ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga (goal) Bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat maksimal
secara umum Pelatihan yang paling banyak dilakukan oleh Bank BTPN Cabang Kupang adalah Training Legal Audit and Writing yang bertujuan melakukan Penilaian terhadap tingkat keamanan perusahaan, terutama dalam hal Legal Risk Aspect.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Analisis Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Kantor Bank BTPN Cabang Kupang”.
Dalam penelitian ini Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin mempelajari sifat-sifatnya. Oleh karena itu populasi dalam penelitian ini 56 karyawan.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Kuesioner dengan angket tertutup.
Analisis ini dipakai untuk mengetahui pengaruh variablel independen yaitu pengaruh pendidikan (XI) dan pelatihan tenaga kerja (X2) terhadap variabel dependen yaitu produktivitas kerja karyawan (Y). Adapun rumus analisis linear berganda adalah sebagai berikut :Y a+b1XI + b2X2.
Dalam penelitian ini penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati koofisien regresi(b1) sebesar 0,273 artinya jika pengaruh pendidikan (X1) Mengalami kenaikan1%, maka produktivitas kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,273. Koofisien bernilai negatif artinya terjadi pengaruh yang negatif antara pengaruh pendidikan (X1) dengan produktivitas kerja karyawan (Y) dengan demikian apabila pengaruh pendidikan diperhatikan dengan baik oleh perusahaan agar menciptakan evektivitas organisasi dalam hal ini produktivitas kerja karyawan akan mengalami peningkatan. Hal ini menunjukan uji yang diperoleh sesuai dengan teori yang disampaikan, dimana teori Menurut (Hasibuan, 2019:10) Mengatakan manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungsn dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu mewujudkan tujuan perusahaan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Implikasi dari penelitian ini menjelaskan bahwa pengelolaan sumber daya manusia di atas dapat dipahami bahwa suatu pengelolaan sumber daya manusia merupakan suatu proses yang berhubungan dengan implementasi indikator fungsi-fungsi pengelolaan atau manajemen yang berperan penting dan efektif dalam menunjang tercapainya tujuan individu, lembaga, maupun organisasi atau perusahaan.
Berdasarkan pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruh pendidikan (X1) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y). Hal ini dibuktikan variabel pengaruh pendidikan (X1) ditemukan Thitung 2,588 lebih kecil dari Ttabel 1,67412 dan tingkat Sig 0,012 lebih besar dari 0,05. 2. Pengaruh pelatihan tenaga kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada Kantor Bank Tabungan Pensiunan Cabang Kupang. Dalam penelitian ini, penulis telah menganalisis regresi linear berganda dan didapati koofisien regresi (b2) sebesar 0,316 artinya jika pelatihan tenaga kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1% maka produktivitas kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,316. Koofisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif dan signifikan antara pelatihan tenaga kerja (X2) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) dengan demikian apabila Pelatihan tenaga kerja memiliki gaji insentif dan tunjangan yang baik maka dapat meningkatkan tingkat produktivitas kerja karyawan. Peningkatan produktivitas merupakan masalah sistem dalam arti tertentu, karena ada banyak segi dari pekerjaan dan kegiatan perusahaan yang mempunyai dampak terhadap peningkatan produktivitas tenaga kerja. Definisi produktivitas menurut Nasution (2002:203) menjelaskan bahwa : Produktivitas merupakan rasio antara hasil kegiatan (output) dan segala pengorbanan (biaya) untuk mewujudkan hasil (input). Dimana peningkatan produktivitas akan meningkatkan pendapatan karyawan yang akan menambah daya beli masyarakat. Berdasarkan penjelasan diatas menunjukan bahwa adanya pengaruh pelatihan tenaga kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. Sehingga apabila semakin tinggi tingkat pelatihan tenaga kerja semakin baik maka akan semakin meningkat produktivitas kerja karyawan. Selain itu berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan terdapat adanya pengaruh pelatihan tenaga kerja (X2) terhadap produktivitas kerja karyawan (Y) hal ini dibuktikan diperolehnya Thitung 0,316 lebih kecil dari Ttabel 1,67412 dan tingkat Sig 0,348 lebih besar dari 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas kerja karyawan menurut J.Ravianto ( 2001:102 ) adalah sebagai suatu konsep yang menunjukkan adanya kaitan antara ouput ( hasil kerja ) dengan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk dari seorang tenaga kerja,maksudnya bahwa produktivitas seorang tenaga kerja sangat berkaitan dengan hasil kerja yang diperoleh terhadap waktu yang diperlukan untuk menghasilkannya. Sangat penting bagi pihak individu (karyawan ) dan perusahaan. Bagi setiap individu,produtivitas yang tinggi penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mereka masing-masing melalui gaji yang diterima.Selanjutnya untuk perusahaan produtivitas yang tinggi dapat meningkatkan keuntungan atau laba. Tiap perusahaan akan mengukur produktivitas berdasarkan tujuan dan sasarannya. Produktivitas Kerja adalah kemampuan karyawan dalam berproduksi dibandingkan dengan input yang digunakan, seorang karyawan dapat dikatakan produktif apabila mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan diharapkan dalam waktu yang singkat dan tepat. Produktivitas kerja merupakan kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan suatu sebagai perbandingan antara pengorbanan (input) dengan menghasilkan (output) (Muchdarsyah Sinungan 2003:12).Motivаsi mеrupаkаn hаl yаng sаngаt pеnting untuk dipеrhаtikаn olеh pеrusаhааn аgar sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dаpаt mеmbеrikаn kontribusi positif tеrhаdаp tujuаn pеrusаhааn. Untuk mеndаpаtkаn sumbеr dаyа mаnusiа yаng dihаrаpkаn olеh pеrusаhааn, sеtiаp sumbеr dаyа mаnusiа dihаrаpkаn mеmilikimotivаsi kеrjа yаng tinggi sеhinggа nаntinyа аkаn mеningkаtkаn kinеrjа yаng tinggi. Tаnpа аdаnyаmotivаsi, sеorаng kаryаwаn tidаk dаpаt mеmеnuhi tugаsnyа sеsuаi stаndаr bаhkаn mеlаmpаui stаndаr kаrеnа аpа yаng mеnjаdi motif dаn motivаsinyа dаlаm bеkеrjа tidаk tеrpеnuhi.Аdаnyа motivаsi kerja karyawan disеbаbkаn kаrеnа аdаnyа kеbutuhаn dаn kеinginаn yang аdа didаlаm diri kаryаwаn.Lingkungan kerja adalah kehidupan sosial, psikologi, dan fisik bagi perusahaan yang berpengaruh terhadap pekerja dalam melaksanakan tugasnya kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai keadaan lingkungan sekitarnya, antara manusia dan lingkungan terdapat hubungan yang sangat erat.dalam hal ini manusia selalu berusaha untuk beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan sekitarnya.Demikian pula halnya Ketika melakukan pekerjaan, karyawan sebagai manusia tidak dapat dipisahkan dari berbagai keadaan disekitar tempat mereka bekerja, yaitu lingkungan kerja. Selama melakukan pekerjaan, setiap karyawan akan selalu berinteraksi dengan berbagai kondisi yang terdapat dalam lingkungan kerja. Lingkungan kerja sendiri didefenisikan sebagai segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam memnjalankan tugas – tugas yang diembannya. (Nitiseminto, 2002.Singodimedjo, mengatakan disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati norma-norma peraturan yang berlaku disekitarnya. Disiplin karyawan yang baik akan mempercepat tujuan perusahaan, sedangkan disiplin yang merosot akan menjadi penghalang dan memperlambat pencapaian tujuan perusahaan., mengartikan disiplin sebagai suatu kekuatan yang berkembang di dalam tubuh karyawan dan menyebabkan karyawan dapat menyesuaikan diri dengan sukarela pada keputusan, perturan, dan nilai-nilai tinggi dari pekerjaan dan perilaku. Dalam arti sempit, biasanya dihubungkan dengan hukuman. Padahal sebenarnya menghukum seorang karyawan hanya merupakan sebagaian dari persoalan disiplin.Berdasrkan Penjelasan diatas tersebut maka dalam peneliitian ini peneliti akan membahas motivasi kerja lingkungan kerja dan disiplin kerja karyawan pada PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat Dalam penelitian ini metode yang di gunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan divisi/bagian unit dan pengawasan PT.timor mitra niaga kabupaten sumba barat yang berjumlah 163 orang dan sampel pada penelitian ini di prioritaskan karyawan divis/bagian unit dan pengawasan berjumlah 263 orang dan dilakukan penetuan sampel menggunakan rumus slovin maka sampel pada penelitian ini berjumlah 62 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan meyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerjaterhadap produktivitaskerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), dan Uji Stimultan) dan Uji Koofisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpul akan bahwa Secara parsial motivasi kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat,lingkungan kerja,tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma baratdan disiplin kerja, tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pada PT timor mitra niaga kabupaten suma barat.Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengijian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 42,297, sedangkan koofisien regresi b1 = -0,087 b2= -0,029.dan b3=-0,052. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan tidak berpengaruh motivasi kerja(X1) lingkungan kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja karyawan adalah sebagai berikut : Y = 42,297 -0,087(X1) -0,029 (X2)-0,052 + e. selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada pengaruh variabel motivasi kerja (X1) terhadap variavel produktivitas (Y) diketahui bahwa untuk variabel motivasi kerja (X1) di temukan t hitung =0,914 lebih kecil dari t tabel=2,05183 dan tingkat tingkat signifikannya 365 oleh karena itu nilai sig <0,0,5maka Ha (b1=0) diterimah dan Ha (b1=/0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X1) tidak berpengaruh dan sig secara parsial terhadap produktivitas kerja (Y)Berikuthasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Lingkungan kerja (X2) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel lingkungan kerja (X2) ditemukan t hutung = -0,037 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 786. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel lingkungan kerja (X2) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel motivasi kerja (X1) dan variabel lingkungan (X2) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y).Berikuthasil Uji hipotesis ketiga yaitu ada pengaruh disiplin kerja (X3) terhadap produktivitas kerja (Y). diketahui bahwa variabel disiplin kerja (X3) ditemukan t hutung = -0,0437 lebih kecil dari t tabel = 2, 05283 dan tingkat sig. = 663. Oleh karna nilai sig < 0,05 maka Ho (b1 = 0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak yaitu variabel motivasi kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan terhadap variabel produktivitas (Y). untuk hasil uji F didapati F hitung =.574 lebih kecil dari F tabel = 3,35 dan tingkat Sig = 0,000 oleh karna itu nilai Sig < 0,05 maka Ho (b1 =0) diterimah dan Ha (b1 ≠ 0) ditolak artinya variabel disiplin kerja (X1) variabel lingkungan (X2) dan variabel disiplin kerja (X3) tidak berpengaruh dan signifikan secara stimultan terhadap variabel produktivitas kerja (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil Uji koofisien determinasi (R2) adalah .029 atau 29%. Hal ini berarti kecil pengaruhnya motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan adalah 22,9%. Sedangkanp engaruh sebesar 77,1% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian in
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat pendidikan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao dan Untuk mengetahui pelatihan kerja berpengaruh terhadap produktivitas karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao. Dengan latar belakang dari penelitian ini adalah Sumber daya manusia yang kompeten tentu saja membuat perusahaan akan lebih berkembang dan maju sehingga menentukan kesuksesan dari perusahaan itu sendiri dan dikembangkan melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan yang sesuai/layak serta kompetitif. Banyak perusahaan mengadakan pelatihan kerja/training sebelum karyawan memulai kerja, karena dengan pelatihan kerja dapat memperbaiki performa dan juga kemampuan dari karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukan Zul (2016:23). Sumber daya yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang mampu menciptakan suatu inovatif melalui kreatifitas dan imajinasi. Arianty (2016:2). Salah satu ukuran keberhasilan kinerja individu, tim atau organisasi terletak pada produktivitasnya. Apabila produktivitasnya tinggi atau bertambah, dinyatakan berhasil. Apabila lebih rendah dari standar atau menurun, dikatakan tidak atau kurang sukses. Wibowo (2014:93). Produktivitas merupakan pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan. Dengan adanya produktivitas kerja diharapkan pekerjaan akan terlaksana secara efisien dan efektif, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Arianty (2016:134). Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan adalah memberikan pendidikan dan pelatihan kerja. Sasaran obyek penilaian produktivitas adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap karyawan. Dengan demikian maka jelas bahwa pendidikan dan pelatihan kerja mempunyai peranan penting dalam produktivitas kerja karyawan. Pendidikan (formal) didalam suatu organisasi adalah suatu proses pengembangan ke arah yang diinginkan oleh organisasi yang bersangkutan. Sedangkan pelatihan (training) adalah merupakan bagian dari suatu proses pendidikan yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan atau keterampilan khusus. Pendidikan dan pelatihan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk investasi Notoatmodjo, (2015:16-17). Pelatihan merupakan salah satu usaha yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja. Arianty (2016:120). Pelatihan merupakan proses untuk membentuk dan membekali karyawan dengan menambah keahlian, kemampuan, pengetahuan dan perilakunya Kasmir ( 2018:126). Pemberian latihan atau pendidikan kepada pegawai disuatu perusahaan merupakan tanggung jawab setiap Manajer. Adanya pelatihan dan pendidikan bagi seseorang, juga dapat menjamin tersedianya tenagatenaga kerja yang memiliki keahlian, terlatih atau terdidik dan yang dapat menggunakan pikirannya secara kritis. Selain hal tersebut. Hasil penelitian adalah yang pertama hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel tingkat pendidikan (X1) diperoleh koefisien sebesar 0.005 t hitung 3,144 dan niali signifikan 0,002 yang berarti jika variabel tingkat pendididkan sesuai dengan harapan maka akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao sebesar 0,005 satuan. Dengan kata lain tingkat pendidikan akan sesuai dengan produktivitas kerj karyawan. Ini dibuktikan dengan t-hitung > t- tabel (3.144 > 1.697) hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho ditolak maka membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan yaitu tingkat pendidikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olaraga Kab. Rote Ndao, dan yang kedua Hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel pelatihan kerja (X2) diperoleh koefisien sebesar 0.417, t hitung 0.30 dan niali signifikan 0.007 yang berarti jika variabel pelatihan kerja sesuai harapan maka akan meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao sebesar 0.007 satuan. Dengaan kata lain pelatihan kerja akan meningkat sejalan dengan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelatihan kerja mempunyai pengaruh terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kab. Rote Ndao Ini dibuktikan dengan dengan t hitung t tabel (0.514 1.691) yang berarti t hitung pada variabel pelatihan kerja adalah lebih kecil dari t tabel hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho1 diterima maka ini membuktikan bahwa ada pengaruh pelatihan kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor yang sangat krusial dalam mencapai tujuan dan perkembangan perusahaan. Perusahaan dengan teknologi tercanggih sekali pun tidak akan memiliki perubahan yang berarti jika tidak dikelola orang yang dapat menggunakannya secara optimal. Karyawan harus cepat beradaptasi jika ada perubahan dalam pekerjaan maupun perusahaan sehingga karyawan berpengalaman sekali pun tetap harus melakukan pelatihan (Levy, 2010). Program pelatihan karyawan dapat meningkatkan perusahaan dapat diperoleh melalui program pelatihan karyawan. Menurut Tohardi (2017:100) Produktivitas yang berkualitas akan menimbulkan kinerja karyawan yang bermutu dimana proses kinerja karyawan yang akan memberikan kulitas yang akan menguntungkan perusahaan. Kompetensi merupakan perpaduan bidang tertentu yang dimiliki seseorang untuk menggapai tujuan perusahaan, seperti pengetahuan, sikap, keterampilan, serta karakteristik pribadi melalui kegiatan pelatihan dan pengembangan kompetensi (Aprilyani, 2021). Permasalahan yang di ambil oleh peneliti pada objek adalah mobil yang di uji masih banyak kekurangannya seperti roda kendaraan yang tidak layak di pakai atau di gunakan sehingga membuat pegawai tidak bisa melakukan pengujian kendaraan dengan baik maka produktivitas kerja pegawai tidak berjalan efesien.Menurut Sugiyono (2018:130) mengemukakan bahwa populasi sebagai wilayah secara umum yang terdiri atas obyek/subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah 80 karyawan Pada Dinas UPT pengujian kendaraan bermotor kota kupang. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. (Sugiyono,2004:91). Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin. Menurut Sugiyono (2018) angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Teknik analisis data adalah suatu metode atau cara untuk mengolah sebuah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan juga bermanfaat untuk menemukan solusi permasalahan, yang terutama adalah masalah yang tentang sebuah penelitian. Regresi linier berganda memberikan hasil pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dalam bentuk persamaan regresi (Priyatno, 2011:238). Analisis pendahuluan merupakan langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara masukan hasil pengelolahan data angket responden kedalam tabel distribusi frekuensi. Analisis lanjutan ini dimaksudkan untuk menguji kebenaran empirik dan hipotesis secara statistik. Uji statistik t pada dasarnya Uji t menunjukkan sebeapa jauh pengaruh satu variable independen secara individual dalam meneranglkan variasi variable dependen. Uji F digunakan untuk menujukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model memiliki pengaruh secara bersama- sama atau simultan terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini penulis telah melakukan analisis regresi linear berganda dan didapati koefisien regresi (b1) sebesar -0,163 artinya jika pelatihan (X1) mengalami kenaikan 1%, maka kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar -0,163 atau -16,3% Selain itu, berdasarkan pengujian hipotesis pertama yaitu pelatihan (X1) produktivitas kerja (Y). Diketahui bahwa variabel pelatihan (X1) ditemukan t hitung -1,671 lebih kecil dari t tabel 1.66901 dan tingkat sig. 0,100 oleh karna itu nilai sig 0,05 Dalam penelitian ini, penulis telah menganalisis regresi linier berganda dan di dapati Koefisien regresi (b1) sebesar -0,163 artinya jika pelatihan (X1) mengalami kenaikan sebesar 1% maka kinerja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar -0,163 atau 16,3% Koefisien bernilai positif artihnya terjadi pengaruh positif dan signifikan antara pelatihan (X1) terhadap produktivitas kerja pegawai (Y). Dalam penelitian ini, penulis telah menganalisis regresi linear berganda dan didapati koofisien regresi (b2) sebesar 0,941 artinya jika kompetensi (X2) mengalami kenaikan sebesar 1% maka produktivitas kerja pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,941. Selain itu berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah dilalukan terdapat adanya pengaruh kompetensi (X2) terhadap produktivitas kerja (Y). hal ini dibuktikan diperolehnya Thitung 9,344 lebih besar Ttabel 1,66901 dan tingkat sig 0,000 lebih besar dari 0,05. Dalam penelitian ini, penulis telah menganalisis regresi linier berganda dan di dapati Koefisien regresi (b2) sebesar 0,941 artinya jika kompetensi mengalami kenaikan 1%, maka variabel kierja Pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,941 atau 94,1%. Koefisien bernilai positif artihnya terjadi pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi (X2) terhadap produktivitas kerja pegawai (Y). Berdasarkan hasil analisis diatas diketahui bahwa variabel pelatihan, menunjukan bahwa metode pelatihan masih kurang sehingga perluh disarankan peningkatkan metode pelatihan agar dapat menambah wawasan sesuai dengan kebutuhan saya. Berdasarkan hasil analisis diatas bahwa variabel kompetensi, menunjukan bahwa pengetahuan dalam penggunaan komputer dan lainnya masih rendah sehingga perlu disarankan untuk meningkatkan pengetahuan dalam menggunakan peralatan seperti komputer dan lainnya agar dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelolah sistem informasi dan teknologi. Berdasarkan hasil analisis diatas bahwa variabel produktivitas kerja, menunjukan bahwa kualitas hasil kerja sesuai standar yang ditentukan masih rendah sehingga disarankan perlu untuk meningkatkan produktivitas kualitas kerja agar dapat mengembangkan kinerja serta kualitas kerja di bidangnya masing-masing. Kata Kunci : Pelatihan, Kompetensi, Dan Produktivitas Kerja Pegawai
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ‘’PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA KANTORIMIGRASIKELAS 1 KUPANG’’ Dalam menghadapi era persaingan yang semakin ketat, masalah sumber daya manusia menjadi pusat perhatian bagi organisasi untuk tetap dapat bertahan dalam menjalani persaingan tersebut.Produktivitas kerja pegawai bagi suatu perusahaan sangatlah penting sebagai alat pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha.Maksud dari produktivitas adalah perbandingan secara ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap sumber yang dipergunakan selama berkerja (Afandi, 2018:91). Pelatihan kerja adalah sarana untuk mengasah kemampuan dan memberikan nasihat dengan cara yang etis sehingga pekerja dapat memenuhi tanggung jawab mereka untuk bekerja seefisien mungkin sambil memenuhi tujuan bisnis. Handoko (2005,hal208) Disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standard-standar organisasional. Berdasarkan dari permasalah yang diuraikan diatas, maka terdapat dua rujukan penelitian, maka saya tertarik untuk menulis dengan judul yang sama Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang”. Dengan persoalan yang berbeda dalam satu intansi.Menurut Sugiyono (2012:72), “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya’.Berdasarkan pendapat diatas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang berjumlah 55 orang, sampel ditentukan menggunakan data karyawan yang megikuti pelatihan kerja, yaitu berjumlah 43 responden pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang. Pada tahap ini peneliti menggunakan teknik analisis regresi linear bergandadengan bantuan SPSS.Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja pegawai (Kriterium), bila dua atau lebih variabel keselamatan dan kesehatan kerja sebagai faktor prediktor dimanipulasi (sugiyono, 2010:275).Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui constan regresi a sebesar 21,552.Sedangkan koefisien Regresi b1 0,179 dan b2 0,420. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan Pengaruh Pelatihan Kerja(X1) dan Disiplin Kerja (X2) Produktivitas Kerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y 21,552 + 0,179 X1+ 0,420 X2. Diketahui nilai n=43 k=2 dan Rumus untuk menghitung T𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 T (𝑎/2: 𝑛 – 𝑘 1 T (0,05/2 43 -2-1) (0,025 40) jadi T 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 2.021. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan mengenai pengujian hipotesis uji T (terpisah) adalah sebagai berikut :Uji hipotesis pertama yaitu ada Pelatihan Kerja (X1) Produktivitas Kerja (Y). Diketahui bahwa variabel Pelatihan Kerja (X1) ditemukan T hitung 1,423 dari T tabel 2.021 dan tingkat sig. 0,162 dari t sig 0,05. Maka terbukti H0 diterima dan Ha ditolak.Artinya bahwa Pelatihan Kerja(X1) tidak pengaruh segnifikan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Y).Atau dapat dikatakan bahwa semakin kecil pelatihan kerja yang diikuti oleh pegawai, maka produktivitas kerja semakin menurun.Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Disiplin Kerja (X2) dan Produktivitas Kerja (Y) diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan T hitung 2,577 T tabel 2,021 dan tingkat sig 0,014 T 0,05 . Maka terbukti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya Disiplin Kerja berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas Kerja, atau dapat dikatakan bahwa semakin baik disiplin kerja pegawai, maka produktivitas kerja akan semakin baik. Uji F adalah uji signifikansi persamaan digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel berikut terikat (Y). Pengambilan keputusan : Jika nilai signifikansi 0,05 maka variabel bebas secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat dan sebaliknya. Jika F hitung F tabel maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. maka ditarik kesimpulannya mengenai pengujian hipotesis uji F (Bersama-sama) diketahui untuk mengetahui f tabel maka dapat dilihat dari nilai n : 43 dan k 2 dan rumus untuk Ftabel F (k: df 2 n – k – 1 F : 2 : 40) jadi Ftabel 2,45 Sehingga dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh F hitung 7,310 lebih besar F tabel 2,45 dan tingkat Sig 0,002 oleh karna itu nilai Sig0,05) maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima artinya variabel Pelatihan Kerja (X1) dan Variabel Disiplin Kerja (X2) memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Produktivitas Kerja (Y). pada hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0,268 atau 26,8%. Hal ini berarti besarnya hubungan Pelatihan Kerja dan Disiplin kerja terhadap Produktivitas kerja karyawan adalah 26,8%. Sedangkan hubungan sebesar 73,2% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Disiplin menurut Sinungan (2003), kedisiplinan kerja adalah “ sikap mental yang tercermin dalam perbuatan atau tingkah laku perorangan, kelompok, atau masyarakat berupa kepatuhan atau ketaatan terhadap peraturan- peraturan dan ketentuan-ketentuan yang ditetetapkan baik oleh pemerintah atau etik, norma dan kaidah yang berlaku dalam masyarakat untuk tujuan tertentu”. Hal ini guna mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan dalam organisasi atau perusahaan. Disiplin mengacu pada pola tingkah laku, oleh karena itu keberadaaan suatu perusahaan yang berbentuk apapun baik dalam skala besar maupun kecil tidak terlepas dari unsur sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud adalah orang-orang yang memberikan tenaga, pikiran, bakat, kreativitas dan usahanya pada perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan dalam meningkarkan produktivitas pegawai pada Koperasi Pegawai Republik Indonesa (KPRI) Praja Mukti Kupang. Metode menggunakan analisis regresi linear sederhana menggunakan SPSS 1.6 yang berfungsi untuk membukikan hipotesis penelitian. Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 6 pegawai sebagai responden. Pengumpulan data menggunkan kusioner. Berdasarkan hasil pengujian ini, diketahui variabel kedisplinan (X) berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas pegawai pada kantor Koperasi Pegawai Republik Indoensia (KPRI) Praja Mukti Kupang. Hal ini dilihat dari signifikasi X, nilai t hitung 0.863 1686 t tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh positip pada variabel kedisiplinan (X) teerhadap variabel produktivitas (Y).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas tanaman padi adalah suatu nilai yang menunjukan perbandingan rata-rata hasil produksi tanaman padi terhadap penggunaan beberapa input pada periode pelaporan. Produktivitas merupakan kemampuan atau kapasitas petani memproduksi tanaman padi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas petani padi sawah, mengetahui indeks produktivitas, mengetahui efisiensi teknis dan Mengetahui gap efisiensi petani padi sawah di Desa Netemnanu, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan nilai rat-rata 207, 598, produktivitas terendah 1,078, pada responden No 31 Dusun 3 terdapat pada Dusun 3 dan produktivitas tertinggi 10,344 responden No 4 Dusun 1. Indeks produktivitas petani padi sawah di Desa Netemnanu, Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang dengan nilai rata – rata indeks produktivitas petani padi sawa dengan nilai 20,102, Indeks produktivitas terendah 0,104, pada responden No 31 terdapat pada Dusun 3, dengan produktivitas tertinggi petani yaitu 1 dan responden No 4 terdapat pada Dusun 1 produktivitas mempunyai perawatan yang teratur dan terbaik. Efisiensi teknis petani padi sawa di Desa Netemnanu, Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang dengan nilai rata – rata efisiensi Produktivitas 20,102 dengan nilai terendah 0,104 pada responden No 31 Dusun 3 dan efesiensi teknis tertinggi 1 pada responden No 4 terdapat pada Dusun 1 dengan tingkat efisiensi yang di capai petani mengindentifikasikan tingkat penguasaan dan produktivitas teknologi yang berbeda -beda. Gap efesiensi petani padi sawah di Desa Netemnanu, Kecamatan Amfoang Timur Kabupaten Kupang dengan nilai rata – rata GAP efesiensi teknis 15,987, dengan nilai terendah 0,895, pada responden No 31 yang terdapat di Dusun 3 dan Gap efesiensi teknis tertinggi 0 % pada responden No 4 yang terdapat di Dusun1. Saran dari penelitian ini adalah Untuk para petani atau masyarakat perlu melakukan pembuatan pupuk kompos dan pupuk kendang dari bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar sehingga dapat mengurangi biaya pengeluaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas tanaman padi adalah suatu nilai yang menunjukan perbandingan rata-rata hasil produksi tanaman padi terhadap penggunaan beberapa input pada periode pelaporan. Produktivitas merupakan kemampuan atau kapasitas petani memproduksi tanaman padi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas petani padi sawah, mengetahui indeks produktivitas, mengetahui efisiensi teknis dan Mengetahui gap efisiensi petani padi sawah di Desa Kifu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan Nilai rata-rata, produktivitas petani 1,323, produktivitas terendah 4,410 dan produktivitas tertinggi 4,666. Nilai rata-rata indeks produktivitas petani 5,733, indeks terendah 0,191 dan indeks tertinggi 0,210 Nilai rata-rata efisiensi teknis 5,733 dengan nilai terendah 0,191 Efisiensi Teknis tertiggi 0,210 Nilai rata rata gap efisiensi teknis 2427% dengan nilai terendak 81% Gap efisiensi teknis tertiggi 21% Saran dari penelitian ini adalah Petani harus lebih meningkatkan produktivitasnya agar bisa mengelola lahan pertanian sehingga produksi padi sawah bisa di tingkatkan lagi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
produktivitas dapat diartikan sebagai perbandingan antara jumlah pengeluaran dibagi jumlah masukan dalam periode tertentu. bertujuan untuk mengetahui produktivitas petani padi sawah, mengetahui indeks produktivitas, mengetahui efiansi teknis dan mengetahui Gab efiensi teknis petani padi sawah di Desa lailara, Kecamatan Katala Hamu Lingu, Kabupaten Sumba Timur.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitaf yang menjelaskan secara keseluruhan tentang informasi yang diperoleh dari lapangan.Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara,dokumentasi,observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan Nilai rata-rata, produktivitas petani 2,480, Produktivitas terendah 0,326 pada responden 27 terdapat pada RT 09 dan produktivitas tertingi 7,272 pada responden 33 terdapat pada RT 11, Nilai rata-rata indeks produktivitas petani 0,341 Indeks terendah yaitu 0,044 pada responden 27 yang terdapat pada RT 09 dan produktivitas dan indeks tertinggi 1 pada responden 33 yang terdapat pada RT 11, Nilai rata-rata efesiensi teknis 34%,efisiensi teknis terendah 4% pada responden 27 yang terdapat pada RT 09 dan efisiensi tertinngi 100% yang terdapat pada responden 33 yang terdapat pada RT 11, Nilai rata-rata GAP efisiensi Teknis 66%, GAP efisiensi teknis terendah 0% pada responden 33 yang terdapat pada RT 33 dan GAP efisiensi teknis tertinggi 96% pada responden 27 yang terdapat pada RT 27.Kesimpulan dari penelitian ini adalah produktivitas petani mempunyai nilai Rata-rata 7,272, nilai rata-rata indeks produktivitas petani adalah 0,341, nilai rata-rata efesiensi teknis adalah 34%, nilai rata-rata Gap efisiensi teknis 66%. Saran dari penelitian ini adalah petani harus lebih meningkatkan produktivitasnya agar bisa mengelola lahan pertanian sehingga produksi padi sawah bisa di tingkatkan lagi dan akhirnya pendapatan juga akan meningkat dan petani juga harus berusaha dan terus meningkatkan produktivitas dengan cara menanam, pemupukan padi dengan berbagai cara yang di anggap mampu dalam meningkatkan jumlah produksi padi dan petani juga harus membuat pupuk kompos dan pupuk kandang dari bahanbahan yang ada di lingkungan sekitar sehingga tidak terlalu bergantung pada pupuk kimia sehingga pendapatan petani juga akan meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas padi dari tahun ke tahun perlu ditingkatkan seiring dengan lajunya pertumbuhan dan bertambahnya penduduk. Peningkatan padi mulai tak terkendali di beberapa daerah tertentu dengan kondisi lahan produktif yang semakin berkurang maka perlunya sebuah inovasi agar bisa memprtahankan produktifitas tanaman pangan. Lahan rawa/basah merupakan lahan alternatif yang berperan dalam meningkatkan produksi padi.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengatahui produktivitas padi sawah, mengatahui indeks produktivitas padi sawah,mengatahui efisiensi teknis, dan mengatahui gap efisiensi padi sawah di Desa forekmodok. Jenis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data deskriptif kuantitaf yang menjelaskan secara keseluruhan tentang imformasi yang diperoleh dari lapangan atau hasil yang didapatkan dari proses pengamatan langsung dan dilakukan wawancara kepada responden. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan data primer. Data primer diperoleh dari pengamatan, dan wawancara langsung dengan petani sebagai responden dengan menggunakan daftar pertanyaan ( kuisioner ) sebagai bentuk Dokumentasi. Hasil dari pada penelitian ini menunjukan Nilai Rata-rata Produktivitas Petani yang dihasilkan sebesar 27689%, jumlah penghasilkan produktivitas petani padi sawah yang lebih kecil yaitu 553%, pada responden nomor 23 yang terdapat pada Dusun Petes, dan yang menghasilkan produktivitas yang tertinggi dengan nilai 1600%, pada responden nomor 18 yang terdapat di Dusun LaenAu. Nilai Rata-rata Indeks Produktivitas Petani yang dihasilkan sebesar 1731% dan pada Gambar 2, menunjukkan bahwa jumlah penghasilkan indeks yang lebih kecil yaitu 35% pada responden nomor 23 yang terdapat pada Dusun Petes, dan yang menghasilkan indeks yang tertinggi dengan nilai 100%, pada responden nomor 18 yang terdapat di Dusun LaenAu. Nilai rata-rata efisiensi teknis 1731%, dan Berdasarkan data pada Gambar 3, menunjukkan bahwa petani padi di Desa Forekmodok yang memiliki nilai efisiensi yang paling rendah 35% (persen) yang terdapat pada petani nomor 17 dan nomor 23 yang terdapat pada dusun LaenAu dan Dusun Petes, dan nilai efisiensi yang tertinggi yaitu 100% yang terdapat pada petani nomor 18 yang ada di dusun LaenAu. Nilai rata-rata Gap efisiensi teknis adalah 1269%, dan pada Gambar 4, menunjukan nilai paling terendah 0% pada petani nomor 18 yang terdapat di dusun LaenAu, dan yang paling tertinggi yaitu 65%, pada petani nomor 17 dan 23 yang terdapat di dusun LaenAu dan dusun Petes. Untuk dapat melakukan usahatani padi yang efisiensi dan mendapatkan hasil produktivitas yang baik dan bisa menguntungkan, maka petani atau responden perlu mengurangi penggunaan input produksi yang masih berlebihan dalam melakukan kegiatan budidaya padi sawah. Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi kerja dalam usahatani padi sawah di Desa Forekmodok adalah kelompok tani, kedepannya perlu untuk meningkatkan kelembagaan,dan jiwa gotong royong petani melalui kelompok tani, dengan program-program peerintah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Produktivitas tanaman padi adalah suatu nilai yang menunjukan perbandingan rata-rata hasil produksi tanaman padi terhadap penggunaan beberapa input pada periode pelaporan. Produktivitas merupakan kemampuan atau kapasitas petani memproduksi tanaman padi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas petani padi sawah, mengetahui indeks produktivitas, mengetahui efisiensi teknis dan Mengetahui gap efisiensi petani padi sawah di Desa Nunkurus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan Nilai rata-rata, produktivitas petani 0,409, Produktivitas terendah 2,474 pada responden 36 terdapat pada RT 05 dan produktivitas tertinggi 9,009 pada responden 30 terdapat pada RT 04, Nilai rata-rata indeks produktivitas petani 0,489, Indeks terendah yaitu 0,275 pada responden 36, yang terdapat pada RT 05 dan indeks tertinggi yaitu 1.000 pada responden 30 yang terdapat pada RT 04, Nilai rata-rata efisiensi teknis 49% dengan nilai terendah 27% pada responden 36 yang terdapat pada RT 05 dan efisiensi teknis tertinggi 100% pada responden 30 terdapat pada RT 04, Nilai ratarata GAP efisiensi teknis 51% dengan nilai terendah 0% pada responden 36 yang terdapat pada RT 05 dan GAP efisiensi teknis tertinggi 73% pada responden 30 terdapat pada RT 04. Kesimpulan dari penelitian ini adalah produktivitas petani mempunyai nilai rata-rata 0,489, nilai rata-rata indeks produktivitas petani adalah 0,489, nilai rata-rata efisiensi teknis adalah 49% dan nilai rata-rata Gap efisisensi teknis 51%. Saran dari penelitian ini adalah Petani harus lebih meningkatkan produktivitasnya agar bisa mengelola lahan pertanian sehingga produksi padi sawah bisa di tingkatkan lagi dan akhirnya pendapatan juga akan meningkat dan petani juga harus berusaha dan terus meningkatkan produktivitas dengan cara mempelajari cara menanam padi dengan berbagai metode yang di anggap mampu untuk meningkatkan jumlah produksi padi dan petani membuat pupuk kompos dan pupuk kandang dari bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar sehingga tidak terlalu bergantung pada pupuk kimia sehingga pendapatan juga akan meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Manajemen Sumber Daya Manusia berperan aktif dan dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi, karena manusia menjadi perencana, pelaku, dan penentu terwujudnya tujuan organisasi. Tujuan tidak mungkin terwujud tanpa peran aktif karyawan meskipun alat-alat yang dimiliki perusahaan begitu canggi. Alat-alat canggih yang dimiliki perusahaan tidak ada manfaatnya bagi perusahaan, jika peran karyawan tidak diikutsertaka Perekrutan tenaga kerja dimaksudkan untuk pengadaan dan penarikan tenaga kerja guna mengisi posisi dan formasi yang belum terisi maupun bagian atau tugas baru yang diciptakan dalam organisasi. Agar dapat memperoleh tenaga kerja yang benarbenar cakap dan sesuai dengan harapan organisasi maka sebelum perekrutan tenaga kerja dilakukan hendaknya berbagai faktor yang berkaitan dengan perekrutan harus mendapat perhatian organisasi agar perekrutan tenaga kerja tersebut dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan baik. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini Peneliti akan membahas Rekrutmen dan Kepuasan Kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada kantor Pos Indonesia Cabang Kupang.Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitati.Populasi dan sampel dalam penelitian ini Pos Indonesia Cabang Kupang berjumlah 80 orang dan dilakukan penentuan sampel menunggunkan rumus slovin makan penelitian ini berjumlah 44 orang. Teknik pengumpulan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini mengetahui pengaruh Rekrutmen dan Kepuasan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan. Peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan dan Uji Kooefesien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, Peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial rekrutmen berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan pada kantor Pos Indonesia Cabang Kupang dan Kepuasan kerja berpengaruh berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan pada kantor Pos Indonesia Cabang Kupang. secara simultan rekrutmen, dan Kepuasan kerja terrdapat pengaruh secara Bersama-sama secara positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar 19,695, Sedangkan Kooefeisen regresi b1 = 0,303, b2 = 0.344. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan pengaruh Rekrutmen (X1) dan Kepuasan Kerja (X2) terhahap Produktivitas Kerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y=19,695+ 0,303 X1 + 0,344 + e. Selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada Rekrutmen (X1) Produktivitas Kerja Karyawan (Y). Diketahui variabel Rekrutmen (X1) di temukan t hitung = 1.274 lebih kecil dari t tabel = 2.018 dan tingkat signifikan = 210 oleh karena itu nilai sig > 0,05 maka maka H0 (b1=0) diterimah Ha (b1 > 0) ditolak yaitu variabel Rekrutmen (X1) memiliki pengaruh positif secara Parsial terhadap variabel Produktivitas Kerja Karyawan (Y). Berikut Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Kepuasan Kerja (X2) dan Produktivitas Kerja Karyawan (Y) diketahui bahwa variabel Kepuasan Kerja Karyawan (X2) ditemukan t hitung = 2.189 lebih besar dari t tabel = 2,018 dan tingkat sig = 0,034. Oleh karna itu nilai sig 0,05 maka H0 (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1 > 0) diterimah yaitu Kepuasan Kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Produktivitas Kerja Karyawan.Untuk hasil Uji F didapati F hitung = 6,502 lebih besar dari F tabel = 3,22 dan tingkat sig = 0,003 oleh karena itu nilai sig 0,05 maka H0 ( b1=0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima artinya variabel Rekrutmen (X1) dan Variabel Kepuasan Kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara stimultan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil ujikkofesien determinasi (R2) adalah 0,236% atau 23,6%. Hal ini berarti besar pengaruhnya Rekrutmen dan kepuasan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan adalah 23,6%.Sedangkan pengaruh sebesar 76,4% disebabkan oleh faktor lain
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap karyawan adalah produktivitas kerja karyawan Suatu perusahaan dapat bertahan jika setiap kegiatan karyawan didukung oleh produktivitas kerja karyawan. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan adalah dengan memperhatikan kualitas waktu gilir kerja, etos kerja terhadap karyawan. Waktu gilir kerja merupakan salah satu hal penting yang mendorong karyawan untuk menghasilkan produktivitas yang baik. Selain itu etos kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan karyawan di tempat kerja untuk meningkatkan ketaatan karyawan terhadap peraturan perusahaan
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai menganalisis perubahan waktu gilir kerja sebagai dampak covid-19 berpengaruh terhadap produktivitas Pada Pt Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang, Untuk menganalisis etos kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja Pada Pt Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang, karena penulis menemukan bahwa terdapat pengaruh waktu gilir kerja.
Konsep dalam penelitian skripsi ini adalah yang dimaksud dengan perubahan waktu gilir kerja dalam penelitian ini adalah bentuk perpanjangan waktu dari sistem shif kerja. Dimana merupakan suatu sistem pengaturan kerja yang memberi peluang untuk memanfaatkan keseluruhan waktu yang tersedia untuk mengoperasikan pekerjaan. yang dimaksudkan dengan etos kerja dalam penelitian ini adalah sebagai pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. Berpijak pada pengertian bahwa etos kerja mengandung makna sebagai aspek evaluatif yang dimiliki oleh individu atau kelompok dalam memberikan penilaian terhadap kegiatan kerja. Yang dimaksudkan dengan produktivitas kerja dalam penelitian ini adalah suatu hubungan yang terjalin antara jumlah output yang dihasilkan dan sejumlah output yang diperlukan untuk membuat output tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode 3 kotak. Dengan jumlah populasi sebanyak 74 orang karyawan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang karyawan dengan menggunakan rumus slovin. Rumus slovin ini digunakan apabila populasi dalam penelitian merupakan populasi yang tak hingga. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS.
Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan metode 3 kotak bahwa Waktu Gilir Kerja pada PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang berada dalam kriteria rendah. Etos Kerja berada dalam kriteria rendah, Produktifitas Kerja berada dalam kriteria rendah.
Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa waktu gilir kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 10, 182. dan nilai koefisien regresi sebesar -0,013 yang berarti semakin baik waktu gilir kerja, semakin tinggi pula produktivitas kerja karyawan, dan sebaliknya. Etos kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 10,182 dan nilai koefisien regresi sebesar 0, 667 yang berarti semakin baik etos kerja semakin tinggi pula produktivitas kerja karyawan. Sedangkan produktivitas kerja karyawan berpengaruh positif terhadap waktu gilir kerja dan etos kerja karyawan yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 10, 182
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi peringkat obligasi. Adapun persoalan yang diangkat adalah bagaimana pengaruh faktor keuangan yang meliputi likuiditas, produkvitas dan utang bank serta pengaruh faktor non keuangan yang meliputi umur obligasi dan reputasi auditor terhadap peringkat obligasi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris pengaruh likuiditas, produktivitas , utang bank, umur obligasi dan reputasi auditor terhadap peringkat obligasi di perusahaan non keuangan yang terdaftar di BEI periode 2017-2020. Adapun konsep dari penelitian ini adalah peringkat obligasi, likuiditas, produktivitas, utang bank, umur obligasi dan reputasi auditor. Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar semua kewajiban financial jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan aktiva lancar yang tersedia. Produktivitas adalah alat untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan atau memanfaatkan sumber daya-sumber dayanya. Utang bank adalah pinjaman modal kerja atau usaha dari bank untuk membantu pendanaan perusahaan. Umur obligasi adalah tanggal dimana pemegang obligasi akan mendapatkan pembayaran kembali pokok atau nilai nominal obligasi yang dimilikinya. Reputasi auditor adalah nama baik atau citra yang didapat atas kerja yang baik dalam tanggung jawabnya sebagai auditor. Populasi dalam penelitian ini adalah 316 perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2017-2020 dan 210 perusahaan diperingkat oleh PEFINDO. Jumlah sampel sebanyak 13 perusahaan yang memenuhi kriteria pengambilan sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa likuiditas (CR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap peringkat obligasi, produktivitas (TAT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap peringkat obligasi, utang bank berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap peringkat obligasi dan umur obligasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap peringkat obligasi, reputasi auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap peringkat obligasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Pengaruh Pupuk Organik Cair Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Dan Jeroan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Terhadap
Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
Kadawung, E. R* Hendrik, A. Ch** Nitsae, M**
Peningkatan produktivitas tanaman kacang hijau (Vigna radiate L.) dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dan jeroan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dan perlakuan pupuk organik daun kirinyuh (DK) dan jeroan ikan cakalang (JI) yang memberikan hasil pertumbuhan paling baik pada kacang hijau. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 ulangan dan 5 taraf perlakuan yaitu kontrol = tanpa pupuk organik cair , perlakuan 1=5 kg DK (kg), perlakuan 2=4 DK + 1 JI (kg), perlakuan 3=3 DK + 2 kg JI (kg), perlakuan 4= 2 DK + 3 JI (kg), perlakuan 5=1 DK + 4 JI (kg), dan perlakuan 6=5 kg JI. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA kemudian dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, pada parameter tinggi batang memiliki nilai yang berebda nyata pada setiap perlakuan namun tidak berbeda nyata pada perlakuan 3 dan 4 parameter jumlah polong memiliki nilai rata-rata yang berbeda nyata namun pada perlakuan 3 dan 4, dan perlakuan 2 dan 5 memiliki nilai yang tidak bebeda nyata. Sedangkan pada parameter jumlah daun dan berat polong menunjukan nilai rata-rata yang berbeda tidak nyata pada setiap perlakuannnya. Pupuk pada perlakuan 3 dan 4 memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah polong dan berat polong. Penelitian tentang pupuk organik cair daun kirinyuh dan jeroan ikan cakalang masih bisa terus dikaji lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fitoplankton merupakan salah satu parameter tingkat kesuburan suatu perairan. Fitoplankton berkontribusi sangat besar untuk mengetahui produktivitas primer di perairan.Jika jumlahfitoplankton dalam perairan tinggi maka perairan tersebut cenderung memiliki produktivitas tinggi.Perairan Oeseli merupakan salah satu daerah penangkapan bagi nelayan setempat dan dari desa lainnya. Salah satu sumber makan ikan pelagis kecil adalah fitoplankton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, adalah untuk membuat deskripsi atau gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoplankton di daerah penangkapan lampara perairan Oeseli yang ditemukan di kedalaman 1 m sebanyak 67 jenis. Kelimpahan fitoplankton tertinggi di kedalaman 1 m pada siang hari sebesar 6324 sel/L, sedangkan terendah pada malam hari sebanyak 4682,9 sel/L. Kelimpahan pada kedalaman 5 m tertinggi pada siang hari sebanyak 5084,8 sel/L dan terendah adalah di sore hari sebanyak 3932,8 sel/L. Nilai keanekaragaman (H’) di daerah penangkapan lampara Perairan Oeseli baik kedalaman 1 m dan 5 m pada pagi, siang, sore dan malam tergolong tinggi. Nilai dominansi fitoplankton di daerah penangkapan lampara perairan Oeseli pada kedalaman 1 m berkisar antara 0,020-0,021, sedangkan di kedalaman 5 m nilai dominansi fitoplankton berkisar antara 0,021-0,023. Hubungan atau korelasi yang terjadi sangat kuat dan positif antara parameter kimia (nitrat) dan kelimpahan fitoplankton dengan nilai korelesi (R²) sebesar 0,724; kecerahan dan kelimpahan fitoplankton dengan nilai korelesi (R²) sebesar 0,611.