Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

49 hasil
Subjek: Karakter
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PRESTASI KERJA DAN KARAKTERISTIK PEKERJAAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT SUMBERDAYA SEWATAMA PROJECT DALAM BIDANG TENAGA LISTRIK PLTMG (PEAKER) 40 MW KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project dalam bidang tenaga listrik PLTMG (peaker) 40 MW kupang”. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah : pengaruh prestasi kerja dan karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh prestasi Kerja terhadap kepuasan kerja karyawan dan Untuk menganalisis pengaruh karakteristik pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang. Metode penelitian dalam penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan PT Sumberdaya Sewatama Project Dalam Bidang Tenaga Listrik PLTMG (Peaker) 40 MW Kupang sebanyak 30 karyawan yang terpilih sebagai responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner sedangkan teknis analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji f), dan koefisien determinasi (R2). Berdasarkan persamaan regresi linear berganda Y= 18,791 + 0.453 X1 + 0.256 X2. Diketahui konstan regresi sebesar 18.791 sedangkan koefesien regresi (b1) sebesar 0,453 artinya jika nilai prestasi kerja (X1) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kepuasan kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,453 atau 45,3% maka terbukti hipotesisi yang menyatakan prestasi kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Y).Artinya semakin baik prestasi kerja karyawan (X1) maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji parsial (uji t) variabel prestasi kerja (X1). Diketahui uji t, thitung = 3,939 dan ttabel =1,703 dapat disimpulkan bahwa Jika nilai thitung 3,939>ttabel 1,703 dan tsignifikan 0,0001 Kata kunci : Prestasi kerja,karakteristik pekerjaan, dan kepuasan kerja karyawan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK BAKSO IKAN BELANAK MENGGUNAKAN TEPUNG SAGU (AKABILAN) DI DESA RAILOR KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RINGKASAN OLDIANA SEUK NAHAK (18390028). Karakteristik Bakso Ikan Belanak Menggunakan Tepung Sagu (Akabilan)Di Desa Railor Kecamatan Makala Tengah Kabupaten Malaka. Umbu P. L. Dawa, S.Pi, M. Sc sebagai pembimbing I, dan Mada M. Lakapu,S. Si, M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Bakso merupakan suatu bentuk produk olahan daging yang merupakan bentuk emulsi lemak. Oleh karena itu, komponen lemak di dalam produk olahan daging mempunyai peranan penting pada pembentukan tekstur, yaitu memberikan tekstur yang juiceness (empuk). Ikan belanak (Mugil cephalus) merupakan salah satu jenis ikan perairan laut yang menggunakan habitat perairan muara sebagai tempat hidupnya termasuk di muara sungai. Tepung sagu merupakan jenis tepung yang berasal dari pati batang sagu. Tekstur tepung sagu mirip dengan tepung tapioka, yakni berwarna putih dan terasa lembut ditangan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2023 yang bertempat di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk bakso ikan belanak, dan uji organoleptik (kenampakan,bau, rasa, tekstur) . Kemudian dilakukan pengujian kandungan kimia (kadar air, kadar protein, dan kadar abu) bakso ikan belanak. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dan didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data hasil penelitian diolah secara stastistik dan disajikan dalam bentuk tabel kemudian dilakukan analisis variansi (Anova) untuk menentukan apakah hipotesis diterima atau ditolak. Produk karakteristik bakso ikan belanak menggunakan tepung sagu (akabilan) pada pengujian organoleptik sensori yang menghasilkan tingkat penerimaan panelis terbaik pada pelakuan 10% yaitu parameter kenampakan 7.2 (Permukaan kurang halus, sedikit berongga, kurang cerah), parameter bau 7.6 (spesifik produk kurang), parameter rasa 7.73 (spesifik produk kurang) dan parameter tekstur 7.46 (padat, kompak , agak kenyal). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari uji karakteristik bakso ikan belanak menggunakan akabilan (sagu) pada perlakuan terbaik (10%) memberikan hasil kadar air 62.93% dan protein dengan 27.74%. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan penulis menyarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang masa simpan karakteristik bakso ikan belanak menggunakan tepung sagu (akabilan). Kata kunci: Karakteristik Bakso Ikan Belanak Menggunakan Tepung Sagu (Akabilan) Di Desa Railor Kecamatan Makala Tengah Kabupaten Malaka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KSP KOPDIT SWASTI SARI OEBA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumber daya manusia dalam sebuah koperasi adalah seluruh individu mulai dari bawahan sampai dengan atasan, yang bekerja dan menjadi anggota dalam koperasi. Manusia merupakan penggerak setiap proses pekerjaan yang ada didalam koperasi. Keberadaan manusia merupakan sumber daya yang paling istimewah, keistimewaan yang ada pada manusia adalah satu-satunya sumber daya didalam koperasi yang mempunyai pikiran, perasaan, dan kepribadian yang berbeda-beda. Moeheriono (2012:95) menyetakan kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis organisasi. Murty dan Hudiwinarsih (2012) mengemukakan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, motivasi merupakan dorongan seseorang untuk melakukan sesuatu atau tindakan yang mengarah pada tujuan. Menurut Mangkunegara (2010 : 67) mengatakan bahwa kinerja pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang di capai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja yang baik adalah kinerja yang optimal, yaitu kinerja yang sesuai standar organisasi dan mendukung tercapainya tujuan organisasi. Karakteristik individu adalah ciri-ciri khusus, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pakerti yang dimiliki seseorang yang membedakannya dengan orang lain. Menurut Umi Narimawati (2008:161) populasi adalah unit yang menjadi target penelitian yang ditetapkan oleh peneliti. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini seluruh pegawai ksp. Kopdit swasti sari oeba yang berjumlah 38 orang. Berdasarkan hasil uji t hitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai statistik t menunjukan -1.510 dengan tingkat signifikansi 0,140 > dari 0,05 maka hipotesis pertama dalam penelitian ini ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik individu Tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai . Berdasarkan hasil uji F hitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 21.341 dengan nilai Ftabel adalah 3,27 sehingga nilai Fhitung>Ftabel atau 21.341>3,27 dan tingkat signifikan 0,000<0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel karakteristik individu (X1) danmotivasi kerja (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada KSP.Kopdit Swasti Sari Oeba. dengan besarnya koefisien determinasi (R2) totalnya. Hasil hitung menggunakan SPSS di peroleh nilai R adalah 0,549 atau 54,9%. Hal ini karakteristik individu dan motivasi kerja terhadap Kinerja Pegawai adalah 54,9%.Sedangkan pengaruh sebesar 45,1% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU, LINGKUNGAN KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KSP KOPDIT SWASTI SARI OEBA

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berkembangnya suatu perusahaan atau organisasi pasti tidak terlepas dari Sumber Daya Manusianya. Sumber daya manusia yang unggul dan kompeten pasti menghasilkan kemajuan yang pesat untuk perusahaannya. Di zaman yang serba modern ini perusahaan-perusahaan dituntut untuk selalu berkembang dan mampu bersaing mengikuti kemajuan zaman agar dapat mencapai tujuan perusahaan tersebut dengan baik. Tidak bisa dipungkiri untuk mencapai produktivitas yang tinggi dalam perusahaan juga harus dilihat bagaimana kinerja karyawan, lingkungan kerja fisik dan penempatan kerja dalam perusahaan. Manajemen sumberdaya manusia adalah sebagai perencanaan, pengadaan, pengembangan, pemeliharan, dan penggunaan sumber daya manusia dalam upaya mencapai tujuan individu maupun organisasi. Dalam menjalankan usahanya, sebuah perusahaan tentunya akan mengalami banyak tantangan dan permasalahan baik itu datangnya dari luar maupun dari dalam perusahaan itu sendiri. Tantangan dari luar bisa datang melalui persaingan dengan perusahaan lainnya, sementara permasalahan dari dalam perusahaan bisa timbul dari sumber daya manusia yang dimilikinya. Sebagai organisasi, perusahaan disusun dari banyak individu yang memiliki berbagai tujuan serta keinginan. Apabila terjadi kesalahan dalam mengelola sumber daya ini akan menimbulkan berbagai macam permasalahan yang dapat mengganggu kinerja karyawan yang pada akhirnya apabila hal tersebut tidak diatasi dengan baik maka akan mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh karakteristik individu terhadap kinerja karyawan dan pengaruh lingkungan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan di Ksp Kopdit Swasti Sari Oeba, karena penulis menemukan bahwa karakteristik individu masih perlu diberi pelatihan ataupun seminar untuk menambah wawasan karyawan secara individu sehingga tingkat kepahaman pada setiap pekerjaan yang di emban dapat dikerjakan dengan baik agar meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi 38 oarng pegawai karyawan dan sampel sebanyak 38 orang karyawan. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dilakukan penyebaran Kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda pada SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui karakteristik individu dalam kategori sedang, lingkungan kerja berada dalam kategori sedang serta kinerja karyawan juga berada pada kategori sedang. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis linear berganda diketahui bahwa karakteristik individu berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,028 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,505 yang berarti semakin baik karakteristik individu semakin tinggi kinerja karyawan dan sebaliknya. Sedangkan lingkungan kerja berpengaruh positif juga terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,010 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,425 yang berarti semakin baik lingkungan kerja maka semakin tinggi pula kinerja karyawan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PEMBENTUKAN KARA KTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN DI SMA SWASTA ADVENT NUSRA NOELBAKI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya sekolah, guru biologi dan orang tua membentuk karakter peserta didik dalam pembelajaran biologi di SMA Swasta Advent Nusra Noelbaki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Subjek penelitian adalah pihak sekolah, Guru Biologi dan orang tua peserta didik kelas XI MIPA. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan cara deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya guru dan orang tua dalam membentuk karakter disiplin peserta didik di SMA Swasta Advent Nusra yaitu dengan cara penanaman karakter atau pengembangan diri, membuat aturan atau sanksi-sanksi, pengawasan, memberikan motivasi serta mengarahkan peserta didik untuk berperilaku disiplin, memberikan keteladanan atau nilai karakter kristiani melalui nasehat sebelum memulai pelajaran seperti berdoa. sekolah dalam pelaksanaan pembelajaran tidak hanya fokus pada pengetahuan peserta didik tetapi sekolah juga berupaya untuk memfokuskan peserta didik untuk memiliki karakter disiplin. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka penulis dapat mengambil kesimpulan sesuai dengan rumusan masalah bahwa Sekolah dalam membentuk karakter disiplin pada peserta didik adalah menerapkan peraturan yang harus ditaati oleh seluruh warga sekolah, baik guru maupun anak didik selama berada di lingkungan sekolah. Guru berupaya untuk membentuk karakter disiplin peserta didik dengan berbagai macam kegiatan, mengawasi aktifitas peserta didik dengan harapan agar karakter disiplin anak didik itu terbentuk, mengarahkan dan memotivasi peserta didik untuk memulai semua kegiatan sekolah dengan disiplin

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK IKAN TALI (ABSAL) YANG DIPRODUKSI SECARA TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT DESA MARU KECAMATAN PULAU PURA KABUPATEN ALOR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan tali (absal) adalah salah satu produk olahan tradisional dengan menggunakan metode pengeringan. Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air bahan sampai mencapai kadar air tertentu sehingga dapat memperlambat laju kerusakan produk akibat aktivitas biologi dan kimia. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai (kadar air, kadar protein, kadar garam, kadar abu dan kadar abu tak larut asam) dan penilaian organoleptik (kenampakan, aroma, tekstur dan rasa) terhadap ikan tali (absal) yang diproduksi secara tradisional oleh masyarakat Desa Maru Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor. Penelitian ini telah dilaksanakan selama bulan Juni sampai Agustus 2022, yang dilakukan dalam 2 (dua) tahap dengan tempat yang berbeda. Pengambilan sampel di Desa Maru Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor, pengujian organoleptik, kadar air, kadar protein dan kadar garam di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana dan pengujian kadar abu dan abu tak larut asam di Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana. Ikan tali (absal) yang diproduksi secara tradisional oleh masyarakat Desa Maru untuk pengujian secara objektif nilai kadar air (15,51%-18,06%) memenuhi SNI 8273-2016, kadar protein (14,30%-15,57%), kadar garam (1,08%-1,62%) memenuhi SNI 8273-2016, kadar abu (0.7%-2,1%) dan kadar abu tak larut asam (0,4%-0,6%) tidak memenuhi SNI 8273-2016. Ikan tali (absal) khas Desa Maru Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor merupakan produk olahan tradisional sehingga mempunyai kenampakan, aroma, tekstur dan rasa cenderung disukai panelis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN KARAKTER ANAK REMAJA DI GMIT HAUMENI-NISUM TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Karakter Anak Remaja Di GMIT Haumeni-Nisum. Amnahas, M H.)* Tnunay, P.)** Natonis, D.A.)** Penelitian ini membahas tentang Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Karakter Anak Remaja Di GMIT Haumeni-Nisum, Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Rumusan masalah yang diteliti apakah terdapat Hubungan Penggunaan Gadget Dengan Karakter Anak Remaja.Tujuan penilitian ini untuk mendeskripsikan Hubungan Penggunaan Gadget Dengan karakter Anak Remaja Di GMIT Haumeni-Nisum, Kecamatan Nekamese. Penelitian ini menggunakan metode penilitian eksperimen tipe pre-experimental design. Populasi dalam penilitian ini adalah Anak Remaja Di GMIT Haumeni-Nisum yang berjumlah 20 remaja. Dan yang menjadi sampel pada penilitian ini yaitu remaja kelas V-VII sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 20 orang . Teknik pengumpulan data pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ialah tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah rumus uji “t” untuk sampel dependen. Hasil penilitian pada remaja di GMIT Haumeni-Nisum. Jumlah remaja pada penelitian ini ialah 20 orang remaja. Berdasarkan hasil penilitian dapat disimpulkan berdasarkan ketentuan yang berlaku yaitu jika t hitung ˃ nilai t tabel maka tolak Ho dan terima Ha, sebaliknya jika t hitung < nilai t tabel maka tolak Ha dan terima Ho. sehingga dengan melihat hasil analisis yang ada maka dapat dikemukakan bahwa t hitung ˃ nilai t tabel ( 3,22 > 1,734). Dari ketentuan tersebut, maka Ha diterima artinya ada Hubungan penggunaan Gadget dengan karakter anak remaja di GMIT Haumeni-Nisum yang diketahui melalui analisis hipotesis. Kata Kunci : Penggunaan Gadget, Karakter Anak Remaja : Penulis (*) Pembimbing (**)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) belum nampaknya krakter siswa di SDK Yasawari Lobus dalam mengikuti Pembelajaran PJOK pada masa Pandemi 2) belum adanya dampak dari kerakter siswa SDK Yaswari Lobus dalam mengikuti Pembelajaran PJOK pada masa Pandemi. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dalam meningkatkan karakter siswa sekolah dasar dalam mengikuti pembelajaran PJOK pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari II siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi. Hasil dan pembahasan: Hasil penlitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil analisis data refleksi pada setiap siklus, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa: Pembelajaran PJOK dapat meningkatkan karakter siswa. Hal ini terlihat pada hasil ketuntasan peningkatan karakter siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 75. Pada siklus I siswa memperoleh hasil nilai rata-rata sebesar 56,2 (14) siswa 50% yang dikatakan tidak tuntas. Sehingga dilanjutkan ke siklus II siswa memperoleh nilai rata-rata 78,8 (22) siswa 92% sehingga dikatakan tuntas atau berhasil. Pada pembelajaran PJOK dalam meningkatkan karakter Pada siswa SDK Yaswari Lobus Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dikatakan berhasil pada siklus II. Simpulan: peneliti ini adalah menunjukkan bahwa terjadi peningkatkan karakter siswa dalam mengikuti pembekajaran PJOK pada masa pandemi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS NILAI KARAKTER DALAM RPP MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SEKOLAH DASAR GMIT MANUMUTI

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS NILAI KARAKTER DALAM RPP MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SEKOLAH DASAR GMIT MANUMUTI Adi Agustianus Sakol*, David Loba2, Jusuf Blegur3, 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Nilai karakter dimaknai sebagai nilai dasar yang membangun pribadi seseorang, terbentuk baik karena pengaruh hereditas maupun pengaruh lingkungan, yang membedakan dengan orang lain, serta diwujudkan dalam sikap dan perilaku kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui analisis nilai karakter dalam RPP mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Metode penelitian: Metode penellitian ini menggunakan metode survei kuantitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk memecahkan suatu masalah Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bawah rata-rata skor karakter siswa Sekolah Dasar GMIT Manumuti adalah 23 menunjukan bahwa kondisi karakter siswa berada pada interval skor antara 23-24 dengan skor 9 atau 37,5%. Hasil penelitian menunjukan bawah kondisi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran guru sekolah dasar GMIT Manumuti dikatakan baik, dengan perolehan scorer 9 atau 50% dari 18 aspek penilaian. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkankondisi karakter siswa berada pada interval skor antara antara 23-24 dengan skor 9 atau 37,5%. Hasil tersebut menunjukan bahwa rata-rata score karakter siswa berada pada kelompok dengan kategori sedang (S). Kondisi lainnya yaitu kategori kurang(K) dengan skor 5 atau 20,83% yang terletak pada interval ke 2. Sedangkan kelompok dengan kategori seangat kurang, baik dan sangat baik (SK,B dan SB) dengan skor 4, 6, dan 0 atau 16, 67% ,25% dan 0% yang berada pada interval 1,4 dan 5. Sedangkan Kondisi penilaian RPP dengan kategori sangat kurang (SK) dengan score 0 atau 0%, kategori kurang (K) dengan score 2 atau 11,1%, kategori sedang (S) dengan score 4 atau 22,2%, kategori baik dengan score 9 atau 50 %, kategori sangat baik dengan score 3 atau 16,7%. Katakunci: Analisis nilai; karakter siswa

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA TERHADAP KARAKTER REMAJA DI JEMAAT GMIT PNIEL SIKUMANA KLASIS KOTA KUPANG BARAT TAHUN 2020/2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan Agama Kristen adalah pendidikan yang memberikan landasan iman kepada setiap orang Kristen. Sehingga karakter anak remaja di bentuk dari keluarga (ayah dan ibu) dan membentuk sinergi dengan gereja dan sekolah. Pembentukan karakter Kristus dalam diri anak remaja merupakan tanggung jawab orang tua. Adapun rumusan masalahnya adalah: apakah ada pengaruh Pendidkan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja di Jemaat GMIT Pniel Sikumana Klasis Kota Kupang Barat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja di Jemaat GMIT Pniel Sikumana. Populasi dari penelitian ini ialah seluruh orang tua yang memiliki anak remaja dan seluruh anak remaja Jemaat GMIT Pniel Sikumana dan di ambil 40 orang secara acak sebagai sampel orang tua 20 remaja 20. Dari hasil penelitian tidak terdapat pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja, hal ini di buktikan dengan hasil uji hipotesis menggunakan rumus paired sampel t-test, dimana hasil analisis data dari dua variabel diperoleh nilai sig (2 tailed) 0.000 < 0.05. Sesuai dengan ketentuan apabila nilai sig < 0.05 maka terdapat perbedaan yang signifikansi antara Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga dengan karakter remaja, dan jika nilai sig > 0.05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikansi dari Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga dengan karakter remaja. Maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga Ha yang diterima yang berarti tidak terdapat pengaruh Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja. Kesimpulan, Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga terhadap karakter remaja merupakan suatu bagian yang sangat penting dari rencana Allah dan merupakan tanggung jawab orang tua.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN TENTANG PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA PADA BELADIRI PENCAK SILAT

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang:Pendidikan karakter menjadi salah satu isu terkini. Selain menjadi bagian dari pembentukan akhlak anak bangsa, pendidikan karakter ini diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam meningkatkan derajat dan martabat bangsa Indonesia Tujuan penelitian:Untuk mengetahui penerapan pendidikan karakter siswa pada bela diri pencak silat persaudaraan setia hati terate cabang Malaka. Metode penelitian:Metode yang digunakan adalah jenis kualitatif, dengan pengumpulan data penelitian diperoleh dengan teknik tringulasi dengan teknik pengumpulan data: dokumentasi, wawancara, dan observasi. Langkah menganalisis data adalah dengan data reduction (reduksi data), data display dan verivication. Untuk menguji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini mengungkapkan lima temuan yaitu: 1) kegiatan latihan PSHT cabang Malaka, 2) penerapan pendidikan karakter, 3) bentu-bentuk penerapan pendidikan karakter yang di terapkan kepada siswa PSHT cabang Malaka, 4) pelaksanaan pendidikan karakter pada PSHT cabang Malaka, 5) hasil pedidikan karakter siswa PSHT cabang Malaka. Simpulan: persaudaraan setia hati terate cabang Malaka di lihat dari proses latihhan dan materi yang di berikan, sampai kepada siswa-siswanya hingga saat ini berhasil di terapkan dengan baik oleh pelatih kepada siswa-siswanya sehingga dengan adanya organisasi persaudaraan seia hati terate yang ada di Malaka di nilai sangat membantu kontribusi dalam bidang pendidikan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Bentuk- Bentuk Pelayanan Anak dan Remaja Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Anak di Jemaat GMIT Ebenhaezer Sumlili Tahun 2021

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK BENTUK-BENTUK PELAYANAN ANAK DAN REMAJA SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI JEMAAT GMIT EBENHAEZER SUMLILI TAHUN 2021. Toulay M. J. (*) Natonis A. D. (**) Manggoa M (**) Bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja sebagai upaya pembentukan karakter anak di Jemaat GMIT Ebenhezer Sumlili Tahun 2021.Pelayanan anak dan remaja merupakan salah satu tempat di mana anak-anak dibimbing untuk bertumbuh dalam pengetahuan dan pengenalan yang benar tentang Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat satu-satunya bagi manusia, pelayanan anak dan remaja atau (PAR) bertujuan untuk memotivasidan mendorong anak-anak untuk mengenal lebih jauh lagi tentang Tuhan Yesus Kristus sebagai Guru Agung. Masalah dalam penelitian ini adalah apa upaya bentuk-bentuk pelayanan bagi anak-anak dan remaja (PAR) dalam menjangkau anak-anak untuk terlibat dalam pelayanan PAR. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja dalam pembentukan krakter anak-anak PAR di jemaat Ebenhaezer Sumlili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Deskriptif Kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu Observasi, Dokumentasi dan Wawancara.Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk-bentuk pelayanan anak dan remaja (PAR) dalam menjangkau anak-anak untuk terlibat dalam pelayanan PAR di Jemaat Ebenhaezer yaitu pelayanan rutin sekolah minggu dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan tindakan yang ditunjukkan melalui nilai-nilai sikap, bertanggung jawab, kebaikan, kerajianan, ketaatan, teladan dan sikap disiplin. Kata Kunci: Pelayanan Anak,Pembentukan Karakter, Pengetahuan, Sikap dan tindakan. Keterangan: Penulis (*) Pembimbing (**).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISASI SIFAT FISIK BUAH LABU KUNING DAN RENDEMEN TEPUNG SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI TEPUNG LABU

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KARAKTERISASI SIFAT FISIK BUAH LABU KUNING DAN RENDEMEN TEPUNG SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI TEPUNG LABU Maria Irnasulinda ¹ )Ir. Andreas I. Medah,Mp ²)Ir. Zet Malelak,M.Si ³ ) ABSTRAK Labu kuning merupakan jenis Cucurbita moschata memiliki warna kuning. Warna kuningpada buah labu disebabkan adanya pigmen karatenoid yang sebagian besar berbentuk betakaroten yang bermanfaat untuk sintesis vitamin A pada tubuh manusia. Penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi sifat fisik buah labu kuning yang ada pada lima pasar dikabupaten Kupang. Penelitian ini merupaka penelitian Deskriptif yaitu dengan memulai pengamatan dan Observasi kepada objek dan memcatatnya dari kebutuhan karakterisasi. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu uji fisik pada karakterisasi labu kuning. Berdasarkan data yang disimpulkan bahwa karakterisasi labu di kabupaten kupang dengan lima pasar yang berbeda yaitu Pasar Baun, Pasar Oekabiti, Pasar Takari, Pasar Camplong, Pasar Oesao, perlakuan\pasar yang paling baik untuk menghasilkan produk tepung labu kuning adalah Pasar Baun dengan nilai rata-rata volume labu 13,554 gram, nilai rata-rata bijilabukuning 52,6 gram dan nilai rata-rata tepung labukuning 133 gram. Kata Kunci: Karakterisasi, labu kuning, kabupaten kupang. Keterangan ¹) Peneliti ²) Pembimbing

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PEKERJAAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP LOYALITAS PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN MAULAFA KUPANG

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PEKERJAAN DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP LOYALITAS PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN MAULAFA KUPANG Sumber daya manusia adalah individu yang bekerja dalam suatu organisasi, baik perusahaan maupun instansi yang memiliki fungsi sebagai aset sehingga perlu adanya pelatihan dan pengembangan untuk kemampuanya. Sumber daya manusia merupakan faktor yang penting bahkan tidak bisa dilepaskan dalam suatu organisasi. Sumber daya manusia juga menjadi salah satu kunci penentu berkembangnya organisasi. Karakteristik pekerjaan merupakan sifat dari tugas yang meliputi tanggung jawab, macam tugas dan tingkat kepuasan yang diperoleh dari pekerjaan itu sendiri. Pengembangankarir adalah eksplorasi, pemantapan, keberhasilan dan pemenuhan karir seseorang.Loyalitas atau kesetiaan merupakan salah satu unsur yang digunakan dalam penilaian karyawan yang mencakup kesetiaan terhadap pekerjaannya, jabatannya dan organisasi.Populasi adalah gabungan dari seluruh elemen yang berbentuk peristiwa, hal atau orang yang memiliki karakteristik yang serupa yang menjadi pusat perhatian seorang peneliti. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang ada. Sampel pada penelitian kali ini adalah seluruh pegawai Pada Kantor Camat Maulafa Kupangyang berjumlah 23 orang. Analisis Pendahuluan dilakukan untuk mendeskripsikan berbagai karakteristik masing-masing indikator untuk menjelaskan konsep-konsep penelitian berdasarkan data yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel karakteristik pekerjaan (X1) memiliki pengaruh terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 6,480 dengan tingkat signifikan 0,000 sehingga variabel bebas karakteristik pekerjaan berpengaruh terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang.Dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel pengembangan karir (X2) berpengaruh terhadap loyalitas pegawai (Y) pada pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang, hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 4,372 dengan tingkat signifikan 0,000. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengembangan karir berpengaruh signifikan secara parsial terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang.Diketahui bahwa karakteristik pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t, uji f dan uji R2.Diketahui bahwa pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t, uji f dan uji R2. Variabel karakteristis pekerjaan dan pengembangan karir berpengaruh loyalitas pegawai pada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang dari hasil perhitungan uji hipotesis t, uji f dan uji R2. Hasil penelitian ini itdak sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Charlos Alexander Lumiu dalam penelitiannya dengan judul Pengaruh Karakteristik Pekerjaan, Pengembangan Karir Dan Kompensasi Terhadap Loyalitas karyawan, berdasarkan hasil pengujian hipotesis, ditemukan bahwa variabel Pengembangan Karir tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap Loyalitas Karyawan. Artinya semakin tinggi Pengembangan Karir tidak akan mengakibatkan tinggi rendahnya Loyalitas Karyawan. dan juga hasil pengujian hipotesis, ditemukan bahwa variabel Kompensasi memiliki hubungan secara langsung dengan variabel loyalitas karyawan. Artinya semakin tinggi kompensasi akan mengakibatkan semakin tinggi loyalitas karyawan.Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel karakteristik pekerjaan dan pengembangan karir berpengaruh tehadap loyalitas pegawai maka disarankan kepada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang untuk selalu memperhatikan karakteristik pekerjaan dan pengembangan karir agar para pegawai merasa puas dan nyaman serta terus menjadi pegawai yang tetap maupun setia kepada Kantor Kecamatan Maulafa Kupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SUPERBOOK DAN PEMBENTUKAN KARAKTER “Suatu Tinjauan Teologi PAK Terhadap Tayangan Superbook Bagi Pembentukan Karakter Anak Kelas Indria A dan Indria B, dan Implikasinya bagi Sekolah Minggu Jemaat GMIT Horeb Perumnas, Klasis Kota Kupang”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital pada era modern membawa pengaruh pada kehidupan anak-anak, khususnya dalam pembentukan karakter. Anak usia dini atau anak sekolah minggu, mereka sangat rentan terhadap pengaruh media digital yang tidak selamanya memiliki nilai-nilai Kristiani. Oleh karena itu, gereja memiliki tanggung jawab untuk untuk menghadirkan pendidikan iman yang kontekstual, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan dasar teologisnya. Melalui penelitian ini penulis mengkaji penggunaan tayangan superbook sebagai media pembelajaran dalam pembentukan karakter anak Sekolah Minggu kelas Indria A dan Indria B (usia 3-8 tahun) di Jemaat GMIT Horeb Perumnas, Klasis Kota Kupang, dengan tinjauan teologi Pendidikan Agama Kristen (PAK). Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan pendeta, guru Sekolah Minggu, dan orang tua, serta studi literatus yang relevan dengan penulisan ini. Dengan fokus penelitian dalam konteks jemaat, dampak tayangan superbook terhadap pembentukan karakter anak, serta relevansinya dalam perspektif teologi PAK. Kemudian hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tayangan superbook memberi dampak positif dalam proses pembelajran Sekolah Minggu. Media audio-visual mampu meningkatkan minat perhatian, dan antusias anak dalam mengikuti ibadah Sekolah Minggu, serta menolong anak memahami dan mengingat cerita-cerita Alkitab dengan mudah. Nilai-nilai karakter Kristiani seperti ketaatan kepada Tuhan, kasih terhadap sesama, kejujuran, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai mulai terlihat dalam perilaku anak, baik di lingkungan gereja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari tinjauan teologi PAK, superbook dipandang relevan sebagai media pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter anak secara holistik, karena mengintegrasikan aspek iman, moral, dan perkembangan kognitif anak. Namun penggunaan superbook perlu disertai pendampingan guru Sekolah Minggu dan keterlibatan orang tua agar pesan iman dapat dipahami secara benar dan berkelanjutan. Dengan demikian, superbook dapat menjadi salah satu alternative media pembelajaran yang efektif dalam pelayanan Sekolah Minggu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK GOLDEN AGE : Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Peran Orang Tua Bagi Pembentukan Karakter Anak Golden Age (0-6 Tahun) di Jemaat GMIT Batu Karang Nonohonis

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembentukan karakter anak pada usia Golden Age (0-6 tahun) merupakan tahap yang sangat menentukan bagi perkembangan kepribadian dan iman anak di masa depan. Dalam iman Kristen, orang tua dipahami sebagai pendidik iman pertama dan utama bagi anak. Namun, realitas kehidupan keluarga masa kini menunjukkan adanya berbagai tantangan yang menyebabkan peran orang tua dalam pembentukan karakter anak belum berjalan secara optimal. Berdasarkan konteks tersebut, penelitian ini berfokus pada persoalan bagaimana peran orang tua dalam pembentukan karakter anak Golden Age di Jemaat GMIT Batu Karang Nonohonis, serta bagaimana gereja berperan sebagai mitra keluarga dalam mendukung proses tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran orang tua dalam pembentukan karakter anak Golden Age berdasarkan perspektif Pendidikan Agama Kristen, mengidentifikasi realitas praktik pengasuhan yang terjadi di jemaat, serta merumuskan refleksi teologis dan implikasi praktis bagi orang tua dan gereja. Penelitian ini juga bertujuan menegaskan kembali pentingnya sinergi antara keluarga dan gereja dalam pembinaan iman dan karakter anak sejak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif-analitis-refleksi. Data diperoleh melalui wawancara dengan orang tua, guru Sekolah Minggu, guru PAUD, dan pengajar program pelayanan anak, serta melalui observasi dan studi kepustakaan yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Kristen. Analisis data dilakukan dengan mengaitkan temuan lapangan dengan landasan teologis Alkitab dan teori Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menyadari pentingnya pembentukan karakter anak sejak usia dini, namun keterbatasan waktu, pemahaman yang belum utuh tentang Golden Age, serta kesibukan pekerjaan menyebabkan pembentukan karakter anak belum dilakukan secara konsisten. Gereja telah menjalankan pelayanan anak, tetapi belum sepenuhnya didukung oleh keterlibatan aktif orang tua. Penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter anak Golden Age akan berjalan lebih efektif apabila orang tua menjalankan perannya sebagai pendidik iman utama dan gereja hadir sebagai mitra yang mendampingi keluarga secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA UMKM ”KELORIN” DI DESA INBATE KABUPATEN TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Tujuan penelitian yaitu : untuk mengetahui Pengaruh Karakteristik Pekerjaan Dan Karakteristik Individu Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Metode penelitian dalan penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU, Sebanyak 31 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan angket tertutup sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji simultan (uji F), dan Koefisien Determinasi (R2) . Berdasarkan persamaan regresi linear berganda : Y=70.575 + 0,418X1 + 0,333X2 + e. diketahui bahwa nilai konstanta a sebesar 70.575,sedangkan koefisien b1 adalah 0,418 dan b2 adalah 0,333. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstan 70.575 artinya jika nilai karakteristik pekerjaan (X1) dan karakteristik individu (X2) sama dengan nol , kinerja UMKM (Y) memiliki nilai sebesar 70.575. sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0,418 artinya jika karakteristik pekerjaan (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 unit , maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,418. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik pekerjaan (X1) dengan Kinerja UMKM (Y). dan koefisien regresi (b2) sebesar 0,333 artinya jika karakteristik individu (X2) mengalami kenaikan sebesar 1 unit, maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,333. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik individu (X2) dengan kinerja UMKM(Y). xv Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial karakteristik pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Secara parsial karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Dan secara simultan Karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu berpengaruh secara Bersama-sama terhadap kinerja UMKM kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PENDIDIKAN KARAKTER GENERASI ALFA DALAM KELUARGA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Generasi Alpha merupakan generasi baru yang memiliki karakteristik yang akrab dengan teknologi. Generasi ini cenderung memperlihatkan kebergantungan terhadap teknologi yang mempengaruhi karakter mereka sebagai individu. Generasi alpha yang merupakan generasi penerus diharapkan dapat memiliki karakter yang baik, sehingga pendidikan karakterditerapkan untuk membentuk karakter generasi ini. Dalam penerapan pendidikan karakter terwujud berbagai pola pendidikan sebagai bentuk upaya pendidikan karakter itu sendiri. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pola pendidikan karakter generasi alpha di jemaat GMIT Haleluya Nubraen serta faktor-faktor yang mempengaruhi pola pendidikan karakter yang ada, menurut kajian teologi pendidikan agama Kristen. Tujuan ini dapat dicapai dengan penelitian lapangan dan metode yang akan digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data yang akurat dan mengandung kebenaran yang mendalam mengenai pola pendidikan karakter generasi alpha dalam keluarga di jemaat GMIT Haleluya Nubraen. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan karakter di dalam keluarga berhadapan dengan generasi alpha saat ini sangat penting untuk diperhatikan. Setiap keluarga memiliki pola tersendiri dalam penerapan pendidikan karakter. Sehingga dalam penelitian ini, penulis menemukan dua pola pendidikan karakter yakni pola keteladanan dan pola nasihat yang sama dibahas oleh Harun Natonis mengenai pola pendidikan karakter. Sebagaimana kehidupan pengajaran Yesus, keluarga dalam menjalankan pendidikan perlu meneladaniNya sebagai Guru Agung dengan mengabdikan diri sepenuhnya dalam pendidikan karakter itu sendiri. Gereja juga turut terlibat, sebagai wadah yang mendampingi keluarga dan masyarakat dalam penerapan pendidikan karakter khususnya bagi generasi Alpha.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL LOMPAT TALI MERDEKA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL LOMPAT TALI MERDEKA Viktor Imanuel Selan*, M. Rambu P. Wasak 2, Vian Selan3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Permainan tradisional lompat tali merdeka adalah permainan anak-anak yang diwarisi turun temurun dan mempunyai banyak variasi permainannya yang pernah dimainkan oleh anak-anak tempo dulu yang tidak diketahui asal usulnya. Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembentukan karater siswa melalui permainan lompat tali merdeka di SD Inpres Oesapa. Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif desskriptif, subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V dan guru penjas di SD Inpres Oesapa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 1). Observasi, 2). Wawancara, 3). Dokumentasi, guna melengkapi data penelitian. Hasil dan pembahasan: Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam penerapanya pembentukan karakter anak menggunakan unsur pokok yaitu pemberian pengetahuan tentang nilai-nilai kebaikan melalui permainan tradisional lompat tali merdeka. Simpulan: Permainan tradisional lompat tali merdeka yang menjadi kegiatan rekreasi perlu dipertahankan sehingga menjaga kelestarian nilai-nilai dalam pembentukan karakter yang terkandung dalam permainan tradisional tersebut dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan kesegaran jasmani. Kata kunci: karakter, permainan , lompat tali merdeka.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERANAN GURU SEKOLAH MINGGU DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK ERA MILENIAL DI JEMAAT ANA GALLU MANANG KLASIS PAREWATANA GEREJA KRISTEN SUMBA (GKS) KABUPATEN SUMBA TENGAH TAHUN 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERANAN GURU SEKOLAH MINGGU DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK ERA MILENIAL DI JEMAAT ANA GALLU MANANG KLASIS PAREWATANA GEREJA KRISTEN SUMBA (GKS) KABUPATEN SUMBA TENGAH TAHUN 2022 Dima,A, S)* Pobala, P)** Metboki, M)** Penelitian ini dilakukan pada lokasi yang bertempat di jemaat Ana Gallu Manang Klasis Parewatana Gereja Kristen Sumba (GKS) Kabupaten Sumba Tengah dengan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :Bagaimana peranan guru sekolah minggu dalam membentuk karakter anak era milenial di Jemaat Ana Gallu Manang klasis Parewatana Gereja Kristen Sumba (GKS) Kabupatan Sumba Tengah. Adapun tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru sekolah minggu dalam pembentukan karakter anak era milenial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dimana penulis melakukan wawancara kepada guru-guru sekolah minggu untuk mendapatkan informasi yang akurat dalam penulisan karya ilmiah ini. Penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara di Gereja Ana Gallu Manang yaitu mengumpulkan data peran guru sekolah minggu dalam membentuk karakter anak. Selanjutnya data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif yang interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 peranan yaitu:1 peran sekolah minggu sebagai pemandu,2 peran sekolah minggu sebagai .gembala, 3 peran guru sekolah minggu sebagai pendidik, 4 peran guru sekolah minggu sebagai sahabat, 5 peran guru sekolah minggu sebagai mengajar,6 peran sekolah minggu sebagai Teladan. Berdasarkan hasil wawancara kepada guru-guru sekolah minggu, penulis dapat memberikan gambaran bahwa peran guru sekolah minggu dalam membentuk karakter anak sekolah minggu Peran guru tidak sekedar sebagai pengajar semata, yakni sebagai penyebar ilmu dan teknologi pada siswa di sekolah, namun peran guru dalam menamamkan sikap, nilai karakter, moral dan budaya bagi siswanya. Guru haruslah menjadi teladan, seorang model sekaligus mentor dari anak/siswa di dalam mewujudkan perilaku yang berkarakter yang meliputi olah pikir, olah hati dan olah rasa. Hal ini terlihat dari hasil wawancara kepada guru-guru sekolah minggu mengatakan bahwa masih ada beberapa guru yang kurang disiplin, persiapan mengajar, tanggung jawab dalam mengajar, interaksi dengan anak-anak, mengenal anak-anak, pendekatan,dan ketegasan dalam menegur anak-anak. Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara kepada guru-guru sekolah minggu penulis menemukan bahwa pola pembentukan karakter anak sekolah minggu di Gereja Ana Gallu Manang ada, namun belum sepenuhnya kepada anak-anak. Perhatian Gereja terhadap pendidikan guru sekolah minggu masih kurang, hal ini terlihat dari hasil wawancara kepada guru-guru sekolah minggu mengharapkan bahwa adanya dukungan dari Gereja untuk meningkatkan kualitas mengajar guru sekolah minggu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail