Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Kemampuan kerja
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN KETRAMPILAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. HASJRAT ABADI CABANG KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan dunia bisnis yang sangat pesat dan persaingan yang semakin ketat menjadikan setiap organisasi harus menghadapi tantangan yang menuntut sumber daya manusia yang berkualitas.Kualitas sumber daya manusia ditandai dengan SDM yang kreatif, memiliki kemampuan serta kinerja yang tinggi. Tercapainya kinerja karyawan yang terukur, memadai dan sesuai dengan kebutuhan perusahanmerupakan target dari setiap organisasi. Peningkatan manajemen kinerja bukan hanya berpengaruh pada peningkatan hasil perusahaan saja, namun lebih jauh lagi bagi para karyawan agar dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan dalam bekerja jauh menjadi lebih baik. Banyak cara yang diupayakan setiap organisasi untuk meningkatkan kinerja karyawan. Cara tersebut didalamnya termasuk kemampuan kerja dan ketrampilan kerja yang terus diupayaan dan dikembangkan kepada karyawan. Hal ini bisa terjadi dikarenakan merekalah yang menjadi pelaku utama dalam menjalankan pekerjaan tersebut. Oleh karena itubisa dikatakan bahwa yang berpengaruh dalam kinerja para karyawan dalam organisasi adalah kemampuan kerja dan keterampilan kerja. Menurut Amelia dan Abdul (2017:26) kemampuan (ability) didefinisikan sebagai suatu potensi atau kecakapan individu dalam menguasai keahlian bekerja serta melakukan atau mengerjakan beragam tugas dalam suatu pekerjaan.Dengan demikian, penulis menyimpukan, bahwa kemampuan kerja merupakan sebuah keahlian yang dimiliki seorang individu.Kemampuan setiap individu akan memberikan dampak besar terhadap pekerjaan yang dilakukan, sehingga setiap individu perlu memiliki keahlian yang sesuai di bidang pekerjaannya agar ketrampilan kerja yang dimiliki sesuai dengan bidang yang dikerjakan. Keterampilan adalah kemampuan untuk mengoperasikan pekerjaan secara mudah dan cermat.Keterampilan juga dapat diartikan sebagai kegiatan yang memerlukan praktek atau dapat diartikan sebagai implikasi dari aktivitas.Tujuan keterampilan kerja yaitu untuk dapat memudahkan suatu pekerjaan dalam penyelesaian setiap pekerjaan secara efektif dan efisiensi tanpa adanya kesulitan hingga akan menghasilkan suatu kinerja pegawai yang baik.Karyoto(2016:21). Ketrampilan atau keahlian(skill) adalah merupakan kecakapan yang berhubungan dengan tugas yang dimiliki dan dipergunakan dalam menghadapi tugas-tugas yang bersifat teknis atunon-teknis. Menurut Uno dkk (2014:62) menyampaikan bahwa kinerja adalah perilaku seseorang yang membuahkan hasil kerja tertentu setelah memenuhi sejumlah persyaratan. Persyaratan yang dimaksud adalah sudah memenuhi kebutuhan dari karyawan pada organisasi. Hal ini bisa dinilai bahwa kinerja dari seorang pegawai bisa berdampak baik atau buruk tergantung apakah kebutuhannya sudah terpenuhi dalam hal ini yaitu kepuasan kerja dan komitmennya terhadap organisasi. Kinerja yang dimaksut disini adalah bagaimana para karyawan mampu meningkatkan target pekerjaan, mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, mampu menciptakan inovasi dalam menyelesaikan pekerjaan, mampu menciptakan kreativitas dalam menyelesaikan pekerjaan dan mampu meminimalkan kesalahan pekerjaan sehingga perlu adanya dorongan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Kemampuan Kerja dan Ketrampilan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Hasjrat Abadi Cabang Kupang. Berdasarkan pokok permasalahan di atas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Hasjrat Abadi Cabang Kupang, untuk mengetahui pengaruh keterampilan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Hasjrat Abadi Cabang Kupang. Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini : a. Kemampuan Kerja merupakan kemampuan individu yang dimiliki oleh setiap karyawan, hal ini berarti bahwa setiap karyawan memiliki kemampuan yang berbeda-beda. b. Keterampilan Kerja ialah kemampuan melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan menggunakan anggota badan dan peralatan kerja yang tersedia. Artinya keterampilan lebih banyak menggunakan unsur anggota badan daripada unsur lain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Hasjrat Abadi Cabang Kupang yang berjumlah 32 orang. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebesar 32 orang responden.Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metode survei berupa penyebaran kuesioner kepada responden.Data yang dibutuhkan berupa berupa data primer dan data sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara persial Variabel Kemampuan kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Hasjrat Abadi Cabang Kupang, secara persial Variabel Keterampilan Kerja diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Hasjrat Abadi Cabang Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA PROVINSI NTT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK WELDI JULIANA PALLO 16410261, Analisis Pengaruh Kemampuan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur. Skripsi,Jurusan Manajemen,Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Jusuf Aboladaka,SE,M.Si dan Pembimbing 2 ibu Hermyn B.Hina,S.E.,M.Si. Peneliti menemukan bahwa Pegawai pada Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur berjumlah 92 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu motivasi pegawai bagian operasional,mengetahui tingkat kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan dan pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan mengambil responden adalah pegawai bagian operasional. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada 92 orang dan hanya 52 kuisioner yang kembali dan dapat diolah oleh penulis.ada tiga tekhnik analisis yang digunakan untuk menganalisis data,yaitu analisis tingkat motivasi,analisis tingkat kemampuan kerja pegawai dan analisis regresi linear berganda. Analisis pertama dilakukan untuk mengetahui tingkat motivasi pegawai bagian operasional,analisis kedua dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan kerja pegawai bagian operasional dan analisis ketiga dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai ditinjau dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat motivasi karyawan bagian operasional pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur berdasarkan hasil jawaban responden termasuk dalam kategori tinggi (56%) tingkat kemampuan pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyaraka dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam menyelesaikan pekerjaan berdasarkan hasil jawaban responden termasuk dalam kategori rendah (44%). Hasil dengan analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa terdapat pengaruh motivasi pegawai terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan demikian diketahui bahwa tinggi rendahnya kemampuan menyelesaikan pekerjaan pegawai lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain dari motivasi,mungkin seperti lingkungan kerja, sistim kerja dan lain-lain. Kata kunci : Kemampuan kerja,Motivasi kerja dan Kinerja pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI SAAT PANDEMI COVID-19 PADA KANTOR DINAS KESBANGPOL KOTA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisis Pengaruh Kemampuan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Saat Pendemic Covid-19 Pada Kantor Dinas Kesbangpol Kota Kupang. Skripsi,Jurusan Manajemen,Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pembimbing 1 (satu) Jusuf Aboladaka,SE,M.Si dan Pembimbing 2 ibu Hermyn B.Hina, S.E.,M.Si. Peneliti menemukan bahwa Pegawai pada kantor dinas kesbangpol berjumlah 35 orang. Dari 35 orang pegawai hanya 25 0rang yang tingkat kehadiranya sesuai dengan hari kerja yaitu 23 hari dalam sebulan. Selain itu dari 10 orang tingkat kehadiranya belum maksimal sesuai dengan jumlah hari kerja dikarenakan mengambil cuti. Oleh karena itu peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemimpin belum bisa mempengaruhi pegawai lainnya. Artinya pemimpin belum mampu memberikan perhatian secara individual atau secara intens dengan pegawai lainnya. Dengan demikian akan berpengaruh pada kinerja pegawai yang merupakan tingkat kehadiranya sesuai dengan hari kerja hanya 25 0rang dari 35 pegawai desa mata air,sedangkan 15 pegawai belum maksimal dalam tingkat kehadiranya. Oleh karena itu peneliti menyimpulkan bahwa kurangnya kemampuan dan motivasi kerja pegawai dikarenakan pemimpin belum bisa memberikan ketegasan maupun berhatian kusus terhadap beberapa pegawai yang sering mengambil cuti saat pendemic covid 19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai saat pendemic covid 19 pada kantor dinas kesbangpol kota kupang. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kususnya pegawai di kantor dinas kesbangpol kota kupang yang berjumlah 35 orang Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: 1) terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai dimana didapat Thitung dimana 1,693 dengan signifikansi 0,05 oleh dimana 767 > dari 0,05. 2) terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara motivasi kerja didapat nilai Thitung 0,36 dengan signifikan > 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan suatu perusahaan. Dalam perusahaan sumber daya manusia memegang peranan yang sangat penting oleh karena dipandang sebagai faktor pendorong yaang utama dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan (Murti dan Srimulyan, 2013). Semua tindakan yang diambil dalam setiap kegiatan diprakasai dan ditentukan oleh manusia yang menjadi anggota perusahaan (Reza, 2010). Oleh sebab itu perusahaan membutuhkan adanya sumber daya manusia yang potensial, baik pemimpin maupun karyawan pada pola tugas dan pengawasan yang merupakan penentu tercapainya tujuan perusahaan. Sebab itu sumber daya manusia merupakan tokoh sentral dalam perusahaan. Agar aktivitas manajemen perusahaan berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang berpengetahuan dan berketerampilan tinggi serta usaha untuk mencapai kinerja yang baik. melalui kinerja yang diberikan oleh karyawan dengan hasil baik akan berpengaruh terhadap kesuksesan perusahaan tersebut. Kemampuan kerja merupakan salah satu unsur dalam kematangan berkaitan dengan pengetahuan atau keterampilan yang dapat diperoleh dari Pendidikan, pelatihan, dan suatu pengalaman. Sesungguhnya kemampuan ditunjuk seseorang baru Sebagian dari potensi yang terdapat pada dirinya sendiri. Motivasi kerja adalah suatu dorongan hidup yang harus dimiliki oleh seseorang karyawan dalam mencapai tujuan. Secara teori definisi tentang motivasi biasanya terkandung keinginan, dorongan dan insentif. Selain itu, motivasi juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Motivasi juga menjadi pendorong melaksanakan suatu kegiatan guna mendapatkan hasil yang terbaik. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Seperti halnya badan pusat statistik (BPS) kota Kupang dalam meningkatkan kinerja pegawainya selalu memperhatikan keadaan individu dengan mempertimbangkan keberadaan sumber daya manusia sebagai modal terbesar dalam organisasi tersebut. Salah satunya upaya instansi dalam mempertahankan kinerja pegawainya adalah dengan cara memenugi hak pegawai yang merupakan salah satu faktor penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas kemampuan kerja dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat statistic (BPS) Kota Kupang. dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang yang berjumlah 30 pegawai dan dilakukan penentuan sampel yaitu kebalikan dari populasi dengan menggunakan rumus slovin maka penelitian ini tetap berjumlah 30 pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. peneliti menggunakan Uji analisis regresi linier bergada, Uji t (parsial), Uji F (Simultan), dan Koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda dengan konstanta a sebesar 9,968, sedangkan koefisien regresi b1 = 0.382, b2 = 0.182. dengan demikian persamaan regresi linier berganda dapat memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan Motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 9.968 + 0.382 + 0.182 + e. selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel kemampuan kerja (X1) ditemukan t hitung = 3.605 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.001. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel motivasi kerja (X2) ditemukan t hitung = 1.988 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.057. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu motivasi kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi R2 adalah 0.596 atau 59.6%. hal ini berarti besarnya pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah 59.6%. sedangkan pengaruh sebesar 40.4% disebabkan oleh faktor lain. Kata kunci : Kemampuan kerja, motivasi kerja dan kinerja pegawai

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN KETERLIBATAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Suatu organisasi bisa berhasil apabila sumber daya manusianya dapat dikelola dengan baik, bukan hanya mengekspoitasi tenaganya tetapi juga mengelolah sumber daya manusia tersebut seefektif mungkin sehingga mampu memberikan keuntungan bagi organisasi itu sendiri dan mensejahterakan kehidupan sumber daya manusia tersebut. Dengan demikian keberhasilan semua operasional organisasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dalam hal ini adalah pegawai. Pemberdayaan sumber daya manusia di segala bidang merupakan salah satu upaya yang wajib dilakukan bagi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki kemampuan memanfaatkan, mengembangkan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemampuan manajemen. Meningkatkan mutu sumber daya manusia untuk dapat memenuhi tantangan peningkatan perkembangan yang semakin cepat, efisien dan produktif, perlu dilakukan secara terus menerus sehingga menjadikan sumber daya manusia tetap merupakan sumber daya yang produktif. Tujuan utama manajemen sumber daya manusia di setiap organisasi adalah untuk memfasilitasi kinerja organisasi (Priyono, 2010:8). Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meneliti analisis pengaruh kemampuan kerja dan keterlibatan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Penenaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT. Secra terperinci yang menjadi perosalan penelitian adalah: bagaimana pengaruh kemampuan kerja dan keterlibatan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu satu pintu Provinsi NTT. Penarikan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling (acak sederhana), maka sampel yang digunakan peneliti adalah 41 pegawai yang bekerja pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan kuesioner yang bersumber dari hasil wawancara terstruktur terhadap responden. Instrumen dalam pengumpulan data primer ini adalah kuesioner yang disusun secara sistematis dan dalam bentuk daftar cek dalam bentuk Semantic Differential scale. Semantic Differential scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya: Kuat-Lemah, baik-buruk, tidak setuju-setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval. Pertanyaan-pertanyan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju: sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti akan mengulas data dan membahas hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang diajukan. Dalam penelitian ini, telah dilakukan analisis linear berganda dan diperoleh koefisien regresi (β1) sebesar 0,646. Artinya, jika terjadi kenaikan 1% dalam kemampuan kerja, maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0,646 (atau 64,6%). Koefisien ini bernilai positif, yang menunjukkan adanya pengaruh positif antara variabel kemampuan kerja (X1) dan kinerja pegawai (Y). Dalam penelitian ini juga, telah dilakukan analisis linear berganda dan diperoleh koefisien regresi (β2) sebesar 0,802. Artinya, jika terjadi kenaikan 1% dalam keterlibatan kerja, maka kinerja pegawai akan meningkat sebesar 0,802 (atau 80,2%). Koefisien ini bernilai positif, yang menunjukkan adanya pengaruh positif antara variabel keterlibatan kerja (X2) dan kinerja pegawai (Y). Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa: Secara parsial, kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT. Dalam hal ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT dapat fokus pada pengembangan dan peningkatan kemampuan kerja pegawai untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan. selanjutnya, keterlibatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT. Hal ini menandakan bahwa adanya tingkat keterlibatan kerja yang lebih tinggi berhubungan positif dengan peningkatan kinerja pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA LONTAR KABUPATEN KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam suatu perusahan atau organisasi, faktor kemampuan dan lingkungan kerja merupakan faktor yang penting sebagai penunjang prestasi kerja karyawan. Untuk itu faktor – faktor tersebut harulah di perhatikan dengan baik oleh pimpinan perusahaan agar benar – benar karyawan dapat memberikan distribusi yang besar bagi organisasi. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mendeskripsikan keadaan variabel kemampuan kerja, lingkungan kerja dan prestasi kerja karyawan pada PDAM Kabupaten Kupang. 2) untuk menjelaskan pengaruh variabel kemampuan kerja dan lingkungan kerja secara parsial terhadap prestasi kerja karyawan pada PDAM Kabupaten Kupang. 3) untuk menjelaskan pengaruh variabel kemampuan kerja dan lingkungan kerja tehadap prestasi kerja karyawan secara simultan pada PDAM Kabupaten Kupang. 4) untuk menjelaskan manakah di antara kedua variabel yang mempungai penyaruh dominan terhadap prestasi kerja karyawan pada PDAM Kabupaten Kupang. Dalam penelitian ini di gunakan teknik analisis statistik deskriptif untuk menjawab tujuan pertama, sedangkan untuk menjawab tujuan yang kedua dan seterusnya di gunakan teknik analisis inferensial, yaitu regresi linier berganda dengan uji hipotesis. Sesuai hasil analisis deskriptif, di dapat bahwa kemampuan kerja yang terdiri dari pendidikan dan pengalaman dan lingkungan kerja yang terdiri dari tempat kerja dan perlakuan yang di terima mempunyai pengaruh dan berperan dalam peningkatan prestasi karyawan. Sedangkan dari hasil analisis regresi menunjukan bahwa variabel kemampuan dan lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan terhadap prestasi kerja karyawan pada PDAM Kabupaten Kupang. Sedangkan dari kedua variabel bebas lingkungan kerja lebih mempunyai pengaruh yang dominan terhadap prestasi kerja karyawan. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat di simpulkan bahwa lingkungan di dalam tempat kerja yang kondusif dan perlakuan yang di terima baik dari pimpinan maupun sesama karyawan sebagai prediktor prestasi kerja karyawan, di mana hal ini harus terus di pertahankan oleh pihak manejemen organisasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN TUNJANGAN KESEJAHTERAAN TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA UPTD SARANA PRASARANA OLAHRAGA DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA NUSA TENGGARA TIMUR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dunia kerja merupakan suatu persaingan yang sangat ketat saat ini dimana sekumpulan individu melakukan suatu aktifitas kerja dan harus dibarengi dengan pemikiran yang maju, cerdas serta memiliki kemampuan kerja dan semangat yang tinggi dalam menghadapi suatu pekerjaan. Di sisi lain mengingatkan bahwa persaingan dalam dunia kerja akan semakin meningkat di karenakan perekonomian yang begitu memadai sehingga setiap pegawai harus mampu bersaing dalam memaksimalkan laba yang ada dalam sebuah pekerjaan untuk membantu perkembangan kinerja perusahaan. Dalam era globalisasi sekarang ini akan memasuki persaingan yang begitu ketat di segala bidang pekerjaan yang memungkinkan setiap kantor akan mempertahankan kinerja kedinasannya yang sudah menjadi kesepakatan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh seorang pegawai akan menjadi hal yang sangat penting bagi setiap pegawai, dalam hal ini pegawai harus mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi di lingkungan kerjanya. Kemampuan kerja para pegawai dianggap penting karena setiap pemimpin perlu memahami sifat yang dimiliki oleh pegawai, melalui usaha tersebut dapatlah suasana kerja yang lebih tepat bagi usaha kinerja pegawai. Kemampuan yang dimiliki oleh pegawai akan diberikan dukungan oleh perusahaan. Supaya perusahaan dapat mencapai tujuannya. Dengan demikian terdapat keterkaitan yang erat antara kemampuan dengan usaha pencapaian yang akan dicapai. Menurut Handoko (1984) Tunjangan kesejahteraan adalah merupakan suatu kompensasi tambahaan yang bertujuan untuk mengikat pegawai agar tetap bekerja pada perusahaan tersebut. Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang sudah dicapai seseorang dalam menjalankan tugas-tugas yang sudah dibebankan kepadanya atas dasar kecakapan, pengalam serta dalam menghargai waktu dalam bekerja. Tanggung jawab yang di peroleh itu meripakan suatu nilai yang baik dalam menentukan prestasi kerja yang dihasilkan. Adapun indikator dalam mencapai prestasi kerja yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, hubungan kerja, serta penyesuaian lingkungan kerja dalam dinas. Sehingga kesamaan persepsi terhadap penyesuaian perilaku dan sikap, kemampuan kerja serta tunjangan kesejahteraan sebagai suatu kepuasan sendiri dalam kedinasan. Sehingga tinggi rendahnya prestasi seorang pegawai tidak dapat di perolah begitu saja, tetapi melalui proses yang sangat panjang dalam proses prestasi kerja itu sendiri .Jadi setiap pegawai yang ada dalam kantor tersebut memiliki perbedaan terhadap kemampuan kerja, tunjangan keejahteraan dan prestasi kerja yang dimilikinya. Dalam hal ini kantor UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga NTT adalah suatu lembaga yang bergerak di bidang olahraga dalam memimpin serta memajukan generasi muda yang ada di NTT. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian inipeneliti akan membahas kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel pada penelitian ini diprioritaskan pegawai yang berjumlah 42 orang dan dilakukan penentuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja pegawai, peneliti menggunakan uji analisis Regresi Linier Berganda, uji parsial (Uji T), dan uji stimultan atau uji koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial kemampuan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Sedangkan secara stimultan kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan berpengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama terhadap prestasi kerja pegawai pada UPTD Sarana Prasarana Olahraga Dinas Pemudah dan Olahraga Nusa Tenggara Timur. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijikan yang didapati dari hasil analisis regeresi linier berganda dengan konstantan a sebesar 6,430 sedangkat koefisien b1 = 0,679 dan b2 = 0,445. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan tunjangan kesejahteraan (X2) terhadap prestasi kerja (Y) adalah sebagai berikut : Y = 6.430 + 0,679 + 0,445 + e. Selain itu hasil uji hipotesis pertama adalah pengaruh variabel kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kemampuan kerja (X1) ditentukan t hitung=3,561 lebih besar dari t tabel =2,05183 dan tingkat signifikan=0,001. Oleh karena itu nilai sig>0,05 maka Ho (bl=0) diterima Ha(b1) ditolak yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap varibel prestasi kerja (Y). Berikut ini hasil uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Diketahui bahwa variabel kemampuan kerja (X2) ditemukan t hitung=1,949 lebih besar dari t tabel=2,05183 dan tingkat sig=0,05 maka Ho (b1=0) ditolah Ha (b=0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel prestasi kerja (Y). Untuk hasil uji F didapati F hitung=11,178 lebih besar dari F tabel=3,35 dan tingkat sig=0,000 oleh karena itu nilai sig0,05 maka Ho (bl=0 maka Ho (b1=0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima. Artinya variabel kemampuan kerja (X1) dan variabel tunjangan kesejahteraan (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap prestasi kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) adalah 45,3 atau 45,3%. Hal ini berarti besar pengaruh kemampuan kerja dan tunjangan kesejahteraan terhadap prestasi kerja adalah 45,3% sedangkan pengaruh sebesar 54,7% disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Pengetahuan, Kemampuan dan Pengalaman Kerja terhadap Kinerja pegawai pada Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi NTT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PENGETAHUAN, KEMAMPUAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BPS PROPINSI NTT Sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan atau juga proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup pegawai atau tenaga kerja lainya untuk menunjang aktivitas perusahaan atau organisasi demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh karena itu karyawan – karyawan harus dikelolah dengan baik sehingga dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis pengaruh dari Pengetahuan kerja (X1) Kemampuan Kerja (X2) dan Pengalaman Kerja (X3) terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Pusat Statistik Propinsi NTT. Penelitian ini dilakukan karena peneliti menganggap perlu mengetahui variabel yang diteliti pada Kantor BPS Propinsi NTT sehingga pimpinan instansi dapat menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menjalankan perusahaan sehingga dapa tercapainya visi, misi serta tujuan organisasi. Objek penelitian ini adalah Kantor BPS Propinsi NTT beralamat di Jl. Suprapto No.5, Oebobo, Kec. Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden dengan penelitian sebanyak 30 pegawai. Dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dan penggujian secara simultan dan parsial. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah pengetahuan kerja, kemampuan kerja, pengalaman kerja, dan kinerja pegawai. “Pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal, sadar, insaf, mengerti dan pandai. Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran “. Dengan demikian Pengetahuan adalah merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu (Gazalba dalam Bakhtiar 2013:85). Menurut Robbins (2008: 52), kemampuan kerja adalah kapasitas individu untuk melaksanakan berbagai tugas dalam pekerjaan tertentu. Dimana kemampuan individu pada hakekatnya tersusun dari dua faktor yaitu: kemampuan intelektual dan kemampuan fisik. Kemampuan intelektual adalah kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan mental,misalnya berfikir, menganalisis dan memahami. Kemampuan intelektual yang bagus dimiliki oleh pegawai diharapkan dapat meningkatkan kinerja organisasi. Dengan demikian kemampuan intelektual yang tinggi juga secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kemajuan organisasi. Kemampuan fisik adalah kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina,kecekatan, kekuatan dan keterampilan. Kinerja Karyawan adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh sesorang atau kelompok dalam suatu organisasi baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif,sesuai dengan kewenangan,tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara legal ,tidak melanggar hukum dengan sesuai moral maupun etika ( Rosyida 2010:11).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEMAMPUAN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PT. TELEKOMONIKASI INDONESIA KUPANG (Studi Kasus pada PT. Telekomonikasi Indonesia Kupang)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prestasi kerja yang tinggi akan meningkatkan produktivitas perusahaan, menurunkan tingkat keluar masuk karyawan, serta memantapkan manajemen perusahaan. Selain itu tingkat prestasi kerja yang tinggi dapat memberi-kan keuntungan tersendiri, seperti meningkatkan gaji, memperluas, kesempatan untuk dipromosikan, menurunnya kemungkinan untuk didemosikan, serta membuat karyawan semakin ahli dan berpengalaman dalam bidang pekerjaanya. Sebaliknya, tingkat prestasi kerja pegawai yang rendah menunjukkan bahwa karyawan tersebut sebenarnya tidak kompeten dalam pekerjaannya, akibatnya ia sukar untuk dipromosikan ke jenjang yang tingkatnya lebih tinggi, dan pada akhirnya dapat juga menyebabkan karyawan tersebut mengalami pemutusan hubungan kerja. Untuk itu peningkatan prestasi kerja karyawan PT. Telekomonikasi Indonesia Kupang harus dilakukan melalui perubahan sikap dan perilakunya dalam bekerja. Peningkatan prestasi kerja karyawan tercapai karena didukung oleh adanya kemampuan yang dimiliki oleh setiap karyawan tersebut. Kemampuan kerja merupakan kontribusi yang sangat besar terhadap prestasi kerja. Memang tidak mudah memampukan pegawai karena kemampuan kerja merupakan hal yang bersifat individual. Setiap individu akan memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda dalam dirinya. Hal ini sesuai dengan pengertian kemampuan itu sendiri Kemampuan merupakan suatu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan (Stephen P Robbins 1996:82). Kemampuan individu yang ingin digunakan dan mungkin juga tidak. Kemampuan individu ini terdiri dari kemampuan fisik dan mental. Seorang karyawan yang tidak memiliki kemampuan untuk menganalisis persoalan mungkin sekali tidak akan berusaha bersungguh-sungguh untuk memecahkan persoalan dalam pekerjaanya. Pemberian motivasi menjadi kebutuhan penting bagi pegawai. Motivasi ini melalui serangkaian usaha tertentu yang sesuai dengan kebijakan perusahaan. Dalam memberikan motivasi antar pegawai tidak sama. Hal ini karena pegawai memiliki cara pandang yang berbeda dalam menerima adanya motivasi. Kegiatan tersebut harus diarahkan pada pencapaian tujuan perusahaan sehingga prestasi pegawai bisa terarah dengan baik. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruhmotivasi kerja dan kemampuan kerja terhadap prestasi kerja pada PT. Tekom Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 36 orang dari jumlah populasi sebanyak 72 orang karyawan yang bekerja di PT. Tekom Kupang. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara simultan dan parsialmotivasi dan kemampuan kerja berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan di PT. Tekom Kupang. Pada Uji Tmenunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruh motivasi kerja (X1) terhadap prestasi kerja (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel motivasi kerja (X1) ditemukan t hitung = 5.415 lebih besar t tabel = 1.904 dan tingkat Sig. = 0,00 lebih kecil dari 0,05. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruhiKemampuan kerja (X2) terhadap prestasi kerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel kemampuan kerja (X2) ditemukan t hitung = 2.279 lebih besar t tabel = 1,904 dan tingkat Sig. = 0,029 lebih kecil dari 0,05.Dan terakhir berdasarkan pada hasil uji koefisien determinasi (R2) diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0. 644 atau 64,4%. Hal ini berarti besarnya pengaruh motivasi kerja dan kemampuan kerja terhadap prestasi kerja adalah 64,4%. Sedangkan pengaruh sebesar 35,6% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN PENGELOLA PERBATASAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang dari penelitian ini adalah investasi yang paling penting yang dapat dilakukan oleh organisasi yang tujuan akhirnya yaitu agar organisasi memiliki tenaga kerja yang berkualitas, disiplin kerja yang baik, berkomitmen terhadap organisasi efesiensi disetiap aspek dan memiliki produktivitas kerja yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, baik untuk masa sekarang atau masa yang akan datang. Sebenarnya banyak tolak ukur dari efektivitas suatu organisasi, namun satu yang banyak mendapat perhatian adalah kinerja.Mengingat kinerja merupakan tolak ukur efektif tidaknya manajemen mengelola suatu organisasi, maka kinerja tinggi memberikan indikasi bahwa manajemen bekerja sangat efektif dalam merealisasikan tujuan organisasi.Sebaliknya, kinerja rendah memberi indikasi bahwa manajemen bekerja tidak efektif dalam merealisasikan tujuannya. Peningkatan kinerja individu pegawai berpotensi untuk dapat meningkatkan kinerja kelompok pegawai dan peningkatan kinerja dari seluruh kelompok pegawai akan mendorong meningkatkan kinerja organisasi yang akan berkontribusi mempercepat pencapaian sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan organisasi. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemui dilokasi penelitian yaitu Apakah kemampuan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dan Apakah komitmen berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor badan pengelola perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur Kemudian penelitian bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai dan Untuk mengetahui pengaruh komitmen terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur ix Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan. langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara memasukan hasil pengolahan data dalam angket responden kedalam data distribusi frekuensi. Dengan menggunakan kriteria tiga kotak (theree box method), maka nilai interval dihitung dengan cara: nilai maksimum dikurangi nilai minimum dan hasilnya dibagi tiga akan menghasilkan nulai interval sebesar yang akan di gunakan sebagai daftar interprestasi nilai indeks. Penelitian ini dilakukan di kantor badan pengelola perbatasan provinsi nusa tenggara timur dan populasi dari penelitian sebanyak 46 orang sehingga Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh.bahwa teknik-teknik pengambilan sampling jenuh merupakan teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Dan penelitian ini jadikan seluruh populasi Sampel yang diteliti sebayak 46 orang pegawai PNS sebagai responden. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan kiusioenr sedangkan didalam pembahasannya menggunakan Analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menununjukkan Variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur, hal ini terlihat dari signifikansi kemampuan kerja (X1) 0,433 > 0,05 dan nilai thitung 4.319 >2,01808 tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel kemampuan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sedangkan hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel Diketahui nilai signifikansi variabel komitmen (X2) pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur, hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel komitmen (X2) 0,127 > 0,05 dan thitung 0,924 < 2,01808 ttabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak berpengaruh signifikanterhadap variabel komitmen (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur. x Hasil uji regresi secara simultan menunjukkan hasil signifikan pada variabel kemampuan kerja dan komitmen terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil pengujian secara simultan maka nilai Fhitung sebesar 13,071 ˃ 2,82 Ftabel dan tingkat signifikannya sebesar 0,05 ˂ 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan kerja (X1) dan komitmen (X2 bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan diketahui kemampuan kerja dan Komitmen dinilai sudah baik hal ini perlu dipertahankan, bahkan ditingkatkan lagi agar kinerja pegawai pada Kantor badan Pengelola perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat terjaga dengan baik. artinya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau masalah sudah menunjukkan bahwa pegawai sudah sangat baik, sehingga dalam temuan penelitian ini menemukan bahwa pada variabel kemampuan kerja dan komitmen secara parsial berpengaruh postif terhadap kinerja pegawai, akan tetapi dapat disarankan agar lebih memberikan pelatihan khusus untuk pegawai sehingga Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki pegawai yang sangat handal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA PEGAWAI DAN TUNJANGAN KESEJAHTERAAN TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KOTA KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota kupang terletak diujung bagian barat pulau timur juga merupakan ibu kota provinsi Nusa tenggara timur,memiliki 6 ( enam) kecamatan yakni:kecamatan alak, maulafa,kota lama,kota raja,oebobo dan kelapa lima dengan 51 kelurahan.luas wilayah kota kupang 260,127 km2. Dengan panjang garis pantai sebesar 27 km serta luas perairan laut sebesar 120 km2 terkandung potensi lestari smberdaya perikanan tangkap berupa; potensi ikan pelagis sebesar 12.000 ton/tahun dan ikan demersal 42.000 ton/tahun,potensi lahan budidaya laut seluas 40,75ha. Serta potensi luas lahan budidaya air tawar seluas 28,13m2 . Komsumsi ikan kota kupang pada tahun 2015 sebesar 23,43 kg/kapitan/tahun(64,2 Gr/ orang/hari) dengan kenaikan rata-rata sebesar 20,68%. jumlah penduduk kota kupang per Desember 2014 sebanyak 503.763 jiwa dengan laju pertumbuhan rara-rata 3,78% serta tingkat kepadatan sebesar 1.526km2. sekitar 30,51% penduduk(83.910 jiwa)bermukim di wilyah pesisir, tepatnya pada 2(dua) kecamatan yakni: kecamatan alak dan kelapa lima yang terdiri dari kelurahan pantai. Sedangkan yang berprofesi sebagai nelayan sebanyak 5,52%(4.629 jiwa), pemasaran hasil perikanan sebanyak o,60%(506 jiwa), serta pengelohan hasil perikanan sebanyak 0,13% (112jiwa) Prestasi Kerja menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2005) “Prestasi kerja (Kinerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Kemudian menurut Hasibuan (2001) mengemukakan “Prestasi kerja (Kinerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu”. Prabowo (2005) mengemukakan bahwa prestasi lebih merupakan tingkat keberhasilan yang dicapai seseorang untuk mengetahui sejauh mana seseorang mencapai prestasi yang diukur atau dinilai. Kemampuan adalah sifat yang di bawa sejak lahir/dipelajari yang memungkinkan seseorang menyelesaikan tugasnya (Gibson, 1989). Kemampuan menunjukkan potensi orang untuk melaksanakan tugas/pekerjaan (Gibson, 1989 ) Kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugasnya merupakan perwujudan dari pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh (Kenneth H. 27 Blanchard, 1986 Kematangan pekerjaan (kemampuan) dikaitkan dengan kemampuan untuk melakukan sesuatu. Hal ini berkaitan dengan pengetahuan dan ketrampilan Hasibuan (2001) adalah: “Tunjangan Kesejahteraan karyawan adalah balas jasa pelengkap (material dan non material) yang di berikan berdasarkan kebijaksanaan, tujuannya untuk mempertahankan dan 30 memperbaiki kondisi fisik dan mental karyawan agar produktivitas kerjanya meningkat”. Dengan pemberian tunjangan tersebut diharapkan berpengaruh terhadap semangat dan kegairahan kerja pegawai sehingga tujuan organisasi dapat tercapai Hasil Penelitian (2015) yang berjudul” Pengaruh Kemampuan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasaan Kerja Serta Kinerja Pegawai Pada Badan Ketahanan Pangan Dan Penyuluhan Provinsi Kalimatan Barat “Menyatakan Bahwa Kemampuan Kerja Berpengaruh signifikan terhadap prestasi pegawai.sesuai dengan judul yang di teliti” Pengaruh Kemampuan Kerja Pegawai Dan Tunjangan Kesejahteraan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kota Kupang Dengan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Kemampuan Kerja Pegawai Dan Tunjangan Kesejahteraan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kota Kupang. Konsep-konsep penelitian ini adalah: a. Prestasi kerja (Kinerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Kemudian menurut Hasibuan (2001) mengemukakan “Prestasi kerja (Kinerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas tugas. Dari hasil penelitian ini menujukkan bahwa Pengaruh Kemampuan Kerja Pegawai Dan Tunjangan Kesejahteraan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kota Kupang.oleh karena itu pihak dinas kelautan dan perikanan kota kupang juga harus pemberian prestasi berupa pujian serta adanya kesempatan untuk beraktifitas bagi pegawai akan setia terhadap perusahaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail