Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

21 hasil
Subjek: leverage
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PADA PERIODE 2017-2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Financial distress terjadi sebelum kebangkrutan pada suatu perusahaan. Dengan demikian model financial distress perlu untuk dikembangkan, karena dengan mengetahui kondisi financial distress perusahaan sejak dini diharapkan dapatdilakukan tindakan-tindakan untuk mengantisipasi kondisi yang mengarah pada kebangkrutan. Financial distress dapat diuku rmelalui aporan keuangan dengan cara menganalisis laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan hasil dari suatua ktivitas yang bersifat teknis berdasar pada metode dan prosedur-prosedur yang memerlukan penjelasan-penjelasan agar tujuan atau maksud untuk menyediakan informasi yang bermanfaat dapat dicapai. Rasio menggambarkan suatu hubungan matematis antara suatu jumlah dengan jumlah yang lain. Penggunaan alat analisis berupa rasio dapat menjelaskan penilaian baik dan buruk posisi keuangan pada perusahaan,terutama bila angka rasio ini di bandingkan dengan angka rasio pembanding yang digunakan sebagai standar. Tujuan dari analisis rasio adalah untuk menentukan tingkat likuiditas, sulfabilitas keefektifan operasi serta derajat keuntungan suatu perusahaan Manfaat analisis rasio keuangan sangatpenting. Rasio keuangan dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan dan kinerjanya. Dengan membandingkan rasio keuangan perusahaan dari tahun ke tahun dapat dipelajari komposisi perubahan dan dapat ditentukan apakah terdapat kenaikan atau penurunan kondisi dan kinerja perusahaan selama waktu tersebut. Hasil analisis statistic diskriptif berisinilai minimum, maksimum, rata-rata dan deviasi standar. Variable likuiditas memiliki nilai minimum dan maksimum masing-masing -0,38 dan 0,36 sedangkan rata-rata dan deviasi standar masing -masing 0,0193 dan 0,16421. Lalu variable profitabilitas memiliki nilai minimum dan maksimummasing-masing -0,15 dan 0,12 sedangkan rata-rata dan deviasi standar masing-masing -0,0066 dan 0,05629. Kemudian, variabel financial leverage memiliki nilai minimum dan maksimum masing-masing 0,00 dan 2,50 sedangkan rata-rata dan deviasistandar masing-masing 0,5152 dan 0,58514. Akhirnya, variabel financial distress memiliki nilai minimum dan maksimum masing-masing 0,00 dan 1,00 sedangkan rata-rata dan deviasi standar masing-masing 0,5333 dan 0,50742. Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang ingin mengetahui atau ingin mengembangkan penelitian seperti ini dimasa yang akan datang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (2018-2021)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perusahaan seringkali diharapkan pada permasalahan penentuan kebijakan dividen dan pembayaran dividen, apakah manajemen akan memutuskan untuk membagikan labanya atau akan ditahan untuk pembiayaan investasi di masa yang akan datang. Dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan kepada investor secara proporsional dengan jumlah saham yang dimiliki. Dividen merupakan salah satu hal yang berpengaruh positif terhadap harga saham suatu perusahaan karena semakin banyak dividen yang anda bayarkan, maka semakin tinggi pada harga saham yang anda peroleh dari perusahaan tersebut. Kebijakan dividen pada dasarnya untuk menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham dan mana yang akan ditahan sebagai bagian dari laba ditahan. Laba ditahan merupakan sumber pendanaan perusahaan yang digunakan untuk pembayaan dividend dan kegiatan investasi. Semakin tinggi laba yang ditahan maka akan semakin sedikit dividen yang dibayarkan dan sebaliknya, semakin besar dividen yang dibagikan akan mengakibatkan kekurangan pendanaan perusahaan untuk keperluan investasi. Indikator dalam kebijakan dividen yaitu Dividen Payout Ratio dan Dividend Yield. Dalam penelitian ini, dividen payout ratio menjadi indikator dalam penelitian ini dikarenakan Dividend Payout Ratio merupakan rasio keuangan yang sering digunakan para investor untuk mengetahui hasil dari investasi serta penggunaannya lebih sederhana dibandingkan dengan Dividend Yield. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk menguji rasio profitabilitas, likuiditas dan leverage terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufakktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di bursa efek indonesia (BEI) Tahun 2018-2021. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik dokumentasi, yaitu dengan cara mengumpulkan, mencatat, dan mengkaji data sekunder yang berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun 2018-2021. Metode pengumpulan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan total sampel sebanyak 15 perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan data yang diambil dari Tahun 2018-2021. Hasil penelitian ini yaitu profitabilitas berpengaruh terhadap kebijakan dividen, likuiditas tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen, dan leverage berpengaruh terhadap kebijakan dividen

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LIKUIDITAS, LEVERAGE, ROE, DAN KEBIJAKAN DIVIDEN BERDASARKAN SIKLUS HIDUP PERUSAHAAN PADA SAHAM LQ45

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian untuk mengetahui untuk menguji pengaruh likuiditas terhadap Siklus hidup perusahaan, untuk menguji pengaruh laverange terhadap Siklus hidup perusahaan dan untuk menguji pengaruh ROE terhadap Siklus hidup perusahaan Pada tahun 2016 secara rata-rata total aktiva lancar sebesar Rp22.144.600 juta kemudian pada tahun 2017 sebesar Rp25.611.194 juta sehingga ada kenaikan sebesar Rp3.466.694 juta atau meningkat 15,65%. Pada tahun 2018, rata-rata total aktiva lancar sebesar Rp25.596.732 juta yang turun dibanding tahun 2017 sebesar Rp14.462 juta atau terjadi penurunan sebesar 0,06%. Selanjutnya pada tahun 2019, jumlah rata-rata aktiva lancar berjumlah Rp25.068.194 juta yang turun sebesar Rp528.538 juta dibandingkan tahun 2018 atau terjadi penurunan 2,06%. Kemudian pada tahun 2020, jumlah rata-rata aktiva lancar Rp25.652.384 juta yang naik sebesar Rp584.189 juta dibandingkan tahun 2019 atau terjadi kenaikan 2,33%. Akhirnya pada tahun 2021, total aktiva lancar adalah Rp34.278.050 yang meningkat dibanding tahun 2020 sebanyak Rp8.946.665 atau mengalami peningkatan 33,67%. Pada tahun 2016, secara rata-rata total utang sebesar Rp26.789.573 juta kemudian pada tahun 2017 sebesar Rp32.223.169 juta sehingga ada kenaikan Rp5.433.596 juta atau meningkat 20,28%. Pada tahun 2018, rata-rata total utang sebesar Rp36.879.008 juta yang naik dibanding tahun 2017 sebesar Rp4.655.840 juta atau terjadi kenaikan sebesar 14,45%. Selanjutnya pada tahun 2019, jumlah rata-rata utang berjumlah Rp39.055.489 juta yang naik sebesar Rp2.176.481 juta dibandingkan tahun 2018 atau terjadi kenaikan 5,90%. Pada tahun 2020, jumlah rata-rata utang Rp46.563.898 juta yang naik sebesar Rp7.510.409 juta dibandingkan tahun 2019 atau terjadi kenaikan 19,23%. Akhirnya pada tahun 2021, total utang adalah Rp50.454.304 juta yang meningkat dibanding tahun 2020 sebanyak Rp3.888.406 juta atau mengalami peningkatan 8,35%. Pada tahun 2016, secara rata-rata total laba bersih sebesar 4.247.518 juta kemudian pada tahun 2017 sebesar Rp5.104.035 juta sehingga ada kenaikan Rp856.517 juta atau meningkat 20,17%. Pada tahun 2018, rata-rata total laba bersih sebesar Rp5.348.352 juta yang naik dibanding tahun 2017 sebesar Rp334.417 juta atau terjadi kenaikan sebesar 6,55%. Selanjutnya pada tahun 2019, jumlah rata-rata laba bersih berjumlah Rp6.182.554 juta yang naik sebesar Rp744.202 juta dibandingkan tahun 2018 atau terjadi kenaikan 13,68%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Faktor Finansial Terhadap Penghindaran Pajak di Saat Pandemi Covid-19 pada perusahaan transportasi di Bursa Efek Indonesia (BEI)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penghindaran pajak adalah upaya untuk meminimalkan beban pajak terutang yang dimiliki namun tidak melanggar peraturan dengan memanfaatkan kelemahan ketentuan perpajakan. Penelitian inibertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh faktor- faktor finansial (profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan)terhadap penghindaran pajak dimasa pandemi Covid-19. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunderserta pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan cara mengumpulkan laporan keuangan triwulan setiap perusahaan pada tahun 2020 dan 2021. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 46 perusahaan transportasi yang terdafar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2020 dan 2021. Sehingga, untuk sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling yang kemudian didapatkan sampel sejumlah 40 data dari 5 perusahaan transportasi selama kurun waktu triwulan I, II, III, IV 2020- I, II, III, IV 2021. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda serta uji yang digunakan yaitu uji statistik deskriptif, , ujiasumsi klasik, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukan bahwa variabel profitabilitas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara parsialterhadap penghindaran pajak di saat pandemi covid-19, sedangkan variabel leverage berpengaruh secara parsial terhadap penghindaran pajak di saat pandemi covid-19. Dan secara simultan variabel profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap penghindaran pajak di saat pandemi covid-19.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, RASIO LEVERAGE, RASIO MANAJEMEN ASET TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR LOGAM DAN SEJENISNYA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, RASIO LEVERAGE, RASIO MANAJEMEN ASET TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR LOGAM DAN SEJENISNYA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017-2021 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio likuiditas, rasio leverage, rasio manajemen aset terhadap financial distress. Penelitian ini dilaksanakan pada perusahaan manufaktur sub sektor logam dan sejenisnya pada Bursa Efek Indonesia. Periode selama 5 (lima) tahun yaitu dari tahun 2017-2021. variabel dalam penelitian ini yaitu rasio likuiditas, rasio leverage, rasio manajemen aset. Variabel dependen yaitu financial distress. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel likuiditas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap financial distress dan variabel leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress. Variabel manajemen aset berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap financial distress. Kemampuan prediksi dari variabel likuiditas, leverage, manajemen aset terhadap financial distress sebesar 60,1%yang ditunjukan oleh besarnya adjust R square 0,601 sedangkan sisanya 4,1% di pengaruhi faktor lainnya tidak dimasukan kedalam model peelitian ini. Rasio likuiditas berpengaruh positif sebesar 1,827 dan tidak signifikan terhadap financial distress. Rasio leverage berpengaruh positif sebesar 39,595 dan signifikan terhadap financial distress. Rasio manajemen aset berpengaruh negatif sebesar -18,309 dan tidak signifikan terhadap financial distress. Financial distress merupakan adanya serangkaian kesalahan, pengambilan keputusan yang tidak tepat, serta tidak adanya atau kurangnya upaya pengawasan kondisis keuangan sehingga pengguna keuangan tidak sesuai dengan keperluan. Likuiditas adalah rasio keuangan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, dengan menghubungkan jumlah kas dan aset lainnya dengan kewajiban jangka pendek. . Rasio leverage digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang. . Rasio ini menunjukan kewajaran harga saham aset dalam neraca sehingga harga saham aset tersebut sudah wajar dan tidak terlalu tinggi atau rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Struktur Kepemilikan manajerial, leverage dan financial distress terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di bursa efek indonesia

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh struktur kepemilikan manajerial, leverage dan financial distress terhadap konservatisme akuntansi. secara parsial maupun simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2021. metode penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka jumlah sampel yang memenuhi sebanyak 8 perusahaan. sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diunduh melalui www.idx.co.id selama 4 tahun periode 2018-2021. teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel indipenden yaitu struktur kepemilikan manajerial, leverage dan financial distress secara simultan berpengaruh terhadap variabe ldependen yaitu konservatisme akuntansi. sedangkan secara parsial, variabel struktur kepemilikan manajerial, leverage berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi, sementara financia ldistress tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA 2017-2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Harga saham yang berada di pasar modal akan berubah-ubah dari waktu ke waktu. Harga saham mencerminkan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan perusahaan, jika perusahaan mencapai prestasi yang baik maka saham perusahaan tersebut akan banyak diminati oleh para investor atau dan calon investor. Hingga dalam hal ini apabila kinerja keuangan suatu perusahaan baik otomatis akan berpengaruh juga dalam pergerakan harga saham yang ada di pasar modal. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui apakah kinerja keuangan yang diuur dengan rasio keuangan current ratio, return on equity, debt to equity ratio, dan total asset turnover berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Berdasarkan hasil penelitian, dibuktikan bahwa profitabilitas (Profit Margin) berpengaruh positif terhadap harga saham, ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi sebesar 30497.248. Dengan hasil tersebut maka hipotesa H1 yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap harga saham diterima. Pengaruh profitabilitas terhadap harga saham tersebut tidak signifikan, ditunjukkan dengan nilai sig = 000 > 0,05. Hasil penelitian ini mendukung oleh penelitian Menurut Hanafi dan Halim (2012). Profitabilitas yang tinggi akan memperoleh tanggapan positif dari pelaku pasar modal terutama dari sudut return saham. Penelitian ini juga membuktikan bahwa Likuiditas (Rasio Lancar) berpengaruh negatif terhadap harga saham, ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi sebesar -1287.945. Dengan hasil tersebut maka hipotesa H2 yang menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap harga saham ditolak. Pengaruh likuiditas terhadap harga saham tersebut tidak signifikan, ditunjukkan dengan nilai sig = 001 > 0,05. Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya oleh Syamsuddin (2009:46) Berdasarkan alasan tersebut menyebabkan Quick Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham penutupan dan juga berbeda dengan Penelitian Dewi & Sudiartha (2018) menemukan bahwa variabel-variabel profitabilitas dan likuiditas berpengaruh positif signifikan pada return saham. Berdasarkan hasil penelitian ini dibuktikan bahwa leverage (TATO) berpengaruh negatif terhadap harga saham, ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi sebesar -5646.297. Dengan hasil tersebut maka hipotesa H3 yang menyatakan bahwa leverage berpengaruh positif terhadap harga saham ditolak. Pengaruh leverage terhadap harga saham tersebut tidak signifikan, ditunjukkan dengan nilai sig = 134 > 0,05. Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya oleh Manopo et al (2017) Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham dan juga berbeda dengan Penelitian Menurut Hanafi dan Halim (2012) leverage berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan Penelitian ini juga membuktikan bahwa Rasio Aktivitas (perputaran persediaan) berpengaruh positif terhadap harga saham, ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi sebesar 2.380. Dengan hasil tersebut maka hipotesa H4 yang menyatakan bahwa Rasio Aktivitas berpengaruh positif terhadapharga saham diterima. Pengaruh Rasio Aktifitas terhadap harga saham tersebut tidak signifikan, ditunjukkan dengan nilai sig = 470 > 0,05. Hasil penelitian di atas, di dukung oleh penelitian terdahulu Brigham dan Houston 2013 Rasio Aktivitas berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PROVITASBILITAS, LIKUIDITAS, LEVERAGE TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK PADA PERUSAHAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA SUB SEKTOR PLASTIK DAN KEMASAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016-2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS DAN LEVERAGE TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA SUB SEKTOR PLASTIK DAN KEMASAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016-2021 Pajak menjadi tumpuan terbesar dari beban belanja APBN Indonesia dan masih menjadi andalan utama dalam berbagai alternative pembiayaan negara. Namun pada prakteknya masih banyak perusahaan yang melakukan penghindaran pajak. perusahaan dikatakan melakukan agresivitas pajak dengan melakukan leverage, mengadakan Corporate Social Responsibility (CSR), membeli saham dalam jumlah minim, likuiditas perusahaan rendah, Return on Asset (ROA) yang tinggi, dan inventory Intensity perusahaan. berdasarkan faktor-faktor pemicu ini dapat diambil beberapa variabel yang menjadi dasar penelitian ini untuk diuji pengaruhnya pada agresivitas pajak. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar, maka semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Sehingga kegiatan operasional menjadi lancar dan pendapatan yang diperoleh meningkat dan laba juga bertambah. Namun, apabila rasio lancar rendah dapat dikatakan bahwa perusahaan kurang modal untuk membayar hutang. Tetapi apabila hasil pengukuran rasio terlalu tinggi belum dikatakan bahwa kondisi perusahaan sedang baik dal belum menjamin akan dapat dibayarnya hutang perusahaan yang sudah jatuh tempo karena proporsi atau distribusi aktiva lancar yang tidak menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari agresivitas pajak. Terdapat empat variabel independen yang dihipotesiskan mempengaruhi agresivitas pajak meliputi: profitabilitas, likuiditas, dan leverage. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan sumber data sekunder berupa laporan keuangan tahunan atau annual report melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia sub sektor plastik dan kemasan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhitung dari tahun 2016-2019. Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan 3 kriteria penelitian yang ditentukan sehingga memperoleh jumlah sampel sebanyak 6 perusahaan dengan data yang diperoleh sebanyak 36 data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program aplikasi SPSS 28. Hasil analisis penelitian ini menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap agresivitas pajak, likuiditas tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak, dan leverage tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS INTENSITAS ASET TETAP, LEVERAGE, PROFITABILITAS, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Sektor Rokok yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014 – 2021)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Suatu negara akan dinilai baik dari segi perekonomiannya apabila anggaran dalam negara tersebut memiliki kesanggupan dalam hal pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan aktivitas ekonomi yang stabil. Pajak ialah kontribusi yang sifatnya memaksa, yang dibayar kepada negara, baik oleh wajib pajak perseorangan ataupun badan berdasarkan peraturan yang ditetapkan. Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 1, pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan UndangUndang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pemerintah berusaha untuk mendapatkan penerimaan pajak yang sebesar besarnya dari semua wajib pajak, sedangkan sebaliknya semua wajib pajak berusaha untuk membayar pajak sekecil mungkin untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya. Hal ini pada akhirnya mendorong sebagian besar perusahaan untuk melakukan berbagai cara baik legal maupun ilegal dengan tujuan untuk semaksimal mungkin menekan beban pajak bahkan mungkin menghilangkannya. Menurut Frank (dalam Suyanto dan Supramono, 2012) agresivitas pajak perusahaan merupakan suatu tindakan merekayasa pendapatan kena pajak melalui perencanaan pajak yang dapat dilakukan baik secara legal (tax avoidance) maupun secara ilegal (tax evasion). Maka penulis berpendapat bahwa agresivitas pajak adalah strategi merekayasa pelaporan pajak untuk menghindari, mengurangi, atau menghilangkan beban pajak perusahaan sehingga memperkecil kewajiban pajaknya dengan memanfaatkan kelemahan aturan pajak dari segi hukum agar tidak akan dipermasalahkan nantinya. Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh intensitas aset tetap, leverage, profitabilitas, dan ukuran perusahaan secara parsial terhadap agresivitas pajak. Secara terperinci yang menjadi persoalan penelitian adalah: Apakah intensitas aset tetap, leverage, profitabilitas, dan ukuran perusahaan secara parsial terhadap agresivitas pajak. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut, maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut: 1. Intensitas aset tetap tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak 2. Leverage tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak 3. Profitabilitas berpengaruh terhadap agresivitas pajak 4. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) di sektor rokok dari tahun 2014 – 2021. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dan mendapatkan 4 perusahaan rokok, yaitu Wismilak, Sampoerna, Gudang Garam, Bentoel. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuantitatif dan hasil penelitiannya diolah menggunakan program SPSS 26. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa hanya satu variabel saja yang berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Intensitas aset tetap tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,153 > 0,05; leverage tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,144 > 0,05; Profitabilitas berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05; dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan nilai signifikansi sebesar 0,551 > 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN PROPERTIES & REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Perkembangan perekonomian Indonesia saat ini sudah menunju kearah peningkatan, dapat dilihat dari perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang semakin maju. Hal ini dapat menunjang perkembangan perekonomian Indonesia. Salah satu sektor yang mendapatkan dampak dari pembangunan infrastruktur adalah sektor properti & real estate. Properti & real estate adalah salah satu sektor yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Yang menjadi persoalan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan properties & real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut mana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan properties & real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sebuah perusahaan pasti memiliki tujuan, salah satu tujuan jangka panjang dari perusahaan yaitu meningkatkan nilai perusahaan. Dimana semakin tinggi nilai perusahaan maka semakin besar kemakmuran yang diterima oleh pemilik perusahan. Menurut Kadim dkk., (2018) faktor internal yang secara prinsip mempengaruhi nilai perusahaan adalah Leverage, Ukuran Perusahaan, dan Profitabilitas Menurut Brigham & Daves dalam Pakpahan (2010:211) nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang tercermin pada harga saham. Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba dalam suatu periode tertentu, (Kusna dan Setijani, 2018). Dalam penelitian ini profitabilitas diukur menggunakan Return On Equity. Menurut Hery (2016:107), ROE merupakan rasio yang menunjukan seberapa besar kontribusi ekuitas dalam menciptakan laba bersih. Semakin tinggi hasil pengembalian atas ekuitas artinya semakin tinggi jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam ekuitas. Hery (2016:162) mendefinisikan leverage sebagai rasio solvabilitas atau rasio leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan dibiayai dengan utang. Dengan kata lain, rasio solvabilitas atau rasio leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar beban utang yang harus ditanggung perusahaan dalam rangka pemenuhan aset. Putu Ayu dan Gerianta (2018), mengungkapkan bahwa ukuran perusahaan merupakan suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan diukur dengan total aktiva, jumlah penjualan, nilai saham dan sebagainya. Adapun menurut Susilo (2012:06), menegemukakan bahwa semakin besar total aktiva, jumlah penjualan atau modal suatu perusahaan maka semakin besar pula ukuran suatu perusahaan. Populasi yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan properties & real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2022. Maka populasi dalam penelitian ini sebanyak 88 perusahaan. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2010). Berdasarkan kriteria-kriteria pemilihan sampel yang telah ditentukan maka terdapat 15 perusahaan yang akan digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi nonpartisipan, dimana peneliti tidak terlibat secara langsung dan hanya meneliti saja. Metode observasi nonpartisipan ini dilakukan dengan mengamati dan menganalisis laporan keuangan perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2022 yang dapat diakses melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yang selanjutnya pengujian hipotesis menggunakan analisis rasio keuangan untuk melihat pengaruh antar variabel. Berdasarkan uji hipotesis hasil perhitungan return on equity yang menunjukan bahwa profitabilitas pada perusahaan properties & real estate pada tahun 2020-2022 mengalami kenaikan terus-menerus yaitu rata-rata return on equity sebesar -3% pada tahun 2020 dan mengalami keaikan menjadi 1% pada tahun 2021 dan pada tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 4%. Adapun hasil perhitungan debt to equity ratio yang menunjukan bahwa leverage pada perusahaan properties & real estate pada tahun 2020-2022 mengalami kenaikan yaitu rata-rata debt to equity ratio sebesar 84% pada tahun 2020 dan mengalami keaikan menjadi 89% pada tahun 2021 dan pada tahun 2022 tetap konsisten dari tahun 2021 sehingga rata-rata Debt to Equity Ratio pada tahun 2022 sebesar 89%. Dan hasil perhitungan size yang menunjukan bahwa ukuran perusahaan pada perusahaan properties & real estate konsisten selama tahun 2020-2022 yaitu sebesar 30. Maka kesimpulan dari penelitian ini adalah Profitabilitas, Leverage dan Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan properties & real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN LEVERAGE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN HEALTHCARE DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Good Corporate Governance yang mencakup Kepemilikan Institusional dan Leverageterhadap Kinerja Keuangan pada perusahaan Healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020-2022. Kepemilikan Institusional adalah kepemilikan saham yang menjadi milik institusi ataupun lembaga. Makin tinggi kepemilikan institusional mengakibatkan makin kecil utang yang dibuat untuk mendanai perusahaan Wiranata dan Nugrahati (2013). Kepemilikan Institusional adalah kepemilikan saham yang menjadi milik institusi ataupun lembaga. Makin tinggi kepemilikan institusional mengakibatkan makin kecil utang yang dibuat untuk mendanai perusahaan. Kepemilikan istitusional memiliki arti penting dalam memonitoring manajemen karena dengan adanya kepemilikan oleh institusional akan mendorong peningkatan pengawasan yang lebih optimal investor institusional sehingga dapat menghalangi perilaku opportunistic manajer. Leverage ialah ratio keuangan yang dipakai perusahaan guna melihat kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban dalam membayar hutang jangka panjang (Lastri dkk, 2018). Leverage merupakan Rasio Keuangan yang digunakan perusahaan untuk mengukur kewajiban jangka panjang perusahaan, untuk melihat mampu tidaknya perusahaan tersebut memenuhi kewajiban dalam membayar hutang. Dalam penelitian ini asumsi yang digunakan adalah perusahaan akan menjadi semakin baik apa bila menggunakan utang semakin besar. Dengan nilai utang yang semakin besar, nilai aktiva perusahaan akan mengalami peningkatan profitabilitas perusahaan. Dengan sumber dana yang lebih besar, besar kemungkinan keuntungan meningkat namun di ikuti pula dengan peningkatan rasio. Kinerja keuangan merupakan hasil kerja dari beberapa bagian suatu perusahaan yang dapat dilihat pada posisi keuangan perusahaan selama periode waktu tertentu dalam hal pembiayaan, distribusi dana, kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas perusahaan. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan yang diperoleh dari www.idx.co.id dan situs resmi perusahaan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Good Corporate Governance yang difokuskan pada aspek Kepemilikan Institusional dan Leverage yang menggunakan Debt to Equity Ratio (DER). Variabel Dependen yang digunakan adalah Kinerja Keuangan perusahaan Healthcare yang menggunakan Return On Asset (ROA). Populasi yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022 yaitu sebanyak 30 Perusahaan. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu(Sugiyono, 2010). Berdasarkan kriteria-kriteria pemilihan sampel yang telah ditentukan maka terdapat 13 perusahaan yang akan digunakan sebagi sampel dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis Statistik deskriptif dengan pengujian hipotesis menggunakan SPSS versi 25 . Hasil Penelitian menunjukan bahwa Kepemilikan Institusional dengan t hitung bernilai -4.086 dengan nilai signifikasi senilai 0.0000,05. Artinya secara parsial Kepemilkan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Variabel Leverage t hitung bernilai 3.049 dengan nilai signifikan senilai 0,0040,05 artinya secara parsial Leverage mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan Healthcare di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Maka Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kepemilikan dan Leverage berpengaruh terhadap kinerja keuangan pada perusahaan Healthcare di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH FREE CASH FLOW DAN FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP MANAJEMEN LABA DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN PROPERTIES DAN REAL EASTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2019-2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Manajemen merupakan salah satu dari berbagai upaya yang dapat dilkukan oleh perusahaan dalam merekayasa angka-angka dalam laporan keuangan sehingga laporan keuangan perusahaan dapat terlihat kondisi baik bagi invesor dan pembaca lainnya. Salah satu idikator penting yang dilihat investor dalam mengukur performance perusahaan adalah laba sehingga Manajemen laba sangatlah penting hal ini medorog manajemen untuk membuat laporan keuangan mejadi menarik bagi pihak eksternal yang dapat dikategorikan sebagai manajemen laba. Munculnya praktik manajemen laba disebabkan oleh bebrapa faktor diantranya yang menjadi variabel dalam penelitian ini yaitu free cash flow dan financial leverage. Free cash flow adalah sisa arus kas yang didistribusikan kepada pemegang saham setelah perusahaan membayar semua beban operasi, investasi, dan pendaan untuk mempertahankan kapasitas produk. Free cash flow yang memadai dapat menurunkan tindakan tindak manajemen laba karena menunjukkan keadaan peusahaan yang sehat kepada investor dan kreditor. Sebaliknya jika tingkat free cash flow rendah akan meningkatkan tindak manajemen laba, dimana manajer tidak mau melakukan pelanggaran kontrak kepada kreditor dan investor (Agustia,2013). Selain free cash flow, financial leverage juga dapat mempengaruhi manajemen laba. Financial leverage adalah penggunaan sumber dana dari utang yang dimiliki beban tetap yang digunakan untuk membiayai aset perusahaan. Penggunaan utang yang terlalu tinggi akan membahayakan perusahan karena perusahaan akan termasuk dalam kategori extereme leverage (utang ekstrim) aitu perushaan terjebak dalam tingkat utang yag tinggi dan sulit untuk melepaskan beban utang tersebut (Kodriyah dan Fitri, 2017). Good corporate governance merupakan salah satu upaya perushaan untuk mengendalikan manajemen laba. Good corporate governace merupakan suatu sistem untuk yang dapat mengendalikan perusahaan untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan kewenangan yang diperlukan oleh perusahaan untuk menjamin kelangsungan dan tanggung jawab kepada pemegang saham. Dalam penelitian ini terdapat empat persoalan penelitian yaitu apakah free cash flow berpengaruh terhadap manajemen laba, apakah financial leverage berpengaruh terhadap manajemen laba, apakah good corporate governance mampu memoderasi pengaruh free cash flow terhadap manajemen laba, apakah good corporate governance mampu memoderasi pengaruh financial leverage terhadap manajemen laba, sehingga dalam penelitan ini bertujuan untuk mngetahui pengaruh free cash flow dan financial leverage terhadap manajemen laba dengan good corporate governance sebagai variabel moderasi. Penelitian ini memperoleh sebanyak 14 sampel perusahaan pada sektor properties dan real eastate di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022. Hasil penelitan menunjukan bahwa free cash flow tidak berpengaruh positif terhadap manajemen laba dan financia leverage berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Melalui uji Moderated Regression Analysis (MRA) diketahui bahwa good corporate governance mampu memoderasi pengaruh free cash flow terhadap manajemen laba, dan good corporate governance tidak mampu memoderasi pengaruh financial leverage terhadap manajemen laba.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN OPINI AUDITOR TERHADAP KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN CONSUMER NON-CYCLICALS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) 2020-2022.

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitan ini berjudul: PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN DAN OPINI AUDITOR TERHADAP KETEPATAN WAKTU PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN CONSUMER NON-CYCLICALS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) 2020-2022. Dalam pasar modal terkadang perusahaan melanggar prinsip keterbukaan informasi mengenai penyampaian laporan keuangan yang tidak tepat waktu. Suspensi yang diterima oleh perusahaan atas ketidaktepatan waktu dalam menyampaikan laporan keuangan sangat merugikan bagi pihak perusahaan dan bagi para pemegang saham, sehingga peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya masalah ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Untuk itu perlu diketahui apa saja yang mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Profitabilitas mengukur seberapa besar tingkat keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan. Semakin besar tingkat perusahaan menunjukkan semakin baik manajemen dalam mengelolah perusahaan (Sutrisno, 2012). Likuiditas memperlihatkan tingkat ketersediaan modal kerja yang dibutuhkan dalam aktivitas operasional perusahaan. Tidak sedikit dijumpai perusahaan yang kerap kali mengalami kesulitan finansial sehingga tidak mampu mendanai kegiatan operasionalnya maupun dalam melakukan pembayaran utang sehingga nantinya perusahaan akan memiliki laporan keuangan yang mengandung berita buruk atas ketidakmampuan perusahaan tersebut dalam memenuhi kewajibannya. Leverage digunakan sebagai salah satu variabel independen yang diteliti karena leverage digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan hutang, karena tidak semua dan tidak setiap saat semua perusahaan memperoleh nilai laba yang baik. Maka perusahaan pun dapat melakukan pinjaman untuk keberlangsungan operasional perusahaan kedepannya hutang salah satu sumber dana yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan dana pembiayaan dengan tujuan meningkatkan keuntungan (Moedjahedi, 2013). Ukuran merupakan sebuah perbandingan besar atau kecil terhadap suatu objek. Apabila bila definisi ini digabungkan bersama perusahaan ataupun suatu lembaga, berarti ukuran suatu perusahaan didefinisikan sebagai sebuah perbandingan besar maupun kecil usaha dari sebuah perusahaan ataupun organisasi, Herry (2017). Opini audit adalah pernyataan auditor terhadap kewajaran laporan keuangan dari entitas yang telah diperiksa, (Hatutik, 2015). Tujuan dilakukamn penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan, untuk Mengetahui pengaruh likuiditas terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan, untuk Mengetahui pengaruh leverage terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan dan, untuk Mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk dapat mengatahui pengaruh antara variable X (independen), terhadap variable Y (dependen) dan dibantu dengan alat pengujian statistik yaitu , program SPSS versi 25 dan Ms. Exel 2010. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perusahaan Consumer Non-Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2020-2022. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menerapkan terlebih dahulu kriteria-kriteria sampel yang dibutuhkan sehingga dari kriteria-kriteria yang diterapkan di peroleh 15 perusahaan yang memenuhi syarat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara persial (uji t) menunjukkan bahwa variabel profitabilitas (X1) tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu (Y), karena nilai yang diperoleh Thitung sebesar 1,007 dan nilai signifikan sebesar 0,320 dengan menggunakan batas signifikan atau p-value 0,05 (α = 5%), maka t-tabel sebesar 2,023. Ini berarti Thitung t-tabel atau 0,320 2,023 dan nilai signifikan Thitung 0,320 > 0,05. Untuk variabel likuiditas (X2) berpengaruh terhadap ketepatan waktu (Y), karena nilai yang diperoleh Thitung sebesar 2,782 dan nilai signifikan sebesar 0,008 dengan menggunakan batas signifikan atau p-value 0,05 (α = 5%), maka t-tabel sebesar 2,023. Ini berarti Thitung t-tabel atau 0,008 0,05. Untuk variabel leverage (X3) berpengaruh terhadap ketepatan waktu (Y), karena nilai yang diperoleh Thitung sebesar sebesar 15,872 dan nilai signifikan sebesar 0,00 dengan menggunakan batas signifikan atau p-value 0,05 (α = 5%), maka t-tabel sebesar 2,023. Ini berarti Thitung t-tabel atau 0,000 0,05. Sedangkan untuk variabel ukuran perusahaan (X4) tidak berpengaruh terhadap ketepatan waktu (Y), karena nilai yang diperoleh Thitung sebesar 1,082 dan nilai signifikan sebesar 0,286 dengan menggunakan batas signifikan atau p-value 0,05 (α = 5%), maka t-tabel sebesar 2,023. Ini berarti Thitung > t-tabel atau 0,286 > 0,05 dan untuk variabel opini auditor (X5) berpengaruh terhadap ketepatan waktu (Y), karena nilai yang diperoleh Thitung sebesar 16,591 dan nilai signifikan sebesar 0,00. dengan menggunakan batas signifikan atau p-value 0,05 (α = 5%), maka t-tabel sebesar 2,023. Ini berarti Thitung t-tabel atau 0,000 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LEVERAGE DAN CAPITAL INTENSITY TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK DENGAN KOMISARIS INDEPENDEN SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI BARANG DAN KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2022.

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kasus Agresivitas Pajak yang terjadi di Indonesia dapat menunjukkan suatu bentuk tindakan meminimalkan beban pajak suatu perusahaan. Hal ini menjadi perhatian publik, karena tidak sesuai harapan masyarakat dan merugikan pemerintah. Agresivitas pajak adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk menurunkan laba kena pajak melalui perencanaan pajak. Strategi perusahaan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat dan tindakan agresivitas pajak ini merugikan pemerintah karena pemerintah tidak dapat mengoptimalisasikan penerimaan pajak. Menurut Mustika (2017), agresivitas pajak yaitu keinginan perusahaan untuk mengecilkan jumlah beban pajak yang harus dibayar baik dengan legal ataupun ilegal. Menurut Rodriguez dan Arias (2012), terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi perusahaan dalam besar kecilnya membayar pajak antara lain leverage dan capital intensity. Leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan dibiayai dengan menggunakan utang (Kasmir, 2013: 151). Capital intensity merupakan investasi perusahaan dalam bentuk aset tetap yang digunakan perusahaan untuk berproduksi dan mendapatkan laba. Komisaris independen dijadikan alasan didalam perusahaan karenan dengan adanya indikasi tersebut keberadaan komisaris independen didalam perusahaan berperan penting, dimana dapat mengawasi setiap tindakan yang diambil oleh manajer perusahaaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atau membuktikan secara empiris tentang pengaruh leverage, capital intensity terhadap agresivitas pajak dengan komisaris independen sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Sampel penelitian ini terdiri dari 23 perusahaan pada sektor indsutri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2020-2022. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Busa Efek Indonesia dan situs resmi masing-masing perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis Regresi Linear Berganda untuk menguji pengaruh leverage, capital intensity terhadap agresivitas pajak dan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji apakah dengan adanya komisaris independen dapat memoderasi pengaruh leverage dan capital intensity terhadap agresivitas pajak dengan komisaris independen sebagai variabel pemoderasi pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022 dengan menggunakan SPSS versi 25. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022, capital intensity berpengaruh terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-20220, komisaris independen memoderasi pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak dengan memperlemah pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022, dan komisaris independen meoderasi pengaruh capital intensity terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Dari hasil uji regresi linear berganda menggunakan spss versi 25, untuk variabel leverage menunjukkan hasil uji t hitung sebesar 0,772 dari t tabel 1,996 dan nilai signifikansinya 0,443 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak dan H0 diterima. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Hasil uji regresi lienar berganda variabel capital intensity menunjukkan hasil uji t hitung sebesar 2,786 > dari t tabel 1,996 sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa capital intensity berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Dari hasil uji Analisis Regresi Moderasi (MRA) menggunakan spss versi 25, untuk hipotesis komisaris independen memoderasi pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak menunjukkan hasil uji t hitung sebesar -3,022 dari t tabel 1,997 dan tingkat signifikansi sebesar 0,004 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima dan H0 ditolak. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa komisaris independen memoderasi pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak dengan memperlemah pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak. Hasil uji analisis regresi moderasi untuk hipotesis komisaris independen memoderasi pengaruh capital intensity terhadap agresivitas pajak menunjukkan hasil uji t hitung sebesar 4,260 > dari t tabel 1,997 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H4 diterima dan H0 ditolak. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa komisaris independen mampu memoderasi pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak. Dari pembahasan diatas dapat maka dapat ditarik kesimpulan bahwa leverage tidak mampu memberikan pengaruh terhadap agresivitas pajak karena semakin tinggi leverage maka semakin tinggi pula risiko yang harus ditanggung perusahaan karena harus membayar bunga hutang yang tinggi menggunakan hasil usahanya sehingga mengurangi laba bersih perusahaan. Capital intensity berpengaruh terhadap agresivitas pajak ketika perusahaan menanggung beban depresiasi, hal tersebut dapat mengurangi laba perusahaan sehingga pendapatan kena pajak berkurang. Komisaris independen memoderasi dengan memperlemah pengaruh leverage terhadap agresivitas pajak karena besarnya komisaris independen dalam suatu perusahaan dapat mempengaruhi perilaku perusahaan menggunakan utang sebagau usaha agresivitas pajak. Komisaris independen memoderasi pengaruh Capital intensity terhadap agresivitas pajak karena banyaknya komisaris independen dalam suatu perusahaan maka bisa berdampak pada tindakan perusahaan yang memanfaatkan penggunaan aset tetap sebagai upaya agresivitas pajak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETETAPAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETETAPAN WAKTU PELAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA Nama : Katarina Noviana Nahak NIM : 18190021 Fakultas : Ekonomi Program Studi : Akuntansi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ketetapan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021 dengan menggunakan 12 sampel perusahaan perbankan, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 12 X 5 = 60 sampel. Variabel Dependen dalam penelitian ini adalah ketepatan waktu pelaporan keuangan. Variabel dependen ini diukur berdasarkan tanggal laporan auditor independen (LAI), yang diukur dengan menggunakan variabel dummy dengan kategori 1 untuk perusahaan yang tepat waktu dan 0 untuk perusahaan yang tidak tepat waktu. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah a. Profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan menggunakan aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan. Profitabilitas diproksikan dengan Return On Asset = laba bersih/ total aset (Brigham dan Joel, 2014:148). b. Leverage merupakan gambaran dari struktur modal yang dimiliki perusahaan, dimana leverage digunakan untuk mengetahui sejauh mana perusahaan menggunkan pendanaan melalui hutang. Leverage diproksikan dengan Debt to Equity Ratio= total liabilitas/ total ekuitas (Mareta, 2015). c. Ukuran perusahaan dapat dinilai dari beberapa segi, besar kecilnya perusahaan dapat d idasarkan pada total nilai aktiva, total penjualan, kapitalisasi pasar, jumlah tenaga kerja, dsb. Ukuran perusahaan diproksikan dengan Market to Book Value Ratio = nilai pasar saham/ nilai buku (Brigham dan Joel, 2014:151). Hasil penelitian ini menunjukan pada persamaan analisis regresi linear berganda Nilai konstanta sebesar -0,574 menunjukkan bahwa variabel Profitabilias, Ukuran Perusahaan, leverage, jika nilainya 0 maka ketepatan waktu pelaporan keuangan memiliki tingkat kinerja sebesar -0,574. Nilai koefisien Profitabilitas (X1) sebesar 2,040 dengan nilai positif. Hal ini berarti bahwa setiap peningkatan belanja daerah sebesar 1 kali maka ketepatan waktu pelaporan keuangan akan meningkat sebesar 2,040 dengan asumsi variabel yang lain konstan. Nilai koefisien Ukuran Perushaan (X2) sebesar 0,129 dengan nilai positif. Hal ini berarti bahwa setiap peningkatan Ukuran Perusahaan sebesar 1 kali maka ketepatan waktu pelaporan keuangan akan meningkat sebesar 0,129 dengan asumsi variabel yang lain konstan. Nilai koefisien Leverage (X3) sebesar 0,008 dengan nilai positif. Hal ini berarti bahwa setiap peningkatan leverage sebesar 1 kali maka ketepatan waktu pelaporan keuangan akan peningkatan sebesar 0,008 dengan asumsi variabel yang lain konstan. Hasil analisis uji -t Variabel Profitabilitas (ROA) berpengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan. Dijelaskan pula dalam hasil analisis regresi bahwa variabel Profitabilitas (ROA) mempunyai nilai β = 2,040 lebih besar dari 0 dan diperoleh nilai signifikansi 0,216 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (0,216 > 0,05). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Ukuran perusahaan (Size) mempunyai nilai β = 0,129 lebih besar dari 0 dan diperoleh nilai signifikansi 0,081 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (0,081 > 0,05). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. variabel leverage (DER) yang mempunyai nilai β = 0,008 lebih besar dari 0 dan diperoleh nilai signifikansi 0,528 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (0,528 > 0,05). Dari hasil uji R2, diperoleh nilai R2 atau R Square sebesar 0,074 atau 7,4%. Hal ini menunjukkan bahwa ketepatan waktu pelaporan keuangan dapat dijelaskan sebesar 7,4% oleh variabel independen yaitu Profitabiitas, Ukuran Perusahaan, Leverage. Sedangkan 92,6% ketepatan waktu pelaporan keuangan dijelaskan oleh variabel-variabel diluar variabel independen penelitian ini. Kata kunci : Ketetapan waktu, Profitabilitas. Ukuran perusahaan, Leverage.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH OPERATING LEVERAGE DAN LIKUIDITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN STRUKTUR MODAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN DI BEI

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah pengaruh operating leverage dan likuiditas terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel intervening. Adapun persoalan yang diangkat adalah apakah operating leverage dan likuiditas berpengaruh terhadap nilai perusahaan, dan apakah struktur modal memediasi pengaruh operating leverage dan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh operating leverage dan likuiditas terhadap nilai perusahaan, dan struktur modal memediasi pengaruh operating leverage dan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Adapun konsep dalam penelitian ini adalah operating leverage, likuiditas, struktur modal, dan nilai perusahaan. Operating leverage adalah suatu sensitivitas laba operasi perusahaan sebelum bunga dan pajak (EBIT) terhadap nilai perubahan volume penjualan. Likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban finansial yang segera harus dipenuhi. Struktur modal adalah perimbangan atau perbandingan hutang jangka panjang dengan modal sendiri (Riyanto,2012). Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan dalam menjalankan kinerjanya yang sering dikaitkan dengan harga saham (Megawati,2016). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam periode 2018 – 2020. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah 12 perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah sumber data yang diperoleh melalui media perantara atau secara tidak langsung. Data ini berupa laporan keuangan yang sudah dipublikasikan oleh perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang memenuhi kriteria sampel penelitian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018 – 2020 yang dapat diakses melalui situs www.idx.co.id. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) operating leverage (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (Y). (2) likuiditas (X2) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (Y). (3) struktur modal tidak memediasi hubungan operating leverage terhadap nilai perusahaan. (4) struktur modal dapat memediasi hubungan likuiditas terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci : Operating leverage, likuiditas, nilai perusahaan, struktur modal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh profitabilitas dan leverage terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2018-2020)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK profitabilitas dan leverage terhadap ketetapan waktu pelaporan keuangan yang di ukur menggunakan rasio pada tahun 2018-2020. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui: 1) Untuk mengetahui apakah profitabilitas berpengaruh terhadap pelaporan keuangan yang di ukur menggunakan rasio pada tahun 2018-2020. 2) Untuk mengetahui pengaruh metode pre-eksperimental design dan dihitung menggunakan SPSS 22.0 for windows. Data yang diperoleh melalui dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif menggunakan alat analisis regresi linear sederhana yang hasilnya diolah menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini melalui perhitungan analisis regresi linear sederhana, diperoleh hasil bahwa kedua variabel bebas mempunyai nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 yaitu pada variabel Profitabilitas adalah 0,001<0,005 dan pada variabel Laverage adalah 0,000<0,005. Dengan demikian, pada taraf α=5%, profitabilitas (ROE) dan Laverage (DER) berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kata kunci: Protitabilitas, Leverage, Ketepatan Waktu, Pelaporan Keuangan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Faktor Penjelas Financial Distress Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2020

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalahPengaruh Faktor Penjelas Financial Distress Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Adapun persoalan yang diangkat dalam penelitian ini adalah Apakah Rasio likuiditas berpengaruh terhadap financial distress yang Terdaftar di BEI, Apakah Rasio leverage berpengaruh terhadap financial distress yang Terdaftar di BEI, Dan Apakah Rasio manajemen aset berpengaruhterhadapfinancial distress yang Terdaftar di BEI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Rasio likuiditas, Rasio leverage dan Rasio manajemen aset berpengaruh Terhadap financial distress Yang Terdaftar di BEI. Adapun konsep dari penelitian ini adalah finansial distress, rasio likuiditas, rasio leverage, dan rasio manajemen aset.Financial distress merupakan sebagai tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi pada perusahaan sebelum terjadinya kebangkrutan atau likuidasi.Rasio likuiditas merupakan rasio yang menunjukan hubungan antara kas dan aset lanacar perusahaan lainnya dengan kewajiban lainnya dengan kewajiban lancarnya. Rasio leverage adalah rasio yang mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemilik dengan dana yang dipinjamkan perusahaan dari kreditur. Rasio manajemen aset mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola aktivanya, yaitu mengukur kemampuan seluruh aktivanya, yaitu mengukur kemampuan seluruh aktivanya dalam menghasilkan penjualan Populasi dalam penelitian ini adalahperusahaan manufaktur yang terdaftar diBursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode Tahun 2017 sampai dengan Tahun 2020.Berdasarkan populasi yang ada maka dipilih 8 perusahaan manufaktur dengan kriteria sampel.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah sumber data yang di peroleh melalui media perantara atau secara tidak langsung. Data ini berupa laporan keuangan yang sudah di publikasikan oleh perusahaan manfaktur yang di delisting untuk memenuhi kriteriasampel penelitian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2020 yang dapat diakes melalui Situs www. Idx.co.id Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien determinasi R sebesar 0,905 hal ini menunjukkan bahwa variabel rasio likuiditas, rasio leverage dan rasio manajemen aset memiliki hubungan yang kuat dengan finansial Distress. Kemudia nilai R Square sebesar 81,9, hal ini berarti 81,9% Financial Distress dapat dijelaskan oleh variabel rasio likuiditas, rasio leverage dan rasio manajemen aset. Sisanya 19,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hipotesis 1 menyatakan bahwa variabel Likuiditas tidak berpengaruh terhadap Financial Distress. Berdasarkan hasil uji statistik thitung menunjukkan nilai signifikan Likuditas yaitu sebesar 0,747 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak, yang berarti variabel Likuiditas tidak berpengaruh positif terhadap Financial Distress. Hipotesis H2 menyatakan bahwa variabel Leverage berpengaruh signifikan terhadap Financial distress. Berdasarkan hasil uji statistik thitungmenunjukkan nilai signifikan Leverage yaitu sebesar 0,000 kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima, yang berarti variabel leverage berpengaruh signifikan terhadap konservatisme. Hipotesis H3 menyatakan bahwa variabel Manajemen aset tidak berpengaruh terhadap konservatisme. Berdasarkan hasil uji statistik thitung menunjukkan nilai signifikan Manajemen Aset yaitu sebesar 0,780 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 ditolak, yang berarti variabel Manajemen Aset tidak berpengaruh positif terhadap Financial Distress Kata Kunci : Financial Distress, Rasio Likuiditas, Rasio Leverage, Dan Rasio Manajemen Aset

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan konservatisme dalam akuntansi (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bei)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAKSI Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalah Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penerapan Konservatisme. Adapun persoalan yang diangkat adalah Bagaimana pengaruh struktur kepemilikan Manajerial, struktur kepemilikan intitusional, struktur kepemilikan publik, ukuran perusahaan, leverage terhadap penerapan konservatisme dalam akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh struktur kepemilikan Manajerial, struktur kepemilikan intitusional, struktur kepemilikan publik,ukuran perusahaan, leverage terhadap penerapan konservatisme dalam akuntansi. Adapun konsep dari penelitian ini adalah struktur kepemilikan Manajerial, struktur kepemilikan intitusional, struktur kepemilikan publik, ukuran perusahaan, leverage terhadap penerapan konservatisme dalam akuntansi. Konservatisme adalah sebuah prinsip perusahaan yang berhati-hati dalam menentukan setiap nilai yang ada di laporan keuangan. Kepemilikan manajerial adalah suatu kondisi di mana manajer mengambil bagian dalam struktur modal perusahaan atau dengan katalain manajer berperan ganda sebagai manajer sekaligus pemegangsaham di perusahaan. Kepemilikan institusional adalah kepemilikan saham perusahaan yang dimiliki oleh institusi atau lembaga seperti perusahaan asuransi, bank, perusahaan investasi dan kepemilikan institusi lain. Struktur kepemilikan publik merupakan persentase jumlah saham yang dimiliki oleh publik dibandingkan dari seluruh saham yang beredar. Pengendalian akan cenderung rendah apabila kepemilikan publik menyebar.Ukuran perusahaan merupakan ukuran yang digunakan untuk mengukur perusahaan dari seberapa luas pengungkapan informasi. Menurut Helfret (2001:128) rasio laverage adalah rasio yang menggambarkan proporsi “dana pihak lain” atas kepemilikan aktiva perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 2016-2019. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah 10 perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah sumber data yang di peroleh melalui media perantara atau secara tidak langsung. Data ini berupa laporan keuangan yang sudah di publikasikan oleh perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang memenuhi kriteria sampel penelitian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2019 yang dapat diakses melalui Situs www. idx.co.id Berdasarkan Hasil Uji Determinasi model summary diperoleh nilai nilai R Square sebesar 0,688, hal ini berarti 68,8% konservatisme akuntansi dapat dijelaskan oleh variabel SKM, SKI, SKP, UP, dan LEV. Sisanya 31,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Struktur kepemilikan manajerial memiliki pengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi, Struktur kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi, Struktur kepemilikan publik tidak memiliki pengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi, Ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi, Leverage tidak memiliki pengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MEKANISME TATA KELOLA TERHADAP KEMUNGKINAN KEBANGKRUTAN SERTA MANAJEMEN LABA ( STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MEKANISME TATA KELOLA TERHADAP KEMUNGKINAN KEBANGKRUTAN SERTA MANAJEMEN LABA (Studi Kasus Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia ) NAMA : ADRIANA ROSMIATI BRIS NIM : 17191411 PROGDI : AKUNTANSI KEUANGAN FAKULTAS ; EKONOMI ABSTRAKSI Tata kelola perusahaan adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan dan institusi yang mempengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Secara prinsip, tata kelola perusahaan dalam arti sempit meliputi dua aspek, yaitu aspek struktur tata kelola perusahaan atau struktur dewan dimana titik fokusnya adalah bentuk dan aspek proses tata kelola perusahaan atau mekanisme tata kelola perusahaan dimana titik fokusnya adalah cara bekerja. Mekanisme tata kelola perusahaan dapat diproksikan dengan komposisi dewan komisaris, dewan direksi, dan komite audit (Kusumawardhani, 2012).x Kemungkinan kebangkrutan merupakan tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan ataupun likuidasi. Apabila hal ini tidak segera diselesaikan akan berdampak besar pada perusahaanperusahaan seperti hilangnya kepercayaan dari shareholder, dan bahkan perusahaan akan mengalami kebangkrutan. Kemungkina kebangkrutan terjadi karena perusahaan tidak mampu mengelola dan menjaga kestabilan kinerja keuangan sehingga menyebabkan perusahaan mengalami kerugian operasional dan kerugian bersih untuk tahun yang berjalan. Lebih lanjut, dari kerugian yang terjadi akan mengakibatkan defisiensi modal dikarenakan penurunan nilai saldo laba yang terpakai untuk melakukan pembayaran dividen, sehingga total ekuitas secara keseluruhanpun akan mengalami defisiensi. Apabila perusahaan tidak mampu keluar dari kondisi tersebut, maka perusahaan tersebut akan mengalami kepailitan. Manajemen laba merupakan tindakan manajer untuk mempermainkan angkaangka dan mengatur metode pencataan sesuai dengan kepentingan pribadi. Kebebasan untuk memilih metode pencatatan menjadikan manajer cenderung melakukan tindakan manajemen laba selama masih sesuai dengan prinsip yang berlaku umum. Manajemen laba sering menjadi kontroversi antara berbagai pihak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tata kelola perusahaan pada perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Indikator yang digunakan untuk mengukur tata kelola perusahaan dalam penelitian ini adalah dewan komisaris,komite audit,ukuran perusahaan dan leverage. Sedangkan kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba sebagai variabel dependen dapat diukur dengan Altman ZScore dan Akrual modal kerja. Penelitian ini mengambil xi sampel pada perusahaan otomotif dan industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017-2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan mengisi kriteria sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 perusahaan, sehingga telah diperoleh 5 sampel yang diteliti. Penelitian ini diuji dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel corporate governance berpengaruh dan tidak berpengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Dewan komisaris memiliki pengaruh positif yang terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Komite audit tidak memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Ukuran perusahaan dan leverage memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba.FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MEKANISME TATA KELOLA TERHADAP KEMUNGKINAN KEBANGKRUTAN SERTA MANAJEMEN LABA (Studi Kasus Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia ) NAMA : ADRIANA ROSMIATI BRIS NIM : 17191411 PROGDI : AKUNTANSI KEUANGAN FAKULTAS ; EKONOMI ABSTRAKSI Tata kelola perusahaan adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan dan institusi yang mempengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Secara prinsip, tata kelola perusahaan dalam arti sempit meliputi dua aspek, yaitu aspek struktur tata kelola perusahaan atau struktur dewan dimana titik fokusnya adalah bentuk dan aspek proses tata kelola perusahaan atau mekanisme tata kelola perusahaan dimana titik fokusnya adalah cara bekerja. Mekanisme tata kelola perusahaan dapat diproksikan dengan komposisi dewan komisaris, dewan direksi, dan komite audit (Kusumawardhani, 2012).x Kemungkinan kebangkrutan merupakan tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan ataupun likuidasi. Apabila hal ini tidak segera diselesaikan akan berdampak besar pada perusahaanperusahaan seperti hilangnya kepercayaan dari shareholder, dan bahkan perusahaan akan mengalami kebangkrutan. Kemungkina kebangkrutan terjadi karena perusahaan tidak mampu mengelola dan menjaga kestabilan kinerja keuangan sehingga menyebabkan perusahaan mengalami kerugian operasional dan kerugian bersih untuk tahun yang berjalan. Lebih lanjut, dari kerugian yang terjadi akan mengakibatkan defisiensi modal dikarenakan penurunan nilai saldo laba yang terpakai untuk melakukan pembayaran dividen, sehingga total ekuitas secara keseluruhanpun akan mengalami defisiensi. Apabila perusahaan tidak mampu keluar dari kondisi tersebut, maka perusahaan tersebut akan mengalami kepailitan. Manajemen laba merupakan tindakan manajer untuk mempermainkan angkaangka dan mengatur metode pencataan sesuai dengan kepentingan pribadi. Kebebasan untuk memilih metode pencatatan menjadikan manajer cenderung melakukan tindakan manajemen laba selama masih sesuai dengan prinsip yang berlaku umum. Manajemen laba sering menjadi kontroversi antara berbagai pihak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tata kelola perusahaan pada perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Indikator yang digunakan untuk mengukur tata kelola perusahaan dalam penelitian ini adalah dewan komisaris,komite audit,ukuran perusahaan dan leverage. Sedangkan kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba sebagai variabel dependen dapat diukur dengan Altman ZScore dan Akrual modal kerja. Penelitian ini mengambil xi sampel pada perusahaan otomotif dan industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017-2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan mengisi kriteria sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 perusahaan, sehingga telah diperoleh 5 sampel yang diteliti. Penelitian ini diuji dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel corporate governance berpengaruh dan tidak berpengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Dewan komisaris memiliki pengaruh positif yang terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Komite audit tidak memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Ukuran perusahaan dan leverage memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail