ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Makrozoobenthos adalah organisme dasar yang berukuran relatif besar yaitu lebih dari 1 mm. Keberadaan organisme ini di dasar perairan sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi perairan. Perubahan-perubahan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai aktifitas baik secara alami seperti sedimentasi dan aktifitas non-alami seperti penambangan bauksit. Keberadaan dan kelimpahan beberapa jenis makrozoobenthos sebagai hewan bentik sangat dipengaruhi oleh kondisi habitatnya yaitu sedimen dasar dan kualitas air. Sedimen dasar selain sebagai habitat komunitas makrozoobenthos juga menyediakan sumber bahan makanan bagi beberapa jenis makrozoobenthos. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komposisi jenis, Kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi di Perairan Nitneo Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei langsung yaitu teknik pengumpulan data dengan menghitung dan mengukur langsung di lapangan. Penentuan stasiun di lokasi penelitian menggunakan metode purposive random sampling dan metode transek. Hasil penelitian menunjukan Jumlah jenis makrozoobenthos yang ditemukan di Perairan Nitneo Kecamatan Kupang Barat terdiri dari 14 family, 15 genus dan 15 spesies makrozoobenthos.Kelimpahan jenin makrozoobenthos tertinggi yaitu Protoreaster nodosus dengan nilai kelimpahan jenis dan terendah yaitu Libnia emarginata dan Pseudorhombus arsius . Kelimpahan relative tertinggi yaitu Protoreaster nodosus dan kelimpahan relative terendah yaitu Libnia emarginata. Hasil perhitungan indeks keanekaragaman diperoleh nilai 0,1 termasuk dalam kategori rendah, perhitungan indeks keseragaman diperolen nilai 0,09 dengan kategori rendah dan Indeks dominansi pada lokasi penelitian sebesar 0,15 dikategorikan tidak ada jenis yang mendominansi
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MELKIANUS APOLISON NAHAK (16381542) Stuktur Komunitas Makro Alga Di Pesisir PLTU Bolok, Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D dan Alfred G. O. Kase S.Pi, M.Si.,Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Salah satu organisme yang di temukan di Perairan PLTU Bolok yang memiliki peranan cukup penting bagi ekosistem maupun masyarakat sekitar adalah makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga yang terdiri dari komposisi jenis, frekuensi, kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi di pesisir PLTU Bolok. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan survey, sedangkan metode sampling pengambilan data yang di gunakan adalah metode transek kuadran. Pada stasiun ditetapkan 4 garis transek, dengan jarak antar transek 50 m. Pada masing-masing transek ditetapkan 5 kuadrant, dengan jarak antara kuadrant 5. Pengambilan kualitas air meliputi suhu, salinitas, kecepatan arus dan pH.
Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi makroalga di pesisir PLTU Bolok terdiri dari 13 spesies yaitu Ulva lactuca, Halimeda Macroloba, Ulva reticulate, Chaetomorpha crassa, Halimeda Opuntia, Avrainvillea erecta, Padina gymnospora, Sargassum policystum, Dictyota deliculata, Hypnea valentiae, Hypnea cervicornis, Glacilaria salicornia, Amphiroa fragilissima. Kepatan jenis dan relative tertinggi dimiliki oleh Ulva lactuca, dengan nilai masing-masing 31,15ind/m² dan 60%. Niali indeks keanekaragaman tergolong rendah (0,66), indeks keseragaman (E) tergolong merata (0,59), dan indeks dominansi (D) menunjukan tidak ada jenis makroalga yang mendominansi (0,39).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
GABRIEL NOTAN KEY (16382275). Struktur Komunitas Bivalvia di Daerah Pasang Surut Pulau Siput Awololong Kabupaten Lembata (di bawah bimbingan: ALFRED G. O. KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D dan Ir. YOHANES MERRYANTO, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan II). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana.
Bivalvia merupakan salah satu kelas dari Moluska yang memiliki tubuh lunak dan dilindungi oleh sepasang cangkang yang hampir selalu simetris. Bivalvia dapat beradaptasi di perairan payau maupun laut dengan kadar salinitas tertentu. Diantaranya ada yang epifaunal (hidup di permukaan sedimen) dan infaunal (membenamkan diri di dalam sedimen). Salah satu potensi yang ada sekitar Pulau Siput Awololong adalah bivalvia. Pemanfaatan bivalvia oleh masyarakat biasanya daging untuk di konsumsi, cangkang digunakan sebagai perhiasan dan dijual karena memiliki nilai ekonomis seperti kerang jenis Anadara antiquta. Selain memiliki niai ekonomis bivalvia mudah diidentifikasi, kelimpahannya dapat dihitung dan menempati posisi yang penting dalam rantai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas yang terdiri dari komposisi jenis, kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi bivalvia di Pulau Siput Awololong, Kabupaten Lembata. Penelitian ini menggunakan metode observasi yaitu pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang diselidiki. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang diselidiki. Metode observasi dalam penelitian ini, digunakan untuk melihat daerah habitat kerang dan kedalaman kerang menggunakan plot berukuran 1x1 m2 diletakan seluruh ekosistem intertidal bergantung pada keberadaan koloni kerang yang ditemukan serta melakukan dokumentasi dan dilanjutkan dengan studi pustaka untuk mengidentifikasi kerang. Hasil penelitian menunjukan Komposisi jenis bivalvia dari 3 transek ditemukan 187 jenis, yang terdiri dari 6 ordo, 8 famili, 8 genus dan 8 spesies bivalvia, yaitu Atrina vexilum, Anadara antiquata, Glycimeris pectunculus, Mactra antiquata, Modiolus modiolus, Pinctada margaritifera, Tapes literatus dan Trachycardium subrugosum. Nilai indeks keanekaragaman rendah (0,78), keseragaman tinggi (0,86) dan dominansi tidak ada jenis yang mendominansi (0,22).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
LEWIN RICARD BUAN (16381220). Struktur Komunitas Gastropoda Di Ekosistem Mangrove Pantai Bakau Tesabela Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Wilson L. Tisera, S.Pi,. M.Si,. Ph.D dan Donny M. Bessie, S.Pi,. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ekosistem mangrove merupakan habitat dari berbagai jenis biota laut, termasuk biota penempel. Salah satu biota adalah gastropoda. Desa Tesabela mempunyai potensi hutan mangrove yang cukup baik untuk kehidupan gastropoda, karena keadaan substratnya yang berpasir dan berlumpur, sangat mendukung kehidupan gastropoda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas gastropoda meliputi Kerapatan, Kelimpahan, Indeks Keanekaragaman, dan Indeks Dominasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2020. Pengambilan data mangrove dilakukan dengan metode transek plot/petak dengan ukuran 10 m x 10 m. Pengambilan data gastropoda dilakukan dengan menempatkan plot 10 m × 10 m mangrove, dimana pada plot tersebut terdapat sub plot ukuran 1m×1m yang diletakkan untuk mengamati dan mengidentifikasi biota gastropoda. Pengukuran parameter secara langsung di lokasi. Parameter lingkungan yang diukur pada penelitian ini adalah suhu, salinitas, pH, DO dan substrat dilihat secara visual. Hasil penelitian menunjukan di daerah bakau 5 spesies mangrove yaitu Rhizophora mucronata, Soneratia alba, Rhizophora stylosa, Obsornia octodonta dan Scyphiphora hydrophyllaeae. Kerapatan jenis mangrove tertinggi adalah spesies Rhizophora mucronata dengan nilai kerapatan 0,11 ind/m² dan kerapatan jenis terendah adalah spesies Scyphiphora hydrophyllaeae dengan nilai 0.01 ind/m² sedangkan ditemukan 12 spesies gastropoda yaitu Nerita balteata,Nerita articulate, Terebralia palustris,Terebralia sulcata, Cerithium coralium, Clypeomorus pellucida, Nassarius olivaceus, Semiricinula muricoides, Monodonta sp, Nerita picea, Lataxiena blosvillei dan Littoraria scabra. Kelimpahan jenis tertinggi adalah spesies Terebralia sulcata dengan nilai kelimpahan sebesar 10.19 ind/m². Kelimpahan terendah adalah jenis Lataxiena blosvillei dan jenis Littoraria scabra dengan nilai kelimpahan sebesar 0.11 ind/m². kelimpahan relatif tertinggi adalah spesies Terebralia sulcata dengan nilai kelimpahan sebesar 35.85%. Kelimpahan terendah adalah jenis Lataxiena blosvillei dan jenis Littoraria scabra dengan nilai kelimpahan sebesar 0.39 %, Keanekaragaman Gastropoda tertinggi mencapai 0.7 pada transek I, keanekaragaman terendah 0.6 pada transek II dan transek II. Nilai indeks dominansi gastropoda mencapai 0,3 pada transek I dan II, serta sebesar 0.23 pada transek III. Nilai indeks dominansi termasuk dalam kategori yang rendah karena nilai mendekati kriteria 0 ( Nol ). Parameter kualitas perairan yang ukur yaitu suhu, DO, pH dan substrat
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MARIA KRISTINA IRMA YANTI BONE (16383414).Struktur Komunitas Makrozoobenthos Pada Ekosistem Mangrove di Perairan Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu. Wilson L.Tisera,S.Pi.M.Si.,Ph.D sebagai pembimbing I dan Rokcie R. L. Supit, S.Pi. M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Perairan Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu dapat dijadikan sebagai konsep dasar dalam pengelolaan sumberdaya berkelanjutan. Perairan di Desa Dualaus telah banyak mengalami kerusakan dan degradasi seiring dengan bertambahnya penduduk dan pesatnya pembangunan dikawsan pesisir untuk berbagau keperluan dalam segi ekonomi. Jika aktivitas tersebut terus berlanjut maka akan menyebabkan rusaknya ekosistem dan akan berdampak bagi kehidupan makrozoobenthos. Tujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos yang meliputi kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dominansi. Penelitian telah dilaksanakan selama 2 bulan yakni dari bulan Oktober – November 2020 di Peraira Desa. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, dimana peneliti menentukan pengambilan data mangorove dan sampel dengan cara menetapkan ciri – ciri khusus dan menetapkan tiitk stasiun yang sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian ini dilakukan di tiga stasiun yakni stasiun I arah depan mangrove tepatnya berdapan dengan laut ± 30 m waktu air surut, stasiun II ekowisata, stasiun III berdekatan dengan tambak ± 4- m dari kawasan tambak. Pengukuran parameter kualitas perairan dilakukan secara langsung di lokasi yang meliputi Suhu, Salinitas, pH, dan Substrat. Hasil pengamatan jenis mangrove yang ditemukan di Perairan Desa Dualaus adalah Sonneratia alba, Rhizophora apiculata, Bruguira gimnorrhiza, Avicennia marina, Avicennia alba, Avicennia lanata. Analisis makrozoobenthos kelimpahan jenis berkisar antara 0- 175ind/m2 . Kelimpahan relative berkisar antara 0,06-97,26, keanekaragaman berkisar 0,96- 1,38, keseragaman berkisar 0,26-0,38 dan dominansi berkisar 0,996-1,04. Pengukuran kualitas perairan yang di dapat meliputi: Suhu 32-340C, salinitas 31-34‰, pH 7,6 - 7,8 serta substrat berpasir berlumpur, dimana substrat berpasir berlumpur terdapat pada staiun I dan III sedangkan untuk stasiun II dengan tipe substrat berlumpur. Berdasarkan hasil analisis menunjukan komunitas makrozoobenthos di perairan Desa Dualaus mempunyai keanekaragaman yang sedang yang mrnunjukan bahwa penyebaran individu tiap jenis cenderung hampir seimbang dan juga adanya spesies yang dominan.