun Mbiu Lombo, Dusun Anarae, dan Dusun Nuse. Pada masa kepemimpinan bapak Abraham Bunga dimekarkan Pulau Ndao menjadi 4 (empat) Desa yakni Desa Ndaonuse, Desa Mbali Lendeiki, Desa Mbiu Lombo dan Desa Anarae dan Pulau Nuse Menjadi Desa Nuse.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH SUASANA TOKO DAN LOKASI TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI SWALAYAN DE MART ATAMBUA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MINAT BELI KONSUMEN DI SWALAYAN DE MART ATAMBUA Oleh : APRIANA KARTINI SERAN PALA NIM : 17411621 ABSTAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Suasana Toko, dan Lokasi Terhadap Minat Beli Konsumen Di Swalayan De Mart Atambua.Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakam kuesioner sebagai instrumennya.Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen Di Swalayan De Mart Atambua.Sampel yang digunakan adalah konsumen Di Swalayan De Mart Atambua yang berjumlah 100 orang dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Metode angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara member seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Uji validitas instrumen menggunakanuji T (uji persial) , uji F (Pengujian secara simultan) dan koefisien determinasi(R2) . Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan tujuan untuk membuktikan hipotesis mengenai adanya pengaruh suasana toko (X1) lokasi (X2) terhadap minat beli (Y) persamaan regresi berganda secara umum adalah Y= a + β1x1 + β2x2+e. Hasil analisis dengan menggunakan aplikasi SSPS diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut Y=2,179 + 0,849X1 + -0,066 X2+e. Diketahii t hitung lebih besar dari t tabel (2,067>1,984 ),maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa suasana toko (X1)berpengaruh terhadaap minat beli (Y) pada Swalayan De Mart Atambua.Variabel lokasi (X2) terhadap minat beli (Y) adalah :0,080>0,05 dan t tabel = t (0,05:100-3-1 ) =(0,05:96) =1,984.Berarti nilai t hitung lebih kecil dari t tabel (-0,1561,984 ),maka Ho diterima dan Ha ditolak dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lokasi (X2) tidak berpengaru terhadaap minat beli (Y) pada Swalayan De Mart Atambua, nilai F hitung sebesar 102. 352 dan tingkat signifikan 0,000 0,05 makaHoditolak dan Ha diterima dapat disimpulkan bahwa suasana toko dan lokasi berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen di sawlayan De mart Atambua. Hasil penelitian menemukan bahwa :(1) Suasana Toko tidakberpengaruh positif terhadap minat beli. (2) Lokasi tidak berpengaruh positif terhadap minat beli. (3) Suasana Toko, Lokasi tidak berpengaruh positif terhadap minat beli. Besarnya pengaruh Suasana Toko, dan Lokasi terhadap Minat Beli Dari hasi penelitian yang dilakukan, saran penelitiadalah perusahaan perlu memperhatikan factor-faktor dalam menciptakan suasan toko karena salah satu usaha yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan pelanggannya adalah dengan memberi pelayanan dan fasilitas yang baik.Perusahaan perlu lebih mampu memvariasikan dan menyesuaikan musik dengan suasana toko karena musik yang menyenangkan akan membuat keputusan konsumen sadar dan membuat dampak konsumen pada niat pembelian.Diharapakan ada juga penelitian lebih lanjut mengenai suasana toko dan lokasi yang dilakukan sehingga dapat membuat inovasi teori baru dibidang usaha lainnya. Menurut Engeldkk (2005:123) minat membeli merupakan suatu kekuatan pendorong atau sebagai motif yang bersifat intrinsik yang mampu mendorong seseorang untuk menaruh perhatian secara spontan, wajar, mudah, tanpa paksaan, danselektifpada suatuprodukuntukkemudianmengambilkeputusanuntukmembeliatautidak. Selain itu menurut schiffman dan kanuk(2004)bahwa pengaruh eksternal,kesadaran akan kebutuhan,pengenalan produk dan evaluasi alternatif adalah hal yang dapat menimbulkan minat beli konsumen.Pengaruh eksternal ini terdiri dari usaha pemasaran dan faktor sosial budaya.Adapun usaha pemasaran yang dimaksud adalah bauran komunikasi pemasaran,yaitu iklan,promosi penjualan,acara dan pengalaman,hubungan masyarakat dan publistas,pemasaran langsung,pemasaran interaktif, pemasaran dari mulut ke mulut,dan penjualan personal. Minat beli merupakan rasa ketertarikan yang di alami oleh konsumen terhadap suatu produk (barang atau jasa) yang dipengaruhi oleh sikap di luar konsumen dan di dalamnya konsumen itu sendiri. Kata Kunci: Suasana Toko, Lokasi. Dan Minat Beli

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN ALOKASI BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DIKABUPATEN SUMBA BARAT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian Ini Berjudul : Pengaruh Kinerja Keuangan Dan Alokasi Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Sumba Barat. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah pengaruh kinerja keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah karena memberikan kebebasan kepada pemerintah daerah untuk membuat rencana keuangannya sendiri dan membuat kebijakan-kebijakan yang dapat berpengaruh pada kemajuan daerahnya. Serta yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana pengaruh langsung Kinerja Keuangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah? 2. Bagaimana pengaruh Kinerja Keuangan Dan Alokasi Belanja Modal?. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan : 1. Bagaimana pengaruh Kinerja Keuangan Dan Alokasi Belanja Moda pada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, 2. Mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan alokasi belanja modal di Kabupaten Sumba Barat. Adapun konsep dalam penelitian yaitu:(a) Kinerja keuangan adalah suatu ukuran kinerja yang menggunakan indikator keuangan. Analisis kinerja keuangan pada dasarnya dilakukan untuk menilai kinerja di masa lalu dengan melakukan berbagai analisis sehingga diperoleh posisi keuangan yang mewakili realitas entitas dan potensi- potensi kinerja yang akan berlanjut. Menurut Ayu,L.A dan Rahayu,S.Junaidin (2019) berpengaruh langsung terhadap alokasi belanja modal.Selain itu, hanya variabel pertumbuhan PAD, efektivitas PAD, efisiensi keuangan dan alokasi belanja modal yang berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.Variabel alokasi belanja modal hanya memediasi secara parsial pengaruh variabel derajat desentralisasi fiskal, efektivitas PAD dan efisiensi keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi.(b) mempengaruhi alokasi belanja modal. Alokasi belanja modal memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Belanja modal daerah tidak memiliki efek memediasi atas hubungan rasio derajat desentralisasi fiskal, efektivitas pendapatan asli daerah (PAD), dan tingkat kontribusi BUMD terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun alokasi belanja modal dapat memediasi hubungan antara ketergantungan fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Pertumbuhan Ekonomi , Alokasi Belanja Modal Di Kabupaten Sumba Barat

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DI DESA TOINEKE KECAMATAN KUALIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DI DESA TOINEKE KECAMATAN KUALIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN JULINDA N.BOYMAU 17411901 Universitas Kristen Artha Wacana Kupang 2021 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Desa Toineke Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode penelitian kualitatif dengan mengurai data secara deskriptif. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan cara wawancara, serta dukumentasi dengan arsip dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan: pertama, proses pengelolaan alokasi dana desa meliputi: Perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban. Pengelolaan alokasi dana desa oleh pemerintah desa Toineke telah mengikuti aturan teknis yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Namun dalam prosesnya belum optimal. Hal ini terlihat dari proses pelaporan dan pertanggungjawaban yang mengalami keterlambatan. Untuk proses peloporan realisasi penggunaan alokasi dana desa belum sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan sehingga menyebabkan keterlambatan pencairan dana untuk tahapan berikutnya. Begitupula dengan pertanggungjawaban penggunaan alokasi dana desa sehingga masyarakat tidak dapat mengevaluasi hasil kerja pemerintah desa dan pertanggungjawaban kepada pemerintah daerah yang tidak di laksanakan tepat waktu. Kata Kunci: Pengelolaan Alokasi Dana Desa

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DALAM PEMBANGUNAN DESA KOLOBOLON KECAMATAN LOBALAIN KABUPATEN ROTE NDAO

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul “ANALISIS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DALAM PEMBANGUNAN DESA KOLOBOLON KECAMATAN LOBALAIN KABUPATEN ROTE NDAO” tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan alokasi dana desa di desa kolobolon. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dari analisis pengelolaan alokasi dana desa dalam pembangunan desa kolobolon kecamatan lobalain kabupaten rote ndao menunjukan bahwa mulai dari tahap perencanaan,pelaksanaan,pengawasan,dan pertanggungjawaban sudah sesuai dengan tahapan atas prosedur yang di sepakati bersama sehingga semua dana ADD yang ada terealisasi dengan baik. Kata Kunci : Pengelolaan, Alokasi Dana Desa, Pembangunan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail