ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Pantai Lalendo memiliki topografi landai tipe substrat pantai berpasir dengan sedikit batuan dan dasar perairan didominasi oleh pasir putih butiran halus dan lamun. Biota laut yang banyak terdapat di Pantai Lalendo (Inokiu) dimanfaatkan oleh mayarakat sekitar, terutama gastropoda. Gastropoda memiliki peran penting dalam studi ekologi dan sering digunakan sebagai indikator untuk menilai perubahan yang terjadi di lingkungan perairan. Keanekaragaman organisme baik jumlah spesies maupun jumlah individu-individu anggota spesies menentukan karakter komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda yang ditemukan pada zona intertidal pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilaksanan pada bulan Maret-April 2022 di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di samping PT Tom,Stasiun II di depan budidaya Mutiara, Stasiun III di samping budidaya mutiara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Gastropoda yang ditemukan pada 3 stasiun pengamatan di zona intertidal Pantai Lalendo (Inokiu) diperoleh 23 spesies dari 15 famili. Kelimpahan tertinggi Gastropoda di stasiun I adalah;Cerithium coloumna,Stasiun II adalahCanarium microurceus dan stasiun III adalahMargistrombus marginatus.Struktur komunitas gastropoda di zona intertidal pantaiLalendo ( Inokiu) tergolong diversitas sedang.Nilai keseragaman jenis Gastropoda mendekati nilai satu, maka keseragaman antar spesies sama atau merata.Dominansi Gastropoda di zona intertidal Pantai Lalendo ( Inokiu) tergolong rendah. Kata kunci: Struktur komunitas, gastropoda, zona intertidal, pantai Lalendo Abstract Lalendo Pantai BeachIt has a sloping topography with a sandy beach substrate type with few rocks and the bottom of the waters is dominated by fine grained white sand and seagrass. Many marine biota found on the beach Lalendo ( Inokiu ) is used by local people, especially gastropods. Gastropods have an important role in ecological studies and are often used as indicators to assess changes that occur in the aquatic environment. Diversity organisms, both the number of species and the number of individual members of the species determine the character of the community. The purpose of this study was to determine the structure of gastropod community found in the coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency. This research was conducted in March -April 202 2 in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) District West Kupang , Kupang Regency at 3 (three) stations, namely Station I beside PT Tom , Station II at front cultivation Mutiara , Station III in side cultivation pearl . The method used in this research is a survey method. The results showed that the types of gastropods found at 3 observation stations in the intertidal zone of Pantai Lalendo ( Inokiu ) obtained 2 3 species from 1 5 families. The highest abundance of Gastropods at station I was; Cerithium coloumna , Station II is Canarium microurceus and station III is Margistrombus marginatus . Structure community gastropods in the intertidal zone Lalendo beach ( Inokiu ) is classified as medium diversity . The value of the uniformity of Gastropod species is close to the value of one, so the uniformity between species is the same or even. Gastropod dominance in the Coastal intertidal zone Lalendo ( Inokiu ) is low. Keywords: Structure community , gastropod , zone intertidal , beach Lalendo
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DARIUS RICKY SAPUTRA APAUT (15380138). Struktur Komunitas Echinodermata di Zona Intertidal Perairan Tablolong Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA., S.Pi., M.Si., Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT., S.Pi. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Salah satu jenis invertebrata yang ditemukan di Pantai Tablolong adalah Echinodermata. Echinodermata sebagai kunci spesies ekologi yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Informasi secara ilmiah mengenai kondisi komunitas Echinodermata di perairan Tablolong masih kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas Echinodermata pada zona intertidal Perairan Tablolong Kabupaten Kupang meliputi Kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi.
Penelitian ini dilaksanan pada bulan Juli 2021 di zona intertidal perairan Tablolong, Kabupaten Kupang pada 3 (tiga) stasiun yaitu Stasiun I di depan Pabrik Alga Rote Karagenan Nusantara (RKN), Stasiun II di Lokasi Wisata Laut Sawu, dan Stasiun III di Lokasi Wisata Baru (Depan BPIP). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskripsi eksploratif. Metode sampling pengamatan menggunakan belt transek dengan panjang garis transek 100 m dan pengamatan kiri dan kanan masing-masing 2,5 m. Analisis data meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komposisi jenis Echinodermata yang diperoleh terdiri dari 8 jenis dari kelas Echinodea, 4 jenis dari kelas Holothuria, 1 jenis dari kelas Ophiuroidea, 2 jenis dari kelas Asteroidea dan 1 jenis dari kelas Crinoidea. Kelimpahan jenis dan relatif tertinggi di stasiun I adalah Protoreaster nodosus dari kelas Asteroidea dan terendah spesies Holothuria scabra dari kelas Holothuroidea. Stasiun II terdapat pada spesies Stichopus sp dari kelas Holothuroidea dan terendah adalah Mespilia globulus dari kelas Echinoidea dan Synapta maculate dari kelas Holothuroidea, sedangkan di stasiun III diperoleh nilai kelimpahan tertinggi terdapat pada spesies Mespilia globus dari kelas Echinoidea dan terendah terdapat pada spesies Archaster typicus dari kelas Astreoidea. Keanekaragaman jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong pada stasiun III dalam kategori keanekaragaman jenis sedang, produktivitas cukup seimbang, dan tekanan ekologis sedang. Sedangkan stasiun I dan II dalam kategori keanekaragaman rendah, produktivitas sangat rendah sebagai indikasi adanya tekanan yang berat dan ekosistem tidak stabil. Kesereragaman jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong dalam kondisi labil. Dominasi jenis Echinodermata di zona intertidal pantai Tablolong tergolong dominansi rendah.
Kata kunci: Struktur komunitas, Echinodermata, zona intertidal, kelimpahan, perairan Tablolong.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN YONATAN PADALANI (15380102) Struktur Komunitas Mangrove di Desa Pante Deera, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor. Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si. dan Wilson L.Tisera, S.Pi, M.Si. Ph.D (sebagai pembimbing I dan II). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Mangrove atau hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan sub tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur. Desa Pante Deera memiliki kawasan pesisir yang ditumbuhi hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrove di Desa Pante Deera Kecamatan Kabola Kabupaten Alor Metode metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode survey dan metode purpose sampling, pengamtan secara langsung di lapangan. Pengamatan dan pengambilan data ekosistem mangrove dilakukan yaitu menggunakan garais transek. Jumlah transek sebanyak 3 plot. Untuk kategori pohon ukuran 10x10 m2, untuk kategori anakan 5x5 m2 dan untuk kategori semai ukuran 1x1 m2 jarak antar transek adalah 133 meter dan jarak antar plot adalah 16 meter. Data yang dianalais meliputi kerapatan jenis, kerapatan relatif, frekuensi jenis, frekuensi relatif, dominasi jenis, dominasi relatif, indeks nilai penting dan indeks keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukan komposisi jenis mangrove yang ditemukan terdiri dari 4 jeneis yaitu Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Bruguiera gimnorrhiza, Exoecaria agallocha. kerapatan jenis dari relative jenis mangrove tertinggi kategori pohon dan anakan Rhizopora apiculata dan terendah Exoecaria agallocha. untuk kategori semai tertinggi Rhizopora apiculata dan terendah Bruguiera gimnorrhiza dan Exoecaria agallocha. keanekaragaman jenuis mangrove tergolong rendah, rendahnya nilai keanekaragaman disebabkan adanya tekanan lingkungan. Dominasi jenis dan dominasi relatif jenis mangrove tertinggi kategori pohon dan anakan Rhizopora apiculata dan terendah Exoecaria agallocha kategori semai tertinggi Rhizopora apiculata dan terendah Bruguiera gimnorrhiza dan Exoecaria agallocha. Kata kunci: Struktur Komunitas, Mangrove, Desa Pante Deera
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAKSI YOHANES YORDAN RIBERU (18380081). Struktur Komunitas Gastropoda di Pantai Desa Otan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si dan WILSON L. TISERA, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Kelas gastropoda umumnya lebih dikenal dengan sebutan siput atau keong dan termasuk pada filum Moluska. Gastropoda memiliki spesies paling beragam dan terbesar karena berhasil menempati berbagai macam habitat dan ekosistem seperti, ekosistem lamun, ekosistem karang, ekosistem mangrove dan substrat berpasir atau berlumpur. Mengingat belum adanya penelitian terkait struktur komunitas gastropoda di Pantai Desa Otan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Maka penulis berkeinginan melakukan penelitian dengan judul struktur komunitas gastropoda di Pantai Desa Otan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas meliputi kelimpahan jenis dan relatif, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi gastropoda di Pantai Desa Otan. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 1 bulan yaitu pada bulan November 2021, bertempat di Pantai Desa Otan Kecamatan Semau Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel menggunakan metode transek kuadrat yang terdiri dari 3 stasiun dengan dasar substrat yang berbeda, Masing-masing stasiun diletakkan 3 transek, dimana panjang garis transek 100 m dan jarak antar stasiun 500 m. Setiap garis transek diletakkan kuadran berukuran 1 x 1 m, dengan jarak per kuadran adalah 10 m. Pengambilan sampel dilakukan pada kondisi pantai surut, data yang diambil dalam kuadran adalah data jumlah individu gastopoda dan substrat, contoh sampel dikoleksi dan dimasukkan kedalam plastik sampel untuk di identifikasi, pengukuran parameter lingkungan berupa suhu, salinitas, pH dan dan arus diukur pada setiap stasiun pengamatan. Data yang di hitung adalah kelimpahan jenis dan relatif, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis gastropoda yang ditemukan di pantai Desa Otan terdiri dari 7 ordo, 13 famili, 23 genus dan 29 spesies. Kelimpahan jenis dan relatif tertinggi adalah Engina mendicaria (1,489 Ind/m2, 23.675%) dan Conus sanguinolentus (0,800 ind/m2, 12.721%), sedangkan kelimpahan jenis dan kelimpahan relative terendah adalah Cypraea annulus (0,011 ind/m2, 0.177%) dan Hastula lepida (0,011 ind/m2, 0.177%). Index Keanekaragaman jenis gastropoda berkisar antara 0,956-1,201, dikategorikan rendah pada stasiun II dan sedang pada stasiun I dan III. Indeks Keseragaman berkisar antara 0,389-0,887, dikategorikan merata pada ketiga stasiun. Sedangkan indeks dominansi berkisar antara 0,077-0,169, dikategorikan rendah pada ketiga lokasi penelitian. Kata kunci: Struktur komunitas, gastropoda, kelimpahan jenis, indeks keanekaragaman, Pantai Otan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN WEDELTRUDIS UDUK (15380016). Struktur Komunitas Mangrove di Desa Fahiluka Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. Donny M. Bessie, S.Pi,M.Si., Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si Sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem wilayah pesisir yang sangat potensial bagi kesejahteraan masyarakat baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan hidup, namun sejalan dengan pertambahan pemukiman di wilayah pesisir memberikan dampak terhadap ekosistem mangrove yakni berkurangnya luasan hutan karena mengalih fungsian kawasan ekosistem mangrove menjadi lahan pertambakan dan pemukiman. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Struktur Komunitas hutan mangrove di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung di lapangan, sedangkan pengambilan contoh menggunakan“metode petak contoh”, dimana unsur-unsur populasinya atau vegetasi mangrove digolongkan berdasarkan tingkat kerapatan atau ketebalan mangrove. Metode pengambilan contoh dilakukan mengikuti pendekatan petak contoh yang berada pada garis transek yang ditarik melewati wilayah ekosistem mangrove. Data yang di ambil jenis jenis mengrove antara pohon, anakan dan semai dengan substrat dan kondisi lingkungan. Data yang dianalisis menggunakan analisisi komunitas (kerapatan jenis, kerapatan relaif jenis, frekuensi jenis, frekuensi relatif jenis, penutupan jenis, penutupan relatif jenis dan indeks nilai penting). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 4 jenis mangrove pada lokasi pengamatan yaitu Rhizopora mucronata, Sonaratia alba, Avecenia alba, Bruguiera cylindrica. Dari ke empat jenis tersebut jenis Rhizopora mucronata yang memiliki nilai tertinggi dari tingkat kerapatan jenis, kerapatan relaif jenis, frekuensi jenis, frekuensi relatif jenis, penutupan jenis, penutupan relatif jenis dan indeks nila penting.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
RINGKASAN
GAUDENSIUS SARMAN (16382079). Struktur Komunitas Mangrove di Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur.
DONNY M. BESSIE., S.Pi. M.Si dan IMANUEL J. EMOLA, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Mangrove atau hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan sub tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur. Kelurahan Kota Ndora memiliki kawasan pesisir yang di tumbuhi hutan mangrove. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrove di Kelurahan Kota Ndora Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dan metode Purposive sampling, pengamatan secara langsung di lokasi penelitian. Pengamatan dan pengambilan data ekosistem mangrove di lakukan yaitu menggunakan garis transek. Jumlah transek sebanyak 3, masing-masing transek diletakkan 3 plot. Untuk kategori pohon ukuran 10×10 m2, untuk kategori anakan ukran 5×5 m2 dan untuk kategori semia ukuran 1×1 m2. Jarak antar transek adalah 300 meter dan jarak antar plot adalah 10 meter. Data yang di analisis meliputi kerapatan jenis, kerapatan relatif, frekuensi jenis, frekuensi relatif, keanekaragaman, penutupan jenis, penutupan relatif, dan indeks nilai penting.
Hasil penelitian menunjukkan komposisi jenis mangrove yang ditemukan di terdiri dari tiga jenis yaitu Avicennia alba, Sonneratia alba dan Rhizophora stylosa. Kerapatan jenis dan relatif jenis mangrove tertinggi kategori pohon dan anakan Avicennia alba dan terendah Rhyzophora stylosa. Kategori semai tertinggi Rhyzophora stylosa dan terendah Sonneratia alba. Frekuensi jenis dan relatif jenis mangrove tertinggi kategori pohon dan anakan Avicennia alba dan terendah Rhyzophora stylosa. Kategori semai tertinggi Rhyzophora stylosa dan terendah Sonneratia alba. Keanekaragaman jenis mangrove tergolong rendah, Rendahnya nilai keanekaragaman disebabkan adanya tekanan lingkungan.
Penutupan jenis dan relatif jenis mangrove tertinggi kategori pohon dan anakan Avicennia alba dan terendah Rhyzophora stylosa. Kategori semai tertinggi Rhyzophora stylosa dan terendah adalah Sonneratia alba. Indeks nilai penting tertinggi Avicennia alba dan terendah adalah Rhyzophora stylosa. Bentuk penggunaan ekosistem mangrove oleh masyarakat berupa daerah refresing/wisata , penangkapan ikan dan kerang.
Kata kunci: Struktur komunitas, Mangrove, Kerapatan, Keanekaragaman Kelurahan Kota Ndora.