Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

29 hasil
Subjek: Efisiensi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFISIENSI, EFEKTIVITAS, PERTUMBUHAN DAN KETERGANTUNGAN DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan Keuangan Daerah adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan keuangan daerah. Pengelolaan keuangan daerah yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 20013 pasal 3 meliputi kekuasaan pengelolaan keuangan daerah, azas umum dan struktur APBD, penyusunan rancangan APBD, penetapan APBD, penyusunan dan penetapan APBD bagi daerah yang belum memiliki DPRD, pelaksanaan APBD, perubahan APBD, pengelolaan kas, penatausahaan keuangan daerah, akuntansi keuangan daerah, pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, pembinaan dan pengawasan pengelolaan keuangan daerah, kerugian daerah, dan pengelolaan keuangan BLUD.. Salah satu aspek Pemerintah Daerah yang harus diatur secara hati-hati adalah pengelolaan Keuangan Daerah dan Anggaran Daerah. Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah suatu rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan berdasarkan peraturan daerah. Dari latar belakang diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kinerja Keuangan Daerah Kota Kupang tahun 2018-2022 dilihat dari : (1) Rasio Efektivitas, (2) Rasio Efesiensi, (3) Rasio Ketergantunga, (4) Rasio Pertumbuhan, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Kupang. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan rumus : Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Ketergantungan, Rasio Pertumbuhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Kupang dilihat dari (1) Rasio Efektivitas dapat dikategorikan Sangat Efektif, karena rata-rata efektivitasnya sebesar 106,05%. (2) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah tergolong Tidak Efisien karena rata-rata besarnya rasio sebesar 100,16%. (3) Rasio Ketergantungan dapat dikatakan bahwa Pemerintah Kota Kupang masih mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat yaitu rata-rata sebesar 74,02%, (4) Rasio Pertumbuhan Kota Kupang masih terpusat pada dana perimbangan, belum dapat mengoptimalkan PAD. Berdasarkan hasil penelitian, maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan menjadi saran peneliti adalah sebagai berikut : 1. Dengan diketahuinya Rasio Efektifitas pada Kota Kupang yang sangat efektif. Hal ini perlu diperhatikan bagi Pemerintah Daerah harus terus mengoptimalkan penerimaan dari potensi pendapatan yang telah ada. 2. Dengan diketahuinya Rasio Efesiensi pada Kota Kupang sudah efisien Hal ini perlu ditingkatkan lagi oleh Pemerintah Daerah Kota Kupang. 3. Dengan diketahuinya Rasio Ketergantungan pada Kota Kupang bahwa sebagian besar dana yang dimiliki pemerintah daerah masih banyak mendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat. 4. Dengan diketahuinya Rasio Pertumbuhan pada Kabupaten Kupang belum begitu baik karena selama kurun waktu 5 tahun belum stabil karena mengalami turun naik dari tahun ke tahun. Hal ini perlu diperhatikan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang harus dapat mengefisiensikan biaya yang dikeluarkan untuk belanja rutin dan lebih mengefektifikan untuk sector pembangunan yang dapat mendukung peningkatan PAD.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH DI KABUPATEN ALOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang dari penelitian ini adalah untuk menyediakan layanan dan kemampuan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa yang akan datang. Tujuan yang ingin dicapai biasanya ditentukan dalam bentuk kualitatif, misalnya peningkatan keamanan dan kenyamanan, mutu pendidikan, mutu kesehatan dan lain- lain. Penelitian ini menggunakan metode deskritif kuantitatif dengan data dokumentasi berupa Laporan Realisasi Keuangan Daerah. Hasil penelitian dari rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas pendapatan asli daerah, dan rasio efesieensi pendapatan asli daerah sebagai berikut: Rasio Kemandirian Keuangan Daerah yaitu dengan membandingkan jumlah penerimaan pendapatan asli daerah dibagi dengan jumlah total pendapatan, menunjukan bahawa rata-rata Rasio Kemandirian Keuangan Daerah tahun 2012-20121 berdasarkan tabel 4.7 adalah sebesar 15,77% dengan klasifikasi kriteria rendah karena masih berada pada skala interval kurang dari 25%. Rasio Efektivitas yaitu, membandingkan realisasi pendapatan asli daerah dibagi anggaran pendapatan daerah, menunjukan bahwa rata-rata Rasio Efektivitas Pendapatn Daerah tahun 2012-20121 berdasarkan tabel 4.8 adalah 22,471%, dengan klasifikasi kriteria tidak efektif karena berada dibawah 100%. Rasio efesiensi Badan Keuangan dan Aset Daerah di Kabupaten Alor pada tahun 2012-2021, hasil perhitungan menggunakan analisis efisiensi pendapatan asli daerah yaitu membandingkan Realisasi Belanja Daerah dibagi Realisasi Pendapatan Daerah menunjuikan bahwa rata-rata Rasio Efisiensi Pendapatan Asli Daerah tahun 2012-2021 pada tabel 4.9 sebesar 42,64% dengan klasifikasi kriteria efisien karena nilainya dibawah dari 100%. kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah kemandirian keuangan daerah memperoleh klasifiksi kriteria rendah karena berada pada interfal dibawah dari 25% dan cenderung mengalami perubahan dari tahun ke tahun, Rasio Efektivitas PAD menunjukan efektifitas PAD memperoleh klasifikasi kriteria tidak efektif karena berada pada interfal dibawah dari 100% dan cenderung mengalami perubahan dari tahun ke tahun, dan Rasio Efisiensi PAD menunjukan efisiensi PAD memperoleh klasifikasi kriteria efisien karena berada pada interfal dibawah 100% dan cenderung mengalami perubahan dari tahun ke tahun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PEMUNGUTAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH WILAYAH KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Efektivitas pajak PKB merupakan perbandingan antara penerimaan pajak PKB dengan target penerimaan untuk mengetahui Efektivitas dari pelaksanaan penerimaan pajak PKB, dengan membandingkan target yang ditetapkan dengan realisasinya. Penerimaan pajak PKB dapat membantu dalam peningkatan pendapatan suatu daerah, seberapa besar peningkatannya pajak PKB untuk memenuhi pendapatan asli daerah, melalui penerimaan pajak PKB yang tujuannya juga untuk mengukur potensi penerimaan pajak PKB yang sudah menunjukkan tingkat yang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan suatu daerah dalam menigkatkan pendapatan asli daerah, dan digunakan untuk mengukur Efisiensi dalam penerimaan pajak PKB, dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Dokumentasi yaitu mengambil populasi dan sampel dengan melakukan Dokumentasi sebagai pengumpulan data. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah Efektivitas pajak PKB, pendapatan asli daerah dan Efisensi pajak PKB terhadap pendapatan asli daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator Efektivitas Pemungutan pajak PKB di UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kota Kupang pada tahun 2019-2021 tergolong sangat Efektif dimana pemungutan pajak PKB rata-rata mencapai 80% - 90% atau rata-rata realisasi mencapai Rp. 977. 857.160.946 dari target yang ditetapkan. Rata-rata target pendapatan asli daerah tahun 2019 sampai tahun 2021 menjadi sebesar Rp 135.740.069.707 dan realisasi penerimaan pendapatan asli daerah di UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Kota Kupang Menjadi sebesar Rp 145.387.269.396 dan rata - rata efektivitas tahun 2019 sampai dengan 2021 mencapai Rp 80% - 90% terbilang sangat efektif. Realisasi pendapatan asli daerah pada tahun 2019 sangat efektif dikarenakan penerimaan retribusi daerah dan lain-lain pendapatan asli daerah sudah mencapai target yang direncanakan, hal ini dapat dilihat dari presentase efektifitas 99,68%. Efisiensi pajak PKB terhadap pendapatan asli daerah dari tahun 2019 sampai dengan 2021 rata-rata mencapai 9,12% Efisiensi pajak PKB terhadap pendapatan asli daerah dikatakan sangat rendah karena kurang dari <10%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PEMERINTAH KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan daerah Kabupaten Kupang dilihat dari rasio derajat desentralisasi fiskal, rasio kemandirian, rasio efektivitas PAD, rasio efisiensi keuangan daerah, dan rasio keserasian. Penelitian ini dilaksanakan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang. Pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan rumus : rasio derajat desentralisasi fiskal, rasio kemandirian, rasio efektivitas PAD, rasio efisiensi keuangan daerah, dan rasio keserasian. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang dilihat dari (1) Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal dapat dikategorikan sangat kurang, karena rata-ratanya sebesar 6,37% (2) Rasio Kemandirian Daerah pola hubungannya masih tergolong dalam pola hubungan instruktif karena rata-rata besarnya rasio ini sebesar 8,27% (3) Rasio Efektivitas PAD efektivitas kinerja keuangan Kabupaten Kupang kurang efektif karena rata-rata efektivitasnya 78,46% (4) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah dapat dikatakan kurang efisiensi karena rata-rata efisiensi keuangan daerah Kabupaten Kupang sebesar 98,51% (5) Rasio Keserasian diketahui bahwa rata-rata belanja operasi daerah masih lebih tinggi yaitu 54,68% dibandingkan rata-rata belanja modal sebesar 44,92% sehingga masih dapat dikatakan bahwa Pemerintah Daerah kurang memperhatikan pembangunan daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penerapan Eko-Efisiensi Aktivitas Operasi Dan Pengungkapan Akuntansi Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan ( Studi Kasus Rsud Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang )

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu : mengetahui meningkatkan eko-efisiensi aktivitas operasi yang timbul oleh aktivitas manusia. Aktivitas yang timbul dari manusia adalah pencemaran lingkungan yang akan muncul biaya-biaya lingkungan. Kinerja keuangan merupakan hasil atas pencapaian manajemen perusahaan yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit untuk mengetahui dan mengevaluasi sampai di mana tingkat keberhasilan rumah sakit berdasarkan aktivitas keuangan yang telah dilaksanakan. Dalam suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Kinerja keuangan perusahaan selama beroperasi dapat terlihat melalui laporan keuangan yang berisi informasi mengenai data-data keuangan. Dengan menganalisa laporan keuangan akan membantu pihak-pihak yang berkepentingan dalam memilih dan mengevaluasi informasi. Analisa kinerja keuangan adalah analisis laporan keuangan yang banyak digunakan karena penggunaannya yang relatif mudah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan eco-efisien, aktivitas operasi dalam pengungkapan akuntansi lingkungan terhadap kinerja keuangan pada rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel penelitian. Regresi linier berganda digunakan sebagai alat analisis pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan eco-efisien tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, aktivitas operasi berpengaruh terhadap kinerja keuangan, akuntansi lingkungan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Data yang digunakan yaitu data primer dengan kurun waktu (time series) penelitian dua minggu. Dengan hasil demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan eco-efisien belum mampu berjalan secara efektif dalam mendukung hasil kinerja keuangan; efisiensi dan efektifitas pengelolaan arus kas operasi menjadikan surplus arus kas operasi, sehingga mendorong kinerja keuangan akan semakin baik; serta hasil kinerja lingkungan tidak cukup untuk memberikan peningkatan profitabilitas perusahaan. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa ekoefisiensi dan akuntansi lingkungan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan di Rumah Sakit Kota Kupang, pengungkapan akuntansi lingkungan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan di Rumah Sakit Kota Kupang dan struktur organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan di Rumah Sakit Kota Kupang. Oleh karena itu secara umum laporan keuangan hanya menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasikan non-keuangan. Walaupun demikian, dalam beberapa hal, rumah sakit perluh menyediakan informasi non-keuangan yang mempunyai pengaruh keuangan di masa depan. Implikasi penelitian ini di Rsud Prof.Dr.W.Z. Johannes Kota Kupang Temuan analisis menunjukkan bahwa menggunakan praktik eko-efisiensi tidak berdampak pada kesuksesan rumah sakit. nilai signifikansi 0,068 (di atas 0,05) berfungsi sebagai pembuktian. analisis statistik diketahui bahwa Pengungkapan akuntansi lingkungan berdampak kecil pada kinerja keuangan, menurut temuan analisis nilai signifikansi 0,442>0,05 berfungsi sebagai pembuktian. Kata Kunci : Eko-efisiensi Aktivitas Operasi, Pengungkapan Akuntansi Lingkungan, Kinerja Keuangan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA KEUANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA (APBDes) DENGAN MENGGUNAKAN RASIO KEUANGAN DAERAH PADA DESA CENDANA BARAT KECAMATAN MAMBORO KABUPATEN SUMBA TENGAH

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KINERJA KEUANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA (APBDes) DENGAN MENGGUNAKAN RASIO KEUANGAN DAERAH PADA DESA CENDANA BARAT KECAMATAN MAMBORO KABUPATEN SUMBA TENGAH OLEH Iskawati Kaka Ina 19410265 ABSTRAK Desa merupakan suatu wilayah yang memiliki batas-batas tertentu dan juga memiliki pemerintahan sendiri sehingga mampu secara mandiri untuk mengatur dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat. Desa sebagai pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sebagai fokus utama dalam pembangunan pemerintah, hal ini dikarenakan sebagian besar wilayah Indonesia ada di pedesaan. Pemerintah Desa diyakini mampu melihat prioritas kebutuhan masyarakat dibandingkan Pemerintah Kabupaten.dan pemberdayaan di desa yang di dalam pelaksanaannya pemerintah daerah bekerja sama dengan masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan perdesaan haruslah sesuai dengan masalah yang dihadapi, potensi yang dimiliki, aspirasi masyarakat, dan prioritas pembangunan perdesaan yang telah ditetapkan. Kemampuan pemerintah desa dalam mengelola keuangan dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) yang menggambarkan kemampuan pemerintah desa dalam membiayai pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan desa dan pelayanan sosial masyarakat desa. Dengan kata lain, APBDesa merupakan instrumen kebijakan yang utama bagi pemerintah desa. Anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) adalah rencasna keuangan tahunan pemerintah desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah desa dan badan permusyawaratan desa yang ditetapkan oleh perturan desa yang terdiri dari pendapatan dan belanja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Cendana Barat Kematan Mamboro Kabuptaen Sumba Tengah tahun 2019-2022 dengan menggunkan anlisis rasio efektivitas, efisiensi, pertumbuhan. Jenis penelitian yang digunakan untuk adalah deskriptif kuantitatif. Dimana teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Data yang diolah dalm penelitian ini adalah laporan Anggaran dan Realisasi anggaran Pendapatan dan Belanja Desa di desa Cendana Barat. Hasil penelitian menunjukan Kinerja Keuangan dalama Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa di Desa Cendana Barat di lihat dari (1) Kinerja Keuangan Desa Cendana Barat dilihat dari Rasio Efektivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa tergolong Efektif karena rata-rata efektivitasnya diatas 99%, (2) Kinerja Keuangan Desa Cendana Barat jika dilihat dari rasio efisiensi Keuangan Desanya tidak Efisien karena rata-rata efisiensinya diatas 100%, (3) Kinerja Keuangan Desa Cendana Barat jika dilihat dari rasio pertumbuhan mengalami penurunan. Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Komponen-komponen APBDes, Rasio efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Pertumbuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DAN TINGKAT KEMANDIRIAN DAERAH DI ERA OTONOMI DAERAH (STUDI KASUS KABUPATEN ALOR)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dengan menggunakan objek penelitian kantor BPKAD pada kabupaten Alor. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan daerah kabupaten Alor. Alat analisis yang digunakan untuk mengukur kinerja pengelolaan keuangan daerah dan tingkat kemandirian kabupaten Alor adalah dengan menggunakan rasio efektifitas, rasio efesiensi, rasio keserasian, rasio pertumbuhan, dan rasio kemandirian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Otonomi daerah adalah pemberian kewenangan dalam pembuatan keputusan daerah secara lebih leluasa. Untuk menjalankan otonomi daerah dan mengelola sumber-sumber keuangan daerah dilihat melalui kinerja keuangan pemerintah daerah. Kinerja Keuangan daerah adalah keluaran atau hasil dari kegiatan yang akan atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran daerah dengan kuantitas dan kualitas yang terukur, kemampuan daerah daerah dapat diukur dengan menilai efesiensi atas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Hasil Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten Alor jika dilihat dari Rasio Efektivitas PAD tergolong kurang efektif, karena rata-rata efektivitasnya di bawah 100%. 2. Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten Alor jika dilihat dari Rasio Efisiensi Keuangan Daerah sudah Efisien. 3. Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten Alor jika dilihat dari Rasio Keserasian masih banyak mengalokasikan Belanja Operasi dari pada Belanja Modalnya. 4. Kinerja Keuangan Daerah jika dilihat dari rasio Pertumbuhan Dengan diketahuinya Rasio Pertumbuhan pada Kabupaten Alor belum begitu baik karena selama kurun waktu 3 tahun belum stabil karena mengalami turun naik dari tahun ke tahun. Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten Alor jika dilihat dari Rasio Kemandirian Keuangan Daerah masih tergolong Rendah Sekali dan dalam kategori pola hubungan Instruktif

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENGEVALUASI TINGKAT KESEHATAN DAN PERKEMBANGAN USAHA “ PADA KSP PINTU AIR DI DESA LADO GAHAR KECAMATAN NITA KABUPATEN SIKKA’’

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian analisis rasio keuangan untuk mengevaluasi tingkat kesehatan dan perkembangan usaha “Pada KSP Pintu Air Di Desa Lado Gahar Kecamatan Nita Kabupaten Sikka” dalam penelitian adalah laporan keuanagan sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laporan neraca pada ksp pintu air di desa lado gahar kecamatan nita kabupaten sikka tahun 2018-2021 berdasarkan analisis rasio keuanagan yang terdiri dari (1) Permodalan (2) kualitas aktiva produktif (3) Manajemen (4) Efisiensi (5) Likuditas (6) Krmandirian dan Pertumbuhan (7) Jati diri Koperasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan dan teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan rumus: Current ratio, Debt to Asset ratio, Debt to Equity ratio, Rentabilitas Modal Sendiri, Net profit Margin dan Return on Asset. Permodalan adalah perbandingan antara modal sendiri terhadap total asset. Terdiri atas 1) Simpanan Pokok (2) Simpana wajib (3) Dana Cadangan (4) Hiba. Aktiva produktif sering juga disebut earning asset atau aktiva yang menghasilkan, karena penempatan dana tersebut untuk mencapai tingkat penghasilan yang diharapkan. Aktiva produktif adalah kekayaan koperasi yang mendatangkan penghasilan bagi koperasi yang bersangkutan. Aktiva produktif yang diklasifikasikan adalah jumlah aktiva produktif yang kolekbilitasnya tidak lancer . 1. Manajemen Menyusun rencana kerja jangka pendek dan panjang termasuk menentukan sasaran usaha yang ingin dicapai pada masa yang akan datang. 2. Menyusun struktur organisasi yang efektif dan efisien. 3. Mengawasi pelaksanaan kegiatan bisnis Efisiensi Rasio ini menggambarkan sampai seberapa besar KSP koperasi mampu memberikan pelayanan yang efisien kepada anggotanya dari penggunaan asset yang dimilikinya. Kemandirian dan Pertumbuhan Aspek ini didasarkan pada rentabilitas aset, rentabilitas ekuitas dan kemandirian operasional. Jati Diri Koperasi adalah penilaian untuk mengukur keberhasilan koperasi dalam mencapai tujuannya yaitu mempromosikan ekonomi anggota. Dalam hal penilaian tingkat kesehatan Koperasi Simpan Pinjam yang digunakan untuk menghitung rentabilitas adalah: 1. Rasio partisipasi bruto Rasio partisipasi bruto adalah tingkat kemampuan koperasi dalam melayani anggota, semakin tinggi/besar persentasenya semakin baik. 2. Rasio promosi ekonomi anggota Rasio ini mengukur kemampuan koperasi memberikan manfaat efisiensi partisipasi dan manfaat efisiensi biaya koperasi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN PENDEKATAN VALUE FOR MONEY PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) NAIBONAT KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN PENDEKATAN VALUE FOR MONEY PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) NAIBONAT KABUPATEN KUPANG AMOS STEFANUS ENA BLEGUR ABSTRAK Kinerja keuangan merupakan salah satu isu yang sangat penting untuk dikaji dalam organisasi sektor publik. Sejak diterapkannya penganggaran berbasis kinerja, semua organisasi sektor publik dalam pemerintah dituntut untuk mampu menghasilkan kinerja keuangan secara baik. Dengan pengukuran kinerja keuangan, dapat dilihat prospek pertumbuhan dan perkembangan keuangan organisasi. Perusahaan dikatakan berhasil apabila perusahaan telah mencapai suatu kinerja tertentu yang telah ditetapkan (Hery, 2015). Analisis kinerja keuangan pada dasarnya dilakukan untuk menilai kinerja dimasa lalu dengan melakukan berbagai analisis sehingga memperoleh posisi keuangan yang mewakili realitas, entitas dan potensi-potensi kinerja yang akan berlanjut. Salah satu organisasi sektor pulik atau instansi yang memerlukan adanya penggukuran kinerja keuangan adalah rumah sakit. Rumah sakit pemerintah merupakan salah satu organisasi sektor publik yang bergerak dibidang pelayanan kesehatan. Rumah Sakit Umum Naibonat merupakan salah satu rumah sakit pemerintah Kabupaten Kupang yang akan dilihat kinerja keuangannya. Sampel didalam penelitian ini adalah laporan keuangan khususnya Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat Kabupaten Kupang tahun 2017 sampai 2021. Jenis data yang digunakan dalam penelitian data sekunder, Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumen. Teknik analisis data yang digunakan konsep pengukuran Value For Money. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Hasil perhitungan tingkkat ekonomis pada tahun 2017 tidak ekonomis karna rasionya >100%. Sedangkan tahun 2018-2021 berada pada kategori ekonomis karna rasionya 100%. 2. tingkat efisiensi RSUD Naibonat Kabupaten Kupang periode tahun 2017-2021 jika dilihat dari segi rasio efisiensi berada pada kategori efisien karena rasionya 100%. 3. tingkat efektivitas pada RSUD Naibonat Kabupaten Kupang berada pada kriteria efektif karena rasionya >100%. Kata kunci : kinerja keuangan, Value For Money, ekonomi, efisiensi efektivitas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DI KABUPATEN SUMBA TENGAH

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kinerja Keuangan BKD Kabupaten Sumba Tengah tahun 2016-2019 dilihat dari : (1) Rasio kemandirian Keuangan Daerah, (2) Rasio Efektivitas PAD, (3) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah, (4) Rasio Keserasian, dan (5) Rasio Pertumbuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Badan Keangan Daerah (BKD) Kabupaten Sumba Tengah. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan rumus: Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas PAD, Rasio Efisiensi Keuangan Daerah, Rasio Keserasian, dan Rasio Pertumbuhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kinerja Keuangan BKD Kabupaten Sumba Tengah dilihat dari (1) Rasio Kemandirian Keuangan Daerah pola hubungannya masih tergolong dalam pola hubungan instruktif karena rata-rata besarnya rasio ini sebesar 5,30% (2) Rasio Efektivitas PAD efektivitas kinerja keuangan Kabupaten Sumba Tengah tidak efektif karena rata-rata efektivitasnya masih di bawah 100% yaitu 89,16%. (3) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah dapat dikatakan cukup efisien karena rata-rata efisiensi keuangan daerah Kabupaten Sumba Tengah sebesar 84,17% (4) Rasio Keserasian diketahui bahwa rata-rata belanja operasi daerah masih sangat tinggi yaitu 69,40% dibandingkan dengan rata-rata belanja modal sebesar 30,80% sehingga dapat dikatakan Pemerintah Daerah masih kurang memperhatikan pembangunan daerah. Rasio pertumbuhan kabupaten Sumba Tengah di katakan cukup baik di lihat dari rata-ratanya sebesar 9,16%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (Studi Kasus Pada Desa Sahraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang Tahun 2017-2021)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Desa sebagai pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sebagai fokus utama dalam pembangunan pemerintah, hal ini dikarenakan sebagian besar wilayah Indonesia ada di pedesaan. Pembagunan desa merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, pembangunan desa merupakan usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia di pedesaan dan masyarakat secara keseluruhan yang dilakukan secara berkelanjutan berlandaskan pada potensi dan kemampuan pedesaan. Menurut BPS Indonesia memiliki jumlah desa sebanyak 74.039 Desa di seluruh Indonesia. Undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang desa mengatur bahwa penyelangaraan urusan pemerintah desa didanai dari anggaran pendapatan dan belanja desa bantuan pemerintah desa. Aturan tersebut diperkuat dengan Surat Keputusan Mentri Dalam Negeri : 140/640SJ tanggal 22 Maret 2005 tentang Pedoman Alokasi Dana Desa dari Pemerintah Kabupaten kepada Pemerintah Desa, serta Peraturan Mentri Nomor 113 Tahun 2014. Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan suatu bentuk upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan di desa yang di dalam pelaksanaannya pemerintah daerah bekerja sama dengan masyarakat. Melalui Alokasi Dana Desa pemerintah mengusahakan partisipasi masyarakat desa dalam memberikan aspirasi dalam membagun maupun memberdayakan potensi yang ada di desa. Menurut Mardiasmo (2017: 134) Efektivitas adalah ukuran berhasil tidaknya pencapaian tujuan suatu organisasi mencapai tujuannya. Apabila suatu organisasi mencapai tujuan maka organisasi tersebut telah berjalan dengan efektif. Indikator efektivitas menggambarkan jangkauan akibat dan dampak (outcome) dari keluaran (Output) program dalam mencapai tujuan program. Semakin besar kontribusi output yang dihasilkan terhadap pencapaian tujuan atau sasaran yang ditentukan, maka semakin efektif proses kerja suatu unit organisasi. Efektivitas merupakan ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuan tersebut. Efektivitas hanya melihat suatu program atau kegiatan telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk melihat Efektivitas Alokasi Dana Desa yaitu dengan jumlah realisasi Alokasi Dana Desa dibagi pendapatan Anggaran Alokasi Dana Desa. Menurut Mardiasmo (2013) Rasio efisiensi merupakan rasio yang menunjukkan rasio besarnya biaya yang dikeluarkan dalam hal perolehan pendapatan dengan realisasi pendapatan yang diterima oleh pemerintah daerah. Semakin kecil rasio efisiensi maka semakin baik kinerja pemerintah daerah. Efisiensi merupakan perbandingan output/input. Untuk mengukur tingkat efisiensi dalam mengelola keuangan Alokasi Dana Desa dengan melihat perbandingan antara realisasi Anggaran Pendapatan Alokasi Dana Desa dengan Jumlah realisasi anggaran belanja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengelolaan Alokasi Dana Desa Sahraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang Tahun 2017-2021 dan bagaimana tingkat efektifitas dan tingkat efisiensi pengelolaan Alokasi Dana Desa. Penelitian ini menggunakan metode analisis Deskriptif Kuantitatif. Teknik Pengumpulan Data menggunakan metode dokumentasi. Teknik Analisis Data yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus: Rasio Efektivitas dan Rasio Efisiensi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Sahraen telah berjalan efektif Dimana pengelolaannya dari tahun ke tahun hampir semuanya terealisasi 100%. Tingkat presentase efektivitas kinerja keuangan Desa Sahraen pada tahun 2017 dikategorikan cukup efektif karena nilai presentasenya sebesar 91,71% dan pada tahun 2018-2021 memiliki kecenderungan dikategorikan efektif dimana tingkat presentase efektivitas sebesar 100% artinya jumlah Anggaran Alokasi Dana Desa dengan Realisasi ADD sama. Pada tingkat efisiensi Keuangan Alokasi Dana Desa pemerintah Desa Sahraen Pada tahun 2017-2020 memiliki kecenderungan dikategorikan efisien dikarenakan tingkat presentasenya dibawah 100%. Sedangkan pada tahun 2021 dikategorikan tidak efisien dikarenakan tingkat presentasenya di atas 100%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN METODE GROSS DAN GROSS UP DALAM PERHITUNGAN PPH21 SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI PERENCANAAN PAJAK PADA PERUSAHAN DAGANG DI KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk memperlihatkan bahwa Metode Gross Up sebagai metode perhitungan tunjangan pajak penghasilan karyawan,yang mampu menghemat pajak penghasilan perusahaan dan juga akan mempengaruhi tingkat profitabilitas perusahaan tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan dalam metode gross up metode alternative dalam menghitung tunjangan pajak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-comparative, dengan teknik pengumpulan data primer yang berupa hasil observasi secara langsung, dokumentasi dan wawancara yang dilakukan di Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode gross up terhadap penerapan gaji tahun 2022 mengakibatkan tunjangan PPh Pasal 21 yang diberikan perusahaan besarnya sama dengan PPh Pasal 21 terutang, selain itu dengan penerapan metode gross up mengakibatkan biaya gaji meningkat sehingga pajak penghasilan Pasal 21 karyawan juga meningkat. Disamping itu akun biaya PPh Pasal 21 yang terkena koreksi fiskal pada L/R fiscal perusahaan akan dihapus dan akan digantikan dengan tunjangan PPh Pasal 21 yang tidak terkena koreksi fiscal sehingga akan menurunkan laba fiscal sebelum pajak perusahaan yang otomatis akan menurunkan beban PPh badan. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa adengan metode gross up perusahaan mampu menurunkan beban PPh perusahaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN RASIO KEUANGAN DAERAH PADA KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kinerja Keuangan daerah adalah keluaran/hasil dari kegiatan/program yang akan atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran daerah dengan kuantitas dan kualitas yang terukur, kemampuan daerah daerah dapat diukur dengan menilai efesiensi atas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Salah satu aspek Pemerintah Daerah yang harus diatur secara hati-hati adalah pengelolaan Keuangan Daerah dan Anggaran Daerah. Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah suatu rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan berdasarkan peraturan daerah. Dari latar belakang diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten Kupang tahun 2017-2021 dilihat dari : (1) Rasio Efektivitas, (2) Rasio Efesiensi, (3) Rasio Keserasian, (4) Rasio Pertumbuhan, (5) Rasio Kemandirian Keuangan Daerah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kupang. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan rumus : Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Keserasian, Rasio Pertumbuhan, dan Rasio Kemandirian Keuangan Daerah. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten Kupang dilihat dari (1) Rasio Efektivitas dapat dikategorikan Kurang Efektif, karena rata-rata efektivitasnya sebesar 71,98%. (2) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah tergolong Efisien karena rata-rata besarnya rasio sebesar 99,72% . (3) Rasio Keserasian dapat dikatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang mengalokasikan sebagian besar anggaran belanjanya untuk belanja operasi daerah yaitu rata-rata sebesar 52,97% dibandingkan dengan rata-rata belanja modal sebesar 16,50%, (4) Rasio Pertumbuhan Kabupaten Kupang masih terpusat pada dana perimbangan, belum dapat mengoptimalkan PAD, (5) Rasio Kemandirian Keuangan Daerah masih tergolong Rendah Sekali dan dalam kategori pola hubungan Instruktif karena rata-rata rasionya sebesar 6,80%. Berdasarkan hasil penelitian, maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan menjadi saran peneliti adalah sebagai berikut : 1. Dengan diketahuinya Rasio Efektifitas pada Kabupaten Kupang yang kurang efektif. Hal ini perlu diperhatikan bagi Pemerintah Daerah harus terus mengoptimalkan penerimaan dari potensi pendapatan yang telah ada. 2. Dengan diketahuinya Rasio Efesiensi pada Kabupaten Kupang sudah efisien Hal ini perlu ditingkatkan lagi oleh Pemerintah Daerah Kabuaten Kupang. 3. Dengan diketahuinya Rasio Keserasian pada Kabupaten Kupang bahwa sebagian besar dana yang dimiliki pemerintah daerah masih diprioritaskan untuk kebutuhan belanja operasi. Hal ini perlu diperhatikan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang harus lebih memperhatikan pelayanan kepada masyarakat yang nantinya dinikmati langsung oleh publik. 4. Dengan diketahuinya Rasio Pertumbuhan pada Kabupaten Kupang belum begitu baik karena selama kurun waktu 5 tahun belum stabil karena mengalami turun naik dari tahun ke tahun. Hal ini perlu diperhatikan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang harus dapat mengefisiensikan biaya yang dikeluarkan untuk belanja rutin dan lebih mengefektifikan untuk sector pembangunan yang dapat mendukung peningkatan PAD. 5. Dengan diketahuinya Rasio Kemandirian Daerah Pada Kabupaten Kupang masih tergolong rendah sekali dan dalam pola hubungan isntruktif. Hal ini perlu diperhatikan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang harus mampu mengoptimalkan penerimaan dari potensi yang telah ada. Kata Kunci: Kinerja Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Keserasian, Rasio Pertumbuhan, dan Rasio Kemandirian Keuangan Daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Efisiensi dan Efektivitas dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Penelitian ini berjudul “Tingkat Efesiensi dan Efektivitas dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang”. Di bawah bimbingan Jusuf Aboladaka, SE.,M.Si sebagai dosen pembimbing I dan Renya Rosari, SE,.M.Si sebagai dosen pembimbing II. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : Bagaimana Tingkat Efesiensi dan Efektivitas dalam Pelaksanaan Anggaran Pedapatan Belanja Daerah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang. Dengan mengacu pada persoalan Penelitian, 1) Bagaimana Tingkat Efesiensi periode 2018-2020 dalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang?, 2) Bagaimana Tingkat Efektivitas periode 2018-2020 dalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang?. Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat efektif dan efesien pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota kupang TA 2018-2020 berdasarkan Laporan Realisasi Anggarannya. Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Pendapatn Daerah TA 2018-2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Dokumen laporan realisasi anggran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang. Sedangkan teknis analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini analisis kinerja keuangan dilakukan untuk menggambarkan dan menjelaskan serta dapat mempertanggungjawabkan kepada publik dengan menggunakan konsep perhitungan Laporan Realisasi Anggaran untuk menghitung kinerja dan evaluasi dari suatu organisasi melalui 2 elemen yaitu : efisiensi dan Efektivitas agar dengan jelas dapat mengetahui pencapaian atas target yang ditetapkan. Konsep efisiensi terkait dengan hubungan antara output berupa barang atau pelayanan yang dihasilkan dengan sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan output tersebut. Konsep efektivitas terkait dengan hubungan antara hasil diharapkan dengan hasil yang sesungguhnya. Berdasarkan hasil penelitian yang disimpulkan bahwa : (1) Sesuai hasil analisis dan pembahasan mengenai rasio Efisiensi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang Tahun 2018-2020 sebesar 6,86% pada tahun 2018, 6,28% pada tahun 2019, dan 5,59% pada tahun 2020. Dikatakan Efisien karena hasil perhitungan nya 100% yang berarti realisasi pengeluaran tidak melebihi anggaran pendapatan. (2) Sesuai hasil analisis dan pembahasan rasio Efektivitas BAdan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang Tahun 2018-2020 dikategorikan tidak efektiv karena hasil perhitungan 100%. Oleh karena itu disarankan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Kupang jika dilihat dari sisi rasio Efisiensi yang sangat baik maka pada tahun-tahun berikutnya tetap terus menekan biaya-biaya operasionalnya sehingga nantinya jumlah biaya tidak melebihi jumlah pedapatan. Dan pada rasio Efektivitas pada tahun 2018-2020 yang tidak memenuhi kriteria Efektiv, Hal ini di sebabkan karena pemerintah daerah belum berhasil dalam merealisasikan PAD dari target yang diperkirakan sebelumnya sehingga potensi PAD yang ada tidak dapat dimaksimalkan oleh pemerintah untuk menunjang pembangunan pada kota kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PADA KOPERASI KREDIT SWASTI SARI KOTA KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS KINERJA KEUANGAN BERDASARKAN TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PADA KSP KOPDIT SWASTI SARI KOTA KUPANG Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan berdasarkan tingkat kesehatan koperasi pada KSP Kopdit Swasti Sari Kota Kupang. Jenis Penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode analisis data yang digunakan berpedoman pada Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 14/Per/M.KUKM/XII/2009 tentang pedoman penilaian kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam terhadap tujuh aspek penilaian yaitu Aspek Permodalan terdiri dari (1) Rasio Modal Sendiri Terhadap Total Asset, (2) Rasio Modal Sendiri Terhadap Pinjaman Yang Diberikan Beresiko, (3) Rasio Kecukupan Modal Sendiri. Aspek Kualitas Aktiva Produktif terdiri dari (1) Rasio Volume Pinjaman Pada Anggota Terhadap Total Pinjaman Yang Diberikan, (2) Rasio Resiko Pinjaman Bermasalah Terhadap Pinjaman Yang Diberikan, (3) Rasio Pinjaman Yang Beresiko Terhadap Pinjaman Yang Diberikan. Aspek Manajemen terdiri dari (1) Manajemen Umum, (2) Manajemen Kelembagaan, (3) Manajemen Permodalan, (4) Manajemen Aktiva, (5) Manajemen Likuiditas. Aspek Efesiensi terdiri dari (1) Rasio Beban Operasi Anggota Terhadap Partisipasi Bruto, (2) Rasio Beban Usaha Terhadap SHU Kotor, (3) Rasio Efisiensi Pelayanan. Aspek Likuiditas terdiri dari (1) Rasio Kas Dan Bank Terhadap Kewajiban Lancar, (2) Rasio Pinjaman Yang Diberikan Terhadap Dana Yang Diterima. Aspek Kemandirian dan Pertumbuhan terdiri dari (1) Rasio Rentabilitas Asset, (2) Rasio Rentabilitas Modal Sendiri, (3) Rasio Kemandirian Operasional Pelayanan serta Aspek Jati Diri Koperasi terdiri dari (1) Rasio Partisipasi Bruto, (2) Rasio Promosi Ekonomi Anggota (PEA). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesehatan KSP Kopdit Swasti Sari Kota Kupang tahun 2019-2022 berada dalam kategori Cukup Sehat dengan skor rata-rata pada tahun 2019 sebesar 74,10%, tahun 2020 sebesar 73,45%, tahun 2021 sebesar 68,20%, dan tahun 2022 sebesar 68,70%, dengan rincian: (1) Aspek Permodalan Tahun 2019-2020 berada pada kategori Sehat dengan skor rata-rata tahun 2029 sebesar 12,60 dan tahun 2020 sebesar 13,20%, sedangkan tahun 2021-2022 berada pada kategori Tidak Sehat dengan skor rata-rata tahun 2021 sebesar 5,10% dan tahun 2022 sebesar 5,70%; (2) Aspek Kualitas Aktiva Produktif Tahun 2019-2022 berada pada kategori Cukup sehat dengan skor rata-rata 19,00%; (3) Aspek Manajemen Tahun 2019-2022 berada pada kategori Cukup Sehat dengan skor rata-rata 14,75%; (4) Aspek Efisiensi Tahun 2019-2022 berada pada kategori Sehat dengan rerata skor 10,00%; (5) Aspek Likuiditas Tahun 2019-2020 berada pada kategori Kurang Sehat dengan skor rata-rata tahun 2019 sebesar 7,50%, tahun 2020 sebesar 6,25%, sedangkan tahun 2021-2022 berada pada kategori Sangat Tidak Sehat dengan skor rata-rata tahun 2021 sebesar 3,85%, dan tahun 2022 sebesar 3,75%; (6) Aspek Kemandirian dan Pertumbuhan Tahun 2019-2022 berada pada kategori Sangat Tidak Sehat dengan skor rata-rata sebesar 1,50%; (7) aspek jati diri koperasi tahun 2019-2022 berada pada kategori Sehat dengan skor rata-rata tahun 2019-2020 sebesar 8,75%, sedangkan tahun 2021-2022 dengan skor rata-rata sebesar 14,00%. Kata kunci: Laporan Keuangan, Tingkat Kesehatan Koperasi Yaitu Aspek Permodalan, Kualitas Aktiva Produktif, Manajemen, Efisiensi, Likuiditas, Kemandirian dan Pertumbuhan Serta Jati Diri Koperasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN KUPANG NAMA : MARIZA HUMAU NIM : 19410159 Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, pada Pemerintah Kabupaten Kupang dengan judul: efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas pengelolaan keuangan daerah dari sisi belanja daerah. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah adalah, dengan penjabaran secara deskriptif yang meliputi; penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Sedangkan untuk mengetahui tingkat efektifitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah, mengunakan rasio efisiensi dan rasio efektifitas. Hasil analisis efisiensi pengelolaan keuangan menunjukkan bahwa perhitungan dari formulasi tingkat efisiensi secara keseluruhan rata-rata adalah sebesar 96,65%, ini menunjukkan bahwa tingkat efisiensi Kabupaten Kupang belum maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah masih boros dalam menggunakan anggarannya. Hasil analisis efektivitas pengelolaan keuangan daerah menunjukkan bahwa perhitungan dari formulasi tingkat efektivitas pengelolaan keuangan Kabupaten Kupang tahun 2017 sampai 2021 berfluktuasi dengan tingkat efektivitas rata-rata sebesar 92,34%. Dengan demikian berarti tingkat efektifitas Pengelolaan Keuangan Kabupaten Kupang adalah sudah efektif, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan yang menunjukkan angka lebih dari 90% . Dengan diketahui efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Kupang. Agar belanja yang dikeluarkan dapat efektif dan efisien, maka hal penting yang harus diketahui oleh manajer publik adalah pemahaman tentang konsep belanja, dengan memahami konsep belanja maka perencanaan dan pengendalian pengeluaran daerah menjadi lebih mudah dilakukan. Agar dalam perencanaan sebisa mungkin merasionalkan belanja sehingga belanja yang dikeluarkan dapat efektif dan efisien. Oleh karena itu formulasi kebijakan umum anggaran belanja daerah diarahkan pada program prioritas, yaitu pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonorni masyarakat yang didukung dengan pembangunan infrastruktur wilayah untuk mendorong pertumbuhan sektor-sektor lainnya di Kabupaten Kupang Kata Kunci : Efisiensi dan Efektifitas; Belanja Daerah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI REALISASI ANGGARAN KHUSUS KELURAHAN BERDAO TAHUN 2018-2019 DI KABUPATEN BELU (Studi Kasus di Kelurahan Berdao Kabupaten Belu)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitianiniberjudul: “EvaluasiRealisasiAnggaranKhususKelurahanBerdaoTahun 2018-2019 di KabupatenBelu”PesoalandalamPenelitianiniadalah: (1) Apakahpenggunaananggaranbelanjatahun 2018-2019 telahefisien, (2) Seberapabesarpertumbuhanrealisasianggaranbelanjadaritahun 2018-2019.Desa/KelurahandalamUndang-UndangNomor 32 Tahun 2004 ditempatkansebagaikesatuanmasyarakathukumyang berhakmengaturdanberwenangmenguruskepentinganmasyarakatsetempatberdasarkanasal-usuldanadat-istiadatsetempat.Pengertian “mengaturdanmengurus” inidapatdiartikanbahwakelurahanmemilikiotoritasuntukmelaksanakanotonomiyang tentunyadiaturdenganperaturanperundang-undangan.Laporanrealisasianggaranmerupakansalahsatukomponendalamlaporankeuanganpemerintahkelurahanyang menyajikaninformasitentangrealisasianggarankhususnyapendapatan, anggaranbelanjadansisalebihperhitungananggarandalamsuatuperiodetertentu. Laporanrealisasianggaranbagianyang sangatpentingdalamsuatuperusahaanatauinstansi, dimanafungsinyauntukmengetahuikeadaankeuangansuatuperusahaanatauinstansi.LaporanrealisasianggaranPendapatandanBelanja Daerah yang telahditetapkanmelaluiPERDA setelahsebelumnyadiperiksaolehBadanPemeriksaKeuangan(BPK) paling lambat 6 bulansetelahtahunanggaranberakhir, laporanrealisasiinimerupakansalahsatualatukuruntukmelihatimplementasidarikebijakanpelaksanaanpengelolaankeuangansuatudaerahdalamupayamewujudkanpelayananpublikyang optimal sertaupayadalammendorongpembangunanekonomidaerah.Secarapraktiknya, PemerintahDaerah dituntutmampumenciptakansistemmanajemenyang mampumendukungoperasionalisasipembangunandaerah.Tujuandaripenelitianiniadalah (1) Untukmegetahuiefisiensipenggunaananggaranbelanja yang digunakanselamaperiodeanggarandaritahun 2018-2019, (2) Untukmengetahuitingkatpertumbuhanrealisasianggaranbelanjaselamaperiodeanggarandaritahun 2018-2019. metode yang di gunakandokumentansidanwawancarasumber data dalampenelitianiniadalahsekunder. Analisis data yang digunakanadalahdeskriptifkualitatif. HasilanalisismenunjukkanBerdasarkanhasilpengukuranefisiensipadatahunanggaran 2018-2019 pemerintahkelurahanBerdaosangatefisiendalampengelolaananggaran.DapatdisimpulkanbahwaanggaranKelurahanBerdaoterealisasidenganbaikkarenarealisasianggarantidakmelebihi target yang dianggarkan. DapatdikatakanbahwapemerintahKelurahanBerdaodapatmengendalikanbelanjakelurahandari target yang telahditetapkansebelumnyadengantidakmengurangitujuandansasarandari program yang telahdirencanakandariawal. (1). Berdasarkanhasilpenelitian, dapatdisimpulkanbahwatingkatpertumbuhanrealisasianggaranbelanjaselamaperiodeanggarandaritahun 2018-2019 di KelurahanBerdaomenunjukkanpertumbuhan yang positif. Hal iniditunjukkandenganpertumbuhan yang terjadiyaitu 7,9%.(2). RealisasianggaranKelurahanBerdaoselamatahun 2018-2019 berlangsungsangatefektifdenganmemberikanLaporanRealisasiAnggaran (LRA) sesuaidenganprosedur yang berlaku. PemerintahKelurahanBerdaomenjalankantanggungjawabdalamhalmengelolaanggaranselalumencapai target. Kata kunci :RealisasiAnggaran, EfisiensiAnggaranBelanja, PertumbuhanRealisasiAnggaranBelanja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Efektifitas dan Efisiensi Pelaksanaan Anggaran Belanja dalam Menilai Kinerja (studi pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Organisasi sektor publik diharuskan mempertimbangkan nilai uang dalam menjalankan kegiatan mereka. Tujuan yang diinginkan oleh masyarakat adalah pertanggungjawaban realisasinya dari nilai uang yang ekonom dalam penyediaan sumber daya lokasi, efisien dalam penggunaan sumber daya yang berarti meminimalkan penggunaan sumber daya dan memaksimalkan hasil, dan efektif dalam mencapai tujuan dan sasaran. Penelitian ini di lakukan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Efektifitas dan efisiensi Pelaksanaan Anggaran Belanja Dalam Menilai kinerja Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang, adapun persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana Efektifitas Pelaksanaan Anggaran Belanja Dalam Menilai kinerja Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang dan bagaimana Efisiensi Pelaksanaan Anggaran Belanja Dalam Menilai kinerja Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas pelaksanaan anggaran belanja dalam menilai kinerja pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang dan untuk menganalisis efisiensi pelaksanaan anggaran belanja dalam menilai kinerja pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Variabel yang digunakan adalah tingkat efektifitas dan tingkat efisiensi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif. Hasil dari penelitaian ini menunjukan tingkat dan kriteria efektifitas anggaran belanja Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang tahun 2016-2019 sangat bervariasi. Tingkat efektifitas tertinggi terjadi pada tahun 2019 dan terendah terjadi pada tahun 2016. Pelaksanaan anggaran belanja pada tahun 2016, 2017, 2018, dan 2019 dikatakan efektif, tetapi pada tahun 2016 dan 2017 tingkat efektifitasnya masih cukup efektif karena realisasi anggaran belanja memiliki perbedaan yang jauh dengan target anggaran belanja. Perbedaan ini terjadi karena ada beberapa kegiatan yang dianggarkan tetapi tidak dilaksanakan, untuk kegiatan lain yang telah dianggarkan sudah cukup efektif. Pelaksanaan anggaran belanja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang tahun 2016-2019 secara keseluruhan sudah diolah secara efisien. Pelaksanaan anggaran belanja tahun 2016-2019 dikategorikan sangat efisien. Kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang di dalam pelaksanaan anggaran belanja sudah cukup baik. Kata kunci : Efektifitas, Efisiensi, Anggaran Belanja, Menilai Kinerja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KOTA KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KOTA KUPANG Tujuan peneletian ini untuk mengetahui tingkat efektivitas dan Tingkat Efisiensi Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan di Badan Keuangn dan Aset Daerah Kota Kupang. Teknik Pengumpulan Data berupa dokumentasi. Masalah yang diambil dalam peelitian ini adalah Laporan Keuangan pada Badan Keuangan dan Aset Daerh Kota Kupang. Adapun konsep dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan pencapaian keberhasilan laporan keuangan yang diartikan sebagai hasil yang telah dicapai atas berbagai aktivitas yang dilakukan oleh karyawan, dan dapat dijelaskan bahwa laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaah tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan yang dimiliki Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang. Data analisis yang digunakan adalah Rasio Efektivitas dan Rasio Efisiensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio efektivitas dan rasio efisiensi selama tiga tahun mengalami tingkat efektivitas dan efisiensi yang baik. Rasio Efektivitas tertinggi yang dicapai 92,00%. Rasio Efisiensi tertinggi yang dicapai 10,11%. Kesimpulannya adalah laporan keuangan pada badan keuangan dan aset daerah kota kupang sudah memenuhi kriteria yang sangat baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efisiensi Pengelolaan Keuangan Desa (Studi Kasus Di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berjudul “ Efisiensi Pengelolaan keuangan Desa ( Studi Kasus Di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu). Skripsi ini ditulis oleh DESI FILOMENA MALI, NIM 17411666 Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen ,Jalur Minat Keuangan Daerah,Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ( UKAW ) Penelitian ini memiliki tujuan yang ingin di capai adalah mengetahui bagaimana tingkat efisiensi pengelolaan keuangan desa di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Karena sering kali yang kita lihat realisasi tidak sesuai dengan target maka pengoptimalan pengelolaan keuangan daerah yang efisien perlu dilakukan. Berdasarkan hal ini tentang pentingnya mengoptimalkan anggaran secara efisien dalam pengelolaan keuangan desa, penulis tertarik untuk menganalisis bagaimana efisiensi pengelolaan keuangan desa di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu APBD Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu periode anggaran 2016 hingga 2018. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode Dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat efisiensi pengelolaan keuangan desa di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu berada pada tingkat manajemen keuangan desa yang kurang efisien. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dan hasil kesimpulan yang diperoleh, maka saran yang dapat disampaikan yaitu Agar belanja Desa Tialai lebih efisien, maka Pemerintah Desa dalam hal ini perlu mengkaji antara sektor yang produktif dengan sektor yang kurang produktif dan membuat perencanaan yang matang, berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan, penganggaran yang sesuai dengan standar harga/biaya yang berlaku.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail