Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: zona intertidal
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strukrutur Komunitas Gastropoda di Zona Intertidal Pantai Lalendo (Inokiu), Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Pantai Lalendo memiliki topografi landai tipe substrat pantai berpasir dengan sedikit batuan dan dasar perairan didominasi oleh pasir putih butiran halus dan lamun. Biota laut yang banyak terdapat di Pantai Lalendo (Inokiu) dimanfaatkan oleh mayarakat sekitar, terutama gastropoda. Gastropoda memiliki peran penting dalam studi ekologi dan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai perubahan yang terjadi di lingkungan perairan. Keanekaragaman organisme baik jumlah spesies maupun jumlah individu-individu anggota spesies menentukan karakter komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda yang ditemukan pada zona intertidal pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Maret-April 2022 di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di samping PT Tom,Stasiun II di depan budidaya Mutiara, Stasiun III di samping budidaya mutiara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Gastropoda yang ditemukan pada 3 stasiun pengamatan di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) diperoleh 23 spesies dari 15 famili. Kelimpahan tertinggi Gastropoda di stasiun I adalah;Cerithium coloumna,Stasiun II adalahCanarium microurceus dan stasiun III adalahMargistrombus marginatus.Struktur komunitas gastropoda di zona intertidal pantaiLalendo ( Inokiu) tergolong diversitas sedang.Nilai keseragaman jenis Gastropoda mendekati nilai satu, maka keseragaman antar spesies sama atau merata.Dominansi Gastropoda di zona intertidal Pantai Lalendo ( Inokiu) tergolong rendah. Kata kunci: Struktur komunitas, gastropoda, zona intertidal, pantai Lalendo Abstract Lalendo Pantai BeachIt has a sloping topography with a sandy beach substrate type with few rocks and the bottom of the waters is dominated by fine grained white sand and seagrass. Many marine biota found on the beach Lalendo ( Inokiu ) is used by local people, especially gastropods. Gastropods have an important role in ecological studies and are often used as indicators to assess changes that occur in the aquatic environment. Diversity organisms, both the number of species and the number of individual members of the species determine the character of the community. The purpose of this study was to determine the structure of gastropod community found in the coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency. This research was conducted in March -April 202 2 in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency at 3 (three) stations, namely Station I beside PT Tom , Station II at front cultivation Mutiara , Station III in side cultivation pearl . The method used in this research is a survey method. The results showed that the types of gastropods found at 3 observation stations in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) obtained 2 3 species from 1 5 families. The highest abundance of Gastropods at station I was; Cerithium coloumna , Station II is Canarium microurceus and station III is Margistrombus marginatus . Structure community gastropods in the intertidal zone Lalendo beach ( Inokiu ) is classified as medium diversity . The value of the uniformity of Gastropod species is close to the value of one, so the uniformity between species is the same or even. Gastropod dominance in the Coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) is low. Keywords: Structure community , gastropod , zone intertidal , beach Lalendo

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

INVENTARISASI JENIS - JENIS MOLLUSCA DIZONA INTERTIDAL PERAIRAN PT. TOM DESA BOLOK KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGARA TIMUR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK INVENTARISASI JENIS-JENIS MOLLUSCA DIZONA INTERTIDAL PERAIRAN PT. TOM DESA BOLOK KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Benu V)* Nge S.T )** Daud. Y)** Zona Intertidal merupakan daerah tersempit dari semua daerah yang terdapat di samudera dunia. Walaupun luas daerah ini sangat terbatas, tetapi memiliki variasi faktor lingkungan yang terbatas di bandingkan dengan daerah lautan lainnya. Mollusca berasal dari bahasa romawi yaitu molis yang berarti lunak, molluca merupakan hewan bertubuh lunak yang sebagian besar mempunyai cangkang dan tidak memiliki tulang belakang yang termasuk hewan berdarah dingin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis–jenis mollusca di zona Intertidal Perairan PT. TOM Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survey eksplorative (jelajah). Berdasarkan hasil penelitian inventarisasi jenis-jenis mollusca di zona intertidal perairan PT. TOM, jenis mollusca yang di temukan berjumlah 3 kelas dan 8 spesies yaitu spesies Lepidozona Cooperi, Spondyus Gaederopus, Periglypta Reticulata, Lambis-Lambis, Maurita Arabica, Turbo Crassus, Ranella Lamarck, Petalloida Saccharida. Adapun factor yang mempengaruhi perkembangan hidup mollusca di habitatnya seperti suhu, tingkat keasaman (pH) dan sanilitas. Dengan demikian perlu adanya penelitian lanjutan mengenai jenis-jenis mollusca di perairan PT. TOM, desa bolok kecamatan kupang barat, kabupaten kupang karena tingkat keanekaragaman avertebratanya sangat tinggi. Kata kunci : Inventarisasi, Molluca, Zona intertidal Keterangan : *Peneliti **Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF MOLLUSCA SPECIES IN AQUATIC INTERTIDAL ZONE PT. TOM BOLOK VILLAGE, KUPANG BARAT DISTRICT, KUPANG DISTRICT, EAST NUSA TENGGARA PROVINCE Benu V)* Nge S.T )** Daud. Y)** The Intertidal Zone is the narrowest area of all the areas in the world's oceans. Although the area of this area is very limited, it has a limited variety of environmental factors compared to other ocean areas. Molluscs come from the Roman language, namely molis which means soft, molluscs are soft-bodied animals that mostly have shells and do not have a backbone which are cold-blooded animals. The purpose of this study was to determine the types of molluscs in the waters of the Intertidal Zone of PT. TOM Blok Village, West Kupang District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province. The research method used in this study is an exploratory survey method (roaming). Based on the research results of inventorying the types of molluscs in the intertidal zone of PT. TOM, the types of molluscs found were 3 classes and 8 species, namely the species Lepidozona Cooperi, Spondyus Gaederopus, Periglypta Reticulata, Lambis-Lambis, Maurita Arabica, Turbo Crassus, Ranella Lamarck, Petalloida Saccharida. The factors that influence the development of mollusc life in their habitat such as temperature, acidity level (pH) and sanitation. Thus it is necessary to have further research on the types of molluscs in the waters of PT. TOM, Blok village, West Kupang sub-district, Kupang district, because the level of avertebrate diversity is very high. Keywords : Inventory, Molluca, Intertidal zone Description *: Researcher **:Guidance

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI ZONA INTERTIDAL PANTAI OESAPA KECAMATAN KELAPA LIMA KUPANG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI ZONA INTERTIDAL PANTAI OESAPA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) keanekaragaman Makrozoobentos di Zona Intertidal Pantai Oesapa, 2) apakah terdapat keanekaragaman makrozoobentos di Zona Intertidal Pantai Oesapa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey lapangan dengan menggunakan metode Line Transect yang dimodifikasi berdasarkan metode garis berpetak. Sampel penelitian ini yaitu makrozoobentos yang diambil menggunakan teknik area sampling. Tahapan dalam penelitian ini adalah 1) tahap persiapan meliputi observasi dan persiapan alat dan bahan, 2) tahap pelaksanaan, meliputi identifikasi dan pengukuran makrozoobentos, pengukuran parameter lingkungan, 3) tahap akhir yaitu makrozoobentos yang telah didapat akan dilakukan perhitungan terhadap indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Data yang telah dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif menunjukkan bahwa nilai indeks keanekaragaman yang diperoleh 2,0, nilai indeks dominansi 0,00 C 0,50 dan nilai indeks keseragaman adalah 0,75 E 1,00. Artinya kehidupan makrozoobentos di zona intertidal pantai Oesapa pada indeks keanekaragaman dan dominansi masih tergolong rendah sedangkan indeks Kelimpahan tergolong stabil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JENIS ECHINODERMATA YANG DITEMUKAN PADA ZONA INTERTIDAL DI PERAIRAN TABLOLONG KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DARIUS RICKY SAPUTRA APAUT (15380138). Struktur Komunitas Echinodermata di Zona Intertidal Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA., S.Pi., M.Si., Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT., S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Salah satu jenis invertebrata yang ditemukan di Pantai Tablolong adalah Echinodermata. Echinodermata sebagai kunci spesies ekologi yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Informasi secara ilmiah mengenai kondisi komunitas Echinodermata di perairan Tablolong masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas Echinodermata pada zona intertidal Perairan Tablolong Kabupaten Kupang meliputi Kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Juli 2021 di zona intertidal perairan Tablolong, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di depan Pabrik Alga Rote Karagenan Nusantara (RKN), Stasiun II di Lokasi Wisata Laut Sawu, dan Stasiun III di Lokasi Wisata Baru (Depan BPIP). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskripsi eksploratif. Metode sampling pengamatan menggunakan belt transek dengan panjang garis transek 100 m dan pengamatan kiri dan kanan masing-masing 2,5 m. Analisis data meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komposisi jenis Echinodermata yang diperoleh terdiri dari 8 jenis dari kelas Echinodea, 4 jenis dari kelas Holothuria, 1 jenis dari kelas Ophiuroidea, 2 jenis dari kelas Asteroidea dan 1 jenis dari kelas Crinoidea. Kelimpahan jenis dan relatif tertinggi di stasiun I adalah Protoreaster nodosus dari kelas Asteroidea dan terendah spesies Holothuria scabra dari kelas Holothuroidea. Stasiun II terdapat pada spesies Stichopus sp dari kelas Holothuroidea dan terendah adalah Mespilia globulus dari kelas Echinoidea dan Synapta maculate dari kelas Holothuroidea, sedangkan di stasiun III diperoleh nilai kelimpahan tertinggi terdapat pada spesies Mespilia globus dari kelas Echinoidea dan terendah terdapat pada spesies Archaster typicus dari kelas Astreoidea. Keanekaragaman jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong pada stasiun III dalam kategori keanekaragaman jenis sedang, produktivitas cukup seimbang, dan tekanan ekologis sedang. Sedangkan stasiun I dan II dalam kategori keanekaragaman rendah, produktivitas sangat rendah sebagai indikasi adanya tekanan yang berat dan ekosistem tidak stabil. Kesereragaman jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong dalam kondisi labil. Dominasi jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong tergolong dominansi rendah. Kata kunci: Struktur komunitas, Echinodermata, zona intertidal, kelimpahan, perairan Tablolong.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA YANG DITEMUKAN PADA ZONA INTERTIDAL DI PERAIRAN TABLOLONG KABUPATEN KUPANG

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AMARUL CHORI AQIL SANTOSO (15380108). Keanekaragaman Jenis Gastropoda Yang Ditemukan Pada Zona Intertidal Di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. ROCKIE R.L. SUPIT, S.Pi. M.Si dan ALFRED G.O. KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pantai Tablolong memiliki topografi landai tipe substrat pantai berpasir dengan sedikit batuan dan dasar peraira didominasi oleh pasir putih butiran halus dan lamun. Biota laut yang banyak terdapat di perairan Tablolong dimanfaatkan oleh mayarakat sekitar, terutama gastropoda. Gastropoda memiliki peran penting dalam studi ekologi dan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai perubahan yang terjadi di lingkungan perairan. Keanekaragaman organisme baik jumlah spesies maupun jumlah individu-individu anggota spesies menentukan karakter komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis gastropoda yang ditemukan pada zona intertidal di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Juli 2021 di zona intertidal perairan Tablolong, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di depan Pabrik Alga Rote Karagenan Nusantara (RKN), Stasiun II di Lokasi Wisata Laut Sawu, dan Stasiun III di Lokasi Wisata Baru (Depan BPIP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Gastropoda yang ditemukan pada 3 satsiun pengamatan di zona intertidal perairan Tablolong diperoleh 20 spesies dari 16 famili. Kelimpahan tertinggi Gastropoda di stasiun I adalah Clypeumorus petrosa dan Tectus fenestratus; stasiun II adalah Tectus fenestratus dan Conus capiteneus, dan stasiun III adalah Conus capitaneus dan Peristenia chlorostoma. Keanekaragaman jenis gastropoda di zona intertidal perairan Tablolong tergolong diversitas rendah sehingga tidak ada jenis yang secara mutlak mendominasi komunitas. Nilai keseragaman jenis Gastropoda mendekati nilai satu, maka keseragaman antar spesies sama atau merata. Dominansi Gastropoda di zona intertidal Perairan Tablolong tergolong rendah. Kata kunci: Keanekaragaman, gastropoda, zona intertidal, perairan Tablolong  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail