Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

44 hasil
Subjek: Struktur
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PESISIR PANTAI MOTAAIN, DESA MOTAAIN, KECAMATAN MALAKA BARAT, KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN FRIDOLINUS BRIA (16383509). Struktur Komunitas Gastropoda Pada Ekosistem Mangrove di Pesisir Pantai Motain, Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Alfred G. O. Kase, S.Pi., M.Si., Ph.D dan Imanuel J. Emola, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Salah satu sumberdaya alam wilayah pesisir yang cukup penting adalah gastropoda. Gastropoda merupakan salah satu biota laut yang hidup diwilaya pesisir yang memeiliki karakteristik khas dan berbeda. Keberadaan gastropoda di kawasan pesisir secara ekonomis dapat berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat dan lain sebagainya. Masyarakat Desa Motaain melakukan penangkapan gastropoda untuk memenuhi kebutuhan hidup baik dengan cara dijual maupun utntuk dikonsumsi keperluan sehari-hari. Penelitian ini telah dilaksanankan selama 1 bulan yaitu pada bulan Mei tahun 2020 yang berlokasi di Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Metode yang digunakan adalah metode Observasi (pengamatan langsung) dan studi pustaka yaitu dengan pengamatan langsung dilokasi untuk mengetahui bagaimana struktur komunitas gastropoda pada ekosistem mangrove dan metode studi pustaka dapat diperoleh dari sumber baca buku, internet maupun jurnal yang berkaitan dengan judul penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis spesies gastropoda yang terdapat pada mangrove di pesisir pantai Motaain, Desa Motaian Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka yakni pada ke 3 transek Nerita articulata, Syncera brevicula, Chicocerus capunicus, Columbella scripta, Cerithidae cingulata, Littorina scabra dan Cassidula mustelina dan spesies yang banyak ditemukan yaitu adalah Syncera brevicula. Indeks kelimpahan gastropoda yang terdapat pada mangrove di pesisir pantai Motaain, Desa Motaain Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, spesies terbanyak terdapat pada Syncera brevicula dengan total keseluruhan pada ketiga transek yakni dengan kelimpahan total 21,73 individu/m2. Keanekaragaman berkisar antara 1,58-1,83, keseragaman pada lokasi penelitian berkisar antara 0,40-0,46 pada kondisi ini, jenis-jenis gastropoda yang dijumpai jumlahnya seragam relatif sama. sedangkan nilai indeks dominansi berada dalam rentang 0,16-0,18 menandakan adanya jenis yang mendominasi. Kata Kunci : Struktur Komunitas, Gastropoda, Ekosistem Mangrove, Desa Motaain

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Struktur Modal, Likuiditas dan Pertumbuhan Laba Terhadap Kualitas Laba.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH STRUKTUR MODAL, LIKUIDITAS DAN PERTUMBUHAN LABA TERHADAP KUALITAS LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2016-2021. NAMA : ADRIANUS NORMANCE KASA NIM : 18410001 Persaingan industri Telekomunikasi nasional saat ini ditandai dengan mulai menguatnya tiga tren utama, yaitu evolusi platform jejaring sosial, mulai berkembangnya telepon seluler dan menguatnya posisi tawar konsumen. Berdasarkan UU No. 36 Tahun 1999 pasal 10 ayat 1 tentang telekomunikasi pelaksanaan perdagangan telekomunikasi di Indonesia tidak lagi monopoli tetapi mengarah ke persaingan bebas. Peraturan tersebut membuat struktur telekomunikasi di Indonesia mulai mengalami perubahan yang sangat mendasar. Persaingan dagang sektor telekomunikasi secara langsung maupun tidak langsung akan berimbas pada penjualan perusahaan telekomunikasi. (Akhmad,2015) Dalam sebuah perusahaan laba merupakan hal yang sagat penting. Setiap perusahaan ingin memperoleh laba sebesar- besarnya karena menghasilkan laba merupakan tujuan didirikanya sebuah perusahaan. Besarnya laba yang dihasilkan oleh perusahaan akan menjadi tolak ukur keberhasilan kinerja keuangan dan pengendalian internal suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Struktur Modal, Likuiditas, dan Pertumbuhan Laba Terhadap Kualitas Laba Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Telekomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2016-2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berjumlah 19 perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 5 perusahaan yaitu : PT. Smartfren Tbk (FREN), PT. XL Axiata Tbk (EXCL), PT. Indosat Tbk (ISAT), PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT. Bakrie Telkom Tbk (BETEL). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, pengelolaan data dan melakukan analisis mengenai pengaruh struktur modal, likuiditas, dan pertumbuhan laba terhadap kualitas laba dengan menggunakan data sekunder, maka hasil penelitiannya sebagai berikut : Hasil pengujian uji secara parsial diperoleh nilai signifikan DER sebesar 0.638>0,05, menunjukkan bahwa laverage berpengaruh tidak signifikan terhadap kualitas laba pada perusahaan manufaktur sektor telekomunikasi yang terdaftar di BEI kesimpulan dari pengujian ini menunjukan bahwa hipotesis 1 tidak terbukti kebenaranya. Hasil pengujian uji secara parsial diperoleh nilai signifikan sebesar CR 0,727 > 0,05, menunjukan bahwa current ratio berpengaruh tidak signifikan terhadap kualitas laba pada perusahaan manufaktur sektor telekomunikasi yang terdaftar di BEI kesimpulan dari pengujian ini menunjukan bahwa hipotesis 2 tidak terbukti kebenaranya. Hasil pengujian secara parsial diperoleh nilai signifikan PL sebesar 0.004 0,05 menunjukan bahwa pertumbuhan laba berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba pada perusahaan manufaktur sektor telekomunikasi yang terdaftar di BEI. Kesimpulan dari pengujian ini menunjukan bahwa hiptesis 3 terbukti kebenaranya. nilai F tabel sebesar 210. Dengan demikian nilai F hitung > F tabel (10,153>210). Maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil uji F variabel dependen struktur modal, likuiditas dan pertumbuhan laba berpengaruh secara simultan atau Bersama-sama memiliki pengaruh positif dan singnifikan terhadap variabel dependen kualitas laba. Hasil adjusted R square sebesar 0,276, ini berarti bahwa naik turunnya variabel dependen dalam hal ini kualitas laba dapat dijelaskan oleh variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu struktur modal, likuiditas dan pertumbuhan laba sebesar 27,6% sementara untuk sisanya sebesar 72,4% dijelakan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Struktur Modal, Likuiditas, Pertumbuhan Laba Dan Kualitas Laba

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BAHAN AJAR LEAFLET STRUKTUR TUBUH ANIMALIA (INVERTEBRATA) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 AMARASI SELATAN TAHUN AJARAN 2022/2023

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH BAHAN AJAR LEAFLET STRUKTUR TUBUH ANIMALIA (INVERTEBRATA) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 AMARASI SELATAN TAHUN AJARAN 2022/2023 Iku G. M)* Meha A. M)** DaudY)** Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh bahan ajar leaflet struktur tubuh animalia (invertebrate) di SMA Negeri 1 Amarasi Selatan. Penelitian ini merupakan penellitian eksperimen dengan metode eksperimen dengan rancangan penelitianposttest-only control design.Dengan jumlah populasi sebanyak 24 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri darisiswa kelas kelas X IPA A dan kelas IPA XB, dimana kelasX IPA A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 12 orang dan kelas IPA B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 12 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Pengumpulan data menggunakan angketdengan skala sikap Likert,data penelitian dianalisis menggunakan SPSS dengan uji statistik parametrik yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada pada bahan ajar Leaflet Sturktur Tubuh Animaliaterhadap Motivasi Belajar siswa dengan perolehan nilai t sebesar 7,340 dengan taraf signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05. Hal ini hal ini terlihat pada saat guru membagikan media leaflet pada masing-masing kelompok, siswa terlihat tertarik pada media leaflet karena bagi siswa penggunaan media leaflet merupakan suatu hal yang baru saat proses pembelajaran, dan memiliki banyak gambar yang menarik, materinya mudah dimengerti sehingga menjadikan siswa lebih termotivasi dalam proses pembelajaran. Pada saat kegiatan diskusi dan tanya jawab semua siswa bekerja sama dengn kelompoknya masing-masing untuk memecahkan masalah yang terdapat pada media leaflet dan rata-rata siswa aktif bertanya terkait konsep yang belum dimengerti dan juga menjawab pertanyaan yang peneliti berikan. Fakta tersebut menunjukkan bahwaada pengaruh yang signifikan pada pada bahan ajar Leaflet Sturktur Tubuh Animaliaterhadap Motivasi Belajar siswa di SMA N 1 Amarasi Selatan Tahun Ajaran 2022/2023. Kata kunci:Bahan Ajar leaflet.Struktur Tubuh Animalia, dan MotivasiBelajar Siswa Keterangan * )= Peneliti **) = Pembimbing   ABSTRACT THE EFFECT OF ANIMAL BODY STRUCTURE LEAFLET TEACHING MATERIALS (INVERTEBRATE) ON STUDENT LEARNING MOTIVATION AT SMA NEGERI 1 AMARASI SELATAN ACADEMIC YEAR 2022/2023 Iku G. M)* Meha A. M)** Daud Y)** The purpose of this study was to examine the effect of leaflet teaching materials on the body structure of animals (invertebrates) at SMA Negeri 1 Amarasi Selatan. This research is an experimental research with an experimental method with a posttest-only control design. With a total population of 24 and a sample of two classes consisting of students in class X IPA A and class IPA XB, where class X IPA A is the experimental class with 12 students and class IPA B is the control class with 12 students. Sampling used is random sampling. Data collection used a questionnaire with a Likert attitude scale, research data were analyzed using SPSS with a parametric statistical test, namely the t-test. The results of this study stated that there was a significant effect on the teaching material Animalia Body Structure Leaflet on students' Learning Motivation with a t acquisition value of 7.340 with a significant level of 0.000 or less than 0.05. This can be seen when the teacher distributes leaflet media to each group, students look interested in leaflet media because for students the use of leaflet media is something new during the learning process, and has lots of interesting pictures, the material is easy to understand so that it makes students are more motivated in the learning process. During the discussion and question and answer activities, all students worked together with their respective groups to solve the problems contained in the leaflet media and on average students actively asked questions related to concepts they had not understood and also answered questions that the researchers gave. These facts show that there is a significant effect on the teaching material Animalia Body Structure Leaflet on the Learning Motivation of students at SMA N 1 Amarasi Selatan Academic Year 2022/2023. Key words : Materials for leaflets. Animalia Body Structure, and Student Learning Motivation. Description*) = Researcher **)= Advisor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN KINERJA KEUANGAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021 (STUDI PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN).

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalah pengaruh struktur modal dan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Adapun persoalan yang diangkat adalah Apakah struktur modal berpengaruh terhadap nilai perusahaan? Dan Apakah kinerja keuangan berpengaruh terhadap nilai perusahaan?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan dan tujuan kedua adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Adapun konsep dari penelitian ini adalah nilai perusahaan, struktur modal dan kinerja keuangan. Nilai perusahaan adalah nilai presepsi investor terhadap tingkat keberhasilaan perusahaan yang terkait erat dengan harga sahamnya.Harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaa juga tinggi, dan meningkatkan kepercayaan pasar tidak hanya terhadap kinerja perusahaan saat ini namun juga pada prospek perusahaan di masa mendatang. Struktur modal adalah bagian dari struktur keuangan yang mencerminkan rasio (absolut atau relatif) antara seluruh modal eksternal (baik dalam jangka pendek dan dalam jangka panjang) dengan total sendiri. yang diwakili hutang, saham preferen dan ekuitas saham biasa. kinerja keuangan adalah suatu analisis yang bertujuan untuk memahami sejauhmana suatu perusahaan menerapkan aturan pelaksanaan keuangan dengan benar. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor makanan dn minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017-2021. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan tujuan untuk mendapatkan sampel sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan dan sampel pada penelitian ini adalah 33 perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah sumber data yang di peroleh melalui media perantara atau secara tidak langsung. Data ini berupa laporan keuangan yang sudah di publikasikan oleh perusahaan manufaktur sub sektor telekomunikasi yang memenuhi kriteria sampel penelitian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021 yang dapat diakses melalui Situs www. idx.co.id Berdasarkan hasil uji determinasi nilai R2 adalah 0,166 atau 16,6%. Hal ini menunjukan bahwa pengaruh struktur modal (X1) dan kinerja keuangan (X2) terhadap nilai perusahaan (Y) sebesar 16,6% sedangkan sisanya sebesar 83,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian ini. Hasil uji regresi secara parsial struktur modal (H1) menunjukkan nilai Koefisien (β1) adalah 0,009 dengan tingkat signifikansi 0,741 lebih dari 0.05 maka hipotesis pertama dalam penelitian ini diitolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur modal tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Selanjutnya hasil uji regresi secara parsial kinerja keuangan Menunjukkan nilai Koefisien (β2) sebesar 0,519 yang berarti terdapat hubungan positif kinerja keuangan dengan nilai perusahaan dengan tingkat signifikansi 0,024 lebih kecil dari 0.05 maka hipotesis kedua dalam penelitian ini diiterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA (MOLLUSCA) DI HUTAN MANGROVE OESAPA BARAT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem alamiah dengan nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi, juga daerah yang produktifitasnya tinggi karena ada serasah dan terjadi dekomposisi serasah sehingga terdapat detritus. Hutan mangrove memberikan kontribusi besar terhadap detritus organik yang sangat penting sebagai sumber energi bagi biota yang hidup di perairan sekitarnya. Gastropoda merupakan kelompok terbesar dari filum Mollusca, yang menguntungkan misalnya, dijadikan bahan makanan. Dan juga berperan penting dalam proses dekomposisi serasah dan mineralisasi materi organik terutama yang bersifat herbivor dan detrivor. Dengan cara mencacah-cacah daun menjadi bagian-bagian kecil kemudian akan dilanjutkan oleh organisme yang lebih kecil yaitu mikroorganisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur komunitas Gastropoda (Mollusca) yang terdapat pada hutan Mangrove di Oesapa Barat, yang berkaitan dengan kepadatan, keanekaragaman jenis, keseragaman, dominansi, kelimpahan spesies dan pola sebaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode line transect dan purposive sampling supaya dapat menentukan transek pada lokasi penelitan. Dalam penelitian ini menggunakan 3 stasiun yang dapat mewakili lokasi penelitian. Setiap stasiun terdiri dari 5 plot dengan jarak setiap plot 20 m, tegak lurus dari garis pantai ke arah darat (tegak lurus terhadap garis pantai sepanjang zonasi hutan mangrove). Hasil dari penelitian ini ditemukan 6 spesies gastropoda meliputi Telescopium telescopium, Monodonta canalifera, Littoraria scabra, Terebralia palustris, Cerithideopsilla dan Cerithidea balteata. Struktur komunitas kepadatan gastropoda yang paling Banyak ditemukan yaitu spesies Monodonta canalifera dengan Nilai 0,56 (ind/ m²), Struktur komunitas gastropoda keanekaragaman didapatkan hasil yaitu H’1.079077, Struktur komunitas keseragaman gastropoda di lokasi penelitian pada stasiun 1 (0,2), stasiun 2 (0,05) dan stasiun 3 (0,23). Kelimpahan jenis gastropoda yang paling Tinggi terdapat spesies Monodonta canalifera dengan Nilai 14, Jenis gastropoda yang paling dominan di lokasi penelitian yaitu 0,23 dan pola sebaran gastropoda di Hutan Mangrove Oesapa Barat sebarannya secara acak dan mengelompok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PERAIRAN LEDEANA DAN MEBBA KECAMATAN SABU BARAT KABUPATEN SABU RAIJUA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN AGUSTHINA DJO HAU (17383920).Stuktur Komunitas Makroalga di Perairan Ledeana dan Mebba Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua; Dr. BEATRIX M. REHATTA. S, Pi., M Si sebagai Pembimbing I dan DONNY M. BESSIE, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Makroalga merupakan tumbuhan thallus (Thallophyta) dimana organ-organ berupa akar, batang dan daunnya tidak terdiferensiasi dengan jelas (tidak sejati). Pesisir pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba Merupakan salah satu pantai yang memiliki wilayah pasang surut serta memiliki tipe pantai dengan tipe substrat berbatu, berpasir serta berkarang.pantai ini memiliki sumberdaya hayati salah satunya makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di kawasan perairan Pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi makroalga yang ditemukan perairan pantai Desa Ledeana dan Kelurahan Mebba terdiri dari 3 Devisi yaitu Phaephyta terdiri dari 6 spesies, Padina australis, Dyctyopteris polypodioide, Sargassum polycarpum, Sargassum muticum Sargassum horneri, cystoseira sedangkan Rhodophyta terdiri dari 2 spesies yaitu Gracilaria coronopifalia, Galaxaura rugosa dan Clorophyta terdiri dari 4 spesies yaitu Caulerpa lentilifera, Boergisenia forbesii, Caulerpa taxifolia,Halimeda disconosoides. Nilai indeks keanekaragaman PantaiLedeana 0,636 dan Kelurahan Mebba 0,901 (H') tergolong rendah, indeks keseragaman Pantai Ledeana yaitu 0,106, dan Kelurahan Mebba 0,901 (E) tergolong merata dan indeks dominansi (C) Pantai Ledeana 0,295 dan Kelurahan Mebba 0,059 menunjukan tidak ada jenis yang mendominansi. Kata Kunci :struktur komunitas, makroalga, perairan Ledeana, dan Kelurahan Mebba

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Struktur komunitas echinodermata pada ekosistem lamun di perairan desa ramedue kecamatan hawu mehara kabupaten sabu raijua

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN DIKSON RATU PA (17381950). Struktur Komunitas Echinodermata Pada Ekosistem Lamun Di Perairan Desa Ramedue Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua; Dr. BEATRIX M. REHATTA. S, Pi., M Si sebagai Pembimbing I dan WILSON L. TISERA., S,Pi. M.Si. Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Echinodermata merupakan salah satu hewan yang penting dalam ekosistem laut dan bermanfaat sebagai salah satu komponen dalam rantai makanan, pemakan sampah organik dan hewan kecil lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Struktur Komunitas Echinodermata di Perairan Ramedeu. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 1 bulan yaitu pada bulan Maret 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel Echinodermata menggunakan metode Transek Sabuk (Blet Transect).Transek dipasang tegak lurus dengan garis pantai sepanjang 100 m. kemudian dilakukan pengamatan ke kiri dan kanan transek 2,5 m x 2,5 m. jarak antra transek 50 m. sehinggga didapatkan total luas area pengamatan adalah 500 m2. Setiap stasiun dilakukan pemasangan tiga transek. Analisis data dilakukan terhadap Kelimpahan, Keanekargaman, Keseragaman dan Dominansi. Faktor fisik-kimia perairan juga diambil sebagai data pendukung Hasil penelitian echinodermata di Perairan Desa Ramedue ditemukan13 spesies, 4 class dengan jumlah 440 individu. Stasiun I terdapat 12 spesies dari 4 Class, Stasiun II terdapat 12 spesiesdari 4 Class, sertastasiun III terdapat 13 spesies dari 4 Class. Struktur komunitas echinodermata di Perairan Desa Ramedue memiliki kelimpahan jenis dan relatif berbeda-beda yakni stasiun I yang tertinggi yaitu jenis Tripneustesgratlla dengan nilai sebesar 0,019 ind/m², 18%, stasiun II Tripneustesgratlla dengan nilai sebesar 0,016 ind/m², 17%, dan stasiun III Diademasetosum dengan nilai sebesar 0,016 ind/m², 17%. Indeks keanekaragaman jenis yang berbeda-beda yakni stasiun I memperoleh nilai sebesar 1,001, stasiun II memperoleh nilai sebesar 1,027, serta stasiun III memperoleh nilai sebesar 1,047 tergolong keanekaragaman sedang. Nilai indekskeseragaman pada stasiun I sebesar 0,928, stasiun II sebesar 0,952, dan stasiun III sebesar 0,940. Berdasarkan kriteria maka nilai indek skeseragaman Filuum Echinodermata pada stasiun I, II dan III memiliki nilai populasi yang stabil, dan nilai indeks dominansi pada stasiun I yakni 0,110, stasiun II yakni 0,104, dan pada stasiun III yakni 0,094. Hasil analisis dominansi menunjukan bahwa tidak ada spesies yang mendominansi dengan nilai tidak mendekati 1 atau mendekati 5. Tidak ada jenis Echinodermata yang mendominansi pada stasiun 1, II dan III.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS IKAN INDIKATOR (FAMILI CHAETODONTIDAE) DI EKOSISTEM TERUMBU KARANG PERAIRAN PANTAI BOLOK KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN KRISTIAN RONALDO KALUMBANG (18380010) Struktur Komunitas Ikan Indikator (Famili Chaetodontidae) di Ekosistem Terumbu Karang Perairan Pantai Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA, S,Pi.,M.Si sebagai Pembimbing I dan ROCKIE R.L. SUPIT S,Pi.,M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana. Perairan Pantai Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang dan sekitarnya merupakan salah satu daerah konservasi laut di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan status sebagai Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang. Penentuan ini didasarkan pada beberapa aspek terutama kondisi terumbu karang yang memiliki keragaman biota dan nilai estetika yang indah sehingga menjadi suatu taman laut yang indah. Tujuan dari penelitian ini untuk Menganalisis struktur komunitas ikan indikator famili Chaetodontidae di perairan PantaiBolok, Kecamatan Kupang Barat yang terdiri dari kelimpahan, dominansi, keanekaragaman dan keseragaman.Penelitian ini telah dilaksanakan di Perairan Pantai Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 Pengambilan data ikan dilakukan dengan teknik sensus visual, menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) lokasi pengambilan data di kedalaman 5-10 m dengan menggunakan 4 transek pada stasiun penelitian. Sampling dilakukan di 4 transek pada lokasi penelitian tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa ikan karang Famili Chaetodontidae yang tersensus di Perairan Pantai Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang terdiri dari 1 genus dan 6 spesies dengan jumlah keseluruhan individu sebanyak 40, dimana Chaetodon triasciatus(10 individu) Chaetodon klenii(10 individu) Chaetodon sp (2 individu) Chaetodon baronessa (7 individu) Chaetodon trifasciatus (10 individu) dan Chaetodon bennetti (1 individu) merupakan enam spesies yang paling sering tersensus,sedangkan yang paling sedikit adalah spesies (1 individu). Struktur komunitas ikan karang Famili Chaetodontidae di Perairan Pantai Bolok Keceamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang memiliki nilai indeks keanekaragaman yang tergolong kecil (H’ <0,69), nilai indeks keseragaman tergolong stabil (0,01 < E < 0,89) dan nilai dominansi tidak ada yang dominansi (0,22 ≤ C ≤ 0, 30). Kata Kunci : Struktur komunitas, ikan indikator Famili Chaetodontidae

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Struktur Komunitas Karang di Perairan Pantai Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FRANSISKUS ALDI PALA (18380019) Struktur Komunitas Karang Di Perairan Pantai Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Wilson L. Tisera, S.Pi.,M.Si sebagai pembimbing I dan Rockie R. L. Supit, S.Pi.,M.Si sebagai Pembimbing II, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Terumbu karang merupakan ekosistem laut tropis yang paling kompleks dan produktif. Struktur komunitas mempunyai beberapa indeks ekologi yang meliputi indeks keanekaragaman, indeks Keseragaman dan dominansi. Ketiga indeks ini saling berkaitan dan mempengaruhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Struktur Komunitas Karang di Perairan Pantai Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang meliputi, persentase penutupan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2022, di Perairan Pantai Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan LIT (Line Intercept Transect) dengan menggunakan empat transek dan panjang masing-masing transek yaitu 50 meter. penelitian menunjukan persentase tutupan karang di Perairan Pantai Bolok, pasir berkisar antara 0%-32%, patahan karang berkisar antara 20%-88%, karang lunak berkisar antara 0%-1%, karang mati yang di tumbuhi alga 0%-65% dan karang keras berkisar antara 10%-25%. Komposisi jenis karang yang ditemukan 10 genus, 15 spesies dan 57 individu. Struktur komunitas karang Indeks keanekaragaman yang didapat 1,07 (0,75 E≥ 1) menunjukkan keanekaragam sedang, Nilai indeks keseragaman sebesar 0,89 (0,75 E≥ 1) tergolong keseragaman tinggi, Nilai dominansi 0,10 (0,5 ˂ C ≤ 0,75) menunjukkan dominansi sedang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Struktur Kepemilikan manajerial, leverage dan financial distress terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di bursa efek indonesia

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh struktur kepemilikan manajerial, leverage dan financial distress terhadap konservatisme akuntansi. secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2021. metode penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah sampel yang memenuhi sebanyak 8 perusahaan. sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diunduh melalui www.idx.co.id selama 4 tahun periode 2018-2021. teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel indipenden yaitu struktur kepemilikan manajerial, leverage dan financial distress secara simultan berpengaruh terhadap variabe ldependen yaitu konservatisme akuntansi. sedangkan secara parsial, variabel struktur kepemilikan manajerial, leverage berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi, sementara financia ldistress tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH STRUKTUR AK TIVA DAN PROFITABILITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN BUMN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH STRUKTUR AK TIVA DAN PROFITABILITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN BUMN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA ABSTRAK NAMA : AGNES MONITS KORE KALE NIM : 18190234 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : AKUNTANSI TAHUN PENULISAN : 2022 Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menguji pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal pada perusahaan BUMN yangb terdaftar di BEI. Untuk menguji pengaruh profitabilitas terhadap struktur modal pada perusahaan BUMN yang terdaftar di BEI. Struktur modal menunjukkan proporsi atas penggunaan hutang dan modal sendiri untuk membiayai aktivitas perusahaan. Semakin ketatnya persaingan bisnis saat ini, sumber pendanaan yang berasal dari modal sendiri seringkali dirasa kurang. semakin tinggi struktur aktiva perusahaan menunjukkan semakin tinggi kemampuan perusahaan mendapatkan jaminan hutang jangka panjang. Perusahaan dengan struktur aktiva tinggi cenderung memilih menggunakan dana dari pihak luar atau hutang untuk mendanai kebutuhan modalnya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ialah 19 perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan dari tahun 2019 – 2021 terdaftar di Bursa Efek Indonesia.1) Perusahaan termasuk dalam Perusahaan BUMN yang terdaftar di BEI 2) Perusahaan BUMN yang terdaftar di BEI yang telah menerbitkan laporan keuangan tahun 2019-2021. 3) Perusahaan BUMN yang menerbitkan laporan keuangan yang lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) struktur aktiva berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Hal ini dibuktikan dengan t-hitung = 2,200 dimana nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel 1,745 (2,200 > 1,745) (2) hasil penelitian profitabilitas menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap struktur modal. Hal ini dibuktikan dengan bahwa t-hitung = 1,070 dimana nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel 1,745 (1,070 < 1,745).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUHPENGGUNAANDANA DESA TERHADAP PERKEMBANGAN INFRASTRUKTUR DIDESA TAPENPAH KECAMATAN INSANA KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA (TTU)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran dan Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. Permasalahan dari penelitian adalah bagaimana penggunaan dana desa terhadap perkembangan infrastruktur di desa Tapenpah, Kecamatan Insana- Kabupaten Timor Tengah Utara dan apa saja kendala-kendala yang dihadapi oleh pemerintah desa Tapenpah, Kecamatan Insana-Kabupaten Timor Tengah Utara dalam penggunaan dana desa untuk perkembangan infrastruktur di desa tersebut. Tujuan dari penelitian dilakukan untuk mengetahui tentang bagaimana penggunaan dana desa dalam pembangunan infrastruktur di desa Tapenpah, Kecamatan Insana-Kabupaten Timor Tengah Utara dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi pemerintah desa Tapenpah, Kecamatan Insana-Kabupaten Timor Tengah Utara dalam penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur di masyarakat desa tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengumpulkan data dari lapangan/obyek penelitian dan dideskripsikan atau diuraikan secara kualitatif untuk menjawab permasalahan yang ada. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah daftar pertanyaan yang terdiri dari sejumlah pertanyaan (5) untuk mengumpulkan data dari beberapa nara sumber/informen yakni 3 orang pejabat di desa Tapenpah dan 2 orang staf/anggota BPD desa tersebut yang tahu tentang bagaimana penggunaan dana desa dalam perkembangan infrastruktur di desa Tapenpah dan apa saja kendala-kendala yang dihadapi pemerintah desa tersebut dalam menggunakan dana desa untuk perkembangan infrastruktur di desa ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah analisis pendahuluan dan analisa lanjutan. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan dana desa untuk perkembangan/pembangunan infrastruktur di desa Tapenpah, Kecamatan Insana-Kabupaten Timor Tengah Utara dalam tiga tahun anggaran yakni dari tahun 2019-2021 menunjukkan hasil yang cukup signifikan dimana penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur desa di 3 tahun anggaran tersebut membuahkan hasil yang baik dengan persentase kerja dalam setiap program kerja di setiap tahun anggaran dari 3 tahun anggaran tersebut mencapai 100% hasil capaiannya sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat desa Tapenpah ke taraf yang lebih baik lagi. Selain hasil dari penggunaan dana desa untuk perkembangan/pembangunan infrastruktur desa Tapenpah, penulis juga mendapatkan jawaban dari kendala-kendala yang dihadapi pemerintah desa Tapenpah dalam menggunakan dana desa untuk pembangunan infrastruktur desa tersebut yakni kendala kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas, Keterlambatan Pencairan Dana Desa untuk Pembangunan Infrastruktur Desa dan Kenaikan Harga Barang dan Jasa yang tidak Stabil dari waktu ke waktu yang juga turut berdampak negatif terhadap pembangunan infrastruktur di desa Tapenpah ini. Di bagian akhir dari penulisan skripsi ini, penulis menyarankan dua ide yang harus diterapkan oleh pembaca dan penulis sebagai peneliti yakni penelitian ini bisa menjadi acuan bagi pembaca untuk mendapatkan jawaban dari apa yang ingin diketahuinya dan tulisan ini juga dapat memberikan kontribusi akademik atau ilmiah bagi penulis sebagai peneliti yang akan melakukan penelitian lanjutan dengan masalah yang masih berkaitan erat dengan penulisan skripsi ini

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS BIVALVIA DI PESISIR PANTAI SULAMANDA DESA MATA AIR KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANGStudi Ekologi

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yusuf B. Ndapa (16384071) Struktur Ekologi Bivalvia di Pesisir Pantai Sulamanda, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang: Alfred G. O. Kase, S.Pi., M.Si., Ph.D dan Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Secara ekologi, pesisir pantai Sulamanda memiliki habitat bagi keberlangsungan hidup bivalvia. Kehadiran beberapa bivalvia ekonomis di pesisir pantai Sulamanda menjadikannya sebagai bahan pangan untuk masyarakat di sekitar pesisir pantai tersebut salah satunya adalah Anadara sp. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas bivalvia meliputi keanekaragaman, keseragaman, dominansi, kepadatan dan kelimpahan jenis di pesisir pantai Sulamanda Desa Mata Air. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2021, di pesisir Pantai Sulamanda, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah observasi langsung lapangan. Penentuan lokasi sampling menggunakan teknik purposive sampling dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode transek kuadran yang diletakkan tegak lurus dengan garis pantai pada saat air laut surut di lokasi keberadaan bivalvia. Analisis data dilakukan secara kuantitatif meliputi indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi dan indeks kelimpahan. Hasil penelitian ini meliputi: Komposisi jenis bivalvia antara lain Stasiun I sebanyak 4 spesies dari 4 famili, Stasiun II sebanyak 3 spesies dari 3 famili, dan Stasiun III sebanyak 8 spesies dari 8 famili. Indeks keanekaragaman bivalvia yang ditemukan di ketiga stasiun tergolong keanekaragaman rendah. Indeks keseragaman di stasiun II tergolong dalam kondisi tertekan dan memiliki keseragaman rendah dan stasiun I dan III dikatakan bahwa ekosistem kurang stabil dan mempunyai keseragaman sedang. Indeks dominansi bivalvia di pantai Sulamanda Desa Mata Air tergolong sedang. Kelimpahan jenis bivalvia tertinggi terdapat di stasiun II adalah jenis Gemma gemma sebesar 91,567 individu/m², dan terendah di stasiun III yaitu jenis Anadara granosa sebesar 0,033 individu/m². Kepadatan relatif bivalvia tertinggi adalah Gemma gemma sebesar 95% di stasiun II, diikuti oleh Ostrea sp sebesar 59,5% di stasiun III dan Ostrea sp sebesar 47,7%. Kelimpahan tertinggi bivalvia adalah Gemma gemma sebanyak 119,43 individu/² dan Ostrea sp sebanyak 61,76 individu/m². Kata Kunci: Bivalvia, Struktur komunitas, Kelimpahan, Keanekaragaman, Pantai Sulamanda

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strukrutur Komunitas Gastropoda di Zona Intertidal Pantai Lalendo (Inokiu), Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Pantai Lalendo memiliki topografi landai tipe substrat pantai berpasir dengan sedikit batuan dan dasar perairan didominasi oleh pasir putih butiran halus dan lamun. Biota laut yang banyak terdapat di Pantai Lalendo (Inokiu) dimanfaatkan oleh mayarakat sekitar, terutama gastropoda. Gastropoda memiliki peran penting dalam studi ekologi dan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai perubahan yang terjadi di lingkungan perairan. Keanekaragaman organisme baik jumlah spesies maupun jumlah individu-individu anggota spesies menentukan karakter komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda yang ditemukan pada zona intertidal pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Maret-April 2022 di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di samping PT Tom,Stasiun II di depan budidaya Mutiara, Stasiun III di samping budidaya mutiara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Gastropoda yang ditemukan pada 3 stasiun pengamatan di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) diperoleh 23 spesies dari 15 famili. Kelimpahan tertinggi Gastropoda di stasiun I adalah;Cerithium coloumna,Stasiun II adalahCanarium microurceus dan stasiun III adalahMargistrombus marginatus.Struktur komunitas gastropoda di zona intertidal pantaiLalendo ( Inokiu) tergolong diversitas sedang.Nilai keseragaman jenis Gastropoda mendekati nilai satu, maka keseragaman antar spesies sama atau merata.Dominansi Gastropoda di zona intertidal Pantai Lalendo ( Inokiu) tergolong rendah. Kata kunci: Struktur komunitas, gastropoda, zona intertidal, pantai Lalendo Abstract Lalendo Pantai BeachIt has a sloping topography with a sandy beach substrate type with few rocks and the bottom of the waters is dominated by fine grained white sand and seagrass. Many marine biota found on the beach Lalendo ( Inokiu ) is used by local people, especially gastropods. Gastropods have an important role in ecological studies and are often used as indicators to assess changes that occur in the aquatic environment. Diversity organisms, both the number of species and the number of individual members of the species determine the character of the community. The purpose of this study was to determine the structure of gastropod community found in the coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency. This research was conducted in March -April 202 2 in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency at 3 (three) stations, namely Station I beside PT Tom , Station II at front cultivation Mutiara , Station III in side cultivation pearl . The method used in this research is a survey method. The results showed that the types of gastropods found at 3 observation stations in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) obtained 2 3 species from 1 5 families. The highest abundance of Gastropods at station I was; Cerithium coloumna , Station II is Canarium microurceus and station III is Margistrombus marginatus . Structure community gastropods in the intertidal zone Lalendo beach ( Inokiu ) is classified as medium diversity . The value of the uniformity of Gastropod species is close to the value of one, so the uniformity between species is the same or even. Gastropod dominance in the Coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) is low. Keywords: Structure community , gastropod , zone intertidal , beach Lalendo

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PERAIRAN PANTAI OEJAIN DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DESIKE M. R TAFULI (16384150). Struktur Komunitas Makroalga di Perairan Pantai Teres, Kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA., S.Pi. M.Si, Ph.D dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Salah satu daerah yang menyediakan habitat bagi makroalga adalah perairan Pantai Teres yang terletak di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Daerah ini merupakan salah satu daerah pesisir pantai yang memiliki potensi sumberdaya alam cukup melimpah termasuk makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di perairan Pantai Teres yang ditinjau dari kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dominasi dan frekuensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan dan metode survei. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode transek sebanyak 5 transek dengan jumlah kuadran tiap-tiap transek adalah 5 kuadran. Pengukuran kualitas perairan meliputi suhu, salinitas, arus, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis makroalga yang ditemukan di Perairan Pantai Teres Kelurahan Buraen terdiri dari 3 divisi yaitu Chlorophyta, Phaeophyta dan Rhodophyta serta 11 spesies. Kepadatan jenis makroalga tertinggi adalah Bornetella oligospora (sebesar 64,44 ind/m2), dan kepadatan relatif adalah Bornetella oligospora (sebesar, 43,80%). Kepadatan jenis dan relatif terendah adalah Sargassum sp. Dimana kepadatan jenis (sebesar 33,88 ind/m2) dan kepadatan relatif (sebesar 0,98%). Keanekaragaman jenis makroalga di perairan Pantai Teres Kelurahan Buraen tergolong rendah, keseragaman jenis makroalga tergolong tidak merata dengan nilai E mendekati 0, dominansi jenis makroalaga dengan nilai artinya terdapat spesies yang mendominasi spesies lainnya atau struktur komunitas dalam keadaan stabil. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi dengan rata-rata (sebesar 1), dengan frekuensi kemunculan terbanyak adalah jenis Bornetella oligospora. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi (1) dan frekuensi relatif tertinggi (sebesar 24)%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS HUTAN MANGROVE PADA DAERAH PESISIR PANTAI BATUBAO DI DESA TESABELA, KECAMATAN KUPANG BARAT, KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mangrove merupakan suatu komunitas tumbuhan yang terdapat di antara garis pasang surut, pantai berlumpur yang didominasi oleh spesies atau semak yang mampu bertahan dalam perairan payau. Fungsi ekologi mangrove adalah sebagai pelindung garis pantai, dapat mencegah instrusi air laut, sebagai tempat tinggal banyak biota (habitat), tempat mencari makan (feeding ground), tempat asuhan dan pembesaran (nursery ground), tempat pemijahan (spawning ground) bagi aneka biota perairan. Selanjutnya fungsi ekonominya adalah sebagai penghasil keperluan rumah tangga, penghasil keperluan industri, dan sebagai tempat wisata. Desa Tesabela berada di Kecamatan Kupang Barat dan memiliki mangrove yang berada pada daerah pesisir pantai. Masyarakat di Desa Tesabela telah memanfaatkan kawasan pesisir sebagai sumber penghidupan mereka. Bentuk-bentuk pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar hutan mangrove pada daerah pesisir pantai berupa penebangan hutan untuk kayu bakar, aktivitas penangkapan ikan, mencari kerang, kepiting dan sebagainnya. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2022 yang bertempat di Pantai Batubao Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Berdasarkan hasil yang didapat bahwa jenis mangrove yang ditemukan di Desa Tesabela terdiri dari Aegialitis annulate, Ceriops tagal, Bruguiera cylindrical dan Sonneratia alba keempat spesies tersebut memiliki habitat yang sedikit berbeda yakni, spesies Rhizophora hidupnya di Pesisir pantai yang Tumbuh pada tanah berlumpur, halus, dalam dan tergenang pada saat pasang normal. Tidak menyukai substrat yang lebih keras yang bercampur dengan pasir.Sedangkan habitat yang cocok buat kehidupan mangrove jenis Aegialitideae dan Sonneratiaceae adalah pada bagian daratan dari perairan pasang surut dan berbatasan dengan darat. Menyukai substrat pasir atau lumpur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Struktur Komunitas Mangrove Pasca Badai Seroja Di Desa Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang.

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Struktur Komunitas Mangrove Pasca Badai Seroja Di Desa Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Alfred G. O. Kase, Spi., M.Si dan Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si (sebagai Pembimbing I dan II). Program Studi, Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Struktur komunitas merupakan suatu konsep yang mempelajari sususan atau komposisi spesies dan kelimpahannya dalam suatu komunitas. Mangrove adalah komunitas vegetasi/tumbuhan pantai tropis yang mampu menyesuaikan diri pada daerah berlumpur atau daerah tergenang pasang-surut. Secara umum mangrove adalah tanaman perdu yang tumbuh di bawah tingkat pasang tinggi. Pohon mangrove hidup dalam suatu komunitas pada suatu kawasan sehingga sering orang menyebut hutan mangrove. Mangrove banyak ditemukan di tepi pantai, teluk yang dangkal, esturia, delta dan daerah pantai yang terlindung. Desa Oeteta merupakan wilayah pesisir yang terletak di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Desa ini memiliki sumber daya alam dan jasa lingkungan yang sangat kaya, yang di dalamnya terdapat sumber daya lahan garam rakyat yang sangat penting untuk kebutuhan manusia, dan juga terdapat ekosistem mangrove yang sangat bermanfaat bagi berbagai biota laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Struktur Komunitas Mangrove Pasca Badai Seroja Di Desa Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Metode penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan observasi yaitu melakukan pengukuran dan pengamatan secara langsung di lapangan dengan menggunakan garis transek atau transec line plots. Data yang diperoleh dianalisa untuk mendapatkan komposisi jenis, kerapatan, frekuensi dan indeks nilai penting berdasarkan jumlah tegakan setiap jenis mangrove. Hasil penelitian menunjukan atas tiga jenis mangrove yaitu Rhyzopora apiculata, Avicennia alba, dan Lumnitzera racemosa. Berdasarkan kategori setiap transek menunjukan bahwa Rhyzopora apiculata memiliki tingkat penutupan dan Avicennia alba memiliki kerapatan tertinggi dibandingkan, dengan Rhyzopora apiculata dan Lumnitzera racemosa. Nilai kerapatan mangrove pada kategori pohon 0,022ind/m², nilai frekuensi 1,00, Penutupan relatif jenis 38% dan indeks nilai penting tertinggi yaitu 0,69. Jenis biota yang ditemukan di ekosistem hutan mangrove di lokasi penelitian terdiri dari jenis ikan, udang, kerang dan kepiting.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LIKUIDITAS, DAN PROFITABILITAS TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021 Struktur modal adalah tingkat utang yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur modal yang baik akan mempunyai dampak kepada perusahaan dan secara tidak langsung posisi finacial perusahaan akan meningkat dan nilai perusahaan pun akan tinggi. Persoalan dalam penelitian ini adalah apakah ukuran perusahaan, likuiditas, dan profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2017-2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, likuiditas dan profitabilitas terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2017-2021. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sector industry barang konsumsi yang sudah dan masih terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 15 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Ukuran Perusahaan merupakan skala perusahaan yang dilihat dari total aktiva perusahaan pada akhir tahun. Total penjualan juga dapat digunakan untuk mengukur besarnya perusahaan ukuran perusahaan menggambarkan kecil besarnya perusahaan. Perusahaan dengan ukuran besar memiliki akses lebih besar dan luas untuk mendapat sumber pendanaan dari luar, sehingga untuk memperolah pinjaman akan menjadi lebih mudah karna dikatakan bahwa perusahaan dengan ukuran besar memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan persaingan atau bertahan dalam industri. Likuiditas menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Berdasarkan beberapa pendapatan mengenai likuiditas maka penulis menyimpulkan bahwa likuiditas merupakan suatu kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban financial jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun bersangkutan yang harus segera dipenuhi. Profitabilitas merupakan Analisis rasio keuangan yang mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh laba atau profit dengan suatu ukuran dalam presentase untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba atau keuntungan. Menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber daya yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang perusahaan, dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Hal ini dibuktikan dengan t-hitung sebesar -1,706 dengan nilai signifikansi sebesar 0,092 lebih besar dibandingkan dengan tingkat signifikansi yang diharapkan yaitu 0,05 sehingga hipotesis pertama ditolak. Likuiditas yang diwakili Current Ratio (CR) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Struktur Modal. Karena Hasil uji memperoleh nilai t hitung CR sebesar -3,884 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Oleh karena itu hipotesis kedua diterima. Profitabilitas yang diwakili oleh Return On Equity (ROE) memiliki pengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap Struktur Modal. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian yang menghasilkan nilai t hitung sebesar 1,281 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,204 atau lebih besar dibandingkan dengan tinkat signifikan yang diharapkan yaitu 0,05 sehingga hipotesis ketiga ditolak. Berdasarkan hasil penelitian ini, telah menjawab hal-hal yang menjadi persoalan dalam penelitian ini. Kata kunci : Struktur Modal, Ukuran Perusahaan, Likuiditas, dan Profitabilitas

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP STRUKTUR MODAL Pada Sektor Pertambangan Minyak Mentah Dan Gas Bumi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI 2017-2019)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK TRI INDAR ASMIN. 2020, Pengaruh Ukuran Perusahaan, Struktur Aktiva dan Profitabilitas terhadap Struktur Modal Perusahaan Setelah IPO (Studi Perusahaan Jasa yang Terdaftar Di Indeks Saham Syariah Indonesia 2017- 2019.Skripsi program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.Dibimbing oleh Andi Mappatompo dan Ramly.Struktur modal adalah tingkat utang yang dimiliki oleh perusahaan. Struktur modal yang baik akan mempunyai dampak kepada perusahaan dan secara tidak langsung posisi finacial perusahaan akan meningkat dan nilai perusahaan pun akan tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, struktur aktiva dan profitabilitas terhadap struktur modal perusahaan pada perusahaan jasa di Indeks Saham Syariah Indonesia periode 2017-2019.Populasi dalam penelitian ini menggunakan perusahaan jasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal, struktur aktiva tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Kata Kunci: Ukuran Perusahaan, Struktur Aktiva, Profitabilitas, Struktur Modal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR DAN IKLIM ORGANISASI JEMAAT: Suatu Tinjauan Pembangunan Jemaat terhadap Struktur dan Iklim dalam Pelayanan di Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, Klasis Rote Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berangkat dari persoalan rendahnya partisipasi jemaat dalam pelayanan di Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, Klasis Rote Timur, yang berkaitan erat dengan pola relasi dalam struktur organisasi majelis jemaat serta iklim pelayanan yang terbentuk. Dalam konteks sosial pedesaan dengan karakter komunikasi yang terbuka dan keras, muncul dominasi pihak tertentu dalam kepemimpinan, sikap otoriter dalam komunikasi, serta kecenderungan jemaat untuk bersikap pasif dan enggan menyampaikan pendapat dalam forum gerejawi. Situasi ini bertentangan dengan tujuan pembangunan jemaat yang partisipatif dan prinsip penataan organisasi GMIT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konteks sosial-budaya dan organisatoris Jemaat GMIT Dale Sue Kenamoen, menganalisis struktur organisasi serta dampak relasi dalam majelis jemaat terhadap iklim pelayanan dan partisipasi warga jemaat, serta merumuskan refleksi teologis pembangunan jemaat terhadap realitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah informan yang terdiri dari pendeta, majelis jemaat, dan anggota jemaat, serta didukung dengan dokumen gerejawi. Validitas data dibuktikan melalui triangulasi sumber dan analisis tematik berdasarkan tahapan dalam pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organisasi yang secara formal bersifat partisipatif dalam praktiknya dipengaruhi oleh relasi yang timpang, komunikasi yang keras, serta pemutlakan tipe relasi tertentu sebagaimana dikritisi dalam teori Jan Hendriks. Kondisi ini membentuk iklim pelayanan yang kurang dialogis, menghambat keterlibatan jemaat, serta melemahkan vitalitas pelayanan gereja. Penelitian ini menegaskan bahwa pembangunan jemaat yang sehat menuntut penataan struktur dan iklim pelayanan yang menempatkan jemaat sebagai subjek, mengembangkan kepemimpinan yang kolaboratif, serta membuka ruang partisipasi sebagai wujud karya Allah dalam membangun gereja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail