Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Hutan Mangrove
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Masyarakat Tentang Konversi Hutan Mangrove Menjadi Lahan Tambak Garam Di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WENDELINUS TAE (15380068). Persepsi Masyarakat Tentang Konversi Hutan Mangrove Menjadi Lahan Tambak Garam Di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka : ALFRED G. O. KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi. M.Si, sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Hutan mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis yang khas, tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut, terutama didekat muara, sungai, laguna dan pantai yang terlindung dengan substrat lumpur atau lumpur berpasir. Konversi lahan mangrove menjadi lahan tambak garam secara besar-besaran juga terjadi di Desa Weseben Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Garam menjadi program dari pemerintah Kabupaten Malaka yang baru saja di kembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sehingga perlu adanya pembuatan lahan tambak garam. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka selama satu bulan yaitu pada bulan Mei 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah semua masyarakat di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka dengan jumlah 254 KK. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling yaitu berjumlah 72 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data menggunakan koesioner (angket). Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif dengan presentase. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh bahwa pengetahuan masyarakat tentang hutan mangrove sebesar 86,11 % responden mengetahui secara baik tentang mangrove serta fungsi-fungsinya, dengan berturut-turut masyarakat yang tergolong dalam kategori sangat baik diperoleh nilai sebesar 8,33 %, dan kategori cukup baik dengan nilai sebesar 5,56 %. Untuk pengetahuan masyarakat tentang tambak garam diperoleh nilainya adalah 72,22 % responden mengetahui secara baik tentang tambak garam serta pengelolaannya, dengan berturut-turut masyarakat yang tergolong dalam kategori sangat baik diperoleh nilai sebesar 5,56 %, dan kategori cukup baik dengan nilai sebesar 22,22 %. Sedangkan Persepsi masyarakat tentang konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak garam di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka diperoleh nilai sebesar 73,61 % responden memahami secara baik tentang tujuan konversi serta manfaatnya, dengan berturut-turut masyarakat yang tergolong dalam kategori sangat baik diperoleh nilai sebesar 18,06 %, dan kategori cukup baik dengan nilai sebesar 8,33 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS HUTAN MANGROVE PADA DAERAH PESISIR PANTAI BATUBAO DI DESA TESABELA, KECAMATAN KUPANG BARAT, KABUPATEN KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mangrove merupakan suatu komunitas tumbuhan yang terdapat di antara garis pasang surut, pantai berlumpur yang didominasi oleh spesies atau semak yang mampu bertahan dalam perairan payau. Fungsi ekologi mangrove adalah sebagai pelindung garis pantai, dapat mencegah instrusi air laut, sebagai tempat tinggal banyak biota (habitat), tempat mencari makan (feeding ground), tempat asuhan dan pembesaran (nursery ground), tempat pemijahan (spawning ground) bagi aneka biota perairan. Selanjutnya fungsi ekonominya adalah sebagai penghasil keperluan rumah tangga, penghasil keperluan industri, dan sebagai tempat wisata. Desa Tesabela berada di Kecamatan Kupang Barat dan memiliki mangrove yang berada pada daerah pesisir pantai. Masyarakat di Desa Tesabela telah memanfaatkan kawasan pesisir sebagai sumber penghidupan mereka. Bentuk-bentuk pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar hutan mangrove pada daerah pesisir pantai berupa penebangan hutan untuk kayu bakar, aktivitas penangkapan ikan, mencari kerang, kepiting dan sebagainnya. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2022 yang bertempat di Pantai Batubao Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Berdasarkan hasil yang didapat bahwa jenis mangrove yang ditemukan di Desa Tesabela terdiri dari Aegialitis annulate, Ceriops tagal, Bruguiera cylindrical dan Sonneratia alba keempat spesies tersebut memiliki habitat yang sedikit berbeda yakni, spesies Rhizophora hidupnya di Pesisir pantai yang Tumbuh pada tanah berlumpur, halus, dalam dan tergenang pada saat pasang normal. Tidak menyukai substrat yang lebih keras yang bercampur dengan pasir.Sedangkan habitat yang cocok buat kehidupan mangrove jenis Aegialitideae dan Sonneratiaceae adalah pada bagian daratan dari perairan pasang surut dan berbatasan dengan darat. Menyukai substrat pasir atau lumpur.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI TINGKAT KERUSAKAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI PANTAI OESAPA TENGAH KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK IDENTIFIKASI TINGKAT KERUSAKAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI PANTAI OESAPA TENGAH KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG Sutopo Busu H, L.)* Daud Y.)** Hendrik A, Ch.)** Ekosistem hutan mangrove adalah ekosistem yang berada di daerah tepi pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut sehingga substratnya selalu tergenang air (Supriharyono, 2009). Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang juga terdapat hutan mangrove dengan luas 17.571,32 ha. Berdasarkan hasil observasi awal pada tanggal 12 Juli 2019 di pesisir hutan mangrove Oesapa Tengah Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang menunjukkan bahwa ekosistem mangrove yang ada kondisinya telah mengalami kerusakan. Hal ini dilihat dari banyaknya mangrove yang telah mati, ada yang telah ditebang dan sudah kering, mangrove juga telah mengalami pencemaran oleh limbah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan ekosistem mangrove, mengetahui faktor penyebab kerusakan ekosistem hutan mangrove di Pantai Oesapa Tengah Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 9 jenis mangrove yakni Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Bruguiera cylindrica, Ceriops tagal, Avicennia alba, Soneratia alba, Exoecaria agallocha, Xylocarpus moluccensis. Berdasarkan kriteria baku kerusakan mangrove Kepmen. LH. No. 201, Tahun 2004, kondisi hutan mangrove di Pantai Oesapa Tengah dari tingkat semai dan pancang termasuk dalam kriteria baik sedangkan pada tingkat pohon termasuk dalam kriteria rusak. Faktor kerusakan ekosistem hutan mangrove disebabkan faktor alam seperti abrasi, kekeringan dan faktor manusia seperti penebangan mangrove dan pembuangan sampah disekitar hutan mangrove. Kata kunci : Tingkat Kerusakan, Kerapatan, Hutan Mangrove

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUKTUR KOMONITAS MANGGOVE DI DESA WESEBEN KECAMATAN WEWIKU KABUPATEN MALAKA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Silvester Nahak Berek (14380077) Struktur Komunitas Manggrove di Desa Weseben Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka. Wilson L. Tisera, S.pi.M.si. Ph.D. Sebagai pembimbing I. Rockie R. L. Supit, S.pi. M.si. Sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Salah satu Kabupaten di Nusa tenggara Timur yaitu Kabupaten Malaka memiliki potensi perairan yang sangat besar. Luas wilayah perairan di Kabupaten Malaka adalah seluas 10,773,62 KM₂ dengan Panjang garis pantai 287,1 KM. Potensi lestari sumber daya ikan di kabupaten Malaka sebesar 45,714,85 Ton/ tahun sehingga jumlah tangkapan yang diperboleh kansebesar 36,571,88 Ton. Sementara tingkat pemanfaatan penangkapan sumberdaya ikan baru sebesar 17,85% untuk di kenbangkan penangkapan sumberdaya ikan di Kabupaten Malaka. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka yang berlangsung selama 2 bulan yaitu Bulan November- Desember 2020 .Dengan Judul Struktur komunitas mangrove di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Metode yang di gunakan adalah metode Wawancara (Daftarpertanyaan) danobservasi (Pengamatansecaralangsung) Hasil penelitian menujukan bahwa tingkat penerimaan rata-rata Masyarakat di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka terdapat 4 jenis Mangrove /bulan dalam melakukan penelitian dan tingkat Bruguiera yang sangat dominan sebanyak 687 dan untuk kategori anakan jenis mangrove tertinggi terdapat pada Avicenia sp. 450 /bulan dalam melakukan penelitian. Struktur komunitas Mangrove kategori pohon yaitu sebesar 22,95 sedangkan untuk anakan Mangrove terdapat 4,21 dan untuk semai paling banyak 3,28 Angka ini menunjukan secara ekonomi Struktur komunitas mangrove terdapat di desa weseben kecamatan Wewiku kabupaten Malaka sangat bermanfaat bagi masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DESA OETETA KECAMATAN SULAMU KABUPATEN KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN KARNILIA AMBUNG (16381643). Struktur Komunitas Mangrove di Desa Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Alfred G.O. Kase, S.Pi., M.Si,, Ph,D sebagai Pembimbing I dan Imanuel J. Emola, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan sub tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur (Saenger, 1983 dalam Laremba, 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Struktur Komunitas Mangrove di Desa Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang yaitu untuk mengetahui kerapatan, frekuensi, indeks keanekaragaman, penutupan, dan indeks nilai penting. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dan observasi atau pengamatan secara langsung di lokasi penelitian. Kondisi hutan mangrove di Desa Oeteta saat ini dimanfaatkan oleh sekelompok orang dengan menggusur dan menebang hutan mangrove untuk dijadikan lahan pembuatan garam rakyat. Hutan mangrove memiliki peranan yang sangat penting baik dari segi ekologis maupun ekonomisnya. Mangrove yang ditemukan di Desa Oeteta terdiri dari tiga jenis yaitu Rhyzopora apiculata, Avicennia alba, dan Lumnitzera racemosa. Kerapatan untuk seluruh jenis dilokasi penelitian tergolong rendah dengan nilai kerapatan tertinggi pada kategori pohon yaitu 0,294 ind/m². Sedangkan indeks keanekaragaman spesise di lokasi penelitian termasuk dalam kategori rendah dimana nilai H’ 1. Nilai penutupan seluruh jenis mangrove yang terdapat di Desa Oeteta tergolong baik dengan presentase penutupan 81%. Biota yang ditrmukan di lokasi penelitian yaitu ikan, udang, kerang, dan kepiting.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail